Pembalasan Bidadari Hitam XI


Tittle                : Pembalasan Bidadari Hitam XI

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Romance/ Family/ Friendship

Rate                 : -M

Cast                 : All member DBSK and others (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan). Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:      : They are not mine but this story, Jung Hyunno  & OOC yang lain are mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

Jung Hyunno Pembalasan Bidadari Hitam NaraYuuki

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

Pagi-pagi buta sekitar pukul 2 dini hari, Jessica berkunjung ke kediaman yang Hyunno dan Jaejoong tempati. Perempuan dewasa yang merupakan kembaran Jung Yunho itu langsung menuju kamar Hyunno –keponakannya, dengan gemas menciumi wajah polos yang sedang terlelap itu hingga putra kembarannya itu terbangun dengan wajah kesal.

“Jangan marah, Sayangku!” ucap Jessica sambil merapikan rambut Hyunno yang acak-acakan. “Cara tidurmu benar-benar mirip ayahmu.” Komentarnya.

Ahjumma, tidak bisakah biarkan aku tidur sebentar?” gerutu Hyunno dengan mata terpejam.

“Tidak bisa! Satu jam lagi aku harus segera terbang ke Hongkong menyusul kakekmu.” Ucap Jessica. Dirogohnya tas mahalnya itu sedikit tergesa untuk mengambil sesuatu. Jessica tersenyum lebar begitu mendapati apa yang dicarinya. “Dengar, Woo Sung harabojiemu itu memberikan sebuah apartement padamu sebagai hadiah ulang tahunmu yang ke-17. Changmin akan mengantarmu melihatnya kapanpun kau mau. Dan, Ahjummamu yang cantik ini membelikanmu sebuah mobil agar kau bisa mendapatkan yeoja chingu yang lebih cantik daripada anak Jin Yihan itu. Arraso.” Jessica meletakkan dua buah kunci di atas meja yang berada di samping tempat tidur Hyunno, mengecup kening keponakannya lantas pergi begitu saja, membiarkan Hyunno kembali menyelami mimpinya.

❤❤❤❤❤

Hyunno tertegun ketika keluar dari dalam rumahnya, pagi ini Hyunno berniat lari pagi tetapi niatnya urung dengan kehadiran beberapa pengantar barang yang memenuhi halaman rumahnya, bahkan Hyunno sedikit tercengang ketika melihat sebuah mobil sport super mewah berada di halaman rumahnya, setahunya mobil itu hanya diproduksi 20 buah saja didunia ini.

“Bisa Umma jelaskan ada apa ini?” Tanya Hyunno bingung.

“Mobil itu hadiah dari Jessica Unnie untukmu.” Jawab Jaejoong, “Dia juga menyampaikan bahwa Woo Sung ahjushi memberikan sebuah apartement untukmu. Kuncinya ada di kamarmu.”

Hyunno mengerutkan keningnya. Jadi mimpi semalam ketika dirinya didatangani oleh kembaran ayahnya itu bukanlah mimpi tetapi kenyataan?

“Yunho mengirimkan dokumen yang menyatakan bahwa kepemilikan saham sebesar 15% di perusahaan Jin Yihan telah ia berikan padamu. Mulai sekarang setiap kali perusahaan itu menyelenggarakan rapat pemegang saham kau harus hadir.” Ucap Jaejoong membuat Hyunno menunjukkan wajah keruhnya. “Changmin mengirimimu sebuah jam tangan, Umma sudah meminta pelayan meletakkannya di kamarmu. Junsu dan Yoochun ahjushi juga mengirimkan kupon makan gratis selama setahun di hotel bintang lima sebagai hadiah ulang tahunmu.”

Hyunno menatap seorang pengantar barang yang sedang menurunkan sebuah sepeda dari dalam mobil box. “Sepeda itu?”

“Dulu ketika kita masih hidup bersama kakekmu, kau pernah meminta sepeda pada Umma untuk pergi ke sekolah. Saat itu Umma belum mampu membelikanmu sebuah sepeda walaupun itu sepeda bekas sekalipun.”

Hyunno mendekap erat ibunya yang kini tidak lebih tinggi darinya. “Gomawo Umma….”

“Nanti malam kita akan makan malam bersama Yunho. Persiapkan dirimu!”

“Hm….”

❤❤❤❤❤

Yunho hanya menatap kepulan asap dari cangkir kopinya ketika Changmin menceritakan perihal kedekatan putranya dengan anak dari Jin Yihan. “Kau pasti menghasut Hyunno….” Diminumnya kopi itu seteguk sebelum menatap tajam Changmin. “Aku tidak mau melibatkan anakku pada dendam para orang tua. Kau mengerti itu, kan?”

