Pembalasan Bidadari Hitam XII


Tittle                : Pembalasan Bidadari Hitam XII

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Romance/ Family/ Friendship

Rate                 : -M

Cast                 : All member DBSK and others (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan). Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:      : They are not mine but this story, Jung Hyunno, Jin Hyeri  & OOC yang lain are mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

Jung Hyunno Pembalasan Bidadari Hitam NaraYuuki

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

Usai makan dengan pembicaraan yang cukup berat –menurut Hyunno, remaja yang genap berusia 17 tahun itu dihadapkan pada kenyataan mengesalkan bahwa besok lusa dirinya harus ikut menghadiri rapat pemegang saham yang diselenggarakan oleh dewan direksi perusahaan milik keluarga Jung. Kata ayahnya –Yunho, Changmin akan datang untuk menjemputnya.

“Dan Hyunno… Kau memiliki 20% saham diperusahaan. Jessica memiliki 10%, Changmin 10%, Aku 30% sedangkan kakekmu memiliki 20% yang sebelumnya 40% namun diberikan padamu. Jadi ketika ada orang yang berusaha menjatuhkanmu, kau tidak boleh gentar sedikit pun. Kau mengerti?!” ucap Yunho.

 

“Biarkan dia bersantai! Hari ini ulang tahunnya!” Jaejoong melirik tajam Yunho seolah-olah ayah biologis putranya itu adalah benalu yang harus disingkirkan.

“Aku lebih senang bila dia memikirkan bisnis daripada urusan balas dendam. Apa lagi rencananya soal putri Jin Yihan. Aku sama sekali tidak setuju anakku bergaul dengan gadis ‘liar’ sepertinya.” Yunho membalas ucapan Jaejoong.

Hyunno mulai jenuh situasi seperti ini. Keadaan dimana ayah dan ibunya memperdebatkan apa yang baik dan buruk untuknya, apa yang boleh dan terlarang untuknya. Hyunno merasa dirinya sudah cukup besar dan dewasa untuk menentukan apa yang sekiranya terbaik untuknya.

“Ku rasa ada baiknya Umma menghabiskan waktu berdua dengan Yunho ahjushi untuk mendekatkan diri agar tidak selalu berdebat bila sedang bersama.” Komentar Hyunno.

“Aku ayahmu! Panggil aku Appa bukan Ahjushi!” Yunho sedikit tersinggung mendengar cara Hyunno memanggilnya walaupun ia memahami kenapa anaknya bisa bersikap seperti itu padanya.

“Sedikit sulit melakukannya karena aku belum terbiasa. Mian….” Ucap Hyunno.

❤❤❤❤❤

Hari sudah sedikit larut ketika keluarga kecil itu selesai makan malam penuh kesan bersama. Ketiganya berjalan beriringan keluar dari lift, berjalan santai di lobi sambil beberapa kali melontarkan pembicaraan ringan terkait study Hyunno.

Tiba-tiba Yunho berhenti berjalan membuat Jaejoong yang berada tepat di belakangnya terbentur punggung kokoh khas keluarga Jung. “Apa yang kau lakukan disini?” tanyanya membuat Jaejoong dan Hyunno ikut menoleh untuk melihat siapa orang yang diajak bicara oleh Yunho.

“Yunho… kau juga disini? Aku ada janji dengan seseorang disini.”

“Larut malam begini?” Tanya Yunho penuh selidik.

“Ya, begitulah….”

Annyeong Ahjushi.” Sapa Hyunno sambil menundukkan kepala dan badannya sedikit.

“Kau ada acara dengan putramu?”

“Hari ini ulang tahunnya.” Jawab Yunho singkat.

“Ah, selamat untukmu Hyunno. Pantas saja hari ini Hyeri uring-uringan karena tidak bisa bertemu denganmu. Kau sedang bersama ayahmu rupanya.” Pria itu menepuk-nepuk bahu Hyunno. “Ku harap kau mau mengirim pesan untuk Hyeri agar dia bisa sedikit tenang.”

