Revenge VIII


Tittle               : Revenge VIII

Writer             : NaraYuuki

Betta Reader : Hanabusa Hyeri

Genre             : Romance/ Modern Fantasy/ dsb.

Rate                : M

Cast                : All member DBSK, Jin Yihan, Go Ahra (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:    : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning         : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut, TANPA EDIT.

.

.

.

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

R3

.

.

“Joongie tidak bahagia Umma menemani Joongie, hm?” yeoja itu mengusap wajah pucat putra bungsunya yang terlihat begitu murung dan kecewa. Ada perasaan sedih yang menyusup begitu melihat wajah sendu putra yang dikenalnya sangat ceria itu, bagaimanapun juga nalurinya sebagai seorang ibu membuatnya tidak bisa mengabaikan perubahan sikap putranya, “Joongie kenapa? Joongie marah pada Umma?” tanyanya sekali lagi.

Jaejoong yang sebelumnya menatap bulir hujan yang mengembun di jendela, menggulingkan tubuhnya hingga terlentang, menggunakan mutiara rusa betinanya yang indah lagi jernih itu untuk menatap wajah ibunya, perempuan yang sudah melahirkannya.

Baby….”

“Joongie senang Umma di sini bersama Joongie. Tetapi Joongie ingin bertemu dengan Beruang Besar Joongie. Sudah 3 hari Beruang menyebalkan itu tidak menemui Joongie.” Jaejoong tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Semenjak terakhir kali Yunho menjenguknya, sudah terhitung 3 hari lamanya pemuda yang memiliki mata setajam mata musang itu tidak menemuinya membuat Jaejoong merasa gundah.

“Anak Umma merindukan Beruang besarnya, eoh? Umma akan minta pada Chunie hyung untuk menelponnya agar Beruang besar Joongie datang menjenguk Joongie. Bagaimana?”

Jaejoong menggelengkan kepalanya pelan, “Mungkin Beruang Joongie sedang sibuk. Tidak apa-apa, Umma…. Joongie akan menunggunya.”

.

.

“Kau menginginkannya tetapi tidak mau menemuinya karena keberadaan perempuan itu disekitarnya kan Hyung?” tanya Changmin, “Aku tidak tega melihatmu gelisah seperti itu, Hyung. Temuilah dia! Aku tahu kau ingin menemuinya.”

Yunho membanting gelas yang masih berisi setengah cairan berwarna merah pekat yang beraroma khas itu sedikit kasar, “Mengetahui ibunya adalah perempuan brengsek itu, membuatku serasa berdiri diujung tebing kematian. Aku menginginkannya namun aku pun membenci aroma yang menguar dari tubuhnya.” Mata Yunho memerah, tatapannya penuh kebencian yang sarat (penuh) dendam, sepasang gigi taringnya yang tajam mencuat disela-sela bibir berbentuk hatinya.

“Kau tidak bisa menyingkirkan perempuan itu karena dia adalah ibu Park Jaejoong, kan?” tanya Changmin. Ditatapnya sang kakak yang terlihat sangat berang dan kesal itu dengan tatapan serius. “Hyung…. Menurutmu, bagaimana bila kita melakukan cuci darah? Darah yang ada dalam tubuh kita dikeluarkan kemudian kita masukkan darah manusia ke dalam tubuh kita dengan cara tranfusi darah bukan meminumnya. Aku sedang memikirkan kemungkinan ini.”

“Kau ingin menjadikanku kelinci percobaan lagi, Changmin?” tanya Yunho.

“Kalau Hyung tidak mau mencobanya Hyung bisa bertanya pada nenek sihir itu cara menghapus kutukan yang dia berikan.”

“Apa kau mau mati, Jung Changmin?”

Changmin tersenyum bodoh, “Sayangnya aku belum menemukan cara bagaimana membuatku bisa mati, Hyung.”

“Kapan kita mulai?!”

“Mulai apa?”

Yunho menatap tajam adiknya itu, mengepalkan tangannya ketika kesabarannya sudah diambang batas, “Percobaanmu itu!”

“Aku masih mencoba bernegosiasi dengan kenalanku untuk mendapatkan darah segar yang akan kita gunakan. Kita membutuhkan banyak darah kalau Hyung mau tahu.” Ucap Changmin, “Tapi Hyung….” diserahkannya sebuah berkas pada Yunho.

“Apa ini? Aku tidak tahu bila ada berkas yang harus ku tanda tangani.”

“Hasil laporan Park Jaejoong.” ucap Changmin, “Yaah aku mencuri dari lab rumah sakit saat suster membawa sample darahnya. Aku ingin memastikan sesuatu dan semuanya sudah jelas sekarang.”

