Mask Innocence


Tittle                : Mask Innocence

Writer               : NaraYuuki

Betta Reader     : Hanabusa Hyeri

Genre               : Monggo tentukan sendiri🙂

Rate                 : T+

Cast                 : All Member DBSK, Kim Kibum (GS), Choi Siwon & Kwon Boa.

Disclaimer:       : They are not mine  but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love). Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back), TANPA EDIT.

.

.

Baca Warningnya dulu, ne!

.

.

Untuk Tante Boo

Semoga tidak mengecewakan ne😀

.

Mask Innocence

.

Jaejoong hanya bisa tersenyum manis ketika Yunho memperkenalkan seorang yeoja bernama Kwon Boa kepadanya, yeoja yang kini berstatus sebagai yeoja chingu Yunho. Yeoja yang menurut Jaejoong sama sekali tidak cantik. Bahkan Jessica yang kemarin baru saja ditolak olehnya jauh lebih cantik daripada yeoja yang kini sedang bergelayut manja pada Yunhonya, Yunho hyungnya.

Annyeong Boa Noona…. Kim Jaejoong imnida.” Jaejoong tersenyum manis pada Boa.

Annyeng Jaejoongie….” Boa mengulurkan tangannya pada Jaejoong.

“Ah, Joongie lupa kalau hari ini Joongie berjanji akan menemani Jessica pergi belanja.” ucap Jaejoong yang menyibukkan dirinya sendiri, mengabaikan uluran tangan Boa.

“Jessica? Siapa dia?” tanya Yunho.

“Ah, teman sekelas Joongie yang kemarin menyatakan cintanya pada Joongie.” jawab Jaejoong yang kini berjongkok untuk menali tali sepatu ketsnya.

Mwo?” mata kecil Yunho membulat, “Yeoja yang menyatakan cintanya padamu? Kau menerimanya?” tanya Yunho sedikit mendesak.

Ani…. Joongie menolaknya.” jawab Jaejoong, “Karena itu hari ini Joongie akan mengantarnya pergi belanja sebagai dispensasi karena Joongie sudah membuatnya patah hati.”

“Kau yakin dia tidak akan menerkammu?”

Jaejoong mendongak menatap Yunho, tersenyum manis kemudian berdiri berhadapan dengan Yunho yang beberapa centi lebih tinggi darinya, “Hyungie lupa kalau Joongie seorang namja?” tanyanya. Jaejoong mencium kilat pipi kanan Yunho sebelum melesat pergi.

Blam!

Keheningan untuk beberapa saat melingkupi dua orang yang masih berdiri di depan mulut pintu rumah keluarga Yunho itu. Boalah yang pertama kalinya memecah keheningan dengan cara berdehem keras-keras.

“Dia anak kerabat yang dititipkan di sini karena orang tuanya pergi ke luar negri?” tanya Boa.

“Ya, sampai Joongie bisa hidup mandiri sendiri dia dititipkan di sini. Dia anak manja karena itu orang tuanya merasa khawatir bila dia hanya hidup bersama pelayannya saja. Sebab itulah sejak setahun yang lalu dia tinggal di sini.” Yunho menjelaskan, “Dia lebih manis dan penurut daripada Changmin.”

“Apa dia sering berikap seperti itu?”

“Seperti apa?” tanya Yunho yang mengajak Boa berjalan menuju ruang tamu.

“Mencimmu sebelum pergi?”

Yunho tertawa keras-keras, “Dia bahkan sering minta ditemani tidur bila hujan turun atau ketika sedang mati lampu. Ingat? Dia sangat manja. Dia memang sudah duduk dibangku kelas 3 SMA sekarang tetapi bila kau bersamanya kau akan merasa seperti sedang mengasuh anak TK. Bukankah dia sangat menggemaskan?” tanya Yunho.

Boa memaksakan senyumnya ketika melihat wajah sumpringah Yunho.

“Kau mengenal Junsu? Dia dan Yoochun bahkan sangat menyukai Joongie. Mereka berdua sering mengajak Joongie jalan-jalan.”

Oppa….”

“Ya?” Yunho menoleh dan menatap yeoja chingunya.

Boa berjinjit dan melingkarkan kedua lengannya pada leher jenjang Yunho, “Bisakah kita tunda dulu obrolan tentang Joongie manismu itu?” tanyanya dengan sedikit ketus, “Mari kita bahas soal kita dulu….”

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

“Apa yang dilakukannya di sini?!” dengan sengit namja jangkung itu menunjuk jijik pada yeoja yang berdiri di samping kakaknya.

