Pembalasan Bidadari Hitam V


Tittle                : Pembalasan Bidadari Hitam V

Writer               : NaraYuuki

Betta Reader     : Hyeri

Genre               : Romance/ Family

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK and others (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan). Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story, Jung Hyunno  & OOC yang lain are mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

.

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

pEMBALASAN BIDADARI HITAM NARAYUUKI  SUPER sMALL

.

.

Ini sangat membosankan, benar-benar membosankan. Bagaimana bisa mereka menyia-nyiakan waktuku yang sangat berharga demi obrolan yang membosankan dan tidak ada sangkut pautnya dengan tugas?!” gerutu Hyunno dalam hati. Ingin mengumpat dan melayangkan sumpah serapah namun bila Ummanya tahu dirinya melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu bisa dipastikan Hyunno akan menyesal seumur hidupnya, “Demi Umma aku harus bersikap selayaknya remaja seusiaku. Andaikan Umma tahu orang-orang yang berada di hadapanku ini sangat membosankan dan hanya mimikirkan urusan cinta monyet menjijikkan tanpa memikirkan masa depan mereka!”

Yah Choi Hyunno! Kenapa kau melamun dari tadi, huh? Katakan sesuatu?!” seorang namja berambut cepak yang terlihat seperti akan Wamil (wajib militer) bernama Kwon Huan itu menegur Hyunno.

“Aku tidak melamun. Aku hanya mengamati dan mendengar apa yang sedang kalian bicarakan.” Jawab Hyunno, “Dan karena menurutku apa yang kalian bicarakan terdengar sangat membosankan, aku memilih diam.” Lanjutnya.

Aigoo! Daebbak!” Kim Hyeri, yeoja manis berambut sebahu agak ikal itu menatap tidak percaya pada Hyunno. “Membicarakan bagaimana menyenangkannya kerja sambilan ditempat yang sama dengan orang yang kau taksir, pergi ke taman bermain bersama teman-teman sebayamu terdengar membosankan untukmu? Luar biasa!”

“Aku tidak pernah merasakan bagaimana rasanya bekerja sambilan atau pergi ke taman bermain bersama teman sebayaku.” Ucapan Hyunno itu membuat ke-4 teman anggota kelompoknya –kelompok tugas salah satu mata kuliah yang diambil Hyunno menatap tidak percaya padanya.

“Kau serius?” tanya Huan.

“Ku rasa dia serius.” Gumam Hwang Senna, yeoja berkulit sedikit kecoklatan yang duduk di samping Hyeri.

“Anak ini sungguh luar biasa aneh!” komentar penuh kekaguman namun juga mengandung sedikit sindiran dilontarkan oleh Jun Maru, namja berkaca mata berambut ikal yang berada tepat di samping Hyunno.

“Kalau begitu bagaimana kalau akhir minggu ini kita pergi ke karoke bersama-sama?” usul Hyeri.

“Setuju!” jawab Huan dan Senna penuh semangat.

Maru hanya mengangguk pelan sambil melirik Hyunno.

Mwo? Karoke? Benar-benar sangat membuang waktuku yang berharga!” gerutu Hyunno dalam hati.

.

.

Hyunno hanya bisa mengerucutkan bibir merahnya kesal ketika menceritakan kembali rencana konyol teman sekelompoknya –menurutnya kepada sang ibu saat keduanya sedang belanja bahan makanan di super market.

“Kalau hanya ingin karoke bisa dilakukan di rumah, kan? Aish! Mereka benar-benar membuatku kesal. Aku belum menyetujui keinginan mereka tetapi mereka sudah memutuskan semuanya tanpa mendengar pendapatku dulu. Sangat mengesalkan!” gerutu Hyunno yang dengan lihainya mengambil beberapa bungkus dark coklat dari etalase yang dilewatinya.

“Tidak ada ruginya kau pergi.” Ucap Jaejoong yang berjalan membelok ke kiri menuju deretan etalase tepung dan bumbu instan.

