Pembalasan Bidadari Hitam VII


Tittle                : Pembalasan Bidadari Hitam VII

Writer               : NaraYuuki

Betta Reader     : Hanabusa Hyeri

Genre               : Romance/ Family

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK and others (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan). Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story, Jung Hyunno  & OOC yang lain are mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

.

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

Pembalasan Bidadari Hitam

.

.

 “Jaejoongieeeeeeee!” yeoja berambut golden brown itu berlari menghampiri Jaejoong bahkan sebelum Jaejoong sempat keluar dari dalam mobil, “Aigoo yeoppo! Kau cantik sekali….” segera saja dicubitinya kedua pipi remaja yang masih duduk dibangku junior high school itu dengan gemas.

“Noonaaaaaaaaaaaa…. Pipi Joongie sakit!” keluh Jaejoong.

“Berhenti bersikap kekanakan, Sica! Biarkan bocah itu!” ucap Yunho yang dengan santainya berjalan meninggalkan Jaejoong yang masih dipeluk oleh Jessica.

“Dasar Ahjushi jelek menyebalkan!” Jaejoong menjulurkan lidahnya, sebelum mengerucutkan bibir merah merekahnya karena sebal pada Yunho yang terus menganggapnya bocah.

“Joongie ya, sudah lupakan! Beruang menyebalkan itu memang seperti itu! Kajja! Appa sudah menunggumu.” Jessica menarik lengan Jaejoong dan diajaknya masuk ke dalam rumah. Rumah keluarga Jung!

.

.

“Aku dengar dari ayahmu, kau menang juara lomba menyayi junior high school  tingkat nasional. Apa itu benar?” tanya Woo Sung. Matanya tidak berhenti menatap wajah menawan Jaejoong, wajah yang mengingatkannya pada seseorang.

Jaejoong mengangguk pelan sambil mengulum (mengemut) sendok ice creamnya, makanan yang paling disukainya sebagai pencuci mulut. “Mungkin telinga para juri sedikit bermasalah hingga Joongie dijadikan juaranya, padahal saingan Joongie pun punya kualitas suara yang bagus, Ahjushi.” Celoteh Jaejoong yang mendapatkan dengusan meremehkan dari Yunho.

Woo Sung tertawa, “Changmin, kau dengar itu? kalau sudah besar nanti kau harus punya prestasi sehebat Joongie hyung, ne!”

Bocah tampan berusia 6 tahun yang duduk di sebelah Jaejoong itu mengangguk pelan sambil terus memakan jatah ice creamnya yang nyaris habis.

“Tenang saja Minie, Hyung akan mengajarimu.” Ucap Jaejoong sambil mengusap pelan kepala Changmin.

“Mengajari merengek dan menangis maksudmu?” sindir Yunho.

“Diam kau Ahjushi!” balas Jaejoong yang menghadiahi sebuah pelototan untuk Yunho.

“Yah! Jung Yunho! Berhenti menggoda Joongieku!” omel Jessica.

Woo Sung tersenyum melihat tingkah serta interaksi antara Yunho dan Jaejoong, “Kalian berdua harus akur, karena kelak ketika Joongie sudah dewasa kalian akan dinikahkan. Sesuai harapan mendiang ibu kalian.”

“Appa?!” mata setajam musang Yunho membulat.

“Ahjushi?!” Jaejoong menjatuhkan sendok ice creamnya.

“Yeoobo?” Ahra yang sejak tadi diam menatap tidak percaya suaminya.

Jessica dan Changmin pun hanya menatap ayah mereka dengan tatapan bingung.

“Ada masalah dengan itu? Yunho akan menikah dengan Joongie begitu Joongie lulus SMA.” Ucap Woo Sung. “Aku tidak menerima bantahan karena Siwon pun sudah setuju dengan rencana ini.”

.

.

