Consious a Lofa XII


Tittle                : Consious a Lofa XII

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Fantassy/ Romance/ Sad dikit?

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

Consious a Lofa

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

YANG PUASA, BACANYA KALAU UDAH BUKA SAJA NE😀

.

.

.

.

.

Udara dingin menampar-nampar wajahnya, membuat selembar kertas yang tercengkeram pada tangan kanannya menari berkibar-kibar ibarat panji-panji perang yang pernah bertahta beberapa bulan yang lalu. Mata selegam mutiara rusa betina itu menatap nanar cahaya jingga yang muncul di ufuk timur seiring semakin redupnya cahaya sang venus. Perasaannya kacau, pikirannya bingung. Entah sisi mana yang harus dipercayainya? Entah bagaimana dirinya harus mengambil sikap? Entah apa yang akan terjadi nantinya….

“Yunho akan mengamuk bila tidak menemukanmu di sampingnya saat dia bangun tidur nanti.” keluh Junsu yang berdiri beberapa langkah di belakang sosok cantik yang tengah menatap nanar sinar redup di kaki langit yang muram itu dari balik tembok kokoh yang membentengi istana Cassiopeia.

Suara kertas yang diremas menambah semarak pagi yang sepi, mata hitam legam itu melirik ke sebelah kiri ketika satu peleton (prajurit yang terdiri dari 20-40 orang) lewat dengan suara derap langkah yang seirama, kilatan senjata mereka yang tertempa sinar remang obor membuat sosok cantik yang tengah murung itu memikirkan sesuatu, “Junsu Hyung….”

“Hm?” sahut Junsu.

“Pinjamkan pedangmu padaku!”

Mwo?” mata Junsu membulat, “Pedang? Untuk apa?!” tanya Junsu curiga.

“Berikan pedangmu padaku sekarang Junsu Hyung! Ratu sudah memerintahmu jadi kau harus memberikan apa yang ku mau, sekarang!”

.

.

“Bagaimana bisa kalian tidak tahu dimana dia, hah?! Kalian menjaga pintu, kan?!” suara itu menggelegar di pagi hari, membuat para dayang dan prajurit menunduk ketakutan. Mereka tidak hanya takut akan kehilangan pekerjaan tetapi juga takut kepala mereka melayang karena kasus menghilangnya sang ratu.

“Ampun Yang Mulia, kami akan mencari Yang Mulia Ratu secepatnya.” Ucap salah seorang prajurit jangkung yang wajahnya sudah memucat ketakutan.

“Kalau begitu cepat cari!” bentak Yunho. Penguasa tertinggi Cassiopeia itu sangat gusar sekarang, pasalnya tadi pagi ketika dirinya membuka matanya istri tercinta yang semalam didekapnya dalam pelukkannya menghilang entak kemana. Hal itu membuat Yunho panik dan uring-uringan, terlebih bila mengingat istrinya sedang membawa anak mereka dalam perutnya.

“Yang Mulia….” seorang dayang berlari mendekati Yunho dengan napas terengah karena berlari kecil sejak tadi, “Yang Mulia Ratu sedang berada di tempat latihan pedang bersama Tuan Junsu, Yang Mulia.”

“Apa?!” mata Yunho membulat, “Apa yang dilakukannya di sana?” Yunho sudah berdiri dari duduknya sekarang.

“Ya… Yang Mulia ratu sedang bertarung dengan seorang prajurit, Yang Mulia.” Ucap dayang itu sedikit takut melihat kemarahan yang tercetak jelas pada wajah rajanya.

“Bermain pedang dalam keadaan hamil? Apa dia sudah gila?” pekik Yunho yang segera keluar dari kamarnya, mengabaikan teriakan para prajurit dan dayang yang memintanya untuk tenang.

.

.

“Dasar Beruang brengsek menyebalkan! Mati kau!” pedang panjang nan tajam itu terus terayun menebas boneka jerami yang biasanya digunakan oleh para prajurit baru untuk berlatih dasar bertempur. “Mati kau! Mati kau! Matilah dan membusuk di neraka!” pekikkan kesal terlontar dari bibir semerah darah itu ketika menebas kepala, tangan dan kaki boneka jeraminya, mengabaikan tatapan dan jerit histeris yang dilontarkan oleh para dayang dan prajurit yang khawatir melihat aksinya.

“Jung Jaejoong!” panggil Junsu yang sudah kehilangan kesabaran menghadapi Ratunya, “Sudah cukup! Ayo kembali! Yunho akan cemas mencarimu! Kajja!” ajaknya.

