Pembalasan Bidadari Hitam XVII


Tittle                : Pembalasan Bidadari Hitam XVII

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Romance/ Family/ Friendship

Rate                 : -M

Cast                 : All member DBSK and others (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan). Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:      : They are not mine but this story, Jung Hyunno, Jin Hyeri  & OOC yang lain are mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

Cara memberi pelajaran Jung Yunho dan anak ingusannya yang bernama Hyunno itu hanya bisa dilakukan dengan satu cara. Melukai Jaejoong.”

Cara memberi pelajaran Jung Yunho dan anak ingusannya yang bernama Hyunno itu hanya bisa dilakukan dengan satu cara. Melukai Jaejoong.”

“Makan malam?” tanya Jaejoong.

“Ya. Kau boleh menentukan tempat dan waktunya.” Ucap Yunho sambil mendorong troli berisi bahan makanan dan keperluan rumah tangga lainnya. Hari ini Jaejoong lagi-lagi menelponnya, mengajaknya berbelanja untuk kebutuhan putra mereka. Tentu saja Yunho langsung mengiyakan begitu saja tanpa memedulikan situasi padahal sebelumnya saudara kembar Jung Jessica itu sedang memimpin rapat pemegang saham. Walhasil rapat itu ditunda untuk sementara waktu sampai urusan Yunho selesai. Egois memang tetapi Yunho tidak peduli. Ia bahkan rela didepak dari perusahaan asal bisa menghabiskan banyak waktu bersama Jaejoong.

“Hm….” Jaejoong bergumam. Diambilnya beberapa buah sabun mandi yang biasa Hyunno gunakan dari etalase dan memasukkannya ke dalam troli.

“Tetapi jangan mendadak memberitahuku seperti hari ini. Karena ada beberapa hal yang harus aku diskusikan dengan Changmin.” Ucap Yunho.

Jaejoong melirik Yunho tanpa berkomentar apa-apa, memikirkan ajakan ayah biologis anaknya itu. Sambil terus fokus menatap deretan etalase, Jaejoong bergumam. “Ada sebuah rumah makan kecil yang ingin ku datangi.”

“Kalau begitu mari kesana!” ajak Yunho.

“Tetapi aku terlalu pengecut untuk mendatanginya.” Tangan Jaejoong terjulur untuk mengambil sebotol sampo ukuran besar. “Waktu kecil aku biasa makan disana bersama Appa sepulang sekolah.”

Yunho diam. Tidak tahu harus berkomentar apa. Yunho tahu betul seperti apa hubungan Jaejoong dan ayahnya. Yunho memahami perasaan sedih dan kehilangan itu masih menggelayuti Jaejoong. Bagaimanapun juga Siwon –ayah Jaejoong adalah sosok yang paling berpengaruh dalam hidup Jaejoong sampai sekarang ini.

“Akan ku kirim alamatnya nanti.” Janji Jaejoong pada akhirnya.

❤❤❤

Mata sayu itu menatap lekat-lekat wajah dalam foto yang ia pegang. Ada perasaan yang tidak bisa ia jelaskan ketika memandang mata bak mutiara hitam itu, bibir yang tersenyum dengan bahagia dan binar ceria itu membuatnya marah dan kesal namun matanya enggan memalingkan pandangan dari sosok indah dalam foto itu. Jaejoong.

“Maafkan aku… walaupun pernah sekali gagal melenyapkanmu dulu tetapi perasaanku tidak berubah sama sekali sedari pertama kita bertemu. Aku mengagumimu, sungguh…. Tetapi kalau kau tidak ada Yunho akan hancur. Sialnya aku menginginkan kehancuran Yunho. Satu-satunya cara adalah dengan melenyapkanmu. Maafkan aku… kau tidak salah apa-apa tetapi inilah hidup dan segala kekejiannya.” Gumamnya sembari meremas foto ditangannya dan melemparnya kedalam tempat sampah. “Bagaimana?”

“Sesuai dugaan anda, target kita diam-diam diawasi oleh orang-orang Jung Yunho. Setidaknya ada 3-5 orang yang diam-diam mengikutinya setiap kali dia keluar rumah. Belum lagi keberadaan Jung Yunho sendiri yang semakin sering berada berada disekitarnya.”

