Sample Script EpisLova


Tittle                      : EpisLova

Writer                   : NaraYuuki

Genre                     : Fantasy/ Adventure

Warning               : This is DBSK Fanfiction (GS) dengan penyesuaian nama dan marga karakter dalam cerita ini agar bisa dipublikasikan secara umum dan dibaca secara umum pula tanpa berniat memprovokasi maupun menyebarkan sara. THIS IS ONLY A FAN FICTION. MISS TY BERTEBARAN, TANPA EDIT

 .

.

Sampul depan EpisLova NaraYuuki

Sinopsis:

Taring-taring tajam itu mencuat, air liur beracun menjijikkan menetes membasahi bibir-bibir kehitaman itu, bibir yang menghitam akibat sisa darah yang mengering dan mengerak. Ada sekitar seratus vampire yang mengepung kelima orang yang sedang menuju ke kerajaan utara itu, Cassiopeia. Lima kuda beraksa yang menyertai mereka pun tampak begitu gelisah dan menghentak-hentakkan kedua kaki depannya.

“Cih! Tua Bangka Ki Woong itu sepertinya benar-benar ingin menyingkirkanku.” Gerutu Yunho.

“Mereka tidak akan mempan dengan sihir kita.” Ucap Xiana sedikit panik.

“Sihir kalian memang tidak mempan untuk mereka, tapi sihir milikku bisa digunakan.” Yunho melirik Xiana.

“Jangan!” larang Yoochun, “Kami tidak bisa mengimbangi tekanan sihirmu, Yun.” Ucapnya.

“Lalu apa yang harus kita lakukan, Hyung?” tanya Changmin ketakutan. Bagaiamanpun Changmin masih berusia enam belas tahun, sehebat apa pun dia, namja itu masih terlalu muda untuk dihadapkan pada situasi genting antara hidup dan mati seperti ini.

Jleb!

Jleb!

Dua buah anak panah menembus jantung enam orang vampire yang secara bersamaan dan tiba-tiba saja melompat, hendak menerkam salah satu kuda beraksa mereka. Untung anak panah itu terbuat dari perak murni sehingga vampire yang terkena anak panah yang Jaenna lesatkan itu langsung menjadi debu.

“Gunakan semua senjata yang ada! Tusuk jantung mereka!” pekik Jaenna yang kembali membidik vampirevampire yang menerjang dan mulai menyerang mereka.

Nuu!” teriak Changmin, mantra untuk menciptakan tameng sementara yang akan melindunginya dari serangan tiba-tiba vampire. Tameng akan terbentuk sesuai kemapuan yang menguncapkan matra itu. Karena Changmin menguasai sihir tanah sehingga tameng yang terbentuk adalah tameng batu yang kokoh.

Fruze!” ucap Yoochun, ribuah jarum es runcing dan kecil terbentuk dari air yang berasal dari air sungai Salasum, “Zumu!” gumamnya. Ribuan jarum es itu melesat sangat cepat, menusuk-nusuk permukaan kulit para vampire, mendatangkan jerit dan lolongan kesakitan dari pemilik taring setejam taring harimau itu.

Tsui!” Xiana menusukkan pedang api yang terbuat dari sihirnya pada Jantung vampire yang mendekatinya.

Sementara Yunho hanya bisa mengayunkan pedangnya untuk membunuh para vampire yang menerjang dan menyerangnya. Korbannya memang tidak sebanyak Jaenna, Yoochun, Xiana dan Changmin, namun kehebatan Yunho dalam memainkan pedang cukup membantu mengurangi jumlah vampire merepotkan yang menghadang perjalanan mereka. Andai Yunho bisa menggunakan sihirnya pasti para vampire itu bisa disingkirkan dalam satu kedipan mata, sayang Yunho juga harus memikirkan akibat bila dirinya nekat menggunakan sihirnya. Bukan hanya para vampire yang lenyap, Yunho pun bisa membuat Yoochun, Xiana, Jaenna dan Changmin ikut lenyap. Ketidakmampuan Yunho mengendalikan sihirnya membuatnya harus menahan dirinya. Satu-satunya cara adalah mengalahkan para vampire terkutuk itu kemudian melanjutkan perjalanan menuju Cassiopeia agar Yunho bisa belajar pengendalian sihir pada Raja Cassiopeia langsung.

“Yunie Oppa!” Jaenna berlari ke arah Yunho secepat ia bisa ketika melihat seorang vampire hampir mengigit bahu Yunho dari belakang.

Bruk!

Jleb!

Jleb!

Yunho jatuh tersungkur ketika didorong sedemikian kuat oleh Jaennaa, “Jae… Nnaa…. Jaenna!” jerit Yunho saat melihat lengan putih Jaenna tergigit oleh taring salah seorang vampire.

Oppagwaechanayo?” tanya Jaenna.

“Joongie!” jerit Yoochun bersamaan dengan terlemparnya tubuh Jaenna ke dalam aliran sungai Salasum akibat bantingan sang vampire.

“Joongie Noona!” pekik Changmin yang berniat menjeburkan diri ke sungai untuk menolong Jaenna namun dihalangi oleh Xiana.

“Tugasmu melindungi Yunho!” ucap Xiana.

“Tapi Joongie nonna….”

“Mati kalian!” Yoochun mengibaskan pedangnya. Entah kekuatan apa dan darimana hingga tiba-tiba saja setengah dari vampire itu lenyap menjadi butiran debu halus yang diterbangkan angin ke segala arah.

Byurrr!

Yoochun kemudian menenggelamkan dirinya sendiri ke dalam sungai untuk mencari tubuh Jaenna. Walaupun racun para vampire sangat mematikan namun Yoochun yakin bahwa Jaenna bisa bertahan.

“Chunie hyung….” Jerit Changmin.

Xiana sangat marah atas tindakan Yoochun yang melalaikan tugasnya menjaga Yunho dan memilih untuk mengejar Jaenna yang belum tentu bisa selamat setelah mendapat gigitan dari vampire.

Tsui!” mantra sama yang tadi Xiana ucapkan terlontar dari bibir berbentuk hati Yunho itu memunculkan api berwarna hitam pekat yang membakar sisa vampire hingga tak bersisa hanya dalam hitungan detik sebelum menghilang.

Xiana dan Changmin hanya bisa terbelalak kaget melihat Yunho. Namja bermata setajam musang itu menutup kedua kelopak matanya, menahan pedih yang tiba-tiba menderanya akibat penyesalan dan ketidakmampuannya melindungi Jaenna dari kematian.

.

.

.

.

.

I beg you! Please baca warningnya dulu karena nantinya Yuuki tidak mau disalahkan.

Resiko ditanggung sendiri!

Kalau masih berani silahkan cek link ini: http://nulisbuku.com/books/view_book/6286/epislova

 

14 thoughts on “Sample Script EpisLova

  1. Ping-balik: LINK FF CHAPTER, NaraYuuki | NaraYuuki

  2. eon~ jadi epislofa nya gakan di post disini lagi donk ya?? t.t yahh aku udah nunggu2 dr dlu hiks..
    kalo di buku itu nama jaejoong jadi berubah, gatau kenapa itu pengaruh banget buat aku :p jadi ga kebayang muka cantik nan imutnya umma hehhe di post donk eonniiiiee-yaaa~ :*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s