Consious a Lofa IX


Tittle                : Consious a Lofa IX

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Mau bantu Yuuki menentukan?

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

Consious a Lofa V

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

.

.

.

Sepanjang perjalanan menuju pekuburaan, Jaejoong sama sekali enggan melepaskan genggaman tangannya dari lengan Yunho. Semakin dekat jarak yang mereka ambil dengan pekuburan membuat genggaman Jaejoong semakin erat seolah-olah tanpa kehadiran Yunho disisinya bisa membuatnya pingsan saat itu juga.

“Yunnn….” Jaejoong semakin merapatkan tubuhnya pada Yunho ketika mereka mulai memasuki kompleks pekuburan, hawa dingin dan sunyi tiba-tiba menyerang Jaejoong, membuatnya merinding dan merasa ketakutan. Jaejoong tidak lagi menggenggam lengan Yunho tetapi sudah memeluk perut suaminya itu erat.

Yunho melingkarkan lengan kanannya pada pinggang Jaejoong yang terlihat mulai pucat, “Boo… haruskah kita batalkan saja perjalanan ini? Kau terlihat sedikit pucat.” Ucap Jaejoong.

Jaejoong menggelengkan kepalanya cepat-cepat. Sudah sampai sejauh ini dan batal begitu saja? Tentu saja Jaejoong tidak mau itu terjadi. “Hyunjoong Hyung….” panggilnya.

Ne?” sahut namja berambut coklat keemasan yang berjalan paling muka bersama dua prajurit lainnya.

“Sudah lama kita tidak berdiskusi bersama, ne?” tanya Jaejoong yang sudah melepaskan pelukkannya pada tubuh Yunho, kini menautkan jemarinya dan jemari Yunho erat. Tersenyum ketika suaminya itu menatapnya heran.

Ne. Terakhir kita berdiskusi ketika usiamu 17 tahun, sebelum pe….” Hyunjoong terdiam. Semalam Yunho sudah melarangnya berbicara soal perang pada Jaejoong dan walaupun Hyunjoong enggan melakukan perintah itu tetapi dirinya tetap harus tunduk dibawah perintah ‘majikan’nya yang baru, Raja Cassiopeia.

“Bagaimana kalau kita berdiskusi sebentar?” ajak Jaejoong.

Ne….” jawab Hyunjoong.

Hyung, bila Hyung menyukai seorang yeoja dan dia sudah menyatakan cintanya padamu tetapi Hyung menolaknya karena tanggung jawab yang Hyung pegang, apa yang akan Hyung lakukan bila yeoja itu menikah dengan orang lain?” tanya Jaejoong.

Boo?” Yunho menatap istrinya bingungg.

“Semalam aku bermimpi ada yeoja yang menyatakan cintanya pada Yunie, dan Yunie kelihatannya juga penyukai yeoja itu. Tapi pada akhirnya yeoja itu menikah dengan orang lain dan Yunie menikah denganku. Aku hanya ingin tahu pendapat Hyunjoong hyung soal mimpiku.” Jaejoong tersenyum pada Yunho.

“Hyunjoong sshi, jawablah pertanyaan istriku.” Pinta Yunho.

Hyunjoong menggangguk kecil, “Kalau seperti itu maka aku akan membiarkan yeoja itu bahagia dengan suaminya dan aku sendiri akan berusaha membahagiakan istriku.” Jawabnya.

“Tapi itu pernikahan tanpa cinta.” Bantah Jaejoong.

“Cinta bisa datang kapan saja, tidak terduga bahkan kepada orang yang kita benci sekalipun.” Sahut Hyunjoong.

Jaejoong menatap wajah tampan suamninya, tersenyum manis sebelum kembali menatap jalan pekuburan yang terlihat sangat muram. Diujung sana terlihat kilau dari baju besi berlapis emas yang berada dalam gardu kecil. Jaejoong menatap kilauan itu serupa anak ayam yang merindukan perlindungan induknya yang sudah lama hilang.

“Joongie…. Bagaimana seandainya Yunho memiliki seorang selir?” tanya Junsu lebih kepada keinginannya untuk menggoda namja cantik itu.

