Suprasegmental V


Tittle                : Suprasegmental V

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Romance/ Adventure/ fantasy kerajaan/ Incest

Rate                 : -M

Cast                 : Member DBSK (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan).

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love). M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut.

.

.

Suprasegmental untuk para kutil

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

EPEP INI KHUSUS BUAT EMAK IFA DAN PARA KUTIL TERSAYANG YUUKI😀

.

.

IMG_7188113833845

.

.

Asap mengepul dari gelas teh yang berada di hadapan Yunho, ketika pemilik lengan putih pucat itu menuangkan teh hijau panas yang bisa menghangatkan suasana dini hari kali ini ditemani oleh rintik gerimis yang membiskan kabut tipis di sekitar wilayah provinsi Bollero.

“Apa kau sudah meminta orang untuk menyelimuti Junsu dan Tae Jo sshi?” tanya Jaejoong.

Yunho yang sedang menyuapkan sesendok bubur ke dalam mulutnya mengangguk pelan. “Mereka sudah merasa hangat sekarang. Tenang saja!”

“Lalu apa yang harus kita lakukan?” mutiara serupa rusa betina itu menerawang langit-langit muram yang melindunginya dari sengatan dingin.

“Apa yang harus dilakukan?” Yunho bertanya balik, “Tentu saja kita harus segera membuat surat penangkapan untuk memperkarakan kejahatan yang sudah dilakukan Lee Hongman. Memang apa lagi yang bisa kita lakukan selain itu?”

Jaejoong memukul lengan Yunho dengan sumpit yang berada di tangan kanannya, “Anakmu, pabo! Apa yang harus kita lakukan padanya?” ucap Jaejoong yang memelototkan mata indahnya pada Yunho.

Yunho meletakkan sendok supnya di atas meja lipat, sepasang mata musangnya menatap serius wajah rupawan sosok yang berada di hadapannya itu dengan tatapan penuh kesungguhan. “Aku akan mengirim surat pada Ayah dan Yang Mulia Raja, memohon belas kasihan mereka agar merestui kita.”

“Tidak akan semudah itu.” lirih Jaejoong dengan wajah muramnya. “Kita bersaudara. Ayah pasti akan sedih dan mengutuk perbuatan kita yang mendatangkan aib bagi keluarga. Terlebih kakekku… Yun, aku takut….”

“Bukankah dari awal kita memulai hubungan ini kita sudah berjanji akan bersama-sama menghadapi segala rintangan yang ada?” tanya Yunho, diletakkannya sendok bubur yang dipegangnya untuk menggenggam erat jemari tangan Jaejoong yang hangat namun terasa dingin. “Sekarang apa yang kau risaukan, Boo?”

“Aku tidak mengkhawatirkan diriku, Yun. Aku menghawatirkanmu.” ucap Jaejoong, “Apa hukuman yang akan Ayah berikan padamu? Apa yang akan Kakekku tuntut darimu?”

Yunho tersenyum, mengusap perlahan pipi pucat kemerahan Jaejoong yang terasa kenyal dan dingin. “Biarlah aku yang memikirkan semua itu, Boo. Kau cukup menjaga anak kita dengan baik.” ucapnya menenangkan, “Mulai besok kurangilah kapasitas bekerjamu di kantor kehakiman, untuk urusan yang mendesak dan berbahaya serahkan pada orang lain. Kalau tidak biar aku yang mengambil alih pekerjaanmu.”

“Jangan perlakukan aku seperti perempuan, Jung!” sentak Jaejoong. Dalam situasi macam apapun Jaejoong enggan mengakui bahwa dalam hubungan ‘rahasia’nya dengan Yunho dirinya bertindak sekalaku perempuan.

“Jangan tersinggung Boo. Aku hanya mengkhawatirkanmu dan anak kita.” ucap Yunho mencoba mereda emosi Jaejoong. Yunho pernah diberitahu temannya yang sudah menikah bahwa seseorang yang sedang hamil cenderung lebih mudah emosi karena masalah-masalah sepele. Dan sepertinya mulai hari ini Yunho harus menguatkan dirinya dan mempertebal kesabarannya menghadapi sang kekasih yang tengah mengandung buah cinta mereka.