“Aku bukan hanya cemas, kalian nyaris membuat jantungku berhenti berdetak.” Ucap Yunho yang sudah tiba bersama beberapa dayang dan prajurit yang mengekorinya, “Dan apa-apaan itu, hah? Yah Jung Jaejoong! Kau sedang hamil sekarang, jauhkan benda berbahaya itu darimu!” jeritnya ketika melihat pedang panjang itu berada dalam genggaman tangan kanan istrinya.

Mata sehitam mutiara rusa betina dan mata setajam mata seekor musang yang sedang berburu itu saling menatap sengit penuh kemarahan.

“Ku peritahkan kau untuk menjauhka pedang laknat itu dari tanganmu, Jung Jaejoong!” ucap Yunho dengan suara mendesis menahan kemarahan.

Bukannya menurut, Jaejoong justru berjalan menuju arah Yunho sembari menyeret pedang yang berada di tangan kanannya, memandang benci penuh dendam pada namja tampan yang sudah menjadi suaminya itu. “Kau tidak bisa memerintahku seperti memerintah seorang budak, Yang Mulia!!”

“Aku berhak memerintahkanmu karena kau istriku!” Yunho menatap Jaejoong lekat-lekat, berusaha memahami ledakan emosi yang sedang terjadi pada istrinya.

“Pulangkan aku ke Artesis, sekarang!” bentak Jaejoong, dihunuskannya pedang yang berada di tangannya ke arah leher Yunho.

“Jung Jaejoong!” pekik Junsu yang langsung berlari ketika melihat tiba-tiba saja Jaejoong jatuh pingsan.

Yunho yang sudah mendekap tubuh istrinya hanya menatap tajam Junsu, “Kau hutang penjelasan padaku Junsu!” ucapnya sambil membopong tubuh terkulai Jaejoong.

Junsu mengambil pedang panjang yang tadi dipakai oleh Jaejoong, pedangnya sendiri sebelum berjalan mensejajari langkah Yunho, “Dia membangunkanku  pukul 3 pagi dan memintaku menemaninya melihat matahari terbit.” Junsu mencoba menjelaskan, “Kau tahu, matanya sembab sekali. Ku kira dia menangis sepanjang malam.”

“Dia memang menangis.” Sahut Yunho.

“Ahra mengiriminya surat.”

Langkah Yunho berhenti sesaat sebelum kembali berjalan menuju kamarnya, “Kenapa aku tidak tahu?” tanya Yunho.

“Aku pun tidak tahu.” Ucap Junsu yang juga merasakan sebuah kejanggalan. Biasanya surat yang diterima oleh Jaejoong akan dilaporkan dulu pada Yunho tetapi fajar tadi Jaejoong datang ke kamarnya membawa selembar surat yang membuatnya sedikit gusar. Surat itu sekarang sudah robek karena Jaejoong sendiri mengoyaknya sebelum latihan pedang tadi.

“Kau tahu apa isinya?”

Eoh? Ya, aku tahu.” Jawab Junsu, “Ahra mengatakan bila dirinya sedang hamil sekarang dan berharap Jaejoongie bisa mengunjunginya dalam waktu dekat ini.”

“Hamil?” tanya Yunho, “Panggil dokter segera!” perintahnya pada dua orang dayang yang berdiri di lorong istana, memberi hormat padanya.

“Ya. Dia hamil.”

“Apakah karena surat itu hingga Boo Jae meminta dipulangkan ke Aresis? Kota terkutuk itu?” tanya Yunho.

Junsu melirik Yunhoo kesal, “Yah! Dia minta dipulangkan itu pun karena salahmu sendiri, pabo!”

“Kim Junsu, aku adalah rajamu! Ingat itu?”

“Jaejoongie minta dipulangkan karena sikapmu. Aish! Kenapa kau tidak peka, hah?” omel Junsu.

“Haruskah aku membawa Boo Jae ke Artesis?”

“Bukan ide yang bagus.” Ucap Junsu, “Kalau kau pergi, tahta akan kosong.”

“Aku bisa menyuruh Changmin pulang.”

Junsu menggelengkan kepalanya pelan, membukakan pintu untuk Yunho agar sepupunya itu bisa segera membaringkan Jaejoong di atas tempat tidur, “Aku sedang meminta Yoochun dan Changmin menyelidiki siapa dalang dibalik penyeranganmu dulu. Agak sulit karena beberapa kali kami menemui jalan buntu.” Junsu menjelaskan, “Satu-satunya cara adalah mengundang mereka kemari. Tetapi, bila kau mengundang warga Artesis kemari sama artinya kau harus melakukan pengamanan ekstra pada istana dan nyawamu sendiri.”

Yunho membaringkan Jaejoong perlahan-lahan, menusap wajah cantik istrinya yang terasa sedikit dingin akibat angin pagi. Mencium kening dan bibir ranum itu sebelum memutar tubuhnya menghadap Junsu, “Aku tidak akan membiarkan mereka memasuki istanaku!! Tidak akan pernah!”

