Pembalasan Bidadari Hitam IV


Tittle                : Pembalasan Bidadari Hitam IV

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Romance/ Family

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK and others (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan). Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story and Hyunno are mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

pEMBALASAN BIDADARI HITAM NARAYUUKI  SUPER sMALL

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

.

.

.

Jaejoong mengusap lembut kepala putranya yang terlelap di sampingnya. Semenjak dirinya dirawat di rumah sakit Hyunno memang selalu tidur bersamanya, remaja tampan yang berhasil dikeluarkan dari perutnya melalui operasi sesar 16 tahun lalu itu benar-benar keras kepala, sepertinya sifat itu menurun dari ayahnya mengingat Jaejoong adalah tipe anak penurut ketika dirinya masih remaja dulu.

“Joongie…. Dokter bilang bila keadaanmu sudah stabil, hari ini kau boleh pulang.” Junsu masuk ke dalam ruang rawat Jaejoong sambil menenteng sebuah bungkus plastik berisi makanan.

Jaejoong mendudukkan dirinya di atas ranjang secara perlahan, enggan menganggu tidur damai putranya, “Ahjumma, katakan padaku! Apa yang sebenarnya Ahjushi dan Hyunno rencanakan?”

“Aku tidak pernah mencampuri apa yang Chunie sedang kerjakan, Joongie. Apalagi bila menyangkut urusan dengan keluarga Jung. Chunie tidak akan membiarkanku mengetahui apa yang sedang dia rencanakan dan kerjakan.” Jawab Junsu, “Ada yang mengganggu pikiranmu?”

“Mungkin perasaan kekanakan sebagai seorang ibu…” gumam Jaejoong, “… aku merasa ada sesuatu yang akan terjadi pada putraku. Entah kejadian baik atau buruk…..”

Junsu meraih tangan Jaejoong, menggenggam kuat-kuat jemari lentik keponakannya, “Aku dan Chuniee tidak akan membiarkanmu dan Hyunno terluka lagi!”

Gomawo Ahjumma….”

.

.

Dengan semangat Hyunno mendorong kursi roda yang diduduki oleh ibunya, wajah tampannya tersenyum sumpringah sepanjang bangsal, membuat matanya terlihat seperti bulan sabit terbalik.

“Apa yang membuatmu begitu bersemangat, Littel Bear?” tanya Junsu yang sibuk menenteng tas berisi baju dan perlengkapan yang selama ini terpaksa diungsikan ke rumah sakit semenjak Jaejoong di rawat di sana.

“Tidak ada.” Jawab Hyunno, “Hanya saja rasanya akan sedikit berbeda bila Umma pulang. Rumah akan terasa lebih hidup dan menyenangkan untuk ditinggali.”

“Hyunno….”

Ne, Umma?”

“Bagaimana dengan kuliahmu? Menyenangkan?” tanya Jaejoong.

“Tidak buruk.” Hyunno masih tersenyum bahagia, mengabaikan tatapan beberapa suster dan pengunjung yang menatapnya –menatap wajah tampannya, “Terasa berbeda dari masa SMA dulu tetapi tidak buruk. Hanya saja sedikit malas bila harus mengerjakan tugas kelompok apalagi bila kelompok yang ku dapat memiliki sifat pemalas. Aku tidak suka, Umma! aku lebih suka mengerjakan semuanya sendiri. Cepat dan akurat! Tidak perlu melakukan diskusi yang sia-sia atau pun membuang waktu berharga….”

“Hyunno….” panggil Jaejoong.

Ne?”

“Jangan menjadi seperti laki-laki itu! Umma tidak suka.”

Hyunno tersentak mendengar ucapan ibunya, membuat langkah kakinya terhenti selama beberapa saat lamanya sebelum kembali melangkah mendorong kursi roda ibunya menuju pintu masuk tempat mobil mereka menunggu.

Arraso Umma….” lirihnya.

.

.

