Pembalasan Bidadari Hitam IX


Tittle                : Pembalasan Bidadari Hitam IX

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Romance/ Family

Rate                 : -M

Cast                 : All member DBSK and others (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan). Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:      : They are not mine but this story, Jung Hyunno, Hyeri & OOC yang lain are mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

.

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

Jung Hyunno Pembalasan Bidadari Hitam NaraYuuki

.

.

“Kami baru mengetahuinya tadi siang ketika sekertaris Yunho menunjukkan dokumen-dokumen rahasia itu pada kami.” Ucap Yoochun.

“Tidak bermaksud membela namun dokumen-dokumen itu asli tanpa rekayasa. Semua asset yang dimiliki ayahmu –yang kami kira sudah hilang masih terjaga dengan baik sampai sekarang bahkan semakin berkembang. Yah, walaupun namanya sedikit aneh bagi sebuah perusahaan. Tetapi tidak masalah. Itu adalah aset milik ayahmu.” Tambah Junsu.

Jaejoong diam saja. Jemarinya mencengekeram kuat cangkir teh yang masih mengepulkan asap tipis.

“Tapi bagaimana bisa kau membiarkan Hyunno bersama Yunho sekarang? Yunho bisa mencuci otak Hyunno!” Yoochun terlihat sedikit panik.

“Yunho tidak akan melakukannya, Chunie. Walaupun Yunho bisa saja melakukannya tetapi kalau dia memang ingin mencuci otak Hyunno kenapa tidak dilakukan sejak dulu?” Tanya Junsu.

“Entahlah. Mungkin menunggu waktu yang tepat.” Jawab Yoochun sekenanya. “Sekarang apa rencanamu, Jae?”

Ahjushi… carikan semua data tentang keluarga Jin! Aku ingin data itu secepatnya!” ucap Jaejoong.

❤ <<<<< <3  <<<<<<3

Yunho menunjukkan sebuah undangan berwarna golden pada Jaejoong dan Hyunno. Pria dewasa yang merupakan ayah biologis Hyunno itu memang sengaja mendatangi kediaman yang mereka tempati untuk menunjukkan undangan itu.

“Ulang tahun ke-18 putri Jin Yihan. Akan diadakan pesta besar-besaran di ball room salah satu hotel berbintang 5. Aku bisa mengajak kalian bila kalian mau.” Ucap Yunho tenang.

Jaejoong hanya diam saja. Walaupun sudah mengetahui kebenaran yang selama belasan tahun menjadi sebuah rahasia besar tetapi ‘ibu’ dari Hyunno itu sepertinya masih enggan berada didekat Yunho. Jaejoong merasa kurang nyaman bila Yunho didekatnya, ada sebuah ledakan kemarahan dan kekesalan yang sering meletup apabila ayah biologis anaknya itu menemuinya walaupun ini bukan kali pertama Yunho mengunjungi rumahnya. Yunho sering datang untuk sekedar ngobrol dengan Yoochun ataupun Junsu, kadang kala juga datang untuk melihat keadaan Jaejoong dan putranya.

Hyunno sendiripun sepertinya sudah cukup akrab dengan ayahnya. Bahkan pemuda yang sebentar lagi merayakan ulang tahun ke-17 itu sering pergi bersama ayahnya menghadiri acara-acara bisnis. Hyunno juga sering menginap di rumah keluarga Jung karena bagaimana pun juga mereka tetap keluarganya walaupun kadang kala kebencian itu merayapi hatinya.

“Aku tidak pernah dengar kalau Jin Yihan punya anak.” Komentar Hyunno. “Umma tidak pernah menceritakannya padaku.”

Umma juga tidak mengetahui hal ini Hyunno ya.” Sahut Jaejoong.

“Tentu saja. Anak itu dilahirkan oleh seorang perempuan yang ditiduri Yihan ketika mabuk disebuah bar. Selama ini anaknya sekolah di luar negeri untuk menutupi aib.” Ucap Yunho. “Kedatangan kalian bersamaku akan menjadi hadiah tidak terlupakan bagi Yihan mengingat baginya kau sudah meninggal.” Yunho menatap tajam ibu dari anaknya penuh kerinduan. Ada pijar kesedihan yang terlihat dalam bola mata Yunho ketika menatap Jaejoong.

