Revenge III


Tittle                : Revenge III

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Romance/ Modern Fantasy/ dsb.

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back), TANPA EDIT.

.

.

.

.

.

 

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

Penceritaan di Chap ini agak cepat karena Yuuki malas edit :p

.

.

R3

.

.

“Kau memimpikan Youngwoong saat berada di UKS bersama Park Jaejoong?” tanya Changmin yang sedang menuang cairan berwarna merah pekat itu ke dalam gelas, “Sedikit mengejutkan.” komentarnya

“Sangat mengejutkan.” Ucap Yunho. Diraihnya gelas berisi cairan merah pekat itu, diminumnya habis sekali teguk.

“Lebih mengejutkan lagi ketika kau berhasil membuatnya menjadi namja chingumu dan kau menciumnya? Bagaimana bisa? Seperti bukan Jung Yunho yang ku kenal saja.” Changmin mengerutkan keningnya.

“Dia berbeda.” Gumam Yunho memainkan gelas kosongnya.

“Yah Hyung! Jangan bilang kau benar-benar jatuh cinta kali ini?!” ucap Changmin dengan suara sedikit memekik, “Jatuh cinta lagi setelah Youngwoong? Aku sedikit sangsi (ragu) padamu, Hyung.”

Yunho memicingkan mata setajam musangnya, telinganya bergerak-gerak sebelum bibir berbentuk hatinya menyeringai, “Dia datang.”

“Huh? Siapa?” tanya Changmin bingung.

Sebelum Yunho menyawab rasa penasaran Changmin, bel pintu rumah mereka berbunyi berkali-kali.

Yah! Siapa orang kurang ajar yang membunyikan bel sekasar itu?” omel Changmin ketika bel pintu rumahnya terus ditekan berkali-kali, membuat telinganya berdengung-dengung.

Yunho tersenyum, “Jaejoong.” Ucapnya sambil berjalan menuju arah pintu.

Eoh? Jaejoong?” Tanya Changmin, “Kenapa aku tidak bisa membauinya?” gumamnya.

Begitu sampai di mulut pintu, Yunho segera memutar knop pintu, tersenyum menyeringai pada Jaejoong yang sedang menatap tajam dan kesal padanya, “Kau benar-benar datang?” tanya Yunho.

Jaejoong mendelik kesal, memukul lengan kanan Yunho sebelum berjalan melewatinya masuk ke dalam rumah, “Bayarkan ongkos taksiku!” perintahnya.

“Taksi?” Yunho menatap sebuah taksi yang terparkir manis di depan pintu gerbang rumahnya yang terbuka lebar, berjalan dengan malas menghampiri supir taksi yang menatapnya dengan wajah sumpringah sebelum mengambil uang dari saku celananya untuk diberikan pada supir taksi.

“Maaf menunggu.”

“Terima kasih, Tuan.” Supir taksi itu membungkuk pada Yunho sebelum masuk ke dalam taksinya dan beranjak dari sana.

Yunho mengulum senyum ketika mendengar suara pekikkan Jaejoong yang memarahi Changmin di dalam sana. “Ku rasa aku sudah keterlaluan membiarkannya memasuki area kehidupanku.” Gumamnya pelan.

.

.

“Yunho hyung tidak akan mau memakannya.” Ucap Changmin ketika melihat Jaejoong menata makanan yang dibawanya dari rumah.

Jaejoong memelototkan mata seindah mutiara rusa betina itu pada Changmin, bibirnya bergerak-gerak tanpa suara seolah-olah merapalkan sebuah kutukan untuk namja jangkung itu, “Akan ku cincang Beruang mesum itu bila tidak memakannya! Kau tahu?! Aku bangun pagi-pagi buta dan bertengkar dengan Chunie hanya untuk memasak makanan ini!” pekik Jaejoong galak, “Awas saja kalau kalian tidak memakannya!” Jaejoong mengacungkan sumpit yang dipegangnya pada Changmin.

Changmin menatap Jaejoong dengan pandangan malas namun penuh rasa kasihan, “Bagaimana kami bisa memakannya bila selama lima ratus tahun terakhir ini makanan kami hanya darah?” gumamnya pada dirinya sendiri.