Jaejoong menyipitkaan matanya sengit, ditatapnya Junsu yang berjalan di belakangnya bersama dengan Yoochun sebelum melirik suaminya yang nampak tersenyum senang. Jaejoong segera mengalihkan pandangannya ke depan, “Akan ku singkirkan selir itu!! Dia hanya selir dan aku ratunya. Aku akan meminta pembunuh bayaran untuk membunuhnya atau menyuruh pelayan untuk meracuninya.” Jawab Jaejoong membuat Yunho, Junsu Yoochun dan semua orang dalam rombongan itu sedikit kaget, “Yunie hanya milikku! Dan aku tidak mau membaginya dengan yang lain!”

“Apa yang sudah kau lakukan Junsu? Kau bukan hanya membuatnya cinta mati pada Yunho tetapi juga memili sifat possesif yang mengerikan.” Bisik Yoochun.

“Aku tidak menyangka kalau hal ini akan terjadi, jadi berhentilah menyalahkanku!” ucap Junsu yang hanya bisa menatap Jaejoong yang memang bersikap sangat manja dan possesif pada Yunho, “Setidaknya… dia bahagia dengan cara seperti ini. Iya, kan?”

.

.

Mata Hyunjoong membulat ketika melihat Jaejoong mengeluarkan belati kepemimpinan Artesis yang selama ini hilang –atau begitulah yang Hyunjoong dan para penduduk Artesis pikirkan. Matanya memancarkan sebuah kilat yang tidak disadari oleh orang lain ketika menatap belati itu.

“Bila Caramu memandang seorang ratu seperti itu, bisa membuat kepalamu terlepas dari badanmu… Hyunjoong sshi.” Ucap Yoochun pelan. Tangan kanan Yunho itu sudah mengawasi gerak-gerik Hyunjoong sejak tadi, dan memang caranya menatap Jaejoong sangatlah berbeda dari caranya menatap yang lain. Yoochun seperti melihat kerinduan, hasrat ingin memiliki namun juga menyimpan kebencian dan dendam diwaktu bersamaan. Yoochun tidak tahu mengapa tetapi intuisinya mengatakan Hyunjoong bukan orang sembarangan.

“Dia banyak berubah. Entah apa yang sudah kalian lakukan pada jenderal Artesis itu!” sahut Hyunjoong penuh penekanan dan amarah.

“Dia? Dia sekarang ratu Cassiopiea, ratu Artesis juga. Kedudukkanya lebih tinggi daripada seorang jenderal.” Ucap Yoochun, “Berhati-hatilah dengan mata dan lidahmu!” ucapnya mengingatkan.

.

Dilepaskannya tautan tangannya dari sang suami, mengeluarkan sebuah belati yang diberikan suaminya kepadanya, tersenyum pada seonggok baju perang berlapis emas yang sedikit berdebu itu walaupun air mata terus mengalir membasahi wajahnya. Berjalan menghapiri baju besi itu sebelum berlutut di hadapannya.

Appa… maafkan Joongie yang seperti ini.” Lirihnya, “Mianhae…. Jeongmal mianhae….”

Yunho yang melihat istrinya menangis seperti itu hanya bisa mengusap bahu Jaejoong lembut.

Jaejoong melirik tangan besar nan kokoh yang bertengger di bahu kirinya, menggenggam tangan itu erat untuk kemudian berdiri, “Appa…. Inilah jalan yang Joongie pilih untuk kita semua. Maafkan Joongie….”

“Sudah?” tanya Yunho yang mengusap air mata yang membasahi wajah menawan istrinya.

“Hyunjoong Hyung…. setidaknya satu minggu sekali mintalah orang untuk membersihkan makam Appaku! Bagaimana mungkin makam seorang pahlawan bisa tidak terurus seperti ini?” tanya Jaejoong dengan nada yang sangat dingin.

“Akan ku lakukan.” Jawab Hyunjoong.

.

.

Usai dari pekuburan, Jaejoong meminta diantar ke pasar untuk membelikan hadiah yang akan diberikannya pada Ahra. Meninggalkan Yunho, Yoochun dan Hyunjoong yang masih sibuk berbicara mengenai karakter perdagangan kota Artesis yang kadang masih menggunakan sistem barter pada hari-hari tertentu sebagai transaksi.

“Kain sutra? Atau perhiasan perak? Hyung…. Menurutmu mana yang harus ku pilih?” tanya Jaejoong bingung.

“Joongie….” panggil Junsu.

Jaejoong menoleh, menatap Junsu yang sedang menyentuh sebuah bros berbentuk bunga matahari yang terbuat dari emas dan perak.

“Bagaimana kalau ini?” tanya Junsu.

