Consious a Lofa VIII


Tittle                : Consious a Lofa VIII

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Mau bantu Yuuki menentukan?

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

Consious a Lofa V

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

.

.

.

Namja cantik itu hanya bisa merintih ketika kesakitan dan kepuasan itu merasuki jiwanya, membuatnya terasa melayang seolah-olah tubuhnya dicengkeram kuat oleh cakar rajawali yang membawanya membumbung tinggi menembus awan-awan putih selembut kapas kemudian menghempaskan kembali tubuhnya hingga membentur tanah dengan sangat cepat dan kuat, membuat tubuhnya remuk redam.

Boo?” Yunho kebingungan ketika melihat istrinya menangis. Apakah sesakit itu? Apakah dirinya terlalu kasar melakukannya hingga istrinya menangis? Yunho bingung. Yunho memilih menghadapi musuh-musuhnya di medan pertempuran atau pembunuh bayaran daripada melihat mata indah itu mengalirkan air mata karena Yunho tidak tahu apa yang harus dilakukannya ketika istrinya menangis. Tidak ada yang mengajari hal ini sebelumnya dan ini adalah pengalaman pertama baginya. “Apakah aku menyaitimu, Boo?”

Jaejoong menggelengkan kepalanya pelan, mendekap erat tubuh suaminya yang masih berada di atas tubuhnya sendiri, meredamkan suara tangisannya dengan cara menggigit bahu kiri Yunho dan terus terisak keras.

Boo, katakan sesuatu! Jangan membuatku panik!” pinta Yunho, “Apa aku menyakitimu?”

Jaejoong kembali menggelengkan kepalanya, “Hiks… jangan meninggalkanku, Yunie….” Jaejoong semakin erat memeluk tubuh Yunho hingga membuat penguasa tertinggi Cassiopeia itu merasa sesak.

Meskipun masih tidak mengerti apa yang terjadi pada istrinya, Yunho membalas pelukkan Jaejoong tidak kalah erat namun sedikit berhati-hati, Yunho tidak mau luka istrinya sakit lagi. Diciuminya puncak kepala istrinya dengan harapan apa yang dilakukannya bisa membuat istri cantiknya sedikit tenang.

“Aku tidak akan meninggalkanmu, Boo…. Tidak akan….” bisik Yunho.

.

.

Ahra yang semula tersenyum sumpringah ketika melihat Yunho memasukki ruang makan mendadak kehilangan rona bahagianya. Ahra berharap bisa bertemu adiknya pada acara makan malam kali ini, tetapi Yunho datang sendirian tanpa ditemani oleh adiknya. Itu membuat Ahra sedikit bersedih.

“Dia ada di kamar bila kau mencarinya, Ahra sshi.” Ucap Yunho sebelum mendudukkan dirinya di kepala meja yang berbentuk persegi panjang itu.

“Kenapa Joongie tidak ikut makan bersama kita, Yunho sshi?” tanya Hyunjoong yang duduk di kursi barisan kiri.

“Istriku kelelahan.” Jawab Yunho, “Dan cobalah perbaiki caramu memanggilnya Hyunjoong sshi! Jung Jaejoong adalah ratumu sekarang!”

Ye.” Sahut Hyunjoong.

“Bolehkah aku menemuinya?” tanya Ahra.

“Temuilah dia.” Sahut Yunho, “Dan tolong bawakan makanan untuknya dan Junsu.”

Ahra mengangguk pelan sebelum pergi meninggalkan meja makan itu.

“Kenapa kau tidak mengajak Changmin?” tanya Yoochun sepeninggal Ahra.

“Harus ada yang menjaga Tahta bila aku pergi.” Jawab Yunho, “Dan Hyunjoong sshi, mari kita bicara soal Jung Jaejoong!”

.

.

“Pelan-pelan!” sungut Jaejoong ketika Junsu membebatkan perban pada bahu kanannya. Rasanya sangat nyeri dan perih ketika Junsu membebatnya terlalu kencang.

“Salahmu sendiri yang berendam terlalu lama di dalam air!” balas Junsu.

“Aku seorang ratu sekarang. Bicaralah yang sopan Junsu Hyung!” kesal Jaejoong.

“Kau sudah melewatkan sesuatu yang menyenangkan bersama yunho?” tanya Junsu yang tengah mengikat simpul perban.

“Maksudnya?”

Junsu menunjuk beberapa tanda kemerahan yang berada di sekitar leher, tengkuk dan dada Jaejoong, “Ku pikir Yunho hanya memikirkan perang dan negara saja, ternyata di juga bisa melakukannya. Apa dia bisa memuaskanmu?”

