Consious a Lofa XVI END


Tittle                : Consious a Lofa XVI END

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Fantassy/ Romance/ Sad dikit?

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

.

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

Consious

.

.

Sepanjang perjalanan pulang mata Jaejoong nanar, hatinya sangat sakit mengetahui siapa sebenarnya yang sudah berniat meracuni suaminya.

“Kenapa? Kenapa kau tega sekali? Kenapa?” gumamnya seperti orang linglung. Kilat kemarahan dan kebencian terpancar jelas pada sepasang mutiara rusa betina indah itu. Sebelum semuanya terlambat, Jaejoong harus mengakhiri kekejian ini!

Changmin yang melihat Jaejoong berjalan tergesa hingga tidak memedulikan medan yang dilaluinya mencekal lengan kakak ipar yang lebih muda darinya itu sedikit gusar, “Yang Mulia Ratu, berhati-hatilah dalam melangkah! Di dalam perutmu itu ada calon keponakanku!” Changmin mengingatkan.

Tubuh Jaejoong bergetar hebat, napasnya memburu cepat akibat amarah yang memenuhi dirinya, “Lepaskan aku!” mata seindah mutiara rusa betina itu menatap tajam Changmin seolah bersiap menggorok leher adik iparnya bila namja jangkung itu berusaha menghalangi dirinya.

“Tidak!”

“Jung Changmin!” bentak Jaejoong cukup keras hingga beberapa orang yang lewat di sekitar mereka menoleh untuk melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi.

“Jangan membuat usahaku dan Yoochun hyung sia-sia hanya karena luapan emosimu Yang Mulia!” bisik Changmin, “Aku tahu kau marah, tetapi tahanlah dirimu sebentar lagi!”

Tiba-tiba kaki Jaejoong melemas. Namja cantik itu menyandarkan dirinya pada Changmin agar tidak tumbang di tengah jalan dan menjadi tontonan, “Dia adalah orang yang terakhir ingin aku curigai… tetapi semua bukti mengarah padanya.” Gumamnya pelan.

“Perlu ku panggilkan tandu untukmu?” tanya Changmin yang merasakan tubuh Jaejoong melemas.

“Aku butuh suamiku….” lirih Jaejoong. Wajahnya memucat, keringat dingin membasahi tubuhnya yang gemetar.

“Kau akan segera mendapatkan Beruang besar menyebalkan itu begitu masalah ini selesai. Ku mohon bertahanlah!”

.

.

Sepanjang siang Jaejoong duduk melamun di dalam kamarnya, merenungi nasib dan takdir yang mengikatnya hingga membawanya sampai pada posisi ini. Kesakitan dan kehilangan seperti apa yang pernah dialami olehnya. Bahkan bekas luka pada bahu kanannya selalu mengingatkannya pada getirnya hidup yang sudah dilaluinyam bekas luka yang didapatnya dari sang suami ketika mereka dipertemukan di medan perang.

Menjelang sore Jaejoong meminta Ahra menemaninya berendam di kolam air panas yang berada di belakang bangunan gedung balaikota, rumah mereka. Tempat yang dulu sering Jaejoong gunakan ketika dirinya sedang memikirkan strategi perang yang akan digunakannya untuk menghadapi lawannya –Cassiopeia yang kini menjadi Negaranya.

“Masih sakit?” tanya Ahra ketika mengusap bekas luka kehitaman pada bahu kanan adiknya.

Ani….” Sahut Jaejoong. Matanya menatap kosong serumpun tumbuhan bambu di pinggir kolam, “Noona….”

“Hm?”

“Untuk apa Noona mengirim mata-mata ke istana Cassiopeia dan meracuni Yunho?” Jaejoong menolehkan wajahnya sedikit, melalui ekor matanya namja cantik itu bisa melihat wajah pucat dan raut terkejut yang kakaknya tunjukkan. “Wae? Wae Noona? Kenapa kau melakukan semua itu? Dia suamiku. Kalau dia mati bagaimana dengan beban hidup dan kesedihan yang harus ku tanggung tanpa dirinya?” tanyanya dengan nada suara dingin, mati-matian Jaejoong menahan dirinya untuk tidak meneriaki dan melontarkan sumpah-serapah pada kakaknya.