Yunho segera menelusuri tulisan yang ada pada kertas itu, membacanya dengan teliti.

“Sebenarnya Park Jaejoong….”

.

.

“Sebenarnya aku juga merasa heran kenapa Junsu bisa mengenal Umma, mereka seperti teman lama yang sudah saling mengetahui pribadi masing-masing.” Komentar Yoochun ketika sedang menemani saudaranya jalan-jalan mengelilingi taman sekitar rumah sakit.

“Kita bisa istirahat atau kembali ke ruang rawatku bila kau merasa lelah Chunie.” Ucap Jaejoong.

“Tidak…. Aku ingin menemanimu, Joongie.” Jawab Yoochun didorongnya kursi roda yang saudaranya duduki menuju arah air mancur yang disekitarnya terdapat kolam ikan hias.

“Chunie….”

“Hm….”

“Sampai sekarang aku tidak tahu alasan kenapa Umma dan Appa bercerai.”

Yoochun berhenti melangkah sejenak sebelum melanjutkan mendorong kursi roda saudaranya, “Aku pun tidak tahu, Joongie.” Jawabnya jujur.

“Seingatku semuanya masih baik-baik saja sampai sekarang.”

“Mungkin Appa dan Umma punya masalah yang tidak kita ketahui.” Kometar Yoochun.

“Chunie, apakah Umma tidak menyukai Yunhoku?” tanya Jaejoong.

Eoh? Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu?” Yoochun bertanya balik.

Molla…. Tapi sepertinya Umma kurang menyukai Yunho karena setiap kali aku membicarakan Yunho Umma terlihat sedih dan marah.” Ucap Jaejoong.

“Kalian sama-sama namja, mungkin itu alasan Umma terlihat sedih dan marah.”

“Tapi saat SMP dulu Umma tidak marah ketika memergokimu mencium anak tetangga kita, bukankah dia juga seorang namja? Namja yang manis. Siapa namanya? Ryuhei?”

“Jangan ingatkan aku soal itu, Joongie!” pinta Yoochun.

Jaejoong mengulum senyum merekahnya, matanya menerawang jauh menatap awan berarak yang bergerak cepat di atas sana. Berapa lama lagi? Berapa lama lagi dirinya hidup? Berapa lama lagi dirinya bisa berada diantara orang-orang yang dicintainya? Berapa lama lagi dirinya bisa merasakan indahnya cinta remanjanya bersama Yunho, sang mahluk terkutuk.

.

.

“Siapa sebenarnya kau?” Yunho mengeratkan cengkeraman tangannya pada leher Junsu saat keduanya tidak sengaja bertemu di lobi rumah sakit, Yunho segera menyeret Junsu ke toilet terdekat untuk mendengar penjelasan yang ingin diketahuinya dari mulut namja bersuara unik itu.

“Kau ingin membunuhku? Jung Yunho?” tanya Junsu yang terus memukul-mukul lengan kaku Yunho.

“Kau sudah pasti mati sejak tadi, seandainya kau manusia…. Sayangnya kau bukan manusia!” taring Yunho mencuat, kuku-kuku tajam nan runcingnya menembuh kulit leher Junsu, membuat darah segar mengucur dari sana.

Junsu menyeringai, tersenyum mengejek melihat wajah penuh amarah dan kebencian yang tercetak jelas pada wajah tampan Yunho yang menurutnya sangat memuakkan.

“Jawab aku, brengsek!” bentak Yunho yang mulai kehilangan kesabarannya.

“Namaku Kim Junsu.” Ucap Junsu, “Tidakkah kau ingat sesuatu, hm?”

Perlahan-lahan bola mata Yunho yang sudah sepenuhnya berwarna merah darah itu melebar.

Junsu tersenyum, menyengkeram lengan Yunho kemudian menghempaskannya, membuat Yunho terhembas dan menabrang washtafel hingga remuk, membuat air dari pipa yang rusak itu mengucur keluar dengan derasnya, “Menjadi saudara tiri Kim Young Woong sangat memuakkan, karena itu aku menghasut Ahra noona untuk membunuh yeoja sialan itu! Kau tahu Jung Yunho? Saat kau dan semua orang-orang bodoh itu menangisi kematian Yong Woong, aku justru merasa sangat bahagia.”

Yunho tidak menggrubris celotehan Junsu, namja tampan bermata setajam musang itu tengah terbatuk dan memutahkan darah segar dari mulutnya akibat hempasan Junsu.

