Kakofonimu


yk1dnKakofonimu terdengar murung, Tuan.

Serupa irama gagak yang sumbang.

Tiba-tiba risik hati yang pilu.

Cih! Enyahkan semua perasaan itu!

Tidak penting! Itulah kata mereka

Sanggupkah anda bergulat dengan petaka yang mengintaimu?

Diam saja kalau tidak mampu!

Ah… Efoni pun sepertinya enggan mendekat.

Kenapa? Kenapa gundah wajah gulana itu nampak?

Tulikan hati, butakan telinga agar kias kabar angin bungkam!

Laksana gerimis yang lewat sesaat membasahi tanah kering.

Kakafonimu terdengar murung, Tuan….

Terlalu murung untuk ku cerna.

Terlalu riskan untuk ku dekati….

Apakah itu caramu untuk menjauh dariku?

 

 

 

NaraYuuki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s