Consious a Lofa XIV


Karena kau sudah memberikanku tempat untuk pulang, maka akan ku berikan kesetiaanku padamu. Aku akan mengabdi padamu seumur hidupku. Karena kau tidak mencoba memanfaatkanku, karena aku mempercayaimu. Karena kau sudah menunjukkan ketulusanmu padaku, maka aku mempercayaimu….”

.

.

Consious

.

.

Tittle                : Consious a Lofa XIV

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Fantassy/ Romance/ Sad dikit?

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

.

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

YANG PUASA, BACANYA KALAU UDAH BUKA SAJA NE😀

.

.

.

.

.

Srak!

Boneka jerami itu terbelah dua dengan irisan garis vertikal miring yang sempurna. Badan boneka jerami itu jatuh tidak jauh dari kakinya yang masih berdiri kokoh di atas lantai kayu.

 “Joongie… kau?”

“Kau datang, Hyung?” Jaejoong menyarungkan kembali pedangnya, meletakkannya bersandar pada kaki boneka jerami, “Apa yang menahanmu? Bukankah surat yang ku berikan padamu melalui Changmin seharusnya sudah sampai sejak 1 bulan yang lalu?”

Junsu menggenggam gagang pedangnya erat ketika melihat namja cantik itu mengeluarkan belati kepemimpinan Artesis, “Ada urusan yang harus ku selesaikan sebelum pulang kemari.” Jawabnya, “Apa yang ingin kau katakan padaku dan kejutan apa yang sudah kau persiapkan untuk Yunho seperti yang kau katakan lewat suratmu?”

Jaejoong menatap keluar jendela ruang latihannya, mengamati kerlip bintang yang bersinar malu-malu malam ini, “Menikah dengan orang yang paling ku benci! Kau tahu rasanya, Hyung?” tanyanya, “Orang yang sebelumnya ingin ku bunuh dengan tanganku sendiri kini ku biarkan menyentuh tubuhku, ku biarkan benihnya tumbuh subur dalam rahimku. Kau tahu rasanya?” Jaejoong berbalik dan menatap Junsu dengan mata nanarnya.

“Kau… sudah ingat semuanya?” tanya Junsu yang memasang sikap waspada.

“Apa yang perlu ku ingat?” Jaejoong balik bertanya, “… karena sejak awal tidak ada yang ku lupakan.” Jaejoong tersenyum.

Junsu segera menghunuskan pedangnya ke arah namja yang kini menjadi ratu Cassiopeia itu, “Selama ini kau berpura-pura?”

“Aku memainkan peranku dengan baik, bukan?” tanya Jaejoong, “Berpura-pura menjadi orang polos yang tidak tahu apa-apa, mengikuti skenario yang sudah kalian siapkan untukku hingga….”

“Kau bohong! Kau membohongi semua orang!” pekik Junsu panik.

“Tidak.” Jaejoong memutar tubuhnya, membelakangi Junsu. “Aku tidak bohong. Aku menjawab semua pertanyaan yang diajukan padaku dengan jujur.”

“Kau bohong!”

Jaejoong diam, melirik Junsu sebentar sebelum menghadapkan tubuhnya ke arah namja bersuara unik itu lagi. “Kalau aku bohong kenapa aku tidak membunuh Yunho saat ada kesempatan?” tanya Jaejoong, “Aku bisa membunuhnya kapan saja. Ketika kami mandi bersama, menghabiskan waktu berdua, atau bahkan ketika dia tengah meniduriku. Aku selalu memiliki kesempatan untuk membunuhnya dengan mudah.”

“Lalu kenapa tidak ku lakukan?” tanya Junsu dengan suara bergetar karena menahan marah dan panik.

Jaejoong terlihat memasang wajah sendunya, “Karena aku mencintainya.”

“Kojimmal!” bentak Junsu.

Jaejoong menggelengkan kepalanya pelan, mengusap perut ratanya perlahan, “Aku sudah minta maaf pada Appa karena jatuh cinta pada orang yang sudah membunuhnya ketika kita mendatangi makam Appaku. Hyunjoong hyung pernah mengatakan padaku bahwa yang menyebabkan Appaku terbunuh adalah Jung Yunho, Raja Cassiopeia.” Jaejoong menghela napas panjang, “Aku meminta Hyung pulang untuk membantuku.”

“Membantu apa?” Junsu nyaris menebas Jaejoong ketika namja cantik itu bergeser untuk menancapkan belati kepemimpinan Artesis pada kaki boneka jerami yang tadi ditebasnya.