“Sangat indah.” Ucap Jaejoong, “Tapi tidak cocok untuk Noona.”

Junsu mengerutkan kenignya bingung.

Noona suka sesuatu yang terlihat agak mewah, Junsu Hyung.” Jaejoong berjalan ke arah deretan kimono sutra. Mata bulat beningnya memperhatikan lekat-lekat sepasang kimono berwarna jingga yang dihiasi oleh ornamen berbentuk bulatan-bulatan kecil di seluruh permukaannya yang disulam menggunakan benang berwarna emas, “Aku mau ini….”

“Kau yakin?” tanya Junsu.

Jaejoong menggangguk pelan, “Terlihat mewah dan angkuh. Cocok untuk Nonna dan Hyunjoong hyung.” Jawab Jaejoong.

Junsu merasa sedikit aneh mendengar nada bicara Jaejoong yang terkesan dingin.

“Ah….” Jaejoong menoleh ke arah Junsu, membuat namja bersuara khas itu sedikit kaget, “Haruskah aku membelikan untuk Yunie juga, Hyung? Changminiee? Aigoo!” Jaejoong kembali berkutat dengan barang-barang yang ada di toko itu, mulai memilih mana yang sekitranya cocok untuk suami dan adik iparnya.

“Hei! Jaga kelakuanmu! Kau ratu sekarang!” perintah Junsu ketika melihat Jaejoong berlarian di dalam toko seperti seekor burung parkit.

.

.

Jaejoong tersenyum bahagia usai keluar dari toko membawa beberapa bungkusan kain dan kotak kecil yang berisi barang-barang yang baru saja dibelinya. Senyumnya semakin lebar begitu melihat suaminya sedang berbicara dengan salah seorang penjual sate ikan di seberang jalan. Meninggalkan Junsu yang kepayahan membawa barang belanjaannya, Jaejoong berlari kecil menghampiri suaminya. Melihat Yunho yang juga tengah menatapnya sambil tersenyum membuat namja cantik itu semakin bersemangat untuk segera memeluk suaminya.

Mata Jaejoong tiba-tiba saja membulat melihat pemandangan itu, raut wajahnya berubah menjadi serius. Dipercepatlah langkah kakinya, Jaejoong bahkan sudah berlari secepat yang ia bisa hingga membuat Yunho yang juga tengah melihatnya mengerutkan alis. Jaejoong tidak peduli bila dirinya dijadikan tontonan oleh orang-orang, yang jelas orang itu harus dihentikan sekarang. Cih! Kenapa orang-orang disekitar Yunho tidak menyadarinya, eoh?

“Joo….” Yochun tersentak kaget ketika Jaejoong merampas pedangnya dan menghunuskannya pada Yunho, “Jung Jaejoong!” pekik Yoochun.

Jaejoong segera mendorong tubuh Yunho ke arah samping.

Tlang!

Dua pedang yang sedang beradu itu membuat beberapa orang pedagang, pembeli dan pejalan kaki memekik kaget dan berlari untuk menyelamatkan diri.

“Siapa yang mengutusmu?” tanya Jaejoong dengan napas terengah, jemarinya mencengkeram kuat gagang pedangnya ketika menatap mata nyalang dari seorang yang memakai cadar yang berniat menghunuskan pedangnya pada Yunho tadi.

Yunho segera bangkit dari keterjerembabannya, merampas pedang salah satu pengawal yang mendampinginya, “Boo, menyingkir!” perintah Yunho. Melihat istrinya memegang pedang membuat amarahnya mendidih. Yunho sudah bersumpah dalam hatinya ketika menikahi Jaejoong kemarin, bahwa dirinya tidak akan mengijinkan istrinya memegang pedang lagi. Tapi kini….

Jleb!

Yunho segera menarik tubuh Jaejoong ke dalam pelukkannya ketika Hyunjoong menusuk pinggang orang yang sepertinya seorang pembunuh bayaran itu dari belakang hingga ujung pedangnya menembus perut sebelah kirinya hingga membuatnya meregang nyawa saat itu juga.

“Kau gila? Bagaimana bila Yang Mulia Ratu terkena ujung pedangmu, hah?!” sentak Junsu.

“Maafkan aku.” Ucap Hyunjoong yang kembali menyarungkan pedangnya.

