Consious a Lofa XI


“Anak buahmu tidak berhasil membunuhnya! Satu-satunya cara adalah menyelinap ke dalam istana Cassiopeia kemudian membunuhnya perlahan-lahan. Racuni dia!

“Tapi….”

Wae?”

“Tuan muda Jaejoong ada di sana.”

“Jaejoongie? Hm… kalau dia mengacau lagi ku berikan ijin untuk membunuhnya lebih dahulu.”

Mwo? Tapi tujuan utama kita adalah Jung Yunho.”

“Siapa pun yang menghalangi harus mati! Arraso?”

.

.

.

.

.

Tittle                : Consious a Lofa XI

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Fantassy/ Romance/ Sad dikit?

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

.

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

YANG PUASA, BACANYA KALAU UDAH BUKA SAJA NE😀

.

.

Consious a Lofa

.

.

Tengah malam Jaejoong terbangun dari tidurnya, tersenyum menatap wajah suaminya yang masih terlelap dengan segala mimpi indah yang mendekapnya. Diusapnya rahang tegas milik suaminya perlahan sebelum meraih kimono tidurnya. Usai melilitkan kimono asal, Jaejoong turun dari ranjang dan berjalan perlahan menuju arah meja sembari memegangi pinggangnya.

“Dasar beruang besar menyebalkan!” gerutunya. Jaejoong nyaris memekik ketika mendudukkan dirinya pada salah satu kursi yang keras. Mengeluh betapa sakitnya lubang penglepasannya (anus) akibat ulah suaminya, yah sedikit banyak karena dirinya juga yang tadi menggoda suaminya.

Jaejoong meraih perkamen dan kuas untuk menulis, mencelupkan kuas ke dalam botol kecil tempat mencelupkan kuas dengan tinta sebelum menggoreskan kuas itu di atas perkamen –menulis surat. Dengan teliti dan hati-hati Jaejoong menulis surat. Agak kikuk juga karena entah kenapa tangan Jaejoong serasa asing menulis menggunakan kuas.

“Ah… aku ingat. Di Artesis kan tidak menggunakan kuas tapi pena dari bulu.” Jaejoong melirik ke arah tempat tidur, ingin membangunkan suaminya dan minta dicarikan pena bulu. Tetapi melihat wajah lelah Yunho, ratu Cassiopeia itu memilih untuk melanjutkan tulisannya saja.

.

.

Pagi harinya Jaejoong menyerahkan surat yang tengah malam tadi ditulisnya pada Changmin, membuat adik ipar nan jangkungnya menyerngit kebingungan. Terlebih ketika Yunho menatap tajam Changmin seolah hendak melumatnya hidup-hidup detik itu juga.

“Surat apa ini?” tanya Changmin, mengabaikan tatapan membunuh yang kakaknya berikan padanya.

“Oh, kau akan ke Artesis besok, kan? Aku menulisnya semalam. Berikan surat itu pada Junsu hyung ne.” Ucap Jaejoong dengan senyum sumpringah menghiasi wajahnya.

“Kalau kau ingin mengirim pesan pada, Junsu kenapa tidak mengirim seorang prajurit untuk menyampaikan pesanmu ke Artesis, Boo?” tanya Yunho.

“Setelah penyerangan yang hampir melukai Yunie?” Jaejoong balik bertanya, “Ani.” Ucapnya ketus.

“Entah apa yang terjadi padanya tapi istrimu itu semakin aneh saja, Hyung.” Bisik Changmin ketika melihat Jaejoong mengomeli salah satu dayang hanya karena ada setitik kulit yang tertinggal pada irisan buah mangga yang dihidangkan di atas meja. Changmin membuka surat yang Jaejoong serahkan padanya ketika matanya melihat istri kakaknya itu beranjak pergi dari ruang makan sambil terus mengomel, mempermasalahkan kulit buah mangga.

Boo Jae akan marah bila dia tahu kau membaca surat yang ditulisnya untuk Junsu.” Ucap Yunho.

“Menurut pendapatku, kau sendiri pun penasaran dengan apa yang istrimu tulis dalam surat ini kan, Hyung?” tanya Changmin.

Yunho merampas perkamen yang berada di tangan Changmin, membuka simpul tali yang melilit gulungan perkamen itu dengan tidak sabar. Yunho ingin tahu apa yang istrinya tulis dalam suratnya.