“Tapi Umma….” susah payah Hyunno membelokkan troli yang nyaris penuh itu mengikuti langkah ibunya.

“Kau butuh hiburan dan suasana baru.” Jaejoong mengambil satu bungkus tepung roti berukuran 500 gr, mengamatinya sebelum kembali berujar, “Siapa tahu kau bisa mendapatkan seorang yeoja chingu nanti.” Jaejoong tersenyum pada Hyunno dan memasukkan satu bungkus tepung roti ke dalam troli sebelum kembali berjalan.

Umma adalah yeoja chinguku. Aku tidak butuh yang lain.” Sahut Hyunno.

Umma seorang namja.” Jaejoong menimpali, “Ada saatnya kau harus memikirkan kesenanganmu sendiri. Yeoja chingu, jalan-jalan dan kencan adalah salah satu contohnya.” Jaejoong tersenyum melihat wajah sebal putranya.

“Joongie ya….”

Baik Jaejoong maupun Hyunno menoleh ke arah sumber suara, di sana, di dekat rak etalase bahan makanan setengah jadi sudah berdiri seorang yeoja berambut pirang, yeoja itu tersenyum sumpringah dan berlari-lari kecil menghampiri Jaejoong dan Hyunno.

Ahjumma itu… mau apa dia?” mata setajam musang milik Hyunno menyipit, kewaspadaannya meningkat. Siapa tahu ahjumma itu berniat mencelakai Umma dan dirinya.

“Joongie ya!”

Hyunno tersentak kaget ketika ahjumma yang diketahuinya sebagai saudara kembar ayahnya –ayah biologisnya itu menerjang ibunya dan memeluk ibunya erat.

“Joongie ya! Ini benar-benar kau? Benar-benar Joongieku yang manis dan menggemaskan? Bogoshipo Joongie ya! Jeongmal bogoshipo….”

Noona?” Jaejoong nyaris terjatuh ketika pelukan yang didapatnya dari Jung Jessica itu mengerat, membuatnya sesak.

Aigoo! Mianhae…. Aku terlalu senang bisa bertemu denganmu sehingga aku jadi berlebihan seperti ini.”  Yeoja berambut pirang itu mengusap sudut-sudut matanya yang berair, “Lihat dirimu! Pipimu semakin tirus dan pucat.”  Diusapnya kedua sisi wajah Jaejoong perlahan.

Aku tidak suka ini! Ahjumma itu terlihat seperti mengenal Umma dengan baik.” Tanpa menyuarakan isi hatinya Hyunno hanya mengamati interasksi antara Jung Jessica yang bisa disebut bibinya sendiri dengan Ummanya. Ada perasaan tidak suka ketika melihat semua itu langsung di depan matanya sendiri seperti ini.

“Ada yang ingin bertemu denganmu, Joongie….” Jessica mengenggam jemari tangan kanan Jaejoong kuat-kuat, “Dia sangat menghawatirkan keadaanmu dan cucunya. Maukah kau menemuinya sebentar? Dia sedang menunggu di mobil sekarang, aku tidak sengaja melihat Hyunno saat sedang mencari tisu dan antiseptik tadi, ku pikir kau pasti bersamanya karena itu aku membuntuti kalian dan ternyata kau memang benar-benar bersama uri Hyunno! Kebetulan yang sangat menyenangkan!”

Hyunno mendengus sebal, “Uri Hyunno katanya?” gerutunya pelan.

“Kami sedang belanja kebutuhan bulanan kami, Noona.”

Hyunno menyeringai, terlihat sangat familiar dengan seseorang ketika mendengar ibunya sedang berusaha menolak keinginan Ahjumma pirang menyebalkan itu.

“Kalau begitu akan ku tunggu sampai kau selesai belanja. Dia sudah menunggumu selama hampir 17 tahun lamanya, menunggu beberapa jam tidak akan masalah untuknya ku rasa.” Jessica masih berusaha membujuk Jaejoong.

