Pembalasan Bidadari Hitam


Tittle                : Pembalasan Bidadari Hitam

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Romance/ Family

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK and others (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan). Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story and Hyunno are mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

Pembalasan Bidadari Hitam

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

.

.

.

Sebulan yang lalu harabojie meninggal dan dimakamkan di Seoul. Hanya aku dan Umma yang menghadiri pemakaman harabojie di Seoul, rekan kerja harabojie di pabrik pengolahan makanan laut kaleng tidak satu pun yang menunjukkan batang hidungnya. Aku bisa mengerti karena gaji buruh pabrik tidaklah seberapa, mereka toh sudah mengucapkan rasa duka citanya ketika haraboji masih disemayamkan di rumah kecil kami yang berada di Busan. Kini rumah itu sudah dijual, Umma pun sudah keluar dari pekerjaannya sebagai juru masak di salah satu rumah makan. Dan sekarang… suara kereta inilah yang menjadi penghibur laraku.

Hari ini aku dan Umma sedang dalam perjalanan menuju Seoul. Umma memutuskan kami harus pindah dari Busan. Aku pun sudah terdaftar menjadi salah satu siswa di SMA yang berada di Seoul. Semuanya serba mendadak, aku bahkan tidak sempat berpamitan pada teman-teman sekolahku. Lahir dan besar di Busan, berteman dengan anak-anak nelayan dan lautan… bisakah aku menyesuaikan diri dengan kehidupan metropolitan Seoul?

“Hei… memikirkan apa, hm?”

Cantik bukan? Dia Ummaku. Umma kebangganku yang membesarkanku sepeninggal Appaku. Atau setidaknya seperti itulah yang pernah harabojie jelaskan padaku ketika aku mempertanyakan keberadaan Appaku.

“Aku takut tidak mendapatkan teman di sekolah baruku nanti, Umma.”

“Anak Umma adalah namja tampan yang pintar, siapa yang tidak mau berteman denganmu, hm?”

Umma… anak-anak Seoul biasanya sombong dan gengsinya tinggi. Mana mau anak-anak itu berteman denganku yang berasal dari kampung nelan dan miskin ini Umma?

Aku hanya bisa menatap langit senja yang sedikit mendung. Sebentar lagi… sebentar lagi kami akan sampai.

Umma, kita akan tinggal dimana? Apartemen atau flat kecil seperti yang sering Umma lihat di drama-drama itu?”

“Kita punya rumah.”

Eoh?”

.

.

Rumah? Inikah rumah yang dimaksud oleh Umma? Rumah ini yang akan kami tinggali selama tinggal di Seoul? Sungguh?!

Aku hanya bisa terbengong-bengong ketika beberapa orang keluar dari dalam rumah untuk mengambil koper dan tas yang kami bawa. Aku hanya bisa tercengang ketika ada dua orang namja dewasa tersenyum dan memeluk Umma, salah satunya bahkan menangis sampai wajahnya terlihat sangat sembab.

“Mereka adalah Park Yoochun ahjushi dan Kim Junsu ahjushi, tapi kau bisa memanggil Junsu dengan sebutan ahjumma bila mau.”

“Dia putramu, Jae?”

Ahjushi… ah, ahjumma bernama Kim Junsu itu memelukku erat sambil menangis sengungukkan. Ku rasa kaus yang ku kenakan basah pada bagian bahu. Eum, entahlah…. Kenapa orang ini seperti orang yang sudah menahan kerinduannya selama bertahun-tahun. Aku tidak mengerti.

“Junsu, dia butuh istirahat! Jangan memeluknya seperti itu! Kau membuatnya bingung.” Park Yoochun ahjushi menarik tubuhku dari dekapan Junsu ahjumma.

“Maaf, aku sangat bahagia sekarang.”

Kajja….” ku biarkan Umma menarikku memasuki rumah yang lima kali lipat lebih besar daripada rumahku yang berada di Busan dulu.

Aku kaget, sangat kaget. Aku tidak tahu darimana Umma mendapatkan uang untuk membeli rumah sebesar ini. Ku pikir kami akan hidup serba kekurangan ketika Umma mengatakan kami akan pindah ke Seoul. Tetapi… harusnya aku sudah menyadarinya sejak upacara pemakaman harabojie waktu itu. Pekuburan tempat harabojie disemayamkan untuk selamanya adalah pekuburan yang sangat elit.

Aku sangat ingin bertanya pada Umma apa yang sebenarnya terjadi sekarang, tapi ku rasa aku bisa menunda pertanyaanku mengingat aku sangat lelah.

Usai berjalan melewati taman yang sangat luas, Umma membimbingku memasuki rumah bak istana itu. bahkan rumah yang beada di drama yang sering Umma tonton itu tidak sebesar ini. Aku jadi sangsi (ragu), benarkah ini rumah yang akan kami tempati mulai sekarang? Atau aku dan Umma harus menjadi pelayan di rumah ini?