“Yang ku herankan kenapa dia mengirim surat menggunakan perkamen? Kenapa tidak menggunakan kertas dan amplop seperti biasanya saja?” gumam Changmin yang sama sekali tidak digubris oleh Yunho.

“Dia meminta Junsu pulang untuk menyiapkan sebuah kejutan untukku.” Ucap Yunho begitu selesai membaca isi surat Jaejoong untuk Junsu.

Eoh? Hanya seperti itu saja isi suratnya?” Changmin mengambil perkamen dari tangan Yunho untuk membaca isinya, “Astaga Hyung! Istrimu benar-benar! Kalau hanya seperti ini saja suratnya dia bisa memintaku menyampaikan pesannya secara langsung, kan? Kenapa harus repot-repot menulis surat?”

“Cepat gulung sebelum Boo Jae melihatmu membuka suratnya atau dia akan mengamuk.” Yunho mengingatkan ketika mendengar suara istrinya yang semakin dekat, “Dia susah dijinakkan sekarang. Kau tahu itu?”

“Salahmu yang terlalu memanjakannya!” gerutu Changmin, “Lagi pula yang membukanya kan kau bukan aku.”

.

.

Wajah cantik yang terlihat pucat itu merengut kesal. Sudah hampir satu bulan setelah kepergian Changmin ke Artesis tetapi Junsu belum juga pulang. Setiap hari namja cantik itu selalu menanyakan Junsu dan Junsu. Pernah suatu pagi namja cantik itu mengamuk dan nyaris menghunuskan pedang pada Yunho ketika menuntut kepulangan Junsu. Yunho yang sudah dipusingkan dengan tingkah aneh istrinya terpaksa mengirim orang untuk menjemput sepupunya itu.

Di sinilah mereka sekarang…

Berada di paviliun di atas danau buatan yang berada di belakang bangunan istana. Yunho sedang ingin menghabiskan waktu di sana karena itu Yunho menuntut istrinya untuk menemaninya setelah dirinya berhasil memulangkan Junsu untuk ratu kesayangannya.

Tetapi sang ratu kelihatan sangat bosan. Wajah cantiknya merengut, beberapa kali bibir semerah darahnya itu mencibir dan mendengus keras, memamerkan pada suami, para pengawal dan dayang yang berada di sekitarnya bahwa dirinya sedang diambang kebosanan.

“Yang Mulia….” panggil Jaejoong dengan suara dibuat semendayu mungkin membuat Junsu yang duduk di sampingnya hanya bisa mengulum senyum.

“Hm?” tanya Yunho yang masih fokus memnggoreskan kuasnya di atas kanfas.

Jaejoong mencibir, menarik tangan kanan Yunho yang sibuk membuat lukisan bambu memuakkan, “Jangan tidak acuh pada kami!” wajahnya cemberut ketika meletakkan telapak kanan Yunho di atas permukaan perutnya. Mata indahnya menatap galak suaminya yang menurutnya kali ini sangat pabo dan tidak peka.

Boo?” Yunho bingung. Tidak biasanya istri cantiknya itu bersikap seperti ini di hadapan para dayang dan pelayan.

“Kau benar-benar bodoh, Yang Mulia!” Ketus Junsu. “Mengurus negara kau bisa tetapi mengurus istrimu sendiri kau tidak mampu.” Sindirnya.

Mata kecil nan tajam milik Yunho meyipit galak, “Kim Junsu!”

“Jaejoongie sedang mengandung anakmu, Jung Yunho!” pekik Junsu tidak sabar. Bagaimana bisa sepupunya yang garang ketika berada dimedan perang itu bisa tidak menyadari apa yang terjadi pada istrinya sendiri? Padahal dilihat dari mana pun gelagat Jaejoong yang tidak biasa akhir-akhir ini harusnya bisa menyadarkan Yunho

Mwo? Boo?” mata kecil Yunho membulat, menatap istrinya dengan tatapan terkejut. Yunho tidak punya firasat soal ini dan tiba-tiba saja mendapatkan kabar yang sangat penting seperti sekarang.

“Dasar tidak peka!” sentak Jaejoong yang langsung melepaskan genggaman tangannya pada tangan Yunho, beranjak dari duduknya dan berjalan pergi diikuti Junsu dan beberapa dayang.

“Hamil? Astaga!” Yunho tersenyum lebar. Membuat para prajurit yang menemaninya mau tidak mau ikut tersenyum.

.

.