Yah! Itu sangat tidak sopan.” Omel Jaejoong, “Bagaimana bisa Hyung bertanya urusan ranjang orang lain, huh?”

“Kau bahagia Joongie?”

Jaejoong mengangguk pelan, membiarkan Junsu membantunya mengenakan baju.

Usai mengingatkan sampul pada kimono Jaejoong, Junsu meminta Jaejoong untuk duduk agar dirinya bisa menyisir rambut Jaejoong.

Hyung… kenapa Noona menikah dengan Hyunjoong hyung? Seingatku Ahra noona hanya mencintai Lee Jun Hyuk sshi.”

“Jun Hyuk sshi sudah mati.” Jawab Junsu yang sibuk menyisir rambut Jaejoong, “Kau sendiri kenapa mau menikah dengan Yunho?”

Jaejoong tersenyum malu-malu, menundukkan wajahnya dalam-dalam, “Karena aku mencintainya.”

“Andai kau tahu yang sebenarnya… masihkah kau mencintai Yunho?” gumam Junsu.

Jaejoong menolehkan kepalanya ketika pintu kamarnya dibuka dari luar. Beberapa dayang masuk membawakan baki-baki berisi makanan dan minuman, disusul kedatangan Ahra yang membawa sebuah selimut sutra tebal berwarna merah maroon.

“Semua makanan itu adalah makanan kesukaanmu, Joongie. Noona sengaja memasaknya untukmu.” Ucap Ahra, diletakkannya selimut yang dibawanya di atas ranjang.

Ne…. Gomawo.” Sahut Jaejoong, “Dimana Yunho?”

“Suamimu sedang makan malam bersama Hyunjoong Oppa dan Yoochun sshi.” Jawab Ahra.

Eoh? Aku tidak sadar bila Changmin tidak ikut kalian. Apa yang dilakukannya di istana?” tanya Junsu.

Molla, Yunie memberikan tugas khusus pada Changmin hyung.” Sahut Jaejoong.

“Dia adik iparmu sekarang, kau tidak perlu memanggilnya Hyung lagi. Lagi pula dia hanya lebih tua beberapa hari saja darimu.” Ucap Junsu. Namja bersuara khas itu kini sedang mengepang rambut Jaejoong.

“Joongie ingin makan apa?” tanya Ahra.

Dakjuk.” Jawab Jaejoong.

Dakjuk adalah makanan tradisional yang bahan utamanya adalah beras, daging ayam, dan bawang putih. Cara memasaknya hampir sama dengan cara memasak bubur hanya saja daging ayam direbus secara terpisah dengan bawang putih serta bawang merah. Tekstur Dakjuk sama seperti bubur ayam yang kental dengan rasa bawang putih yang kuat.

Ahra tersenyum dan mengambilkan semangkuk dakjuk untuk Jaejoong, “Mau noona suapi?”

Jaejoong menggelengkan kepalanya pelan, “Junsu hyung mari makan bersama.” Ajaknya, “Noona pasti belum makan, kan? Kajja kita makan!”

Ahra mengangguk pelan sebagai jawaban, mendudukkan dirinya di samping kanan Jaejoong mengingat meja di kamar itu berbentuk bulat.

“Apa Noona menghidangkan kimchi untuk Yunho?” tanya Jaejoong, “Dia sangat suka kimchi.”

Mianhae, Noona tidak tahu soal itu… untuk makan pagi besok akan Noona siapkan Kimchi untuk Yunho sshi.” Ucap Ahra.

“Dia raja. Harusnya kau memanggilnya sedikit lebih sopan, Ahra sshi.” Sahut Junsu.

“Ah…. Maafkan kelalaianku.” Gumam Ahra.

“Besok pagi Noona akan ikut denganku pergi mengunjungi Appa, kan?” tanya Jaejoong.

Ahra menggelengkan kepalanya pelan, “AniNoona harus tetap di sini.”

“Mengecewakan.” Gerutu Jaejoong.

Mianhae Joongie….” Ahra menggenggam punggung tangan kanan Jaejoong erat, “Lain kali kita akan jalan-jalan bersama, ne?”

“Lain kali? Kapan itu akan datang Noona?” tanya Jaejoong, “Aku sudah menikah Noona, aku tidak mungkin pergi begitu saja tanpa ijin dari suamiku.” Jaejoong tersenyum.

“Tentu saja kau tidak bisa pergi tanpa seijin suamimu Joongie, kau seorang ratu sekarang. Tugasmu yang utama adalah melayani Raja dan melahirkan keturunan untuk meneruskan tahta Cassiopeia.” Ucap Junsu.

