FairyLand I


Tittle                : Fairyland

Author              : NaraYuuki

Betta Reader     : Hyeri

Genre               : Yang jelas fantasy gagal, angst dikit

Rate                 : T – M

Cast                 : All Member DBSK

Disclaimer:       : They are not mine  but this story and Jung Hyunno are mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back), TANPA EDIT.

.

.

Baca FF Fantasy Yuuki harus pelan-pelan, biar ga bingung!

FF Fantasy Yuuki tidak terikat dengan kebudayaan manapun jadi silahkan bebaskan imajinasi masing-masing ketika membacanya.

.

.

.

Baca Warningnya dulu, ne!

.

.

Untuk Metha Chagy, hope you like it🙂

.

.

FairyLand

 “Ahjushi! Kadoku! Mana kadoku?! AhjushiAhjumma….” pemuda tampan berkulit sedikit pucat dengan mata hitam bulat indah lagi bening yang dibingkai kelopak mata setajam mata musang itu berlari-lari diudara, meluncur bebas dengan sayap indah keperakannya yang membiaskan cahaya pelangi ketika cahaya matahari yang muncul dari sela-sela dahan pepohonan yang membentuk lorong hijau itu menerpa sayapnya.

Tap.

Begitu telapak kakinya menjejak pada permukaan rumput hijau serupa karpet, pemuda itu segera berlari dan menyibakkan tirai yang terbuat dari sulur-sulur tanaman berwarna hijau keunguan. Sudah sangat tidak sabar! Ekspresi itulah yang tergambar jelas pada wajah tampannya.

Ahjushi!” suara melengking namun sangat merdu itu menggelegar, membuat dedaunan disekitarnya bergesekan dan mata air yang berada di balik tirai sulur tanaman itu beriak. Kunang-kunang yang sebelumnya terbang tenang menjadi sedikit terusik dengan suara sang pemuda.

Plung!

Kecipak di dalam kolam itu membuat permukaan air di tengah kolam naik beberapa menter tingginya sebelum akhirnya muncul sesosok pria bersayap putih dengan corak kebiruan serupa warna air pada beberapa helai bulunya.

“Hyunno ya, tidak bisakah kau meminta kadomu pada Changmin saja?” tanya sosok yang baru muncul dari air itu, langkahnya seringan kapas ketika berjalan di atas permukaan air menuju ke arah pemuda yang masih memasang wajah antusiasnya.

“Changmin Ahjushi sedang berburu penjahat! Lagi pula bukankah sekarang giliran Suie ahjumma untuk memberikan kado padaku? Hari ini ulang tahunku yang ke-17. Ahjushi tidak lupa itu, kan?”

“Junsu sedang mengajari anak-anak menganyam sulur-sulur tanaman menjadi tirai di dekat danau Salasum. Kalau kau terus memanggilnya Ahjumma, dia akan menghajarmu nanti….” pria dengan sayap putih kebiruan itu menghela napas panjang, “Usiamu sudah 17 tahun ya? Waktu cepat sekali berlalu rupanya.” gumamnya.

Ya Ahjushi! Cepat-cepat! Mana kadoku?!” pemuda tampan itu berjingkat-jingkat tidak sabar sambil menengadahkan kedua telapak tangannya pada pria yang dipanggilnya Ahjushi itu.

Yah! Mana boleh seorang raja bersikap kekanakan seperti itu, Jung Hyunno?!”

“Yaaaah… mau bagaimana lagi? Aku dididik oleh Changmin Ahjushi yang sifatnya seperti itu, Suie Ahjumma yang sifatnya macam itu dan Yoochun Ahjushi yang….” Mata bening serupa mata rusa betinanya itu menatap dari atas ke bawah dan sebaliknya pria yang sudah melipat tangannya di depan dada sambil menunjukkan wajah galaknya.

“Sangat berat bagiku untuk memberikan kado terakhir yang ayahmu titipkan pada kami. Kau tahu kenapa? Karena kado terakhir ini akan membuat hatimu lemah dan bimbang. Sebagai salah seorang penjagamu tentu saja berat bagiku melihatmu dalam keadaan lemah dan bimbang. Kau tahu itu?”

