Revenge V


Tittle               : Revenge V

Writer             : NaraYuuki

Betta Reader : Hyeri

Genre             : Romance/ Modern Fantasy/ dsb.

Rate                : M

Cast                : All member DBSK (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:    : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning         : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut, TANPA EDIT.

.

.

.

.

.

 

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

R3

.

.

Seperti hari-hari sebelumnya, bangsal sekolah pagi ini ramai oleh para siswi yang bergerombol menggosipkan siswa laki-laki yang sekiranya terlihat tampan dan keren dimata mereka, sementara para siswa sedang membicarakan urusan eksul mereka sembari sesekali cuci mata jikalau ada siswi cantik dan manis lewat di dekat mereka.

Yunho bisa saja mencabik-cabik tubuh para siswi yang berjalan mengerumuninya seolah-olah dirinya adalah mangsa yang siap disantap oleh para gadis itu –bila bisa dikatakan seperti itu karena sepertinya para gadis itu menjaga jarak darinya karena Yunho menguarkan aura aneh yang membuat bulu kuduk meka berdiri, meskipun terlihat jelas para gadis itu ingin menyentuh Yunho.

Yunho hendak mengulum senyum namun dibatalkannya saat melihat Jaejoong dan Yoochun berjalan dari arah berlawanan dengannya. Meskipun tahu Yoochun adalah saudara kembarnya entah kenapa ada perasaan benci saat melihat Yoochun merangkul bahu Jaejoongnya, miliknya.

Jaejoong menampik lengan Yoochun yang berada di bahunya, berjalan menuju Yunho, melewati namja bermata setajam musang itu dan berdiri di depan gerombolan sisiwi yang sejak tadi mengekori Yunho seolah hendak menelanjanginya. “Yah! Namja ini milikku! Jadi menjauhlah kalian darinya!” ucap Jaejoong sambil menepuk-nepuk punggung Yunho yang sudah berdiri diam membelakangi Jaejoong. “Tidak cukupkah Chunie saja yang kalian ekori? Kenapa kalian semua mengganggu orang-orang yang penting untukku, huh?” kali ini Jaejoong berkacak pinggang.

Yoochun yang melihat kelakuan saudara kembarnya hanya bisa tersenyum lebar, “Sudah ku katakan sebelumnya bukan? Joongie sangat posesive. Jadi berhati-hatilah Jung Yunho!!”

Yunho menyeringai, “Aku justru sangat menikmatinya!” Yunho memutar tubuhnya, menatap Jaejoong yang juga tengah menatapnya menggunakan mata selegam mutiara rusa betina yang sangat indah itu. Yunho tersenyum tipis sebelum menarik tangan kanan Jaejoong dan membawanya pergi meninggalkan bangsal yang mendadak sangat penuh itu, mengabaikan teriakan protes dari para siswi.

Umma… lihatlah kelakuan Joongie sekarang!” Yoochun menatap tajam Yunho yang menarik paksa saudaranya, “Astaga! Kenapa aku harus terlibat semua ini?” gerutunya.

.

.

Yunho meletakan satu botol penuh pil berwarna kemerahan di atas telapak tangan Jaejoong, membuat namja cantiknya itu menatap bingung padanya, “Pil penambah darah. Kau cukup memasukkannya kedalam segelas air putih seperti ketika kau minum vitamin C. Walaupun baunya cukup aneh tapi aku meminta Changmin membuatnya dengan rasa strawberry agar kau bisa meminumnya kapan saja.”

Jaejoong mengamati botol berisi puluhan pil-pil kecil berwarna kemerahan itu tanpa minat sebelum memasukkannya ke dalam tasnya, “Jadi kau akan tetap memakanku? Apa darahku sangat enak?” tanyanya. Ditatapnya Yunho penuh minat seolah-olah dirinya mendapatkan mainan baru.

“Terlalu sayang untuk dilewatkan tentu saja, kau tahu hal itu bukan?” tanya Yunho balik yang berusaha menahan dirinya untuk tidak mencium paksa Jaejoong saat ini juga. Aroma yang membuat berahinya semakin bergolak tentu saja sangat menyiksa Yunho, entah sampai kapan dirinya bisa menahan semua itu.

