Consious a Lofa XV


“Karena kau adalah tempatku untuk pulang… aku akan menjaga dan melindungimu dari orang-orang kejam yang hendak merusakmu….”

.

.

Consious

.

.

Tittle                : Consious a Lofa XV

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Fantassy/ Romance/ Sad dikit?

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

Consious a Lofa

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

.

.

.

“Kau membiarkannya ke Artesis sendirian?! Kau gila?! Dia sedang hamil!” Yunho murka. Penguasa tertinggi Cassiopeia itu tidak menyembunyikan rasa marah dan khawatirnya ketika dirinya diberitahu bahwa ratunya telah pergi meninggalkan istana nyamannya menuju sarang penyamun (tempat para penjahat berkumpul/ menetap) terkutuk yang sangat dibencinya.

“Tenanglah Yun! Lagi pula Changmin bersamanya.” Ucap Junsu mencoba menenangkan sepupunya, mengabaikan tatapan tajam dari sepasang mata setajam musang yang siap mengulitinya hidup-hidup. Junsu sudah berjanji pada Jaejoong akan menjaga Yunho, Junsu tidak akan membiarkan sepupunya yang baru saja sadar setelah beberapa hari tidak sadar akibat racun yang masuk dalam tubuhnya itu berada dalam bahaya sekali lagi.

“Siapkan kuda untukku! Aku akan menyusulnya.” Perintah Yunho dengan wajah sangarnya pada para pengawal yang hanya bisa menunduk segan terhadapnya.

“Sebelum itu kau harus tahu sesuatu, Yun!” ucap Junsu dengan suara tenang, Junsu tidak mau tersulut emosi menghadapi sepupunya yang kadang bisa melakukan hal-hal gila.

“Apa?!” bentak Yunho tidak sadar. Raja Cassiopeia itu sudah berdiri dengan angkuh di dekat bibir ranjangnya, mengikat simpul kimono sutera emasnya kasar.

Junsu menghela napas panjang dan berat, menatap ragu raut wajah keras dan serius yang Yunho perlihatkan padanya, “Sebenarnya… sebenarnya Jaejoongie sudah tahu semuanya. Selama ini dia hanya berpura-pura dan memainkan perannya dengan baik.”

“Apa maksudmu?” Yunho mengerutkan keningnya.

“Bisa kalian tinggalkan kami sebentar! Ada urusan keluarga yang harus kami luruskan sebelumnya dan jangan siapkan kuda!” perintah Junsu pada para dayang dan pengawal yang berada di dalam kamar sang Raja, “Siapkan kereta kuda dan minta batalion 1 (batalion = prajurit yang berjumlah antara 300-1000 orang) untuk bersiap berangkat menuju Artesis petang nanti!”

Seketika para dayang dan pengawal yang berada di kamar sang raja memberi hormat pada Yunho dan Junsu sebelum bergegas pergi. Mereka tidak mau menyulut kemarahan raja mereka lagi.

Junsu menatap nanar sepupunya, Junsu tahu mata setajam musang yang sebagaian orang sangka penuh dengan dendam dan kebencian itu selalu berbinar penuh kasih dan cinta ketika menatap ratunya, “Jaejoongie tidak pernah terpengaruh dengan apa yang ku lakukan padanya –mencuci otaknya. Sejak awal dia ingat semuanya.”

Tubuh Yunho lunglai. Raja dengan kekuasaan besar itu terduduk diam di bibir ranjang yang selama beberapa bulan ini ditidurinya bersama istri cantiknya.

“Maaf tidak memberitahumu lebih awal. Jaejoongie melarangku mengatakannya padamu.”

Mutiara coklat terang yang terbingkai kelopak tajam itu menatap hampa Junsu, “Jadi? Dia menipuku? Selama ini dia menipuku dengan bersikap manis padaku?” tanya Yunho dengan suara yang terdengar sedikit parau. Yunho sedikit terpukul. Dia merasa dicurangi oleh orang yang paling penting dalam hidupnya setelah kematian ibunya.

