Pembalasan Bidadari Hitam X


Tittle                : Pembalasan Bidadari Hitam X

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Romance/ Family

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK and others (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan). Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:      : They are not mine but this story, Jung Hyunno  & OOC yang lain are mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

Jung Hyunno Pembalasan Bidadari Hitam NaraYuuki

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

Dengan penuh percaya diri gadis manis itu berjalan melewati halaman luas nan asri sambil menenteng sebuah kantung kertas berisi kue. Kaki jenjangnya yang tertutup rok sebatas lutut serta kemeja berwarna bata membuatnya terlihat semakin menawan, apalagi sepatu hak tinggi yang menghiasi kakinya. Seperti melihat seorang model yang sedang berjalan di cat walk.

Hyunno mengawasi gadis itu dari lantai 2. Wajahnya berkerut bingung. “Kenapa dia datang kemari setiap hari?” tanyanya.

“Setiap datang kemari dia selalu mencarimu.” Jawab Changmin. “Kemarin Jessica Nunna memarahinya karena datang pagi-pagi Buta. Kemarin lusa Umma menasihatinya agar jangan terlalu sering datang karena bagaimanapun juga dia seorang perempuan.”

“Kenapa dia mencariku?” kedua alis Hyunno bertautan.

Changmin menatap keponakannya dengan ekspresi aneh. Apakah keponakannya itu tidak menyadari apa yang sedang terjadi?

“Apa dia ingin cari gara-gara denganku?”

“Kau memang jenius soal urusan bisnis tapi kau benar-benar jongkok untuk urusan remaja seusiamu.” Sindir Changmin. “Apa kau benar-benar tidak sadar kalau gadis muda itu tertarik padamu? Dia menyukaimu!”

“Aku tidak punya waktu untuk urusan kekanakan seperti itu, Ahjushi.” Hyunno menekankan.

“Pada dasarnya kau memang masih anak-anak, Hyunno ya! Kau bahkan belum punya KTP!” Changmin mengingatkan. “Kalau kau bisa mendekatinya kau akan punya jalan untuk membalas dendam pada keluarganya. Jangan lupa kalau dia adalah putri Jin Yihan.”

Hyunno menatap Changmin dengan tatapan keruh, keningnya berkerut menandakan remaja tampan serupa Yunho itu sedang bingung.

“Jin Hyeri, gadis itu menyukaimu. Kau bisa mendekatinya untuk mengorek informasi tentang keluarganya agar kau lebih mudah membalas dendam pada keluarganya. Lagi pula Jin Yihan sangat menyayangi anaknya, dia tidak akan curiga padamu bila kau menjadi orang terdekat anaknya. Kau mengerti maksudku sekarang Jung Hyunno?” Tanya Changmin.

“Namaku masih Kim Hyunno.” Sahut Hyunno. “Aku harus mendekatinya? Berpura-pura mau bergaul dengannya?” Tanya Hyunno lebih kepada dirinya sendiri.

“Kalau kau bisa buatlah dia tidak bisa hidup tanpamu! Itu akan sangat menguntungkan jalanmu, anak muda.”

“Bukankah aku akan menjadi orang brengsek bila melakukan hal kotor seperti itu?” Tanya Hyunno. Ada kebimbangan dalam hatinya atas usul yang Changmin berikan.

“Kau dan Jaejoong hyung menderita selama belasan tahun karena mereka. Hanya pura-pura apa salahnya? Anggap saja kau sedang bermain drama.” Ucap Changmin.

Brak!

Pintu di belakang Hyunno dan Changmin terbuka kasar. Jessica muncul dengan wajah keruh penuh kekesalan. “Gadis itu tidak tahu malu! Aku ingin mematahkan kakinya agar dia tidak datang kemari setiap hari!” omelnya. “Hyunno ya, cepat usir gadis bodoh itu!” perintahnya.

Hyunno tersenyum aneh –menyeringai sebelum berdiri dari duduknya. “Changmin Ahjushi, rahasiakan apa yang baru saja kita bicarakan tadi.” Ucapnya sebelum berjalan pergi.

“Tentu.” Sahut Changmin.

