Pembalasan Bidadari Hitam XV


Tittle                : Pembalasan Bidadari Hitam XV

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Romance/ Family/ Friendship

Rate                 : -M

Cast                 : All member DBSK and others (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan). Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:      : They are not mine but this story, Jung Hyunno, Jin Hyeri  & OOC yang lain are mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

Jung Hyunno Pembalasan Bidadari Hitam NaraYuuki

Tiba-tiba saja Yunho menyodorkan sebuah golden ticket pada Jaejoong. Ibu dari Hyunno itu menatap Yunho dan tiket itu bergantian dengan wajah bingung. Ada gurat ingin tahu dan penasaran yang tergambar jelas pada wajah menawannya membuat Yunho tidak tahan untuk tidak mencuri ciuman darinya.

“Kadang kau terlihat lebih polos daripada Hyunno.” Komentar Yunho. “Ah, anakku itu sudah lama kehilangan kepolosannya karena dendam, bahkan ia masih sedikit menyimpan dendam padaku.” Keluhnya.

“Tiket apa ini?” tanya Jaejoong sambil menunjuk tiket yang berada di atas meja.

Yunho meraih cangkir kopinya, meminumnya dengan gaya khasnya sebelum menjawab pertanyaan Jaejoong. “Ada sebuah retoran bintang lima yang list pengunjungnya sampai enam bulan. Itu adalah tiket untuk makan malam ditempat itu.” Jawab Yunho. “Susah payah aku mendapatkannya jadi jangan coba-coba menolak ajakanku!”

Jaejoong mencibir Yunho. “Kau pasti menggunakan koneksi yang kau punya untuk mendapatkan tiket itu, kan?” tebak Jaejoong.

“Tentu saja. Bukan hanya koneksi, aku juga harus merogoh dompetku cukup dalam untuk mendapatkan tiket itu secepatnya.” Ucap Yunho.

“Kenapa tidak pergi ke restoran biasa saja? Atau restoran bintang lima lain jika kau memang suka embel-embel bintang lima dalam setiap kesempatan?” tanya Jaejoong.

“Bagaimana kalau aku bilang aku ingin melamarmu direstoran itu sehingga aku rela melakukan sedikit kepayahan untuk mendapatkan tiketnya?” tanya Yunho sambil tersenyum.

Jaejoong terdiam. Jantungnya berdebar tidak nyaman ketika Yunho mulai membahas hal yang menjurus pada pernikahan. “Apa jadinya kalau kau menikah denganku? Kita sama-sama namja.”

“Kau sudah melahirkan anakku, Jae.”

“Bukan berarti kita harus menikah, kan?”

“Kau ingin kita hidup tanpa ada ikatan pernikahan? Bagaimana dengan Hyunno? Dia berhak menjadi ahli warisku, Jae.” Ucap Yunho. “Aku bisa saja diam-diam mendaftarkan pernikahan kita dikantor catatan sipil tetapi aku tidak mau melakukannya. Aku ingin hatimu menerimaku terlebih dahulu, meskipun untuk itu aku harus menunggu seumur hidup, akan ku lakukan.”

❤❤❤

Tengah malam Hyunno terbangun dari tidurnya. Ia berjalan perlahan menuju balkon, membuka jendelanya dan keluar. Hyunno membiarkan angin malam yang dingin menampar-nampar dan memukuli sekujur tubuhnya. Sambil memegang botol air mineral matanya menatap lampu-lampu dari bangunan disekitar apartemennya yang masih menjala. Bahkan jalanan di bawah sana nampak masih ramai. Hyunno membuka tutup botol air mineralnya, menegak isinya hingga habis lantas meremasnya hingga peyot sebelum akhirnya ia lempar ke sudut balkon dekat pot bunga yang memang sudah berada disana sejak ia pertama datang.

