Revenge End


Tittle               : Revenge End

Writer             : NaraYuuki

Genre             : Romance/ Modern Fantasy/ dsb.

Rate                : M

Cast                : All member DBSK, Jin Yihan, Go Ahra (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:    : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning         : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan sangat ngebut, TANPA EDIT.

.

.

R2

.

. 

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

.

.

.

Air mata dari sepasang mutiara rusa betina itu terus mengalir seiring berdatangannya para pelayat yang menyampaikan rasa duka dan simpati mereka pada keluarganya selaku pihak keluarga korban yang ditinggalkan. Padahal baru beberapa jam lalu sosok yang kini sudah berada di dalam peti mati kayu yang tertutup rapat itu masih memeluknya, mencium keningnya dan mengatakan bahwa dia mencintainya. Tapi sekarang…

Lihat saja bagaimana saudara kembarnya itu menangis meraung, menjerit memanggil-manggil nama ibu mereka. Ahra….

“Menangislah Boo….” ucap Yunho yang sejak beberapa menit yang lalu berada di samping Jaejoong, menguatkan namja chingunya yang sedang dirundung duka mendalam. Walaupun dari dalam lubuk hatinya yang terdalam, Yunho sangat membenci Ahra namun pada saat seperti ini benci itu harus disisihkan untuk sementara waktu guna menghormati orang meninggal –atau begitulah menurut orang-orang.

Tidak menyahut, Jaejoong memilih diam. Membiarkan air mata mengalir membasahi wajah cantiknya yang sudah sembab sambil sesekali membiarkan isakan lolos dari bibir merah penuhnya.

Umma….” Jaejoong bergumam pelan bersamaan jerit kepiluan yang dikumandangkan oleh Yoochun ketika peti itu mulai dimasukkan ke dalam liang kubur.

Yihan, selaku ayah Jaejoong dan Yoochun memang menginginkan agar jasad mendiang istrinya segera dikebumikan agar kesedihan yang dirasakan anak-anaknya beserta dirinya sendiri tidak berlarut-larut. Makin cepat penyebab kesedihan itu dihapus, makin sebentar luka yang ditorehkan olehnya.

Yunho mengeratkan rangkulannya pada bahu Jaejoong saat peti itu mulai ditimbuni tanah merah kelabu. Menurut Yunho akan lebih praktis bila jasad perempuan itu dikremasi namun pihak keluarga tidak ingin jasad yang rusak itu diubah menjadi debu, biar saja kembali ke tanah –ke bumi tempatnya bermula.

Umma!!” Jaejoong mulai panik saat tutup peti itu mulai terselimuti tanah. “Umma!” jeritnya histeris sebelum jatuh pingsan.

Tidak ada yang tahu kapan kematian menjemput, hanya keikhlasan dan ketabahan yang senantiasa akan menguatkan mereka yang ditinggalkan.

***

“Jaejongie hanya sedikit syok karena kematianmu, Noona.” ucap Junsu yang sedang meminum segelas air dingin. Rasa lelah setelah seharian menemani Yoochun yang dikasihinya menghadapi kematian ibunya memaksanya untuk menegak habis air dalam gelas berukuran 500 cc itu. Yah, walaupun orang yang dianggap telah tiada oleh Jaejoong, Yoochun, Yihan serta orang lain itu kini sedang duduk tenang di hadapannya sambil meminum wine.

“Lebih baik bila dia tahu kalau ibunya tewas dalam kecelakaan daripada mengetahui bahwa ibunya adalah orang brengsek yang bukan hanya sudah membunuh orang tetapi juga sudah mengutuk orang menjadi mahluk imortal yang menjijikan, Junsu.” ucap Ahra yang menahan gejolak jiwanya karena mengetahui putra bungsunya kembali masuk rumah sakit pasca upacara yang seharusnya menjadi upacara pemakamannya.

“Kau tidak ingin menemuinya, Noona?”

“Sebentar lagi aku akan menemuinya, Junsu.” jawab Ahra, “Tentu saja dalam bentuk yang berbeda.” gumamnya yang kembali meneguk winenya hingga tidak bersisa.

***

Ahra meletakkan guci kecil di atas meja, membuka tutup guci yang sudah terlihat sangat tua itu perlahan, membiarkan tiga orang lainnya terperangah melihat benda berwarna merah jambu yang mengeluarkan suara denyut seperti kepunyaan mahluk hidup sebelum secara hati-hati mengeluarkannya dari guci dan meletakkannya di atas permukaan meja.