“Aku mau pergi, Umma.” Ucap Hyunno, “Aku ingin tahu seperti apa wajah musuh yang harus ku hadapi.”

Jaejoong diam saja. Pikirannya melayang entah kemana.

Umma….” Panggi Hyunno.

“Pergilah kalau kau mau. Biarpun Umma melarangmu kau akan tetap pergi, kan?” Tanya Jaejoong.

“Dan… kenapa anda mengirimiku uang?” Tanya Hyunno. Ditatapnya pemilik mata setajam musang miliknya. Hyunno mungkin perlahan bisa menerima keberadaan Yunho sebagai ayah biologisnya tetapi untuk memanggil Yunho dengan panggilan Appa Hyunno belum bisa melakukannya. “Aku tidak butuh uang. Penghasilanku selama ini cukup untuk ku pakai sebagai uang jajanku.”

“Menafkahi anak adalah sebuah kewajiban.” Ucap Yunho membela diri. “Kalau sebelumnya aku tidak bisa melakukannya secara langsung mulai sekarang aku akan melakukannya secara terang-teranggan.”

Hyunno hendak buka suara untuk membantah namun Yunho terlebih dahulu berujar.

“Kau tidak bisa menolaknya karena kau adalah anakku! Kalau kau tidak menginginkan uangku kau bisa menyumbangkannya pada yayasan atau orang yang lebih membutuhkan atau kau bisa menyimpannya untuk masa depanmu kelak. Roda takdir tidak selalu berada di atas.”

“Kapan acara itu berlangsung? Pesta ulang tahun Jin Yihan?” Tanya Jaejoong dengan suara dingin. Orang yang dulu sangat dikaguminya ternyata adalah biang keladi dari kehancuran keluarganya. Jaejoong ingin melihat seperti apa wajah orang itu sekarang.

“Lusa.” Jawab Yunho santai.

Jaejoong hanya mengangguk pelan. Pikirannya melayang entah kemana. Obrolan ringan Yunho dan Hyunno pun seolah tidak ia dengar. Jaejoong merasa hidupnya seperti drama picisan yang sering Junsu lihat di televisi.

❤❤❤❤❤

“Kenapa aku harus datang kemari? Tidak masalah kalau pesta orang lain yang diselenggarakan di sini tapi kali ini pesta Jin Yihan yang itu!” omel Jessica yang mendatangkan tatapan aneh dari beberapa orang.

Appa dan Umma tidak bisa datang karena itu kita diutus untuk mewakili mereka, Nunna.” Ucap Changmin. Tangannya serasa mau patah karena pelukan erat Jessica. “Lagi pula Yunho hyung juga mendapatkan undangan pribadi dan dia pun sudah mempersiapkan kado istimewa untuk Jin Yihan. Kita tidak akan sia-sia datang kemari karena kita bisa melihat pertunjukana spektakuler.”

Jessica melirik kesal Changmin. “Ck… kadang kau memang bisa sejahat Ahra.” Komentarnya.

Tidak jauh dari tempat Jessica dan Changmin berada, seorang pria dewasa bermata sayu terlihat sedang ngobrol dengan seorang gadis muda yang memakai gaun panjang berwarna soft pink sepanjang lutut. Senyum merekah tidak pernah meninggalkan wajah manis sang gadis yang sepertinya benar-benar menikmati pestanya.

“Putrimu sudah besar rupanya.” Ucap Yunho yang datang menghampiri keduanya.

“Yunho….” Sapa sang pria, “Kau datang… sendiri?”

“Tidak. Aku datang bersama keluargaku.” Jawab Yunho. “Putrimu cantik….”

“Hyeri… dia adalah sahabat lama Appa, Jung Yunho.”

Annyeong Ahjushi….” Sapa sang gadis.

“Namamu Hyeri? Ulang tahunmu yang ke-18 tahun?” Tanya Yunho yang mendapat anggukan singkat dari Hyeri. “Putraku satu tahun lebih muda darimu. Namanya Hyunno.”

Jinjja?” Tanya Hyeri.

“Hyunno ya…” panggil Yunho.

Hyunno yang mendengar panggilan ayahnya segera meninggalkan teman barunya –para pengusaha berumur untuk menghampiri Yunho.