Jessica menatap bergantian Changmin dan Hyunno yang sudah menghilang dengan tatapan bingung. “Apa yang kalian bicarakan sebelum aku datang?”

“Ah… hanya urusan anak kecil yang tidak akan bisa Nunna pahami.” Jawab Changmin. Senyum menghiasi wajah tampannya yang biasanya menunjukkan raut wajah dingin.

❤❤❤❤❤

Yunho meletakkan buket bunga di atas meja sebelum duduk di atas sofa berwarna hitam itu dengan tenang. Ayah biologis Hyunno itu mengamati apa yang sedang orang di hadapannya lakukan. Yunho hanya menganggukkan kepalanya pelan ketika pelayan menyuguhinya secangkir kopi dan sepiring kue coklat. Merasa orang di depannya tidak akan buka suara Yunho berinisiatif untuk mengajaknya bicara.

“Kau tidak curiga kenapa akhir-akhir ini Hyunno sering pergi dengan Changmin?” Tanya Yunho.

“Kau mengaku ayahnya tetapi tidak tahu apa yang sedang anakmu lakukan? Kau bukan ayah yang baik kalau begitu.” Komentar Jaejoong.

“Jangan membuatku marah, Kim Jaejoong!” Yunho mengingatkan. Sangat sulit untuk mengambil hati Jaejoong. Ibu dari putranya itu selalu melihatnya sebagai serangga beracun yang harus dibasmi. Namun Yunho tidak mau menyerah begitu saja karena bagaimanapun Yunho sudah bertekad untuk memperbaiki hubungannya dengan Jaejoong, ada bagian hatinya yang menjerit setiap kali Jaejoong bersikap dingin padanya. “Sebentar lagi Hyunno berulang tahun. Aku ingin merayakannya.”

“Tidak akan ada perayaan ulang tahun untuk Hyunno.” Jaejoong menatap tajam Yunho. “Aku tidak suka anakku menghamburkan uang untuk hal tidak penting. Biasanya kami hanya akan makan malam bersama, tidak ada pesta atau hura-hura.”

“Baik kalau itu memang maumu.” Ucap Yunho mengalah. “Aku akan mengikuti semua maumu.”

Jaejoong mengangguk pelan.

“Dan kenapa kau mengijinkan Hyunno dekat dengan anak Jin Yihan? Kau tahu siapa mereka, kan?” Tanya Yunho.

“Hyunno masih remaja, wajar bila dia dekat dengan seorang gadis.” Ucap Jaejoong. “Hyunno bisa membedakan mana yang baik mana yang tidak karena itu aku membiarkannya berteman dengan Hyeri.”

“Kau terlalu menggampangkan segala sesuatu.”

“Tidak. Aku hanya mempercayai putraku. Itu saja.” Jawab Jaejoong. “Kau sering berkunjung kemari, apa motifmu?”

“Aku pernah mengatakannya sekali padamu. Haruskah aku mengulanginya?” Tanya Yunho, “Aku hanya ingin memperbaiki hubungan denganmu. Bagaimanapun juga kau masih berstatus tunanganku.”

Jaejoong meletakkan benang dan jarum yang semula ia gunakan untuk merajut. “Kita harus bicara soal pertunangan itu.” Ucapnya serius.

“Kau sudah melahirkan anakku. Kau ibu anakku. Apa kata orang jika tiba-tiba saja kau membatalkan pertunangan kita sementara kita sudah memiliki anak sebesar itu?” Tanya Yunho. “Aku tidak pernah memaksamu karena aku tahu aku salah, aku hanya meminta kesempatan darimu untuk menebus kesalah yang sudah ku berbuat agar hubungan kita menjadi lebih baik.”

“Kau bahkan tidak menghadiri pemakaman ayahku.”

“Siapa bilang? Aku bersama seluruh anggota keluarga Jung datang.”

“Kau….”

“Aku tidak akan memaksamu untuk segera memaafkanku, aku tahu kau butuh waktu untuk menyembuhkan lukamu, dan aku pun akan berusaha meyakinkanmu bahwa aku bukan orang brengsek seperti yang selama ini kau pikirkan.” Ucap Yunho.

“Buktikan kalau begitu!”

“Aku sedang berusaha melakukannya.”