Jung Hyunno, pemuda itu tersenyum walau kesedihan tidak bisa disembunyikan dari mata indahnya, “Selama 16 tahun kebelakang   aku selalu menyiapkan diriku untuk menerima hadiah yang terakhir ini, Ahjushi. Aku tahu hadiahku kali ini bukan mainan ataupun senjata berkilauan yang hebat seperti yang ku terima selama ini, namun aku sungguh-sungguh sangat menantikan hadiahku kali ini.” ucapnya, “… karena hadiahku kali ini berhubungan dengan ibuku….”

Yoochun mengedipkan matanya beberapa kali, semilir angin menerpa wajahnya yang terlihat hampa dan kosong. Senyumnya pucat dan berat seolah-olah jiwanya terpaksa dicabut dari raganya. Tangan kanannya terlujur ke depan, sebuah sinar putih kebiruan yang sangat tipis melikupi telapak tangannya untuk beberapa saat sebelum menghilang dan menunjukkan sebuah buku usang cukup tebal bersampul kecoklatan serupa daun kering yang berguguran pada musim gugur.

“Kau tahu? Aku, Junsu dan Changmin berusaha membuka dan membaca isi buku ini. Yang kami lihat hanya sekumpulan kertas kumal kosong yang tidak berarti bagi kami saat pertama melihat isinya. Tetapi begitu kami menyadari sihir yang melingkupi buku ini, kami tahu bahwa satu-satunya mahluk di dunia ini yang bisa membuka dan melihat isinya adalah kau. Kau yang merupakan putra ayahmu. Kau dan semua kemampuan yang ada pada dirimu.” diserahkannya buku kumal itu pada Hyunno yang menerimanya dengan rasa haru. Setitik air mata mengalir dari mata indahnya.

“Ibu….” gumam Hyunno tertahan.

“Mau aku menemanimu membukanya?” tanya Yoochun.

Hyunno tersenyum sebelum memutar tubuhnya membelakangi Yoochun, mendekap erat buku usang jelek yang sangat berharga untuknya, “Ani… hanya saja Ahjushi…. seandainya aku terbawa emosi dan tidak sanggup mengendalikan diriku sendiri, ku berikan ijin padamu untuk membelengguku.” sayapnya terkepak-kepak pelan, membuatnya melayang beberapa centi dari permukaan tanah, menembus tirai sulur-sulur tanaman hijau keunguan itu sebelum melesat pergi bagaikan kilatan cahaya, meninggalkan Yoochun termenung sendirian ditempatnya berdiri sejak tadi.

“Anak yang malang….” gumam Yoochun sebelum berbalik menghadap mata air dan menjeburkan dirinya sendiri ke dalamnya, membiarkan tempat itu senyap bagai tak bertuan.

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

“Aku akan mengetahuinya… aku akan segera mengetahuinya. Ibu yang melahirkanku, ibu yang sangat dicintai ayahku, ibu yang tidak pernah bisa aku lihat wajahnya, ibu yang dibenci namun dipuja oleh rakyatku… ibu yang sangat ku rindukan… ibuku….” Hyunno bergumam sambil mulai membuka buku usang itu. Angin kencang dari dalam buku segera menerpa wajahnya, bagaikan melongok, mengintip dimensi lain melalui bejana ajaib yang memperlihatkannya sebuah dunia yang sangat berbeda, dunia yang belum pernah dijumpainya sebelumnya, dunia dimana tidak ada keabadian yang tersisa didalamnya, dunia muda yang menyimpan kenangan tentang sosok ibunya, sosok yang sangat dirindukannya namun tidak pernah bisa lagi disentuh olehnya, selamanya….

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

Angin kencang diikuti gemuruh petir dan kibasan awan berarak yang berlari cepat-cepat seolah-olah dikejar oleh malaikat penggembala awan yang membawa cambuk kebesarannya. Perlahan-lahan gerimis tipis serupa benang laba-laba itu turun membasahi rerumputan padang hijau yang terlihat sedikit pucat akibat cuaca yang muram.