“Kau akan membiarkan Jaejoongie kembali ke Artesis?”

“Tidak! Tentu saja tidak!” ucap Yunho, “Aku tidak segila itu hingga mau melepaskannya sendirian di kota brengsek itu! Pasti ada cara lain untuk menemui mereka tanpa harus membawa Boo Jae ke kota Artesis dan juga tanpa harus mengundang mereka kemari.”

Junsu hanya menghela napas, bingung harus memberikan saran seperti apa pada Yunho.

“Dan aku tidak mau mereka tahu bahwa sekarang Boo Jaeku sedang mengandung.” Yunho menatap tajam Junsu, “Aku tidak mau mereka mengincar nyawa Boo Jae juga. Cukup aku saja yang mereka jadikan sasaran.”

“Mengundang mereka ke Kota Orion? Bukankah di sana juga ada istana peristirahatan?”

“Entahlah…. Aku hanya tidak yakin pada penduduk kota itu.” gumam Yunho.

“Jaejoongie juga?”

“Tidak! Boo Jae berbeda dengan mereka.”

“Apa perlu aku mencuci otak semua orang agar kau….”

“Tidak perlu!” larang Yunho, “Dan kenapa dokter yang ku suruh datang kemari belum juga menunjukkan batang hidungnya?”

“Biar ku panggilkan!” Junsu hendak melangkah keluar ketika beberapa orang dokter istana datang.

“Cepat periksa ratu!” perintah Yunho.

.

.

Langkah-langkah ringan itu terhenti mendadak ketika mendengar beberapa orang dayang dan prajurit sedang membicarakan sesuatu.

“Bukankah dulunya dia jenderal perang? Kenapa bisa berakhir menjadi mainan Yang Mulia Raja?”

Yah! Dia bukan mainan. Dia ratu kita sekarang.”

“Ratu? Aku tidak sudi mengakuinya sebagai seorang ratu. Maksudku, dia memiliki darah penghianat dalam tubuhnya.”

“Dia tetap Ratu kita! Ku dengar dia bahkan sedang mengandung sekarang.”

“Kau gila? Dia namja!”

“Ya, dan dia benar-benar mengandung.”

“Apa-apaan itu? Terdengar seperti lelucon saja.”

“Kadang-kadang dia juga ikut memasak untuk Yang Mulia Raja.”

“Dia pasti ingin meracuni Raja kita.”

“Tidak! Dia tidak pernah melakukan hal itu. Buktinya sampai sekarang Yang Mulia Raja baik-baik saja.”

“Ku dengar itu karena Tuan Junsu sudah mencuci otaknya.”

Hampir saja dia mengeluarkan pedangnya dari sarungnya jikalau rekannya tidak mengingatkannya bahwa tugas mereka bukan untuk membunuh para dayang, tetapi menangkap kepala yang lebih berharga.

.

.

“Apakah anak buahmu sudah berhasil menyusuk ke dalam istana?”

“Sudah, sesuai perintah Anda.”

“Baiklah… mari kita tunggu pertunjukkan hebatnya segera!”

.

.

TBC

.

.

Hayo main tebak-tebakkan :3 Banyak clue lho di Chap ini😀

Untuk reader FFn, mian ne Yuuki ga bisa post di sana lagi:/  Yuuki harus nabung dulu buat beli modem baru😀 Semoga bisa!

.

.

Thoughts on “Consious a Lofa XI”

dewifebrianayasmin :😀

T3Jj kim : Entee ngomongin epep yang mana tuh? ==”

Yuuqy: Hayo tebak😀

Syrenka Licorice : Soalnya Yuuki malas edit #janganditirune😀

MyBaby WonKyu : Tante ga mau kasih ane anpau lebaran? #nodong

Reanelisabeth: : Lama ya? Mian, Yuuki ngebut ketik Nother Girl soalnya😀

Areah Bii : Yakin Tante? Tante udah sehat?

Leach :😀

chamichiko : Hallo Yuki😀 Chap X (10) Yuuki buatkan diagramnya kok, cari saja kalau bingung.

hime yume:😀

Meybi :😀

Shizun: Gomawo sudah suka tulisan gaje Yuuki🙂

Ayumi: Siapa bilang? Coba baca FF Pridenya Yuuki atau Jung Hyunno dan temukan kejutan soal Ahra Ahjumma di sana😀

Echasefry: Sabar Chagya😀

Ade Jung : Ini udah😀 Ingatan masa lalu Umma.