“Kenapa tidak mengatakan padaku, Boo?” tanya Yunho saat mengusap punggung istrinya yang tiba-tiba ingin mandi bersamanya sore itu, “Itukah yang kau maksud kejutan untukku seperti yang kau tulis dalam suratmu kepada Junsu satu bulan yang lalu?”

Jaejoong tersentak kaget, menolehkan kepalanya dan menatap tajam suaminya penuh curiga. “Darimana Yunie tahu? Yunie membaca suratku untuk Junsu Hyung?” tanyanya dengan ekspresi galak.

Yunho gelagapan menjawabnya. Tadi raja Cassiopeia itu sudah berkonsultasi pada dokter yang memeriksa istrinya dan mengatakan orang yang tengah hamil memiliki perasaan yang lebih peka daripada orang pada umumnya, yang dimaksud peka oleh para dokter itu adalah perubahan sikap istrinya yang bisa cepat tersulut emosi atau merasakan kesedihan mendadak. “Mian Boo, aku….”

“Yunie tidak mempercayaiku?” walaupun memasang wajah marah namun mata hitam selegam mutiara rusa betina itu sudah melelehkan air mata.

Boo….” Yunho ingin Junsu di sini sekarang agar bisa menghapus ingatan istrinya.

Jaejoong berdiri dari atas pangkuan Yunho, keluar dari kolam tempat mereka berendam, meraih kimono mandinya kasar sebelum memakainya asal.

Boo….” Yunho berusaha menghentikan tindakkan istrinya.

“Aku mulai berpikir bahwa kau tidak pernah mencintaiku!” ucap Jaejoong dingin. “Kau… kau dan Changmin tidak pernah bisa mempercayaiku.”

Boo!”

“Kalau begitu kenapa menikahiku?!” bentak Jaejoong. Bibir semerah darahnya sudah bergetar menahan isakan seiring air matanya yang semakin deras. “Lebih baik pulangkan aku ke Artesis!” ucapnya sebelum berjalan pergi meninggalkan tempat pemandian yang biasanya menjadi saksi bisu kemesraannya dengan Yunho.

.

.

“Dia marah padamu karena kau membaca surat yang ditulisnya untukku?” tanya Junsu ketika tiba-tiba saja Yunho mendobrak kamarnya dengan wajah bingung yang tidak pernah dilihat sepanjang hidupnya.

“Ya.” Yunho menjawab singkat, tidak sabar.

“Kau mencurigai istrimu sendiri. Wajar bila Joongie sakit hati padamu.” Ucap Junsu tenang.

“Junsu, kau tahu….”

“Kau memaksaku mencuci otaknya, mengacaukan ingatannya, kau menikahinya dan menghamilinya tetapi kau masih tidak mempercayainya?” tanya Junsu, “Jung Yunho! Kau benar-benar sangat jahat!”

“Aku perlu waspada Junsu!” Yunho membela diri.

“Perlukah ku ingatkan padamu bagaimana Jaejoong berlari menyongsongmu ketika kau nyaris ditebas oleh pembunuh bayaran saat kita di Artesis dulu? Atau perlukah ku ingatkan padamu bahwa kau benar-benar pembohong ulung yang membuatnya percaya pada setiap omonganmu walaupun dia sendiri merasakan kebingungan?” tanya Junsu, “Ya, Jaejoong bingung mengenai luka yang sempat dideritanya. Jaejoong bingung kenapa Ahra bisa menikah dengan Kim Hyunjoong. Dia menanyakannya padaku kemarin untuk membandingkan jawaban yang ku berikan dengan jawaban yang terlontar dari mulutmu.”

Yunho menatap Junsu gelisah.

“Dia lebih percaya kau daripada aku.” Ucap Junsu, “Tetapi bahkan kau tidak memberikan sedikit saja kepercayaanmu padanya. Aku menyesal menuruti perintahmu untuk mengacaukan ingatannya dulu bila sikapmu padanya seperti ini sekarang.”

Yunho menggebrak meja, menatap nyalang pada Junsu sebelum meninggalkan kamar sepupunya dengan hati terbakar.

“Aku tahu kau hanya terlalu peduli padanya, Yun.” Junsu tersenyum sebelum meminum teh hangatnya.

.

.