Sesosok cantik lagi anggun yang mengenakan baju terusan berwarna putih gading berjalan perlahan menuju ke tengah-tengah padang rumput yang ditumbuhi beberapa bunga lili api yang sudah mekar indah, merah menyala seperti bara api yang sanggup memanaskan tungku berisi air. Matanya yang indah terlihat sendu, kulitnya yang seindah pualam itu terlihat semakin pucat ditengah cuaca yang muram seperti ini. Di dadanya terdekap sesuatu seperti buntalan panjang yang ditutupi kain sutra berwarna merah hati, kain yang di atas permukaannya terajut lukisan bunga lili Api berwarna emas terang yang menyilaukan.

“Joongie….” pemuda berkulit kecoklatan itu tersenyum ketika sosok cantik berambut panjang terurai itu berjalan menuju ke arahnya, ada kerinduan yang tidak mampu disembunyikannya dari sepasang mata sayunya yang menenduhkan.

“Hyung….” suara merdu itu mengalun perlahan bersamaan dengan hembusan angin yang bercampur dengan gerimis, membuat sensasi dingin itu semakin terasa.

“Joongie… bogoshipo.”

Sosok cantik itu melangkah mundur ketika pemuda berkulit kecoklatan itu hendak merengkuhnya dalam pelukan.

“Joongie? Wae? Kenapa menghindariku, hm? Apa kau tidak rindu padaku? Apa kau tidak merindukanku?” tanyanya tanpa bisa menyembunyikan kekecewaannya. “Tidakkah kau merindukanku setelah pergi selama setahun lamanya?” tanyanya.

“Hyung… mianhae….”

“Mianhae? Untuk apa?”

Jemari pucat si cantik itu menyibak kain sutra bergambar bunga lili api yang menutupi buntalan yang dipeluknya secara perlahan-lahan membuat pemuda berkulit kecoklatan itu pucat pasi dan mundur beberapa langkah darinya. Pemuda itu memandang ngeri penuh kebencian sambil terus menggelengkan kepalanya kuat-kuat, berusaha mengingkari apa yang dilihatnya.

“Maafkan aku, Hyung…. Maafkan aku yang tidak bisa menjaga diriku sendiri. Maafkan aku.” lirihnya serupa bisikan.

Pemuda berkulit kecoklatan itu terduduk diantara kelopak lili api yang menyala dalam kemurungan cuaca melihat isi buntalan yang berada dalam dekapan sosok cantik di hadapannya. Tersenyum bodoh dan membiarkan air mata mengalir membasahi wajah tampannya yang kelihatan lelah, “Itu anak Jung Yunho? Kau punya anak dari Jung Yunho?”

“Mianhae….”

“Kenapa Joongie? Kenapa? KENAPA KAU BISA PUNYA ANAK DARI JUNG YUNHO, HAH? BUKANKAH KAU BILANG KAU MENCINTAIKU? BUKANKAH KAU BILANG AKAN SELALU BERSAMAKU?!” bentaknya dengan kilat kemarahan yang terlihat jelas dari sepasang mata sayunya yang ramah. “Jawab aku Kim Jaejoong! Kenapa kau menghianatiku?!”

Sosok cantik itu menggelengkan kepalanya perlahan, membiarkan kristal-kristal bening itu mengalir turun, membasahi bayi yang berada dalam dekapan hangatnya, bayinya. “Seberapa pun aku mencintaimu, Hyung… seberapa pun aku ingin terus bersamamu… aku tidak akan pernah bisa melakukan semua itu karena takdir sudah mengikatku. Kita tidak akan pernah bisa bersama.”

“Bohong! Omong kosong! Kalau kau ingin bersamaku dan benar-benar mencintaiku, harusnya kau berani melawan semua aturan itu! Harusnya kau menerima ajakanku saat aku ingin membawamu lari bersamaku ke dunia ini!”