Ahra terisak dalam diamnya, jemari tangan kanannnya mencengkeram kuat-kuat bahu kanan adiknya seolah menyalurkan beban kesedihan hidup yang selama ini ditanggungnya sendirian. “Untuk melindungimu….” lirihnya.

Jaejoong memutar tubuhnya hingga berhadapan langsung dengan kakaknya, mengamati air mata yang mengalir membasahi yeoja itu. “Melindungiku dari apa?”

Dengan jemarinya yang gemetar Ahra mengusap wajah cantik adiknya yang selalu mengingatkannya pada ibu mereka. Matanya yang nanar memancarkan kesedihan dan kerinduan yang selama ini tersembunyi dibalik sikap ceria yang selalu menjadi topengnya. “Kau tidak tahu bagaimana berambisinya Hyunjoong Oppa untuk mendapatkanmu, Chagy! Mendapatkanmu juga kota ini! Dia bersumpah bila dia tidak bisa memilikimu dan kota ini dia tidak akan membiarkan kau dimiliki orang lain, dia bersumpah akan membunuhmu bila dia tidak bisa memilikimu. Dia memang mencintaimu tapi cintanya sakit. Cintanya penuh ambisi dan dendam.” Ahra mulai terisak keras, “Ketika mendengar dia mengundang pembunuh bayaran untuk mencelakaimu dan Yunho agar kau bisa menjadi miliknya, dapatkah kau bayangkan perasaan Noona ketika tahu kau berada dalam bahaya? Dia sangat membenci Yunho yang dianggapnya merebutmu darinya. Noona berpikir bila Yunho tidak ada kau akan baik-baik saja. Apakah Noona salah? Noona hanya ingin melindungimu.”

Jaejoong diam. Membiarkan jemari kakaknya meremas kuat-kuat kedua bahunya, “Noona istri Hyunjoong hyung, jadi….”

Ahra menunjukkan raut wajah sedihnya. “Dulu dia sempat melamarmu pada Appa, tetapi Appa menolaknya karena Appa tahu Hyunjoong Oppa sangat berbahaya. Noona memang iri padamu karena Appa lebih mempercayaimu daripada Noona. Tapi Noona tidak bisa meninggalkan satu-satunya peninggalan Umma rusak begitu saja. Joongie, melalui dirimu Noona melihat Umma, karena itu Noona korbankan segalanya untuk menjagamu dari semua kekacauan ini. Jebbal! Jangan melawan lagi dan bersikaplah seolah-olah kau tidak tahu apa-apa! Ne? Biar Noona yang mengatasi semuanya.”

Jaejoong menggelengkan kepalanya pelan, “Aku adalah Jenderal Artesis, aku bahkan menjadi Ratu Cassiopeia sekarang. Haruskan aku diam saja ketika suami, rakyatku, kakakku sendiri dan aku dalam bahaya?” tanyanya, “Bila Hyunjoong hyung melibatkan pihak Tiongkok untuk membantunya, maka aku pun bisa melakukan hal yang sama. Membunuhnya sebelum perang brengsek ini meluas.”

“Joongie? Kau sudah tahu?”

Jaejoong mendekap kakaknya erat, “Apakah tidak apa-apa bila aku membunuh suami Noona?” tanyanya yang mendatangkan ekspresi terkejut Ahra.

.

.

Ketika malam menggantikan senja dan kerlip bintang menemani sang bulan yang kesepian, Jaejoong mengajak Hyunjoong jalan-jalan ke pinggir hutan berdua saja untuk sekedar melihat pedar sinar kunang-kunang yang tidak kalah indahnya dengan kerlip manja para bintang yang bertaburan di langit gelap.

Jaejoong berdiri di depan sebuah pohon butun, mata selegam mutiara rusa betina itu menatap ratusan kunang-kunang yang terbang melayang-layang di sekitar pohon itu. “Aku merindukan suamiku.” Ucapnya tiba-tiba. Jaejoong menoleh dan tersenyum pada Hyunjoong.