Sebelum benar-benar pulang, Jaejoong meminta untuk diantar ke makam ayahnya. Rasanya sudah lama sekali dirinya tidak mengunjungi ayahnya. Jaejoong ingin mengutarakan kegelisahan yang beberapa waktu terakhir ini dirasakannya.

Ayahnya…

Laki-laki yang sangat berarti dalam hidupnya. Laki-laki yang disayangi dan dicintainya sepenuh hati, laki-laki yang melakukan segalanya demi kebahagiaan keluarganya. Laki-laki itu adalah ayahnya, Choi Siwon.

Jaejoong sangat mengagumi ayahnya. Ayah yang selalu dibanggakannya, ayah yang melindungi dirinya dan Hyunno ketika orang lain mencemooh mereka, ayah yang melakukan segalanya untuk membesarkannya dan Hyunno. Ayah yang mengorbankan segalanya untuk kebahagiaannya dan Hyunno.

Appa….” lirih Jaejoong serupa bisikkan, “Kenapa jadi seperti ini? Uri Hyunno yang kita besarkan dengan kelembutan dan kasih sayang mulai menyentuh kebencian dan dendam, Appa. Apakah seharusnya aku tidak perlu memberitahunya siapa ayahnya yang sebenarnya? Bukankah itu lebih mudah Appa? Menjaganya tetap berada di dalam kotak kebahagiaannya? Tetapi… bukankah akan lebih menyakitkan bila dia tidak tahu apa-apa? Anakku yang malang….”

Mata seindah mutiara rusa betina itu berminar ketika cahaya mahatari membiasinya, jemari pucatnya mengusap lembut permukaan batu pualam berwarna abu-abu tua itu perlahan.

“Karena dendam hanya akan membawa kesakitan maka tidak akan ku biarkan uri Hyunno menyentuh benda menjijikkan itu terlalu lama. Maukah Appa mendoakanku dari sana? Agar aku bisa menjaga kebahagiaan kecil yang sudah susah payah Appa jaga ini.”

.

.

Yah Hyunno ya! Biarkan Ummamu bergerak bebas! Jangan mengekori Ummamu seperti anak ayam begitu!” Omel Junsu ketika melihat remaja tampan bermata setajam musang itu terus memeluk dan membuntuti pergerakan ibunya.

“Bagaimana kalau tiba-tiba Umma jatuh pingsan, Ahjumma? Bagaimana kalau Umma terpeleset atau terhantuk kaki meja? Bagaimana bila Umma….”

Ummamu tidak akan apa-apa, Hyunno ya!” ucap Yoochun, “Berhentilah bersikap berlebihan seperti itu!”

Ahjushi menyebalkan!” Hyunno semakin erat mendekap tubuh ibunya, “Umma, bagaimana bila besok atau lusa kita berbelanja? Kita adakan pesta barbeque untuk menyambut kepulangan Umma ke rumah.”

“Ah? Kau mau mengundang teman-temanmu? Tidak masalah, Umma dan Suie Ahjumma bisa menyiapkan semuanya untukmu.” Sahut Jaejoong.

“Aku tidak butuh teman. Asal ada Umma, aku sudah merasa cukup.” Jawab Hyunno.

Jaejoong terdiam. Tidak! Anak remaja yang tengah bergelayut manja memeluknya ini bukanlah putranya. Anak yang dilahirkan dan dibesarkannya dengan segenap cinta dan kasih sayang yang dimilikkinya tidak akan berbicara seperti itu! Tidak! Kenapa Hyunnonya kini terlihat seperti orang itu? Jaejoong tidak menyukai situasi ini. Tidak suka sama sekali! Jaejoong tidak mau anaknya memiliki sifat seperti orang itu! Tidak pernah! Tidak boleh!

Umma tidak akan membiarkanmu terlibat lebih jauh lagi, Hyunno ya! Biar Ahjushimu yang mengurusnya untuk kita!!” ucap Jaejoong.