Yunho menusap jejak air mata itu perlahan, menidurkan dirinya sendiri di samping istri cantiknya yang bahkan dalam tidurnya pun masih sengungukan. Yunho mendekap tubuh kurus yang kini menjadi ibu bagi calon anaknya, “Aku tidak bermaksud melukaimu. Sungguh… ku percaya padaku kan, Boo?” bisiknya ketika istrinya menggeliat dalam pelukkannya.

.

.

“Appa, boleh Joongie pinjam?”

“Ani, Chagy…. Pisau belati ini terlalu berbahaya untukmu.” Namja dewasa itu mengusap kepala bocah cantik berusia enam tahun yang menatapnya polos, “Joongie boleh memilikinya ketika Joongie sudah besar. Pada saat itu Joongie tidak hanya akan memiliki belati ini tetapi juga akan memiliki seluruh tanah tempat kita berpijak sekarang.”

“Jeongmal? Joongie mau cepat besar kalau begitu, Appa!”

Tawa yang perlahan menjauh itu serupa suara tambur yang dipukul-pukul sangat keras sebagai tanda akhirnya sebuah kebahagiaan dan dimulainya peperangan.

.

.

TBC

.

.

Pemikiran “Consious a Lofa IX”

Gomawo untuk yuuruuki, nina, miss cho, T3Jj kim, MyBaby WonKyu, shizun, yulkorita, yulkorita, ayumi, hime yume, Meybi, Areah Bii, dewifebrianayasmin, echasefry, echasefry, Kim Hyewon, yuuqy,  Ade Jungdan Rani yang sudah memberikan feed back untuk epep gaje Yuuki🙂

.

.

Pemikiraan “Consious a Lofa X”

MyBaby WonKyu: Hueeee Tanteeeeee😥 Tante bingung lhah ane yang harus ngetik dituntut agar yang baca ga bingung -_- mau tukaran temopat? #dijitak

T3Jj kim: Dasar mesum #jitak. Eh? Jeongmal? Hm….

nina: Ntar kejawab sendiri ne Chagy🙂

yulkorita: Eoh? Jeongmal? Yakin?

Yulkorita: Banyak amat  Neng feed backnya ?

Yulkorita: Nah lho ini juga :3

wiwindah: Udah ne.

Meybi: Yang ngetik sampai muter otak #nyengir

Rani: #nyengir. Kan biar seru😀 Fighting!

Ayumi: Yuuki sedang berusaha bangkit dari keterpurukan😀 Ehehehehhe….

Dewifebrianayasmin: Ne😀

Bellajungyunjae: Yang ngetik juga bingung lho😀 Boleh kok kalau mau panggil Yuuki Eonni.

Kim Hyewon: Amin #berharap

Echasefry: Ehehehehhehee😀

hime yume: Minie Oppa ngapain di balik kulkas? #dijitak.

Syrenka Licorice: Hehehe😀

Yunorisweat: Sukses kah ujiannya? Muahahahaha >_< Yuuki ga suka NC fulgar. Menurut Yuuki malah mengurangi kualitas keindahan tulisan #dihajarrame-rame.

.

.

Tuesday, July 01, 2014

7:16:26 PM

NaraYuuki

22 thoughts on “Consious a Lofa XI

  1. Ping-balik: Consious a Lofa XI | Fanfiction YunJae

  2. #pasangtampangmarah appa kelewatan ama bini sendiri masih ga percaya. Kalau ragu dan takut umma menusuk appa diam2 knp juga dulu dinikahin malah hamil skrg -_-

    Itu siapa ya yg nyuruh bunuh raja dan ratu sekalian #penasaran pasti bkn hyunjoong jussi lalu siapa?

    Kangen umma berantem pake panah dan pedang. Keren ya kalau umma hamil trus melawan musuh yg menyusup ke istana #mikir
    Biar yunpa dan mini chwang oppa tahu umma tuh cinta beneran ama beruang tua dan ndut kebanggaan cassiopeia -_- #sebel
    Lanjut eonni … ga pake nc juga ga apa2 banyakin adegan perang bayangin gerakan umma yg lincah melompat kesana kesini melawan musuh dengan kirin naga apinya #plakkebayangepepsebelah ✌

  3. wah… umma hamilll, chukae…
    bener2 bingung sikap umma, bikin orang menerka nerka apa umma emang beneran udah di cuci otaknya, apa cuma pura2 aigo..
    yuuki sukses bikin penasaran..