“Dia keras kepala seperti Yunho.” Komentar Jessica ketika akhirnya untuk pertama kalinya setelah 16 tahun berlalu dirinya bisa melihat Jaejoong kembali menginjakkan kaki di rumahnya, rumah  keluarga Jung. “Aku sedikit terkejut melihatnya tumbuh seperti sekarang, dia benar-benar mirip Yunho, mereka seperti duplikat yang sama-sama memiliki egois dan tidak mau kalah satu sama lain.”

“Sepertinya begitu….” Sahut Jaejoong pelan.

“Kau membesarkannya dengan baik, Joongie. Maafkan Yunho karena telah membuatmu menderita.” Jessica mengusap lengan Jaejoong pelan. “Aku sudah menelpon Junsu dan Yoochun, aku meminta mereka untuk tidak khawatir karena aku sendirilah nanti yang akan mengantarmu pulang.”

“Kami bisa pulang sendiri, Noona.” Ucap Jaejoong. Mata indahnya tidak bisa berpaling dari putranya yang dipaksa oleh Woo Sung atas bantuan Changmin untuk mengikuti kemauan kepala keluarga Jung yang menginginkan Hyunno selalu berada didekatnya.

“Mengertilah Joongie, Appa sudah sejak lama ingin memiliki cucu yang menjadi pelipur laranya.” Ucap Jessica, “Kau tahu usiaku tidak lagi muda, akan sangat berbahaya bila aku punya anak diusia seperti sekarang. Lagi pula aku tidak mau menikah dalam waktu dekat ini, semua pria yang mendekatiku hanya tertarik pada latar belakangku sebagai seorang Jung Jessica saja. Changmin… walaupun appa sangat menyayangi dan percaya padanya tapi Changmin hanyalah anak tiri dalam keluarga ini. Kalaupun dia punya anak, anaknya tidak akan mewarisi darah Jung. Jadi satu-satunya peneruss keluarga yang dimpikan oleh appa adalah Hyunno.”

“Aku tidak berencana memberikan putraku pada keluarga Jung, Noona.” Komentar Jaejoong.

“Tanpa kau berikan pun, appa sudah pasti akan menyerahkan semuanya pada Hyunno walaupun keponakanku itu menolak keras.” Jessica tersenyum pada Jaejoong lembut, “Sifat keras kepala dan egois keluarga Jung mungkin sudah turunan dari nenek moyang.”

“Jaejoongie….” Ahra berjalan menghampiri Jaejoong dan Jessica, “Sepertinya suamiku akan bicara sedikit lebih lama dengan Hyunno. Karena itu… Yunho menawarkan diri untuk menemanimu ngobrol.”

“Yunho? Aku yang akan menemani Joongie bukan Yunho!” ucap Jessica.

Ahra segera menarik paksa lengan Jessica yang sejah tadi menempel pada lengan Jaejoong, “Kau masih ada urusan denganku!” ucap Ahra sambil mendelik kesal pada anak tirinya itu, “Jaejoongie, kami permisi dulu!” Ahra segera menarik paksa Jessica menuju arah dalam, mengabaikan pekikan dan protesan yang Jessica lontarkan.

“Tua bangka menyebalkan itu mendapatkan mainan baru yang jauh lebih menyenangkan daripada saham-sahamnya.” Namja bermata setajam musang yang baru saja masuk ke dalam rumah itu berucap.

Jaejoong terlonjat kaget, matanya melirik namja yang kini sudah berdiri di sampingnya, membuat tubuhnya bergetar.

“Kau ingin tahu apa yang terjadi pada Yihan hyung kesayanganmu kan?” tanya Yunho yang sama sekali tidak ditanggapi oleh Jaejoong. “Ikut aku! Aku akan menceritakan semuanya padamu agar kebencianmu padaku sedikit berkurang.” Dicekalnya pergelangan tanga Jaejoong untuk kemudian menarik ibu Choi Hyunno itu menaiki tangga menuju lntai dua.

.