“Kita akan memakannya sampai habis!” ucap Yunho yang mendudukkan dirinya di samping Changmin, mengamati apa yang Jaejoong sudah masakkan untuk mereka, “Kelihatannya enak.” Ucapnya yang mendatangkan senyum cerah pada wajah cantik Jaejoong.

Yah Hyung!” protes Changmin.

Yunho menolehkan kepalanya pada Changmin dan tersenyum, senyum yang begitu mengerikan seolah sedang mengancam kelangsungan hidup Changmin –bila dia bisa dikatakan hidup. “… sampai habis Jung Changmin!”

Changmin mengangguk paham, “Arra. Sampai habis.” Ucapnya.

“Bagus.” Sahut Yunho, “Tetapi bisakah semua makanan ini disimpan dulu di dalam kulkas, hm? Aku dan Changmin sudah makan tadi.”

Mutiara rusa betina yang sangat indah itu menyipit sesaat, “Arra!” Jaejoong mengambil sepiring kimchi dan tumis daging ketika Yunho mencekal kedua lengannya.

“Changmin yang akan membereskannya untukmu.” Ucap Yunho.

Mwo? Aku?” tanya Changmin, “Hyung….”

Mengabaikan protesan Changmin, Yunho menarik Jaejoong meninggalkan dapur yang juga dijadikan ruang makan. Rumah dua lantai milik Yunho dan Changmin tidaklah besar bila dilihat dari luar, sama seperti perumahan di sekitarrnya yang minimalis namun terlihat sangat elegan. Tetapi dimata Jaejoong rumah yang sedang didatanginya itu terlihat terlalu besar untuk ditinggali dua orang saja.

“Kemana orang tuamu?” tanya Jaejoong ketika Yunho mengajaknya menaiki tangga menuju lantai dua.

“Aku dan Changmin hidup berdua sejak lama. Kami bahkan sudah tidak ingat wajah orang tua kami seperti apa.” Jawab Yunho dengan suaranya yang datar.

Jaejoong menarik lengan Yunho agar namja itu berhenti menaiki tangga untuk menatapnya.

Wae?” tanya Yunho. Yunho tidak suka menatap mata seindah mutiara rusa betina yang tengah menatapnya nanar, “Wae?” taanyanya lagi.

“Kau pasti kesepian.” Lirih Jaejoong.

Yunho tersenyum aneh, “Sangat. Tapi tidak apa-apa! Kajja!”

“Kau mau mengajakku kemana?”

“Kamarku.” Jawab Yunho, “Mungkin melanjutkan kegiatan tertunda kita di UKS kemarin.”

Yah!”

.

.

“Buka pintunya!” pinta Jaejoong.

“Kau tahu apa syaratnya.” Ucap Yunho keras kepala.

“Aku tidak mau menciummu karena kau bukan namja chinguku.”

“Kalau begitu jadilah namja chinguku.”

“Mwo?” mata selegam mutiara rusa betina itu membulat ketika melihat seringai tercetak jelas pada wajah tampan teman sekelasnya itu, Yunho.

“Kalau kau jadi namja chinguku, aku akan membukakan pintunya untukmu.”

Bola mata legam Jaejoong bergerak gelisah. Bibir merah darahnya komat-kamit seperti tengah bergumam pada dirinya sendiri.

“Ottoke?”

Jaejoong menatap kesal Yunho, “Arra! Aku akan menjadi namja chingumu tapi aku tidak mau menciummu.”

“Sayang sekali kalau begitu….”

“Yah!” pekik Jaejoong, “Arra….” ucapnya kemudian.

Yunho tersenyum menyeringai, “Besok datanglah ke rumahku membawa makanan hasil masakanmu sendiri!”

“Yah! Mana bisa begitu?” protes Jaejoong.

“Aku sering mendengar saudaramu memuji masakanmu, aku ingin memakannya juga. Jadi masaklah untukku!” Yunho berdiri dan menggeser pintu UKS dengan sangat mudah.

“Eoh? Bagaimana bisa?” tanya Jaejoong kaget dan bingung, “Tadi aku sama sekali tidak bisa membukanya.”