“Terserah padamu!” dengus Jaejoong kesal, “Aku ingin begitu matahari terbit nanti, sudah ada tabib atau dokter untuk mengobati Tae Jo sshi lebih lanjut. Tabib di kehakiman sudah memberikannya obat tapi aku ingin Tae Jo sshi cepat pulih karena jasanyalah aku masih bisa bernapas sampai sekarang.”

“Dia akan mendapat penghormatan dariku, Boo. Aku akan memberikannya hadiah karena sudah melindungimu.” Yunho mengikrarkan janjinya.

“Tidak! Jangan beri Tae Jo sshi hadiah!” larang Jaejoong.

Yunho menaikkan sebelah alisnya mendengar apa yang sosok indah itu katakan. Tersimpan sebuah ketegasan dan sesuatu maksud tersembunyi dari nada bicara Jaejoong barusan.

“Beri dia jabatan dibadan kepolisian dibawah kendalimu, Yun! Tae Jo sshi adalah orang yang cekatan dan bisa diandalkan.” Ucap Jaejoong dengan sungguh-sungguh, “Aku yakin dia bisa berguna untuk membongkar kebobrokan yang terjadi di Bollero ini. Bukan hanya masalah penyelundupan yang kita tuduhkan pada tuan Lee Hongman tetapi juga rahasia lain Bollero yang belum kita ketahui.”

“Kenapa kau seyakin itu pada orang yang bahkan baru kau kenal, Boo?” tanya Yunho tidak suka.

Jaejoong tersenyum samar, “Ketika tabib memeriksanya tadi aku melihat banyak bekas luka disekujur tubuhnya, Yun. Punggungnya penuh dengan luka sayatan, tusukan dan cambuk. Ada beberapa luka baru yang timbul karena benda tumpul. Pada bagian kakinya banyak dipenuhi luka gores yang aku yakin berasal dari goresan akar ataupun cabang pepohonan hutan. Ku rasa dia sudah pernah mengililingi hampir seluruh hutan yang berada di Bollero.” ucap Jaejoong, “Bukankah akan sangat rugi bila kita tidak memanfaatkan orang seperti itu?”

“Maafkan aku, tetapi mendengarmu memujinya seperti itu membuatku sedikit tidak suka padanya.” ucap Yunho.

Jaejoong tidak lagi mengulum senyum samae, kali ini sebuah senyum yang lebar. “Aku sudah bersamamu sejauh ini bahkan mengandung darah dagingmu. Apa yang kau takutkan Kepala Polisi Jung?” godanya.

“Sebelum aku mengikatmu dalam sebuah tali suci, aku akan membenci semua orang yang mencuri perhatianmu walaupun itu Junsu sekalipun.”

Jaejoong tertawa dengan suara pelan, enggan membangunkan seluruh pelayan dan pengawal yang sedang beristirahat. “Tapi jangan kau kendurkan kewaspadaanmu, Yun.” Jaejoong mengingatkan, “Musuh bisa membalas kita dari mana saja ketika ia sedang dalam keadaan terjepit seperti sekarang.”

“Aku mengerti, Boo. Karena itu aku sudah meminta Changmin dan Yoochun untuk memperketat keamaan di tempat kerja kita. Tempat ini pun harus mulai diperketat penjagaannya. Mulai pagi nanti Junsu akan mengawalmu kemanapun kau pergi bahkan ke kamar kecil sekalipun.” Ucap Yunho serius. “Maafkan aku, tetapi mulai hari ini kau adalah tawanan pribadiku!”

❤ <<<<<❤ <<<<<❤

“Kau terluka dalam, ada bagian organ dalam tubuhmu yang cidera lumayan parah. Apa sebelum bertemu denganku kau pernah bertarung dengan pendekar hebat?” tanya Jaejoong yang tengah menyeduh obat untuk Tae Jo, dokter yang dipanggil untuk memeriksanya baru saja pergi usai memberikan resep obat yang harus diminum Tae Jo sebanyak 5x sehari untuk memulihkan luka dalam tubuhnya. “Nah, minumlah Tae Jo sshi….” Jaejoong menyodorkan secangkir cairan hitam pekat dengan aroma khas yang asapnya masih mengepul-ngepul.