“Tentu saja Ahjushi. Akan ku lakukan dengan senang hati.” Hyunno tersenyum, senyum bisnis seperti yang Yoochun ahjushi ajarkan padanya.

“Ah, siapa yang berada di belakangmu itu, Yun? Dia bukan Changmin, kan? Seingatku Changmin bahkan lebih tinggi darimu.”

Yunho tersenyum –sedikit angkuh. Menarik Jaejoong yang berada di belakang tubuhnya sejak tadi. Tangan kanannya erat melingkar pada pinggang ramping orang yang sampai sekarang masih menjadi tunangannya itu seolah-olah ingin menunjukkan pada dunia siapa pemilik Jaejoong sebenarnya.

Sekali lagi mata pria itu terbelalak melihat sosok Jaejoong. Tubuhnya reflek mundur beberapa langkah ke belakang. Wajahnya memucat dan keringat mulai keluar dari pori-pori tubuhnya.

“Apa kabar Yihan Hyung….” Sapa Jaejoong. Walaupun risih dengan perlakuan Yunho namun dicobanya untuk tetap menyunggingkan senyum manis palsunya. “Kau terlihat sehat Hyung.”

“Ya… ya….” Gagap Yihan. Ayah Jin Hyeri itu terlihat sekali sangat gugup melihat sosok Jaejoong dihadapannya.

“Beberapa kali aku bertemu dan berbincang dengan putrimu. Hyeri gadis yang cantik, kami pernah makan bersama.” Cerita Jaejoong. “Bagaimana bila lain kali kita makan bersama juga? Bukankah anak-anak kita bisa berteman baik? Kenapa kita tidak?” Tanya Jaejoong penuh makna tersembunyi.

“Ten… tentu saja.” Jawab Yihan.

“Ini sudah terlalu larut. Lain kali kita sambung obrolan kita sambil minum kopi atau makan. Kami duluan.” Ucap Yunho yang menarik Jaejoong begitu saja tanpa memedulikan wajah pucat Yihan.

Hyunno sempat membungkuk pada Yihan sebelum menyusul ayah dan ibunya.

Dalam hati Yunho sangat puas melihat ekspresi yang saingannya –dalam berbagai hal itu tunjukkan, pucat pasi. Sudah terlalu lama Yunho menahan diri untuk tidak menyerang langsung seterunya itu. Kini dengan adanya Jaejoong dipihaknya –walaupun Jaejoong kadang tidak bisa diajak kerja sama namun Yunho sudah cukup merasa puas karena dirinya bisa membalas orang yang dibencinya sejak lama secara perlahan-lahan.

❤❤❤❤❤

“Bagaimana perkembangan hubunganmu dengan putri Jin Yihan?” Tanya Changmin yang berjalan beriringan dengan Hyunno.

Hari ini usai pulang kuliah Hyunno menghubungi Changmin dan memintanya menunjukkan unit apartement yang ayah Yunho alias kakeknya berikan sebagai kado ulang tahunnya yang ke-17. Hyunno setidaknya ingin melihat seperti apa dan bagaimana lingkungan apartement yang dimaksud. Tidak ada gurat kekecewaan yang Hyunno perlihatkan melalui air mukanya. Semuanya terlihat datar dan biasa.

“Setelah aku mendapatkan kepercayaannya 100%, aku akan mulai mengorek informasi tentang ayahnya.” Jawab Hyunno.

Changmin mengangguk paham. “Ku ingatkan padamu satu hal. Kalau kau sampai jatuh cinta padanya, berakhir sudah segalanya. Semua yang telah kau lakukan akan sia-sia belaka.”

“Tidak akan Ahjushi. Aku tidak mungkin jatuh cinta padanya.” Ucap Hyunno.

“Kita sudah sampai.” Ucap Changmin yang langsung membuka pintu unit 235. “Appa sengaja memilih bangunan apartement ini karena lingkungannya yang baik dan berkelas. Akses menuju tempat umum seperti rumah sakit, tempat perbelanjaan, rumah makan sangat mudah dan yang paling penting adalah hampir semua penghuni apartement ini adalah orang dari kalangan atas. Kau tidak perlu khawatir soal kebersihan karena setiap akhir pekan akan ada orang yang datang untuk membersihkan unitmu.”

