Pembalasan Bidadari Hitam VI


Tittle                : Pembalasan Bidadari Hitam VI

Writer               : NaraYuuki

Betta Reader     : Hanabusa Hyeri

Genre               : Romance/ Family

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK and others (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan). Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story, Jung Hyunno  & OOC yang lain are mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

pEMBALASAN BIDADARI HITAM NARAYUUKI  SUPER sMALL

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

.

.

.

Mata setajam musang itu membulat ketika melihat sosok indah itu, sosok yang sedang berbicara dengan seorang pelayan. Bibir tipisnya menarik sebuah senyuman terpatri pada wajah tampannya, kaki-kaki jenjangnya segera melangkah menghampiri sosok itu dengan langkah-langkah lebarnya.

Andwe!” Hyunno panik, hendak mengejar Yunho namun lengannya dicekal oleh namja jangkung yang sejak awal diam membatu di sampingnya.

“Jung Yunho!” pekik Jessica yang juga ikut panik. Jessica memang berharap saudaranya itu bisa bicara dengan Jaejoong, tetapi bukan sekarang, bukan hari ini ketika semuanya terasa sempurna dirinya dan ayahnya.

.

.

“Choi Jaejoong!”

Jaejoong tersentak kaget ketika tiba-tiba lengannya ditarik dan tubuhnya dipeluk paksa. “Perasaan ini… kenapa begitu familiar?” gumamnya yang belum menyadari siapa yang tengah memeluknya kini.

.

.

Sosok menawan yang masih memakai seragam Junior High School salah satu sekolah paling elit diseluruh Korea Selatan itu berkacak pinggang di depan pintu gerbang sekolahnya, mengabaikan tatapan teman-teman satu sekolahnya yang menatap penasaran padanya maupun hanya berniat menggodanya. Perasaan kesal itu menyeruak ketika tahu ayahnya lagi-lagi ingkar janji, ayah yang sangat dicintai dan dibanggakannya itu tidak menjemputnya lagi hari ini padahal mereka sudah berjanji akan pergi ke kebun binatang melihat gajah bersama. Bibir merah namja yang Februari lalu berulang tahun yang ke-14 itu merengut kesal.

“Lalu kenapa harus Ahjushi yang menjemputku?” tanyanya dengan suara ketus.

“Berapa kali ku katakan padamu, Bocah? Panggil aku Hyung! Bukan Ahjushi! Aku masih berusia 24 tahun, Pabo.” bibir berbentuk hati itu menyeringai, “Tentunya kau tidak lupa kalau hari ini si tua bangka Woo Sung itu mengundangmu makan siang bersamanya?”

“Betapa sopannya kau, Ahjushi? Ckckckck… kau memanggil ayahmu sendiri seperti itu?”

Namja yang memakai setelan jas mahal itu mendengus kesal, membukakan pintu penumpang yang berada di samping kursi kemudi untuk remaja berwajah cantik yang menurutnya sangat menyebalkan dan terlalu cerewet untuk anak seusianya itu, “Masuk atau aku sendiri yang harus membopongmu seperti tuan putri!”

“Aku adalah pangeran!” bibir merah penuh itu merengut kesal namun tidak urung masuk dan mendudukkan dirinya di atas kursi empuk mobil mewah itu.

“Dalam mimpimu, Bocah!”

.

.

“Aku tidak mau menikah dengan Ahjushi!” bibir merah darah itu menjerit histeris.

“Aku pun tidak mau menikah denganmu, Bocah!” pemilik bibir berbentuk hati itu pun membentak marah.

“Hiks… lebih baik Joongie menikah dengan Yihan hyung saja daripada Ahjushi galak sepertimu.”

“Cih! Dasar bocah cengeng! Bocah manja!”

“Yihan hyung lebih baik darimu! Yihan hyung bahkan lebih tampan dan hebat darimu! Kau hanya Ahjushi bermata musang menyebalkan yang galak dan Hmpppp!”

Jemari kokoh itu membekap bibir merah darah yang melontar kata-kata protesan padanya, “Kau belum mengenal siapa sebenarnya Jin Yihan jadi simpan pujianmu untuk laki-laki brengsek itu!”

.

.

“Ahjushi mian! Joongie salah… jangan sakiti Joongie…. Hiks…. Hiks…. Appa…. Appa…. Ahjushi andwe! Jebbal andwe! Andweeeeeeee…!”

.

.

Tubuh Jaejoong mengejang kaku. Jantungnya berpacu sangat cepat, kepalanya mendadak pening dan keringat dingin mulai merembes membasahi kulitnya. Ingatan saat dirinya disetubuhi dengan kasar, saat dirinya mendapatkan pelecehan mengerikan itu hingga akhirnya Hyunno hidup di dalam rahimnya membuat air mata brengsek itu tiba-tiba mengalir membasahi wajah menawan Jaejoong. tubuh ibu dari Choi Hyunno itu mulai bergetar hebat. Ketakutan setelah melihat ingatan masa lalunya nyaris membuat kaki Jaejoong tidak lagi sanggup menopang berat tubuhnya sendiri.