Hyunno bisa melihat ibunya melirik ke arahnya sesaat.

“Bagaimana bila kita bertemu untuk makan malam nanti di Neoselphifa cafe pukul 7 malam?” Jaejoong mengusulkan.

“Ide yang bagus. Aku pastikan kami tidak akan terlambat.” Ucap Jessica kegirangan.

Noona…. Jangan mengajak orang itu, jebbal!”

“Aku tentu tidak akan membiarkan Jung pabo itu merusak segalanya. Tenang saja ne.” Jessica tersenyum, mengecup pipi Jaejoong sekilas sebelum berjalan ke arah Hyunno, mengusap kepala remaja jangkung nan tampan itu perlahan, “Aku harus mencari tisu. Lanjutkan belanja kalian.” Ucapnya yang langsung berjalan pergi tanpa mengatakan apa-apa lagi.

Umma, siapa yang dimaksud ‘dia’ oleh Ahjumma tadi?” tanya Hyunno.

“Jung Woo Sung.”

Hyunno terdiam sesaat, Jung Woo Sung? Namja yang pernah ditemuinya bersama Yoochun ahjushi dulu? Namja yang diketahuinya sebagai ayah dari ayah biologisnya, kakeknya? Tunggu! Kenapa ibunya mau bertemu dengan kepala keuarga Jung?

Umma….”

“Tidak semua keluarga Jung jahat Hyunno ya….”

“Tetap saja dia seorang Jung!” gerutu Hyunno.

Jaejoong hanya tersenyum sekadarnya, melanjutkan acara belanjanya yang sempat tertunda karena kedatangan Jessica tadi. Walaupun enggan mengakui tetapi Jaejoong sangat tahu bahwa separuh darah yang mengalir dalam tubuh putranya berasal dari garis keturunan keluarga Jung, keluarga yang ingin dihindarinya andai dirinya bisa.

.

.

Jeda dari waktu Hyunno dan Jaejoong selesai belanja sampai jam dinding menunjukkan sebentar lagi mendekati waktu makan malam dengan Jessica terasa sangat cepat seolah-olah hanya satu kedipan mata saja. Hyunno yang sejak awal enggan ikut merengek pada ibunya untuk tetap tinggal di rumah. Untuk apa bertemu dengan kakek berwajah sangar dan ahjumma super cerewet itu? lebih baik Hyunno di rumah mengerjakan tugas kampusnya atau sekedar bermain game.

“Lalu siapa yang akan menemani Umma, hm? Yoochun ahjushi sedang ke Busan mengurus pengangkatan manager dan baru pulang lusa, Junsu Ahjumma juga sedang mengurus pamerannya besok sehingga kemungkinan tidak akan pulang malam ini. Apa kau mau Umma pergi sendirian?” tanya Jaejoong.

Hyunno merinding ngeri membayangkan ibunya pergi keluar malam-malam sendirian. Bagaimana bila ibunya jatuh? Bagaimana kalau ada yang merampok ibunya? Bagaimana kalau ada yang hendak menculik ibunya untuk ingin dijadikan istri karena tergoda wajah cantik ibunya?

Andwe!” jerit Hyunno histeris, “Aku akan ikut Umma. Tunggu sebentar! Aku ganti baju dulu!” Hyunno segera melempar majalah bisnis yang sedang dibacanya dan berlari menaiki tangga. Sumpah demi kakeknya yang sudah damai di alam baka sana, Hyunno tidak akan rela melihat ibunya terluka lagi.

.

.

“Umma, bidadari itu apa?” balita berusia empat tahun yang sangat gempal dan tampan itu mendongak menatap wajah ibunya yang tengah memangkunya.

“Bidadari adalah putri yang sangat cantik yang tinggal di istana yang berada di khayangan, Chagy.”

“Khayangan itu dimana Umma?”

Jemari lentik sang ibu meraih lengan kanannya yang gemuk untuk diangakat, membimbing jari telunjuknya yang pendek menunjuk atap.