“Changmin, Boa adalah yeoja chinguku.. Jadi sangat wajar bila dia berkunjung kemari, bukan?” tanya Yunho.

“Tidak selama aku masih tinggal di sini!”

Ini adalah salah satu hal yang sangat Yunho benci dari adik kandungnya sendiri, Jung Changmin. Berbeda dengan Jaejoong yang manis dan penurut –walaupun sedikit manja, Changmin sangat keeras kepala, berlidah setajam belati dan bisa bersikap kasar bila tidak menyukai sesuatu.

“Changmin, dengar….”

Hyung yang harus mendengarku! Selama Hyung masih tinggal di sini Hyung tidak boleh mengajak sembarangan yeoja kemari sesuka hati Hyung! Kalau Hyung mau melakukannya silahkan Hyung beli rumah sendiri!” ucap Changmin sengit, teman sekelas Jaejoong yang masuk ekskul basket itu memang tidak pernah memikirkan perasaan orang lain ketika sedang berbicara ataupun mengutarakan pendapatnya sehingga banyak yang tidak menyukai Changmin karena cara bicaranya yang menurut mereka terlalu pedas.

“Boa bukan yeoja sembarangan, Jung Changmin! Dia yeoja chinguku yang bisa saja kelak menjadi calon kakak iparmu!” ucap Yunho penuh penekanan. Bicara menggunakan emosi dengan Changmin hanya akan memperkeruh keadaan saja.

“Dia? Calon kakak iparku?” tanya Changmin, tatapan matanya pada Boa seolah mengatakan, ‘Kau bahkan tidak pantas untuk sekedar dijadikan peliharaan penjaga pintu gerbang rumahku’ itu menunjuk sengit perempuan yang menurutnya kurang seksi. Oh, Changmin pecinta perempuan seksi, seleranya bahkan jauh lebih tinggi daripada kakaknya. Mungkin saja…

Boa yang ditatap seperti itu oleh Changmin merasa geram juga, andaikan Yunho tidak berada disampingnya sekarang, bisa dipastikan dirinya akan melempar sepatu hak tingginya di atas kepala Changmin agar namja jangkung itu tahu rasa setelah memberikan tatapan meremehkan padanya.

“Dia bahkan tidak seseksi Joongie.” komentar Changmin yang bukan hanya mendatangkan pelototan tajam dari Yunho melainkan juga dari Boa. “Kulitnya tidak seindah dan semulus kulit Joongie, lihat bibirnya yang dipoles lipstik tebal itu! Aku yakin bibir merah Joongie jauh lebih menggoda dan kenyal daripada bibirnya ketika berciuman. Dan dadanya itu? Apakah perempuan berdada nyaris rata seperti itu? Bahkan dada Joongie kelihatan lebih sintal (berisi) daripada punya yeoja itu! Ah… cara berpakaiannya pun jauh dibawah Joongie. Aku lebih memilih mengencani Joongie daripada perempuan di samping Hyung itu.” Changmin memasang wajah datarnya ketika melihat ekspresi syok yang kakaknya tunjukkan dan ekspresi marah yang Boa perlihatkan.

“Yah Jung Changmin!” dengan sepenuh hati Yunho memukul kepala Changmin, “Bagaimana bisa kau bicara seperti itu tentang Joongie, huh?” mata Yunho melotot galak.

“Aku hanya membandingkan yeoja yang Hyung kencani ini dengan namja yang selalu membuat heboh di rumah ini. Aku tidak salah, kan?” tanya Changmin, “Aku sangat lelah setelah berlatih seharian untuk kejuaraan basket antar SMA bulan depan, jadi jangan membuatku kesal karena yeoja tidak penting ini, Hyung! Aku mau tidur dan aku harap ketika aku bangun nanti dia sudah enyah dari sini! Dan minta pada pelayan untuk mengepel lantai yang sudah diinjaknya!” sambil menenteng bola basketnya Changmin berjalan menuju tangga lantai dua dimana kamarnya berada.

“Boa… maafkan dia.” ucap Yunho yang bisa melihat rona merah akibat marah yang yeoja chingunya itu tunjukkan, “Dia memang tidak bisa menjaga lidahnya untuk tidak menyakiti orang lain. Jangan memasukkan perkataannya kedalam hati, ne.”

Boa memaksakan sebuah senyuman, “Bukankah untuk menjadi istri Oppa aku harus bisa mengambil hati semua anggota keluarga Oppa? Kalau begitu aku akan bersabar dan menulikan telingaku.” ucapnya.