“Ini kau… ini benar-benar kau….” racau Yunho.

Suara bisikan lembut lirih yang menyimpan kesedihan dan penyesalan didalamnya itu berbisik di dekat teinga Jaejoong, membuat namja cantik itu merinding sekaligus sesak ketika tubuhnya semakin erat dipeluk oleh orang yang mati-matian ditolak oleh otak dan ingatannya. Orang yang membuatnya hidup dalam kepahitan dan penderitaan selama bertahun-tahun. Orang yang ia benci dan sangat ingin ia singkirkan dari muka bumi ini andai Jaejoong bisa.

.

.

Mian Ahjushi, bisakah kau melepaskanku?” Hyunno menatap sengit namja jangkung yang mencekalnya. Bila tidak diajari etika dan sopan santun oleh ibunya, Hyunno pasti sudah menendang kaki, menendang perut atau melayangkan kepalan tinjunya ke wajah namja yang memasang wajah datarnya itu.

“Apa yang kau lakukan di sini, Changmin?” tanya Jessica.

“Menamani Yunho Hyung menghadiri pertemuan dengan relasi bisnisnya di sini beberapa saat yang lalu.” Jawab sang namja jangkung yang dipanggil Changmin oleh Jessica.

“Lepaskan dia Changmin!” perintah Woo Sung. “Bagaimanapun juga Hyunno tetaplah keponakanmu, anak dari Hyungmu. Kau tidak boleh menggunakan kekuatan fisikmu untuk menghadapinya.”

“Kalau aku melepaskannya Hyunno akan menganggu reuni antara Yunho hyung dan Jaejoongie Hyung.” Ucap Changmin yang masih belum mengendurkan cekalannya pada Hyunno.

Hyunno mendelik menatap namja Jangkung yang diketahuinya bernama Changmin itu. Dari caranya memanggil ibunya sepertinya namja itu cukup mengenal baik ibunya.

“Jangan kasar seperti itu Changmin!” Jessica yang sudah berdiri didekat Changmin dan Hyunno memukul lengan Changmin kuat-kuat, “Lihat yang kau perbuat! Kau membuat kulit Hyunno memerah.” Jessica menunjuk pergelangan tangan Hyunno yang terdapat bekas memerah akibat cengkeraman tangan Changmin.

Hyunno mendengus kesal, keluarga Jung benar-benar keluarga super menyebalkan yang harus dihindari. Sepenuh hati Hyunno menginjak kaki Changmin dengan harapan itu dapat melukainya sehingga dirinya bisa melepaskan diri dan berlari menyelamatkan ibunya. Tetapi Changmin tidak bergeming di tempatnya. Memang wajahnya sempat meringis sakit sesaat tetapi ekspresinya kembali datar dan dingin. Bukan mengendur tetapi cekalannya justru mengerat membuat Hyunno semakin meringis kesakitan.

“Anak kecil harus bersikap selayaknya anak kecil, manis dan tidak usah mencampuri urusan orang dewasa!” gumam Changmin. “Kau tidak tahu apa-apa, bahkan Jaejoongie hyung pun tidak tahu apa-apa.”

“Lepaskan Hyunno, Changmin!” Woo Sung kembali bersuara, “Biar Hyunno menghentikan kegilaan Yunho!”

Appa?!” bukan hanya Jessica yang menatap tidak percaya pada Woo Sung. Changmin pun melakukan hal yang sama.

“Yunho memang berlidah tajam seperti hiu dan liar seperti beruang, tetapi bila menyangkut Jaejoong… kalian ingat bukan bila sebenarna Jaejoong adalah kelemahan Yunho?” tanya Woo Sung.

Cekalan Changmin pada Hyunno mengendur sehingga remaja berusia 16 tahun itu segera melepaskan diri dari Changmin dan bergegas berlari menghampiri ibu dan ayahnya –walaupun Hyunno enggan memanggilnya ayah.

.

.

Mata hitam legam itu membulat, kaget namun menyimpan kemarahan dan keputusasaan didalamnya. Jaejoong meronta-ronta tanpa suara, mencoba lepas dari pelukan orang yang sepertinya sudah sangat dikenalinya, orang yang kalau bisa ingin selalu dihindarinya. Walaupun kedengarannya sangat pengecut tetapi Jaejoong benar-benar memilih menghindar seandainya memiliki kesempatan.

“Ini kau… ini kau…. Kau sangat nyata. Ini kau….”

Sret!

Dengan kasar Hyunno merengkuh ibunya dari pelukan Yunho, “Jangan sentuh Ummaku!” mata setajam musang kecil miliknya menatap penuh marah dan dengki pada sosok yang sedikit lebih tinggi darinya itu. Kemarahan memenuhi rongga dadanya seirama tarikan napas yang diambilnya. “Jangan pernah menyentuh Ummaku lagi! Jangan pernah!”