“Kalian baru berpisah dua hari dan kau sudah merindukannya Joongie?” tanya Hyunjoong.

Jaejoong hanya menatap datar Hyunjoong, tangan kanannya mengusap sesuatu yang ia selipkan di dalam kimono dibagian kiri tubuhnya. “Tetapi sepertinya ada yang berniat jahat pada suamiku dan negaraku.” Ucapnya sedikit membantak.

“Joongie?” Hyunjoong terbelalak ketika Jaejoong menghunuskan pedang pada lehernya.

“Mari kita bertarung sampai mati, Hyung!” tantangnya.

Mwo?!” mata Hyunjoong membulat kaget. Dari obor yang dipasang sepanjang jalan sebagai penerangan, wajah pemimpin Artesis untuk saat ini itu terlihat sangat pucat.

“Apakah kau masih menginginkanku, Hyung? Sejujurnya jauh dalam lubuk hatiku pernah ada perasaan suka padamu. Tetapi melihatkau bergumul dengan Noonaku membuatku marah dan membencimu. Kebencianku bahkan bertambah besar ketika aku tahu bahwa kau berniat mencelakai suamiku. Akankah kau masih menginginkanku yang sudah kotor ini, Hyung?” tanya Jaejoong, “Berkali-kali Yunho menyentuhku seperti kau menyentuh Noonaku. Apakah kau masih menginginkanku yang kotor ini? Atau kau ingin memandikanku dengan darahku sendiri? Mari Hyung! Angkat pedangmu dan kita bertarung sampai mati!”

Hyunjoong tersenyum seperti biasanya. “Kau tahu terlalu banyak Joongie! Tetapi kau yang kotor sekalipun tidak akan pernah ku tolak. Bila perlu aku akan memandikanmu menggunakan darah raja brengsek itu!” Dengan mata berkilat marah, benci dan dendam, Hyunjoong hendak mencabut pedangnya ketika seseorang menikamnya dari belakang.

“Jangan sentuh adikku, Brengsek!” pekik Ahra dengan air mata membasahi wajahnya.

Hyunjoong mendelik, hendak mencekik Ahra namun sebuah anak panah menembus jantungnya membuatnya tumbang seketika.

“Yoochun Hyung?” gumam Jaejoong. Mata sebening mutiara rusa betina itu membulat melihat siapa yang tengah berdiri di samping Yoochun. “Yunie….” lirihnya. Betapa Jaejoong sangat merindukan dan mengkhawatirkan suaminya itu, betapa dirinya ingin memeluk penguasa Cassiopeia itu dengan segenap kasih yang dimilikinya.

“Kau, hutang banyak penjelasan padaku Jung Jaejoong.” Ucap Yunho penuh penekanan, terkesan sangat dingin. “Dan singkirkan pedang itu dari tanganmu!”

.

.

Jaejoong mendelik pada Junsu, Yoochun dan Changmin yang memasang wajah bodoh mereka. Ingin mengambil pedang untuk menguliti mereka bertiga saat ini juga.

“Tinggalkan kami!” perintah Yunho terdengar sangat dingin.

“Jangan menggunakan kekerasan Jaejoongie! Suamimu itu masih sedikit lemah karena pengaruh racun.” pesan Junsu sebelum berjalan keluar.

“Ingat dia sedang hamil, Yun.” Yoochun mengingatkan yang kemudian berjalan menyusul Junsu.

“Jangan terlalu keras pada kakak iparku, Hyung!” Changmin menatap tajam kakaknya sebelum menyusul Junsu dan Yoochun.

“Lukamu…?” Jaejoong berjalan menghampiri suaminya, Jaejoong sangat khawatir melihat wajah tampan suaminya sedikit pucat.

“Tetap di situ Jung Jaejoong!” bentak Yunho, “Kau mengecewakanku!”

Jaejoong tersentak kaget dengan tubuh membatu. Ini pertama kalinya Jaejoong melihat mata suaminya diliputi aura kemarahan –benar-benar marah padanya. “Yunie….” lirih Jaejoong sedih mendapatkan penolakan seperti itu dari suaminya.

