Pembalasan Bidadari Hitam XIII


Tittle                : Pembalasan Bidadari Hitam XIII

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Romance/ Family/ Friendship

Rate                 : -M

Cast                 : All member DBSK and others (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan). Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:      : They are not mine but this story, Jung Hyunno, Jin Hyeri  & OOC yang lain are mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

Jung Hyunno Pembalasan Bidadari Hitam NaraYuuki

Hyunno menyimpan ponselnya ketika Hyeri datang menghampirinya sambil menenteng sebuah keranjang. Hati Hyunno bergejolak ketika sebagian dari dirinya menjeritkan betapa jahatnya ia karena telah memanfaatkan Hyeri namun sebagian lagi berkata tidak apa-apa. Hyunno membuka pintu mobilnya, memasang senyum paling manis ketika gadis manis itu masuk dan mendudukkan dirinya di atas kursi penumpang.

“Aku membawa bekal.” Hyeri memamerkan keranjang yang dibawanya pada Hyunno sebelum meletakkannya di kursi penumpang bagian belakang. Gadis itu memakai kaus lengan pendek berwarna putih gading, celana pendek yang hanya menutupi setengah pahanya saja dari bahan jeans serta sepatu kets berwarna senada dengan kausnya. Terlihat casual.

“Kau bisa memasak?” Tanya Hyunno.

“Baru belajar pagi tadi. Tapi ku jamin enak.” Yakin Hyeri.

“Kita cicipi bersama-sama nanti.” Sahut Hyunno, “Sekarang mari kita berangkat.”

“Tunggu!” cegah Hyeri.

“Ada yang ketinggalan?” Tanya Hyunno.

Hyeri menganggukan kepalanya. “Sepedaku… aku harus mengambilnya.”

“Tidak perlu. Di sana kita bisa menyewa sepeda.”

“Oh…” Hyeri memasang save beltnya. “Bagaimana kabar Umma Joongie?” tanyanya.

Hyunno mulai mengemudikan mobil mewahnya –hadiah ulang tahun dari Jessica meninggalkan komplek perumahan Hyeri. “Umma? Sehat-sehat saja.”

“Kenapa tidak diajak? Aku ingin belajar masak darinya.”

Hyunno tersenyum, “Kalau kau ingin belajar masak dari Ummaku kau tinggal datang saja ke rumah.” Ucapnya.

“Bagaimana kalau minggu depan kita belajar masak bersama?” usul Hyeri.

“Ku rasa tidak bisa. Aku sudah tidak tinggal bersama Umma. Mulai kemarin aku pindah ke apartement pemberian harabojie.”

Jinjja? Keren sekali! Kapan-kapan boleh aku mampir?”

“Tentu saja.” Jawab Hyunno.

❤❤❤

Pekuburan itu terlihat sangat tenang dan sunyi walaupun banyak peziarah hari itu. Yunho membimbing Jaejoong melalui jalan setapak yang berkelok menuju tempat tujuan mereka, makam ayah jaejoong –Siwon. Udara hangat disekitar tempat itu tidak mampu mengusir rasa dingin yang menyergap hati Jaejoong. Matanya berkaca-kaca seiring semakin dekat dirinya dengan tempat ayahnya disemayamkan. Jaejoong nyaris terjatuh akibat terhantuk batu jikalau dirinya tidak berpegangan pada lengan kokoh Yunho.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Yunho. Ingin rasanya memeluk sosok rapuh itu namun ia coba tahan agar Jaejoong tidak marah padanya. Ingin menggandeng lengan pucatnya namun Yunho tidak bisa, kedua tangannya penuh dengan buket bunga lili putih dan keranjang berisi air mawar.

“Ya… ya. Aku baik-baik saja.” Jawab Jaejoong yang kembali melangkah.

Agak susah mengajak Jaejoong keluar. Namun entah kenapa ketika Yunho mengajaknya berziarah ke makam ayahnya, Jaejoong langsung menyetujuinya tanpa menaruh kecurigaan apapun.

Begitu sampai pada salah satu pusara, mereka berdua berhenti sejenak. Menatap ongkokan tanah berbatu itu berlama-lama hingga akhirnya Yunho mengambil inisiatif untuk menuangkan air mawar dan meletakkan buket bunga di atas nisan batu pucat itu, Jaejoong mengikutinya. Bersimpuh sambil mengusap nisan pucat itu petlahan-lahan. Matanya yang sudah berkaca-kaya akhirnya menumpahkan juga air mata mening yang mengalir meninggalkan jejak diatas permukaan wajah pucatnya. Lama-kelamaan Jaejoong terisak keras. Tidak tega melihatnya Yunho segera bersimpuh di samping Jaejoong untuk memeluknya erat. Tidak ada penolakan dari Jaejoong yang hatinya sedang diliputi rasa rindu pada ayahnya.