“Mengatakan pada Yunho kalau sekarang aku sedang mengandung anaknya.” Ucap Jaejoong.

“Mwo?” mata Junsu membulat besar.

“Kau mungkin tidak mempercayaiku setelah pembicaraan kita ini, Hyung. Tetapi sekarang aku memang sedang mengandung. Aku meminta para Dokter yang memeriksaku tidak memberitahu Yunho dulu karena aku ingin aku sendirilah yang mengatakan kabar ini padanya.” Ucap Jaejoong, “Tapi tidak tahu bagaimana cara melakukannya. Terlebih… aku mengkhawatirkan sesuatu berkaitan dengan penyerangan terhadap Yunho dulu. Orang yang berniat membunuh Yunho memakai sebuah simbol keluarga pembunuh bayaran dari Tiongkok, kau ingat cadarnya? Ada rajutan kecil berbentuk segi lima yang ditengahnya terdapat titik merah. Aku takut Ahra Noona terlibat dalam masalah ini.” Mata Jaejoong nanar teringat kejadian dimalam dirinya kabur hingga jatuh pingsan didalam dekapan Yunho.

“Kenapa kau mengatakan hal ini padaku?” tanya Junsu.

“Sederhana saja. Kau sudah membaca semua pikiranku, bukan? Changmin tidak begitu mempercayaiku sedangkan Yoochun hyung terlalu waspada dan kaku. Aku ingin bicara pada orang yang lebih fleksibel.” Jawab Jaejoong, “Aku memilihmu karena mungkin kau bisa percaya padaku dan membantuku melindungi suamiku.”

“Jaejoongie… kenapa kau harus melakukan semua ini? Kau bisa membunuh Yunho dengan mudah, kau pun sudah menjadi ratu. Seandainya Yunho mati kau bisa mengambil alih tahta. Kenapa kau harus….”

“Aku tidak mau Yunho mati.” Jaejoong menatap Junsu menggunakan mutiara rusa betinanya, mata bening itu berlahan melelehkan air matanya, “Karena Yunho sudah membalut lukaku yang bernanah akibat penghianatan orang-orang yang ku percayai. Aku hanya punya Yunho. Aku tidak akan membiarkannya mati… tidak!”

“Walaupun dia musuhmu? Walaupun dia sudah membunuh ayahmu? Walaupun dia sudah menjajah kotamu?”

“Dia tetap suamiku, ayah dari calon anak kami. Seperti apapun masa lalunya, sejahat dan sebrengsek apapun dirinya, dia tetap suamiku….”

“Kau benar-benar mencintainya?”

Jaejoong tidak menjawab dan tersenyum pada Junsu, “Tidak boleh ya?”

Junsu menyarungkan pedangnya, “Terkutuklah kau!” kesalnya.

“Aku tahu kau akan membantuku, Hyung.”

“Dan aku tidak segan membunuhmu bila kau bertindak gegabah.”

“Lakukan bila itu terjadi, Hyung. Sekarang biarkan kita berdua saja yang tahu soal ini, sampai semuanya jelas….”

.

.

“Yang Mulia….” panggil Jaejoong dengan suara dibuat semendayu mungkin membuat Junsu yang duduk di sampingnya hanya bisa mengulum senyum.

“Hm?” tanya Yunho yang masih fokus memnggoreskan kuasnya di atas kanfas.

Jaejoong mencibir, menarik tangan kanan Yunho yang sibuk membuat lukisan bambu memuakkan, “Jangan tidak acuh pada kami!” wajahnya cemberut ketika meletakkan telapak kanan Yunho di atas permukaan perutnya. Mata indahnya menatap galak suaminya yang menurutnya kali ini sangat pabo dan tidak peka.

“Boo?” Yunho bingung. Tidak biasanya istri cantiknya itu bersikap seperti ini di hadapan para dayang dan pelayan.

“Kau benar-benar bodoh, Yang Mulia!” Ketus Junsu. “Mengurus negara kau bisa tetapi mengurus istrimu sendiri kau tidak mampu.” Sindirnya.

Mata kecil nan tajam milik Yunho meyipit galak, “Kim Junsu!”

