Revenge VI


Tittle               : Revenge VI

Writer             : NaraYuuki

Betta Reader : Hyeri

Genre             : Romance/ Modern Fantasy/ dsb.

Rate                : M

Cast                : All member DBSK, Jin Yihan, Go Ahra (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:    : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning         : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut, TANPA EDIT.

.

.

.

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

R2

.

.

Jaejoong tertegun, bagunan megah di hadapannya ini terlihat seperti rumah bangsawan kuno, mengingatkannya pada rumahnya di Jepang semasa kecil dulu ketika orang tuanya belum bercerai dan ibunya belum meninggalkannya ke Amerika demi mengejar kariernya. Jaejoong mengerutkan keningnya ketika melihat orang-orang lewat berlalu-lalang di sekelilingnya dengan pakaian tradisional yang biasanya dilihatnya pada drama-drama televisi bertemakan kerajaan.

“Ini dimana?” gumamnya bingung.

Sekelabatan (bergerak dengan cepat) Jaejoong melihat sosok Yunho dengan stelan pakaian berwarna biru langit berjalan memasuki salah satu pintu di sisi kanan bangunan rumah itu. Jaejoong berlari menuju arah pintu tempat Yunho menghilang, mengabaikan keluhan dari orang-orang yang ditabraknya. Bahkan Jaejoong tidak memedulikan seorang yeoja yang ditabraknya, sama sekali tidak berniat menolong yeoja itu untuk sekedar bangun walaupun Jaejoong sudah membuat yeoja itu menumpahkan semangkuk sup gingseng merah ke tanah.

Memastikan berdiri di depan pintu yang sama dengan pintu yang dimasuki oleh Yunho beberapa menit yang lalu, Jaejoong perlahan-lahan menggeser pintu itu, memasukinya dengan ragu.

“Yunho… Jung Yunho?” panggilnya.

Sebuah kamar. Itu yang Jaejoong lihat. Matanya menatap gorden bermarna merah darah yang tergantung di mulut jendela, membuat cahaya matahari senja mengintip malu-malu memasuki ruangan  yang cukup remang-remang itu.

Suara erangan menyentak Jaejoong, membuat namja cantik itu menoleh menatap satu-satunya ranjang di dalam kamar itu, mutiara rusa betinanya membulat sempurna melihat pemandangan yang tersuguh di balik kelambu tipis yang mengkungkung ranjang.

Di sana…. Di atas ranjang sana….

.

.

“Jung Yunho!” Jaejoong berteriak histeris, air mata mengalir dari sepasang mutiara rusa betinamya yang terbelalak lebar, napasnya memburu cepat.

“Kau mimpi buruk? Kenapa menangis?” Yunho yang masih berbaring sambil memeluk Jaejoong itu mengusap air mata yang membasahi pipi Jaejoong menggunakan punggung tangan kirinya.

Jaejoong melihat sekeliling, UKS sekolah! Itu berarti dirinya hanya bermimpi. Yunho ada di sampingnya, tengah memeluk dirinya. bahkan Changmin pun sedang berada di UKS memakan makanan dari kotak bekal yang tadi pagi disiapkannya dengan sangat lahap. Benar-benar mimpi? “Siapa yeoja itu?” tanya Jaejoong, ditatapnya Yunho lekat-lekat dengan mata nanarnya.

Yeoja yang mana?” tanya Yunho.

Yeoja yang….” lidah Jaejoong terasa kelu. Matanya terasa sangat panas dan perih ketika teringat sesuatu yang dianggapnya mimpi namun terasa sangat nyata itu. Jaejoong menggigit bibir bawahnya kuat-kuat agar isakan yang mulai meronta ingin keluar itu tidak terdengar oleh Yunho. Tubuhnya bergetar hebat, sekuat tenaga Jaejoong mendorong tubuh Yunho agar menjauhi dirinya.

Boo?” Yunho mengerutkan keningnya, Yunho tidak bisa membaca pikiran Jaejoong sehingga dirinya tidak tahu apa yang namja cantiknya itu pikirkan sekarang.

Menahan nyeri yang tiba-tiba menyerang dada kirinya, Jaejoong bangun dari posisi tidurnya. Meskipun sedikit sempoyongan tetapi namja cantik itu memilih posisi berdiri, sebelum menarik napas dalam-dalam.

Boo?” tanya Yunho sekali lagi.

“Youngwoong… Youngwoong….” gumam Jaejoong seperti olang linglung.

“Uhuk! Youngwoong?” tanya Changmin.

“Kenapa dengan Youngwoong, Boo?” tanya Yunho.