“Ada berapa kamar disini, Ahjushi?” Tanya Hyunno.

“3 kamar tidur, 1 ruang dapur dan 1 kamar mandi. Semua sudah diatur sedemikian rupa dengan perabut kualitas nomor satu.” Jawab Changmin.

“Terlalu mewah untukku.” Gumam Hyunno.

“Kau seperti kakekmu, mendiang Siwon ahjushi juga tidak menyukai sesuatu yang terkesan terlalu mewah.”

“Aku berencana ingin pindah dari rumah agar bisa lebih mandiri. Aku ingin membalas orang-orang yang sudah jahat pada keluargaku tanpa melibatkan Umma. Apa menurut Ahjushi aku akan diijinkan tinggal disini sendiri?”

“Secara teknis unit ini adalah milikmu, kau bisa meninggalinya atau menyewakannya pada orang lain. Tetapi untuk meninggalkan rumah…” Changmin menatap wajah keponakannya dengan pandangan sedikit keruh, “Ku rasa ibumu tidak akan mengijinkan apalagi ayahmu. Terlebih seandainya mereka tahu alasan yang membuatmu memutuskan untuk pindah. Kau bisa dipasung.” Komentar Changmin.

Hyunno meringis mendengarnya. Benar! Akan sangat sulit meminta ijin pada ibunya yang selalu menghawatirkan keadaannya. Terlebih ayahnya, si Jung Yunho yang terkenal sadis dan tegas. Hyunno sudah membayangkan wajah murka keduanya jika dirinya meminta ijin, Hyunno membayangkan telinganya akan berdengung bila orang tuanya menceramahinya. Hyunno menghela napas panjang. “Aku akan tetap berusaha meminta ijin. Ahjushi harus membantuku meyakinkan Umma dan Ahjushi sipit itu agar aku diperbolehkan tinggal sendiri.”

“Tentu saja, keponakanku.”

Dalam hal menyusun rencana, sepertinya Hyunno memiliki rekan yang baik.

❤❤❤❤❤

“Siapa itu Han Tae Joo?!” Tanya Yunho dengan suara mengglegar, membuat pelayan yang hendak mengantarkan kopi untuknya berhenti mendadak dengan tubuh gemetar.

“Mana aku tahu.” Jawab Jaejoong tak acuh.

Yunho dibuat geram olehnya. Niatnya datang ke kediaman Jaejoong adalah untuk mengajak ibu dari anaknya itu untuk berziarah ke makam ibu serta calon mertuanya –orang tua Jaejoong lalu makan malam bersama di restoran yang sudah dipesannya. Namun niat itu buyar sudah ketika di atas meja ruang tamu rumah Jaejoong terongkok sekeranjang besar buket mawar merah yang dikirim oleh seseorang bernama Han tae Joo.

“Berikan aku air dingin! Aku tidak mau kopi!” ucap Yunho pada pelayan yang masih membatu. Pelayan malang itu mengangguk takut lantas kabur meninggalkan ruang tamu.

“Kau menakuti pelayanku.” Ucap Jaejoong.

“Jika kau masih menyembunyikan identitas pria brengsek bernama Han Tae Joo itu, akan ku pastikan Hyunno mendapatkan seorang adik secepatnya!” ancam Yunho. “Aku tidak suka milikku bermain api dibelakangku!” suaranya terdengar serius penuh penekanan.

Antara kesal dan menahan tawa Jaejoong berujar, “Aku tidak bisa melarang orang yang ingin mengirimiku bunga, kan? Lagi pula aku tidak kenal siapa itu Han Tae Joo!”

“Jangan mengelak!” bentak Yunho.

“Dasar keras kepala!” Jaejoong mulai tersulut emosi.

“Han Tae Joo… kalau tidak salah dia adalah personalia perusahaan milik keluarga Jin. Dia orang tua bermata sedikit juling yang sangat genit. Apa Umma mendapatkan kiriman bunga darinya?” Tanya Hyunno yang baru masuk ke dalam rumah. “Aku tidak suka bila kakek-kakek seperti itu mendekati Umma. Harus namja tampan yang….”