“Jantung siapa itu?” tanya Changmin ngeri.

Ahra tidak menyahut, hanya menatap Yunho sekilas.

“Milik Young Woong.” sahut Yunho.

“Mengejutkan melihat reaksimu yang biasa saja seperti itu.” komentar Ahra.

Yunho menahan kepalan tangannya kuat-kuat walaupun kekesalan itu nyaris membunuhnya. “Hanya tidak habis pikir, bagaimana caramu melakukannya.”

“Bagaimana caranya tidak perlu ku beritahukan padamu karena itu tidak penting sekarang.” ucap Ahra. “Yang jelas benda inilah yang mengunci kutukanku pada kalian. Bila benda ini hancur maka kalian akan kembali seperti semula.”

Sambil menatap kakaknya, Changmin menelan ludah susah payah.

“Caranya?!” Yunho menatap tajam Ahra. “Bagaimana cara menghancurkannya?”

“Lihatlah sendiri!”

Krek! Krek!

Perlahan-lahan muncul retakan di atas permukaan benda berdenyut itu sebelum sedikit demi sedikit benda itu pecah menjadi beberapa bagian kecil-kecil seperti serpihan gelas yang pecah sebelum hancur seluruhnya menjadi gundukan debu berkilauan berwarna merah jambu.

Noona!” Junsu memekik kaget ketika secara perlahan rambut hitam legam Ahra memutih seutuhnya bersamaan dengan munculnya keriput-keriput mengerikan disekujur tubuhnya. Bahkan lipatan kulit dibagian wajah dan lehernya serupa lipatan orang berusia 60 tahun lebih. “Apa yang terjadi padamu, Noona?!”

“Inilah konsekuensi sebagai pembayaran pencabutan kutukan kalian.” jawab Ahra. “Tapi aku sama sekali tidak menyesal. Aku justru merasa sangat lega karena dendam dan rasa benciku padamu menguar seiring terbebasnya jiwaku dari kutukan yang mengikat kalian.” ditatapnya Yunho dengan mata lelah tuanya.

“Aku sudah tidak punya taring lagi?” tanya Changmin lebih kepada ekspresi kegembiraan ketika berkaca pada cermin yang berada di ruangan itu –kamar Ahra yang berada di apartement Junsu. “Kami benar-benar menjadi manusia lagi?”

“Buktikanlah sendiri! Mata kalian tidak akan bisa lagi melihat jarak jauh, telinga kalian pun tidak akan bisa lagi mendengarkan suara-suara yang berjarak berkilo-kilo meter seperti dulu lagi.” jawab Ahra. “Aku lelah. Pulanglah kalian! Aku ingin beristirahat!”

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

“Penyakit jantungnya dinyatakan sembuh. Bisa kau jelaskan padaku kenapa Jaejoong didiaaknosa menderita penyakit jantung padahal jantungnya sama sekali tidak bermasalah.” tanya Yunho. “Changmin bahkan sempat frustasi karena tidaak bisa menemukan penyebab sakitnya Jaejoong.”

“Entahlah.” jawab nenek yang duduk tenang di atas kursi rodanya. “Mungkin karena Young Woong.”

“Jangan mengkambinghitamkan orang yang bahkan keberadaannya sudah tidak ada di dunia ini lagi!” ucap Yunho dengan nada ketus.

“Kau percaya reinkarnasi?” tanya Ahra, “Aku percaya karena wajah putraku sangat mirip Young Woong.”

“Hm….” sahut Yunho tanpa minat.

“Young Woong yang jantungnya ku ambil sebagai media pengikat kutukan untukmu, Changmin dan Junsu sebetulnya mati dalam keadaan tidak sempurna. Kemudian Jaejoongieku lahir dengan rupa sama persis seperti Young Woong dengan keadaan jantung lemah semenjak bayi. Tidak bisakah kau mengambil kesimpulan dari hal itu?”

Yunho menatap wajah lelah berambut putih kusut itu dengan alis bertaut, “Young Woong bereinkarnasi menjadi Jaejoong?”

“Mungkin.” jawab Ahra, “Karena aku pun tidak tahu.”