Gomawo….”

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

Jung Siwon dan Kim Kibum hanya bisa saling berpandangan ketika pada acara makan malam ini Yunho memperkenalkan Boa sebagai yeoja chingunya pada mereka.

Baby, apa kau senang dengan hadiahmu?” Kibum menatap Jaejoong penuh sayang, mengabaikan senyuman yang Boa dan putra sulungnya berikan padanya.

“Satu lusin boneka Gajah? Tentu saja Joongie senang, Umma….” jawab Jaejoong dengan senyum lebarnya.

Aigoo! Lihatlah Wonie, anak ini sangat menggemaskan!” Kibum mencubit gemas pipi Jaejoong yang duduk di samping kanannya.

“Berhenti mencubiti pipinya Umma! Umma bisa membuat pipinya iritasi!” ucap Changmin. Ibunya kadang bisa menjadi partner bermain boneka Jaejoong bila penyakit gemasnya kambuh, dan melihat penyakit ibunya kambuh sungguh sangat mengerikan bagi Changmin.

“Wonie ya…. Lihatlah kelakuan anakmu itu!” Adu Kibum manja.

“Changmin anakmu juga, Bumie. Kau yang melahirkannya.” sahut Siwon, “Bagaimana latihanmu?” Siwon mengalihkan perhatiannya pada putra sulungnya yang duduk di sebelah kiri istrinya.

“Lumayan.” sahut Changmin.

“Jangan terlalu keras berlatih, kau bisa cidera sebelum membawa pulang piala kemenangan yang kau dambakan itu.” ucap Siwon.

Arra.” Changmin mengangguk pelan.

“Bumie, tolong minta pelayan mengantar makanan ke kamar, aku ingin makan di kamar sambil memeriksa beberapa dokumen dan proposal yang dikirim Yoochun tadi.” pintanya yang langsung pergi begitu saja tanpa memedulikan tatapan memelas Yunho dan Boa.

Kibum tersenyum sumpringah, “Kajja! Joongie makan yang banyak ne, kalau Minie menghabiskan jatah makanmu lagi bilang pada Umma biar Umma hukum dia.”

“Roger!” Jaejoong masih tersenyum lebar.

Usai memberikan cubitan sayang pada pipi Jaejoong, Kibum segera berjalan pergi menuju dapur untuk menuruti keinginan suaminya yang ingin makan di kamar.

“Lihat? Appa dan Umma sepertinya tidak menyukai yeoja chingumu, Hyung.” Changmin tersenyum mengejek pada Yunho dan Boa.

“Jung Changmin! Jaga bicaramu!” perintah Changmin.

Changmin meletakkan kasar sendok supnya ke atas meja, “Lebih baik aku makan di kamar juga. Selera makanku rusak karena ada seekor ular yang terlepas dari kandangnya yang ada di kebun binatang!”

“Jung Changmin!” bentak Yunho yang sama sekali tidak berpengaruh karena Changmin sudah berjalan pergi meninggalkan meja makan.

Hyungie….” panggil Jaejoong, “Lebih baik Hyungie mencoba bicara pada Umma dan Appa baik-baik. Mengenalkan Boa noona sebagai yeoja chingu Hyung padahal sebelumnya Hyungie tidak pernah menceritakan Boa noona pada Appa dan Umma jelas membuat mereka syock dan kaget.”

“Benar!” sahut Yunho cepat, “Aku akan bicara pada Umma kalau begitu.”

Jaejoong tersenyum manis sambil menyendokkan sup ke dalam mulutnya.

“Boa, kau makanlah di sini bersama Joongie. Aku akan mencoba membujuk Umma.”

Ne, Oppa.” jawab Boa.

Begitu Yunho pergi, hanya tinggal Jaejoong dan Boa saja di dalam ruang makan besar itu. Jaejoong yang tadinya makan dengan sangat lahap makan tiba-tiba meletakkan sendoknya dan mengelap bibirnya dari sisa-sisa makanan yang mengotorinya. Masih dengan senyum semanis madu ditatapnya yeoja mungil yang duduk disebrangnya itu dengan mata bulat indahnya. “Umma dan Appa tidak akan pernah merestui kalian.”

“Apa maksudmu?” tanya Boa. Sejak awal Boa tidak menyukai Jaejoong yang menurutnya terlihat sangat memuakkan dan mengesalkan.

“Kau tidak akan pernah mendapatkan restu dari Kibumie Umma dan Siwonie Appa karena kau bukan kriteria menantu idaman mereka.”

