Senja Belum Usai


Tittle                : Senja Belum Usai

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Puisi romance

Rate                 : T

Cast                 : Jung Yunho & Kim Jaejoong

Disclaimer:       : They are not mine but this story, Hyunno, Hyeri & Hyunbin are mine, NaraYuuki

Warning           : Tulisan ini masuknya ranah puisi walaupun Yuuki kemas dalam bentuk seperti drabble begini. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut.

.

.

540345_449833995063936_174666514_n

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

.

.

.

Senja belum juga usai, Jae tapi aku sudah jenuh pada rutinitas kita. Aku bosan mencangkul sawah tandus, aku lelah menyiram kedelai kala kekeringan mencekik kita, aku letih menunggu padi siap panen sebelum bisa menikmatinya. Tapi aku lebih bosan menunggumu bangun untuk melihat senja bersamaku.

Aku sudah tidak tampan lagi, Jae. Aku sudah tidak gagah lagi. Kulitku sudah mulai dikikis oleh keriput, begitu pula rambutku yang sudah ditumbuhi uban-uban nakal yang membuat gatal. Aku sudah kehilangan pesonaku yang ku persembahkan untukmu sejak pagi menjelang hingga petang yang belum lagi usai ini.

Kalau boleh jujur, aku rindu senyumanmu, suara tertawamu, omelan pedasmu, bahkan air matamu. Kau terlalu curang, Jae. Terlalu cepat kau berangkat  tidur. Menyisakan sepi bersamaku sendiri, meninggalkan anak-anak dan cucu-cucu kita bersama kesedihan yang mematri hati mereka.

Petang belum lagi datang, Jae. Tapi aku sudah lelah menunggumu….

“Ayah sudah mau pergi?” si sulung Hyunno yang sejak beberapa waktu lalu terus menggenggam tanganku bertanya.

Aku hanya mengangguk pelan. Terlalu letih untuk menjawab. Lalu ku lirik si bungsu Hyeri yang tidak henti-hentinya menangis dalam pelukan suaminya, suara isakannya terlalu ribut untukku. Mataku terlalu berat dan lelah, namun ku paksa juga menatap anak ke-2 kita, Hyunbin. Anak itu memang menangis namun tidak bersuara meskipun air matanya sudah membanjiri wajah cantiknya yang menurun darimu, dia memang paling mirip denganmu dibandingkan Hyunno maupun Hyeri.

Lalu ku dengar cucu-cucu kita menjerit memanggil-manggil namaku, aku tidak bisa menyahut karena lidahku terasa kelu.

“Ayah pergilah dengan tenang, biar aku yang menjaga keluarga kita. Berbahagialah Ayah di sana bersama ibu. Kami mencintai Ayah.” suara serak lagi parau milik Hyunno adalah bunyi terakhir yang ku dengar sebelum mataku dibungkam waktu, suara terakhir sebelum aku melihatmu dalam sosok mudamu, suara terakhir sebelum ragaku membeku untuk selamanya….

###

End

###

Sebel sama Beruang Gembrot jadilah tulisan gaje ini. Diketik lewat HP jadi harap maklum kalau belepotan.

Terima kasih sudah membaca.

Jaga kesehatan❤

.

.

.

.

.

Monday, 30 Maret 2015

07.02 PM

NaraYuuki

 

2 thoughts on “Senja Belum Usai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s