Nina: Ne, Umma mimpi🙂

Yunorisweat: Waduh? Tiap hari? WP kan bisa di follow tanpa akun. Sukses ne ujiannya? Chukae >_<

miss cho: Sudah ne😀

Rani: Muehehehehehe😀

Mian kalau ada yang belum Yuuki sebutkan ne.

.

.

Thursday, July 10, 2014

8:32:55 AM

NaraYuuki

25 thoughts on “Consious a Lofa XII

  1. Ping-balik: Consious a Lofa XII | Fanfiction YunJae

  2. wahhhh makin penasran sama ceritanya
    banyak clue disini emang sih tapi
    hemzz gak mau nebak maaf saya reader yg males mikir hehehe
    kan ff yuuki gak bisa ditebak
    tunggu lanjutannya aja
    aku menunggu
    semangat!!!!!!!!!!!!!!!!!

  3. Keren eoh pas umma menyeret pedang berjalan kearah yunpa trus ngarahi pedangnya ke leher yunpa #kecupumma itu keren :3
    Kalau kataku ya eonni yg musuh yunpa sebenarnya si tante ahra. Yg niat bunuh yunpa juga tante ahra. Dia pan pengen nguasai tahta sayangnya hyunjoong pasti akan menggagalkannya hahahaha … #plakplok semoga sy benar dan dpt bonus update kilat❤

  4. wah, karena blm merit, aku gak boleh kasih angpau, bisanya nerima doang, hehehe #ngelestingkattinggi

    masih banyak misteri seputar ahra & hyunjoong ya? moga jae dan aegya baik2 saja.

  5. clue.?? aq kok agk bingung baca chaptr ini..😥 #blank
    yoes lah aq pasrah menunggu update aj.. heheee aq sdh baca ff yuuki yg lain tp ad bbrapa yg blm fin..

  6. banyak clue iia eon? aku kok gg nemu -__-
    tp curiga sm ahra, tp beneran kah?
    dan bawahan ahra yg disuruh menyusup pasti tau jaema, soalnya kok benci bgt pas ada yg jelek2 in jaema

  7. aigo…yuuki sukses bikin penasaran yuu jadi bertambah.. oke, yuu nyerah..yuu mau ikutin terus aja ceritanya biar ga mati penasaran. hehehe.
    selalu di tunggu next chap nya yuuki. *^▁^*

  8. Hahahah dodol aku malah ngekomen di chap xi =_= gara2 ngantuk nih.
    Ah ahhhhhhhh! Tega! Terlalu pendek ini.. Yah, umma, jgn terlalu keras kepala. *salahkan orok yg dikandung* Siapa yg berhasil nyusup itu ya?aku yakin anak buah si hyunjoong..yakin #maksa. Tp bisa bukan=_= soalnya ffmu kdg2 emg suka sulit ditebak. apa jgn2 ahra lagi. *Loh*

    Pas lagi tegang2nya malah tbc =_=huhu

  9. #blank#melongo
    banyak kemungkinan jd kalo ditebak yg ada pala ane puyeng#ngeles
    nunggu lanjutannya aja dah ane mah..
    di chap ini gemez bingit ame yunyun ko bisa ngak peka gitu yah ckckckck….bener2 beruang menyebalkan#hunuscentongkeyunyun
    smoga smuanya cepat beres dah masalahnya, ampe chap berapa nie?
    jgn lupa ff yg laen juga di lanjutin yah ^o^

  10. ahra hamil???
    aaaaaa umma ngambeknya serem
    pke acra main pedang2an
    kn lgi hamil
    gmn tu penyusup bsa msuk istana appa
    pngn ckek dayang yg pda ngomongin umma

  11. hihi, update lagi~
    pfff, itu waktu umma jae maki2 appa yun itu lucu masa xD

    ‘“Dasar Beruang brengsek menyebalkan! Mati kau!” pedang panjang nan tajam itu terus terayun menebas boneka jerami…..’
    yaampun…..😄

    ungh, main tebakan? Pasti yg mau bunuh itu…….. *posemikir
    yang mau bunuh itu pasti yuu-chan lebih tau!😄

    di tunggu chapter depan~~!!
    ganbatte~!

  12. Aishhh,, kalo main tebak” an sm Yuuki eonnie pasti ktemuny jalan buntu. Ff Yuuki eonnie slalu gg terduga.
    Dan yg bikin Rin gemes ntu siapa sihh antagonis ny,,, huweee gg isa nebak😥

    Ohh iy , knp Rin gg d sbt sm Yuuki eonnie??
    apakah Rin blm review d chp sblmny ya ??
    aishh,,, yaudhlah, ini Rin komen yaa Yuuki eonnie

  13. ngga pernah bisa nebak ceritanya yuuki…lanjut aja yaa, FF Rival kapan lanjutnya ya ? padahal bagus dan ak nunggu kelanjutannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s