Yunho meraih dagu Jaejoong, menatap tajam mata bening seindah mutiara rusa betina itu sebelum mengecup bibir merah darah penuhnya dan berjalan pergi begitu saja.

“Yah! Dasar beruang mesum! Aku akan membunuhmu!” teriak Jaejoong kesal yang hanya dibalas lambaian tangan oleh Yunho.

.

.

Yunho mabuk, terlena oleh aroma yang menguar dari dalam tubuh Jaejoong. Aroma vanilla khas yang mampu membangkitkan hasrat dan gairah kelelakiannya. Matanya nyalang ketika mendorong Jaejoong kesisi temboh dan mulai mengendus bau yang menguar dari urat nadi leher namja cantik itu.

“Apa yang mau kau lakukan padaku, huh?” tanya Jaejoong sedikit curiga saat lidah basah Yunho mulai menjilati permukaan kulit lehernya, “Jung Yunho!” Jaejoong mencengkeram rambut Yunho kuat-kuat, mendorong kepala Yunho untuk menjauh dari lehernya. Jaejoong tersentak kaget ketika melihat pupil mata Yunho memerah perlahan-lahan.

“Aku menginginkanmu!” desis Yunho dengan suara berat dan dalam. Sekali sentak Yunho mencekal lengan kanan Jaejoong, menarik namja cantik itu menuju ranjang kemudian menghempaskan Jaejoong ke atas ranjang. Yunho merangkak di atas tubuh Jaejoong yang terlihat kaku melihat tingkah laku Yunho, terlebih ketika jemari Yunho membelai lehernya, Jaejoong merasa sangat takut dan merinding.

“Kau ini apa?” tanja Jaejoong ketika melihat taring Yunho mencuat di sela-sela bibir berbentuk hatinya itu. “Vampire?” namja cantik itu menatap ngeri wajah Yunho yang kini menyerupai seorang maniak pembunuh yang menemukan mangsanya.

Yunho tersentak kaget, seperti orang linglung Yunho menatap wajah pucat Jaejoong sebelum akhirnya dirinya menyadari posisinya yang tengah berada di atas tubuh namja cantik itu. Yunho beranjak dari atas tubuh Jaejoong ketika teringat apa yang sebelumnya dilakukannya pada namja yang kini menjadi namja cingunya, Yunho mengusap wajahnya kasar, mendudukkan dirinya sendiri di samping Jaejoong yang tengah terlentang dengan wajah sangat pucat.

“Maafkan aku….” lirih Yunho.

Jaejoong hanya melirik Yunho dalam diamnya.

“Kau mungkin tidak akan mempercayai ceritaku ini, Jae. Tetapi aku…. Aku adalah manusia yang dikutuk menjadi vampire. Aku setengah vampire sampai saat ini… karena Changmin belum menemukan obat untuk kami.” Ucap Yunho pelan. Menghela napas panjang, menatap wajah pucat namja cantiknya menggunakan ekor matanya. “Pergilah Jae! Pergilah sebelum aku lepas kendali dan menyerangmu….”

Jaejoong terdiam beberapa lama sebelum tertawa terpingkal-pingkal. Dengan punggung lengan kirinya namja cantik itu menutupi wajahnya sambil terus tertaawa seolah-olah itu adalah kesempatannya tertawa untuk terakhir kalinya. “Dikencan pertamaku aku baru tahu bahwa namja chinguku seorang vampire? Luar biasa!” ucap Jaejoong disela tertawanya.

“Jae!”

“Kau ingin minum darahku?” tanya Jaejoong, “Ambillah!”

“Kau gila?”

Jaejoong menyingkirkan tangannya yang menutupi wajahnya, menatap Yunho menggunakan mata indahnya dengan raut wajah serius, “Tidak! Aku masih waras. Aku memberimu darah. Ini seperti aku memberikan darahku untuk didonorkan walaupun jarum suntik yang digunakan kali ini adalah sepasang taring.”

“Jangan menggoyahkan hatiku!”

“Aku tidak keberatan.”

Yunho yang sudah mati-matian menahan dirinya akhirnya menyerah kalah, menubruk Jaejoong, menjilati leher jenjang namja cantik itu sebelum menancapkan sepasang taringnya di atas permukaan leher indah itu, merasakan betapa nikmatnya denyutan nadi Jaejoong yang dihisapnya.