Jaejoong menyandarkan kepalanya pada bahu Yunho, kelopak matanya tertutup perlahan-lahan, telinganya menuli seolah-olah tidak mendengar lengkingan keras Junsu yang meneriaki Yoochun. “Umma bilang akan datang ke Korea minggu depan.”

“Lalu apa masalahnya? Bukankah kau merindukan Ummamu?”

Jaejoong menganggukan kepalanya pelan, “Jeongmal bogoshipo…. Tapi Umma akan bertengkar dengan Appa bila mereka bertemu. Aku tidak suka melihat mereka bertengkar, menyebalkan!”

Yunho mengusap kepala Jaejoong pelan, entah apa alsannya namun Yunho sangat menikmati ketika dirinya menyentuh Jaejoong, rasanya sangat menyenangkan ketika dirinya bisa berdekatan dengan Jaejoong walaupun aroma memabukkan yang menguar dari dalam tubuh namja cantiknya itu bisa membuatnya lupa daratan.

Yah Joongie!”

Mata seindah mutiara rusa betina itu terbuka, menatap sengit namja berpipi gempal (chuby) yang berdiri tegak di hadapannya. “Waeeeeeee?” tanyanya.

Yoochun mengulurkan tangan kanannya, “Bekalku, aku lapar dan ingin memakannya.”

“Sebentar lagi bel masuk berbunyi dan pelajaran pertama akan dimulai Yoochunie!” kesal Jaejoong.

“Kau mau saudaramu ini mati kelaparan?” tanya Yoochun sambil mengusap perutnya.

Ne. Biar saja kau mati kelaparan!” Jaejoong menjawab sengit.

Yoochun menyentuh wajah saudaranya, “Kau agak pucat, perlu ke UKS? Apa kau merasa sakit lagi?” tanyanya.

“Lagi?” tanya Yunho.

“Tadi pagi dadanya sakit.” Jawab Yoochun, “Aku sudah memaksanya untuk istirahat di rumah tapi Joongie berkeras ingin tetap berangkat.”

Yunho menatap tajam Jaejoong yang juga tengah menatapnya, “Kenapa kau tidak mendengar apa yang kakakmu katakan, huh?”

“Karena aku ingin bersamamu. Kau namja chinguku, kan?”

Yunho mengusap wajah pucat Jaejoong perlahan, “Jangan memaksakan diri lagi! Bila kau merasa sakit segera beritahu aku atau Yoochun. Kau mengerti?”

Dengan bibir mengerucut sebal Jaejoong mengangguk perlahan, walaupun kurang suka diperlakukan seperti orang yang sakit parah –walaupun kenyataannya seperti itu, tetapi Jaejoong merasa sedikit senang karena Yunho terlihat begitu mencemaskannya.

Yah Yoochunie! Seosengnim sudah datang!” teriak Junsu.

Yoochun berdecak kesal karena perut keroncongannya sudah protes ingin diisi, namun melihat saudara kembarnya yang sepertinya enggan memberikan bekal makanannya membuat Yoochun akhirnya berjalan menuju tempat duduknya sendiri.

.

.

Dilingkungan sekolah ada diskriminasi tersendiri baik dari pihak guru maupun para siswa. Biasanya para siswa –terutama para siswa perempuan yang menyenangi bila diajar oleh guru laki-laki yang masih muda dan tampan tetapi benci ketika diajar guru perempuan yang masih muda lagi cantik. Pun sebaliknya, para siswa laki-laki akan sangat senang bila diajar oleh guru perempuan yang cantik, muda dan berpakaian seksi, mereka akan berulah bila yang mengajar adalah guru laki-laki yang menurut mereka menyebalkan. Tetapi sebenarnya bukan kemudaan maupun penampilan fisik wahlah yang menjadi daya tarik seorang guru, melainkan caranya dalam menyampaikan materi dan mempimpin pembelajaran dikelas.