“Jaejoongie sedang mengandung anakmu, Jung Yunho!” pekik Junsu tidak sabar. Bagaimana bisa sepupunya yang garang ketika berada dimedan perang itu bisa tidak menyadari apa yang terjadi pada istrinya sendiri? Padahal dilihat dari mana pun gelagat Jaejoong yang tidak biasa akhir-akhir ini harusnya bisa menyadarkan Yunho

“Mwo? Boo?” mata kecil Yunho membulat, menatap istrinya dengan tatapan terkejut. Yunho tidak punya firasat soal ini dan tiba-tiba saja mendapatkan kabar yang sangat penting seperti sekarang.

“Dasar tidak peka!” sentak Jaejoong yang langsung melepaskan genggaman tangannya pada tangan Yunho, beranjak dari duduknya dan berjalan pergi diikuti Junsu dan beberapa dayang.

“Hamil? Astaga!” Yunho tersenyum lebar. Membuat para prajurit yang menemaninya mau tidak mau ikut tersenyum.

.

.

Langkah-langkah ringan itu terhenti mendadak ketika mendengar beberapa orang dayang dan prajurit sedang membicarakan sesuatu.

“Bukankah dulunya dia jenderal perang? Kenapa bisa berakhir menjadi mainan Yang Mulia Raja?”

“Yah! Dia bukan mainan. Dia ratu kita sekarang.”

“Ratu? Aku tidak sudi mengakuinya sebagai seorang ratu. Maksudku, dia memiliki darah penghianat dalam tubuhnya.”

“Dia tetap Ratu kita! Ku dengar dia bahkan sedang mengandung sekarang.”

“Kau gila? Dia namja!”

“Ya, dan dia benar-benar mengandung.”

“Apa-apaan itu? Terdengar seperti lelucon saja.”

“Kadang-kadang dia juga ikut memasak untuk Yang Mulia Raja.”

“Dia pasti ingin meracuni Raja kita.”

“Tidak! Dia tidak pernah melakukan hal itu. Buktinya sampai sekarang Yang Mulia Raja baik-baik saja.”

“Ku dengar itu karena Tuan Junsu sudah mencuci otaknya.”

Hampir saja Junsu mengeluarkan pedangnya dari sarungnya jikalau Jaejoong tidak mengingatkannya bahwa tugas mereka bukan untuk membunuh para dayang yang hobi bergosip itu, tetapi menangkap kepala yang lebih berharga. Kepala orang yang sudah menyusup ke dalam istana entah untuk tujuan apa.

“Akan ku botaki para dayang dan prajurit brengsek itu.” geram Junsu marah. Ditariknya lengan Jaejoong, berjalan mengendap-endap menuju aula istana, tempat singgasana Yunho berada. Tempat itulah yang dituju oleh seseorang yang mereka berdua kuntit sejak sore tadi. Beruntunglah surat dari Yoochun sampai tepat pada waktunya.

“Aku mengenalnya, Hyung.” Bisik Jaejoong yang melihat seorang berbaju prajurit tengah memeriksa singgasana yang biasa Yunho duduki ketika mengadakan jamuan atau menerima tamu dari negara lain, “Dia salah satu anggota batalion (tentara yang merupakan bagian dari resimen yang biasanya terdiri dari 300-1000 orang) inti yang sebelumnya berada di bawah komandoku.”

“Dia seperti sedang mencari sesuatu?” gumam Junsu yang menatap aneh gelagat orang itu, “Apa yang dicarinya?”

“Belati kepemimpinan Artesis. Apalagi selain itu?” tanya Jaejoong, matanya tiba-tiba membulat. “Yunho? Apakah dia berencana mencelakai suamiku, Hyung?” suara Jaejoong terdengar panik.

Junsu membekap mulut Jaejoong kuat-kuat, “Jangan berisik. Kita akan mencari cara untuk menyingkirkannya.”

Jaejoong mengangguk.

“Sekarang katakan padaku siapa dalang dibalik semua ini?” Junsu melepaskan bekapan tangannya pada mulut Jaejoong.

Jaejoong menggelengkan kepalanya pelan. “Aku tidak tahu, aku memang mencurigai seseorang tetapi aku belum punya bukti. Selama aku tidak berada di Artesis aku tidak akan tahu siapa dalangnya, aku tidak akan bisa menemukan bukti bila tinggal di sini. Karena itu aku harus kembali ke Artesis untuk mencai tahu sendiri.”

“Kau gila?!”

“Tapi aku akan menahan diriku untuk sementara.”

.

.

Jaejoong menatap dingin bangunan balai kota di hadapannya. Setelah berdebat dengan Junsu akhirnya namja cantik itu berdiri juga di sini, di depan Balai Kota Artesis bersama Changmin dan beberapa prajurit rahasia Cassiopeia yang menyamar sebagai dayang dan pelayan rumah tangga yang akan melayaninya selama dirinya berkunjung ke tanah kelahirannya sendiri.

