Revenge VII


Tittle               : Revenge VII

Writer             : NaraYuuki

Betta Reader : Hanabusa Hyeri

Genre             : Romance/ Modern Fantasy/ dsb.

Rate                : M

Cast                : All member DBSK, Jin Yihan, Go Ahra (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:    : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning         : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut, TANPA EDIT.

.

.

R2

.

.

 

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

.

.

.

“Membandingkan lukisan Kim Youngwoong dengan foto Park Jaejoong?” tanya Changmin, “Apa kau sudah sebegitu bingungnya Hyung? Apakah matamu sudah dibutakan oleh Jaejoong? Atau apakah hasrat yang kau punya kini sudah benar-benar hanya untuk Jaejoong?

Yunho meremas lukisan yeoja yang berada di tangan kirinya kuat-kuat. “Jaejoong dan Youngwoong sangat berbeda. Youngwoong adalah yeoja yang sangat dewasa dan hangat walaupun sedikit tertutup. Sedangkan Jaejoong… dia suka seenaknya, sedikit manja dan memaksa tetapi wajah cerianya itu membuatku…. Membuatku tidak bisa melepaskannya. Membuatku terus mengkhawatirkannya karena kecerobohannya.”

“Kau sudah benar-benar jatuh cinta pada Jaejoong, Hyung?”

Yunho tersenyum bodoh, meraih gelas berisi cairan merah yang akan membantunya mengurangi dahaganya walaupun kini rasanya sedikit aneh bila dibandingkan dengan menghisap cairan yang sama langsung dari leher Jaejoong. “Lima purnama lagi, Changmin. Aku beri kau waktu hingga lima purnama lagi. Bila kau tidak kunjung menemukan penawaran untuk kita, maka akan ku buat Jaejoong bagian dari kita entah kau setuju atau tidak.”

“Wah Hyung…. Kau terlalu menekanku kali ini.” Gerutu Changmin.

“Jaejoong punya batas waktu. Dan aku tidak mau menyia-nyiakan sedetik pun bila berkaitan dengannya.”

“Sebenarnya aku mencurigai sesuatu, Hyung.” Ucap Changmin sambil mengunyah mie ramennya, “Aku akan menyelidikinya sendiri.”

“Apa yang mau kau selidiki?”

“Darah Park Jaejoong.”

.

.

Umma?” lirih Jaejoong ketika melihat yeoja yang sudah melahirkannya itu tersenyum kepadanya.

“Joongie yeoppo sudah  bangun, eoh? Mau makan sesuatu?”

“Joongie namja, Umma.” bibir merah yang kini terlihat pucat itu merengut sebal. “Bukankah harusnya Umma datang minggu depan?”

“Ini sudah minggu depan. Joongie tidur terlalu lama.” Jemari itu mengusap wajah pucat Jaejoong perlahan. Ada duka yang tersirat dari sepasang bola mata coklatnya, “Jangan membuat Umma khawatir lagi, hm? Jantung Umma berhenti berdetak ketika Appamu menelpon Umma dan mengatakan bila Joongie masuk rumah sakit.”

Mianhae….” Jaejoong melirik jam dinding yang tepekur (diam), masih pukul sepuluh pagi rupanya.

Wae?”

“Joongie kangen Berung besar Joongie, Umma….”

“Beruang besar? Mau Umma minta orang mengambilkannya untuk Joongie?” dalam pikiran yeoja yang sudah melahirkan Jaejoong dan Yoochun itu, beruang besar adalah sebuah boneka biasa berukuran besar.

Jaejoong menggelengkan kepalanya pelan, “Beruang besar Joongie sedang sekolah sekarang, Umma.”

“Eh? Boneka beruang bisa sekolah?”

Bibir merah pucat Jaejoong melengkung, “Beruang besar Joongie adalah namja chingu Joongie, Umma.” ucap Jaejoong malu-malu.

Namja… chingu?!” ibu dua anak itu tidak bisa menutupi keterkejutannya, “Namja chingu?” tanyanya memastikan.

Mianhae Umma…. Tapi Yunie Bear sangat tampan dan menggemaskan!” ucap Jaejoong yang kemudian mengigit bibir bawahnya. Jaejoong kembali teringat mimpinya ketika dirinya berada di UKS sekolah. Mimpi yang membuat jantungnya terasa sangat nyeri dan sakit.

Aigoo! Arraso!”

“Berapa lama Umma akan tinggal?” tanya Jaejoong. perasaan sakit dan marah dari sisi lain dirinya keluar. Kekecewaan akibat perpisahan orang tuanya membuat hatinya terasa panas dan nyeri.