“Kau tahu Yoochunie, Yuri seosengnim sejak dulu menaruh perhatian lebih pada Yunho.” Ucap Junsu berbisik sambil mencatat apa yang tertulis di papan tulis di depan sana. “Ketika yang lain dimarahi karena mood seosengnim sedang buruk, Yunho justru diberi senyum. Menyebalkan bukan?”

Yoochun melirik ke arah kursi yang diduduki oleh saudaranya beserta Yunho. Meskipun Jaejoong terlihat sedang mengganggunya tetapi Yunho masih tetap mencatat dengan tekun, “Apa aku terlalu mencurigainya karena penampilannya?” gumam Yoochun pada dirinya sendiri. Yoochun menatap kesal Junsu yang sejak tadi mencubiti lengannya, “Apa?”

“Maukah kau menemaniku ke lapangan futsal sepulang sekolah nanti? Aku butuh orang untuk mengkritik permainanku.” Pinta Junsu.

Sekali lagi Yoochun melirik saudaranya yang tengah menyandarkan tubuhnya pada tubuh Yunho, “Ne. Aku akan menemanimu.” Ucap Yoochun, “Karena sepertinya sekarang sudah ada satpam yang akan menjaga Joongie.” Lanjutnya dengan suara lirih hingga hanya ia sendirilah yang bisa mendengar.

.

.

Bel tanda istirahat pertama dimulai sampai 30 menit kedepan membuyarkan lamunan Yunho. Keinginannya untuk menjadikan Jaejoong menjadi seperti dirinya semakin bertambah besar ketika tadi, pada saat pertengahan pelajaran pertama Jaejoong terpaksa dilarikan ke UKS oleh Yoochun karena mengeluh dadanya terasa sesak. Sebenarnya Yunho ingin mengantarkan Jaejoong ke UKS tetapi sialnya Yuri seosengnim melarangnya dan menyuruh Yoochun selaku saudara Jaejoong yang mengantarkan namja cantik itu ke UKS.

“Dia ingin bertemu denganmu.” Ucap Yoochun yang entah sejak kapan sudah berdiri disisi meja Yunho. Saudara Jaejoong itu sedang membongkar tas bekal yang dibawa oleh Jaejoong, “Joongie bilang yang ukurannya besar adalah jatahmu dan jatahnya.” Yoochun meletakkan kotak bekal yang berukuran lebih besar daripada yang berada di tangannya di hadapan Yunho.

Yunho menatap kotak bekal di hadapannya dan Yoochun secara bergantian.

“Walaupun dari yang ku dengar kau memiliki reputasi kurang baik, tapi karena saudaraku sudah memilihmu… ku harap kau tidak menyakiti perasaan Joongie. Itu tidak akan baik untuk jantungnya.”

Yunho meraih kotak bekal di hadapannya, berdiri dari duduknya dan menatap Yoochun sesaat, “Aku tahu, jangan mengatakan apa yang sudah ku ketahui! Seolah-olah kau hendak mengguruiku.” Ucapnya sebelum berjalan pergi meninggalkan Yoochun yang mendengus kesal.

“Dia memang seperti itu, jangan diambil hati.” Sahut Junsu dari bangkunya.

“Kalau dia bukan namja chingu Joongie sudah ku tantang berduel si Jung menyebalkan itu!” gerutu Yoochun yang berjalan menghampiri Junsu mengingat dirinya memang duduk satu meja dengan namja bersuara unik itu, “Aish! Gara-gara kesal aku jadi makin lapar.”

.

.

Wajahnya pucat –semakin bertambah pucat ketika Yunho melihatnya berbaring seperti itu. UKS adalah tempat yang dihindari selain ruang BP mengingat aroma obat-obatan yang menguar membuat mual. Tetapi sepertinya UKS memiliki kenangan tersendiri bagi Yunho. Karena tempat yang dipenuhi obat-batan inilah dirinya bisa memiliki Jaejoong sebagai namja chingunya walaupun dengan alasan tidak terduga –bisa dibilang konyol malah.

Pelan-pelan Yunho berjalan mendekati ranjang tempat Jaejoong berbaring, namja cantik yang terlihat pucat itu sepertinya tengah tertidur. Yunho meletakkan kotak bekal yang dibawanya di atas meja berlaci yang berada di samping ranjang sebelum ikut berbaring di samping Jaejoong.