.

“Aku tidak mau menikah dengan Ahjushi.” Jaejoong berjalan hilir mudik sambil mengigiti ibu jari kanannya, melemparkan tatapan sebal dan marahnya pada namja yang sedang duduk di bibir ranjang.

“Choi Jaejoong! bisakah kau berhenti melakukan hal itu? Mataku sakit melihatmu bergerak kesana-kemari seperti setrika uap yang menyebalkan!”

“Aku menyukai Yihan hyung!” namja berparas cantik itu menggeleng kuat-kuat, “Aku ingin menikah dengan Yihan hyung saja daripada harus menikah dengan ahjushi menyebalkan sepertimu!”

Yunho menatap sebal namja yang masih memakai seragam SMPnya itu, berdiri dan berjalan menghampiri remaja itu untuk mencekal kedua lengannya kuat-kuat. “Dengarkan aku, Bocah! Namja brengsek itu hnaya ingin memanfaatkanmu saja Bocah! Kau harus tahu sebusuk apa Jin Yihan itu sebenarnya!”

“Jangan memanggilku seperti itu! Aku bukan bocah!” pekik Jaejoong, “Dan Yihan hyung adalah orang baik! Dasar ahjushi menyebalkan!”

“Sudah diam!” bentak Yunho tidak sabar, “Kau hanya akan membuatku tuli bila terus menyebut nama namja brengsek itu!”

“Hiks… hiks…. Hueeeeeeeeee…. Appa…. Ahjushi menyebalkan ini membentak Joongie…. Hueeeeeeee….”

“Aish! Yah! Berhenti menangis! Appamu tidak di sini! Dasar bocah menyebalkan!”

.

.

Jaejoong berdiri mematung di mulut pintu yang terbuka lebar, keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya yang gemetaran, kedua tangannya mengepal kuat-kuat, matanya menatap waspada namja yang sedang mencari sesuatu di dalam laci meja kerjanya.

“Kau tidak mau masuk? Aku tidak akan mengigitmu!” komentar Yunho yang masih sibuk mencari-cari sesuatu dari dalam laci, “Aku tidak akan melakukan hal yang menakutimu. Tapi bila kau ingin memberikan adik pada Hyunno, aku bersedia membuahimu!” ucapnya tanpa dosa.

“Dasar manusia rendah!” desis Jaejoong.

“Sejak dulu kau memang selalu memandang rendah padaku, kan? Berbeda sekali dengan caramu memandang namja brengsek itu!” komentar Yunho yang beranjak menuju lemari bukunya ketika benda yang dicarinya tidak ditemukan, “Dan ku rasa kau akan sangat menyesal sudah mengenal namja brengsek itu andaikan kau tahu siapa sebenarnya dia!”

“Aku tidak mau tahu! Aku tidak butuh diberitahu olehmu!” ucap Jaejoong yang berusaha menahan dirinya untuk tidak mencekik atau menikam namja yang berada satu ruangan dengannya itu.

“Sayang sekali karena aku tetap ingin memberitahumu walaupun kau tidak menginginkannya.” Ucap Yunho yang mulai membuka laci yang berada pada bagian paling bawah dari rak bukunya, “Kau sudah cukup dewasa sekarang, ada Yoochun dan Junsu pula yang mengawasimu jadi tidak akan apa-apa bila sekarang aku memberitahumu sebuah rahasia besar yang bahkan Siwon ahjushi, ayahmu sendiri tidak tahu mengenai hal ini.”

“Aku tidak butuh tahu apapun darimu!”

Mengabaikan ucapan Jaejoong, Yunho tersenyum puas begitu melihat apa yang dicarinya berhasil ditemukannya, “Akhirnya ketemu….”

.

.

