Pain Of Love VI


Tittle                : Pain Of Love VI

Writer               : Marcia Hannie (Ide awal)

 NaraYuuki (untuk saat ini, Yuuki bisa kolab dengan siapa saja untuk melanjutkan epep ini. Ada yang minat?)

Genre               : Romance/ Drama/ Fammily/ Friendship/ Angst/ Hurt/ Death Chara

Rate                 : T-M (bergantung kebutuhan)

Cast                 : Umma, Appa, Others, OOC

Disclaimer:      : They are not mine but Jung Hyunno is mine, NaraYuuki. This Story is our, Marci & Yuuki (untuk saat ini, bisa berganti kapan saja)

Warning           : Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Yuuki tidak menggunakan POV ini itu (karena binggung ngetiknya) jadi semoga yang baca tidak binggung dengan FF ini. Italic (ditulis miring semua kramanggung/ wawancangnya (dialog dan kalimat pengantarnya) berarti kejadian dimasa lalu).

.

.

Pastikan baca warningnya dulu!

.

.

Pain Of Love- NaraYuuki

.

.

Usai pesta ulang tahun Yunho yang sangat meriah –mengerikan semuanya terasa berbeda. Suasana di rumah keluarga Jung terasa sedikit mendingin usai lamaran tidak terduga Yunho pada Karam. Seunghyun, Yoochun dan Changmin bersikap seolah-olah Yunho adalah mahluk transparan yang harus diabaikan. Ibu mereka, Kibum lebih banyak diam sedangkan Siwon seolah menjadi sesosok batu yang irit bicara. Tapi toh Yunho tidak memedulikan perubahan yang terjadi pada keluarganya. Baginya asalkan Karam memberikan senyum terindah padanya semuanya terasa baik-baik saja.

Lain keluarga Jung lain pula keluarga Kim.

Keluarga yang beranggotakan Kim Hankyung, Kim Heechul, Kim Jaejoong dan Kim Karam itu terlihat berbeda daripada biasanya. Heechul tidak lagi sering uring-uringan, ibu dari si kembar itu justru lebih sering bersenandung bahagia seolah-olah hatinya dipenuhi oleh ribuan kelupak bunga berwarna-warni. Begitu pula Karam yang terlihat selalu sumpringah dan sering berceloteh riang berbeda halnya dengan kembarannya yang terlihat murang dan sedih. Hankyung serasa tidak kerasan berada di rumah. Melihat istri dan putranya bahagia namun ada seorang putranya yang nelangsa membuatnya merasakan dilemma luar biasa. Hankyung merasa gagal menjadi kepala keluarga dan ayah yang baik karena tidak bisa menjaga keutuhan keluarganya.

“Gege, aku akan pergi menemani uri Karam berbelanja baju. Katanya akhir minggu nanti Yunho mengajak Karam kesayangan kita ini berkencan di tempat super romantis.” Celoteh Heechul riang.

“Hm…” sahut Hankyung sekenanya. Hankyung memilih menekuri tulisan diatas permukaan kertas Koran yang dibacanya daripada melihat wajah bahagia anak dan istrinya.

“Appa mau oleh-oleh apa?” Tanya Karam terdengar sok manis. Sejak lama Karam memang berusaha merebut perhatian ayahnya yang lebih menyayangi Jaejoong yang dianggap sebagai saingannya dalam segal  hal.

“Jangan pedulikan Appamu. Kajja!” dengan tidak sabar Heechul menarik tangan Karam, membawanya pergi.

Hankyung hanya bisa menghela napas panjang, berusaha meredakan rasa sesak dan kecewa yang memenuhi rongga dadanya. Dengan sedikit kasar dilipatnya Koran yang semula ia baca sebelum membuangnya ke atas meja. Rasanya memuakkan berada dalam situasi seperti ini. Hankyung seperti makan buah simalakama. Ketidakmampuan ekonominya dulu membuat Karamyang kala itu masih bayi dan sakit-sakitan terpaksa dititipkan pada orang tua Heechul barulah ketika usaha yang dirintisnya berhasil Karam kembali padanya tetapi Hankung tidak pernah menyangkan bila kedatangan Karam kembali ke keluarganya hanya membawa mala petaka dan menyakiti Jaejoong tersayangnya.

❤ ***❤

“Baby, kau tidak mau pergi keluar bersama teman-temanmu?”

Jaejoong yang sedang menonton acara di televisi hanya menggelengkan kepalanya pelan.

 “Bagaimana bila ikut Appa pergi memancing, hm?”

Lagi-lagi Jaejoong hanya menggelengkan kepalanya perlahan.

“Baby….”

“Ahjushi, urusan Baby Joongie serahkan saja pada kami.” Ucap Seunghyun yang tiba-tiba sudah berada di dalam rumahnya bersama Yoochun dan Changmin yang terlihat sedang berebut sebungkus snack.

“Hari ini kami janji akan bertanding main game, Ahjushi. Aku satu tim dengan yeoppo hyung.” Ucap Changmin cengengesan.

“Ahjushi tidak perlu khawatir. Kalau ada kami semuanya akan baik-baik saja.” Tambah Yoochun yang berhasil memasukkan remah-remah keripik kentang ke dalam mulutnya.

Hankyung hanya tersenyum, ke-3 saudara Yunho itu memang merupakan penghibur alami bagi putranya. Dirogohnya dompet di dalam saku celananya, mengeluarkan beberapa lembar uang dan di letakkan di atas meja. “Kalau lapar beli makanan yang kalian sukai.”