Hyunno tanpak sedang memikirkan sesuatu. Entah itu soal kuliahnya, pekerjaannya, ibunya, ayah biologisnya, dendamnya, bisa juga tentang gadis yang kini terlelap di atas tempat tidurnya. Hyunno berani bertaruh, andaikan ibunya tahu apa yang sudah dilakukannya ibunya akan menangis dan bersedih untuknya. Andaikan ayahnya –Jung Yunho tahu apa yang sudah diperbuatnya mungkin ayahnya akan sangat kecewa padanya. Tetapi bagaimanapun juga Hyunno sudah melakukannya. Ia melakukannya dengan sadar. Ada sedikit penyesalan yang perlahan menyelimuti hatinya.

Andaikan bukan dengan Hyeri…

Andaikan Hyeri bukan anak orang itu…

Andaikan tidak ada motif dendam sebagai landasan hubungan mereka…

Hyunno menutup kedua kelopak mata musangnya yang ia warisi dari Yunho. Cukup lama ia melakukannya hingga akhirnya terbuka kembali ketika sepasang lengan itu mendekap tubuhnya dari belakang.

“Kau bisa sakit…”

Hyunno tidak menyahut. Ada sebuah perasaan aneh yang tiba-tiba muncul dan mengganggunya.

“Apa kau bermimpi buruk?”

“Aku membangunkanmu?” tanya Hyunno balik.

“Tidak. Aku terbangun karena kau tidak ada disampingku.” Jawab Hyeri. Tubuh gadis manis itu hanya dililit asal dengan selimut, rambutnya yang agak kusut dan berantakan ia biarkan tergerai begitu saja menutupi pundaknya yang telanjang.

“Kembalilah tidur.” Ucap Hyunno.

“Tidak bila kau tidak tidur juga.”

“Aku akan tidur, secepatnya. Sekarang tidurlah dulu! Bukankah kau ada kuliah pagi?” Hyunno mengusap lengan yang melilit tubuhnya itu perlahan.

“Bolos sepertinya ide yang bagus.”

“Tidak akan ku biarkan! Aku akan membencimu bila kau melakukannya.”

Hyeri merengut kesal, melepas pelukannya pada Hyunno. Menghentakkan kaki telanjangnya sebelum berjalan kembali menuju tempat tidur.

Hyunno tersenyum melihatnya, “Baiklah… aku akan menemanimu tidur.” Ucapnya pada akhirnya.

Diusinya yang baru beberapa hari lalu genap 17 tahun, Hyunno tidak pernah menyangka ia akan terlibat hubungan sebegitu jauhnya dengan seorang perempuan terlebih perempuan yang tidak –belum dicintainya. Jikalau bukan demi melancarkan aksi balas dendamnya, Hyunno tidak akan pernah menanggapi Hyeri, sama sekali tidak. Tetapi… menyesal sekarang pun sudah sangat terlambat. Hyunno akan malu memperlihatkan wajahnya pada orang tuanya andaikan mereka mengetahui apa yang sudah ia lakukan.

❤❤❤

“Ini sedikit ironis….” Ucap Yihan. Ayah Jin Hyeri itu meneguk kopi hangatnya dengan angkuh. “Tentu saja soal anak-anak kita, Yunho.”

Yunho menyenderkan punggungnya pada punggung kursi kerjanya. Ia tidak menyangka orang yang paling tidak ingin ditemuinya justru mendatanginya menjelang waktu makan siang seperti sekarang. Padahal Yunho sudah berjanji akan makan bersama Jaejoong hari ini.

“Apa kau tidak merasa bahwa anak-anak kita terlalu dekat?” tanya Yihan.