“Siapa Youngwoong? Siapa yeoja itu? Kenapa kau tidur dengannya?!” tanya Jaejoong histeris. “Kenapa?” perlahan-lahan air mata itu mengalir lagi dari sepasang matanya yang terlihat agak sembab. Jaejoong tidak suka ini. Meskipun hubungan mereka diawali oleh kejadian konyol nan menggelikan tetapi Jaejoong tidak pernah menganggap hubungannya dengan Yunho main-main, tidak pernah!

Hyung?” Changmin menatap was-was kakaknya yang mulai beranjak dari ranjang dan melompat ke hadapan Jaejoong dengan gerakan gesit dan akurat.

“Youngwoong?” tanya Yunho.

Yeoja yang sangat mirip denganku, ani! Aku bahkan sempat berpikir Youngwoong adalah aku dalam wujud perempuan karena kami sama, maksudku semuanya, wajah, hidung, mata, kulit, tanda lahir, letak tahi lalat, semuanya sama kecuali jenis kelamin kami yang berbeda.” Ucap Jaejoong terbata. Jaejoong sangat bingung sekarang, tetapi penyebab bingungnya apa ia sendiri pun tidak tahu.

“Kim Youngwoong, istriku. Wanita yang ku cintai. Wanita yang mati terbunuh oleh wanita yang pernah ku cintai sebelumnya.” Jawab Yunho.

Jaejoong merasakan kepalanya tiba-tiba terasa sangat pening mendengarkan jawaban yang Yunho berikan. Namja cantik itu nyaris ambruk jikalau Yunho tidak memeluk pinggangnya erat. Perlahan-lahan tubuh lengser ke bawah dan terduduk di atas lantai UKS yang terasa sangat dingin.

“Aku menjadi mahluk mengerikan seperti ini sejak 500 tahun yang lalu, Boo. Pada saat itu pernikahan sering dilakukan pada saat usia sangat dini, pada kasus pernikahan keluarga istana bahkan lebih parah lagi. Aku menikah dengan Youngwoong atas paksaan orang tuaku pada awalnya ketika aku berusia 18 tahun. Awalnya aku memang tidak mencintainya tetapi perlahan-lahan cinta itu tumbuh dihatiku untuknya.” Yunho menjelaskan, “Tetapi mantan yeoja chinguku sebelum aku menikahi Youngwoong merasa terhianati olehku. Dia melakukan sesuatu yang buruk pada Youngwoong….”

“Apa yang yeoja itu lakukan pada Youngwoong?” tanya Jaejoong.

“Dia menusuk perut sebelah kanan Youngwoong.” Jawab Yunho.

Sepasang mutiara rusa betina Jaejoong bergerak gelisah.

“Kenapa tiba-tiba kau bertanya soal Youngwoong, Boo? Aku bahkan tidak pernah menyebut namanya. Darimana kau tahu soal…”

“Aku melihatnya.” Jaejoong menatap wajah Yunho masih dengan tatapan nanar.

“Melihat?” Yunho mengerutkan alisnya.

“Aku tidak tahu. Yang aku tahu aku berdiri di depan sebuah rumah keluarga bangsawan yang sangat besar, kau masuk ke dalam sebuah pintu, aku mengikutimu. Ternyata yang kau masuki adalah sebuah kamar. Dikamar itu aku melihatmu dan Youngwoong tengah….” Jaejoong terdiam sesaat. “Jangan paksa aku untuk megatakannya!”

Yunho mengerti sekarang, “Sedikit mnegejutkan kau memimpikan masa laluku, Boo.” Dipeluknya tubuh Jaejoong erat-erat walaupun wajahnya menunjukkan tengah memikirkan dan menyimpulkan banyak kemungkinan kenapa tiba-tiba Jaejoong memimpikan hal seperti itu. “Bangunlah! Seosengnim sedang berjalan kemari, seosengnim akan panik bila melihatmu terduduk di lantai seperti ini.” Merasa Jaejoong tidak mendengar omongannya, Yunho membopong tubuh Jaejoong untuk dibaringkan lagi ke atas tempat tidur.

“Dia sedikit syock ku rasa.” Changmin berkomentar setelah menghabiskan bekal yang seharusnya menjadi jatah Yunho dan Jaejooong.

Yunho mengusap wajah pucat Jaejoong perlahan, “Semua itu hanya masa laluku, Boo. Terlepas dari seberapa pun miripnya kau dan Youngwoong dimataku kalian berbeda. Aku melihatmu sebagai Park Jaejoong bukan sebagai pengganti Youngwoong, jadi jangan risaukan apapun yang bisa mengganggu kesehatanmu. Aku milikmu dan tidak akan ada yang akan mengambilku darimu. Aku bersumpah!” digenggamnya jemari Jaejoong yang terasa dingin.