“Kenapa kau memperlakukanku sebaik ini?” tanya Tae Jo.

“Karena aku sudah berjanji akan mengobati lukamu. Maafkan aku yang telah menghajarmu kemarin. Dan terima kasih sudah menyelamatkanku Tae Jo sshi… atau aku harus memanggilmu Jin Yihan sshi?”

Laki-laki yang kini memakai hanbok berwarna abu-abu pucat itu tersentak kaget, tangannya yang terjulur hendak meraih cangkir obatnya itu mengejang kaku. Matanya bergerak gelisah namun enggan menatap mata Jaejoong.

“Jin Yihan, putra dari mendiang selir Jin yang diusir oleh Yang Mulia Raja karena berniat merencanakan penggulingan dan pembunuhan terhadap mendiang Yang Mulia Ratu. Sayang dalam pengasingannya selir Jin meninggal karena penyakit malaria yang saat itu sedang mewabah di daerah pengasingan, sedangkan putranya menghilang begitu saja. Pihak istana sudah menyatakan dan mengumumkan kematian pangeran Jin Yihan walaupun ada beberapa pihak yang sangsi dengan pertanyaan itu.” ucap Jaejoong tenang. “Kau tahu? Ada 3 orang yang diketahui memiliki tanda lahir berupa lambang rasi bintang Cassiopeia. Yang pertama mendiang ibuku, Kim Tae Hee. Yang ke-2 Putra Mahkota, Kim Hyun Joong. Dan yang ke-3 adalah Jin Yihan, putra selir Jin yang menghilang belasan tahun yang lalu. Aku melihat tanda lahir itu ada pada bahu kananmu saat kau berganti baju usai diperiksa tadi.”

Tae Jo mengepalkan tangannya erat-erat tanpa sedikitpun berniat membuka suaranya.

“Kalau benar kau adalah pangeran yang terbuang, Jin Yihan. Maka kau adalah kakakku. Walaupun hanya kakak sepupu.”

Ragu-ragu Tae Jo menatap Jaejoong, “Dari mana kau tahu informasi yang bahkan sudah dilupakan oleh kebanyakan orang itu? Bahkan aku yakin bahwa Raja, ayahku sendiri pun melupakanku.” ucapnya dengan suara parau.

“Aku tidak tahu soal Raja yang melupakanmu atau tidak. Tetapi dari mana aku mengetahui informasi itu… Raja sering mengajakku ke perpustakaan rahasia yang menyimpan informasi penting yang sudah dilupakan sejak aku kecil. Hampir semua buku di sana sudah pernah aku baca sehingga untuk menyimpulkan dan mengingat informasi mengenai pangeran yang terbuang tidaklah sulit karena hanya ada satu pangeran yang diasingkan bersama ibunya.” jawab Jaejoong. “Raja mempunyai 4 istri. Mendiang Ratu melahirkan 2 anak yakni Putra Mahkota Kim Hyunjoong dan mendiang pangeran Kim Hyunbin. Selir Park tidak bisa mempunyai anak karena penyakit yang menimpanya, aku dengar kini dia sedang sakit parah dan tidak ada satu obat pun yang mampu menyembuhkannya. Selir Ming melahirkan seorang putri yang kawin lari dengan prajurit istana. Sedangkan mendiang selir Jin yang diusir memiliki seorang putra seusia Putra Mahkota bernama Jin Yihan.”

“Jadi Selir Ming yang kini mengisi posisi ratu?” gumam Tae Jo. “Sejak awal dia yang paling berambisi. Bahkan mungkin sakitnya Selir Park pun ada sangkut pautnya dengannya.”

“Tidak.” jawab Jaejoong. “Selir Ming tetap seorang Selir karena Yang Mulia Raja tidak ingin ada ratu baru. Lagi pula sebentar lagi Yang Mulia Raja akan menyerahkan tahtanya pada Putra Mahkota.” Jaejoong menjelaskan.

“Lalu kenapa kalau aku adalah Jin Yihan yang terbuang itu?”