“Tidak Yunho!” Junsu menggelengkan kepalanya pelan, Junsu sudah tahu bahwa reaksi yang sepupunya tunjukkan akan seperti ini. “Jaejoongie sangat mencintaimu. Jangan ragukan hal itu.”

“Cinta? Setelah apa yang ku lakukan pada tanah kelahirannya?” tanya Yunho yang memasang senyum sinisnya, “Aku bahkan sudah membunuh ayahnya. Kau kira dia bisa mencintaiku begitu mudahnya?”

“Entah percaya atau tidak, tetapi selama ini Jaejoongie berusa mati-matian melindungimu dari niat jahat penduduk Artesis. Dia secara rahasia memintaku, Yoochun dan Changmin menyelidiki beberapa orang yang dicurigai berniat melakukan pembunuhan terhadapmu.” Sedikit gusar Junsu mengeluarkan beberapa surat dan perkamen dari dalam kimono yang dikenakannya untuk diserahkan pada Yunho, “Dia melakukannya karena dia mencintaimu. Apalagi yang kau ragukan darinya?”

“Dia tidak akan membiarkan dirinya mengandung anakmu bila dia tidak peduli padamu, Yun.” Tambah Yoochun yang sudah berdiri bersandar pada daun pintu, “Kau tidak tahu rasanya mengikuti pedagang dari Tiongkok dan memata-matai mereka sampai pelabuhan di perbatasan hanya demi membuat istrimu itu merasa tenang.”

Yunho menatap tajam Yoochun yang bergeming (tidak bergerak/ diam saja) di tempatnya berdiri.

“Setelah kau mendengarnya, semua keputusan ada ditanganmu pada akhirnya. Apapun yang akan kau lakukan, aku dan Yoochun akan mengikutimu sampai akhir.”

Yunho menyeringai kejam, “Para bedebah brengsek itu sudah membuatku terpisah dari ratuku, kau pikir aku akan tinggal diam ketika ratu dan calon anakku berada di kandang para manusia terkutuk itu?” tanyanya lebih kepada dirinya sendiri, “Siapkan pedangku! Akan ku penggal kepala orang yang berniat menghalangi langkah kakiku!”

.

.

“Makanlah!” Ahra menyodorkan semangkuk sup gingseng pada Jaejoong yang terlihat enggan menyentuh makannya. Yeoja itu sengaja menyiapkan sup itu dengan tangannya sendiri begitu melihat wajah pucat adiknya.

Jaejoong tersenyum, “Noona, bagaimana keadaanmu? Apa kehamilanmu mengganggumu?” tanyanya. Berbeda dengan dirinya yang baru hamil muda, menginjak 3 bulan. Usia kandungan Ahra sudah menginjak bulan ke 7, perutnya sudah sangat buncit dan pergerakannya lebih lambat dari biasanya, “Kau bahagia Noona?”

Ahra menggenggam erat tangan Jaejoong yang berada di atas meja, “Kau pulang, tentu saja Noona bahagia.” Ucapnya, “Kau tidak akan pergi lagi, kan?”

“Aku harus kembali kesisi suamiku, Noona.” Jawab Jaejoong. Membicarakan suaminya membuat Jaejoong merindukan Beruang besarnya itu. Jaejoong ingin ditemani Yunho sekarang. Perasaan rindu itu membuat ulu hatinya (lekuk antara perut dan dada) berdenyut sakit.

Ahra menundukkan kepalanya sesaat sebelum kembali tersenyum menatap adiknya, “Tetapi Artesis adalah rumahmu. Noona akan menjagamu dari orang-orang jahat itu!”

“Yunho bukan orang jahat, Noona.”

“Orang yang sudah membunuh Appa dan merebut tanah kelahiran kita?! Tidak Joongie! Noona tidak akan menyerahkanmu padanya lagi!”