“Aku selalu merepotkan Appa dan Chunie selama ini. Bila aku bisa melakukan hal berguna untuk orang lain maka biarlah ku lakukan walaupun menjadikan diriku sendiri sebagai makanan mahluk setengah monster.” Gumamnya yang sedang menatap langit-langit kamar Yunho, mencoba mengabaikan denyut perih di lehernya.

.

.

“Demi Tuhan Yunho Hyung! Kau menggigitnya?!” tanya Changmin ketika melihat bekas gigitan di atas permukaan leher Jaejooong yang tengah terlelap di samping kakaknya.

“Bahkan terbersit nafsu untuk menidurinya, Changmin.”

Hyung!”

“Dia adalah milikku.”

“Kita bahkan belum tahu apa maksud dari kemiripan wajahnya dengan Youngwoong dan aroma penyiihir yang menguar dari tubuhnya. Kenapa kau sangat gegabah, huh?”

“Aku tidak peduli, Changmin!”

Hyung!”

“Ingatannya terbaca olehku Changmin, melalui darahnya ingatannya dimasa lalu terbaca padanya. Dia akan mati. Dia mengalami gagal jantung dan dia akan mati bila tidak mendapatkan donor dalam waktu dekat ini.”

“Lupakan soal itu! Yang lebih penting adalah penawar untuk kita.”

“Tidak! Aku ingin kau mencari obat untuknya! Aku tidak mau dia mati.”

“Aku bukan dewa, Hyung! Dia manusia, bila jantungnya bermasalah aku bisa apa? Mengganti jantungnya?”

“Bagaimana bila membuatnya menjadi bagian dari kita?”

“Jangan gila, Hyung!”

.

.

TBC

.

.

Thoughts on “Revenge II”

Nina: Ayo tebak lagi Chagy!😀

MyBaby WonKyu : Tante yakin?

Ratnaezleeem : Udah noh🙂

Echasefry: Ane bisanya nulis soalnya, Chagy😀 Pelan-pelan akan terjawab kok.

Hanasukie: Ini udah ane post🙂

Kiritanpopo: XL bisa buka FFn. Di Conscious a Lofa Chap XV kemarin Yuuki share cara masuk internet tanpa harus danti kartu. Silahkan cek🙂

T3Jj kim : Udah ne. Jaga kesehatan, arra?!

Rani : Pelan-pelan saja ya biar otak Yuuki ga meledak😀

Yuuqy:  Sekali-kali ga romantis ga apa-apa kan?😀 Ini sudah lanjut😀

Hope: Annyeong😀 Wah gwaechana kok🙂 Yuuki ga maniak review. Dikasih review banyak alhamdulillah kagak juga ga apa-apa😀 Ah, Ntar terjawab sendiri kok😀 Eh, tapi coba baca Chap atu lagi ye, pan udah ada clue tuh di sana😀

Meybi: Cieeeeeeee yang nyanyi, ane yang minta recehnya bagaimana? Oppa kulkas yang suruh ngebor bebek? #dihajar. Molla🙂 tanya Umma & Appa nyok😀

Hardianty Rukmana : Fighting!😀

hime yume : Nostalgia? Yang Mumi pan Nostalgia? Atau apa? Ane lupa malah -_- Udah terjawab belum di Chap ini?

dewifebrianayasmin : Udah nich.

reanelisabeth : Akhirnya😀

Rinatya12kmsyjs : Appa mesum cuma sama Umma gajah doank kok #asahgolok. Ini udah update pan?

chomsah : Gomawo. Karena hutang FF Yuuki lumayan jadi pendek-pendek asal rata biar otak Yuuki ga meledak.

wiwindah : Yang sabar menanti ini Yuuki kasih chap IIInya😀

wiwindah : Black Tone? Wah, Yuuki malah demen karakter Umma yang kuat di FF ntu❤

Karin Cassiopeia : Masih TBC. Mau bantuin?

rizkyamel63 : Udah terjawab di chap ini belum?

aurogu : Yah! Mesum :3

.

.

