Revenge X


Tittle               : Revenge X

Writer             : NaraYuuki

Genre             : Romance/ Modern Fantasy/ dsb.

Rate                : M

Cast                : All member DBSK, Jin Yihan, Go Ahra (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:    : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning         : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut, TANPA EDIT.

.

.

.

.

.

 

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

R3

.

.

“Jangan memaksanya! Aku ingatkan padamu!” ucap Yunho yang sudah hampir meledak ketika melihat dan mendengar bagaimana Yoochun memarahi Jaejoongnya begitu kakak kembar Jaejoong itu memasuki kediamannya.

“Aku juga harus mengingatkan padamu, Jung! Aku masih kakaknya dan Joongie masih adikku! Kami masih punya rumah dan rumah kami bukan di sini!” ucap Yoochun sengit, “Seharusnya dia memikirkan tempat yang lebih layak daripada rumah ini!”

“Maaf?! Ada yang salah dengan rumah kami?” Alis Changmin naik ke atas membuat dahinya sedikit berkerut. Changmin mulai tidak suka sikap arogan Yoochun.

Tidak memedulikan suasana tegang disekitarnya, Jaejoong justru semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Yunho yang menurutnya terasa hangat dan nyaman, membuat emosi Yoochun yang sudah berada diubun-ubun tersulut lagi dan lagi.

“Kalian calon adik dan kakak ipar, kenapa tidak mencoba akur sedikit? Kalau kalian bertengkar seperti itu kasihan Joongie.” ucap Junsu dengan wajah polosnya.

Yunho mendengus, “Lihat siapa yang bicara!”

Junsu hanya menatap malas Yunho menggunakan ekor matanya.

Yah Junsu! Kenapa kau berpihak pada Jung menyebalkan ini, eoh?” omel Yoochun. “Mana mau aku punya adik ipar sepertinya?”

“Aku tidak berpihak pada kalian berdua! Aku berpihak pada Joongie!” ucap Junsu malas. “Dan bisakah kalian berhenti bersikap kekanakan? Changmin bahkan kelihatan lebih dewasa daripada kalian.”

“Terserah! Yang penting aku datang kemari untuk membawamu pulang Park Jaejoong! Kau dengar aku?! Ayo pulang!” suara Yoochun naik satu oktaf.

“Selama aku masih hidup kau tidak akan bisa memaksakan kehendakmu pada Boo Jaeku, Park!” sanggah Yunho.

Yah! Boo Jaemu itu juga seorang Park, Pabo! Aku harus membawanya pulang karena dia memang harus pulang untuk istirahat. Orang bodoh mana yang kabur tengah malam hanya untuk menemui manusia sedingin es sepertimu, huh?”

“Adikmu.” Sahut Changmin dan Junsu bersamaan dengan suara malas.

“Chunie, kita datang untuk menjemput Joongie pulang, bukan memaksanya. Kalau Joongie tidak mau ya sudah, kita bisa menjemputnya besok atau lusa.” Junsu berkomentar.

“Bagaimana kalau dia tidak mau pulang selamanya, huh?” tanya Yoochun ketus.

“Nikahkan saja mereka.” Jawaban polos Junsu itu berhasil mendatangkan delikan tajam bukan hanya dari Yoochun tetapi dari Yunho dan Changmin juga.

“Joongie mau menikah dengan Yunie….” gumam Jaejoong.

“Yah! Yah! Park Jaejoong! Apa otakmu bermasalah? Jangan bicara ngawur lagi dan ayo pulang!” omel Yoochun semakin menjadi.

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

Ahra mengusap permukaan guci tua yang ditutup dan disegel dengan beberapa kertas jimat bertuliskan huruf-huruf Cina kuno. Mengusap guci seukuran teko teh kecil itu sambil terus memandangi foto keluarganya –mantan suami serta kedua putranya yang terpajang apik di dinding. Ahra ingat foto itu diambil ketika kedua putranya masih kelas 6 SD, mereka masih tinggal di Jepang. Didalam foto ketiganya terlihat sangat bahagia memerkan ikan hasil pancingan mereka, minus Jaejoong yang cemberut karena hanya mendapatkan ikan seukuran ibu jari. Kenangan liburan musim panas yang tidak akan pernah Ahra rasakan lagi mengingat kini kedua putranya sudah menemukan hal yang jauh lebih berharga darinya, cinta.

“Ahra….”

Oppa, aku masih bisa mengingat betapa aku pernah sangat mencintaimu dulu sebelum mereka berdua lahir. Yang mengherankan kenapa kedua kulit mereka pucat seperti itu, padahal aku sangat menginginkan mereka memiliki warna kulit sepertimu. Aku ingin mereka punya mata indahmu, Ah… Chunie memilikinya. Tetapi Joongie….” Ahra diam sejenak. “Entah kenapa putraku itu mirip dengan orang itu. Orang jahat! Perempuan yang sangat aku benci seumur hidupku hingga membuatku seperti ini!” Air mata mengalir dari sepasang mata lelahnya.