“Yoochun hyung sudah memperingatkan kita untuk berhati-hati.” Bisik Changmin.

Jaejoong tersenyum ketika dari arah dalam gedung balaikota itu terihat kakaknya tengah berlari kecil ke arahnya, “Aku mengenal kota ini sebaik mengenal diriku sendiri….” ucapnya, “Mari kita berperang dalam ketenangan dan kedamaian kota ini! Bukan lagi dendam antara Artesis dan Cassiopeia tetapi dendam seorang istri yang suaminya sudah dilukai.” Gumamnya. Dibiarkannya dirinya dipeluk oleh Ahra erat.

“Joongie baby…. Kenapa Yang Mulia Yunho tidak ikut bersamamu eoh?” tanya Ahra yang langsung menghambur memeluk adiknya.

“Yunie sedang ada urusan penting Noona. Karena itu Changmin yang menemaniku.” Ucap Jaejoong yang melangkahkan kakinya akibat ditarik kuat-kuat oleh Ahra, “Senyum palsu, perhatian palsu, cinta palsu dan kata-kata palsu itu pasti akan ku balas! Ku pastikan itu. bersiap-siaplah.” Batin Jaejoong. Senyumnya terkembang ketika melihat Hyunjoong ikut menyambut kedatangannya.

“Selamat datang kembali di Artesis Joongie.” Ucap Hyunjoong.

“Aku pulang Hyung…. Aku pulang sebagai Ratu Cassiopeia bukan Joongie.” sahut Jaejoong. Bibir merah darahnya melengkung indah.

.

.

TBC

.

.

Thoughts on “Consious a Lofa XIII”

T3Jj kim: Udah nich, Post terakhir sebelum sibuk persiapan Lebaran😀

Meybi : Tanya Umma aja nyok🙂

Yunorisweat: Umma tahu apa yang akan dilakukannya😀

Jaena: Ne😀

MyBaby WonKyu: Chap ini sudah menjawab semuanya kan, Tan? Ampau? #nodong :p

Rani: Sudah nich😀

Ayumi: DNS itu apa ya? Maklum Yuuki gaptek.

Dewifebrianayasmin:  Sudah, kan?

Kim Hyewon : Sudah terjawab, kan? FF ini sampai Chap berapa? Ga tahu ==” Oh, sabar ne yang ini dulu dikelarin. Eh? Request yang mana? Ane lupa. Jeongmal mianhae? Bisa katakan pada Yuuki lagi? Aduh mian…. Katakan pada Yuuki lagi ne. Jebbal:/ Maklum yang kirim email lumayan banyak😦 Dan Yuuki tipe orang yang punya fokus buruk & agak pelupa kalau ga diingatkan terus aka ditagih ==”

Hope: Sudah terjawab belum nich? Sabar ya🙂

Yuuruuki: Yuuki ga bilang itu surat dari Ahra Ahjumma lho ya😀

Reanelisabeth: Umma saranghae❤

Meyfa: Eoh? Gomawo🙂

Rinatya12kmsyjs: Semarangnya mana? Ane kan Semarang juga? #pasangwajahepil :p Wah, si Hyunno demen sama Sungmin juga tuh :3

Ratnaezleeem : Santai saja, jangan pusing😀

Nina: Molla, tanya Umma nyok😀

Diennha: Arra (y)

Miss cho:  Ane demen Umma yang sangar😀

Yang belum tersebut berarti ketika kamu kirim komen di Chap kemarin, Chap ini sudah dipost jadi Yuuki ga tahu.

Mianhae…. Selamat mudik😀

.

.

Thursday, July 17, 2014

9:25:54 PM

NaraYuuki

23 thoughts on “Consious a Lofa XIV

  1. Ping-balik: Consious a Lofa XIV | Fanfiction YunJae

  2. i knew it! keren bingits ya akting jae. looks like yg penjahat disini adalah ahra dan bukan hyunjoong.
    mastermind-nya ahra.

  3. akhirnya bisa terungkap sudah.. appa hebat bisa bikin umma yg benci sama appa jatuh cinta.
    kira2 siapa dalangnya ya?? hyunjoong bisa jadi tersangka utama nih..
    umma pergi tanpa ijin appa kan? trus ntar reaksi appa gimana ya??…

    ok.. di tunggu next chap yuuki.🙂

  4. oalah ternyata…
    berarti selama ini bukan ingat lagi, tp ingat terus iia
    apa jurus suie gg mempan iia sm jaema?
    bener2 cinta yunppa iia😀
    dan ternyata itu jaema sm suie, kukira penyusup yg kenal atau hormat sm jaema
    ahra iia kyk nya mgkn dalang semua ini
    hyunjoong ikut2 an kah?