“Di atas sana….”

“Di atas atap?” tanyanya polos.

“Di atas langit.” Sang ibu tersenyum.

“Langit? Kenapa jauh sekali?” gerutunya pelan.

.

.

Hyunno tersenyum ketika tiba-tiba teringat kenangan saat dirinya masih kecil dulu, ketika yang dilihatnya hanya langit, lautan, kapal-kapal nelayan dan ratusan burung camar, “Aku punya satu bidadari yang tiada duanya, bahkan dikhayangan sana pun tidak ada.” Ditatapnya sang ibu yang sedang berbicara dengan pelayan. Mata setajam musangnya menyipit tajam ketika seorang yeoja yang sedang mendorong kursi roda yang diduduki oleh seorang kakek yang memiliki mata sama seperti dirinya berjalan pelan menuju tempatnya berada. Hyunno menelan ludahnya susah payah, entah dirinya bisa mengendalikan emosinya atau tidak mengingat semua anggota keluarga Jung terlihat sama bersalahnya dimata Hyunno.

.

.

“Hyunno yaHarabojie senang kau ikut acara ini.” Jung Woo Sung tertawa sumpringah membuat kerutan dimatanya semakin bertambah banyak.

Aigoo! Keponakanku semakin tampan saja setiap detiknya.” Kali ini Jessica yang berkomentar.

Hyunno mendengus pelan, “Aku bukan cucu dan keponakanmu! Jadi jangan bicara seperti itu padaku!” tentu saja Hyunno tidak menyuarakan kekesalannya, Hyunno sudah diajari etika dengan baik oleh ibunya.

“Mana Jaejoongie?” tanya Jessica yang membantu Woo Sung berpindah dari kursi roda menuju kursi restoran.

Umma?” tanya Hyunno, “Masih memesan makanan sepertinya.” Jawabnya.

Jessica mengangguk kecil lantas mendudukkan dirinya sendiri di samping ayahnya, “Bukankah sangat mirip dengan Jung Yunho menyebalkan itu Appa?”

“Tentu saja. Matanya benar-benar menegaskan dia seorang Jung. Hidungnya juga.” Komentar Woo Sung, “Tapi kulit dan bibirnya lebih seperti Joongie. Ah, bola matanya juga berwarna hitam legam seperti Joongie walaupun kelopak matanya setajam anak nakal itu!”

Hyunno terdiam, mengepalkan tangannya di bawah meja. Hyunno tahu bila sekarang Jessica dan Jung Woo Sung sedang mengamati dirinya, membandingkannya dengan orang itu! Orang yang berjasa atas kelahirannya namun menorehkan luka tidak termaafkan pada ibunya.

“Kalian sedang apa di sini?”

Suara bass itu menyentak Hyunno, membuat matanya membulat tidak percaya, perlahan-lahan Hyunno menoleh dan mendongak menatap siapa yang menghasilkan suara menyebalkan namun terasa sedikit menakutkan itu. Tubuhnya bergetar ketika sepasang mata kecoklatan setajam musang itu ikut menatapnya penuh selidik.

“Tidak! Demi apapun kenapa harus orang ini?!” jerit Hyunno dalam hati dengan tubuh sedikit gemetar. Hyunno tidak akan setakut ini bila menghadapi orang yang kini berdiri disisi kursinya sendirian, masalahnya ibunya juga berada di sini, di dalam restoran ini. Terlalu syock dengan kemunculan namja serupa dirinya itu membuat Hyunno tidak menyadari bahwa di belakang namja serupa dirinya itu berdiri namja lain yang sangat jangkung dan terlihat sedikit kurus.

Yah Jung Yunho! Apa yang kau lakukan di sini, huh?” tanya Jessica yang terlihat tidak suka atas kehadiran tidak terduga saudaranya itu.

