Youre Not a Bad Girl X


BAB X

New Person

❤❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤❤

Youre Not a Bad Girl 3

“Bu…. pulanglah….” Pinta Herschell yang sedang membantu Dona memetik buah jeruk di pekarangan belakang rumah.

“Tidak…. Ibu tidak mau. Ibu tidak mau bertemu dengan perempuan tidak tahu malu itu!” tolak Dona keras, “Kenapa kau ingin Ibu kembali ke Seoul, Hers?”

“Bagaimana bila Hers, Emir dan Achiel merindukan Ibu…. Kami tidak perlu datang jauh-jauh ke sini, kan?”

“Udara di sini bagus, jadi kalian harus sering-sering mengunjungi Ayah dan Ibu kemari.” Perintah Dona, “Ah, tapi Beruang besarmu itu jarang sekali mengunjungi kami. Astaga! Mungkin bila kau tidak kesini dia tidak akan mengunjungi kami.”

“Kalau begitu ayo pulang, Bu….” Bujuk Herschell.

“Nanti bila Achiel dan perempuan itu sudah bercerai, barulah Ibu akan kembali ke untuk mengurus pernikahanmu dengan Achiel.” Dona menepuk pipi Herschell dan masuk membawa hasil petikannya ke dalam rumah.

“Kau tidak akan pernah bisa membujuk ibu untuk kembali, Boo. Kecuali kau mengijinkanku menceraikan sepupumu itu.”

Jaejoong memejamkan matanya, selain membiarkan hembusan angin yang menerpa wajah cantiknya, perempuan itu juga berusaha menahan detak jantungnya yang mulai menggila akibat pelukan seorang Achiel Barend. Achiel memeluk erat pinggang Herschell dari belakang, menciumi tengkuk dan leher jenjang itu lembut.

“Sebaiknya kau lepaskan aku, Bear!”

“Tidak mau!”

“Berapa kali harus ku katakan padamu kalau kau sudah menikah! Yang sedang kau peluk sekarang adalah sepupu istrimu sendiri!”

“Mari buat kesepakatan! Aku ceraikan Grace…, mungkin dia akan depresi dan gila. Atau kau biarkan aku seperti ini, Boo.”

“Kau mengancamku?”

“Tidak. Hanya mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku.” Ucap Achiel tenang, “Dan kau adalah milikku, Boo.”

“Achiel Barend, kita harus bicara!” Herschell memutar tubuhnya, menatap mata musang Achiel lekat-lekat.

“Selalu ada waktu untukmu, Boo.” Achiel mengecup bibir merah itu sekilas.

“Aku butuh menikah, aku ingin bahagia….”

“Kalau begitu biarkan aku menceraikan Grace dan kita menikah.”

“Achiel!”

“Ya, Boo?”

“Kau bukan Achiel yang dulu ku kenal….”

“Kau bahkan tidak mengenal Achiel. Yang kau kenal hanyalah Beruang Besar yang sangat kau sayangi itu….”

“Kau sakit….” Herschell melepas pelukan Achiel pada pinggangnya, “Aku ingin membantu Ibu  membuat puding !Lepaskan aku!”

“Kau tidak akan kabur?”

“Bagaimana aku bisa kabur dari sini kalau kau sudah mengirim mobilku kerumahku tanpa sepengetahuanku?” tanya Herschell kesal.

“Baiklah! Ku ijinkan kau pergi tapi segeralah kembali untukku, Boo….” Achiel melepaskan pelukannya.

Herschell segera berlari masuk ke dalam rumah, enggan berlama-lama bersama Achiel.

❤❤❤❤❤❤

“Aku seperti seorang pelacur murahan.” Gumam Herschell.

“Bahkan martabatmu sebagai seorang pelacur sekalipun lebih berharga bagiku daripada Grace, Boo….” Achiel mengeratkan pelukannya pada pinggang Herschell, menciumi tengkuk perempuan yang benar-benar merubah hidupnya. Perempuan yang mampu membuatnya merasa bahagia hanya dengan melihat senyumannya saja.

Walaupun di rumah ini ada begitu banyak kamar yang bisa dipakainya, namun Achiel memilih tidur satu ranjang dengan Herschell, hal yang bahkan tidak pernah Achiel lakukan bersama Grace selama enam tahun masa pernikahan mereka.

Kenapa Herschell tidak menolak? Puluhan kali perempuan cantik itu menolak dan puluhan kali pula Achiel tak mau mendengarkan penolakan Herschell, hingga selalu berakhir dengan Achiel yang terlelap sembari memeluk tubuh Herschell.