“Ahra….” Dengan penuh perhatian Yihan memeluk perempuan yang sudah memberikannya dua orang anak itu erat, “Relakan apa yang sudah terjadi. Hiduplah dengan damai dan lupakan masa lalumu yang kelam.”

Tidak menyahut, Ahra justru semakin terisak keras. Tidak sama memang namun rasanya pelukan yang Yihan berikan jauh lebih tulus dan nyaman daripada pelukan yang pernah Jung Yunho berikan untuknya dulu.

Oppa….”

“Ya?”

“Sekali lagi, bisakah kita berlibur ke suatu tempat bersama sebagai keluarga?” tanya Ahra, “Rasanya lama sekali aku tidak memeluk mereka. Aku merindukan mereka bahkan ketika mereka berada didekatku.”

“Tentu saja. Tentu saja Ahra…”

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

Karena kekeraskepalaannya yang enggan pulang ke rumah tanpa Yunie Bearnya, akhirnya demi membawa pulang Jaejoong semua orang harus mengalah pada keegoisan adik Park Yoochun itu. Yunho harus rela mengantar Jaejoong pulang, Changmin yang tidak ingin ditinggal sendirian di rumah pun akhirnya ikut serta. Yoochun yang entah kenapa semakin tidak menyukai Yunho pun harus rela berada satu mobil demi keegoisan adiknya. Kadang Yoochun berpikir bahwa menjadi kakak sangatlah melelahkan, lelah mental dan pikiran. Ahra pun harus rela memasak lebih banyak agar makan siang kali ini tidak ada yang kelaparan mengingat ada 7 orang termasuk dirinya yang akan makan siang bersama di rumah keluarga Park. Sedangkan Yihan dan Junsu harus rela berada dalam situasi yang sedikit aneh namun menyenangkan ini.

“Bagaimana kalau akhir minggu ini kita jalan-jalan ke pantai? Atau pemancingan? Mendaki gunung?” Yihan memulai pembicaraan keluarga seolah-olah Yunho, Junsu dan Changmin juga anggota keluarganya.

“Jangan mendaki gunung!” larang Ahra yang sibuk menuangkan jus segar yang baru saja dibuatnya ke dalam gelas, “Joongie baru pulang dari rumah sakit.” tambahnya.

“… karena kabur.” Yoochun menimpali dan langsung mendapatkan tatapan tajam ibunya.

“Pantai terlalu jauh, anginnya pun tidak baik untuk kesehatan Joongie.” Yunho mengeluarkan pendapatnya.

“Aku tahu tempat pemancingan yang nyaman dan murah, Ahjushi.” ucap Junsu, “Tempatnya pun tidak terlalu jauh dari sini.”

“Bagaimana Joongie?” tanya Yihan.

Jaejoong menatap ibunya sesaat sebelum menjawab pertanyaan yang ayahnya ajukan, “Ne Appa. Tapi Yunie, Junsu dan Changminie ikut bersama kita, kan?”

“Tentu saja bila kau menginginkannya, Baby.” jawab Ahra mendahului Yihan, “Mereka akan ikut bersama kita.”

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

Ketika semua orang sedang bermain kartu di halaman samping rumah, Ahra menyibukkan dirinya di dapur mencuci peralatan makan yang kotor serta menyiapkan camilan sederhana. Pikiran perempuan itu penuh sekarang walaupun dirinya sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya dipikirkannya. Anak dan kebahagiaan anaknyalah yang mengganjal hatinya. Ahra memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja menimpa anaknya terkait dengan keputusan yang sudah diambilnya namun belum juga bisa ia jalankan itu. Rasanya berat bila harus melihat anak-anaknya menderita akibat keputusan itu.. Sangat berat.

“Apa yang kau rencanakan perempuan jahat?!”

Ahra melonjak kaget, piring basah yang berada ditangannya nyaris tejatuh. “Jangan mengagetkan orang seperti itu!” sergahnya.

“Apa yang kau rencanakan?” sekali lagi Yunho mengulangi pertanyaannya.

“Kenapa aku harus menjawab pertanyaanmu?” tanya Ahra balik, “Kenapa kau ada di sini? Bagaimana bila Joongie mencarimu?”

“Apa kau begitu peduli padanya? Bukankah wajahnya….”

“Tidak peduli wajahnya mirip siapa, Joongie adalah anak yang ku kandung dan ku lahirkan susah payah. Jika bukan karenanya tentu saja aku sudah membunuhmu sejak pertama kau muncul di hadapanku di rumah sakit tempo lalu!” ucap Ahra penuh penekanan dan amarah.

“Ada satu hal yang ingin ku tanyakan padamu mengenai Junsu.”

“Dan aku tidak berencana menjawabnya.” Ahra menatap sengit Yunho. “Kalau kau ingin tahu sesuatu tentang Junsu lebih baik kau tanyakan langsung padanya.”

“Jangan menghindar, Ahra!”