“Sangat mengerti, Hyung.” Sahut Changmin. Dituangkannya jus jeruk dari dalam teko kaca ke dalam gelasnya. “Tapi melarangnya untuk tidak ikut campur sama sulitnya dengan mengatasi para musuh itu sendiri.”

“Aku tidak mau anakku terluka, Changmin! Kau harus mengawasinya dengan baik!”

Changmin tersenyum, “Hyung tahu? Hyunno tidak akan berhenti sebelum mencapai tujuannya. Sama seperti Hyung, bukan?”

“Tidak! Tentu saja berbeda.” Ucap Yunho. Disandarkannya punggungnya pada sandaran kursi. “Hyunno… jiwa anak itu terluka sangat dalam sehingga dia melakukan hal berbahaya. Ku rasa sebelum lukanya sembuh dia akan melakukan apa saja sebagai pelampiasan –balas dendam pada orang yang sudah merusak masa kecilnya. Aku pun salah satunya….”

“Ku rasa Hyunno mulai memaafkanmu, Hyung.”

“Semoga.” Gumam Yunho. “Untuk itu aku memintamu untuk selalu mendampinginya agar anak itu tidak salah melangkah seperti yang kulakukan dulu.”

“Tentu saja.” Jawab Changmin. “Nanti malam Hyung akan makan malam bersama Hyunno dan Joongie hyung, kan?”

“Kau mau ikut?”

“Sebenarnya ingin tetapi karena Hyung sedang berusaha menarik simpati Hyunno dan Joongie hyung lebih baik aku makan sendiri saja di rumah.”

“Kau tahu apa yang sekarang sedang Yoochun dan Junsu lakukan?” Tanya Yunho.

“Mereka sedang berusaha mengembangkan pabrik pengolahan ikan yang berada di Busan.” Ucap Changgmin, “Lagi pula semua tanggung jawab di Seoul telah diambil alih oleh Hyunno.”

“Dalam beberapa hal yang berkaitan dengan bisnis anak itu terlihat seperti Appa, kakek tua yang sangat arogan!”

Changmin mengyunggingkan senyuman, “Bagaimanapun juga Hyunno adalah cucunya, Hyung. Sangat wajar jika ia mewarisi kemampuan berbisnis Appa.”

“Terlalu dini baginya mengenal dunia yang penuh kepalsuan dan kelicikan para orang tua yang tamak akan harta.” Komentar Yunho, “Aku lebih memilih putraku hidup wajar, bermain dengan anak sebayanya, berkencan dengan gadis muda, bermain game atau sekedar bolos kuliah. Bukan memainkan permainan berbahaya para pemegang saham!”

“Kedua kakeknya adalah pengusaha yang hebat pada jamannya, Hyunno memiliki ayah yang luar biasa jenius dibidang usaha. Sangat wajar bila…”

“Menjadi tidak wajar bila gadis yang dikencaninya adalah putri Jin Yihan!” potong Yunho. “Kau tahu, Hyunno sedang bermain dengan bahaya sekarang.”

“Keponakanku itu tahu apa yang sedang dilakukannya, Hyung.” Jawab Changmin, “Dia tahu risiko yang harus ditanggungnya. Berilah kepercayaan padanya untuk melakukan apa yang ia mau sekarang!”

❤❤❤❤❤

Gadis manis itu beberapa kali terlihat sedang berenang hilir mudik dengan gelisah sebelum akhirnya keluar dari dalam kolam renang, membiarkan air menetes membasahi lantai pinggir kolam, mengambil gelas jus yang sudah disediakan pelayannya lantas duduk begitu saja di atas kursi kayu. Mengabaikan tubuhnya yang hanya mengenakan bikini berwarna ungu. Gadis itu dengan gusar menyilangkan kedua kaki jenjangnya.

“Apa yang membuatmu gelisah?” Tanya sepupunya yang mengenakan gaun tipis tanpa lengan sebatas lutut. “Karena Hyunno tidak membalas pesan yang kau kirim? Karena Hyunno tidak mengangkat telponmu?”

“Berhenti menggodaku, Senna!” ketus Hyeri.

Senna tertawa meremehkan, “Dia hanya anak ingusan, Hyeri. Kenapa kau tertarik padanya, huh?”

Hyeri melirik tajam sepupunya, “Kau tidak akan mengerti jika tidak melihat Hyunno secara langsung. Dia berbeda dengan remaja ingusan seusianya! Dia memiliki kharisma yang tidak bisa dijelaskan secara logika!”