“Kelakuaanmu saat ini tidak termaafkan Jung Jaejoong!” geram Yunho. “Meninggalkan istana tanpa seijinku, membahayakan dirimu sendiri dan anak kita, kau pikir apa yang sedang kau lakukan, hah?!”

Jaejoong diam. Ini bukan medan pertempuran. Yunho bukan musuh yang harus dilawanya. Namja tampan itu adalah suaminya, ayah dari anak yang dikandungnya sehingga Jaejoong tidak bisa melemparkan kursi atau hiasan perisai yang menggantung di dinding dekat dirinya berdiri pada Yunho. Jaejoong tidak akan sanggup melihat suaminya terluka sedikit pun walaupun sekarang ini Yunho terlihat sangat menyebalkan dimatanya.

Yunho menggebrak meja di sampingnya, matanya nyalang penuh kemarahan ketika menatap wajah cantik istrinya yang agak pucat itu. Yunho tidak ingin menyakiti istrinya yang kini tengah mengandung anaknya tetapi Yunho pun tidak sanggup menutupi luapan marah akibat dorongan kekhawatiran yang menggelayutinya selama dua hari ini.

“Yunie….” Jaejoong menatap nanar suaminya, tidak menyangka suaminya akan semarah itu padanya. Seandainya dirinya sedang tidak dalam keadaan hamil dan tidak menderita rindu dendam pada suaminya itu pasti dirinya sudah mengajak Yunho berduel. Tetapi kondisi fisik dan jiwanya yang melemah begitu berhadapan dengan ayah anak yang sedang dikandungnya itu membuat Jaejoong sedikit sentimen.

“Oh Tuhan, Boo! Kau bisa saja membahayakan dirimu sendiri. Bagaimana bila anak kita terluka, huh? Apa yang akan kau lakukan bila sesuatu yang buruk menimpa dirimu dan anak kita? Bagaimana aku bisa hidup tanpa kalian?” pekik Yunho dengan suara tinggi menggelegar, “Jawab aku Jung Jaejoong!” bentaknya.

Jaejoong bergeming, ingin rasanya melompat menerjang suaminya dan memukul namja tampan yang sangat dibenci namun juga dicintainya itu hingga babak belur. Berani-beraninya namja menyebalkan itu membentaknya. Tidak tahukah Yunho bahwa dirinya adalah seorang ratu? Ah… Jaejoong baru teringat bila dirinya bisa menjadi ratu karena menikahi raja Cassiopeia yang sangat berkuasa itu, “Mian….” ucap Jaejoong setengah hati.

“Kau membuat kesabaranku habis Jung Jaejoong! Terima hukumanmu Yang Mulia Ratu!” desis Yunho

.

.

“A… apa Jaejoongie akan baik-baik saja?” tanya Ahra yang sejak tadi meremas sapu tangan miliknya. Yeoja itu sudah berdiri di depan pintu kamar adiknya semenjak beberapa menit yang lalu, khawatir Yunho akan melakukan sesuatu yang berbahaya pada adiknya.

“Lebih baik kau istriahat saja Ahra sshi.” Saran Junsu, “Bukankah besok kau harus mengurus pemakaman suamimu?” tanyanya.

“Tapi… tapi Joongie….” gumam Ahra.

Junsu menghela napas, “Dia tidak akan apa-apa. Kajja! Ku antar ke kamarmu.”

Sedikit ragu namun pada akirnya Ahra berjalan mengikuti Junsu.

“Haruskah kita berjaga di sini sepanjang malam mendengar erangan yang dilontarkan oleh Raja dan Ratu kita?” tanya Yoochun.

“Aku memilih pergi ke dapur.” Sahut Changmin yang melangkah menuju lorong sebelah kiri.

“Begitu pun aku.” Sahut Yoochun yang berjalan tenang di belakang Changmin.

.

.

Jaejoong mengusap wajah lelah suaminya. Membiarkan jemari kokoh suaminya mengusap perutnya yang terlihat sedikit buncit itu secara perlahan.