Yunho menaikkan alisnya, sama sekali tidak berminat pada topik yang sedang dibahas oleh seterunya –terselubung itu. Dengan malas Yunho menarik laci meja kerjanya, mengeluarkan bungkus rokoh dan korek api untuk diletakkan di atas meja. Yunho tahu bahwa Yihan adalah perokok berat. “Aku tidak mengerti maksudmu dengan anak-anak kita terlalu dekat, Yihan. Aku percaya pada anakku. Hyunno sudah cukup dewasa untuk membedakan mana yang salah mana yang benar, sudah cukup bijaksana untuk mengambil sebuah keputusan penting dalam hidupnya. Aku tidak akan mengekang anakku. Ia boleh bergaul dengan siapa saja walaupun sejujurnya aku kurang begitu suka ketika tahu ia bergaul dengan anakmu.” Ucapnya tenang. “Kenapa sepertinya kau begitu ketakutan dengan pertemanan yang anak-anak kita jalin? Mereka masih remaja polos, jangan terlalu memikirkannya.”

Yihan mengambil sebatang rokok kemudian menyulutnya. Menghisapnya dalam-dalam sebelum mengepulkan asapnya keudara, memenuhi ruang kerja Yunho yang berAC. “Kau yang sudah tahu bahwa aku mempunyai anak gadis tentu akan berpikiran berbeda seandainya kau baru tahu bahwa aku memiliki anak laki-laki dari orang yang sudah lama dianggap mati oleh yang lain!”

Senyum mengejek tercetak pada wajah tampan Yunho. Ia tahu kini kemana arah pembicaraan Yihan. “Tidak pernah… aku maupun keluargaku mengumumkan kematian Jaejoong. Kalau itu yang kau permasalahkan sekarang. Bukankah yang menyimpulkan kematiannya adalah kau dan mendiang ayahmu sendiri?” tanyanya balik.

Yihan melempar tatapan tajam pada Yunho.

“Bisakah kita bahas hal ini lain kali? Aku ada janji dengan orang penting sekarang.”

Yihan berdiri dari duduknya, menghisap sekali lagi puntung rokoknya sebelum membuangnya ke lantai dan menginjaknya hingga hancur. “Kalau kau memanfaatkan putramu untuk mendekati anakku, aku tidak akan segan untuk…”

“Dengar! Harusnya aku yang mengatakan hal itu padamu.” Potong Yunho. “Karena bagaimanapun juga orang bodoh pun dapat melihatnya bahwa selama ini yang berusaha mendekat adalah anakmu.” Ucap Yunho sambil tersenyum mengejek.

Yihan menahan kekesalan dengan cara mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.

“Aku tidak bisa mengantarmu keluar. Kau tahu pintu keluarnya bukan?”

❤❤❤

“Kenapa memanggilku untuk hal tidak penting begini? Aku sedang ujian UTS ketika menerima telpon dari Changmin ahjushi agar aku segera datang kemari!” keluh Hyunno. Sedikit kelas juga menghadapi ulah orang yang berjasa atas kelahirannya itu.

“Tetapi kau berhasil menyelesaikannya dengan baik, bukan? Aku sudah menelpon wali kelasmu tadi, ia bilang hasil nilaimu sempurna.” Ucap Yunho sambil tersenyum tanpa dosa. “Kita jarang makan siang bertiga. Tidak ada salahnya kita melakukannya sekarang.

Umma….”

Jaejoong yang sedang mengeluarkan makanan dari keranjang bekalnya tidak berkomentar dan memilih menata makanan yang susah payah ia masak.

“Aish!” kesal Hyunno.

“Itu sup kimchi kesukaanku?” tanya Yunho. Matanya berkilat senang melihat Jaejoong memasakan menu kesukaannya.

“Aku masak untuk kita semua.” Ucap Jaejoong. “Hyunno, tadi pagi Hyeri menelpon Umma. Ia ingin berkunjung dan minta diajari memasak makanan kesukaanmu. Apa hubungan kalian mengalami peningkatan?”

Hyunno diam saja. Menatap wajah sang ibu sebelum tersenyum. “Aku tetap membatasi diriku, Umma.” Jawabnya. “Kenapa orang-orang melihat kita sambil berbisik-bisik seperti itu?” tanya Hyunno yang berusaha mengalihkan pembicaraa dari topik seputar hubungannya dengan Hyeri.