“Hahahahaha…. Kau jatuh cinta padanya?”

Dengan gusar Hyeri mendorong sepupunya hingga jatuh ke dalam kolam renang.

Yah! Jin Hyeri! Kau membuatku basah!”

Hyeri menjulurkan lidahnya sebelum berjalan pergi meninggalkan area kolam renang. “Tidak ada yang boleh menghina Hyunnoku!” gumamnya.

❤❤❤❤❤

Ruang VIP di salah satu hotel berbintang limalah yang menjadi tempat makan malam untuk merayakan ulang tahun Hyunno. Bila biasanya Hyunno menghabiskan makan malam di hari jadinya hanya di rumah bersama ibunya kini pemuda yang genap berusia 17 tahun itu merayakannya di hotel bintang lima bersama ibu dan ayah biologisnya.

“Kau sudah boleh minum wine.” Gumam Yunho, “Tapi jangan sampai minum mekju, itu tidak bagus untuk lambungmu.”

“Itu karena kau yang akan langsung sakit perut bila minum mekju.” Sindir Jaejoong.

“Ku dengar kakek cerewet itu memberikanmu sebuah apartement?” Tanya Yunho, diabaikannya sindirian dari Jaejoong.

“Hm….” Hyuno mengangguk pelan, mengiris daging steaknya dengan tenang sebelum melahapnya, “Jessica Ahjumma juga memberiku sebuah mobil.”

“Biasanya dia akan mengamuk bila ada yang memanggilnya Ahjumma. Ku rasa pengecualian untukmu.” Komentar Yunho. “Sejak sebulan yang lalu dia memang sudah panik karena belum menyiapkan kado untukmu. Dia beranggapan usia 17 tahun adalah usia yang istimewa.”

“Ya. Aku bisa mendapatkan KTP dan SIM.” Sahut Hyunno.

“Diusia 17 tahun aku sudah mempunyai anak.”

Baik Hyunno dan Yunho segera menatap Jaejoong dengan binar mata penuh rasa bersalah.

“Maafkan aku soal itu.” Sesal Yunho.

“Tidak masalah.” Komentar Jaejoong. “Lagi pula diusiaku yang masih muda ini aku sudah mempunyai anak remaja yang tampan.”

Hyunno meneguk air putih digelasnya hingga nyaris habis. Rasanya tenggorokannya seperti tersumbat.

“Apa maksudmu memberikan 15% sahammu di perusahaan Jin Yihan pada Hyunno?” Tanya Jaejoong tajam.

“Dia harus tahu siapa yang dihadapinya untuk itu ku berikan padanya.” Jawab Yunho.

Hyunno hanya menghela napas panjang, sepertinya acara makan malam kali ini tidak akan ia lupakan seumur hidupnya.

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

TBC

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

Hamkke Gangje, Chagya & Pain of Love kan Yuuki kolab dengan Metha jadi kalau mau post Yuuki harus melakukan diskusi kecil dulu dengan Metha🙂 kebetulan saat ini Metha lagi mudik ke Palembang dan laptopnya tidak dibawa jadi harap sabar ya😀 Suprasegmental, itu epep yang berat untuk Yuuki walaupun Yuuki prediksikan tidak sampai 5 chap lagi END, tapi tiap chap epep itu selalu Yuuki buat panjang, kan? Yuuki butuh ketenangan untuk mengetiknya dan saat ini belum bisa melanjutkan🙂 tapi jangan khawatir diawal memulai menulis Yuuki sudah komitmen kalau akan melanjutkan semua tulisan yang sudah Yuuki buat.

Mumpung ada sedikit waktu Yuuki post. Semoga sedikit menghibur.

Tetap jaga kesehatan🙂

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

 

Tuesday, December 01, 2015

9:40:33 AM

NaraYuuki

8 thoughts on “Pembalasan Bidadari Hitam XI

  1. yaahhh akhirnya dilanjutin lagi
    selalu bikin penasaran walopun sdah terbuka sedikit2 masalahnya
    Semangat Yuuki!!!!
    Menunggu Lnajutannya
    Jaga kesehatan selalu

  2. yuukiii…..sehat kah??? unie seneng bngt yuuki nulis lgi. unie kangen lho baca crita na yuuki. cm klo baca pain of love unie ga kuat,pasti mewek n nyesek bngt. ga tega n ga rela jongie di gituin. jdi unie bca na yg happy happy aj…..😊😊😊😊. smg yuuki cpt smbh ya….jg kesehatan ya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s