Consious a Lofa XIII


Tittle                : Conscious a Lofa XIII

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Fantassy/ Romance/ Sad dikit?

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

.

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

Aman dibaca chap ini

.

.

Consious

.

.

Jam pasir yang terletak di atas meja menunjukkan garis angka 3 di atas permukaan kaca yang membingkainya. Jendela di luar masih memperlihatkan rona hitam pun kerlip bintang yang menghiasi langit tetapi namja cantik itu sudah terjaga, tidak bisa tertidur ketika dirinya mendengar ada derap langkah sangat ringan yang lewat di dekat kamar yang ditempatinya bersama sang suami. Jemari tangannya yang begitu lentik mengusap permukaan perutnya pelan, jemari yang dulunya digunakan untuk menggenggam gagang pedang.

“Kau ingin makan buah persik ya?” gumam Jaejoong, “Tapi Umma malas pergi ke dapur ataupun menyuruh pelayan mengambilkannya untukmu. Bagaimana kalau Umma meminta Appamu untuk mengambilkannya saja, hm?”

Namja cantik itu berjalan pelan menuju ranjangnya, mengamati sosok yang tengah terlelap di atas ranjang berseprei warna maroon itu. Cara tidur yang sangat mengerikan mengingat yang sedang terlelap itu bukanlah bangsawan sembarangan melainkan seorang penguasa tertinggi di Negara Cassiopeia, Raja Cassiopeia, Jung Yunho.

Dengan perlahan Jaejoong menepuk-nepuk pipi suaminya, sesekali mencubit pipi berwarna tan itu bila Yunho melenguh, terusik dalam tidurnya. Jaejoong kadang keheranan, kenapa bisa dirinya jatuh cinta pada namja yang cara tidurnya mengerikan itu? Dengan mulut dibuka lebar dan suara dengkuran yang tidak bisa dikatakan pelan, tetapi hal mengerikan itu justru membuat Jaejoong semakin mencintai suaminya.

Yah!” Yunho menyentak selimut sutra yang membungkus tubuhnya sedikit kasar, mendelik tajam menatap udara kosong di hadapannya berharap menemukan seseorang yang sudah mengganggunya untuk dihajar sebelum menoleh ke arah samping untuk menatap wajah cantik istrinya yang tengah merengut kesal padanya, “Oh Boo? Wae? Aku sangat lelah dan mengantuk.”

Jaejoong menampakkan wajah dinginnya melihat betapa berantakan dan kusutnya rambut panjang suaminya, “Anakmu ingin buah persik. Bisa kau ambilkan untukku?” tanyanya.

“Buah persik?” tanya Yunho linglung, rasa kantuk masih membuatnya belum sadar sepenuhnya.

“Kau tidak mau mengambilkannya untukku?” tanya Jaejoong.

Yunho menggelengkan kepalanya pelan, tangan kanannya terjulur untuk membelai wajah cantik istrinya, “Boo Jae sudah tidak marah padaku, eoh? Arra. Sebagai gantinya akan ku ambilkan buah persik untukmu.” Yunho beranjak dari ranjangnya, tersenyum pada istri cantiknya yang memasang wajah dinginnya sebelum pergi.

Menggunakan ekor mata sebening mutiara rusa betina itu, Jaejoong menatap kepergian suaminya. Berjalan perlahan menuju kursi, duduk di sana dan mengambil selembar surat yang disembunyikannya di dalam kimono tidurnya, membacanya sebelum meremas dan merobek-robek surat itu lantas membakar serpihannya dengan bantuan lilin yang menyala di atas meja.

“Tidak semudah itu, bodoh!” gumam Jaejoong. Mutiara rusa betinanya kini menyorot tajam, “Selama aku hidup tidak akan ku biarkan hal itu terjadi!”

.

.

Usai mendapatkan segigit buah persik, Jaejoong meminta Yunho memanggilkan Junsu untuk diajaknya bermain catur sampai matahari naik hingga di atas puncak kepala. Yunho kelabakkan mengingat istri cantiknya enggan makan dan memilih terus bermain catur walaupun Junsu sudah memasang wajah masam dan jengkelnya.

“Aku lapar Jung Jaejoong! Bisakah kita makan dulu?” keluh Junsu.