“Tetapi Noona…. Di dalam diriku ada anak Yunho.”

Ahra bergeming menatap adiknya dengan mata terbelalak, “Ka… ka… kau ap… kau apaa… Jae… Joongie?” tanya Ahra dengan suara bergetar seolah ada tangan tidak kasat mata yang sudah menamparnya.

“Aku sedang mengandung, Noona.” Jaejoong tersenyum pada kakaknya, “Anak Yunho.”

Ahra bangun dari duduknya, berjalan mondar-mandir dengan wajah panik.

Noona?” Jaejoong merasa ada yang aneh pada sikap kakaknya.

“Jaejoongie? Kau hamil? Kau yakin?” tanya Ahra dengan wajah paniknya.

Jaejoong mengangguk ragu, “Tiga bulan. Wae?”

“Dengar! Jangan beritahu siapapun soal kehamilanmu ini! Arra?! Selama kita bisa menutupinya akan kita simpan rahasia ini untuk diri kita sendiri.” Pinta Ahra dengan mata nanar, “Noona akan membantumu mengurusnya. Kau tenang saja ne. Kajja makan supmu! Noona tidak mau keponakan Noona kelaparan karena kau tidak menjaga makanmu.”

Noona tidak keberatan aku mengandung anak Yunho?”

“Sebuah kelahiran selalu membawa harapan baru, Chagy…. Tetapi untuk sekarang, situasinya akan sangat berbahaya untukmu bila orang lain tahu kau tengah mengandung bayi Raja Artesis itu.” Arha mengusap pelan wajah Jaejoong, “Makanlah! Noona akan pergi mengurus sesuatu.”

Dengan jelas Jaejoong melihat kepanikan meliputi kakaknya, bahkan ketika menyentuhnya tangan Ahra terasa sangat dingin dan gemetar. Mata seindah mutiara rusa betina itu terus mengamati pergerakan kakaknya dan para pelayan yang ikut pergi meninggalkan kamarnya, “Changminie….” panggilnya.

Changmin yang sejak awal bersembunyi di celah antara lemari dan jendela bergorden coklat gelap itu menyibak gorden yang sebelumnya menyamarkan dirinya, berjalan pelan menghampiri Jaejoong yang masih duduk ditempatnya tadi.

“Minta orang untuk mengikuti Ahra noona! Jangan sampai menimbulkan kecurigaan!” pinta Jaejoong.

Arra.” Sahut Changmin, namja jangkung itu segera pergi keluar memanggil prajurit khusus yang menyamar menjadi pelayan sejak kedatangan mereka ke kota Artesis.

Jaejoong menatap sup gingseng di hadapannya tanpa minat, “Umma tahu. Umma juga merindukan Appamu.” Ucapnya sambil mengusap perutnya, “Tapi kita harus kuat mulai sekarang. Umma melakukan semua ini untuk melindungi Appamu. Jadi Umma harap kau akan menjadi anak baik sampai semua masalah ini beres.”

.

.

Begitu langit sudah cerah dan makan pagi usai, Jaejoong mengajak Changmin serta para pelayan khusus yang dibawanya dari istana Cassiopeia jalan-jalan menuju pasar. Walaupun awalnya Ahra dan Hyunjoong tidak mengijinkan Jaejoong pergi tetapi namja cantik yang dulunya seorang Jenderal hebat Artesis itu berhasil meyakinkan keduanya bahwa dirinya akan baik-baik saja.

Menanggalkan atribut ratunya, Jaejoong hanya mengenakan baju yang biasa dipakai oleh rakyat jelata, baju dengan warna kusam dan kumal. Rambut panjangnya diikat di tengah, membuat anak-anak rambut di dekat kedua telinganya menjuntai keluar, membuatnya terlihat sangat anggun dan cantik walaupun pada kenyataannya dirinya tetaplah seorang namja.

