Youre Not a Bad Girl 9


BAB IX

Desire

❤❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤❤

Youre Not a Bad Girl 3

“Hers, ada telpon dari Grace.” Teriak Xierra dari arah ruang keluarga rumahnya.

“Ya, Bu….” Herschell yang tadinya tengah sibuk di dapur segera berlari menuju ruang keluarga begitu mendengar ibunya memanggil.

“Ini! Untuk apa dia menelpon? Tak tahu malu sekali dia….” Gerutu Xierra sambil melangkahkan kakinya pergi. Enggan mendengarkan apa yang keponakan tersayangannya itu katakan pada putrinya

“Grace….” Panggil Herschell

“Hers….” Suara ceria Grace langsung terdengar oleh Herschell.

“Ya? Ada apa?” tanya Herschell.

“Tidak apa-apa. Aku hanya merindukanmu….”

Herschell tertawa pelan, “Hei! Kemarin kita baru saja bertemu, dasar kau ini!”

“Ya begitulah….” Grace ikut tertawa, “Bisa kita bertemu? Aku ingin bercerita sesuatu padamu.” Suaranya terdengar sangat serius.

“Sekarang?” tanya Herschell.

“Ya. Bila kau bisa.”

“Maafkan aku, Grace…. Hari ini aku akan pergi ke luar kota….. mungkin akhir minggu baru pulang. Bagaimana?”

“Tidak masalah. Kalau kau punya waktu luang segera telpon aku, ya.”

“Pasti….”

❤❤❤❤❤❤

Grace hanya bisa menghapus air matanya. Sepupunya tidak selamanya berada disisinya untuk menjaga dan melindunginya, lagi pula keadaannya tidak lagi sama seperti saat mereka masih remaja dulu. Mungkin Grace yang terlalu bergantung pada Herchell. Tapi kemana lagi harus dibawanya rasa sedih ini selain pada Herschell? Walaupun terkesan tak tahu malu setelah merebut kekasih sepupunya sendiri dengan cara sedikit kotor, namun hanya Herschell yang dipercaya olehnya sampai sekarang.

Semalam Achiel mengamuk. Memecahkan semua barang-barang, memaki Grace bahkan mendorongnya kasar ketika dirinya mencoba menenangkan sang suami. Grace sama sekali tidak tahu kenapa Achiel tiba-tiba murka seperti itu. Apakah karena pembicaraan mereka kemarin soal anak? Hei, Grace perempuan normal. Perempuan dewasa yang menginginkan adanya seorang anak dalam rumah tangganya. Grace ingin merasakan rasanya mengandung dan melahirkan. Tapi…. Bisakah dia merasakan semua itu bila Achiel masih bersikap seperti itu padanya?

❤❤❤❤❤❤

“Ayah… Ibu….” Panggil Achiel.

“Ayahmu sudah berangkat kerja, Chiel.” Sahut Xierra dari arah dapur. Wanita cantik itu sebelumnya sedang sibuk mencuci piring, “Tumben kau datang pagi-pagi seperti ini?”

“Hers masih tidur, Bu?”

“Herschell? Ah, dia juga sudah berangkat pagi-pagi sekali. Katanya mau mengunjungi Dona dan Hassan” Jawab Xierra.

Achiel mengangguk paham. “Ibu…. Aku lapar….”

Aish! Apa istrimu tidak memasak makanan untukmu?” gerutu Xierra, “Dimeja makan masih ada sup ayam dan beberapa lauk. Makanlah!”

“Siapa yang masak, Bu?” tanya Achiel sambil berjalan menuju meja makan.

“Hers….” Jawab Xierra.

“Akan ku habiskan kalau begitu….” Semangat Achiel.

“Habiskanlah kalau perutmu kuat….”

❤❤❤❤❤❤

Herschell tersenyum, memamerkan bibir merah merekah itu pada sepasang suami istri yang menunggu kedatangannya di depan pintu sebuah rumah peristirahatan yang sangat besar. Dengan perlahan Herschell menghambur memeluk sepasang suami istri itu erat.

“Ayah… Ibu…. Darimana kalian tahu Hers akan datang?” tanya Herschell.

“Xierra menelpon kami tadi. Ayo masuk….” Dona menarik tangan Herschell masuk ke dalam rumahnya. Kalau boleh jujur, dia sangat merindukan perempuan yang akan selalu dianggapnya sebagai menantu ideal baginya.

Memang Herschell datang untuk menemui suami istri yang sudah dianggapnya sebagai orang tuanya sendiri. Selain untuk melepas rindu, perempuan cantik itu juga ingin liburan sebentar sebelum memulai aktivitasnya.

❤❤❤❤❤❤

“Emir….” Panggil Grace yang dengan tergesa berlari ke arah pintu masuk begitu melihat adik iparnya pulang.

“Ada apa?!” Tanya Emir dengan wajah dinginnya. Ada masalah di kantor tadi dan melihat wajah kakak iparnya –walaupun enggan ia akui mampu memicu kekesalannya.

“Dimana Achiel? Dia tidak pulang bersamamu? Kenapa dia belum pulang sampai sekarang?” tanya Grace yang tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.

“Dia tidak akan pulang hari ini karena kak Achiel akan tinggal di rumah kami yang dulu untuk sementara waktu.” Jawab Emir lunak, sedikit kasihan melihat wajah khawatir perempuan yang membuat kedua orang tuanya hampir bercerai.

“Tapi…. Kenapa?”