Jaejoong mengalihkan perhatiannya dari bidak caturnya kemudian menatap suaminya, Junsu dan para dayang yang terlihat memasang wajah memelas mereka, “Arra. Tapi kita jalan-jalan dulu ne.” Jaejoong bangun dari duduknya, berjalan keluar kamarnya diikuti suaminya, Junsu dan para Dayang. Mata selegam mutiara rusa betina itu tiba-tiba menyipit tajam.

Boo?”

Jaejoong menatap lama-lama prajurit yang berjaga di depan pintu kamarnya, mengabaikan tatapan kesal Junsu dan Yunho yang sejak tadi berusaha membujuknya untuk makan, mengabaikan protesan Yunho yang sedkit terganggu karena tatapan istrinya pada prajurit itu, “Namamu siapa? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya. Kau bukan penyusup yang berniat jahat pada Yang Mulia Raja, kan? Perlu kau tahu kalau hanya aku yang boleh punya niat jahat pada Yang Mulia Raja.” Ucap Jaejoong, “Ah, tapi kalau kau mau bekerja sama denganku kita bisa merencanakan sesuatu untuk Yang Mulia Raja. Mengulitinya misalnya….”

Boo….” Yunho menahan dirinya untuk tidak menyeret istrinya menjauh dari parjurit yang terlihat sangat gugup itu. Bila tidak ingat kondisi istrinya sekarang Yunho pasti sudah menyeretnya sejak tadi, sayang Yunho masih ingat nasihat para dokter dan Junsu yang selalu mengatakan padanya untuk bersabar selama Jaejoongnya mengandung buah cinta mereka.

Jaejoong menarik pedang prajurit itu perlahan sambil tersenyum getir, menghunuskannya tepat di leher prajurit yang sudah mengelurkan keringat dingin, “Berhati-hatilah dengan pedangmu, ne. Ini adalah pedang yang sangat tajam.” Ucapnya sebelum mengembalikan pedang itu pada pemiliknya, “Ah… Junsu Hyung, dimana aku menaruh belati kesayanganku?” tanya Jaejoong pada Junsu.

“Bukankah kau berikan pada Yunho agar Yunho yang menyimpannya untukmu?” tanya Junsu balik.

Jaejoong mengangguk pelan, berjalan menyusuri lorong panjang sambil mengamati detail istana tempat tinggalnya, mengabaikan panggilan suaminya yang memintanya untuk makan terlebih dahulu sebelum jalan-jalan.

Hyung….” panggil Jaejoong.

“Hmmm?” sahut Junsu.

“Bisa Hyung selidiki prajurit tadi?” bisik Jaejoong.

Wae?” tanya Junsu.

“Pedangnya…. pedangnya adalah buatan pandai besi dari kota Artesis.” Gumamnya pelan agar tidak tedengar oleh orang lain selain Junsu.

“Kau yakin Joongie?” tanya Junsu, matanya membulat sekarang.

“Kau tidak percaya padaku Junsu Hyung?”

“Tidak! Tentu saja tidak! Aku percaya padamu. Tapi….”

“Selidiki pembuat ped….”

Yunho segera mencekal lengan kiri Jaejoong, “Makan dulu baru jalan-jalan, Ratuku!” sedikit memaksa Yunho membawa Jaejoong menuju ruang makan. Yunho tidak mau mengambil resiko anaknya mati kelaparan karena keegoisan istrinya.

Jaejoong menoleh menatap Junsu, mata sebening rusa betina itu nanar memandang Junsu, kepalanya mengangguk pelan sebelum Yunho menariknya menikung ke lorong yang bercabang.

.

.

Jaejoong diam saja ketika para dayang menyajikan makanan di atas meja. Bola mata serupa mutiara rusa betina yang sangat jernih dan indah itu terlihat menatap kesana-kemari dengan sikap waspada dan tegang, jantungnya berdetak tidak keruan (karuan), badannya sedikit gemetar, jemari lentiknya mencengkeram kuat-kuat kimononya, “Makannya sudah diperiksa?” tanyanya pada kepala dayang yang khusus bertugas menyiapkan makanan.

“Sudah Yang Mulia.” Dayang yang sudah tidak muda lagi itu membungkuk pada Jaejoong.

“Semuanya? Kau sudah memastikan sendiri?” Jaejoong bertanya lagi.