❤❤❤❤❤

“Aku sudah menelpon Changmin ahjushi dan memintanya untuk tetap tinggal di rumah karena aku akan mengajakmu pergi belanja.” Gadis itu tersenyum lebar ketika Hyunno duduk tenang di sampingnya sambil memasang save belt.

“Aku tidak suka belanja.” Ucap Hyunno. “Kalau kau mau belanja lebih baik ajak Ummaku saja.”

“Oh, tentu saja aku akan mengajak Joongie umma untuk belanja lain kali. Sekarang aku ingin menghabiskan waktu special bersamamu.” Hyeri tersenyum, mulai menjalankan mobilnya meninggalkan tempat parkir kampus Hyunno. “Minggu depan ulang tahunmu, kan?”

“Minggu depan aku akan mendapatkan KTP dan SIM.”

“Karena katamu kau akan makan malam bersama keluargamu jadi hari ini kau akan mendapatkan makan malam dan kado special dariku.”

Hyunno diam saja, tidak mennaggapi omongan Hyeri. Andai saja Hyunno tahu bahwa gadis manis yang satu tahun lebih tua darinya itu benar-benar menyukainya, andai saja yang ada di otak Hyunno bukan balas dendam. Andai saja Hyunno tidak melihat bahwa Hyeri merupakan salah satu jalan tol menuju tujuannya mungkin saja mereka bisa menjadi pasangan yang sesungguhnya dan memulai hubungan yang serius.

❤❤❤❤❤

Sebuah café out door yang menjadi tujuan dua remaja berbeda jenis kelamin itu. Mungkin bila perasaan Hyunno sama seperti Hyeri suasana café itu akan terasa romantis dan menyenangkan, sayangnya kedua perasaan kedua remaja itu sama sekali berbeda. Hyeri memilih tempat duduk yang menjorok ke taman dimana terdapat air mancur yang bisa memedarkan sinar temaram setiap saat, merilekskan diri dengan lilin aroma terapi yang berada di atas meja sambil menikmati hidangan lezat.

“Temanku merekomendasikan café ini, semoga kau suka.” Ucap Hyeri.

“Sejujurnya aku lebih suka makan deobboki atau sate ikan dipinggir jalan.” Komentar Hyunno.

“Kita akan melakukannya lain waktu.” Janji Hyeri. Gadis berambut panjang itu menyodorkan sebuah bungkusan berwarna coklat gelap pada Hyunno. “Semoga kau menyukainya.”

“Boleh aku buka sekarang?” Tanya Hyunno yang mendapatkan anggukan singkat dari Hyeri. Perlahan Hyunno membuka bungkus berbentuk tas itu, mengeluarkan sebuah kotak persegi panjang dari dalamnya kemudian membuka kotak itu. Sebuah sepatu olah raga berwarna putih bersih dengan garis biru ripis pada setiap sisinya.

“Dua minggu ini aku kerja sambilan di 2 tempat berbeda agar bisa memberimu hadiah. Joongie Umma bilang kau tidak suka menghamburkan uang untuk hal tidak berguna jadi aku pikir sepatu bisa menjadi barang yang sangat berguna untukmu.” Celoteh Hyeri.

Hyunno tersenyum, memasukkan kembali sepatu itu ke dalam kotak dan pembungkusnya. “Terima kasih. Kau pasti sudah bekerja sangat keras.”

“Lumayan. Tapi sebanding dengan hasilnya, bukan?” Tanya Hyeri lebih pada dirinya sendiri. Gadis manis itu tidak mengendurkan senyumnya sama sekali.

“Kita bisa pergi jogging bersama lain kali. Atau bersepeda.”

“Ah, itu terdengar sangat romantis dan menyenangkan. Tentu saja aku tidak akan menolak bila kau mengajakku.”

❤❤❤❤❤

Hyunno mengamati mobil yang sangat dikenalnya tengah terparkir rapi di halaman rumahnya, mobil sama yang sering ia lihat ketika Yunho –ayah biologisnya datang berkunjung. Masih mengamati mobil mewah itu, Hyunno keluar dari mobil Hyeri diikuti gadis manis yang sangat mengukainya –walaupun Hyunno tidak menyadarinya.