Jaejoong tersenyum melihat interaksi yang terjadi di pasar antara penjual dan pembeli, sepertinya para penduduk Artesis berhasil mengatasi keterpurukan mereka sebagai kota persemakmuran Cassiopeia. Jaejoong melangkah menuju sebuah bengkel pandai besi kecil yang sangat kumuh dan kotor, mengamatinya sesaat sebelum memanggil pemiliknya.

Tergesa-gesa seorang pandai besi kurus nan jangkung namun sedikit bungkuk itu berjalan menghampiri Jaejoong, “Ye Tuan? Ada yang bisa ku bantu?” tanyanya ramah.

Jaejoong tersenyum, gurat tua dan lelah terlihat jelas pada wajah pandai besi itu. “Ahjushi masih ingat padaku?” tanyanya.

Mata lelah itu mengamati wajah Jaejoong sesaat sebelum tersadar, “Tuan muda!” pekiknya, “Aigoo! Aigoo! Aku senang sekali bisa bertemu dengan Tuan muda lagi!” dijabatnya tangan Jaejoong kuat-kuat tanpa menyadari bahwa tangannya kotor karena arang pembakaran.

Yah!” Changmin mendelik kesal ketika pandai besi itu menjabat begitu saja tangan Jaejoong, “Dia bukan tuan muda lagi melainkan Ya… Argh!” Changmin mendelik ketika Jaejoong menginjak kuat-kuat kakinya.

Ahjushi… boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Jaejoong.

“Eh?” pandai besi itu menatap Jaejoong bingung, “Bertanya? Tentu! Tentu saja Tuan muda! Tentu saja….” jawabnya.

Jaejoong meminta pedang yang dibawa salah satu pelayannya. “Ahjushi, kau kah yang membuat pedang ini?” ditunjukkannya pedang yang sebelumnya dirampasnya dari penyusup yang sudah meracuni suaminya, “Bisa Ahjushi katakan Siapa yang memesannya?”

Pandai besi itu nampak terkejut, “Ya, Tentu saja. Ada dua puluh buah pedang seperti ini, Tuan muda.”

“Siapa yang memesannya, Ahjushi?” tanya Jaejoong.

“Yang memesannya adalah….”

.

.

Sepanjang perjalanan pulang mata Jaejoong nanar, hatinya sangat sakit mengetahui siapa sebenarnya yang sudah berniat meracuni suaminya.

“Kenapa? Kenapa kau tega sekali? Kenapa?” gumamnya seperti orang linglung. Kilat kemarahan dan kebencian terpancar jelas pada sepasang mutiara rusa betina indah itu. Sebelum semuanya terlambat, Jaejoong harus mengakhiri kekejian ini!

.

.

TBC

.

.

Harusnya End di Chap ini tapi Yuuki potong soalnya kesannya maksa banget kalau penceritaannya dipercepat jadi Yuuki bagi dua🙂

.

.

Thoughts on “Consious a Lofa XIV”

MyBaby WonKyu : Umma pan aktor hebat Tante😀, Mian ne kalau Yuuki punya salah, Tan…..

4shizun : Gomawo🙂 Mian ne kalau Yuuki punya salah…

yuuqy : Sudah datang nich😀 Mian ne kalau Yuuki punya salah….

Meybi : Nan molla #nyengir. Mian ne kalau Yuuki punya salah….

nina : Sabar, ntar terbongkar sendiri kok😀 Mian ne, Chagy kalau Yuuki punya salah….

Rani : Nado. Mian ne kalau Yuuki punya salah….

yuuruuki : Hehehehe >_< Mian ne kalau Yuuki punya salah….

diennha : #wajahpolos🙂 Mian ne kalau Yuuki punya salah….

t3kjj kim: Muahahahahahhaha >_< Mian ne kalau Yuuki punya salah….