“Sudah Yang Mulia. Saya sudah mencicipi satu per satu makanan yang disajikan di atas meja.”

“Termasuk irisan buah persik itu?” Jaejoong menunjuk buah persik yang berada di atas meja bersama dengan irisan buah yang lainnya.

“Buah persik?” dayang itu tampak bingung, “Saya tidak….”

“Yang Mulia! Jangan dimakan!” Jaejoong hendak menampik tangan Yunho yang menyuapkan irisan buah persik ke dalam mulutnya, terlambat! Karena suaminya itu sudah terlanjur menggigit dan mengunyah irisan buah persik itu.

“Kenapa Boo?” tanya Yunho disela kegiatan mengunyahnya, “Buahnya sangat enak walau sedikit pahit, tetapi tetap enak. Pantas fajar tadi kau memintanya.”

“Panggilkan dokter segera!” perintah Jaejoong pada sang dayang yang dengan bingung namun tetap pergi terpongoh-pongoh. Jaejoong menarik piring berisi irisan buah persik itu, membauinya sesaat kemudian menyentak piring itu hingga jatuh dan pecah di atas lantai, “Yun….” suara Jaejoong tercekat.

Tiba-tiba saja Yunho menjerit kesakitan dan terjatuh dari duduknya usai makan buah persiknya. Jaejoong berteriak panik memanggil pelayan. Dengan kalap namja cantik itu merebut sebuah pedang yang dipegang oleh salah satu prajurit yang berada di dekat Yunho ketika seseorang menghunuskan pedang ke arah suaminya yang merintih dan memegangi perutnya, orang yang tadi ditemuinya di depan pintu kamarnya dengan memakai seragam prajuritnya.

“Siapa kau? Siapa yang menyuruhmu memasukkan racun selia pada makanan kami?!” bentak Jaejoong, matanya nyalang menatap orang yang menatapnya dengan pandangan sungkan. Jaejoong kini berjadapan dengan orang itu, membiarkan para dayang dan prajurit mengamankan suaminya, “Kau tidak berani membunuhnya langsung karena ada aku disisinya, kan? Kau tidak berani membunuh kami secara langsung, kan? Katakan siapa kau dan siapa yang mengirimmu kemari maka akan ku ampuni kau!” perintah Jaejoong.

Jaejoong menebas perut orang yang menyamar sebagai prajurit itu ketika orang itu berniat melarikan diri dari sana, membiarkan orang itu merintih sebelum meregang nyawanya. Jaejoong terengah, matanya nanar melihat suaminya merintih kesakitan seperti itu, pedang yang berada didalam genggamannya jatuh ke lantai menimbulkan bunyi klontang yang cukup nyaring. Dengan tangan gemetar di peluknya Yunho yang terus mengeluarkan busa dari mulutnya. Air mata sudah membasahi wajah cantiknya sekarang, “Yun….” lirihnya.

Boo….” bibir Yunho bergetar dan mulai membiru.

“Yang Mulia!” seorang dokter istana segera berlari menuju arah Yunho, mengambil alih tubuh rajanya dari sang ratu untuk diperiksa.

.

.

“Kau tidak bisa melakukannya Jung Jaejoong! Kau sedang hamil! Ingat?!” Junsu mencekal kedua lengan Jaejoong saat istri sepupunya itu hendak mengambil pedang milik raja Cassiopeia yang dipajang di ruang khusus dekat kamar Yunho dan Jaejoong.

“Lepaskan aku!” perintah Jaejoong yang tengah menahan amarahnya.

“Tenanglah Jaejoongie! Jebbal!”

Jaejoong menatap Junsu menggunakan matanya yang nanar namun penuh kebencian dan kemarahan, “Suamiku nyaris mati didepan mataku sendiri. Apa Hyung pikir aku akan diam saja!” bentak Jaejoong.

“Demi Tuhan, Yunho tidak apa-apa. Dokter sudah mengatasinya, sebentar lagi Yunho akan sehat kembali.” Ucap Junsu memberikan penjelasan. “Pikirkan bayimu! Ku mohon padamu, Jaejoongie!”

“Kau tidak tahu, Hyung. Melihatnya diracuni seperti itu membuatku nyaris mati. Melihat oorang jahat berkali-kali menghunuskan pedang padanya membuat hatiku hancur berkeping-keping.” Mata hitam legam itu mengalirkan air mata beningnya, “Aku takut, Junsu Hyung! Aku sangat takut!” Jaejoong mulai terisak.