Yunho tersenyum lebar. “Jung Hyunno. Putraku.” Yunho menepuk-nupuk punggung Hyunno dengan bangga.

Hyunno hendak protes tetang pemanggilan namanya, seingatnya namanya masih Kim Hyunno bukan Jung Hyunno.

“Dia mirip sekali denganmu, Yunho.” Komentar Yihan. “Tapi siapa ibunya?” tanyanya.

Yunho tersenyum aneh. Dengan jari telunjuknya ditunjuknya sesosok menawan yang sedang berbincang dengan Jessica. “Dialah orang yang melahirkan anakku.”

Mata Yihan membulat melihat orang yang dimaksud oleh Yunho. Sosok –orang yang ia kira sudah tidak ada lagi di dunia ini justru terlihat sangat sehat bahkan menghadiri pesta ulang tahun putrinya.

“Kau masih SMA?” Tanya Hyeri yang sejak tadi tidak melepaskan pandangannya dari Hyunno.

“Aku sudah sekolah.” Jawab Hyunno.

Daebak!” puji Hyeri. “Kau kuliah dimana? Kau sudah punya pacar?”

Mengabaikan obrolan Hyunno dan Hyeri yang menurutnya tidak terlalu penting, Yunho mengajak Yihan untuk menemui anggota keluarganya yang lain. Yunho tersenyum aneh ketika melihat wajah Yihan keruh dan pucat. Yunho bahkan mengabaikan keringat dingin yang mengucur dari dahi Yihan padahal pendingin ruangan membuat ball room luas itu terasa sejuk.

“Kau sudah mengenalnya, Kim Jaejoong. Tunanganku.” Yunho memperkenalkan. Tidak ada yang salah dari kata-katanya bukan? Bahkan sejak dulu dirinya dan Jaejoong sudah dijodohkan walaupun waktu memisahkan mereka namun tidak pernah ada kesepakatan untuk memutuskan perjodohan itu. Yunho tersenyum lebat ketika tubuh Yihan menjadi sekaku patung ketika berdiri tepat di hadapan Jaejoong.

Annyeong Yihan Hyung. Lama tidak jumpa.” Ucap Jaejoong.

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

TBC

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

Yuuki ga marah atau tersinggung kok. Yuuki malah Alhamdulillah sekali kalau diingatkan🙂 Untuk vote. Yuuki hanya menulis soal voting itu di WP tetapi tautannya sampai ke Twitt dan FB. Yang ga paham atau ga bisa komen di WP ikut votenya dengan cara kirim PM ke Yuuki lewat FB & Twitt. Gitu…

Epep ini agak panjang semoga ga bosan. Karena konfliknya bukan Cuma soal YunJae saja tetapi Hyunno pun punya konflik sendiri. Jadi pelan-pelan ya. Mumpung Yuuki lagi cuti jadi Yuuki edit chap ini dulu langsung post. Untuk Suprasegmental Yuuki butuh ketenangan buat ngetik epep itu dan sekarang belum bisa. Tetapi kalau semisal Yuuki bisa akan Yuuki tulis langsung. Harap maklum ya.

Tetap jaga kesehatan🙂

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

❤❤❤❤❤

Tuesday, November 24, 2015

8:13:13 AM

NaraYuuki

8 thoughts on “Pembalasan Bidadari Hitam IX

  1. Maaf, Yuuki… Rin gau tau kalau ada yg vote lewat FB dan Twitt.
    Rin kira hanya di WP… Rin, ga tau apa FB Yuuki dan ga punya Twitt… Jadi ga tau kalo ternyata banyakan Pain Of Love.
    Rin juga bukanya ga senang Yuuki update Pain Of Love hanya saja Pembalasan Bidadari Hitam favorit Rin dan udah terlanjur ngarap diupdate duluan karna liat hasil votenya.
    Terima kasih karna udah update Pembalasan Bidadari Hitam dan juga tidak marah atas ketidaktahuan Rin.

  2. jaga kesehatan juga yuuki saya sabar kok nunggu lanjutan ff kamu
    hehe yg penting di lanjutkan saja

    mau PBH atau pain of love yang penting ada lanjutannya

    sehat selalu yuuki!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s