“Dia datang lagi ya?” gumam Hyunno.

“Aku menantikan kau menyetir mobil untukku.” Hyeri mnunjukkan wajah kesalnya –pura-pura kesal.

“Tunggulah satu minggu lagi! Setelah aku mendapatkan KTP dan SIM kau akan ku ajak keliling Seoul.”

“Janji?”

Ne.” sahut Hyunno.

“Kalau begitu aku pulang dulu.”

“Hati-hati di jalan.”

Hyeri menggigit bibir bawahnya, berjalan perlahan menghampiri Hyunno yang kebingungan melihat tingkahnya kemudian secepat kilat mencium ciuman dari bibir Hyunno. Sebelum mendapatkan protes dari si empunya bibir, Hyeri bergegas masuk kedalam mobil dan menyalakan mesin mobilnya.

Saranghae….” Teriak Hyeri sebelum pergi meninggalkan Hyunno yang masih termenung seperti orang linglung sambil memegangi bibirnya.

“Tadi itu… ciuman pertamaku, kan?”

❤❤❤❤❤

“Berhenti bergaul dengan remaja Jung itu, Jin Hyeri!” suara yang menggema di rumah mewah namun lengang itu meeenyambut kepulangan Hyeri.

Hyeri menoleh melihat raut wajah ayahnya yang terlihat sedang kesal. “Wae? Karena dia putra Jung Yunho, teman lama sekaligus musuh Appa?” Tanya Hyeri.

“Kalau kau sudah tahu kenapa kau masih bergaul dengannya? Banyak namja yang lebih baik daripada duplikat Yunho itu! Appa bisa memberikan 100 namja sepertinya bila kau mau!”

“Aku tidak mau yang lain, Appa. Aku hanya mau Hyunno, Jung Hyunno!”

“Jin Hyeri!” bentak Yihan.

“Kalau Appa membenci ayahnya kenapa Appa harus membenci anaknya juga? Kenapa aku harus dilibatkan dalam kebencian Appa pada keluarganya?! Itu tidak adil!” pekik Hyeri. “Aku menyukai Hyunno dan aku tidak akan berhenti bergaul dengannya!” ucapnya sebelum berlari menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai 2.

Bila para orang tua bersiteru, kenapa anak yang harus menjadi korban?

Bila orang tua bermusuhan, kenapa anak yang harud dikambing hitamkan?

Bila orang tua saling mendendam, kenapa anak yang menjadi pelampiasan?

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

TBC

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

Mungkin Yuuki ga bisa post dalam waktu dekat ini lagi karena urusan di real. Jadi ini sebagai salam perpisahan sementara dari Yuuki🙂 Tapi Yuuki akan berusaha tetap menulis kalau punya waktu senggang. Maaf ya karena Yuuki belum bisa balas komen. Sebenarnya Yuuki dilarang menulis dulu demi kesehatan tapi tangan gatel jadi selesai ketik langsung post. Heheheheh😀

Selamat menikmati.

Tetap jaga kesehatan.

Psssstttt! Kalau Ada kesalahan ingatkan Yuuki saja ya, akan coba Yuuki perbaiki di chapter berikutnta. Bye😀❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

Thursday, November 26, 2015

9:36:28 AM

NaraYuuki

5 thoughts on “Pembalasan Bidadari Hitam X

  1. Yang penting tetap dilanjut sampai End kan Yuuki….:D

    Aigoo… Jaejoong kenapa tetap dingin ama Yunho? Kasihan Yunho…. Apa Jaejoong ga tersentuh dengan semua yg udah Yunho lakukan buat ngelindungi dia? dan tetap ngangap Yunho pria brengsek…
    Hyunno kapan manggil Yunho Appa? Apa Hyunno juga seperti Jaejoong tidak bisa nerima dan memaafkan Yunho?
    Hyunno ga bakal benar2 jadian ama Hyeri kan? jangan ya Yuuki…

  2. jae tu masih keras ama yunho.. kasian juga orang tua yg berseteru si anak jd korban(?). oiya Pain of Love jgn lupa ya?? btw jaga kesehatan ya kak Yuuki..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s