“Bulan lalu tua Bangka Woo Sung –kakekmu mengatakan bila dia menunjukmu sebagai penerusnya kelak jika ia sudah pensiun.” Jawab Yunho yang sibuk mangambil sup kimchi, ia sudah tidak sabar mencicipi makanan kesukaannya yang dimasak oleh Jaejoong. “Tentu saja semua orang yang belum mengenalmu akan merasa penasaran pada sosokmu. Jung tua itu jarang memuji orang lain bahkan anak-anaknya sendiri tetapi ia selalu memujimu disetiap kesempatan.

Kajja makan!” perintah Jaejoong pada Hyunno.

“Udang mentega buatan Umma, sudah lama sekali aku tidak memakannya.” Hyunno tersenyum bahagia. Tanpa sungkan mengambil udang mentega dan memakannya dengan lahap.

❤❤❤

Mata itu nanar memandang pria yang sangat disayanginya, dihormatinya dan dicintainya dengan seluruh hidupnya. “Appa tidak bisa melakukan hal itu padaku!”

“”Tidak ada pilihan lain. Kalau kau terus berhubungan dengan anak Jung Yunho itu maka Appa akan mengirimmu ke luar negeri secepatnya!” ancam Yihan ketika putrinya itu baru bangun tidur dari tidur sorenya.

Appa egois bila melakukan hal itu padaku! Hyunno tidak pernah menanyakan padaku soal Appa dan bisnis Appa. Tidak seperti dugaan Appa selama ini. Hyunno menghormatiku walaupun aku ini anak dari orang yang sudah jahat pada keluarganya!”

Plak!

Hyeri tergagap ketika tangan ayahnya mendarat diatas permukaan pipinya. Air mata mengalir dari sepasang matanya tanpa dikomandoi.

“Sayang… Appa….”

Hyeri menatap ayahnya tidak percaya. Orang yang dulu menimangnya dengan sayang kini melukai dirinya. “Aku benci Appa….” Ucapnya sambil berlari meninggalkan Yihan yang masih syock dengan apa yang sudah ia perbuat terhadap putri tunggalnya sendiri.

❤❤❤

Hyunno hanya bisa memeluknya, erat. Hyunno sudah menduga hal seperti ini akan terjadi tetapi tidak secepat ini. Hyeri datang sambil menangis, pipinya sedikit lebam. Gadis manis itu bahkan datang padanya tanpa mengenakan alas kaki, hanya sebuah tanktop dan celana sebatas paha yang ia kenakan.

“Kalau kau tidak bisa pulang, tinggallah disini bersamaku.” Ucap Hyunno dengan suara pelan. “Sekarang berhentilah menangis! Mari obati lebammu dulu agar tidak meninggalkan bekas nantinya.”

Semua sudah terlanjur sekarang. Hyunno tidak bisa mundur lagi. Ia harus terus maju walaupun untuk hal itu ia harus menjadi orang jahat.

❤❤❤

❤❤❤

❤❤❤

Thursday, March 10, 2016

8:53:01 AM

NaraYuuki

 

5 thoughts on “Pembalasan Bidadari Hitam XV

  1. HyuNo Gilllaaaa
    wehhhh malah keblabasan…..
    Dasar Anaknya Yunho klo melakukan sesuatu pasti gegabah
    makin penasaran sama lanjutannya
    gmana reaksi yunjae klo tahu?
    Semangat Yuuki
    Lanjutkan!!!!!!

  2. duhhhh hyunno…hyunno napa sifat loe kaya yun sich….main bawa anak orang ke ranjang aja walaupun atas dasar suka ma suka……gawat kalau sampai hamil….walaupun hyunno bakal tanggungbjawab tp permasalahan antara orang tua gak bisa dianggap sebelah mata dong……semoga jae bisa lebih bijak pahami hyunno dan hyeri…..btw masih penasaran kenapa yihan kira jae dah meninggal????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s