“Sedikit lebih lama karena ada urusan yang harus Umma selesaikan disini.” Dirapikannya anak-anak rambut Jaejoong yang mencuat keluar.

Umma tinggal dimana?”

“Sebuah apartemen sudah Umma sewa. Kalau Joongie sudah sembuh Joongie bisa mengunjungi Umma atau menginap untuk beberapa hari di tempat Umma.”

Jaejoong hanya tersenyum. Jaejoong ingin menerima tawaran itu, tapi bila dirinya menginap bagaimana dengan ayahnya? Ayahnya yang selalu tersenyum ceria dihadapannya dan Yoochun namun sangat kesepian itu tidak mungkin ditinggal sendirian. “Umma, Joongie mau apel.”

Arra… akan Umma kupaskan apel untukmu.”

.

.

“Ada apa?” tanya Yoochun ketika tiba-tiba saja Yunho berhenti melangkah, “Kau berubah pikiran dan tidak mau menjenguk Joongie?” matanya menatap Yunho tajam. Bukankah sejak tadi namja bermata musang itu yang terus merecoki dirinya karena ingin menjenguk kembarannya? Kenapa sekarang namja yang terkesan dingin itu tiba-tiba bersikap aneh begini?

Yunho menggelengkan kepalanya, untuk beberapa saat Yunho merasa pikirannya tidak fokus. Hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Kalau bisa aku akan menculiknya untuk diriku sendiri.” Yunho memasukkan kunci motornya ke dalam kantung celana seragamnya.

“Kau bisa dipenjara bila menculik anak orang! Dasar bodoh!” Yoochun kembali melanjutkan langkahnya, “Perasaanku saja atau tempat parkir ini sedikit lebih sumpek daripada kemarin?” gumamnya.

“Aku rela dipenjara asal bisa menjauhkan Boo Jaeku dari aroma yeoja brengsek itu!” gigi Yunho bergemeretak. “Aromanya semakin kuat dari hari kemarin.” Kedua tangannya mengepal menahan aliran kemarahan yang nyaris memenuhi seluruh tubuhnya.

“Kau ingin makan apa?” Yoochun menoleh pada Yunho tiba-tiba, “Aku belum sempat makan siang di sekolah tadi. Aku akan mampir ke kantin dulu sebelum ke ruang rawat Joongie. Mau ku belikan sesuatu?”

Yunho mengedipkan matanya sekali agar bola matanya tidak memerah. “Kopi. Belikan aku segelas kopi dingin.”

“Kau harus menggantinya nanti.” ucap Yoochun sebelum membelokkan langkah kakinya ke arah kiri tempat kantin rumah sakit berada.

“Sial! Aromanya memenuhi udara, membuatku sesak dan ingin mencabik-cabik daging busuk brengsek itu!” keluh Yunho yang terus melangkah maju menusuri bangsal menuju ruang rawat Jaejoongnya.

.

.

“Yunie?” Jaejoong tersenyum sumpringah ketika melihat namja yang sudah ditunggu-tunggunya berdiri di mulut pintu ruang perawatannya.

Boo, siapa yeoja itu?” tubuh Yunho mengejang ketika melihat tatapan tajam dari yeoja yang berdiri di samping ranjang rawat Jaejoong. Yunho mengepalkan tangannya kuat-kuat, taringnya perlahan-lahan mencuat dan matanya mulai memerah.

Jaejoong yang melihat perubahan namja chingunya menjadi sedikit panik. Jaejoong tidak mau ibunya tahu apa dan siapa sebenarnya namja yang sedang dikencaninya itu, “Yunie….” panggil Jaejoong, berharap suaranya bisa membuat kondisi Yunho yang menurutnya aneh itu sedikit membaik.

Ibu Jaejoong berjalan menghampiri Yunho dengan langkah anggun, pelan namun menyimpan sebuah bahaya yang mengancam. “Kau Jung Yunho? Aku sudah mendengar banyak tentangmu dari Joongieku.” Yeoja itu tersenyum angkuh. “Aku Go Ahra, ibu Joongie.”

Kemarahan Yunho semakin tidak terkendali ketika jemari yang dipoles kutek bermarna merah menyala itu terjulur padanya.

“Aku tidak menyangka kau bisa mengencani putraku.” Ahra masih tersenyum, mengabaikan aura membunuh yang menguar dari dalam tubuh Yunho, “Bukankah harusnya kau sudah tahu sejak awal siapa sebanarnya Park Jaejoong dari aroma tubuhnya yang selalu mengganggumu itu? Atau kau sudah dibutakan oleh hasratmu, huh?” bisik Ahra dengan nada penuh permusuhan.