Bear…. Bila kau bersikap seperti ini terus bagaimana aku bisa merelakanmu? Aku tahu kau tidak bahagia, Bear…. Maafkan aku….” Batin Herschell. Bibirnya bergetar menahan isakan, indahnya mengalirkan cairan bening sebagai pelampiasan sakit direlung hatinya.

❤❤❤❤❤❤

“Kalian akan pulang hari ini?” tanya Hassan yang tengah meminum teh hangatnya.

“Iya. Hers memaksa pulang. Padahal aku masih ingin tinggal di sini lebih lama lagi.” Achiel melirik Herschell yang sedang membantu Dona menyiapkan sarapan untuk mereka.

“Hers harus mengurus café yang Hers rintis atas bantuan ibu, Ayah. Lusa adalah hari pertama Hers membuka café, jadi banyak hal yang harus Hers selesaikan.” Sahut Herschell meletakkan piring di depan Achiel dan Hassan.

“Kau membuka café?” tanya Hassan.

“Hanya untuk hobi saja Ayah….” Jawab Herschell.

“Kalau kau mau, aku bisa mencarikan pekerjaan untukmu, Boo….” Ucap Achiel.

“Aku akan menolaknya karena kau pasti akan memperkerjakanku di perusahaanmu.” Sahut perempuan cantik itu.

“Itu cara praktis untuk mengawasimu….”

“Kalian menikah saja daripada bertengkar seperti itu terus!” perintah Dona.

“Ide yang bagus.” Sahut Hassan.

“Sayang Herschell kita ini tidak mau.”

“Aku tidak akan pernah menjadi yang ke-2!” ucap Herschell keras, “Dan aku tidak suka membagi milikku dengan orang lain.”

“Karena itu biarkan aku menceraikan Grace!” sahut Achiel.

“Kalau kau lakukan itu aku akan menikahi pemuda lain secepatnya!” ancam Herschell.

“Dan aku akan membunuhnya agar kau bisa menjadi milikku lagi!”

“Hei… hei! Hentikan! Bercanda kalian mulai mengerikan!” bentak Dona.

“Menantu Ibu yang mulai, bukan aku.” kesal Achiel.

❤❤❤❤❤❤

“Jadi darimana kau kenal dengan anak presiden, Boo?” tanya Achiel ketika mereka dalam perjalanan pulang. Herschell terpaksa ikut mobil Achiel karena pemuda bermata musang itu sudah mengirimkan mobilnya terlebih dahulu tanpa sepengetahuannya.

“Dia kakak kelasku di universitas. Aku mengenalnya saat melanjutkan study pasca sarjanaku.” Jawab Herschell, “Kenapa?”

“Lalu soal berita itu?”

“Ayahnya presiden dan Ayahku seorang mentri. Pers akan melakukan banyak hal untuk menjatuhkan citra seorang politikus, bukan?”

“Padahal aku sudah berpikir untuk menghabisinya.”

Mata indah Herschell membulat. Ditatapnya Achiel yang fokus menyetir, “Kau tidak akan melakukan hal itu.” Ucapnya kemudian.

“Aku bisa…. Selama kau bisa menjaga dirimu, aku tidak akan macam-macam.”

Jelas yang dimaksud menjaga diri yang Achiel maksud memiliki pengertian berbeda dengan pengertian Herschell. Bila Herschell mendefinisikan menjaga diri adalah melindungi dirinya sendiri dari bahaya, lain halnya dengan Achiel yang mengganggap menjaga diri adalah dimana Herschell tidak terlihat terlalu akrab dengan pemuda asing yang tidak dikenalinya.

❤❤❤❤❤❤

Cassiopeia Café. Baru satu hari dibuka namun sudah banyak pengunjung yang mendatangi café yang terletak dijantung kota itu. Jelas saja.pemiliknya adalah seorang perempuan cantik yang sudah melakukan promosi bahkan semenjak dirinya belum menginjakkan kaki ke tanah kelahirannya. Beruntung ibunya banyak membantunya soal dekorasi dan promosi.

“Seperti bayanganku. Kau benar-benar akan segera menjadi jutawan muda, Hers….” Ucap seorang pemuda tampan dengan warna rambut coklat keemasan, Henry.

Herschell, perempuan cantik itu hanya tersenyum.

“Ah, biarkan aku mengenalkanmu pada sepupuku, Mike.”

“Hallo, namaku Mike….” Pemuda berlesung pipit itu tersenyum ramah pada Herschell.

“Herschel. Panggil Hers saja….”

“Senang mengenalmu Hers. Henry banyak bercerita banyak soal dirimu.” Ucap Mike “Hen, aku pergi dulu. Ada urusan yang harus ku selesaikan secepatnya.” pemuda berlesung pipit bernama Mike itu bergegas pergi.