“Maafkan aku….” Bisik Yunho, “Maafkan aku yang tidak bisa berada disisimu ketika kau membutuhkan tempat untuk bersandar. Maafkan aku….” Bisikan itu serupa matra yang membuat isakan Jaejoong semakin bertambah keras. Beberapa peziarah yang berada didekat keduanya segera menoleh menatap mereka, ingin tahu apa yang sedang mereka lakukan hingga mendatangkan isakan memilukan.

❤❤❤

Usai mengelilingi taman menggunakan sepeda sewaan, kedua remaja itu memilih beristirahat di pinggir danau buatan sambil berteduh di bawah pohon rindang. Bila pasangan lain memilih menikmati air mancur yang bisa menyemprotkan air hingga setinggi 20 meter di sebelah sana namun Hyunno dan Hyeri memilih menatap bunga teratai di atas danau buatan yang sesekali memperlihatkan buih dan kecipak ikan yang berenang di dalamnya. Sambil memakan bekal buatan Hyeri, keduanya bercengkerama layaknya sahabat karib.

“Hyunno, boleh aku bertanya?”

“Tanyakan apa yang ingin kau tanyakan.” Ucap Hyunno.

“Bila kita sering pergi berdua apa yeoja chingumu tidak cemburu?” Tanya Hyeri. Matanya yang menggunakan soft lens menatap wajah tampan Hyunno lekat-lekat.

Hyunno tersenyum geli. “Yeoja chingu?” tanyanya.

Hyeri mengangguk cepat. Penasaran.

“Coba pikir, siapa yang mau menjadi yeoja chingu orang sepertiku? Keluargaku sedikit berantakan, aku sudah bekerja, waktuku sangat terbatas untuk memiliki seorang yeoja chingu.”

“Tidak… tidak. Keluargamu tidak berantakan. Aku bahkan tidak tahu siapa ibu yang melahirkanku.” Ucap Hyeri. “Bukankah bagus bila kau sudah bekerja? Kuliah sambil bekerja? Kau pemuda yang hebat untuk remaja seusiamu yang biasanya lebih suka bersenang-senang tidak jelas.”

Hyunno mengusap kepala Hyeri perlahan, “Aku tidak pernah memikirkan soal yeoja chingu. Karena aku takut jika aku memiliki yeoja chingu aku tidak akan bisa membahagiakannya. Bukankah aku waktuku sering tersita untuk kuliah dan bekerja?”

Hyeri mengerucutkan bibirnya. “Kalau aku yang menjadi yeoja chingumu aku tidak keberatan sama sekali….”

Hyunno tertawa melihat ekspresi kesal Hyeri. “Kau terlalu berharga untuk menjadi yeoja chingu dari orang sepertiku, Hyeri.”

“Tapi aku mau! Aku mau menjadi yeoja chingumu!” ucap Hyeri penuh keyakinan.

“Kenapa? Berikan satu alasan hingga kau harus menjadi yeoja chinguku?’ Tanya Hyunno.

“Kenapa? Karena aku mau melakukannya! Tidak perlu alasan untuk itu karena semuanya sudah jelas!” kesal Hyeri. “Aku menyukaimu, pabo! Aku tidak rela kau bersama perempuan lain!”

Hyunno tersenyum, tidak bisa menyembunyikan ekspresi gelinya melihat wajah sebal Hyeri. Gadis itu sungguh sangat ekspresif. “Baiklah kalau begitu. Kalau kau memang benar-benar ingin menjadi yeoja chinguku, mulai sekarang kau adalah yeoja chinguku.” Ucapnya.

Jinjja?” mata Hyeri berbinar menatap Hyunno.

Remaja tampan itu hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.

Hyeri berteriak kegirangan sebelum menubruk Hyunno dan memeluknya hingga keduanya berbaring di atas rumput hijau.

Mianhae….” Batin Hyunno pilu.

❤❤❤

“Sudah sedikit tenang?” Tanya Yunho.

“Ya.” Jawab Jaejoong. Diletakkannya cangkir teh yang sebelumnya ia minum. Keduanya kini berada didalam salah satu restoran kelas atas langganan Yunho. Dengan alasan sudah waktunya makan siang, Yunho berhasil mengajak Jaejoong mendatangi restoran langganannya.

“Kau ingin makan apa?”

“Makanan pinggir jalan mungkin enak. Deobboki? Sate ikan?” Tanya Jaejoong pada dirinya sendiri. “Aku ingin makan deobboki di kedai yang berada di depan sekolahku dulu. Rasanya sangat enak, ahjumma penjualnya juga ramah.”

Yunho tersenyum mendengar penuturan Jaejoong. “Kedai itu sudah tidak ada, sekarang digantikan oleh bangunan café dan restoran cepat saji.”

Wajah Jaejoong tampak muram.

“Kalau kau benar-benar ingin memakannya aku bisa meminta koki restoran ini memasaknya untukmu. Dia adalah sahabatku.” Ucap Yunho.