“Yunie, Umma…. Apa yang kalian bicarakan? Kenapa berbisik-bisik seperti itu?” tanya Jaejoong. selang yang melilit sekujur tubuhnya menyusahkan Jaejoong ketika bergerak sehingga namja cantik itu hanya bisa tertidur di atas ranjang rawatnya sambil memperhatikan apa yang ibu dan namja chingunya sedang lakukan.

Umma hanya ingin mengundang ‘Beruang Besarmu’ untuk makan bersama, Baby.” Sahut Ahra dengan suara sedikit lantang agar Jaejoong bisa mendengarnya. “Tentu saja bila aku belum membunuhmu!”

Secepat kilat lengan kanan Yunho sudah mencengkeram kuat leher wanita yang sangat dibencinya, wanita yang entah kenapa bisa menjadi ibu dari namja chingu yang sangat berarti untuknya, “Kau yang akan mati!” desis Yunho.

Ahra tersenyum meremehkan. “Kau ingin membunuhku? Calon ibu mertuamu?” tanyanya. “Sebelum Joongie melihat apa yang sudah kau lakukan padaku lebih baik kau lepaskan aku! Kita berdua tahu kalau anakku yang sangat cantik itu tidak boleh dikejutkan oleh situasi seperti ini mengingat jantungnya tidak akan bisa menoleransi semua ini.”

Menarik napas dalam, Yunho kemudian melepaskan perlahan-lahan cengkeramannya pada leher Ahra dengan kaku dan penuh emosi. Yunho membiarkan kuku-kuku jarinya yang runcing dan tajam itu menggores leher yeoja yang sangat dibencinya itu, membiarkan kulit leher Ahra mengelupas dan berdarah.

“Ku kira kau akan tergoda oleh darahku.” Ejek Ahra.

“Darah kotor sepertimu hanya akan menjadi racun bagiku.” Balas Yunho. “Darah penyihir laknat yang sangat busuk.”

“Darah inilah yang mengalir dalam tubuh Jaejoongiemu.” Ahra mengingatkan.

Tangan Yunho mengepal hingga buku-buku jarinya memutih, “Boo, aku akan pulang sekarang.” Ucap Yunho.

“Eh? Wae?” tanya Jaejoong sedikit kecewa.

“Changmin mengirimiku sms, katanya dia tersrempet mobil saat akan pergi belanja.” Jawab Yunho, “Aku akan pulang untuk melihatnya. Kau tidak apa-apa kan bila ku tinggal? Aku akan datang kemari lagi begitu memastikan keadaan Changmin.”

Jaejoong merengut kesal, “Arra. Tapi janji harus ke sini begitu Changminie tidak apa-apa, ne.”

Ne.” Sahut Yunho yang langsung berbalik begitu saja.

“Hati-hati Yunho ya.” Ucap Ahra, “Baby….” Ahra menoleh menatap putranya yang memasang wajah bingungnya. Rambutnya yang tergerai panjang dirapikannya untuk menutupi bekas sayatan yang kuku Yunho tinggalkan.

“Umma… Umma sepertinya sudah kenal dengan Yunie. Aku benar kan?” tanya Jaejoong.

Ahra hanya tersenyum, “Umma hanya mencoba mengenal namja yang berhasil merebut hati uri Joongie.” Jawabnya.

.

.

“Jadi Park Jaejoong dan Park Yoochun adalah putra Go Ahra? Hyung serius?” tanya Changmin, dengan susah payah ditelannya kue mochi yang baru dimakannya. “Tapi Hyung…. Bagaimana bisa yeoja itu hidup selama ini? Dia masih manusia kan?”

“Dia penyihir! Dia menjadikan kita menjadi mahluk brengsek seperti ini, kemungkinan apa yang tidak bisa dilakukannya?” dengan marah Yunho memukul meja hingga meja yang terbuat dari kayu jati yang diimpor langsung dari Kalimantan itu patah menjadi 2 bagian.

“Memanipulasi semua hal.” Gumam Changmin, “Apakah dia juga memanipulasi Jaejoong?”

“Tidak! Kau lupa? Aku sudah menghisap darah Joongie. Ingatannya terbaca olehku. Joongie jujur, sama sekali tidak tersentuh oleh pengaruh perempuan itu! Hanya aroma yeoja itu yang tercium dari tubuh Joongie karena memang aroma itu berasal dari yeoja itu mengingat kenyataan brengsek bahwa dia adalah ibu Joongie.”