“Cari moment yang tepat untuk eksekusi. Ingat! Jangan sampai apa yang kita lakukan tersendus si Jung brengsek itu! Pembalasan yang ia lakukan bila ia sampai tahu rencana kita bisa dipastikan jauh lebih menyakitkan dan keji daripada apa yang akan kita lakukan. Yang paling penting, jangan libatkan putriku atau nyawamu taruhannya!”

❤❤❤

Prang!

Gelas kosong yang sedang ia cuci tiba-tiba meluncur jatuh menghantam lantai. Serpihannya berserakan disekitar kakinya yang telanjang.

“Apa yang terjadi?” tanya Hyunno yang langsung keluar dari kamar mandi. Niatnya untuk mandi batal sudah begitu mendengar suara benda jatuh.

Molla… mungkin tanganku terlalu licin sehingga gelasnya jatuh ketika aku hendak meletakkannya di rak.” Ucap Hyeri.

“Jangan bergerak dari situ! Akan ku sapu pecahannya!”

“Aku tidak apa-apa.”

“Jangan bergerak kataku!” perintah Hyunno. “Serpihannya bisa melukai telapak kakimu!” sedikit buru-buru Hyunno mengambil sapu untuk membersihkan serpihan pecahan gelas.

Melihat kepanikan yang terpancar jelas dari wajah Hyunno membuat Hyeri mengulum senyum bahagia. Gadis itu bahagia mendapat perhatian sebesar itu dari orang yang ia cintai.

“Sudah! Duduk saja! Jangan mencuci lagi!” perintah Hyunno usai selesai menyapu serpihan gelas. Ditariknya Hyeri menuju meja makan, menarik salah satu kursinya dan mendudukkan Hyeri disana. “Biarkan ahjumma yang dikirim Changmin ahjushi yang mencucinya. Kau cukup diam dan melihat saja!”

“Tapi aku ingin melakukannya…”

Hyunno menghembuskan napas perlahan, rasanya seperti menjaga anak TK saja, ia dan Hyeri sama-sama anak tunggal tetapi cara berpikir mereka sangat berbeda, Hyunno terlalu dewasa untuk usianya sementara Hyeri terlalu kekanak-kanakan. “Pergilah belanja. Ku rasa kau butuh beberapa potong pakaian untuk pergi kuliah.” Hyunno meletakkan credit card berwarna gold yang diambilnya dari saku celananya.

Hyeri menggelengkan kepalanya pelan. “Aku tidak mau merepotkanmu.”

“Kalau kau tidak menurutiku lebih baik kau pulang saja!” ucap Hyunno ketus. “Kita sudah sepakat bukan? Dengan hubungan kita yang sekarang kau tidak perlu sungkan padaku. Apa yang menjadi milikku adalah milikmu juga.”

Hyeri tersenyum mendengar ucapan Hyunno. Rasanya seperti dihujani ribuan kelopak bunga, Hyeri merasa sangat tersanjung.

“Pergilah belanja apapun yang kau inginkan.” Hyunno menyerahkan kunci mobilnya pada Hyeri. “Hari ini aku ada urusan dengan Appa jadi supir Appa akan menjemputku.”

❤❤❤

“Akhir-akhir ini ada orang asing yang diam-diam menguntit ibumu.” Ucap Yunho begitu Hyunno masuk mobilnya.

“Mungkin fans Umma. Bukankah Ummaku sangat menawan?” komentar Hyunno.

“Fans tidak mungkin membawa senapan laras panjang, anakku!” Yunho melirik Hyunno yang kini memandangnya dengan raut wajah kaget. “Kedekatanmu dengan putri Jin Yihan sepertinya membuat ayah gadis itu sedikit gusar. Apalagi kau adalah anakku.”

“Akan ku bunuh orang yang menyakiti Ummaku!”

“Tidak ada seorang pun yang akan kau bunuh, Jung muda! Aku tidak akan membiarkan anakku menjadi orang keji sepertiku. Cukup aku saja yang berdosa. Kau akan membuat ibumu sedih bila sampai membunuh orang. Biar aku dan Changmin yang mengurus semuanya.”

“Kalau ada orang yang berniat menyakiti Umma, aku tidak akan tinggal diam Appa!”

Yunho tersenyum mendengar Hyunno memanggilnya Appa. “Tidak akan ada yang bisa menyakiti ibumu selama aku masih hidup.” Janjinya. “Dan soal Hyeri… aku sudah mendengar semuanya dari Changmin.”

“Dasar tukang adu!”

“Jangan salah sangka! Aku yang memaksa Changmin bicara dengan sedikit ancaman tentu saja.” Yunho berujar. “Apa kau mulai serius dengan gadis itu?”