“Ku rasa sebenarnya Joongie memahami apa yang terjadi antara kita tetapi demi menjaga perasaan semua orang dia memilih menyimpannya sendiri. Jangan membuat susah hati putraku, Jung! Itu tidak baik untuk jantungnya.” Ahra mengingatkan, “Pergilah sebelum aku melemparmu dari jendela!”

“Bila kau melakukannya maka Boo Jae akan bersedih, ku kira kau pasti tidak ingin melihat Boo Jae bersedih.” Yunho tersenyum meremehkan.

Ahra mencibir tanpa suara.

“Ku harap apapun rencanamu kau tidak mempertaruhkan kebahagiaan Boo Jaeku! Atau aku akan melenyapkan keberadaanmu dari dunia ini selamanya!” ancam Yunho sebelum pergi meninggalkan Ahra sendirian.

“Kau tidak tahu apa-apa Jung! Kau bahkaan tidak mengerti bagaimana rasanya menjadi orang tua!”

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

Menjelang senja, Jaejoong yang sudah kelelahan kembali terlebih dahulu ke kamarnya ditemani oleh Yunho sedangkan yang lainnya sedang mempersiapkan pesta barbeque kecil-kecilan karena tiba-tiba saja Yoochun ingin makan daging dan sosis bakar.

Boo?”

Gwaechana Yunie….”

Yunho menggenggam erat tangan Jaejoong ketika melihat orang yang dicintainya itu tiba-tiba lemas dan sesak napas, “Dadamu sakit lagi?”

Ani.” Jaejoong menggelengkan kepalanya pelan.

“Kau harus minum obat, Boo. Akan ku ambilkan obatmu….”

Ani. Aku hanya butuh istirahat, Yunie.” ucap Jaejoong keras kepala, “Yunie harus menemaniku, tidak boleh pergi! Arraso?”

Ne. Tidurlah Boo. Aku akan tetap berada disini sampai Boo Jae bangun.”

Dari balik pintu kamar putranya Ahra menatap sendu pintu yang tertutup itu. Jantungnya berdetak sakit, kedua tangannya mencengkeram kuat-kuat baki berisi dua gelas susu hangat akibat menahan amarah.

“Andai yang Joongie cintai bukan Jung brengsek itu!” gumamnya yang langsung berbalik pergi. Tekadnya semakin bulat sekarang, tekad untuk melakukan apa yang sudah direncanakannya.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Wednesday, March 04, 2015

6:55:34 AM

NaraYuuki

.

.

.

Thoughts on “Revenge IX”

mybabywonkyu : Amin Tante❤

diennha : Jawabannya chap besok saja ya. Chap ini santai dulu😀

Rahmadina : Amin🙂 Pertanyaannya dijawab pada Chap besok saja ne😉

rani : Fighting!

minamikz : Ini sudah lanjut tapi santai dulu ya dichap ini😉

Meybi : Masalah Ahra, Youngwoong & Yunho rencananya Yuuki mau buat one shoot sendiri setelah chap ini end. Tapi masih rencana. Entah bisa kagak Yuuki ngetiknya😥

Dewi15 : Sudah nich😉

Nadia Chunnie : Horai!😀

reanelisabeth : Ayo tebak😀

echasefry : Kejam amat Chagy😥

jung hyunmi : Waduh ==”

lee29041986 : Annyeong Lee🙂 Woah terima kasih…. Mungkin idenya sama tapi dikemas dalam bentuk yang berbeda karena yang berbuat berbeda ya😀 Yuuki sendiri belum pernah baca karena Yuuki buat epep ini terinspirasi dari salah satu film Jonny Deep😀 Hohohoho….

nina : Nanti akan terjawab kok Chagy. Ditunggu saja #entahkapan :p Hehehehe….

Lama ga lanjut ya epep ini. Mian. Banyak hal yang menimpa Yuuki soalnya. Sebelum melanjutkan Pembalasan Bidadari Hitam & Suprasegmental, Yuuki akan endkan epep ini dulu karena tinggal sedikit lagi bakal END😀

Tetap sehat!

14 thoughts on “Revenge X

  1. Apapun yang di rencanakan ahra semoga yang terbaik buat yunjae🙂
    tapi kasihan kalau ahra mesti ngorbanin dirinya sendiri ,semoga ga yak ~

    seneng deh yuuki udah update lagi ,gomawo yuuki :*

  2. yaaaa bersmbng pdhl ane pgn tau ap rencana na ahra….mdh2an jongie n appa bear ga knp2….sedih nch JJ mau wamil,dah rela sch cm ad sesuatu yg bkn ane sedih….hahhhh pasyi jd kangen sm umma kitty q yg imut2 n caem…..ok yuuki-chan ganbatte ne…keep fighting n alwys smilling….

  3. Semoga rencana ahra bukan rencana jahat yg akan mencelakakan banyak orang. Tapi kalo menilik ahra dr sudut pandang seorang ibu, mungkin rencana ahra tidak akan melukai atau mencelakakan anaknya.
    Yuuki tetap sehat juga ya. Aku tunggu next chapternya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s