“Bagaimana bisa? Dia menikah dan melahirkan anak? Apa yang berada dalam pikirannya?” gumam Changmin, “Apa yang sedang dia rencanakan sebenarnya?”

“Aku harus membunuh perempuan itu!”

“Kau mau membunuh ibu dari namja chingumu sendiri, Hyung?”

“Akan ku lakukan. Walaupun terpaksa aku harus memanipulasi ingatan Joongie dan Yoochun.”

.

.

“Joongie kenapa?” tanya Yihan yang bingung melihat putra bungsunya tiba-tiba saja merajuk.

“Pasti karena namja bernama Jung Yunho itu belum datang menjenguknya sampai sekarang.” Jawab Ahra. Bibir ibu dua anak itu melengkungkan senyuman ketika melihat Yoochun dan Junsu berusaha menghibur Jaejoong. Senyum yang membuat siapa saja yang melihatnya harus memasang sikap waspada.

.

.

TBC

.

.

Sunday, September 28, 2014

11:41:45 AM

NaraYuuki

21 thoughts on “Revenge VII

  1. Oh my …crita y bener2 ta terbaca
    .shit ..ko bisa jae jd anak ahra…nah loh..bear otthe…gmna low dah gni…beh ntar c beruang gmna idupy….huah..critay bner2 mengejutkan..daebak yuuji chan…10jmpol ke atas untuk mu…huah..mkin penasran ma nie ff tr y gmn

  2. waaa pantesan jaema beraroma kyk ahra, lah org ibunya sendiri
    tp kenapa bisa mirip youngwoong?
    kira2 apa rencana ahra iia eon?
    pasti berhubungan sm yunjae juga
    ahra mau mengambil keuntungan krn yunppa terpikat sm jaema kah?

  3. astaga ternyata dalangnya go ahraa???
    huftt rasanya mau tak bunuh aja tu cewek (kenapa aku yg emosi?)
    hiss gak peduli dai itu ibunya jaejoong apa gak bunuh saja yunho
    aku mengijinkamu!!!!!!!
    hueeeee masih belum begitu ngeh??? sama jalan ceritanya
    lanjutkan yuuki aku menunggu mu!!!
    fighting!!!!!!!!!!!!

  4. Ya ampun ternyata dalangnya ibunya jajoong tah
    apa yang sebenernya ahra rencanain?
    Ya juga yak kenapa ahra bisa hidup selama itu? Bukan penyihir biasa dong dia?
    Tapi ahra sayang beneran ama jaejoong kan ,kan dia anaknya?
    Kenapa juga ahra mesti cerai?
    Ah yuuki update tan Mu selalu ku tunggu🙂
    fighting!

  5. Akhirnyaa.. update juga,, naraa.. aq dah nunggu2 lanjutannya..
    Tuhkaaan.. kcurigaan q bener, ternyata ahra dalangnya dan ternyata beneran ahra ibunya jaema.. OMG, g mungkin malaikat ky jaema punya emak iblis.. ohh nooo…
    yunnie bear jgn gegabah.. biarpun aq stuju banget buat habisin ahra, tapi kayanya jae sayang bingit ma emak iblisnya ntuh..
    Aduuuh makin gregetan ma lanjutannya.. naraa.. cepetan update lagi yaa.. (maksa) hehehehehehe

  6. Go ahra!!!!!
    Sudah ku kira!!!!
    Licik bgt devil satu itu!!!

    Jaema kasihan jdi putra ahra….
    Oh my…

    Yuuki dirimu berhasil membuat diri ku shock n kesel ndiri gara” ahra..
    Daebak yuuki….

  7. whatt??!! eonni bikin kejutan O.o
    aku gk nyangka eon kalo jaema anakny ara.. beneran anak kandung eon? trus appa ny spa?
    eughh..nenek sihir mulai muncul
    gmna ya reaksi jaema kalo tau ibuny jahat?
    agh.. makin penasaran eon..

  8. boleh kah aku berharap bahwa ahra melakukan semua itu untuk menebus rasa bersalahnya sama yunho hingga menjadikan anaknya pengganti yoongwong, bisakah? kg tega liat buah simalakama buat yunho

  9. satu pertanyaanku sama kek changmin..
    kenapa bisa ahra jadi eomma’a mommy??
    pantes aja pas mommy pertama kali ketemu daddy, daddy rada ga suka sama mommy, walau akhir’a daddy suka juga sih sama mommy..
    aq lega yg ngucapin keinginan pengen memanipulasi mommy ma yoochun tu daddy, bukan ahra,,
    seengga’a kl daddy yg manipulasi hasil’a ga akan bikin aq sedih..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s