“Aku muak dianggap anak harap oleh masyarakat, aku muak berada dibawah bayang-bayang Young Woong! Dan aku sangat puas ketika Young Woong mati dengan cara seperti itu!” Junsu tertawa nyaring, tawa yang menyimpan kesedihan didalam suara uniknya, “Aku bisa menguasai semuanya, kasih sayang Appa, kekayaan Appa, kehormatan sebagai bangsawan Kim, semua yang aku inginkan berada ditanganku setelah Young Woong mati!”

Dak!

Pecahan washtafel menghantam kepala Junsu hingga benda malang itu hancur berkeping-keping, membuat darah segar mengalir dari kepala dan pelipis namja bersuara unik itu. Yunho sebagai pelaku pelemparan menatap sengit Junsu, otot-otot disekitar wajah dan lehernya mengeras, otot tangannya terlihat tegang akibat menahan ledakan amarah yang tiba-tiba saja menyergapnya.

“Dan aku meminta pada Ahra noona untuk menjadikanku abadi seperti kau dan adikmu, Changmin. Bukankan itu sangat menyenangkan? Aku bisa membaur dengan baik bahkan kau tidak menyadari keberadaanku disekitarmu….”

“Kau adalah mahluk yang menjinikkan Kim Junsu!” desis Yunho.

“Dan kau adalah mahluk paling menyedihkan Jung Yunho!” balas Junsu, “Jatuh cinta pada anak bekas kekasih yang sudah kau campakan! Menyedihkan!” ejek Junsu.

Hyung…. Sebaiknya kita pergi sebelum pihak keamanan rumah sakit menemukan kalian sudah merusah salah satu toilet berharga mereka.” Ucap Changmin yang sudah berdiri di mulut pintu sambil melipat kedua tangannya di perut. Matanya menatap tajam Junsu yang sedang menatap kakaknya.

Yunho beranjak, berjalan perlahan menuju Changmin.

“Jaejoong akan mati! Dia akan mati….” gumam Junsu.

“Persetan denganmu, Brengsek!” maki Yunho sebelum berjalan dengan bahas kuyup meninggalkan toilet.

Changmin mengamati Junsu untuk beberapa saat lamanya, “Kau… kau bahkan lebih menyedihkan daripada aku dan Yunho hyung!” ucapnya sebelum berjalan menusul Yunho.

.

.

Park Jaejoong, bercintalah denganku! Aku ingin kau menjadi milikku!”

Mutiara rusa betina yang legam lagi indah itu terbuka, menatap lampu neon yang tergantung tepat di atasnya, melirik ke arah sofa tempat ayah dan saudara kembarnya sedang beristirahat, melirik lengan kanannya yang digenggam oleh sang ibu yang juga tengah terlelap sambil menggenggam tangannya erat.

“Apa yang Umma sembunyikan dari kami….” gumamnya, ditatapnya wajah lelah yeoja yang sudah melahirkannya itu dengan mata nanar.

.

.

TBC

.

.

Thursday, November 13, 2014

8:32:42 AM

NaraYuuki

17 thoughts on “Revenge VIII

  1. Uh..junchan punya rahasia…kren
    .g nebak bakal gnie cerita y…skg tindakan yunho gmna??? Junchan gmna….haah..c ahra ko bisa punya anak…jae lg..hadeuh..d sni aq g bisa bnci ahra…

    D tunggu next y

  2. akhirnya lanjut juga… penasaran sama asal usul umma yg sebenernya.. sama masa lalu appa sama youngwoong jg…

    semangat yuuki, di tunggu next chap.

  3. HHHuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaa setelah sekian lama akhirnya Update juga
    Yuuki-chan kenapa lama?????
    bogoshipo!!!!

    aku masih bingung sama jalan cerita disini
    Junsu ternyata jahat
    sepertinya masih banyak rahasia yg belum terbuka
    makin penasaran!!!!
    aku menungguu

  4. Yuuki… Akhirnya update jg. Kejutan bgt buatku saat tahu ternyata Junchan jahat banget. Rasa iri hati Junchan benar benar mengerikan sampai tega membunuh lewat perantaraan orang lain. Jadi sebenarnya Ahra itu cuma jadi alat aja.
    Ditunggu lanjutannya.. Makin penasaran.

  5. huhhhh…junchan jumma mau dibuat jahat ye?baeklah..terkadang kejahatan bukan karena memang org itu jahara tetapi karena keadaan yg memaksanya untuk berbuat jahat…

  6. aq ga percaya junsu yg manis dan imut bisa sekejam itu bahkan berkomplot sama ahra..
    aigo, junsu, apa yg meracuni otakmu nak??😦
    gimana cara’a daddy tau kl junsu sekutu’a ahra??
    trs apa yg ngajak mommy bercinta itu daddy??
    lewat mimpikah??
    apa mommy bakal bisa ngilangin rasa permusuhan antara eomma’a dg beruang besar’a??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s