Woo Sung menggenggam erat kedua tangan Hyunno, “Aku akan menceritakan sebuah rahasia besar keluarga Jung yang kami simpan rapat-rapat selama ini.” Ucapnya, “Ku harap kau akan mengerti dan mau memahami apa yang sebenarnya terjadi melalui cerita yang akan ku sampaikan ini. Yang lebih penting… ku harap kau tidak lagi membenci kami dan ayahmu….” sudut bibirnya yang berkeriput itu membentuk sebuah senyuman tulus.

Hyunno bingung, ingin mencari ibunya untuk memastikan keadaan ibunya baik-baik saja. Berada satu ruangan hanya dengan kakek Woo Sung dan namja jangkung yang diketahuinya bernama Jung Changmin itu membuat Hyunno sedikit tidak nyaman.

“Changmin… tunjukkan benda itu pada Hyunno!” pinta Woo Sung,

Ye.” Jawab Changmin yang berjalan ke sudut ruangan, membuka sebuah brankas dan mengeluarkan isinya dengan sangat hati-hati.

.

.

TBC

.

.

Lama ya? Lebih dari 1 bulan kan? Banyak yang terjadi pada Yuuki selama itu jadi tidak sempat mengurus semua hutang epep Yuuki. Mian.

Selamat membaca dan jaga kesehatan ya🙂

.

.

Monday, November 17, 2014

07:01:13 AM

NaraYuuki

19 thoughts on “Pembalasan Bidadari Hitam VII

  1. uhh sebenernya rahasia apa?
    berarti yunppa kejam bukan krn dia mau kejam iia, tp krn mau menyelamatkan jaema mgkn
    tp msh penasaran sm rahasia apa tentang yihan

  2. Hua..tbc y bkin geregetan…aduh dah deg2an ..sumpah..kaga nahan..deg2an…huah…
    Hiks hiks

    Penasaran tingkat dewa..kren dah nie ff…

    Aq bakal SABAR NUNGGU TERUSAN NI FF

    FIGHTING !!!

  3. Penasaran tingkat dewa lah saya,,,
    apa yunho melakukan semua hal yang jaejoong anggap kejam itu dengan tujuan menyelamatkan jaejoong ?
    Tapi apa ?
    Penasaran lah intinya,,
    lagi banyak orang sakit dan kena typus belakangan ini yak ,,
    jaga kesehatan juga yuuki

  4. yah…bersambung…
    sumpah gregetan ama tuh beruang atu ckckck…maen buahin aje cp yg mau coba dasar piongtae!#gigityun
    APAPUN YG TERJADI AKU NUNGGU TERUSAN FF NYA YA YUUKICHAN, FIGHTING!

  5. setelah lama ditunggu
    masih penasaran bgt apa yg yunho dan woosung akan tunjukan
    tbc datang di waktu tk tepat
    semua rahasia dan penyebab konflik belum terbuka
    masih menunggu
    yuuki jaga kesehatan juga
    FIGHTING!!!!!!!!!!!!!

  6. pnasaran apa yh mw ditnjukkin appa tntang yihan
    knpa appa msh aja ketus sma umma
    gmn umma mw suka ma dia.
    ada lgi rhasia kluarga jung yg bkin pnasaran

  7. apa ya yang ingin ditunjukin sama Hyuno…… dan kenapa Yunppa sampai tega memperkosa jaema..??
    penasaran……
    ff ini kapan di lanjutinnya thor ??? gak sabar lagi buat bacanya… hehehhehe😀😀

  8. huhuhu..
    yuuki pas bgt sih naro 3 huruf itu??
    benda apa itu yg mau ditunjukin sama woo sung ke hyunno??
    trs apa yg dr td dicari sama daddy bwt ditunjukin sama mommy juga??
    trs yoosu tu berpihak sama daddy ga sih??
    kan sejak awal kek’a yoochun benci gitu ke daddy ma kluarga jung yg lain..
    jadi penasaran sama lanjutan’a yuuki..
    tp apa daya, aq hanya bisa menunggu.. #gigitbibirryeowook

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s