Yah! Jung Hyunno bocah tengik! Berhenti mengompori Ummamu!” omel Yunho.

Hyunno tersenyum sok polos sebelum mendudukkan dirinya pada salah satu sofa dekat Jaejoong, mengambil kartu nama yang terselip diantara tangkai mawar yang sudah kehilangan duri itu kemudian dibacanya. “Han Tae Joo… benar. Memang orang itu. Bukankah kemarin Umma juga mendapatkan buket bunga dari Im Hi Joong? Lalu kemarin dari Shin Yushin? Lalu minggu lalu dari….”

“Berhenti menyiram minyak pada api yang membara Hyunno ya!” Jaejoong mengingatkan. Matanya melirik Yunho yang sudah merah padam akibat menahan marah.

Hyunno memasang wajah sok polosnya sambil menahan senyum geli. Teryata Jung Yunho yang terkenal ganas tanpa ampun itu bisa terlihat seperti anak kecil bila sedang cemburu.

“Akan ku bunuh mereka! Aku bersumpah akan mencari dan menguliti mereka!” ancam Yunho.

“Kau tidak akan berani.” Ucap Jaejoong.

“Aku sudah membunuh banyak orang demi menyembunyikan keberadaanmu dan Hyunno selama ini. Hanya kecoa kecil seperti mereka tidak akan menyulitkanku.”

“Sebelum Ahjushi membunuh orang, aku ingin minta ijin dulu pada Umma. Ijinkan aku tinggal di apartement pemberian Woo Sung harabojie.” Ucap Hyunno penuh harap.

“APA?!” bukan hanya Yunho yang memekik, Jaejoong pun ikut memekik hingga membuat pelayan yang membawakan air dingin untuk Yunho tersentak kaget dan membatu dengan badan gemetar. Pelayan malang itu pun kembali kabur ke dapur.

“Aku ingin belajar hidup mandiri, Umma. Aku ingin merasakan bagaimana bekerja dan mengelola penghasilanku sendiri.” Ucap Hyunno. “Aku janji akan selalu mengabari Umma. Aku akan tidur disini tiap akhir pekan. Bagaimana?” Hyunno melakukan penawaran pada orang tuanya sendiri.

Yah Jung Hyunno! Kau mabuk?” Tanya Yunho dengan wajah keruhnya.

Hyunno menggelengkan kepalanya pelan, “Aku tidak –belum minum alkohol setetes pun hari ini.”

Jaejoong menarik tubuh Yunho agar duduk di sampingnya. Mata indahnya lekat menatap putranya seolah-olah sedang meneliti ketidakberesan yang mungkin terjadi pada anak yang susah payah dilahirkannya 17 tahun lalu itu. “Apa alasanmu yang sebenarnya? Hidup mandiri? Kau sudah melakukannya selama ini Hyunno ya! Jangan menipuku! Aku melahirkan dan membesarkanmu selama ini. Aku lebih mengenalmu daripada dirimu sendiri. Katakana alasanmu yang sebenarnya!”

Bingung, Yunho menatap Jaejoong dan Hyunno bergantian.

Hyunno sendiri menelan ludah susah payah. Membohongi ibunya sama saja menggali kuburan sendiri.

“Kim Hyunno!”

“Perusahaan peninggalah harabojie sudah ku ambil alih. Belum lagi saham-saham yang diwariskan padaku. Kesemuanya pasti mengundang perhatian dari orang-orang yang punya niatan tidak baik padaku. Dalam hal ini aku tidak mau melibatkan Umma. Aku tidak mau Umma menderita lagi karenaku, sebab itulah aku ingin hidup mandiri.” Ucap Hyunno. “Aku tahu kalau seandainya aku benar-benar diperbolehkan hidup sendiri, orang-orang yang keluarga Jung pekerjakan akan mengawasiku dengan baik sehingga aku akan baik-baik saja.” Hyunno melirik Yunho. Selama ini Hyunno diam saja ketika tahu bahwa ada orang suruhan ayahnya untuk mengikutinya guna memastikan keselamatannya.