Yoochun menatap Hyunjoong tajam, “Membunuhnya sama saja menghilangkan barang bukti dan informasi penting siapa sebenarnya yang mengutus orang ini.” Ucap Yoochun, “Dan kurasa kota ini tidak aman lagi untuk Raja dan Ratu.”

Jaejoong menatap nanar suaminya, pedang yang tadi digenggamnya sudah terlepas. Jaejoong mengamati wajah Yunho lekat-kelat, memastikan suaminya itu tidak apa-apa. Raut khawatir, cemas dan ketakutan terlukis jelas pada wajah rupawan Jaejoong, “Yunie…. Gwaechanayo?” tanyanya dengan suara bergetar, air mata sudah membasahi wajahnya.

Yunho tersenyum walaupun kemarahan masih menyelimuti dirinya, mendekap erat tubuh gemetaran istrinya, mencoba menenangkan ketakutan yang menyelimuti istrinya, “Gwaechana Boo….” ucap Yunho.

“Hiks…. Ottoke? Ottoke? Bagaimana bila orang itu berhasil melukai Yunie? Bagaimana kalau Yunie mati? Aku akan sendirian? Aku tidak mau. Hiks…. Hiks….” Jaejoong mencengkeram erat kimono bagian belakang yang Yunho kenakan.

“Tidak apa-apa, Boo…. Aku baik-baik saja bukan? Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian. Tidak akan pernah….”

.

.

Brak!

Yunho menggebrak meja di hadapannya keras, tidak lagi menyembunyikan amarahnya yang terpaksa ditahannnya karena ketakutan istrinya. Yunho terpaksa menenangkan Jaejoong yang terus menangis dan tidak mau ditinggal sendirian hingga akhirnya Ahra dan Junsu berhasil membuat namja cantik yang kini menjadi ratu Cassiopeia itu tertidur.

“Kenapa hal seperti ini bisa terjadi didepan umum, Hyunjoong sshi? Bisa kau jelaskan padaku! Kau adalah wali kota Artesis tetapi kau tidak bisa menjaga keamanan kota dengan baik hingga penyusup seperti itu bisa lolos dari penjagaan?!” suara berang Yunho terdengar sangat keras dan lantang.

“Maafkan kelalaianku, Yang Mulia.” Pinta Hyunjoong yang sejak tadi menundukkan kepalanya.

“Istriku bahkan sampai ketakutan seperti itu. Apa kau mencoba merencanakan pembunuhan terhadapku, Hyunjoong sshi?” tanya Yunho.

“Yang Mulia?!” Hyunjoong terkihat sangat kaget dituduh seperti itu.

“Sepertinya aku terlalu lunak pada kota ini…. Apa sebaiknya aku membumihanguskan kota ini agar kejadian seperti tadi siang tidak terulang lagi?”

“Mohon pertimbangkan lagi!” Hyunjoong bersujud di samping kaki kursi yang diduduki oleh Yunho.

Yunho menatap Yoochun, “Besok aku akan kembali ke Istana Cassiopeia. Siapkan keberangkatanku!”

Ne.” Jawab Yoochun.

Yunho bangkit dari duduknya, meninggalkan ruang kerja wali kota Artesis itu dengan keangkuhan dan kemarahan yang mengiringi setiap langkahnya.

“Hyunjoong sshi, hal tadi memang membuat Yunho marah. Tetapi yang membuatnya murka seperti ini adalah ketakutan yang ditimbulkan kejadian tadi kepada Jaejoong.” Ucap Yoochun, “Namja yang kau tatap penuh cinta itu kini ketakutan, ketakutan akan kehilangan suaminya. Kau tahu? Seorang suami yang benar-benar peduli akan melakukan apapun untuk kebahagiaan istrinya. Dan ku rasa mulai sekarang kau tidak akan lagi bisa melihat namja yang kau puja itu lagi.” Yoochun melempar sebuah perkamen (kertas yang terbuat dari kulit binatang) pada Hyunjoong. Perkamen yang melukiskan keindahan paras ratu Cassiopeia yang Yoochun temukan di kamar Wali kota Artesis itu.

Hyunjoong menatap perkamen itu nanar.

“Selama aku berada di sini, ku pastikan kau tidak akan bisa tidur nyenyak. Karena aku akan mengawasi setiap kecil langkah yang kau ambil. Selamat malam, selamat beristirahat.” Ucap Yoochun sebelum pergi meninggalkan Hyunjoong yang terpuruk sendirian.

.

.