“Dan mengorbankan keabadian yang dia milikki begitu saja? Jangan bodoh Jin Yihan!” sosok gagah itu sudah berdiri diantara Jaejoong dan Yihan, memamerkan sayap abu-abu indahnya. Mata setajam mata musang yang sedang berburu miliknya itu menyipit penuh benci pada pemuda yang masih terduduk di atas tanah, “Jaejoong lahir dari setengah jantungku. Jantung kami berdetak bersama-sama, jantung kami satu karena kami memang ditakdirkan untuk selalu bersama. Seberapa jauh pun dia pergi dan  berpaling dariku, dia akan tetap kembali padaku. Karena aku adalah pemilik jiwa raganya. Hari ini untuk terakhir kalinya aku mengijinkannya menemuimu, mengijinkanmu melihat putra kami, buah cinta kami agar kau sadar bahwa takdir semu yang kau dampakan itu hanyalah ilusimu belaka.”

“Kau terlalu sombong Jung Yunho! Kau dan semua omong kosongmu itu!” Yihan berdiri dengan angkuh dan congkak. Menarik pedang yang terselip pada ikat pinggang berwarna hijaunya, namun sebelum sempat mengayunkan pedang tajam itu Yihan dipaksa tunduk oleh sepasang mahluk bersayap lain yang entah datang dari mana karena tiba-tiba saja mereka sudah mencekal dan melumpuhkan Yihan.

“Harap kau sopan sedikit pada Yang Mulia Raja!” pemilik sayap putih kebiruan itu berujar dingin.

“Mahluk yang sudah meninggalkan dunia keabadian untuk ditukar dengan dunia fana sepertimu tidak pantas berkata kasar pada raja. Kau melakukan makar dan harus dihukum mati!” sosok yang lebih tinggi dengan sayap putih kemerahannya seperti nyala api itu berkata dengan nada ketus.

“Belum ada yang akan dihukum mati, Changmin…. Setidaknya biarkan dia merenungi dulu perbuatannya.” ucap Yunho, “Junsu….”

“Ya?” tiba-tiba muncul seorang lagi dengan sayap putih kehijauannya di samping Yunho.

“Bawa Jaejoong pergi dari sini!” perintah Yunho. Diliriknya sosok cantik yang sedang memeluk erat bayinya yang mulai menangis akibat terpaan gerimis yang semakin menderas. Wajah menawannya terlihat sangat sendu dan rengsa. Yunho tahu bahwa dirinya sudah egois dengan memaksa sosok indah itu untuk bersamanya, semua itu dilakukannya karena citanya pada pendampingnya itu terlalu besar hingga membuatnya membutakan mata dan menulikan telinga serta hati nuraninya sendiri. Ketidakbahagiaan belahan jiwanya sama besarnya dengan kehancuran hati yang diterimanya sendiri karena keegoisannya.

“Ye.” sahut Junsu yang langsung menghilang dan tiba-tiba muncul di hadapan Jaejoong, “Joongie, kau ratu sekarang. Mari kita kembali ke singgasanamu yang nyaman dan damai.” ajaknya.

“Joongie andwe!” jerit Yihan, “Jangan tinggalkan aku! Ku mohon padamu, Joongie!” tangis kepedihan keluar dari bibir bergetar pemuda itu.

Jaejoong menatap wajah Yihan dengan pandangan sendu, membiarkan air mata membanjiri wajah cantiknya sebelum berbalik memunggunginya. Mendekap erat bayinya dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya ia kibaskan untuk membuka pintu dimensi menuju dunia keabadian, tempat tinggalnya.

“Jongieeeeeee!” Teriak Yihan ketika melihat sosok yang sangat dicintainya menghilang dari pandangannya.

“Kau sudah memutuskan menanggalkan sayapmu untuk tinggal di dunia fana ini. Kau pun tidak akan bisa kembali lagi ke dunia keabadian.” ucap Yunho mengingatkan, “Renungilah nasib yang sudah kau pilih sendiri! Jangan pernah mendamba ratuku lagi karena Kim Jaejoong selamanya adalah milik Jung Yunho. Bahkan kalau pun kematian memisahkan kami, kami akan selalu dipertemukan lagi dalam keadaan yang berbeda karena kami tidak akan pernah berpisah walaupun maut sendiri yang memisahkan kami.” Yunho segera mengepakkan sayap keabu-abuan miliknya, membumbung tinggi diikuti Yoochun dan Changmin, membiarkan Yihan menangis merana seorang diri di safana yang sudah dihujani oleh badai.