T3Jj kim: Chap besok ye? Sebenarnya malas tapi karena kepikiran hutan :p ##kabur

Ratnaezleeem:🙂 Mian ne kalau Yuuki punya salah….

reanelisabeth : Mari kita tunggu jawabannya ^_^ Mian ne kalau Yuuki punya salah….

kiyo : Gajah hamil emang serem #dihajarUmma. Mian ne kalau Yuuki punya salah….

dewifebrianayasmin : Sudah? Mian ne kalau Yuuki punya salah….

meyfa : Ini sudah🙂 Mian ne kalau Yuuki punya salah….

echasefry : Jangan bingung Chagy😀 Mian ne kalau Yuuki punya salah….

ayumi : Potongan-potongan adegan yang Yuuki berikan dibeberapa chap kemarin adalah jawabannya😀 Yuuki juga bingung >_< Mian ne kalau Yuuki punya salah….

yunorisweat Tante Ahra waeyo? Mian ne kalau Yuuki punya salah….

Kim Hyewon : Apanya yang jelas? :3 Oh ho, Ane usahain repost dengan format berbeda kalau udah ga sok sibuk ye🙂 Mian ne kalau Yuuki punya salah….

kim chulie : Flashback yang mana Monie? Mian ne kalau Yuuki punya salah….

Rinatya12kmsyjs : Manyaran? Jauh bingit ==” #jitakRin Gwaechana, di rumah Yuuki ini boleh bahas apa saja asal ga mengandung sara kok😀 Mian ne kalau Yuuki punya salah….

.

.

Yang susah buka FFn nich Yuuki kasih saran:

https://www.hidemyass.com/proxy/

http://www.aunblock.com/

http://www.bingproxy.com/

Download Tor browser coba, ada yang buat PC & HP.

Atau ganti kartu modem pake XL. Soalnya XL masih bisa buat akses FFn.

.

.

Friday, August 01, 2014

7:43:55 AM

NaraYuuki

31 thoughts on “Consious a Lofa XV

  1. yaaa yuuki tbc na nanggung amat…penasaran kan sm yg mau ngeracunin yun bear. oya make kartu tree bs kok buka ffn. aq msh bs buka ffn. yuuki…di tunggu lanjutan na yaaa…

  2. Umma udh tahu kah kalau noona nya yg jahat?
    Chapt ini yunjae terpisah😥
    Umma nyamar jd rakyat jelatah #bayangin gimana reaksi yunpa liat umma penampilannya ky gitu. Pasti langsung nyeret masuk kamar krn umma cantik banget😉
    Tahu2 update, untung ane rajin ngintip jd tahu kalau eonni update.
    Met Lebaran ya eonni, Mohon maaf lahir batin ditunggu angpaunya hehehehe🙂

  3. pasti ahra yg mau membunuh yunnie!

    mohon maaf juga klo aku ada salah ya.

    btw, aku pake simpati active di samsung galaxy tab 3, lancar2 saja buka ffn.

  4. Ping-balik: Consious a Lofa XV | Fanfiction YunJae

  5. Selamat hari lebaran Yuuki… Mohon maaf lahir batin jika selama jadi komentator ~*duh bahasanya~ ada kata2 yang kurang berkenan.
    Semakin penasaran berkali lipat. Benarkah Ahra yg berniat jahat. Wua Jaejoongie, kau benar2 cinta mati ya sama appa bear…

  6. Hayooo sapa yg punya niat jahat kenapa fellingku mengatakan kalo ahra yg berbuat heeemmm ditunggu ne chp depannya jangan malama yaaa #puppyeyes

  7. kira2 siapa yaa dalangnya ?

    aq bk ffn lewat opera mini lancar2aja.
    Mohon maaf ya~ bila ada salah, terutama keseringan jd sider.