Yunho terus mengamati wajah yang tampak sembab itu, sedih melihat jejak air mata itu mengiasi wajah cantik ratunya. Yunho tidak menyadari kapan dan bagaimana bisa namja yang dulunya adalah musuh yang sangat dibencinya itu kini sangat mempengaruhi hidupnya. Setiap senyuman yang Jaejoong tunjukkan padanya membuat hati Yunho merasakan bahagia, setiap air mata yang Jaejoong perlihatkan padanya membuat Yunho merasa marah dan sedih. Jaejoong berhasil membuat perasaan penguasa tertinggi Cassiopeia itu kacau balau namun penuh warna.

“Haruskah aku mengurungmu dalam istana agar kau tidak lagi bisa melihat kesedihan dan ketakutan?” gumam Yunho, dikecupnya bibir merah darah itu lembut sebelum menarik tubuh Jaejoong ke dalam dekapannya, “Akan ku singkirkan siapapun yang membuatmu mengeluarkan air mata lagi, walaupun orang itu adalah kakakmu sendiri.” Janji Yunho.

.

.

“Dia menggunakan kemampuan bertempurnya, Junsu…. Kau lihat sendiri kan tadi?” tanya Yoochun.

Junsu meminum teh hangatnya perlahan, “Aku tahu. Tetapi ku rasa itu tidak lebih dari gerak refleknya saja. Dia sangat mencintai Yunho, dia tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk menimpa suaminya. Kau juga tahu hal itu, kan?”

“Ya….”

“Menjaganya agar tetap dalam pengawasan kita tidak akan mudah, Chun. Walaupun aku sudah mengacaukan ingatannya, tetapi aku tidak bisa mengacaukan perasaannya. Perasaan ingin melindungi orang yang penting itu tidak bisa dibentuk.” Ucap Junsu. Ditatapnya kegelapan yang berada di luar jendela ruang baca gedung balai kota Artesis itu dalam diam, merenungi kejadian mengejutkan yang terjadi tadi siang.

Kejadian yang bisa saja mengubah semuanya….

.

.

TBC

.

.

Pemikiran pada “Consious a Lofa VIII”

Areah Bii : Amin Tante🙂

yulkorita : Ini sudah ne😀

T3Jj kim : Aigoo! Bocah mesum ini ==”

Meybi : #pingsan

echasefry : Kalau Umma kagak hamil bagaimana? #epilkumat

MyBaby WonKyu : Aegya lagi?

nina : Bener kagak tuh tebakan? Ada di chap 10 ye🙂

yuuqy : Kalau pulih bagaimana?

miss cho : Ne.

dewifebrianayasmin : Ne.

vikey : Ingat donk. Wae?

Rani : Seksi seperti Umma ne? #ngeces #digamparAppa

ayumi : #sodorinLV. Baca sendiri ye #dijitak

.

.

Sunday, June 15, 2014

10:02:05 AM

NaraYuuki

23 thoughts on “Consious a Lofa IX

  1. Ping-balik: Consious a Lofa IX | Fanfiction YunJae

  2. uhh uhh molla eon
    hahhahaha
    okee kita nantikan chap 10

    aku kok agak curiga sm jaema iia
    benerankah ingatannya diubah semua dan berhasil? kok kyk nya jaema juga menyembunyikan sesuatu
    pembunuh bayarannya itu, bukan suruhan hyunjoong kan?
    bener kata chunnie, klo dibunuh berarti menghilangkan bukti dan informasi

  3. kalau junsu gk bisa mrubah prasaan jeje, brati prasaan melindungi itu tumbuh scra sadar dari jj nya sndri kan??
    ak msih pnasaran motif dri jeje ini chingu??!

  4. Kayanya umma sdh mulai mengingat dirinya dech. Sekuat apapun ilmu junsu jumma tp kalau umma sendiri kuat bisa mengikis kekuatan jumma. Hanya saja umma sepertinya sdh jatuh cinta sama musuhnya sendiri makanya umma minta maaf sama appanya #sotoyplak hehehe …
    Lanjut eonni … semoga hyunjoong sdh kapok dan ga jahat lg sebelum dibantai ahjussi tampanku -_-

  5. Kl d liat d chapter 9 ini… kayanya umma masih ingat tentang masa lalu nya… cm mungkin memilih untuk pura2 menjadi Jonggie yg polos. Ngak sabar nunggu lanjutannya … apalg ampe tamat. Thanks to share a great story ^^. Will waiting with patiently :p

  6. waaa~ eonni..aku terlambat gk bsa reply yg prtma u.u#plak
    nah lho..yunpa mau dibunuh, sp yg ngerencanain yaa? untung jae sikaptanggap#jiahh
    apa jaema udh mulai rada2 ingat.?