“Sudah ku katakan… kalau kau benar adalah Pangeran Jin Yihan berarti kau adalah kakakku. Kalau kau bukan pangeran Jin Yihan maka kau tetaplah Tae Jo sshi yang ku kenal di desa Roten.” ucap Jaejoong. “Siapapun kau, mulai hari ini kau adalah anggota kepolisisan di bawah komando Kepala Polisi Jung Yunho. Kau bertugas untuk memberantas kejahatan.”

“Kenapa aku harus melakukan hal yang sia-sia seperti itu?”

“Aku tahu kau orang baik karena ibumu pun adalah perempuan yang baik.” Jaejoong tersenyum, “Ketika ibuku meninggal dan aku hampir mati kelaparan, ibumulah yang menyusuiku ketika aku masih bayi dulu.”

Tae Jo tersentak kaget.

“Kasus yang menimpa ibumu adalah sebuah fitnah. Ibumu menjadi korban kebusukan para pejabat pemerintahaan yang tidak menyukainya. Aku, Putra Mahkota dan Jung Yunho pernah menyelidiki kasus itu. Kami berhasil membersihkan nama ibumu dan kau.”

“Tidak bisakah aku tetap menjadi Tae Jo si bandit saja?” tanya Tae Jo, “Nama Jin Yihan terlalu berat untuk ku sandang setelah apa yang menimpaku selama ini. Biarlah Tae Jo tetap hidup dan Jin Yihan mati.”

Jaejoong tersenyum dan mengangguk pelan. “Bila itu maumu. Tapi ijinkan aku memanggilmu Hyung.” ucap Jaejoong.

❤ <<<<<❤ <<<<<❤

“Aku merasa tersinggung Kepala Polisi, Jung!” pria berbadan tambun dan berwajah bengis itu berujar, “Kau tidak datang memenuhi undanganku dan hanya mengirim bawahanmu untuk menggantikanku? Apa kau berniat merendahkanku?”

“Maafkan aku Lee Hongman sshi. Aku tidak bermaksud merendahkanmu, hanya saja ada urusan yang lebih mendesak daripada memenuhi undanganmu.” ucap Yunho tenang. Yunho sama sekali tidak terkejut ketika dirinya sampai di kantor kepolisian pria bertubuh tambun itu sudah membuat onar. Hal yang sebenarnya sudah diduga olehnya.

Dengan kasar pria bernama Lee Hongman itu menggebrak meja kerja Yunho, “Apa yang lebih penting dari undanganku, huh? Katakan!”

“Laporan kepada Mentri Keamanan dan Pertahanan Negara serta surat resmi yang ditujukan untuk Yang Mulia Raja. Hal-hal itu jauh lebih penting daripada datang memenuhi undangan minum anda, Hongman sshi.” ucap Yunho penuh penekanan, “Bila aku terlambat memberikan laporan perkembangan keamanan tempat ini maka kepalaku dan kepala anak buahkulah yang menjadi taruhannya. Kau mengerti Hongman sshi?” tanya Yunho sembari tersenyum, senyum yang penuh ancaman.

Pria bernama Lee Hongman itu berdeham (pura-pura batuk) gelisah.

“Kalau anda memang begitu ingin minum bersamaku, dengan senang hati aku akan menemanimu minum. Hanya saja tidak sekarang ketika pekerjaanku sedang menggunung.” ucap Yunho, “Yoochun….”

“Ya Kepala Polisi Jung?” tanya Yoochun yang sejak tadi berdiri sigap di samping Yunho.

“Antarkan Lee Hongman sshi ke luar. Pastikan dia masuk kereta kudanya dan pergi meninggalkan tempat kerja kita ini!”

Ye, Kepala Polisi Jung!” ucap Yoochun, “Tuan Lee, silahkahkan….”

Lee Hongman mendengus kesal, merasa dipermalukan oleh Yunho. Pria itu sempat merapalkan sumpah-serapah sebelum pergi meninggalkan Kantor Kepolisian.

❤ <<<<<❤ <<<<<❤

“Ini adalah beberapa surat edaran yang disebar oleh pengawal tuan Lee Hongman kepada beberapa pejabat daerah Bollero, Kepala Polisi Jung.” ucap Changmin sambil menunjukkan beberapa lembar surat.