Yah!” Boa menatap sengit Jaejoong yang masih memasang wajah tersenyumnya, senyum yang dimata Boa terlihat lebih mengerikan daripada senyuman mengejek Changmin.

“Kau harus bisa memasak, mengurus pekerjaan rumah dan kriteria lainnya. Menjadi menantu keluarga Jung tidak mudah, Noona!” Jaejoong meraih apel merah dari keranjang buah menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya meraih pisau buah yang tajam, mengupas apel itu perlahan-lahan.

“Sebenarnya apa yang ingin kau katakan, bocah?!”

Jaejoong tersenyum lebar, “Akhirnya kau menunjukkan siapa dan bagaimana dirimu yang sebenarnya Boa sshi!” ucapnya dengan tenang, “Apakah kau tahu alasan kenapa aku ditinggal di sini dan dirawat oleh keluarga Jung?”

“Aku tidak mau tahu alasan bodoh itu!”

“Sayangnya kau harus tahu!” Jaejoong menatap tajam Boa walau bibirnya masih mengulum senyum, “… aku dirawat oleh keluarg Jung karena aku adalah calon ‘istri’ Yunho hyung!”

“Dalam mimpimu, bocah!” ucap Boa sengit.

“Bahkan Yunho hyung dengan sedang hati akan memberikan apa yang aku inginkan. Kalau kau anggap aku bermimpi maka mimpiku akan diwujudkan oleh Yunho hyung sendiri kaarena dia selalu memberikan apa yang menjadi mauku.” ucap Jaejoong, “Kau tidak percaya? Aku bisa meminta Yunho hyung memutuskanmu sekarang jugaa kalau kau…”

Boa meraih cangkir kopinya dan menyiramkannya pada wajah Jaejoong. Beruntung kopi itu sudah tidak terlalu panas sehingga tidak akan membuat kulit wajah Jaejoong melepuh. Hanya saja noda hitam aampas kopi mengotori wajah Jaejoong.

“Masker kopi? Tidak buruk juga.” gumam Jaejoong tidak begitu acuh.

Boa berdiri dari duduknya, menatap sengit remaja yang 6 tahun lebih muda darinya itu, “Kau adalah rubah licik yang menyebalkan!”

“Dan kau adalah ular berbisa yang harus dimatikan!”

“Kau…” Boa mengangkat tangan kanannya, hampir menghempaskan tangannya di atas permukaan kulit wajah Jaejoong andaikan sebuah tangan kekar tidak mencekalnya.

“Apa yang kau lakukan pada Joongie?” tanya Yunho dengan suara dingin penuh penekanan.

Oppa… bocah ini menghinaku.” adu Boa, dengan sengit yeoja itu menatap Jaejoong.

Yunho mengalihkan perhatiannya dari Boa pada Jaejoong, sedikit terkejut melihat wajah Jaejoong dipenuhi ampas kopi serta kemejanya yang basah dan lepek. Yunho pun dapat melihat mata seindah mutiara rusa betina itu nanar dan berkaca-kaca.

“Joongie tidak nakal, Hyungie….” lirih Jaejoong, “Joongie hanya mencoba mengajak Boa noona bicara sambil menunggu Hyungie kembali. Tapi Boa nonna… Hueeeeeeeee….”

Yunho menatap sengit Boa sebelum menghempaskan tangan yeoja chingunya itu kasar. Berjalan cepat menuju kursi dimana Jaejoong masih duduk sambil menangis pilu, meraih tubuh remaja berparas cantik itu lalu memeluknya erat, “Gwaechana Joongie…. Gwaechana…. Uljimma ne….” dengan lembut Yunho mengusap kepala dan punggung Jaejoong, tanpa ragu mencium puncak kepala remaja cantik itu lembut, “Hyung akan memastikan Boa meminta maaf padamu.”

Boa tersenyum bodoh melihat apa yang Yunho lakukan pada Jaejoong, mengepalkan kedua tangannya untuk menahan kekesalan yang bergolak dan membakar hatinya.

“Minta maaflah pada Joongie!” pinta Yunho dengan wajah serius pada Boa.

“Tidak mau!” tolak Boa, “Dia yang harus minta maaf padaku bukan aku!”

“Boa!” suara Yunho sedikit meninggi.

“Tidak akan pernah! Kalau kau tetap memaksaku untuk minta maaf pada rubah menyebalkan itu lebih baik kita putus saja!”