“Anakku baik-baik saja Boo?” tanya Yunho yang hanya mendapat anggukkan singkat dari istrinya, “Hai, Appa baru saja menengokmu. Kau senang?”

“Yun….” Jaejoong mengusap-usapkan kepalanya pada permukaan dada bidang suaminya, mencium aroma memabukkan yang sangat dirindukannya menguar dari tubuh Yunho.

“Jangan lakukan lagi, Boo. Ku mohon jangan lakukan sesuatu yang bisa membuatku menikam jantungku sendiri!” lirih Yunho sambil menciumi puncak kepala istrinya, “Kau tidak tahu betapa berartinya kau dalam hidupku, Boo.”

Mianhae…. Melihatmu terluka seperti itu membuat darahku bergolak.” Sahut Jaejoong dengan suara pelan.

Yunho tersenyum, “Pantas saja kau terpilih menjadi Jenderal Artesis.” Diusapnya punggung telanjang istrinya yang sedang mendekap erat tubuhnya, “Kau sangat mengagumkan, Boo….”

“Memang.” Sahut Jaejoong bangga. “Lebih mengagumkan lagi karena aku bisa mendapatkan hati raja Cassiopeia yang kejam!”

Yah, aku tidak kejam.”

“Tapi sangat kejam!”

“Jung Jaejoong….”

“Jung Yunho! Saranghae….”

Yunho tersenyum, “Aku lebih mencintaimu, Boo!” Yunho mengundang bibir istrinya, sekali lagi mengajak istrinya menyelami indahnya firdaus mereka bersama-sama.

.

.

Pagi harinya Jaejoong membantu suaminya memakai baju kebesaran bangsawan Cassiopeianya. Hari ini mereka akan menghadiri pemakaman Kim Hyunjoong. Walaupun awalnya Yunho menolak menghadiri prosesi itu tetapi setelah Jaejoong memaksanya akhirnya penguasa tertinggi Cassiopeia itu mau juga menurunkan sedikit keegoisannya untuk menyenangkan ratunya.

“Aku tidak akan menutup-nutupi penyebab kematian namja brengsek itu.” ucap Yunho ketika Jaejoong menyimpulkan tali kimono berwarna emas yang dipakai oleh Yunho.

“Setidaknya jangan memanggilnya brengsek di depan noonaku.” Pinta Jaejoong.

“Dia tetap orang brengsek! Orang brengsek yang mendamba instriku, orang brengsek yang mencoba merebut istriku, orang brengsek yang….” mata setajam musang milik raja Cassiopeia itu membulat ketika ratu cantiknya mengulum bibir berbentuk hati miliknya lembut.`

“Aku milikmu sejak awal kau menginginkanku, sudah ku pasrahkan hidupku untuk mengabdi padamu. Jangan pernah cemburu dan ragukan kesetiaanku.”

“Bisa kita pergi sekarang?” tanya Changmin yang sudah berdiri di mulut pintu dengan wajah sedikit mencibir, “Dan Hyung… ini masih terlalu pagi untuk meraba-raba tubuh kakak iparku! Kau tidak lupa bahwa kita harus menghadiri sebuah pemakaman, bukan?” wajah Changmin menunjukkan bahwa namja tampan itu sangat sebal sekarang melihat tangan Yunho sudah meremas pinggang Jaejoong. Kenapa bukan Junsu atau Yoochun saja yang memanggil sang raja dan ratu? Kenapa harus dirinya? Karena Changmin sudah menduga sejak awal bahwa kakaknya pasti akan melakukan hal tidak senonoh pada kakak iparnya. Meskipun perbuatan itu legal tetapi Changmin sangat kesal melihatnya. Cih! Andaikan dirinya punya istri juga.

“Dimana Junsu hyung?”

“Bebek berisik itu sedang menghibur Ahra sshi yang sejak semalam menangis.” Jawab Changmin, “Tentu saja Yoochun bersama mereka. Sudahlah! Kajja!” ajaknya yang melangkah keluar mendahului pemilik kamar.