“Aku tidak pernah melihatnya….” Gumam Herschell.

“Dia tidak tinggal di Amerika.” Jawab Henry, “Apa kau merasa terganggu dengan pemberitaan tentang kita dibeberapa media online, Hers?”

“Tidak….”

“Aku juga tidak keberatan soal pemberitaan diluar sana…. Aku akan sangat bahagia kalau pemberitaan itu menjadi nyata.”

“Henry….” Lirih Herschell.

“Kau tahu dengan baik bagaimana perasaanku padamu, kan Hers….” Henry, pemuda tampan putra presiden itu mengusap kepala Herschell lembut. Sudah sejak pertama kenal Herschell di Amerika dulu, pemuda tampan yang berprofesi sebagai dokter muda itu menaruh hati pada Herschell, tapi entah kenapa perempuan cantik itu sedikit menjaga jarak darinya. Dan lagi ada sesuatu yang membuat Henry harus rela hubungannya dengan Herschell seperti ini. Cukup seperti ini saja. Tidak lebih.

“Bukankah kau harus kembali ke rumah sakit?” tanya Herschell.

Henry tertawa, “Kau mengusirku Hers?”

“Tidak…. Hanya saja kasihan pasienmu kalau kau berlama-lama disini.”

“Baik-baik.” Ucap Hyun JooHenry pada akhirnya, “Aku akan menelponmu nanti malam.”

Herschell mengangguk paham, ditatapnya Henry yang keluar dari café miliknya itu. Ada sedikit perasaan tak enak yang tiba-tiba menyergap hatinya.

“Jadi dia si putra presiden?”

Deg deg… deg deg… deg….

“Kau tidak akan menyakitinya, Chiel!” gumam Herschell. Tanpa melihat siapa yang tengah berdiri di belakangnya pun Herschell tahu siapa pemilik suara itu.

“Aku tidak yakin, Boo….” Ucap Achiel.

Dada Herschell terasa sesak, ditatapnya mata musang yang tengah berkilat marah itu. Takut…. Herschell takut dengan mata yang dulu menatapnya penuh cinta dan sayang itu kini menatapnya penuh kemarahan dan kebencian.

“Kau tidak akan melakukannya, Chiel…. Tidak….”

“Nanti malam akan ada orang suruhanku yang menjemputmu. Kalau kau tidak datang, ku pastikan mayat orang itu akan….”

“Aku akan datang! Aku akan datang….” Lirih Herschell, ada gemuruh ketakutan yang mendesak dadanya.

Bibir berbentuk hati itu melengkung indah, “Itu baru Herschellku…. Nah, Boo…. Aku harus pergi menjengguk paman brengsekmu yang sebentar lagi akan mati itu….”

Herschell mencekal lengan Achiel, “Apa yang terjadi dengan Pamanku?”

“Serangan jantung.” Jawab Achiel singkat, sesingkat kecupannya dibibir Herschell sebelum dirinya pergi meninggalkan perempuan yang dicintainya itu mematung dalam diam.

❤❤❤❤❤❤

“Jadi apa yang kak Achiel lakukan pada mertuanya sendiri?” tanya Lion yang duduk di samping kursi driver yang diduduki oleh Emir. Oh, Lion sudah tahu semuanya mengingat dirinya adalah sahabat lama Emir.

“Jangan menatapku seperti itu, aku juga tidak tahu apa yang Beruang Besar milik kak Hers itu lakukan pada mertuanya sendiri.” Sahut Emir ketika Lion menatapnya penuh tanya.

“Kak….” Lion menatap Achiel yang duduk di kursi belakang.

“Aku tidak melakukan apapun pada tua Bangka itu.” Jawab Achiel tak acuh.

“Jangan bohong, Kak! Kau bahkan lebih sadis dibandingkan Emir yang dulu menghajar penggemar kak Hers saat SMA.” Ucap Lion.

“Dia hanya bertanya kenapa aku dan Grace tidak segera memberikannya cucu….” Jawab Achiel.

“Lalu kau menjawab apa hingga dia masuk ICU akibat serangan jantung seperti itu, Kak?” tanya Achiel.

“Aku tidak berminat menanamkan benihku didalam perut Grace, aku hanya akan melakukannya dengan Hers Dia kaget dan terjatuh….”

“Astaga! Jelas saja dia mengalami serangan jantung.” Gumam Lion.

“Akan lebih baik bila malaikat penjaga neraka segera menjemputnya!” Achiel menatap gerimis yang mengembun diatas permukaan kaca mobil, “Aku bisa dengan mudah menyingkirkan Grace untuk kembali pada Hers….”

❤❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤❤

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s