“Kalian akan membayarnya! Itu sumpahku!” desisi Yihan dengan mata penuh dendam dan kebencian.

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

Hyunno terengah, keringat dingin membasahi tubuhnya. Pemuda itu merinding membayangkan bagian selanjutnya dari buku yang masih terbuka itu. Hyunno seperti linglung. Bila ayahnya bersikap seperti itu, bila ibunya tidak pernah mencintai ayahnya bagaimana caranya dirinya bisa lahir? Hyunno ngeri, takut dan goyah untuk membuka halaman selanjutnya dari buku yang berada di atas pangkuannya itu.

“Ibumu mencintaimu.” Junsu sudah berdiri di belakang sandaran kursi rotan yang Hyunno tempati, mengusap perlahan kepala dan bahu pemuda yang selama ini dibesarkannya penuh kasih sayang seperti anaknya sendiri. “Jangan ragukan itu.”

Ahjumma….”

Junsu biasanya akan mengamuk bila mendengar orang memanggilnya ahjuma. Walaupun posisinya sebagai ‘istri’ Yoochun tetapi setidaknya Junsu tetap seorang namja. Namun kali ini sepertinya Junsu sengaja membiarkan Hyunno lolos dari amukannya.

“Jangan melihat sesuatu dari luarnya, Hyunno…. Bukankan aku sudah mengingatkanmu berulang kali?” tanya Junsu yang hanya diangguki oleh Hyunno, “Minum teh mu. Aku baru saja menyeduhnya.” Junsu menunjuk secangkir teh yang masih mengepulkan asap tipis di atas meja di samping kursi yang Hyunno duduki. Entah kapan Junsu meletakkan cangkir teh itu di sana.

Ahjumma….”

Junsu tersenyum hangat, “Kebijaksanaan ada dalam dirimu, anakku…. Walaupun pergolakan itu bersemayam dalam hatimu namun aku tahu kau pasti bisa mengambil keputusan terbaik untuk menghadapi semuanya.”

❤ <<<<<❤ >>>>>❤

TBC

.

Cuma 2 shoot saja kok🙂

.

.

Thursday, December 11, 2014

7:32:51 AM

NaraYuuki

14 thoughts on “FairyLand I

  1. Yunjae kemana?
    Meninggal kah?
    Atau sudah bahagia,saling mencintai di kehidupan yang berbeda?
    Jae cinta ama yihan? Atau berpaling sama yunho?
    Kasihan hyunno pasti penasaran kan ?sama kaya saya🙂
    di tunggu lanjutan nya yuuki 🙂

  2. huaaaa ff fantasi lagi
    yunjae blum keluar???
    penasaran akut
    padahal cuma 2shoot tp knpa gantung gini chap awalnya
    hah aku menunggu lanjutannya
    semangat!!!!!!!!!!

  3. miss you yuukichan~ nemu nemu bogoshiposo chingu *hug*
    hahhhh…terkadang takdir memang menyakitkan tapi bukan berarti takdir itu salah, takdir itu tertulis demi kebaikan mahluknya jadi sesakit apapun takdir itu pasti yang terbaik.. yuukichan tolong sampaikan itu ke hyunoo ya, bilang dari unnie yang selalu merindukannya ^o^

  4. annyeong chingu.
    kim rae mi imnida.
    minta izin bca ffnya ya chingu..
    ceritanya bagus,menarik dan ga pasaran
    alurnya rapi.. ga sabar nunggu lanjutannya.

  5. wow wow. setau Rin ini gak d lempar k FFn ya ?
    ato emng Rin aja yg gk liat & teliti.
    okelah yg penting Rin udh RnR d sini. sipp deehhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s