  8. benarkah ahra pelakunya?
    kmrn2 sempet yakin ahra pelakunya
    tp tadi pas baca klo ahra panik jaema hamil trd bilang klo kelahiran harus disyukuri kok jadi agak ragu iia
    aaaa kepotong dibagian pas tau siapa yg pesan pedang itu

    eonnie maaf lahir batin iia
    maaf klo aku ada komen yg menyinggung perasaan eonnie selama ini🙂

  9. iya sama 2 yuuki..maaf lahir batin ya..
    seneng ni ff udah update*walo pendk.hehee
    ahra knp panik gitu ya.?? jd tambh yakin kl hyunjoong yg jd dalangnya…

  10. Ahhh,,, trnyt Rin review ny d sini.
    huuuffttt #lega
    Hehehe😀
    Rin td pas bc d FFn uname Rin gg d sebut. Rin kira Rin gg review trnyt RnR d wp.

    itu Yun ppa jgn marah sm Jaemma ne ?
    kacian Jaemma, Jaemma kan cuma pen nglindungin appa aja.
    Jaemma hati hati ya dlm misi ny, jgn ampe gegabah. ati ati sm orng jahat ny. Biar Rin jagain Yunppa d sini bareng Suie jumma.

  11. yuuki.. mina aidin walfaidzi ya. maafin yuu jg ya.🙂

    aduh… ini yuu jadi galau tentang siapa dalang di balik semua ini.. tapi kok lebih mengarah ke ahra ya..
    yowes lah benar atau salah tebakan yuu, di tunggu next chap nya..🙂

  12. Yuuki, kangen….
    Met Lebaran ya,mohon maaf lahir batin.
    aku baru nemu wp Yuuki lg nih,jadi baru baca cerita ini. digeder ampe chap 15.
    umma keren bgt ga terpengaruh ma junsu.yg mau jahatin yunho,ada ahra n hyunjoong ya?cm dua2nya punya motif yg beda.
    update soon ya hehe…
    o Iya,klo epislova mana ya?aku blom tamat bacanya tp koq ga ada.gomawo.

  13. Feelingku kalo CaL update bener! Untung mampir… Tegaanyaa wordpress knp ga ada notifnya ya, kayaknya kemasuk spam-.-
    Yuuuuuuuki nanggung….!! Ahra ga mgkin ya brrti..td kirain dia mau racunin umma.brrti fix hyunjoong yg jahat?! Yo Wislah yg penting appa cepetan samperin umma..*was2

    Iya yuuki, sama2 ya mohon maaf kalo ada salah kata2 slm ini ^^

  14. OMO…OMO…igemoya??
    ahra aniyooo? keuroom nugunde?#garukpala
    tebakan aku salah ya ahh~ penasaran cp dalang kurang ajarnya…
    eh yuukichan..tor browser apa itu? alamat yang di atas sudah aku coba tp tetep ngak bisa otheo?

  15. ak mlah makin penasaran eon
    umma kyaknya shock bngt wktu diksih tau siapa yg psen tu pedang

    apa bukan ahra pnjahatnya?
    umma lagi hamil muda mlah masuk kndang macan gmna ntr klo ada yg mw celakain jung junior

  16. Selamat hari raya Idul Fitri Yuukichan. Minal Aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan bathin. Gomawo for this chapter :3. Gak sabar lagi nunggu chapter berikutnya… Makin seru soale. Have a nice day ~

  17. wahh.. gk nyangka udh sejauh ini ff ny.. 2 chap sblmny aku gk coment dan sklian aja d.sni, mian eon hhe
    nah..sp yg mesan tu pdng? pnsaran

  18. hehehe, ternyata daddy beneran cinta ma mommy,,
    duh, seneng dech waktu daddy bilang bakal nebas kepala siapapun yg menghalangi langkah’a bwt trs brsama mommy..
    btw sapa tu yg jd dalang semua ini??
    beneran ahra??
    hyunjoong??
    ato kedua’a??
    duh, ga ketebak bgt sih??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s