“Tentu saja bekerja. Aku baru selesai bertemu dengan relasi bisnisku. Kenapa?” Jung Yunho, namja dewasa itu menjawab tanpa mengalihkan tatapan matanya dari remaja yang sangat mirip dirinya, remaja yang sejak dulu –sejak ia bayi ingin dipeluk dan diciumnya namun tidak bisa dilakukannya bahkan ketika remaja itu sudah sebesar sekarang.

“Kau sering kemari?” tanya Jessica was-was.

“Aku selalu kemari ketika membahas urusan bisnis diluar jam kantor. Cafe ini punya kenangan istimewa untukku. Ada seseorang yang sangat menyukai ice cream vanilla di….” seperti tersadar oleh sesuatu, Yunho segera mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru cafe.

“Semoga dia tidak melihat Umma…. Semoga dia tidak melihat Umma!” rapal Hyunno dalam hati yang tidak bisa menutupi ketakutan dan rasa gugup dari wajahnya.

Mata setajam musang itu membulat ketika melihat sosok indah itu, sosok yang sedang berbicara dengan seorang pelayan. Bibir tipisnya menarik sebuah senyuman terpatri pada wajah tampannya, kaki-kaki jenjangnya segera melangkah menghampiri sosok itu dengan langkah-langkah lebarnya.

Andwe!” Hyunno panik, hendak mengejar Yunho namun lengannya dicekal oleh namja jangkung yang sejak awal diam membatu di sampingnya.

“Jung Yunho!” pekik Jessica yang juga ikut panik. Jessica memang berharap saudaranya itu bisa bicara dengan Jaejoong, tetapi bukan sekarang, bukan hari ini ketika semuanya terasa sempurna dirinya dan ayahnya.

.

.

“Choi Jaejoong!”

Jaejoong tersentak kaget ketika tiba-tiba lengannya ditarik dan tubuhnya dipeluk paksa. “Perasaan ini… kenapa begitu familiar?” gumamnya yang belum menyadari siapa yang tengah memeluknya kini.

.

.

TBC

.

.

Lama ya? Gaje ya? Hueeee😥 Mianhae. Yuuki sudah berusaha semampu Yuuki. Maafkan kalau ada kekurangan ne🙂 Yuuki nyolong waktu buat post jadi harap maklum kalau banyak Miss Ty ya😀 V

.

.

Thoughts on “Pembalasan Bidadari Hitam IV”

MyBaby WonKyu : Ini muncul Tan😀

Leach : Thank you🙂

diennha : Sama, Yuuki juga ga sabar Unno menghancurkan Appa #dicekekAppa😀 V

Kim Hyewon : Apakah dari pihak Umma? Atau Appa? Kita tunggu saja nyok😀

yuuruuki : Molla😀

miss cho : Appa tahu apa? #bingung

reanelisabeth : Yuuki juga #dudukanteng

dewifebrianayasmin : Ntar Yuuki buatkan Flash Backnya #ga janji tapi #nyengir😀

nina : Suasanya biar beda😀 V

azkhana : Mak, masa hari merdeka lupa ==”

Ratnaezleeem : Wae? Sedih?

zhemee : 17 Agustus kemarin? Yuuki ga ikut lomba apa-apa #karena tepar😀 hehehehe…. Nyok tunggu sama-sama.

lee huang ziol : Gomawo🙂

Rani : Ini lanjut,

ayumi : Yuuki sudah menyebutkan di chap depan (lupa chap berapa) kalau umur Umma & Appa beda 10 tahun kan? Tunggu saja ne😀

Rinatya12kmsyjs : Kayaknya yang post chap kemarin Eli deh, apa Yuuki ya #lupa. Maklum habis tepar jadi kalem dikit #nyengir😀

yulkorita : Besok mulai bermainnya😀

renyekalovedbsk : Sippo (y)

echasefry : Molla, Chagy😀

sukma : Ini sudah lanjut, kan?🙂

.

.