Mengabaikan kekagumanku, Umma terus menyeretku melewati ruang tamu menuju sebuah tangga yang menghubungkan lantai bawah dengan lantai atas. Sedikit gemetar ku tapaki anak tangga demi anak tangga yang dilapisi karpet berwarna merah hati yang terlihat sangat mahal dan indah. Ku rasakan keterkejutan yang nyaris membuatku kehilangan keseimbanganku. Sebuah lukisan harabojie, halmonie dan Umma terpajang pada dinding sebelah kiri tangga. Umma terlihat masih muda, seusiaku mungkin. Ku lihat pula beberapa foto-fotoku saat aku masih bayi sampai usiaku yang sekarang.

Astaga!

Rumah siapa ini sebenarnya.

“Istirahatlah….” Umma membuka sebuah pintu, “Mulai sekarang ini kamarmu.”

“Umma….”

Umma mengusap wajahku perlahan, “Nanti Yoochun ahjushi akan menjelaskan semuanya padamu. Ini adalah rumahmu sekarang, tempat Umma dilahirkan dan dibesarkan dulu. Ketika kau tahu semuanya, Umma mohon jangan berubah! Jadilah anak Umma seperti biasa yang selalu ceria dan penuh semangat.”

Aku mengangguk ragu.

Setelah mencium keningku seperti biasanya, Umma segera pergi meninggalkanku di kamar baruku.

Dengan hati berdebar aku masuk ke dalam kamar baruku, membiarkan pintunya tetap terbuka agar aku bisa segera lari seandainya ada hal ganjil nan menakutkan ku temukan di kamar baruku ini. Ku amati ruangan yang jauh lebih besar daripada kamarku yang dulu. Perabotannya terlihat mahal olehku. Komputer, televisi layar datar, meja belajar, rak buku, tas dan sepatu baru, buku-buku pelajaran, sebuah bola basket yang dulu sangat aku inginkan kini tersaji didepan mataku. Benarkan semua barang itu menjadi milikku sekarang?

Rasanya seperti sebuah mimpi.

Ku dudukkan diriku di bibir ranjang bersepreikan tokoh anime favoritku, Akashi dari Kuroko no Basket Ball. Ku sentuh seprei halus itu perlahan. Dalam mimpi pun aku tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan semua ini. Dan kamar ini terlihat seperti perwujudan mimpiku selama ini.

“Kau menyukainya? Ummamu yang mendesign kamar ini untukmu.” Yoochun ahjushi memasukki kamar yang kata Umma mulai sekarang menjadi kamarku, menarik kursi  belajar dan menyeretnya hingga dekat denganku sebelum akhirnya Yoochun ahjushi mendudukkan dirinya di sana.  “Apakah kau bingung?” tanyanya.

Aku mengangguk pelan. Sangat mengejutkan tentu saja.

“Choi Siwon harabojiemu adalah seorang yang hebat.”

Aku menggangguk lagi. Ya, Harabojie memang orang yang hebat. Selama hidupnya harabojie bekerja di pabrik pengolahan makanan laut kaleng untuk membiayai hidupku dan Umma, walaupun Umma juga bekerja. Tetapi dimataku harabojie adalah kepala keluarga yang luar biasa.

“Kau tidak tahu bukan bila dulunya harabojiemu adalah seorang pengusaha yang hebat sebelum jatuh bangkrut dan menjual semua hartanya yang tersisa untuk membangun pabrik mengolahan makanan laut kalengan di Busan?!”

Ku kerutkan keningku. Bingung? Ya. Aku sangat bingung sekarang, “Harabojie bekerja sebagai buruh di pabrik pengolahan makanan laut kalengan. Itu yang benar Ahjushi.” Ucapku.

Yoochun ahjushi menggelengkan kepalanya pelan, “Kau salah, Nak. Pabrik itu adalah pabrik yang dibangun harabojiemu atas namamu. Rumah ini pun sudah dibeli kembali atas namamu.”

“Hah? Dibeli lagi? Atas namaku?”

“Karena bangkrut rumah ini terpaksa dilelang oleh harabojiemu. Sisa aset harabojiemu tersisa beserta uang hasil penjualan rumah ini digunakan untuk membangun pabrik di Busan. Laba yang dikumpulkan akhirnya berhasil membuat harabojiemu membeli kembali rumah ini, rumah yang sangat berharga untuknya. Karena di rumah inilah Ummamu dilahirkan dan dibesarkan.”

Aku semakin bingung.

Yoochun Ahjushi menepuk-nepuk bahuku pelan, “Kau akan mengerti nanti. Perlahan-lahan saja… aku akan mengajarimu semua hal yang ku bisa. Mulai sekarang kau akan belajar bisnis dan ekonomi.”

“Eoh? Kenapa harus Ahjushi?”

“Tidakkah kau ingin membalas orang jahat yang sudah membuat harabojie dan Ummamu menderita?”

Astaga! Aku tidak mengerti kemana arah pembicaraan Yoochun ahjushi. Harabojie dan Umma menderita? Yang benar saja! Selama ini kami bahagia walau hidup pas-pasan.