Junsu memeluk Jaejoong erat, “Tidak. Selama aku, Yoochun dan Changmin masih hidup Yunho tidak akan mati semudah itu. Tenanglah!” Junsu mengusap pelan punggung Jaejoong, berusaha menenangkan sang Ratu Cassiopeia, “Mereka akan pulang dan mendampingi Yunho. Tenanglah.”

“Kalau begitu biarkan aku kembali ke Artesis.” Ucap Jaejoong.

“Apa? Kau gila! Tentu saja tidak!”

Jaejoong menatap tajam Junsu, “Aku harus kembali ke Artesis. Itu satu-satunya cara untuk melindungi suamiku. Untuk mencari tahu siapa sebenarnya dalang dibalik kejadian ini.”

“Jung Jaejoong!” Junsu mengingatkan posisi Jaejoong yang kini menjadi ratu Cassioepia sekarang dengan memanggilnya Jung Jaejoong.

“Meskipun harus mematahkan kedua kakimu, aku akan tetap pergi Hyung!”

“Jangan gegabah.”

“Aku selalu tahu apa yang ku lakukan.” Ucap Jaejoong, “… mari bertemu dimedan pertempuran yang sesungguhnya.” Gumamnya sebelum mencabut pedang milik Yunho dan menggenggamnya erat.

.

.

TBC

.

.

Thoughts on “Consious a Lofa XII”

Rani:🙂

T3Jj kim:  Boleh juga tuh idenya😀

Dewifebrianayasmin: Ini sudah🙂

Chochoi: Tunggu saja😀

MyBaby WonKyu: Kagak masalah Tan, khusus ane anpau khusus #munya😀 Ne, perlahan-lahan sudah ane bongkar kok Tan.

Ayumi: FF apa yang Belum Fin? Biasanya Yuuki cepat menyelesaikan FF buatan Yuuki sendiri (kecuali kolab & FF buatan orang yang ikut dipost di sini).

Miss cho: Penasaran? Wae?

Nina: Muahahahahahahahahhaa >_<

Diennha: Umma kalau ngamuk kan emang Yeoppo #popoUmma #dikecekAppa :p

Yuuqy: Ini datang😀

Yunorisweat: Kalau ngantuk tidur🙂 Yuuki lagi malas ngetik walau ide dikepala mau meledak. Harap maklum kalau pendek😀

Kim Hyewon: Centong? Mau masak sayur? Mau ikut boleh? :p Chap berapa? Molla -_- Eoh? FF yang mana maksudnya?

Yulkorita: Ini sudah lanjut🙂

Echasefry: Kan punya suami jadi pasti hamil😀 Chap besok jawabannya ne😉

Hime yume : Mumet? Kok bisa?

Meybi: Ehehehehehehe🙂

Reanelisabeth: Sippo (y)

Chamichiko: Lucu? Aigoo! Fighting!😀

Rinatya12kmsyjs : Jitak Rin :p Eoh? Belum kesebut ya? Jeongmal? Mungkin Yuuki kelupaan ne, Mian #kasihpoposampaisemaput #kabur :p

Yuuruuki: Mari tebak😀

Star_Light : Rival ya? Silahkan nodong author aslinya ne, Yuuki cuma bantu edit & post saja kok -> https://m.facebook.com/rini.jaeminoppa?fref=nf

Jaena: Bingungnya dibagian mana?

Kalau ada yang belum kesebut mian ne. Ada yang mau mudik? Kemana? Hati-hati dan jaga kesehatan ne. Jangan ngebut. Yosh! Tetap semangat puasa, kan? Ada yang sudah bolong?😀

Yang mention Yuuki di twitter, mian ne. Yuuki jarang banget buka tuh akun. Emang rada malas soalnya #dijitak. Yang kirim PM di FFn, mian ne belum bisa balas. Sebentar lagi pasti Yuuki balas kalau udah dapat modem baru yang bisa akses tuh situs. Mohon pengertianya ne🙂

Karena banyak FF yang ga bisa diakses di sini kemungkinan beberapa akan repost di https://m.facebook.com/groups/1439573069637313 Yuuki sudah memberikan ijin untuk merepost beberapa FF Yuuki di sana. Jadi minta saja adminnya buat post seandainya ingin baca FF Yuuki yang ga bisa diakses. Sampai di sini saja omongan Yuuki. Bye😀

.