“Nah, ku rasa aku harus pergi sebelum ketahuan makan di UKS.” Changmin membuka jendela kaca dekat ranjang Jaejoong, tangan kirinya memeluk erat kotak bekal milik Jaejoong, “Hyung… Jangan membuatnya syock lebih dari ini.” Pesannya sebelum melompat keluar dari jendela.

.

.

Yoochun menatap jengah kelakuan saudaranya yang enggan melepaskan cengkeramannya pada baju seragam Yunho. Terlebih wajah Jaejoong terlihat seperti orang ling-lung, sangat pucat dan terus berkeringat dingin seolah-olah saudaranya itu baru saja melihat penampakan hantu –kalau benar hantu memang ada, karena sejak kecil Jaejoong memang sedikit pengecut jika menyangkut film horor atau sejenisnya.

“Kau apakan dia?” tanya Yoochun dengan wajah galaknya. Yoochun tidak berharap ketika dirinya menjemput Jaejoong di UKS usai pulang sekolah melihat saudaranya itu bersikap aneh seperti sekarang yang seolah-olah menderita paranoid akut.

“Dia mimpi buruk tadi.” Ucap Yunho, “Kurasa dia hanya sedikit syock karena mimpi itu.”

“Mimpi?” Yoochun mengerutkan keningnya, mimpi seperti apa yang membuat saudaranya yang terkadang sangat cerewet itu terlihat seperti mayat hidup, sangat pucat dan kaku.

“Dia melihatku bersama perempuan lain dimimpinya.”

Yah! Sudah ku katakan untuk tidak menyakiti perasaannya, kan?” mata Yoochun mulai berkilat marah.

“Dalam mimpinya, aku tidak bisa melarangnya memimpikan hal semacam itu.” Yunho menatap datar Yoochun, “Aku sudah mengatakan padanya bahwa aku adalah miliknya dan tidak akan ada yang akan mengambilku darinya, tetapi sepertinya itu tidak cukup untuknya hingga dia tidak mau melepasku.” Yunho melirik jemari pucat Jaejoong yang mencengkeram kuat baju seragamnya hingga kisut.

Yoochun tidak berkomentar, dilangkahkannya kakinya menghampiri saudaranya untuk kemudian merangkul bahu Jaejoong erat, “Kajja pulang!” ajaknya.

Jaejoong bergeming (tidak bergerak/ diam saja) dan semakin mengeratkan cengkeramannya pada baju Yunho.

“Joongie?” Yoochun berusaha membujuk saudaranya.

“Biar aku….” ucap Yunho yang menarik tubuh Jaejoong yang semula berada di pojok samping kanan belakangnya kini tepat berdiri di hadapannya, “Boo, aku akan mengantarmu pulang sampai ke rumah. Jadi bisakah kau melepaskan cengkeramanmu, hm?”

Penuh keraguan mata seindah mutiara rusa betina itu menatap lekat-lekat mata kecoklatan setajam musang milik Yunho walaupun tatapan itu terlihat tidak fokus.

“Kau boleh memasungku nanti, tetapi lebih baik kita pulang dulu….” diusapnya wajah pucat Jaejoong yang terasa sangat dingin.

Jaejoong mengangguk pelan, perlahan-lahan melepaskan cengkeramannya pada baju Yunho, meninggalkan jejak kusut di atas permukaannya. Mundur satu langkah ke belakang, Jaejoong sempoyongan, kepalanya terasa berputar-putar sebelum semuanya terlihat gelap dan memudar. Samar Jaejoong mendengar suara pekikan Yunho dan Yoochun menyebut namanya dengan intonasi panik.

.

.

Tubuh itu hanya berdiri kaku di sudut ruangan namun matanya tidak melepas fokusnya ketika yeoja itu mengusap wajah pucat Jaejoong yang tengah tertidur –atau pingsan? Dilihatnya kuku-kuku panjang berwarna merah menyala nan mengkilap itu bersinar akibat pantulan sinar lampu yang mengantung di atas langit-langit yang pucat.

“Jung Yunho pasti tengah kebingungan sekarang. Bagaimana bisa Jaejoong melihat masa lalunya melalui mimpi….” bibir yang dipoles lipstik merah itu bergumam.

“Akan sangat aneh bila dia tidak bingung.” Setalah diam kaku di sudut ruangan, namja bersuara unik itu membuka mulutnya.