Thursday, September 04, 2014

6:00:12 PM

NaraYuuki

28 thoughts on “Pembalasan Bidadari Hitam V

  1. Kereeenn! Sampai sekarang aku masih penasaran sama masa lalunya Yunjae, pasti masa lalunya sangat kelam sehingga Jaejoong agak trauma seperti itu. Kira-kira di chap berapa masa lalunya akan di bahas? Dan kira-kira bagaimana ekspresi Jaejoong kalau tau yang meluk dirinya itu Yunho?

    Semangat untuk membuat chap selanjutnya Yuuki-chan! Ganbatte!

  2. baru tadi sore aku re-read chap 1-4 & bertanya dlm hati, kapan ya yuuki update chap 5? ndilalah, malam ini ada imel notif klo ada update, yeaaaah!

    kayaknya jae juga cinta ama yunnie tapi takut? kan waktu itu jae umur 14, masih piyik bingits. mungkin gak ya klo jae itu kena stockhlom syndrome?

    karena belum diceritakan flashback dari pov yunnie kenapa sampe nyulik jae dulu itu, tapi agak yakin deh klo yunnie memang sudah menjadikan jar targetnya sejak lama.

    duh, cerita pedo kayak gini emang paling asik klo yuuki yg nulis. feel-nya tuh dapat sekali.

    well, yuuki, jaga kesehatan ya. God bless you.

  3. hyunno malah jadi mother complex iia eon kyk nya hahaha
    apa yg chunnie bilang ke unno soal keluarga jung sih? unno kok benci bgt iia
    emg sih yunppa mgkn salah, tp pasti ada alesannya kan
    aaaa ketemu. yunjae ketemu😀
    tp takut reaksi jaema kyk gmn sm yunppa ntr

  4. Waaa mereka berdua akhirnya ketemu.. Tapi masih ada yg menganjal dihati, tentang kisah masa lalu yunho dan jaejoong. Bisakah kukatakan bahwa yunho punya obsesi terhadap jaejoong? Apakah itu yg mendasari kisah masa lalu mereka?
    Fighting Yuuki…

  5. Aduh pengen liat yunjae moment..#kekeringanyunjae
    Udah rada lupa ama crita ini xD tp kalo dibaca trrus inget sih..
    Hyunno dendam ksumat bgt yak..eh ya cuma yg aku heran knp bisa? Apa jaemma pernah nyeritain paitnya percintaan dia dlu sma yunpa(?) ato emg insting hyunno aja krn bapaknya gaada dr dia kecil …? #nah bolotnya kambuh
    Maap kalo yuuki udh crritain sbelumnya whahaa

  6. Udh diceritakan belum sih ya eonni sebab yunjae pisah. Aku lupa 😊
    Hyuno protective banget sama ummanya sampe ga perduli sama diri sendiri.
    Unno sini pacaran dong sama noona #plak
    Chapt depan pasti harusnya seru, yunjae ketemu. Pilihan restoran yg tepat jd mereka bisa ketemu dan hyuno pny kesempatan nonjok appanya #eh
    Namja jangkung yg megangin hyuno siapa tuh? Kepo banget ikut campur urusan unno 😠 buruan lanjut eonni ya 😘

  7. Hyuno takut bgt jaema ketemu ma yunpa…mang ada apa ama masa lalu mrka yuuki-ah???

    Aura yunpa disini nyeremin bgt…bikin merinding…

    Yuuki-ah lanjut ne….
    Fighting!!!!!!
    Gomawo!!!!!!↖(^▽^)↗

  8. jdi knpa hyunno sma umma bsa benci gtu sma appa eon
    apa dlu appa gk mw tnggung jwb ?
    appa kyaknya msih suka sma umma
    aaaaaa prnasaran penasaran

  9. waahhhh….jongie ktmu yunpa…bg na pasti changmomo ya kan….ya kan…. aduh hyunno kok ampe sgtu benci na ma jung fam sch…ckckckkcck….yuuki br nongol ne. lg sibuk ya??? hwaiting ne yuuki.