Yunho terdiam. Yunho sama sekali tidak menceritakan hubungan antara dirinya dan Changmin yang sebenarnya merupakan saudara seayah Ahra pada Jaejoong. Yunho merasa hal itu cukup menjadi rahasia antara dirinya dan Changmin saja. Yunho tidak mau membebani istrinya dan siapa pun karena masalah itu. Biarlah semua itu menjadi rahasia yang nantinya akan memudar seiring bergulirnya waktu.

“Yunie….”

Yunho mengulum senyumnya, mengusap wajah cantik istrinya menggunakan telapak tangan kirinya dan menggenggam erat tangan Jaejoong menggunakan tangannya yang lain, “Kajja!”

.

.

Noona tidak menyesal?” tanya Jaejoong ketika peti mati itu mulai ditimbun tanah. Tidak ada prosesi militer seperti ketika pemakaman ayah mereka dulu karena dimata keduanya Hyunjoong tidak cukup pantas untuk mendapatkan penghormatan seperti itu. Bahkan tidak satu pun dari penduduk Artesis yang menghadiri pemakaman itu kecuali para prajurit yang memang ditugaskan untuk mengurus pemakaman ini.

Berita itu menyebar sangat cepat, berita tentang bagaimana Hyunjoong yang dengan kejamnya merencanakan pembunuhan terhadap Jaejoong dan Yunho, bagaimana Hyunjoong menghasut para pedagang dari Tiongkok untuk membantunya memuluskan rencana jahatnya dan bagaimana Hyunjoong nyaris menggorok leher Jaejoong –walaupun untuk yang terakhir itu posisinya terbalik, Jaejoonglah yang nyaris menggorok leher Hyunjoong jikalau Ahra tidak menikam suaminya sendiri terlenih dahulu. Tetapi tidak ada seorang pun yang mengetahui detail cerita sesungguhnya berniat meluruskan berita yang sudah menyebar itu. Toh nanti berita itu akan tenggelam dengan sendirinya.

“Anakku lebih baik tidak punya ayah daripada memiliki ayah sebrengsek itu.” Ahra tersenyum lega penuh bahagia dihari pemakaman suaminya.

Jaejoong yang merangkul Ahra hanya mampu mengusap punggung kakaknya. Jaejoong tahu Ahra bohong. Lihat saja lingkaran hitam yang menggantung di bawah mata sembabnya itu. Ahra hanya ingin terlihat tegar dan kuat karenanya Jaejoong akan berpura-pura semuanya baik-baik saja, untuk sekarang.

.

.

“Kau bisa tinggal bersama kami di istana sampai anakmu lahir.” Ucap Yunho.

“Terima kasih. Tetapi kota ini adalah detak kehidupanku. Aku akan tetap di sini Yunho sshi.” Jawab Ahra atas tawaran yang Yunho berikan padanya.

“Istriku pasti akan merindukanmu.”

“Jagalah dia untukku. Bahagiakanlah dia. Ku mohon padamu….”

“Akan ku lakukan, kakak ipar.”

Ucapan Yunho itu membuat Ahra tersentak kaget tetapi tidak urung tersenyum juga.

.

.

Petang itu Yunho mengajak Jaejoong dan Changmin pulang ke Artesis, meninggalkan Yoochun dan Junsu yang mulai sekarang akan mengambil alih kepemimpian kota kelahiran Ratu Cassiopeia itu.

Ahra tersenyum dan melambaikan tangannya ketika melihat adiknya melongokkan kepalanya melalui jendela kereta yang akan membawanya kembali ke rumah barunya. Harusnya Ahra bahagia karena adiknya menemukan kebahagiaannya sendiri tetapi rasanya sangat sedih mengetahui orang yang membuat adiknya bahagia bukanlah dirinya.

“Nah Ahra sshi, segera masuk dan beristirahatlah! Aku tidak mau Jaejoongie memarahiku karena membiarkan kakaknya jatuh sakit.” Ucap Junsu.

Bersama kereta kuda yang berjaan pelan meninggalkan pintu gerbang kota Artesis, nyala obor dan lampion mulai menghiasi jalanan di dalam kota, bersiap merenggut mimpi indah yang mungkin saja akan ditaburkan oleh sang malam.