“Aku memanipulasinya dengan baik, bukan? Pembalasan ini akan terasa sangat manis bila aku bisa menghancurkan Jung Yunho perlahan-lahan hingga dia akan memohon kematiannya sendiri….”

.

.

Yunho berhenti di mulut pintu, matanya memandang marah namun belum berubah kemerahan ketika menyadari aroma asing yang mengancam memenuhi ruang rawat Jaejoong. Setelah insiden pingsannya Jaejoong di UKS 3 hari yang lalu, namja cantiknya itu memang dirawat inap di rumah sakit dan sampai sekarang belum pernah membuka matanya sekali pun walaupun keadannya sudah mulai stabil. Mata waspada Yunho bisa melihat Yoochun yang terlelap di atas sofa dengan wajah kelelahan serta Park Jihan –ayah Yoochun dan Jaejoong yang sedang bicara dengan seorang suster di samping ranjang rawat Jaejoongnya.

“Yunho, kau datang?” namja dewasa dengan mata yang sayu dan gurat lelah yang membaur denga kesedihan itu tersenyum pasi pada Yunho. Walau sibuk dengan pekerjaannya tetapi Jihan tahu bila sekarang putra cantiknya memang tengah dekat dengan teman sekelasnya yang bernama Jung Yunho.

“Joongie akan marah bila aku tidak menjenguknya, Ahjushi.” Jawab Yunho. Sedikit ragu Yunho melangkah masuk.

“Dia akan senang bila melihatmu saat dia bangun nanti.” komentar Yihan, “Jagalah dia sebentar. Sepertinya dokter ingin bicara padaku secara serius soal kondisi Joongie.” Yihan tersenyum dan berjalan pelan mengikuti suster yang sudah terlebih dahulu pergi meninggalkan ruang rawat Jaejoong.

“Aroma perempuan jahat itu tercium sangat kuat.” Gumam Yunho sebelum berjalan menghampiri Jaejoong cepat-cepat, mencium punggung tangan pucat yang tidak diinfus serta bibir merah yang kini terlihat sedikit pucat itu perlahan, “Boo, aku datang… bangunlah agar aku bisa melihat mata indahmu….” bisiknya.

Melihat Jaejoong seperti ini membuat Yunho ingin segera mengigit dan mengubah jantung Jaejoong menjadi batu agar namja cantiknya tidak menderita dan kesakitan seperti ini. Andaikan Yunho bisa karena Changmin selalu memperingatkan dan mengingatkan bahwa jika Yunho akan melakukan hal itu pada Jaejoong, Changmin sendiri yang akan mengentikannya.

“Aku rela kehillangan apa saja karena aku sudah pernah kehilangan semuanya. Tetapi aku tidak mau kehilanganmu, Boo…. Tidak mau!” bisik Yunho terdengar parau penuh keputusasaan.

.

.

TBC

.

.

Diotak Yuuki FF ini akhirnya Sad lho. Ottoke?😀

.

.

Thoughts on “Revenge V”

Diennha: Ottoke?😀

Azkhana: Ane ga tahu, Mak😀 Ssabar Mak :3

lee huang ziol : Masing-masing punya ketakutan ne🙂

Rani: Belum tertebak ya?😀

Areah Bii : Baca ulang saja Tante❤ Bogoshipo  :’(

Nina: Ayo tebak😀

T3Jj kim : Sejujurnya Yuuki nyaris mendatangi psikiater😥 Well, semuanya akan teruangkap pelan-pelan.

Ratnaezleeem : Nugu?

Dewifebrianayasmin: Nugu?

Meybi : Akan Yuuki jelaskan pelan-pelan. Sabar saja.

Mybabywonkyu: Cieeeeeeee yang udah punya WP #toeltoelTante, Makan-makan nyok Tan #seretKulkas😀 Rahasia 😉

Echasefry: Pan Gajah kalau ngamuk juga serem😀 Hohohohoo… Coba tebak😉

Yuuqy: Ini sudah datang😀

Karin Cassiopeia : Nado Chagy #jitak😀

Zhemee: Ne🙂

Yuuruuki: Nugu? #bingung

Rahmadina : Ayo ditebak lagi😀 hehehehe….. Fighting!

Nadia: Kagak mungkin ane😀 Ayo ditebak lagi.

Anyjae: Itu bukan salah nulis kok, cuma hurufnya yang kurang satu biji😀 Hohohohoho…. Yang benar “Berpikir” bukan “Berfiir”😀 Gomawo sudah mengingatkan.