“Dari mana kau mendapatkannya Changmin?” tanya Yoochun.

“Beberapa keluarga sepupuku ada yang mendapatkannya tetapi karena mereka ketakutan mereka melaporkan hal ini padaku. Mereka tidak mau terlibat dengan Lee Hongman.” jawab Changmin.

“Pertemuannya lusa?” tanya Yunho yang mendapat anggukan dari Changmin.

“Kepala Polisi Jung, baru saja ada utusan pengawal dari kediaman yang anda dan Jaejoong sshi tempati. Pengawal itu mengatakan ada bangkai babi dan kotoran sapi yang disebar di depan pintu gerbang kediaman anda.” ucap Changmin.

Yunho mengagguk paham, “Aku dan Jaejoong sudah menduga hal seperti ini akan terjadi. Tetapi aku tidak menyangka akan secepat ini.” gumam Yunho, “Tidak ada yang terluka, bukan?”

“Tidak.” jawab Changmin.

“Bisakah kalian berdua diam-diam memperketat penjagaan terhadap Jaejoong?”

Dengan bingung baik Yoochun dan Changmin saling memandang satu sama lain sebelum mengangguk perlahan pada Yunho.

❤ <<<<<❤ <<<<<❤

Tangan pucat itu meremas kuat-kuat selembar surat yang baru saja dibacanya hingga tidak berbentuk. Air mukanya sangat kaku dan penuh kemarahan. Sorot matanya menunjukkan keseriusan seorang pemimpin yang sedang menghadapi masalah serius.

“Panggil petinggi institut sekolah tinggi Negara! Aku ingin minta pertanggungjawaban mereka. Siapa yang sudah mengirim Jung Yunho dan Kim Jaejoong ke tempat laknat itu?” suaranya yang berat penuh ketegasan dan kemarahan itu menggelegar, membuat para pengawalnya diam menundukkan kepala mereka. “Membahayakan nyawa putraku? Siapkan 1 batalion untuk mengawalku menuju Bollero! Sudah saatnya aku mengurus tempat itu dengan tanganku sendiri!”

❤ <<<<<❤ <<<<<❤

❤ <<<<<❤ <<<<<❤

❤ <<<<<❤ <<<<<❤

TBC

❤ <<<<<❤ <<<<<❤

❤ <<<<<❤ <<<<<❤

 

 

Monday, May 04, 2015

7:39:20 PM

NaraYuuki

10 thoughts on “Suprasegmental V

  1. Akhirnya update juga yuuki.. ><
    penasaran apa yang bakal dilakuin appa nya setelah nyusul mereka, lebih penasaran lagi kalo appa nya tau tentang hubungan mereka sampe udah ada calon cucu juga😎

  2. ahahahaha sepertinya bala bantuan akan segera datang
    asyikk makin seru nie ff nya
    semoga yunjae dan baby nya bisa baik2 saja nd bahagia
    menunggu lanjutannya yuukkii JJang!!

  3. itu appa yunjae? mau dateng?
    hiiaaaa gmn klo tau jaema hamil anak yunppa
    pdhl baru meminta bantuan sm raja
    waahh jadi tae jo itu yihan iia, pangeran yg terbuang

  4. siaga 1 buat yunjae…
    tampaknya orang yang paling ditakuti ke-2nya bakal datang di waktu yang kurang tepat. tapi bukanka lebih baik kehamilan Jae secepatnya terungkap agar masalah nggak tambah ribet?.
    Lee rasa Jae dan Yunho bukan saudara kandung,iyakan…iyakan…?!
    ok deh Noona ceritanya bagus banget walau mesti nunggu lama tapi rasanya kurang puas….Noona part depan lebih panjang lagi ya
    bye Noona….semangat nulisnya untuk chapter selanjutnya…Fighting!!
    Lee tunggu…..anniong

  5. kek’a appa jung bakal beraksi..
    wah, lee hongman belum tau berhadapan dg siapa dy..
    dan aq ga nyangka kl tae joo tu yihan..
    aigo, dunia begitu sempit..🙂
    ok, yuuki, aq tunggu lanjutan ff ini beserta ff2mu yg belum kelar ne..
    aq begitu ketagihan baca ffmu akhir2 ini.. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s