“Tapi Umma….” Hyunno melancarkan aksi protesnya.

“Apapun alasannya! Umma ingin kau fokus pada pendidikanmu! Nikmatilah hidupmu, anakku! Jangan seperti Umma!” Jaejoong mengusap lembut kepala Hyunno yang bersandar pada bahunya.

Umma kehilangan masa muda Umma karena aku.” Lirih Hyunno. “Sebab itulah, Umma….”

“Hyunno ya….”

“Kalau Umma memerintahkanku seperti itu akan ku lakukan. Aku akan fokus pada pendidikanku dan menikmati hidupku.” Janji Hyunno, “Tetapi biarkan aku juga membalas sakit dan penderitaan yang sudah Umma alami karena kehadiranku! Agar hati kecilku bisa tenang Umma.”

“Hati kecil Umma tidak akan bisa tenang bila kau seperti itu Choi Hyunno!” ucap Jaejoong dengan suara meninggi.

“Kau tidak akan bisa melarangnya kali ini, Jae.” Yoochun berkomentar.

Ahjushi?” Jaejoong menatap tajam Yoochun.

“Bagaimanapun juga darah yang mengalir dalam diri Hyunno adalah darah keluarga Jung! Darah ayahnya yang berasal dari keluarga berdarah biru yang sangat arogan dan berpengaruh. Seperti apapun kau hendak menekannya ku rasa ledakan emosi itu tidak akan bisa tertahan selamanya.” Namja mermarga Park itu menatap Jaejoong datar, keponakannya

Ahjushi!” pekik Jaejoong.

“Anakmu sudah cukup besar untuk memikirkan apa yang terbaik bagi dirinya, Jae.” Ucap Yoochun.

“Tidak! Hyunno masih belum cukup dewasa untuk berpikir apa yang terbaik untuknya, Ahjushi! Dia masih terlalu muda.” Sangkal Jaejoong.

“Kau bahkan berusia lebih muda daripada Hyunno sekarang saat….”

Ahjushi!”

Yoochun terdiam, sedikit bersalah ketika dirinya lepas kendali dan hampir melontarkan kenangan masa lalu keponakannya sendiri sebagai pembenaran atas argumentasinya. Menghela napas panjang, Yoochun menyandarkan bahunya pada punggung kursi yang didudukinya.

“Chun, Joongie baru pulang ke rumah.” Junsu mengingatkan, “Jangan membuat keadaannya menjadi tidak baik.” Ucapnya sambil mengusap pelan punggung Yoochun.

“Mengambil alih apa yang seharusnya menjadi miliknya juga perlu.” Yoochun menekankan, masih berusaha mempertahankan egonya. “Kau tahu itu kan Joongie?”

Jaejoong kali ini yang diam. Mata seindah mutiara rusa betinanya itu menatap tajam Yoochun yang duduk di sebrang sana.

“Hyunno sudah menunjukkan dirinya pada para Jung itu, apakah kau pikir Jung Woo Sung akan membiarkan cucu yang selama ini diimpikan dan didambakannya lepas dari genggamannya begitu saja? Jangan lupakan bahwa mungkin Hyunno adalah satu-satunya pewaris keluarga Jung mengingat Yunho dan Jessica sama sekali tidak memiliki keturunan lagi.” Ucap Yoochun.

“Lalu… apa Ahjushi berpikir aku akan menyerahkan putraku begitu saja pada mereka?” bibir semerah darah itu melengkung indah, “Tidak! Kali ini aku akan melawan, aku tidak akan lari lagi!”

.

.

Appa, kita mungkin tidak punya dendam sebelumnya. Tetapi aku sangat membencimu. Karena kau, aku hadir di dunia ini dan membuat susah Umma. Karena itu kau harus membayar kepedihan dan kesusahan yang sudah Umma lalui selama ini!” remaja tampan itu meremas kuat-kuat foto namja serupa dirinya yang tengah menjabat tangan relasi bisnisnya, “Mari kita memainkan permainan kekanakan Appa….” seringai itu tercetak jelas pada bibir tipisnya.