“Kau bukan Youngwoong, aku tahu itu…. Tapi kenapa aku bisa seperti ini karenamu?” Yunho membelai lembut kulit halus itu, menyapu bibir semerah darah yang merekah indah itu mengguakan bibirnya sendiri. Dorongan itu menguasai Yunho lagi, keinginan untuk mengigit dan menghisap darah Jaejoong, hasrat dan berahi untuk menyentuh dan menjamah Jaejoong. Yang lebih besar adalah keinginan untuk menjadikan Jaejoong seperti dirinya agar namja cantiknya tidak perlu kesakitan seperti ini.

Sapuan bibir Yunho turun hingga ke atas permukaan leher Jaejoong. Yunho bisa merasakan aliran darah yang menyalir didalam nadi Jaejoong. perlahan sepasang taring yang sebelumnya tersembunyi dengan baik itu mencuat, tajam dan runcing.

Hyung… aku masih tidak setuju bila kau ingin menjadikannya seperti kita!” ucap Changmin yang sudah berjongkok di mulut jendela yang terbuka lebar.

Tanpa menoleh Yunho berujar, “Ini lantai 5. Bagaimana bisa manusia melompat setinggi itu, Changmin? Pernah kau berikir?”

“Tidak ada yang melihat.” Sahut Changmin tak acuh (tidak peduli), “Dan Hyung…. Aku tidak akan membiarkan Jaejoong menjadi seperti kita!”

Wae?”

“Kita seperti ini karena kutukan, jadi jangan coba-coba menjadikannya seperti kita! Bila kau memang ingin bersamanya… tunggulah! Sebentar lagi aku pasti menemukan penawar untuk kita.”

“Aku hanya tidak mau kehilangan lagi.” Yunho mendekap erat tubuh Jaejoong yang masih terlelap. “Tidak mau….”

.

.

Cairan berwarna merah itu bergoyang-goyang ketika gelas panjang itu diputar-putar, kuku-kuku indah berkutek merah darah itu mencengkeram kuat pinggiran gelas sebelum pecah berkeping-keping.

“Park Jaejoong…? Jung Yunho, aku benar-benar kasihan padamu. Matilah kau dalam kenelangsaan sama seperti sebelumnya ketika kau dikutuk menjadi mahluk menjijikkan!”

.

.

TBC

.

.

Thoughts on “Revenge IV”

babychokyu : Hehehehehe😀

MyBaby WonKyu : mencurigakan bagaimana Tan? Yang atas itu Tante juga?

zhemee : Kisut? Coba cek KBBI. Yuuki ga akan pake kata kisut kalau kata itu salah🙂

 

ryannathankim92 : Belum muncul di Chap ini ne tuh yeoja?🙂

miss cho : Sabar ne😀

T3Jj kim : Ane batal kemah, oleh-olehnya obat mau? Tenda baru berdiri ane langsung dilarikan ke klinik #pundung

Karin Cassiopeia : Sudah lanjut Chagya😀

dewifebrianayasmin : Coba tebak siapa?😀

Rani #pukpuk sabar ne😀

Ade Jung : Yakin kalau Umma itu Youngwoong😀 Hohoho… yeoja? Mollayo.

reanelisabeth : Semoga cepat terungkap. Nyewa detektif nyok😀

yuuruuki : Nah, judulnya itu mempengaruhi isi😀

nina : Jangan-jangan… #jrengjreng😀

qira : Kita tunggu sama-sama nyok😀

Meybi : Tanya Umma saja bagaimana?

gone : Yuuki juga penasaran😀

Kim Hyewon : Badai pasti berlalu😀

christi ani : Yah, jangan bingung ne. Ntar Yuuki kasih popo deh😀

hime yume Kagak ada yang mustahil di epep Yuuki #pan katanya ane Author sesat #kabur ah, ada yang merasa tersindir ntar😀

echasefry : Batal kemah #pundung. Umma kagak takut sama Beruang!😀 Hohohoho…. RHS😀

nadia : Molla, Yuuki juga ga tahu.