Jaejoong menghela napas panjang seolah ada sesuatu yang mengikat dadanya, membuatnya sesak.

“Apartement itu memiliki system keamanan yang bagus, lingkungannya pun baik dan terjaga kenyamanannya, akan sedikit sulit memasukinya bila tidak ada kolega yang tinggal disana. Tetapi… untuk tinggal sendiri disana itu sedikit berlebihan dan berbahaya, Jung Hyunno!” ucap Yunho dengan suara melunak.

“Aku tidak keberatan diikuti bodyguard keluarga Jung!” Hyunno menatap Yunho sungguh-sungguh. “Aku bisa menjaga diriku sendiri. Yang penting adalah keselamatan Umma.”

Yunho menatap lekat Jaejoong yang terdiam. “Aku akan meminta Changmin mengawasinya. Kita bisa mengunjunginya kapan saja kau mau.”

“Aku tidak pernah berpisah lama darinya.” Gumam Jaejoong.

Yunho merangkul bahu Jaejoong, “Dia anak laki-laki. Biarkan dia berkembang sesuai dengan naluri alaminya. Biarkan dia mencari pengalaman hidup yang lebih dari sekarang. Aku yakin ketika dia lelah dia akan kembali padamu.”

Jaejoong menatap putranya gelisah. Mata indahnya nanar membayangkan akan hidup terpisah dari putranya.

❤❤❤❤❤

“Sejak kapan Jin Hyeri Agashi menyukai sepeda?” Tanya Yihan ketika melihat putrinya menurunkan sepeda dari mobilnya. Seingatnya putri semata wayangnya itu tidak suka pada hal-hal yang membuatnya berkeringat dan terpapar sinar matahari.

“Akhir minggu ini aku akan pergi bersepeda dengan Hyunno, Appa. Jadi aku membeli sepeda dan beberapa baju serta sepatu untuk menunjang penampilanku saat berkencan nanti.” Ucap Hyeri. Senyum tidak meninggalkan wajah manisnya ketika membayangkan dirinya akan menghabiskan waktu seharian bersama Hyunno.

“Jung Hyunno? Anak itu sudah mencuci otakmu rupanya.”

Appa!” Hyeri menatap tidak suka pada ayahnya. “Lain kali aku akan mengajak Hyunno makan bersama Appa agar Appa tidak memandang sebelah mata lagi orang yang ku sukai!” ucapnya sedikit kesal.

“Bagus! Dekatilah dia, jerat dia dengan pesonamu! Begitu dia jatuh dalam pesonamu hancurkan dia!”

Appa!” Hyeri memekik. “Jangan libatkan aku dengan urusan Appa dan orang tua Hyunno! Selama ini Hyunno bahkan tidak pernah menyinggung atau menjelekkan Appa.”

“Tidak? Mungkin belum….”

Hyeri mendengus kesal. “Aku tidak mau Appa mencampuri urusanku dengan Hyunno! Aku pun tidak peduli kalau Appa membenci orang tua Hyunno! Aku menyukainya dan akan tetap begitu selamanya!” dengan kesal gadis manis itu berlari masuk rumah.

“Selamanya?” Tanya Yihan pada dirinya sendiri. “Selamanya bagi seorang remaja tidak lebih dari 3 bulan. Biar kita lihat nanti kedepannya seperti apa cinta monyetmu itu, anakku!”

❤❤❤❤❤

“Aku tahu Hyunno membohongi kita.” Ucap Yunho. “Lebih baik kita ikuti saja permainannya dan pura-pura tidak tahu rencananya. Dengan begitu pikirannya tidak akan terpecah.”

“Tapi ini terlalu berbahaya! Dia baru 17 tahun!” pekik Jaejoong.

“Cara berpikirnya bahkan menyaingi orang yang sudah berusia 30an, Jae.”

“Aku menghawatirkannya.”

“Aku pun begitu, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa karena walaupun kita larang Hyunno akan tetap melakukannya.”