.

Thursday, July 17, 2014

8:54:33 PM

NaraYuuki

21 thoughts on “Consious a Lofa XIII

  1. Ping-balik: Consious a Lofa XIII | Fanfiction YunJae

  2. appa … jgn mati 😂
    jd umma sdh menaruh curiga ada penyusup ingin membunuh appa.
    knp bisa pihak istanah ceroboh ampe tuh penyusup berhasil meracuni appa.
    kalau umma sdh keluar taringnya seru😀
    ayo umma tebas org yg sdh lancang meracuni suamimu.
    enggak ketahuan siapa orgnya nih? ga ada gambaran sama sekali 😂
    ditunggu lanjutannya eonni. ini makin seru :3

  3. Ah penasaran.. si appa ini ck malah main makan aja..huft untung gakenapa2. uggh umma jgn macem2 aku takut janinnyaa aaaaa >,,,,<

  4. jadi sebenarnya jae itu sudah ingat belum sih siapa dirinya? kayaknya sudah ya, tapi karena terlanjur cinta sama yunyun, mungkin lebih baik tetap berpura-pura.

  5. just info bwt yuuki..bwt masalh provider yg g bs akses ffn tinggal diganti aja dns’nya..jd yuuki g perlu beli modem baru..soalnya smw provider skrg ad inet positifnya..kecuali kl modemnya yuuki koit yuuki emang musti lem biru..heheee…
    aq tunggu updatenya ya…

  6. hadeuhh…
    perasaan yuukichan banyak kasih tekateki di chap,ini diriku ampe ngak bisa nebak mau gimana selanjutnya hemzzz….
    itu jaema udah inget ape belom sie sebenarnya? tapi kayaknya dah cinta mati ama beruang madunya yeh cieeeee jaemma…
    oh..maksudnya ff ini mau ampe berapa chap?
    ff yang laen itu yah reveng ama pembalasan bidadari hitam, walaupun diriku berharp yuukichan mau berbaik hati terhadaf request yang diriku sampaikan tempo hari (di email)#sembunyidikandangberuang
    last….figthing yuukichan!!!

  7. Yunho diracun??? Waa, makin seru ni konfliknya… Surat yg dibaca JJ tu dari Ahra lagi ya?
    Tapi keren bgt waktu Jaejoong bisa tahu ada prajurit yg menyusup. Insting mantan jendral memang tidak bisa dipandang remeh..

  8. Gg mudik gg puny desa , cukup d Semarang aja my lovely city wkwk :v

    aihhh dasar Yuuki eonnie, ntu Jaemma mw balik k Artesis apa kagak bahaya ?
    sbnrny siapa sih dalang d balik layar ny (?) -aaduh bahasa Rin ancur-

    Issshh Rin gg mw d popo Yuuki eonnie, Rin mw ny d popo Sungmin mommy sm Joongie umma #dipelototinYunKyu

    cukup sekian cuap” dr Rin
    last word Keep Writing and Fighting ^_^

  9. itu yg dirobek jaema sebagian dari surat ahra kah eon?
    apakah jaema tau klo ahra mau berbuat jahat?
    uh uhh untung jaema bertindak cepat
    kyk nya udah mulai curiga iia
    mau pulang? trs yunppa?
    yg diincer beneran cuma jaema aja kah?
    klo jaema pulang tp yunppa tetep diburu kan sama aja😦
    jaema beneran cinta yunppa iia :3

  10. Wow . .secra g lgsung jae ngaku dya dah inget smua. .but what. .aish jaema . .ingt lg hamil. .nie malah mu bnuh2an. .busyet dah bnr kta junchan msh da minnie ma chunie . .ngapain para seme low uke yg hamil kelayban. . .hah jaema kren pantes jd jendral perang . . . btw inget lg hamil . . jgn ampe napa2 aj . .

  11. omo omo, kenapa bisa kecolongan gitu??
    ternyata mommy keren juga ne..
    daddy bener2 ga peka..
    jadi kira2 siapa dalang dibalik semua ini??
    ahra kah??
    ato hyunjoong??
    trs apa yg bakal mommy lakuin setelah semuanya terkuak??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s