“Tidak. Aku makan makanan yang sudah dipesan tadi saja. Lain kali akan ku cari sendiri kedai pinggir jalan yang menjual deobboki super enak.”

“Tidak perlu menunggu lain kali, nanti usai makan siang aku akan menemanimu mencarinya. Kalau perlu kita akan menyusuri seluruh jalanan Seoul untuk mencicipi tiap kedai deobboki yang ada.”

Jaejoong menatap Yunho curiga namun yang dilihatnya dalam mata setajam mata musang itu hanyalah kejujuran dan pijar harapan. Jaejoong tahu Yunho mengharapkan kesempatan darinya untuk memperbaiki diri. Tetapi ada sebagian dari diri Jaejoong yang meragukan Yunho, sebagian lagi merasa kasihan pada pria yang sudah memberikannya seorang putra itu. Jaejoong tidak tahu sampai kapan kebimbangan hatinya membuatnya bingung, Jaejoong tidak tahu. Yang ia yakini, pada saatnya nanti –pada saat yang tepat dirinya akan bisa memaafkan Yunho dan menyambut uluran tangan pria bermarga Jung itu.

“Bagaimana?” Tanya Yunho.

Jaejoong tersadar dari lamunannya, “Asal kau mentlaktirku.”

“Itu perkara yang mudah.” Sahut Yunho sambil meminum es kopinya.

❤❤❤

“Aku masih ingin bersama kekasihku lebih lama lagi. Kenapa kau sangat kejam padaku, Jung Hyunno?!” Tanya Hyeri sedikit merajuk. Pasalnya Hyunno mengantarkannya pulang padahal langit masih terang. Hyeri ingin menghabiskan waktu sedikit lebih lama dengan namja chingu kesayangannya. Tetapi Hyunno mengatakan bahwa dirinya sore ini ada pertemuan dengan dewan direksi –walaupun hari ini hari minggu.

“Kau sendiri yang tidak keberatan, bukan menjadi yeoja chingu orang super sibuk? Kenapa sekarang marah, hm?” Tanya Hyunno.

“Aku masih ingin bersamamu!”

Hyunno tersenyum, “Senin besok kau bisa datang ke apartementku dan memasak makan siang untukku. Pulang kuliah kita bisa makan sama-sama.” Hyunno mencoba membujuk Hyeri.

Gadis itu masih mengerucutkan bibirnya walaupun kedua matanya sudah berbinar-binar.

“Bagaimana?”

“Baiklah kalau kau memaksaku!” ucap Hyeri kemudian. Dilepaskannya save belt yang terpasang pada tubuhnya, membuka pintu mobil sebelum menyadari sesuatu. “Aku lupa sesuatu.” Hyeri kemudian menolehkan wajahnya pada Hyunno, secepat yang ia bisa dikecupnya bibir merah Hyunno, menghisapnya sesaat sebelum kabur begitu saja tanpa menutup pintu mobil.

Hyunno duduk dengan kaku didepan kemudi. Jemarinya meraba bibirnya. Untuk kedua kalinya Hyeri berhasil mencuri ciuman darinya. Hyunno menggelengkan kepalanya pelan, menutup pintu mobil dan menyalakan mesin mobilnya. “Kau akan membenciku suatu hari nanti, Hyeri. Maafkan aku….” Gumamnya sambil menjalankan mobil meninggalkan depan rumah Hyeri.

❤❤❤

❤❤❤

TBC

❤❤❤

❤❤❤

❤❤❤

Pendek dan lama ya? Maafkan Yuuki. Yuuki sibuk di real. Rumah baru juga jaringannya susah kalau musim penghujan begini jadi kalau post harus ke warnet dulu. Ke warnetnya nunggu punya waktu luang & nunggu editannya banyak dulu biar bisa langsung post banyak jadi beginilah🙂 semoga sedikit menghibur ya🙂

Tetap jaga kesehatan😀

❤❤❤

Monday, February 01, 2016

11:08:44 AM

NaraYuuki

4 thoughts on “Pembalasan Bidadari Hitam XIII

  1. Hyunno oh hyunno terjebak oleh kisah masa lalu! Antara dendam dan hati. Ckck dendam memang tidak pernah ada untungnya dan kejahatan hanya menyisakan rasa sakit dan penyesalan…
    Tapi yunjae story harus happy ending ya chingu…
    #numpang baca dan terimakasih tetap menulis

  2. kenapa jadi kasihan sama hyerii
    dia kan ga tahu apa2 tapi jd alat buat hyuno
    tapi pasti hyuno juga bakal luluh lama2
    kangen sama yunjae moment
    nunggu jae bisa nerima yun lagi
    semangat Yuukii lanjutkan

  3. duh, yuuki kayak lagi ngamuk ya, sehari update ff banyaaaaaaak sekali.
    tapi karena jaringan 3 lagi bermasalah, jadinya baru bisa baca sekarang. makasih ya dah sempatin update. jaga kesehatan juga ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s