Mungkin permasalahan anaklah yang bisa membuat Yunho dan Jaejoong sedikit melupakan masa lalu kelam mereka dan menjadikan keduanya sedikit lebih dekat. Karena anaklah yang menyatukan kedua orang tuanya.

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

TBC

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

Yang mau merayakan natal dan libur tahun baru Yuuki ucapkan selamat merayakan. Tetap jaga kesehatan ja🙂

8 thoughts on “Pembalasan Bidadari Hitam XI”

Rani : Udah dilanjut dari kemarin-kemarin kok🙂 jaga kesehatan juga ya🙂

mybabywonkyu : Yuuki juga ngiler lho, Tan😀 Mianhae ne Tante ga jadi pakai gambar yang Tante kirim. Yuuki ga bisa ambil😥 soalnya tiap mau buka FB lewat PC langsung diomeli😥

meybi : Pain of Love Yuuki udah ketika bagian Yuuki sampai END. Tinggal nunggu punya Metha buat digabungin terus di post. Sabar ya😀

rennyekalovedbsk : Alhamdulillah Unn🙂 Kemarin habis dari dokter lagi. Hehehehe…😀 Wah, beberapa kali Yuuki udah post one shoot yang ga nyesek kok Unn🙂 Unnie juga jaga kesehatan ya❤

indika : Doakan saja biar diberi kekuatan menyelesaikan semua hutang epep Yuuki ya😀 Hehehe….

nitrie : Sama-sama😀

minamikz : Nanti ada saatnya Umma memaafkan Appa, tapi tidak sekarang😀 #ditendangAppa

Dewi15 : Sudah ya.

❤❤❤❤❤

Wednesday, December 16, 2015

10:23:38 AM

NaraYuuki

10 thoughts on “Pembalasan Bidadari Hitam XII

  1. waduh.. jgn ada konflik lg lah.. urusan balas dendam stop di ortu aja. anak2 gk boleh ikut2 tan.. apalagi hyunno,terlalu dewasa untuk anak berumur 17th. dan hyunno jg keras bgt kyk yunjae. eh pain of love uda selesai diketik..asyik..ditunggu ya..suka bgt konflik kesenjangan kasih sayang gitu..

  2. Yah ! Jung Hyunno bocah tengik!
    Berhenti mengompori Ummamu!”
    omel Yunho…….bwakakaka…..siyun kalau cemburu ngomongnya malah bikin hyuno kaga bener…….duh hyeri sedang dimabuk cinta tp semoga hyunnogak…..semoga hyunno masih pengen balas dendam #plak

  3. Yah ! Jung Hyunno bocah tengik!
    Berhenti mengompori Ummamu!”
    omel Yunho……bwakskakaka……..si hyunno demen banget godain yun…..di hyeri lagi dimabuk cinta tp jangan buat hyunnojatuh cinta ma hyerin juga……penasaran dechsi yihan buat apa ke jae kok takut banget…..

  4. Yeeee sudah updatee
    Selamat Natal dan Tahun Baruuuu!!!!
    yunjae sedikit ya moment disini?
    semoga next chapter yunjaenya banyakk hehehe
    Sehat selalu Yuuki. Saya menunggu Karya mu yg lain
    semangat!!!!!!!!!!!!

  5. “Jika kau masih menyembunyikan identitas pria brengsek bernama Han Tae Joo itu, akan ku pastikan Hyunno mendapatkan seorang adik secepatnya!” ancam Yunho. “Aku tidak suka milikku bermain api dibelakangku!” suaranya terdengar serius penuh penekanan.

    Aaah, suka yunyun kayak gini.
    Gpp yuuki.

  6. sudah sehat?😕 akhirnya update juga😉
    sebenarnya jaemma disini bermarga apa, soalnya awal2 dy bermarga choi?
    akhirnya yunppa keliatan cemburunya,selama ini selalu pasang wajah “es”😀
    banyakin kemesraan YunJae dong😛
    Pain Of Love-nya masih lama updatenya? Masih penasaran:/
    Tapi jangan dipaksain utk segera update klo blom sehat🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s