Tuesday, July 29, 2014

9:06:46 PM

NaraYuuki

26 thoughts on “Revenge III

  1. Ping-balik: Revenge III | Fanfiction YunJae

  2. Annyeong eonni… udah banyak fanfic disini.. :O
    Weii… appa ketauan tuh… setengah vampire toh,, jangan2 umma anak.nya ahra lagi?? Ato dari keturunannya…kasian umma😥 jadi vampire juga ajd lah… ikhlas :DD

  3. benar kan, yunnie vampire, walau gak ngerti juga sih setengah vampire maksudnya apa.

    lebih muda membuat jae jadi vampire drpd mencarikan donor jantung.

  4. yawww udah pacaran aja yunjae nya
    hemzzz makin pensaran sama ff ini
    mungkin kah jae bakal jadi vampire juga??
    haduh klo gak dia bisa mati karena gagal ginjal
    ahhh menunggu!!!!!!!!!
    yuuki jjang!!!!!!!!!!!!!!

  5. Eonni … knp aku bisa lupa eonni pny cerita ini. Appa vampire?
    Keren, pas umma yg ketakutan malah ketawa setlah th pacarnya vampire dan mau minum darahnya adegannya hidup dikepalaku😀
    Umma galak dan cerewek banget ya tp knp yunpa ga takut?
    Appa keren sampe bikin imin oppa cengok suruh gantiin jantung umma.
    Nah aku setuju sama appa kalau umma dijadiin vampire juga🙂
    Hidup vampire … :3
    Kalau umma cuma dpt jantung baru msh bisa mati, biar yunjae hidup abadi jd dua2nya jd vampire aja.
    Lanjut eonni makin seru.

  6. ya ya ya,,, mulai dehh pemikiran gila Yunbear appa.
    tp terserah dehh kalo mw bikin Jaemma bagian dr kalian. itu hak appa.

    mw ngmng apa lg ya ??
    ahhh yg pasti satu dehhh…
    cepet update ne😉 #toelYuuki

  7. Ha ha ha umma malah ketawa waktu tahu appa vampir. Kan yang jadi vampir yunpa. Coba kalau yang jadi vampir orang lain ? #ngebayangin
    okey di tunggu lanjutannya yah ^^

  8. Ey . . rahasia lum terbongkar . knpa uri umma bsa mrip gt. .tp yunpa licik eunk. .hah jiwa mesum kaga bsa ilang y, . . umma jdin vampire aja. . masa umma meninggal menyedihkan . . hehe lnjt. . .hehe . . ,

  9. haha akhirnya jaema mau juga jadi pacarnya yunppa
    yunppa sampe lepas kendali tuh
    tp kenapa jaema rela2 aja iia
    iia, jaema dijadikan kyk mereka -yunppa sm minnie- aja
    tp tentang jaema yg mirip ahra itu gmn?
    kukira jaema renkarnasi youngwoong

  10. gyaaa…jeje mau dijadikan vampir jg…??! emng ada apa itu dmasa lalu yunho, cnta segitiga kah? tpi knp jeje seakan2 mnjadi perpaduan ahra n youngwong??

  11. . y mungkin nyang ntu epepnya -_- #ikutan_lupa
    . konsepnya hampir sama nyang beda disini jaemma g nglawan malah pasrah :3
    . kasian juga low si polos sakit keras😦

  12. Appa manusia yang di kutuk menjadi setengah vampire, kalau dapat penawarnya apa nanti bisa jadi manusia seutuhnya, atau umma yang bakalan jadi vampire biar tetep idup?
    Penasaran ><

  13. yes,ternyata yunppa setengah vampire.nah romantismenya mulai keluar.kelihatannya jaemma malu malu jiji ya,soalnya kalau lihat cerita chap ini jaemma ikhlas tuh buat jadi namja chingu yunppa,oke deh yuu lanjutkan ceritanya bagus banget..#ngangkat 2 jempol

  14. that good idea dad,,
    kl emg itu satu2’a cara biar mommy bisa hidup lama kenapa ga dicoba aja??
    jadiin aja mommy vampire juga..
    kurasa dy ga bakal keberatan koq,,
    toh mommy dg sukacita nyerahin diri bwt jadi santapanmu kan??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s