  7. waaa~ eonni aku terlambat gk bsa reply yg prtma u.u#plak
    nahh lho..yunpa mau ditusuk o.O untung jaema sikaptanggap#jiahh
    apa jaema udh rada2 ingat ya.?

  8. sebenernya apa maksud perkataan jaejoong waktu didepan makam appanya..??knp dia minta maaf.?? feeling q sebenernya jongie g bner2 hilang ingatan..tp tujuanya apa coba..??
    ahhhh..pasti yuuki nanti bkal jawab “tunggu aj chapter 10..”
    yaweslah..updatenya jgn lamo2 ya…
    fighting.!!!!

  9. Aku juga merasa jeajoongie gak hilang ingatan, dia kan jendral perang yg pergi krn kesedihan akibat ulah kakaknya, hingga merasa tak ada yg bisa dipercayai. Hmmmm, hyunjoong ajussi, jgn jd jahat dong… wkwkwk

  10. hemm…
    jae mencurigakan sekaleee…
    hyunjung punya perasaan dendam ama benci ma jae? wae? bukannya harusnya jae ya yg gitu, ko hyunjung juga? masa gara2 ditolak cintanya sie,ih..hyunjung sempit pikirannya kalo gitu..
    refleks? berarti jae udah cinta dong ama yunyun o.o
    tapi…tapi…kenapa jae bertanya soal pernikahan ke hyunjung sie?apa maksdnya itu?jgn..jgn…#gigitkuku
    waduhhh…bahaya, berarti yunyun harus segera berhasil bikin anak biar jae ga lari kemana2 lg ^o^
    ga sabar tau apa isi 3 buku itu, chap besok ya? yoss! baiklah…
    yuukichan~~ ganbatte!

  11. jangan sampai dh ingatan umma pulih.. tp kok kaya ada sesuatu di perkataan umma di depan makam appa sama pas milih hadiah untuk ahra sama hyunjoong.
    kira2 siapa yg ngutus si pembunuh itu.??
    makin lama makin bikin penasaran sama lanjutan ff ini..
    selalu di tunggu kelanjutannya yuuki.

  12. Aw aw jae benar-benar deh yah.. Beruntungnya yunho. Junsu benar-bnar hebat hihi. Aish orang jahat itu utusan siapa coba dan sepertinya orang itu utusan dari orang-orang yang tak jauh dari merek *lirik hyunjoong* >_< ia kan? atau salah?
    next

  13. sudah dipastikan orang itu suruhan hyunjoong iya gak ya ahh klo menerka nerka gini malu takut salah hehehe
    ff yuuki itu kejutan gak bisa ditebak jalan ceritanya
    jae ternyata masih punya jiwa bertarung
    aku kira tadi dia tiba2 inget trus mau nyerang yunho ternyata
    makin penasaran nunggu chap 10 semoga cepat terbongkar
    dan kenyataan seperti apapun akan ku trima hahaha
    menunggu!!!!

  14. Ah ahhhhhhhh! Tega! Terlalu pendek ini.. Yah, umma, jgn terlalu keras kepala. *salahkan orok yg dikandung* Siapa sih yang dalang dibalik penyerangan appa!?kepoo. Tapi aku yakin si hyunjoong?apa jgn2 ahra lagi. *Loh*
    Kalo umma sndiri kan ga mungkin..wong dia sndiri yg histeris? Hmm?lupa dah chap kemaren #plak
    Pas lagi tegang2nya malah tbc =_=huhu

  15. eh, sepertinya umma udah inget masa lalunya deh. kenapa dia bisa tau kesukaan kakaknya? benarkah?
    Omo, belum ada kelanjutannya… ditunggu kelanjutannya eonni…

  16. sikap mommy aneh ya??
    apa jgn2 mommy udh sadar??
    cuma karna dy terlanjur cinta juga sama daddy maka’a dy tetap ngebiarin keadaan trs berjalan kek gini??
    tp apa yg bakal daddy lakuin kl tahu mommy sebener’a inget sama semua kenangan buruk di masa lalu??
    juga soal peperangan beberapa waktu lalu??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s