“Mwo?” Yunho menatap tidak percaya pada apa yang yeoja bertubuh mungil itu katakan. Bukan! Yunho bukannya kaget atas ancaman Boa yang meminya putus jika dirinya memaksa yeoja itu meminta maaf pada Jaejoong melainkan cara Boa memanggil Jaejoong dengan sebutan rubahlah yang membuat Yunho kaget. “Joongie, pergilah ke kamarmu dan mandilah dengan air hangat. Hyung akan menuruti semua keinginanmu besok. Hari ini biar Hyung selesaikan dulu masalah dengan Boa, ne.”

Dengan kepala menunduk Jaejoong melepaskan diri dari pelukan Yunho dan berjalan perlahan menjauhi Yunho. Begitu sampai di depan mulut pintu Jaejoong berbalik, tersenyum mengejek pada Boa sambil memeletkan lidahnya. Tersenyum angkuh sambil bergumam, “Akulah yang menang!” dengan langkah ringan Jaejoong berjalan meninggalkan ruang makan, perasaannya sangat senang sekarang.

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

“Kau terlihat sangat senang!” ucap Changmin yang sudah berdiri pada anak tangga paling atas sambil menyilangkan kedua tangannya di atas dada dengan ekspresi angkuhnya.

Aigoo Minie ya… kau tidak bisa menyingkirkan ular menyebalkan itu sehingga aku yang harus turun tangan. Betapa tidak adilnya kau Jung Changminie….” keluh Jaejoong dengan wajah penuh noda kopi, namun ada kepuasan terpancar dari sepasang mata indahnya.

Changmin melempar handuk ke atas kepala Jaejoong, “… karena itu aku membiarkanmu bermain-main. Kau adalah orang yang tepat untuk meyingkirkan perempuan seperti dia mengingat obsesimu terhadap Yunho hyung.” komentar Changmin yang mendatangkan senyum tipis pada bibir Jaejoong, “Cepatlah dapatkan hati Yunho hyung agar kita tidak perlu berurusan dengan para yeoja menyebalkan seperti itu terus-menerus.”

“Aku melakukannya dengan caraku, Minie ya….” Jaejoong tersenyum sumpringah, berjalan melewati Changmin menuju pintu kamarnya di sisi sebelah kanan tangga, “Ah… Akan ku buat Yunho hyung yang mendatangi dan memohon cinta padaku.”

Changmin diam sampai mendengar suara pintu terbuka sesaat sebelum kembali ditutup, “Terserahmu saja.” gumamnya. Namja yang memegang bola basket itu berjalan perlahan menuruni tangga. Tidak ada yang tahu bila Changmin dan Jaejoong adalah partner dalam mengusir perempuan-perempuan yang mencoba mendaftarkan diri mereka sebagai calon menantu keluarga Jung. Selain karena tidak suka pada kehadiran orang baru, Changmin juga menganggap bahwa Jaejoonglah yang pantas mendampingi kakaknya. Dimata Changmin, Yunho dan Jaejoong terlihat menguarkan aura istimewa sama seperti ketika dirinya melihat ayah dan ibunya bersama.

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

Yunho mengusap perlahan helaian rambut yang menutupi wajah indah itu. Menekuri pahatan wajah yang begitu sempurna dimatanya, “Kapan kau akan menghentikan semuanya, Joongie?” gumam Yunho.

Mata indah itu terbuka, menatap sepasang mata coklat tajam namun juga meneduhkan. “Kalau Hyungie mau menerima perasaanku.”

“Joongie….”

Jaejoong menyibakkan kasar selimut yang semula membungkus tubuhnya, melompat dan memeluk tubuh Yunho erat hingga putra sulung keluarga Jung itu nyaris terjengkang karena ulahnya, “Aku akan mengusir semua yeoja yang Hyungie bawa pulang kemari dengan cara tidak terhormat! Walaupun itu menyakiti perasaanku sendiri dan perasaan Hyungie. Akan ku lakukan sampai Hyungie jatuh cinta padaku!”