.

.

“Karena kau milikku maka akan ku sediakan istana terindah yang dibangun dengan benteng cinta dan kasih disekelilingnya agar kau selalu bahagia dan aman ketika berada di dalamnya. Karena aku adalah pelabuhan terakhirmu, tempatmu untuk pulang.”

.

.

END

.

.

Epilognya segera menyusul jadi jangan demo Yuuki dulu🙂 Tapi… agak sad. Ga apa-apa ya? Terlalu panjang untuk dijadiin satu jadi Yuuki potong lagi😀 #nyengir

.

.

Thoughts on “Consious a Lofa XV”

Renyekalovedbsk: Di tempat Yuuki cuma kartu XL doank yang cukup waras untuk buka FFn. Ne😀

yuu : Sudah terjawab kan🙂

T3Jj kim : Sudah terjawab reaksi Appa, kan?🙂

MyBaby WonKyu : Kagak bisa Tante, cuma XL yang bisa. Di tempat Yuuki tapi🙂

reanelisabeth : Nado🙂 Sudah terjawab kan?

Meybi : Sudah terjawab kan?🙂

azkhana : Mak, bengek ane kumat #plak! Ga nyambung.

triloveyunjae69: Opera mini pakai kartu As? Kagak bisa ditempat Yuuki L

triloveyunjae69:  Dalangnya sudah ketahuan, kan? Nado🙂

meyfa : Sudah terjawab kan?

nina : Sudah terjawab ne🙂

ayumi : Udah terjawab, kan?🙂

Rinatya12kmsyjs : Ente pan emang feed backnya di sini, Neng -_-

miss cho : Nado🙂 Ini sudah.

Areah Bii : Udah nich, Tan🙂

yuuqy :🙂 Sudah nich.

Marlina: Sini-sini Yuuki kasih popo❤  Nado ne🙂 Epis? Sabar ne.

kim shendy : Sudah terjawab kan?

yunorisweat : Masuk Spam🙂 biasanya email dari WP yang Yuuki terima masuk spam. Sudah terjawab?🙂

Kim Hyewon : Tor browser itu aplikasi mirip mozila. Coba search di Google🙂

diennha : Ane kagak bisa #pundung

dewifebrianayasmin :🙂

Ade Jung : Udah pan?

Rani : Bial tambah gleget :p #wwajahpolos

echasefry : Ada Beruang besar yang selalu melindungi Umma🙂

4shizun : Nado ne🙂 Udah kan ini?

Ratnaezleeem: Gwaechana😉

 

http://www.wattpad.com/user/NaraYuuki Kalau mau main boleh kok🙂

 

.

.

Saturday, August 02, 2014

2:58:08 PM

NaraYuuki

27 thoughts on “Consious a Lofa XVI END

  1. Kya. . .aq tlat bca . .hiks hiks aigo tbakan ane bner2 salah. . .haha end y tu sesuatu bgt. . .d tg9u epilog y . . .hah . .d ffn lum update y . .aq lyat notif d fb yg revenge jg dah update . .haha da manfaat kn . .g d ffn y fb trus k wp . . ah bha9ia . .nice ff .. .pai pai artesis ane pindah k revenge dl yuuki. . .d tg9u yg pembalasan bidadari hitam. . .ah uri hyuno . .ane kaga dpt bunonim y aega y jg gpp. . hehe

  2. Atau kau ingin memandikanku dengan darahku sendiri? – keren bangets kalimat ini!

    epilognya agak sad? hmmm, boleh, asal yg sad2 itu jangan menimpa yunjae & hyunno ya? hahaha.

    xl ditempat aku cuma ada edge, gak ada hsdpa, lalodnya minta ampun! jadinya aku terikat mesra dengan simpati flash yg paket 60rb 6giga utk 1 bulan ^_^ agak mahal sih, tapi jaringan lancar jaya.

  3. Thanks Yuukichan. Hehehehe… Epilognya sad ya… Asal jgn Jaema atau Yunpa yg kenapa2. Ah masalah ffn… Ak bs buka ffn d blackberry via kartu 3. Pake browser nya bb. Kl d hp android ak pake kartu AS. Bisa buka. pake opera mini. Kalo via wifi bisa buka d browser google chrome asal dns servernya pake punya google.