  4. Ahirr nya di update jg.. wahh..yunppa sungguh ter-la-lu.. jaemma lg super sensitive, tapi memang salah Yunppa jg siy.. Yuuki sedikit typo y di bagian ini “..ku percaya padaku kan, Boo?”.. anyway, di tunggu update chapter slanjutnya Yuuki😀

  5. Yuuki, akhirnya baca ff ini lg setelah agak lama nunggu update-nya. Ni beruang keterlaluan banget, bisa2nya ga percaya sm umma yeoppo… Kan kasihan umma, smp tidurpun masih nangis… Jadi gregetan pingin jitakin itu appa beruang…

  6. Sepertinya yg nyuruh org untuk bunuh raja itu, ahra deh plus bantuan hyun ajussi. Cinta bisa berubah krn keinginan untuk berkuasa.
    Whooaaaaa, selamat jaejae hamil, tp yunho… masak waspada ampe segitunya…

  7. huaaa~
    aku baru nemu /? ff ini tadi di ffn. Baca d ffn tp review di wp, gpp lah. Ehehe
    tapi ya, ff ini keren bgt yuuki-chan~
    ‘yuuki’
    hampir sama kaya aku loh. ^^v
    Kalau aku michiko yuki ^^ *gak ada yg nanya ya >< gomenne ;;*
    yoroshiku ^^
    oh iya, aku agak bingung pas baca bagian silsilah keluarganya *chapter berapa ya? Aku lupa T.T*
    Ah, maafkan saya yg lama memahami sesuatu dan pelupa ini xD
    okok, dr pd saya ngelantur gak jelas. Cukup saya hentikan di sini xD
    lanjutkan lanjutkan~

  8. . update update ^^
    . kyknya ahra dah mulai bertindak :3 susah beud kyknya si yunjae tu idup tenang -_- yunppa t’lalu paranoid,..:/

  9. Akhirnya chapter ke 11. Aku suka bgt ama ff ini. Well juga semua ff Yuuki ^^. Keren2 ! Ditunggu karya berikutnya… gomawo :3

  10. chukae…akhirnya jj hamil jg..
    ahra kah yg berniat nyelakain yunho n jaejoong..?? padhl tadinya aq mikir dia dpt peran baik loh,soalnya jarng bgt ahra jd protagonis di setiap ff yunjae.. #poor
    oke lanjut ya yuuki chan..

  11. siapa yg mw racunin appa??
    tebakan q si gatel ahra
    klo hyunjoong kn suka sma jae gk mngkn mw celakain jae
    ehehehe
    appa bner2 gk sensitif

  12. eh jadi beneran ada dalang dibalik semua ini iia, dan belum tertangkap krn dibunuh hyunjoong kmrn
    jangan2 ahra? soalnya kok cemas soal jaema juga
    eh berarti jaema ingatannya beneran udah dimodifikasi sm suie iia
    kukira dari chap kmrn2 msh ada yg tertinggal
    tp itu jaema mimpi kah?
    yeeaahh hamil ternyata😀

  13. Ahh update juga! ;^; nyaris setiap hari aku mampir buat ngecek updatean CaL!
    Hmm ujianku bisa diblg sukses alhamdulillah hehe

    Wah senangnya umma hamil >\\\< sensitif,manja..unyuuu
    Kasian umma dicurigai,tp appa jg bermaskd baik(?)
    ^
    Maap ini komen ga mutu xD
    Udh ngebet pengen liat lanjutannya..ngebut ya Yuuki hahah

  14. bawaan hamil jadi galak gtu yah…😀
    itu yg ngancem bunuh yunho org yang sama wktu di pasar itu yah…pasti gara2 kekuasaan lgi nih!
    hweee….cepet up date gih chingu! ganbatte…😀

  15. haduh akhirnya hamil juga umma
    tapi tambah manja aja n sensitif
    kalimat2 diawal bikin penasaran
    semoga tidak ada yg membahayakan umma klo appa sih aku atahu dia bisa jaga diri hehehehehe
    yuuki fighting!!!
    ditunggu ff yang lain
    haduh baru semingguan gak mampir rasanya kangen sama ff disini
    #halahreaderlebai #nyengirbarengyuuki

  16. huwaa~ eonni aku bru bsa bka blog eonni u.u bnyk k.tnggalan ff eonni hiks~
    wew~ umma hamil lg akhirnyahh..tmbah d.sayang tuh haha..
    mungkin sgtu aja coment aku, aku mau bca ff bru eonni yg lain hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s