Party Kim : Iya🙂

Yulkorita : Sudah lanjut nich😀

 

.

.

Sunday, August 31, 2014

8:42:35 PM

NaraYuuki

23 thoughts on “Revenge V

  1. Owh…knpa jd bgini..minnie oppa gjgn d halngin biar umma berubah gpp yg penting sma yunpa..ih moment penting keganggu chwang…ih musuh ycpa..mkin penasran….kya chunnie sedih jae dah punya pasngan ..

  2. waaaaa itu sapa yg berkutek merah omoo omoooo penasaran dech
    jj sakit jantuuung
    Dan homin sebenarnya dapat kutykan apa yaaaaa padahal dah chap 5 tpi daiyanya masih lum tau n paham hahaha #pundung
    ok ditunggu chap drpannya gomawo

  3. Aigo jaema posesive bgt ama yunpa….*^O^*

    kuku berkutek merah tuch sapa yuuki????

    Issh yunpa kayak trauma bgt n tkt ditinggal jaema….T_T

  4. haduh itu siapa sosok?? yg terakhir keluar????
    whhaaaa makin penasaran chapter ini belum ada kuncinya
    mari menuggu!!!!!!!!!!!!
    duduk manis dengan sabar
    yuuki jjang!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  5. Wah … ternyata umma msh belum jadi vampire. Aku penasaran siapa sih yg minum darah diakhir cerita. Knp dia belom muncul dihadapan yunho. Wah … sepertinya mau main kucing2an dia. Coba ke sini sekarng aku pny dua hehehe.
    Eonni anyong … sehatkan?
    Kangen 😭 cepat kembali ne. Semoga lancar semuanya jd bisa ol lagi.

  6. knpa si induk gajah mlah lbih protective dripda raja beruang
    ak stju sma changmin
    jng jadiin umma vampir ne appa
    itu yg trkhir nongol si ahra yya eon

  7. penasaran sama masa lalu appa and min…
    apa nanti appa akan ngubah umma, Ato malah appa and min yang sembuh?? trus itu siapa yg ngawasin appa sama umma???

    selalu di tunggu next chap yuuki.*^▁^*

  8. Kyaaa Umma yang possesive itu justru manis banget ><
    berharap semoga changmin cepet nemuin penawarnya ~
    yeoja itu siapa sih? Bukan umma nya jaejoong kan? Kekekk ga mungkin yak..
    Ahra mungkin? Ah saya tunggu aja lanjutanya
    fighting yuuki🙂

  9. itu yg berkutek merah siapa??,knapa yun bicara sperti itu yg kalimat akir.?
    oh yuki itu ada pnulisan yg salah,
    Tanpa menoleh Yunho berujar, “Ini
    lantai 5. Bagaimana bisa manusia
    melompat setinggi itu, Changmin?
    Pernah kau berikir?” seharusnya pernahkah kau berfikir?”, itu aja .
    smangat ne^^

  10. sepertinya badai baru memulai pergerakannya yuukichan…
    ahh…yunjae emang bgsnya kayak gini saling bergantung walaupun terkadang saling menyakiti satu sama lain, benar tidak?
    yuukichan baik2 aja? gmn dengan kerjaannya? bukannya yuukichan bilang mau hiatus dulu? yeah walaupun itu membuatku sedih karna ngak bisa dapat ceritamu itu sie tapi kalo yuukichan sibuk mau bagaimana lagikan, jgn dipaksakan ne…

  11. omoo~ kasian bnget jaema pucat, gara2 penyakit jantung, yunpa udh gk tahan nih buat jadi’in jaema sma ky yunpa..gk pp deh asal yunjae selalu bersama hho..mian telat eon

  12. sapa sih tu yeoja yg muncul di akhir cerita??
    bikin penasaran aja..
    seneng dech liat mommy posesive ke daddy..
    biasa’a kan daddy yg over posesive ke mommy..
    bener kata changmin sih, mreka kan jd gitu karna kutukan..
    kl mommy jadi kek mreka trs kutukan mreka ilang, mommy gmn donk??
    yah, walau aq juga pengen liat mommy ma daddy trs beraama..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s