Kim Hyewon: Judulnya memang hiatus tapi Yuuki tetap nulis walau satu kalimat seharinya. Hehehehe…. Cuma yang post tulisan Yuuki bukan Yuuki, Yuuki dibantuin Eli😀 Hohohoho…. Badai pasti berlaluuuuuuuuuuuuuu #uhuk😀

Reanelisabeth: Jangan penasaran, bahaya😀

Yulkorita: Gwaechana Chagy😀 Gomawo ne sudah baca.

.

.

.

Wednesday, September 10, 2014

8:18:41 AM

NaraYuuki

23 thoughts on “Revenge VI

  1. endingnya terserah yuuki yg penting jangan gantung
    kenapa aku masih bingung yaw #garukgarukkepalabelakangsambilnyengir

    yah saya mau menunggu dengan manis saja
    yuuki jjang!!!!!!!!!!

  2. Eeehhh…. sad ending…. NO…. NO… NO…. semua cerita YunJae harus berakhir dengan happy ending bagaimanapun sedih ceritanya akhirnya harus bahagia… please Yuuki… jangan dibuat sedih… pleaseeee 😟😟😟

  3. namja bersuara unik. suie kah?
    jaema beneran bukan renkarnasi youngwoong kah eon?
    itu ahra apa youngwoong?
    tp klo namja beruara unik itu suie, masak suie sm ahra
    gg mgkn bgt hahaha

  4. Sad buat siapa Yuuki? Kalo buat ahra sich, biar aja jadi sad. Asal bukan jaejoong aja yg tertimpa sad ending #jahatmodeon🙂
    Waa ternyata ahra bergerak cepat.
    Rasa penasaran yg berlebihlah yg membuatku slalu jadi stalker WP nya yuuki…

  5. umma di apain sma ahra ???
    kok bsa ngimpiin msa lalu appa
    ooo trnyta ahra tu mantan appa yg terabaikan to
    gk bsa nrima kenytaan
    bukannya dlu dia dah bls dendam sma youngwoong trus dah bkin appa jd kya gtu
    knpa skrng mw jhatin umma

  6. Jadi itu mantan yeoja chingu nya yunho? Ahra~
    sad ending yak ;(
    masih berharap yuuki berubah pikiran jadi happy ending:)
    meskipun sangat sibuk yuuki masih sempet” in update ff bagaimanapun cara nya
    Makasih banyak ya yuuki ^_^

  7. Bayangin ekspresi muka’y jongie yg megangin baju yumie biki melting..
    Jongie g sadar 3 hari?? Knp? Sakitnya makin parah?? D fic ini jongie g mati kn?? Jagan donk naraa.. kasian yunie bear..
    Cewe itu ahra y??
    Anyway.. salan kenal ya nara..
    Aq suka bgt fic2 naraa n jd pembaca setia fic2’y tapi slm ini g post review coz aq g mudeng make Wp

  8. yuuki..kmrn wpnya dipassword ya..?? aq g bs buka.heheee..
    sad asalkan happy ending gpp deh.
    mianhe,aq sdh baca revenge sebelumnya..tp br koment di chap ini..

  9. Umma kenapa tuh eonni. Ga lagi di tahan kan jiwanya. Makin penasaran siapa sih yg dendam banget sama appa?
    Apa ahra masih hidup ky appa dan changmin?
    Ga ketebak penjahatnya😀
    Eonni sad endingnya yoosu aja yg dipisah jgn yunjae ya eonni.
    Makasih udh update lagi eonni.
    Yuuki eonni yg sehat ya semoga lancar kerjaannya. Amin 😄

  10. waa~ knp jaema bsa mimpi’in masa lalu ny yunpa? jaema reinkarnasiny youngwoong kh?
    sad? huwee~ jangan pisahkan yunjae eon*puppy eyes*
    tp kalo sad ny adegan haru biru(?) gk pp eon, tp jgn buat yunjae terpisah ya eon hehe

  11. Mwo?? Itu yeoja siapa eoh?? Bau-baunya maw ngerusak umpa ._.
    Dari masa lalu appa kah?? Hmmm… ato jangan-jangan yeoja yang bunuh youngwong?? ‘-‘)a
    Eonni…. lanjut, bikin penasaran nih :3
    And moga-moga umma jae ga nambah parah :)))
    Hwaiting!!!

  12. omo, tu yeoja ahra bukan sih??
    koq dy masih idup aja??
    dy beneran penyihir??
    trs sapa namja dg suara unik tu??
    junsu kah??
    siapa yg jadi eomma’a mommy dsn??
    jgn sampe tu yeoja jahat manfaatin mommy bwt ngancurin daddy..
    semoga daddy ga salah paham nnti’a..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s