  10. Hueeww… eonni appa sudah tobat kah?? Dateng, liat trus maen peluk ajd =3= appa ga peka dah,, #karunginyunpa
    Ouhh… Unno,, masih ada org baik, unno terlalu parno sama keluarga jung nde??
    Okee… ditunggu eonni ^_^
    Hwaiting::😀

  11. akhirny lanjut juga……!!!
    FF eonn.. tetep aja keren
    Ahhh penasaran banget ama masa lalu YUNJAE…
    yg nahan Hyuno tadi pasti Changmin….
    Gx bisa komen apa2 lagi.
    Next ditunggu eonn…

  12. wuahhhhhhhhhhhhh…..akhirnya update#goyangitik
    keren yuukichannnnn!!!! daebak!ceoghoyo!!!1
    sin terakhir tuh ye dag dig dug duarrr getoh… aduh2 ampe gigit kasur ini
    makin penasaran ada apa sebenarnya sama mereka berdua, kalo hub dengan keluarga mereka baik2 aje kenapa ada peristiwa tragis? eh mereka pernah tunangan atau cuma dijodohin aje sie? jgn2 gr2 apanya ngak kuat tp si eomma malah nolak lg makanya gitu ckkckckck….hiduo tidak pernah serumit ini kekekeke…
    updatenya di tunggu ye chingu-ya#popo

  13. wuahhhaaaaaaaaaa oyoyoyoyoy
    setalah menunggu lama akhirnya update juga
    hisss yunho kau datang disaat tak tepat
    ku kira di chapter ini bakal ada sedikit kunci masa lalu yunjae tapi belum
    tapi seneng juga soalnya udah ada yunjae moment walopun diganggu sama TBC
    hemmmzzzz makin menegangkan
    menanti lanjutannya!!!!!!!!!!!!!!!

  14. aq penasaran banget sama masa lalu yunjae..habisnya sikap yunho misterius bgt..dl ceritanya jaejoong hamil krn diperkosa yunho kan.?? wae?? trs yg bikin siwon harabojie bangkrut yunho kah.?? tp wae..??
    hmmm.. too much question deh kyknya..tp sumpah aq penasaran bgt kelanjutanya..

  15. Wah Hyunno dewasa sebelum waktunya yak?
    Emang apa yang terjadi sama masa lalu yunjae ini?
    Sampai Hyunno sebenci itu sama yun?
    Bahkan dia ogah ketemu sama keluarganya yun, bahkan keluarganya yun kayak nya lebih ngedukung jj ..
    Hwaaa penasaran…

  16. waa~ eon makin seruuu!!
    akankah hyunno n yunpa terjadi perang?#plak
    yg peluk jaema tu yunpa kan eon? trus gmna reaksi jaema ya?
    sbnrny yunpa tu msh suka ya eon sma jaema?

  17. wowww,,, udh apde nihhh, aduhh Rin ketinggalan update an nya, udh byk bgt ya. gara” kuota abis, jd gini dehh.

    oke, Rin bc nd meninggalkan jejak..jgn cari” Rin ne😉

  18. yey.. hbs dari ffn aku langsung ksini.. snang bgt krna udah smpai chap 5 nih.. hoho.

    ish.. si yunho tu kyak bnalu.. ganggu aja..
    smga umma gak kesemsem lgi sma si tua ini.. umma you better be with someone else..

  19. akhir’a daddy ketemu juga sama mommy.. :’)
    aigo, aq jadi makin penasaran sama konflik yg ada, sebenar’a kenapa juga mreka bermusuhan kl masih ada beberapa perasaan yang ga bisa ditutupi dg benci?? *aq ngomong apa ya??*
    ah, pokok’a hyunno-ya, biarkan mommy ma daddy bersama dulu ne, jgn diganggu..
    trs itu yg nahan hyunno changmin bukan??
    wah, semoga changmin bisa bantuin daddy dapetin mommy lagi ya..
    seengga’a biarkan aq berharap ini semua adalah kesalahpahaman yg akan terungkap seiring berjalan’a waktu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s