  4. Arghh … salah tuduh dong aku eon. Selama ini aku berbaik sangka sama ahra lho #plak tp ternyata hyunjoong jussi yg jahat 😡 tega2nya ya gara2 cinta jd jahat begitu 😠untung belum terlambat dah jd umma ga kenapa2 😰
    Appa keren kalau marah 😕bikin merinding dan umma ga berkutik.
    Kasihan jdnya sama nenek lampir itu jd ga pny suami 😂 jodohin ama changmin aja gimana eon #plakplok
    Main tebak2anya salah semua eoh jawabanku hehehe … 😆
    Epiloq eonni td belum puas ama moment appa mesum kkkk 😙

  5. waahh ternyata malah dalangnya hyunjoong
    kukira ahra dalangnya, trs hyunjoong cuma pengikutnya
    ternyata ahra malah sayang bgt sm jaema
    pdhl aku sudah menuduh yg tidak2 hahaha :p
    eh? epilog nya sad eon? waeyoo?
    pdhl kyk udah bahagia niihh
    yah kecuali buat ahra

    eh eonnie punya wattpad juga?
    okee ntr aku follow eon😀

  6. Ah syukurlah semuanya berakhir dengan bahagia. ^^ tapi aku gak nyangka kalau ternyata dalang utamanya hyunjoong. Untung aja umma milih appa. Masa hyunjoong bilang suka ma umma tapi malah tidur dengan ahra. -_- okey ditunggu epilognya ^^

  7. Ping-balik: Consious a Lofa XVI END | Fanfiction YunJae

  8. Yoshh..jadi intinya yg mau bunuh appa itu si ahra :0 tp yang jahat si hyunjoong…wk
    Umma ngegemesin euyy appa akhirnya silaturahmi jg sama babynya>_> #ehem
    Lanjut ke epiloooggggg >

  9. astaga jadi hyunjoong dan ahra ternyata
    haduh walopun ahra alasannya baik sich buat melindungi jae
    haduh sampai akhir baru ketebakkan
    ya ya ditunggu epilognya dan yang pasti karya yang baru lagi
    yuuki Fighting
    JJANG!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  10. hiya…. kalau bisa mah epilognya jangan sedih, T_T
    yang happy-happy aja , hahahah…
    yowes, good luck yah buat karya-karyanya.
    ^_^

  11. Akhirnya ceritanya selesai jga kak ? Ceritanya bagus dan gk nyangka kalau jae gk khlangan ingatanyaa yups akhir ug mengejutkan gomawoyo yuki-ssi ^^ anyeong ^^

  12. epilognya agak sad..apa ntar ad yg mati..?? @.@
    mianhe..tp aq kok ngrasa last chapter ini krng greget ya yuuki..??aq nunggu epilognya aj..

  13. udh RnR d ffn nihh,,
    tp feedback d sini jg gpp kan #toelYuuki

    oke Rin tunggu epilog nd ff” Yuuki eonnie slanjtny. *yg penting isa bc ff Yuuki*

    uhh Rin ini tuhh punya penyakit lupa (?) jd kalo Rin feed lback ff slalu lupa ff apa aja yg mn dan dmn yg Rin feedback. kadang” Rin jg lupa gg feedback itu karna kebiasaan Rin pas abis bc ff tp blm kelar udh Rin tutup. jd Rin lupa mn yg udh Rin bc nd blm. #alesanKepanjangan #hugYuukieonn

    oke. kalo wattpad itu harus log in gg eonn ?
    Rin blm pernah k wattpad. aff aja Rin msh bingung #elah!
    Rin buasa d ffn sm wp or blog aja, jd agak ragu kalo mw k wattpad

  14. tuhh kn bner bukan ahra pantesan umma kya shock gtu wktu tau orng yg pesen tu pedang
    akhirnya pda bhagia
    buat hyunjoong syukurinnn
    kasihan ahraaa
    epilognya agak sad eon?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s