“Ahjushi, aku menyayangimu!” girang Changmin.

❤ ***❤

Suasanya berubah 360 derajat begitu Hankyung meninggalkan rumah. Seunghyun, Yoochun dan Changmin segera mengerubungi Jaejoong. Memeriksa keadaan namja cantik itu dengan seksama. Wajahnya terlihat pucat –oh, kulitnya memang asli pucat seperti kulit yang dimiliki oleh Hankyung. Bibir merah penuhnya sedikit pucat, mata indahnya terlihat sedikit sayu, rambut berkilaunya terlihat sedikit kusut. Jung Brothers dapat dengan jelas menyimpulkan bahwa Jaejoong sedang tidak baik-baik saja.

“Baby, katakana sesuatu pada kami!” pinta Seunghyun.

Jaejoong hanya menggelengkan kepalanya pelan.

“Ada sesuatu yang ingin Hyung makan?” Tanya Changmin, “Aku akan membelikannya segera.”

Lagi-lagi Jaejoong hanya menggelengkan kepalanya pelan.

“Jangan-jangan… apa esophagus itu mulai membuatmu kehilangan suara?” Tanya Yoochun.

Kali ini Jaejoong mengangguk pelan.

Seunghyun segera menghambur memeluk Jaejoong. Yoochun diam membatu menatap karpet yang didudukinya sementara Changmin menjatuhkan keripik kentang yang nyaris masuk ke dalam mulutnya.

“Bagaimana bisa kau kehilangan suara merdumu!” pekik Changmin histeris.

“Tidak ada cara lain, kita harus segera memberitahukan hal ini pada Hankyung Ahjushi agar kau segera mendapatkan pengobatan!” ucap Yoochun panik.

Perlahan-lahan Jaejoong melepas pelukan Seunghyun, meraih nota kecil dan pulpen kemudian menuliskan sesuatu disana.

‘Jangan! Aku tidak mau melihat Appa bersedih. Tidak apa-apa kalau suaraku yang hilang. Bahkan aku sudah kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupku.’

Semuanya terdiam.

Esophagus adalah kanker yang menyerang saluran tenggorokan sampai lambung. Gejalanya berupa kesulitan menelan, penurunan berat badan tiba-tiba, nyeri dada seperti terbakar, mudah lelah, sering tersedak ketika makan, batuk dan serak, yang lebih parah kehilangan suara. Kesemuanya itu sudah dialami oleh Jaejoong. Namja cantik itu sering diam bila berada di rumah ataupun di sekolah untuk menutupi sakit yang menggrogoti tubuhnya perlahan-lahan.

 ❤ ***❤

‘Joongie keluar dan lihatlah bulan malam ini. Sangat indah. Besar dan bulat seperti matamu. Ah, aku rindu padamu walaupun kita sudah bertemu di sekolah tadi siang.’

Usai mendapatkan pesan singkat dari sahabatnya, Junsu segera saja Jaejoong pergi keluar rumah, memanjat rumah pohonnya untuk melihat bulan yang bersinar sangat indah. Dalam penderitaannya menghadapi penyakitnya Jaejoong tersenyum bahagia, bahagua karena mendapatkan teman yang baik.

Jaejoong teringat sesuatu, rumah pohonnya ini dibangun diantara dua pohon yang tumbuh di halaman rumahnya dan Yunho. Jaejoong mentap jendela kamar Yunho yang terbuka namun tertutup gorden itu, berharap bisa melihat wajah tampan Yunho walaupun hanya sesaat. Saat gorden itu sedikit terseibak mata Jaejoong terbelalak melihat kenyataan pahit itu. Yunho dan Karam sedang bergumul di atas ranjang tanpa sehelai benang pun yang menutupi keduanya.

Tiba-tiba dada Jaejoong terasa terbakar. Jaejoong terbatuk-batuk, darah keluar bersama dengan air liurnya. Darah keluar semakin banyak seiring semakin sesak dadanya. Hingga akhirnya Jaejoong jatuh tergeletak bersama ceceran darahnya sendiri.

❤ ***❤

❤ ***❤

❤ ***❤

❤ ***❤

Appa! Appa!”

“Hyunno ya, ada apa berteriak seperti itu?”

“Yunho harabojie! Yunho harabojie, Appa! Cepat kemari!

❤ ***❤

❤ ***❤

❤ ***❤

TBC

❤ ***❤

❤ ***❤

❤ ***❤

Ini rahasia Yuuki dan Marci. Ada bagian dari cerita ini yang basic true story. Ada yang bisa menebak?

❤ ***❤

❤ ***❤

❤ ***❤

 

 

Wednesday, October 28, 2015

7:19:05 AM

NaraYuuki

7 thoughts on “Pain Of Love VI

  1. Penyesalan selalu datang dibelakang😦
    Yunppa terlalu terbuai oleh Karam,hingga menyakiti Jaemma sebegitu dalam
    Chullie terlalu “kejam” utk Jaemma
    Apa yg terjadi pd Jaemma?
    Semoga Karam jg dapat balasan yg setimpal
    Makin penasaran, lanjutannya ditunggu
    Jangan lama2🙂

  2. yuukichan…
    jgn bilang…*muka syok*
    aku harap yang aku sangka dan kira bukanlah kebenarannya*berkaca-kaca*
    yuukichan…
    yang sehat sehat dear…*peluk yuuki*
    #plak#sotoy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s