Yunho mengamati bagaimana posesifnya Hyunno memeluk Jaejoong. Bibir berbentuk hatinya tertarik membuat sudut-sudut pada wajahnya, sebuah senyuman. Senyuman sangat tulus yang pernah diberikannya pada orang lain. “Tidak baik mengganggu ayah dan ibumu yang sedang reuni, Jung Hyunno! Jadilah anak baik dan kembalilah kesisi harabojie, ahjumma dan ahjushimu selama aku dan ibumu bicara!”

“Jangan memanggilku dengan nama menjijikkan seperti itu!” bentak Hyunno.

“Begitukah caramu berbicara pada ayahmu, huh? Apa ibumu kurang mendidikmu dengan baik?” tanya Yunho, “Kalau begitu tinggallah bersama Appamu ini. Aku akan mengajarimu bagaimana bersikap selayaknya anak pada ayahnya.”

Buku-buku jari Hyunno memutih akibat kepalan tangannya sendiri. Ucapan Yunho barusan benar-benar menyinggung perasaannya. “Kau….” Hyunno ingat bagaimana sikap namja serupa dirinya itu pada kakek Woo Sung pada pertemuan pertama mereka, bagaimana bisa Yunho berani-berani mengatakan hal semacam itu padanya bila Yunho sendiri berperilaku tidak sopan pada ayahnya?

“Hyunno! Kita pulang!” ajak Jaejoong, mencegah putranya melakukan tindakan yang kurang pantas, memukul Yunho contohnya. Dicengkeramnya kuat-kuat lengan kanan anaknya, mencegah putranya itu kehilangan kendali dan kewarasannya. Bagaimanapun juga Jaejoong mengingat jelas darimana anaknya mendapatkan sifat seperti itu.

Mata itu melengkung indah seperti bulan sabit ketika bibir berbentuk hatinya menyunggingkan senyuman, “Kau mau pulang?” tanya Yunho tenang, “Tidak ingin mendengar cerita tenang Jin Yihan yang kau puja itu dulu sebelum pergi?” Yunho menyeringai ketika melihat gesture tubuh Jaejoong yang menegang dan sedikit gemetar.

“Umma…?”

“Kau mau mendengarnya kan Boo?”

.

.

TBC

.

.

.

.

Friday, September 26, 2014

9:20:46 AM

NaraYuuki

21 thoughts on “Pembalasan Bidadari Hitam VI

  1. horeeeee! akhirnya ada flashback walau cuma sedikit. moga next chap ada penjelasan lengkapnya. yunjae memang sudah dijodohkan dari awal. yihan ya? hmmmm… selalu jadi orang ketiga antara yunjae.

    dan ada minnie juga! berarti adik terkecil dari yun& jessica ya. kan dia panggil jae hyung.

    hyunno kasar banget, tapi bisa dimengerti dan dipahami.

  2. huaaahuuaaa mau saya mau mendengar cerita tentang jin yihan #siapasaya??
    kog rasanya hyunno disini itu seperti cinta bgt sama ummany yaw???
    maksudnya cinta dalam bentuk kekasih bukan ke ibu hehehe apa perasaanku aja yaw sangking posesifnya dia melebihi yunho
    ternyata changmin adiknya yunho
    huaaaaa makin penasaran sama ni ff
    menunggu!!!!!!!!

  3. huaaahuuaaa mau saya mau mendengar cerita tentang jin yihan #siapasaya??
    kog rasanya hyunno disini itu seperti cinta bgt sama ummany yaw???
    maksudnya cinta dalam bentuk kekasih bukan ke ibu hehehe apa perasaanku aja yaw sangking posesifnya dia melebihi yunho
    ternyata changmin adiknya yunho
    huaaaaa makin penasaran sama ni ff
    menunggu!!!!!!!!

  4. hyaaaa~ eonni~ akhirny lanjut juga .. miss you ^^
    jd crta ny jaema d.jodohkan ya? atau d.paksa sma yunpa?
    trus yihan spa ny jaema? ahh~ tambah penasaran eon

  5. Apa yihan cinta pertamanya umma ?terus ada apa dengan yihan? Ternyata changmin adiknya appa juga yak
    penasaran sama masa lalu nya mereka dah, sampe bikin umma, chun,junsu pada salah paham

  6. nungguin yunjae moment.🙂
    q suka banget ff ini, kamu bisa ngbuat alurnya serasa semanis coklat walau ada pahit sih d dalamnya,,
    dan yg paling penting ini cerita ngbikin penasaran🙂
    keep writing ya :3

  7. akhirnya kau kembali yuukichan#elapingus
    kemana saja slama ini emm?? kau membuatku merana hiks…
    udah dulu yah aku baca dulu, annyeong~~~

  8. jadi ada apa dg jin yihan??
    kl dr flashback’a sih hubungan keluarga choi dg jung baik2 aja di awal,,
    jadi kenapa mreka sampe berselisih kek skrg??
    seperti’a dugaanku soal kesalahpahaman antara mommy n daddy beneran dech,,
    huwaaa changminnie, aq padamu lah, kau kek’a tau sesuatu ya.. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s