“Kenapa? Tentu saja karena kak Hers sudah pulang! Kau pikir kepulangan kak Hers tidak berpengaruh pada kak Achiel apa?” Emir menatap tajam Grace, kemarahan tiba-tiba kembali membakar hatinya. “Kak Achiel frustasi karena kepulangan kak Hers! Orang yang dicintainya pulang, tapi dia tidak bisa memeluk dan menciumnya. Semoga saja kak Achiel tidak gila karena hal itu….”

Grace terdiam…. Air mata luruh membasahi wajahnya. Kata-kata Emir barusan serasa belati yang menusuk dan mengoyak-koyak hatinya. Sakit sekali. Perih dan nyeri.

“Satu lagi…. Jangan sampai kak Achiel melihat air mata buayamu itu! Dia akan menghajarmu kalau melihat air mata kebohonganmu itu….” Emir beranjak menuju kamarnya.

“Ini bukan air mata kebohongan….” Lirih Grace pilu.

❤❤❤❤❤❤

Brak! Dengan kasar Achiel membanting pintu kamar, melangkah melewati ranjang menuju balkon tempat seorang perempuan cantik yang menjadi sasaran kemarahannya sedang melamun. Kali ini Achiel benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.

Achiel menarik perempuan itu dan menghadapkan sang perempuan padanya. Menatap nyalang sebelum mencium paksa bibir merah alami sang perempuan. Tak ada penolakan, namun juga tak ada balasan. Perempuan itu membiarkan Achiel menciumnya kasar, namun sama sekali tak ada keinginan untuk membalas ciuman Achiel yang terkesan brutal itu. Tak hanya sampai disitu saja, Achiel bahkan mengoyak kemeja yang dipakai oleh sang perempuan. Meciumi leher dan telinganya dan memeluk erat pinggang rampingnya.

Bruk!

Achiel jatuh tersungkur karena didorong oleh perempuan cantik itu, “Kau tidak berniat memerkosaku dirumah orang tuamu sendiri, kan Achiel Bared?”

“Akan ku lakukan agar aku bisa memilikimu lagi, Boo….”

“Kau gila!”

Achiel berdiri, “Kau yang membuatku gila!” ucap Achiel dengan nada tinggi, “Aku melihat berita disalah satu Koran. Dan apa-apaan berita yang mengatakan kau akan menikah dengan putra presiden itu? Lelucon yang tidak lucu, Boo.”

“Mungkin saja itu terjadi.Aku masih normal. Aku ingin menikah aku ingmmhhmmm….”

Achiel mencium paksa bibir merah merekah Herschell kasar dan menuntut, “Kau milikku! Selamanya milikku! Tidak akan ku biarkan orang lain mendekati atau menyentuhmu! Aku akan mengirim ke neraka semua orang yang mendekatimu!”

Mata hitam legam indah itu membulat sempurna. Herschell tahu kalau dari dulu Achiel selalu posesive terhadapnya, tapi kali ini Herschell meraskan hal yang sedikit berbeda pada diri Achiel. Ada rasa sakit dan kesedihan yang membaur dalam setiap kata yang Achiel ucapkan padanya.

“Bear….” Lirih Herschell saat Achiel dengan kasar menariknya masuk ke kamar.

“Jangan katakan kau datang kesini untuk mengatakan kalau anak presiden itu ingin menikahimu pada Ayah dan Ibu!”

“Apa?”

Bruk! Tubuh Herschell terhempas ke atas ranjang.

“Kali ini aku tidak akan melepaskanmu, Herschell Bared!”

Mata Herschell semakin membulat ketika Achiel menindi tubuhnyahnya dan mulai melucuti seluruh kain yang menempel ditubuhnya.

“Ach…. Achiel…. Kau mau apa?” lirih Herschell. Sedikit was-was juga pada sikap aneh Achiel.

“Melepas rinduku padamu tentu saja….”

“Tidak! Ku mohon! Jangan!”

❤❤❤❤❤❤

Herschell terbangun keesokan harinya. Mata indahnya terlihat begitu sayu. Entah apa yang terjadi sebenarnya pada Achiel yang dikenalnya dulu. Achiel yang sekarang berbeda. Pemaksa, pemarah, dan….

“Hai Boo….” Bisik Achiel sembari mengecupi bahu telanjang Herschell mesra, “Pagi yang indah bukan?”

Indah? Apa mata Achiel sudah buta? Di luar hujan turun dengan lebatnya, langit kelam dengan awan hitam menggambang, lalu indah dari mana yang Achiel maksud?

“Lepaskan aku!”

“Tidak akan….” Achiel memeluk erat Herschell. Menempelkan tubuh telanjang perempuan itu pada dirinya, “Aku ingin seperti ini lebih lama lagi. Lagipula ibu belum memanggil kita untuk sarapan, bukan?”

Herschell diam. Hanya itu yang bisa dilakukannya. Semalam Achiel memasukinya, merampas harta berharganya sebagai seorang perempuan, menanamkan benih dalam tubuhnya, membuatnya menggapai firdaus mereka, merasakan hal terlarang yang dulu tidak pernah mereka pikirkan untuk dilakukan.

Herschell merasa sangat buruk dan hina sekarang. Kenapa semalam dia tidak melawan ketika Achiel memasukinya, menyatukan tubuh mereka? Kenapa? Kenapa dia membiarkan suami sepupunya sendiri menyetubuhinya?

Cinta?

Herchell masih mencintai Achiel?

“Aku mencintaimu Boo….”

.

.❤❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤❤

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s