“Hyunno, tidakkah kau ingin tahu keberadaan ayah kandungmu?”

“Apa maksud Ahjushi?” tanyaku, “Appaku sudah meninggal. Atau setidaknya begitu yang ku yakini selama ini.” Terbiasa hidup dengan Umma dan harabojie membuatku tidak terlalu memikirkan sosok ayah yang selama ini memang tidak pernah menemaniku seumur hidupku.

Appamu, adalah penyebab penderitaan yang dirasakan oleh harabojie dan Ummamu.”

Ahjushi….”

“Pelan-pelan saja… kau akan belajar semuanya pelan-pelan.”

“Apa Ahjushi mengenal Appaku?”

Yoochun ahjushi tersenyum, “Tentu saja.”

“Dimana dia? Kenapa dia tidak pernah menemuiku? Apa dia tidak menyayangiku?”

“Hyunno… Ahjushi bahkan sangsi ayahmu tahu keberadaanmu.”

“Maksud Ahjushi?”

“Ayahmu membuat ibumu menderita.” Jawab Yoochun Ahjushi, “Istirahatlah! Besok kita akan mulai belajar. Pelan-pelan saja agar kau bisa memahami semuanya.”

Ku tatap kepergian Yoochun ahjushi, banyak hal yang menjadi pertanyaanku sekarang. Bila Appaku menjadi penyebab harabojie dan Umma menderita, apa yang sudah appaku lakukan? Apa yang membuat Umma dan Appaku tidak pernah hidup bersama? Apa yang membuat Umma tidak pernah menyinggung soal Appa? Apa yang membuat aku tidak memiliki satu foto pun milik Appa?

Karena perkataan Yoochun Ahjushi, aku jadi ingin tahu soal Appaku….

.

.

TBC

.

.

Tuesday, June 17, 2014

8:27:51 PM

NaraYuuki

27 thoughts on “Pembalasan Bidadari Hitam

  1. Ping-balik: Pembalasan Bidadari Hitam | Fanfiction YunJae

  2. aaaa ff baru?
    yunppa kan appa nya unno eon?
    tp kenapa yunppa jahat disini?😦
    yunppa gg tau klo unno ada iia?

    eonnie dlu kyk nya pernah bikin draff ff jung yunho iia
    itu gg dilanjut eon? heheehe

  3. waa~eonni update ff baru iyeay..
    yunpa jd jahat yaa😦
    ku kira yg sosok aku ny tu jae ternyta si hyunno..ya udah fighting eon ^_^

  4. hore hore asyik asyik joss
    ff baru ff baru ff baru
    ceritanya sedikit hampir mirip sama jung hyunno yaw
    maksudnya sama2 ditinggal appanya dan gak tau penyebab aslinya
    aku suka aku suka haduh aku kok histeris sendiri yaw ada ff baru
    yang pasti selalu menunggu karya mu yuuki
    semangat
    JJANG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  5. yeayyy..cerita baru..
    appanya hyunno jung yunho kan..?
    *yuuki : plak.!! ya iyalah ini kan ff yunjae.
    tp kenapa yunho jd jahat.??ini g bkal sad ending kan.??

  6. yuukichan..ff baru lg nie #nyengirgeje
    kirain jae yang jd akunya kan bidadari hitam hyunookan cakek kayak bapanya, apapun itu yang penting lanjut dan ngak gantung semoga smua berakhir baik yah🙂
    oh ia yuukichan ada rencana buat bikin draff yg pernah dipublis itu diperpanjang ngak? kayak ancestor gitu? sayang soalnya pada bagus ceritanya…

  7. Aiishhh kyanya umma jd pihak yang menderita terus deh, kali2 appa gitu yg jadi pihak menderitanya, demen banget deh ane klo liat appa menderita.

    Tapi klo diliat2 ceritanya bakal seru deh, next nya jangan lama2 yya🙂

  8. YAH !!

    knp Rin baru tw ada ff ini ? huweeee,,, Rin kalo kudet kebangetan bgt yaaaa,,, hiks hiks😥

    Ini Appa ny hyunno yunpa ne ??
    knp jahat bgt bikin Jaema sm Wonbeoji menderita, kan Hyunno jd ikt menderita kaaannn…
    udh lah ,, d tunggu next chp

  9. Dari kemaren pengen baca bingung nyari chap pertamanya, ternyata ada link nya yak ..emang gaptek bener da h saya..
    Di sini yun ninggalin umma? Apa umma yang ninggalin?
    Langsung ke chap berikut ah..🙂

  10. yah, kenapa daddy mesti jadi org yg nyakitin mommy lagi sih??
    btw ini gara2 kesalahpahaman ato emg di awal daddy niat manfaatin mommy aja sebelum akhir’a menyesal??
    biasa’a kan gitu ya??
    baiklah, dari pada menduga2 mendingan aq baca lagi aja ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s