Yunho kembali mengalihkan tatapan matanya ke tengah lapangan dimana di sana, Yoochun tengah berebut bola dengan Changmin yang mana anggota tim Yoochun adalah Junsu sedangkan anggota tim Changmin adalah Jaejoong –yang dinyatakan sembuh dari penyakit jantungnya secara ajaib.

“Bukankah terlihat sangat aneh bila seorang nenek yang sudah duduk di kursi roda tanpa daya menonton permainan basket anak remaja?”

“Masa bodoh.” ucap Ahra, “Yang penting aku bisa melihat anak-anakku bahagia walaupun ibunya tidak bisa lagi bersama mereka.”

Ya, 5 bulan telah berlalu semenjak ‘kematian’ Go Ahra. Yoochun dan Jaejoong pun sama sekali tidak menaruh curiga ketika tiba-tiba saja Yunho dan Changmin mengatakan mendapatkan wasiat untuk merawat Bibi mendiang ayahnya yang bernama Jung Ahra akibat putri tunggalnya meninggal karena penyakit kanker. Yunho dan Changmin berdalih bahwa selama ini Jung Ahra dan putrinya tinggal di Turki sehingga mereka jarang bertemu. Dengan cara seperti itulah Ahra bisa bertemu dan berbicara dengan kedua putranya walaupun harus menyamar dalam sebuah kebohongan.

“Hei Jung!”

“Sekarang ini pun kau seorang Jung! Jangan lupa itu!” Yunho memelototi Ahra.

“Jangan coba-coba membuat hamil Joongieku sebelum kalian menikah!”

“Oh, aku sudah melakukannya.”

Yah!”

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

Umma apa kabar?” tanya Jaejoong sambil meletakkan buket bunga tulip berwarna merah di atas nisan batu bertuliskan nama Go Ahra, “Minggu depan Chunie, Yunie dan Changminie ikut lomba kejuaraan basket nasional tingkat SMA. Menyenangkan bukan? Ah, kemarin Junsu sudah bisa menggoreng telur mata sapi tanpa gosong sedikitpun. Oh ya Umma, kemarin Appa menerima ajakan kencan putri pemilik perusahaan tempat Appa bekerja, dia perempuan baik tapi sepertinya Appa masih menganggapnya sebagai teman. Dan yang lebih hebat, jantung Joongie sudah tidak sering sakit lagi Umma.” Jaejoong tersenyum menatap batu nisan beku itu, membayangkan seolah-olah dirinya sedang melihat wajah tersenyum ibunya.

“Chunie mulai berkencan dengan Junsu walaupun mereka tidak mau mengakuinya! Dan Joongie…” Jaejoong membiarkan air matanya mengalir membasahi wajah cantiknya. “Yunie sudah melamar Joongie Umma. Kami sepakat akan menikah begitu lulus kuliah nanti. Memang masih lama tapi Joongie harap Yunie adalah pilihan terbaik untuk Joongie.”

Umma… Joongie harus segera pergi karena Joongie sudah berjanji pada nenek Ahra untuk membuatkannya puding vanilla. Hehehehe…. Namanya sama dengan nama Umma ne? Tapi buat Joongie Umma adalah pemilik nama Ahra yang paling yeoppo. Saranghae Umma….”

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

END

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

 

Endingnya seperti ini saja ya. Maaf, sudah lanjutnya lama endingnya ga bermutu lagi. Yuuki menyesal kalau ending FF ini kurang berkenan dihati para pembaca tetapi seperti inilah ending yang Yuuki rencanakan sejak awal untuk FF ini.

Epilog segera Yuuki post😀

Jaga kesehatan.

.

.

.

Sunday, April 05, 2015

2:19:16 PM

NaraYuuki

7 thoughts on “Revenge End

  1. udah 5 bulan sejak ahra -rekayasa- meninggal
    berarti menuanya ahra juga lambat iia eon
    kupikir hanya selang 1-2 bulan sampe ahra meninggal
    ah jadi jaema renkarnasi? hmm mgkn juga, mirip sih iia
    yunppa sm ahra juga skrg gg terlalu musuh bgt kyk dlu

  2. andai mommy tau kenyataan’a..
    tp lebih baik begitu sih, jadi semua bisa bahagia dg cara’a masing2..
    btw mksud daddy udh melakukan’a apa??
    daddy udh bikin mommy hamil?? o.O
    aigo, mommyku sudah tidak suci lagi..😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s