  5. sudah terjawab juga disini
    makin seru aja tapi baca chap ini jadi tegang sendiri
    waduh ternyata jea gak bisa dicuci otaknya
    dia bener2 hebat dan keren saya suka saya suka
    bahkan si yunho sama junsu bisa ketipu
    hayooo apa yang akan dilakukan jae di artesis ya???
    makin penasaran
    menunggu lanjutannya
    yuuki selamat mempersiapkan lebaran
    sebelumnya mohon maaf lahir dan batin

  6. update kilat ne eonni :3
    tuhkan beneran si ahjumma sinting itu terlibat upayah pembunuhan yunpa -_-
    cie … cuit cuit umma menyatakan cintanya terang2an.
    kembali ke artesis membalas dendam suami *manisnya* berpenampilan polos seolah tak tahu siapa tuh ahjumma serakah.
    hyunjoong semoga ga berpihak ke ahjumma serakah itu.
    umma bikin gemas saat membalas sapaan hyunjoong. piuh … keren sikapnya😉

  7. Keren … enggak kepikiran kalau umma berpura2 dicuci otaknya.
    Tuhkan bener si ahra serakah mau ngerebut tahta dan skrg mencoba membunuh raja cassiopeia 😡tunggulah pembalasan ratu cassiopeia yg murkah krn upayah pembunuhan suami tercintanya *cie … manisnya*
    Di tunggu eonni moment penebasan kepala ahjumma serakah itu oleh pedang tajam umma atau jantungnya ditembus belati pusaka raja artesis.
    Makasih eonni puasa2 tetap nulis dan hasilnya daebak :3

  8. Benar2 diluar dugaan. Aku tdk menyangka bahwa Ratu cassiopheia itu tdk hilang ingatan. Berarti Jaejoong memang tulus mencintai Yunho..
    Antara Hyunjoong dan Ahra, siapakah penjahat sesungguhnya??

  9. wah ternyata selama ini umma cuma pura2, tp umma benar2 mencintai appa! umma serem banget pengen balas dendam, kita harus hati2 “g boleh buat org hamil marah”!
    penasaran pengen tau gimana cara umma buat bls dendam!

  10. tuuu kann…tebakan q dr awal bner..trnyt jaejoong g bner2 amnesia…tp sejak kpn dia jatuhcinta sama yunho..??
    eh sbnrnya yg jhat tuhsiapa sih.? ahra atau hyunjoong.?? aq jd binun…
    kl soal dns yuuki coba googling aj ,kata kuncinya cara setting open dns..soalnya kl tak jelasi n disini bisa puanjaaaaang..heheee

  11. Ohh……… Jadi gitu. Pernah kepikiran kalo jeje emg sbnrnya inget tp pura2 dan ternyata emg begitu😛
    Tu kan ahra ni..behh hajar!! Kkk

  12. sudah diduga, eomma emang jjang! kkkkkk….
    sekarang tinggal liat yg jahatnya tp sepertinya udah jelasnya heheheeh…
    ah~~ ituloh cuma mengenai request tentang ff yg g bisa diakses, kalo yuukichan sibuk tak apa jgn terlalu dipikirkan heu…

  13. Haaahhh,,, trjwb sudah teka-teki ny,
    hehehe, nahh kalo bnyk clue gini kan Rin jd tau mn yg jahat, hehehe

    Rumah Rin d daerah manyaran, main aja ntar Rin suguhin video YunJae eNCeh -kalo ada-
    Shinkkeuro!!!!! Sungmin Mommy itu cuma punya Kyu daddy, Rin nd Sandeul, -aduhh gila kumat-
    bentar” ini kan forum YunJae family kan ? knp jd bahas KyuMin family ? hadeeehhh gilleee -_- !!

  14. hohoho..
    mommy, kau memang daebak..
    ternyata slama ini kau cuma pura2 ne, walau perasaanmu pada daddy tidak termasuk dalam kepura2an itu..
    kuharap daddy dan yg lain akan sama seperti junsu yg bisa mengerti dirimu saat ini..
    semoga kalian bisa menangkap biang onar itu dan menghukum’a dg setimpal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s