Bolehkah dirinya membenci ayahnya sendiri?

.

.

TBC

.

.

Mian kalau hasilnya jelek ya🙂 SELAMAT HARI KEMERDEKAAN INDONESIA😀

.

.

Saturday, August 16, 2014

5:30:54 PM

25 thoughts on “Pembalasan Bidadari Hitam IV

  1. Ping-balik: Pembalasan Bidadari Hitam IV | Fanfiction YunJae

  2. Little Bear and Appa Bear. Lets see and waiting, apa yg akan dilakuin sma little bear ^^
    I just can say your fanfictions always great and marvelous ^^

  3. Merdeka…wuah…..gmna pun tetap ada darah jung d dlm tubuh unno…owww gmn tar unno bls yunpa…anak appa sifat sama…g sbar nunggu unno beraksi….sedikit pelajaran untuk sang yunpa…yei

  4. merdeka!!!
    ngak ada yun2 hem..masalalu apa lg yg disembunyiin ma jae2, kayaknya pedih bgt yah? kau tau gimana perasaan jae, ibu pasti ingin anaknya bahagiakan tapi bukankah ayah juga sama ingin naknya bahagia, benarkan yunpa?
    smoga smuanya baik2 saja ya…

  5. apa yg akan dlakukan yunho yah stelah tau smuanya…masih pnasaran apa yg trjdi sbnarnya? bgaimana hubngan yunjae dlu sampe punya hyunno??

  6. Merdeka!!
    Hayoow eonni masih ikut lomba2 kagak??

    Hyunno makin keliatan kaya appa bear nde?? Possesif bgt sama umma,, egoisnya juga >.<
    Hyunno n Chunnie bakal ngelakuin apa eoh sama appa '-')a ditunggu kelanjutannya eonni :)))

  7. MERDEKA
    hemzz disini yunho tak nampak ya???
    menunggu yunjae moment hehehehe
    hyunno sabar nak sejahat apapun ayahmu pasti ada alasannya
    penasaran sama kisah ini soalnya pendek pendek hehehe
    yuuki aku menunggu lanjutannya
    semangat 45 hahahahaha

  8. kasian little bear..msh kecil tp sdh dipenuhin dendam..ayo dong yunho muncul..kok aq yakin yunho sebenernya g jahat ya .?? oh ya flashback masa remaja jaejoong diceritaiin dong yuuki..yg agak panjangan dikit..eh disini umur yunho n jaejoong sama g sih.??

  9. Yun bear appa eodiga ??
    knp gak muncul d chp ini ?
    wihhhh,,, cuma nama ‘dia’ aja yg d sebut Jaemma. Uhhh gimanapun jg, Hyunno kan mewarisi drh dr Yunppa, jd mw gg mw, sifat nya 11/12 lah sm Yunppa.

    Yuuki eonnie, tumben cuap” nya cuma dikit doang, lg sibuk ya ?
    ok KEEP FIGHTING Yuuki eonnie (^_^)9

  10. waa~ eonni~ akhirny ff ni di lanjutt juga hoho..
    wew.. hyunno mulai keliatan mewarisi sifatny appa.. aku nunggu yunjae moment ny eon ^^
    trus permainan seperti apa yg d.maksud hyunno?

  11. hyunno boleh kok benci yunpa#plak. aduh jd penasaran apa yg di rencanain sm unno n chunie… di tunggu lanjutan na ya yuuki…hwaiting.

  12. huweee, hyunno kenapa jadi benci bgt gitu ke daddy??
    aigo, semoga mommy bisa menekan rasa benci itu ne..
    bagaimanapun aq ga rela kl mommy ma daddy ga bersatu, apa lagi yg misahin mreka darah daging mreka sendiri..
    jadi kuharap semua kekacauan ini akan cepat berakhir.. :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s