Yunho mencium puncak kepala Jaejoong, membalas pelukan yang remaja seusia adiknya itu berikan padanya. Yunho tahu bahwa kejadian yang melibatkan Boa tadi tidak sepenuhnya salah yeoja itu, Jaejoong pun ambil andil pada apa yang Boa lakukan. Yunho tidak tahu bagaimana yang jelas ada sesuatu dibalik wajah polos remaja menawan itu yang membuat Yunho merinding. Tidak sekali dua kali Jaejoong terlibat masalah dengan semua yeoja chingunya yang kini berstatus mantan yeoja chingunya, termasuk Boa. Yunho sendiri tidak tahu dan tidak mengerti kenapa dirinya tidak bisa membenci Jaejoong. Yunho sangat menyayangi Jaejoong melebihi sayangnya pada Changmin andaikan dirinya boleh jujur. Tetapi entahlah… ada sesuatu yang membuat Yunho sedikit ragu pada Jaejoong. Mungkin dimata Yunho, Jaejoong masih bersikap kekanankan sehingga perasaan yang remaja itu berikan padanya kurang begitu mendalam, tetapi… Yunho tetap saja tidak mengerti kenapa dirinya tidak bisa memalingkan mata dari Jaejoong walaupun disampingnya ada perempuan cantik lagi seksi.

“Kalau kau berjanji tidak akan berbuat nakal lagi aku akan memikirkan perasaanmu Joongie.” ucap Yunho.

“Bila Hyungie hanya memikirkan saja, hal itu tidaklah cukup untukku. Aku mau sebuah tindakan nyata bukan perkataan belaka, Yunie Hyung.”

“Lalu apa yang kau ingin aku lakukan untukmu sekarang?”

“Sekarang?”

Ne, sekarang.”

Jaejoong sedikit melonggarkan pelukannya, wajahnya mendongak menatap wajah tampan Yunho, “Sekarang aku ingin Hyungie menciumku!”

“Tentu saja… asal dengan begitu kau bisa kembali menjadi Joongie yang manis.”

“Manis tidaknya sikapku bergantung pada Hyung juga….”

“Aku lebih suka Kim Jaejoong yang bersikap manis dan polos.”

“Akan hyung dapatkan asal Joongie mendapatkan apa yang dia mau.”

“Kalau begitu akan ku berikan apa yang Joongieku mau mulai sekarang!”

Malam itu untuk pertama kalinya Yunho menyerahkan dirinya dan menuruti semua keinginan egois yang Jaejoong minta untuknya lakukan. Sebuah penyerahan diri untuknya melajar memahami perasaannya yang sesungguhnya untuk Jaejoong.

Perasaan kasih seperti seorang kakak kepada adiknya, ataukah perasaan cinta….

… itulah yang sedang Yunho cari tahu.

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

END

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

Mian Tante kalau hasilnya kurang maksimal😀 Tahu sendiri pan kondisi ane lagi naik turun akhir-akhir ini😥

Akan Yuuki coba lain waktu seandainya Yuuki masih diperbolehkan menulis😀

Jaga kesehatan🙂

Terima kasih sudah mau membaca.

Happy New Year #walautelaat😀

.

.

Friday, January 02, 2015

9:13:07 PM

NaraYuuki

15 thoughts on “Mask Innocence

  1. apakah ada squelnya??
    yunho belum terlihat menyukai jae hanya peduli

    yuuki masih sakitkah??jaga kesehatan selalu
    aku menanti karya lain dari mu
    semangat yuuki!!

  2. Jongie udah berasa masha di sini,polos, menggemaskan dan licik untuk mendapatkan apa yang dia pengen ,kekeke..
    Kereen…
    Yuuki sakit apa?
    Semoga cepet sehat ya yuuki ,

  3. waw,,, dibalik wajah polosnya ternyata jae cukup licik demi mempertahankan yunho…

    yuuki lagi sakit ya..??
    semoga cepat sembuh.. jangan lupa istirahat yang cukup…
    ditunggu karya-karyanya yang lain…
    fighting…!!

  4. fufufuffufufu…memang sangat sulit menyingkirkan jaejae kasian yunyun tapi yunyun juga si kagak peka ckckckcck…

    yuuki cepat sembuh yah…
    banyak makan dan istirahat, jgn stress juga apalg begadang kata bang haji itu tak ada gunanya lho kekekekek…
    yuuki figthing!!!!!

  5. “Jung Changmin! Jaga bicaramu!”
    perintah Changmin.
    ada typo disitu eon
    harusnya yunppa bukan minnie🙂

    kukira yunppa gg tau perbuatan jaema
    ternyata tau iia
    hiiaaa penyerahan diri yunppa
    pdhl biasanya jaema yg menyerah haha

  6. eonnie,,, lama tak jumpa
    nah nah ini kyk ny Rin udh RnR d FFn, tp gpp kan komen d sini lg.
    Yuuki eonnie kmrn keren, ngebom FFn. hehehe Rin puas liat FF eonnie tersebar d sana. kekeke #maksudTersembunyi
    udh dulu y. bye

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s