“Maksud Appa?”

“Aku tahu kau sangat cerdas, Hyunno. Jangan berpura-pura tidak tahu kemana arah pembicaraan ini.”

Hyunno tersenyum. “Apa yang ingin Appa ketahui?” tanyanya.

“Kau menyukainya?”

“Menyukai dalam hal apa?” tanya Hyunno balik. “Appa harus spesifik ketika memberikan pertanyaan.” Tambahnya.

“Jangan mengguruiku, Nak!” Yunho memperingatkan. “Kalian tinggal satu atap hanya berdua!”

“Oh, itu….” Komentar Hyunno.

“Jelaskan!” perintah Yunho.

“Aku suka mengurusnya. Hyeri seperti seekor anak kucing yang butuh perhatian lebih dan simpatik.” Hyunno melontarkan pendapatnya. “Dia jadi hiburan tersendiri bagiku.” Tambahnya.

Yunho berdecak. Ada kekesalan –kekhawatiran dalam raut wajahnya. “Berjanjilah untuk tidak melampaui batas!” perintahnya. “Jangan sampai melakukan hal yang akan membuatmu menyesal dikemudian hari. Jangan melakukan kesalahan seperti yang ayahmu ini lakukan.”

“Hm…” Hyunno mengangguk perlahan. “Ku dengar Appa dan Umma akan dinner akhir pekan nanti.”

Yunho menarik senyum simpul, “Yah, pada akhirnya perlahan-lahan ibumu mau membuka hatinya.”

“Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah Umma berikan.”

“Aku akan melamarnya.”

“Aku tidak terkejut mendengar rencanamu, Appa.” Komentar Hyunno. “Umma suka bunga lili putih. Bawakan buket bunga itu untuknya. Ku jamin Umma akan tersentuh.”

“Hei Jung muda! Untuk urusan seperti itu aku jelas lebih hebat darimu.”

Hyunno mendengus kesal.

“Sudah sarapan?”

“Tidak sempat.” Jawab Hyunno.

“Mau mampir ke rumah ibumu untuk mengemis sesuap nasi?”

“Aku tidak keberatan Appa.”

❤❤❤

Hyeri berjalan mengendap-endap mengikuti ayahnya yang sedang berjalan bersama beberapa orang yang tidak dikenalnya. Barusan ketika baru keluar dari salah satu stand pakaian yang ada di pusat perbelanjaan Hyeri melihat ayahnya lewat sehingga gadis itu memutuskan untuk mengikutinya. Hyeri berharap ayahnya tidak menyadari keberadaannya agar dirinya tidak diseret pulang.

“Cara memberi pelajaran Jung Yunho dan anak ingusannya yang bernama Hyunno itu hanya bisa dilakukan dengan satu cara. Melukai Jaejoong.”

Seketika Hyeri menghentikan langkah kakinya begitu mendengar apa yang ayahnya katakan pada orang-orang yang bersamanya. Jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya. Matanya terasa panas. Melukai Jaejoong? Orang yang sangat disayangi oleh Hyunno? Orang yang sangat baik dan perhatian pada dirinya? Tiba-tiba Hyeri menangis dan terisak.

Appa, jangan lakukan hal yang bisa membuatku kehilangan Hyunno.” Jeritnya dalam hati.

❤❤❤

❤❤❤

❤❤❤

Tuesday, June 21, 2016

8:00:53 PM

NaraYuuki

8 thoughts on “Pembalasan Bidadari Hitam XVII

  1. Beruang Madu & Anak Beruang tidak akan tinggal diam jika Gajah Centil mereka diganggu 😎😎😎😎
    Akhirnya update lagi 😀
    Ditunggu selalu karya2nya 😍😍😍😍😘😘😘😘

  2. Yihan pabbo appa, cari gara2 dengan keluarga beruang? Mengamuk baru tau rasa. Bukankah anak gadisnya sudah menyerahkan diri pada littel bear? Gak takut kah yihan anaknya yang jadi korban?
    Yunjae moments plies….
    Semangat menulis yuki, semoga sehat selalu ya….
    Oh iya bikin blog gratis diwordpress seperti apa caranya?

  3. pengen bejeg2 jihan haiiss bikin esmosi aja
    yaa pasti si jung g bakal tinggal diam
    bikin peasaran dan geregetan
    menanti lanjutannya yuuki
    semangat!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s