Arra….” Jaejoong menganggukkan kepalanya pelan, “Dan bisakah kita makan saja? Jangan membicarakan hal seperti itu di meja makan!”

Ahra tersenyum, adiknya memang seperti itu….

.

.

“Dia tidur?” tanya Yunho, sedikit tidak suka melihat istrinya terlelap di atas pangkuan Ahra walaupun dirinya tahu bahwa yeoja itu adalah kakak kandung Jaejoong.

“Ya, setelah menggerutu dan sedikit merajuk karena kau tidak kunjung kembali.” Jawab Junsu, “Selamat istirahat kalau begitu.” Ucapnya sebelum pergi keluar kamar pasangan penguasa Cassiopeia itu.

Yunho mendudukkan dirinya di atas kursi, mengamati istrinya yang sudah terlelap ke alam mimpinya, “Sebelum fajar, dia datang padaku dan memintaku untuk membunuhnya.” Yunho mulai bercerita sesuai janjinya pada Ahra.

Ahra menyimak apa yang Yunho ceritakan walaupun dirinya sejak tadi menatap wajah damai adiknya. Jemarinya mengusap kepala Jaejoong penuh sayang.

“Dia datang padaku dalam keadaan menyedihkan. Lukanya terbuka, sekujur tubuhnya gemetar dan nyaris pingsan. Dia bersikeras ingin aku membunuhnya.” Ucap Yunho tenang, “Tetapi aku menawarkan sebuah penawaran padanya. Aku katakan, ‘daripada membunuhmu, bagaimana bila aku menjadikanmu milikku?’. Dia terkejut sebelum jatuh pingsan…. Dua hari lamanya dia tertidur.”

Air mata yang Ahra keluarkan menetes membasahi pipi Jaejoong .

“Sejujurnya aku tidak tahu alasan dibalik keinginannya untuk mati ditanganku. Tetapi melihatnya terluka seperti itu membuatku sangat sedih….”

“Dia adalah jenderal Artesis yang sangat keras kepala. Mungkin kekalahan kami membuatnya terpukul hingga mendatangimu dan memintamu membunuhnya….” lirih Ahra yang susah payah menahan isakkannya.

“Ahra sshi…. Ku harap kau tidak mengungkit-ungkit soal posisi istriku yang pernah menjadi jenderal Artesis. Aku ingin dia melupakan kenangan buruk itu!” ucap Yunho, “Bisakah kau melakukannya dan membiarkan Jaejoong seperti sekarang? Dia yang sekarang jauh lebih bahagia daripada dia yang dulu menjadi jenderal kebanggaan Artesis.”

Ahra tersenyum, menganggukan kepalanya pelan, “Melupakan semua kepahitan itu mungkin bisa membuat Joongie bahagia. Dan bila aku pun harus melupakan kejadian itu demi kebahagiaan adikku, maka akan ku lakukan dengan senang hati.”

“Terima kasih.” Ucap Yunho, “Istirahatlah! Biar aku yang menjaganya.”

Ne… mulai sekarang kaulah yang harus menjaganya….” Ahra menggeser kepala Jaejoong yang semula berada di atas pangkuannya, memindahkannya ke atas bantal empuk yang terbuat dari bulu angsa. Ahra membungkuk pada Yunho sebelum meninggalkan kamar itu tanpa menyadari bahwa baju besi kesayangan adiknya sudah raib dari sana.

Sepeninggal Ahra, Yunho berjalan pelan menghampiri istrinya, mendudukkan dirinya di samping tubuh Jaejoong yang sudah tertidur pulas, membelai wajah cantik itu sebelum mencium bibir semerah darah yang akhir-akhir ini selalu melayangkan gerutuan pada siapa saja termasuk dirinya sendiri, “Jika bukan karenamu… ku pastikan kota ini akan hancur, Boo….”

“Ugh! Yuniee bear….” igau Jaejoong dalam tidurnya.

Yunho tersenyum. Tangannya terjulur untuk membuka laci meja yang berada di samping kiri ranjang yang ditempatinya, terdiam sejenak melihat belati kepemimpianan Artesis yang diletakkan Jaejoong di samping tumpukkan buku yang didapatnya dari Yoochun.

“Kau tidak membacanya, kan Boo?” Yunho melirik Jaejoong yang menunjukkan wajah bahagianya dalam tidurnya sebelum mengambil salah satu buku Sejarah Kota Artesis.

Yunho mulai membaca buku bersampul abu-abu gelap itu dengan tenang, meresapi penjelasan tiap kalimat di dalamnya untuk bisa menguak rahasia kota Artesis….

.

.

TBC

.

.

Pemikiran pada “Consious a Lofa VII”

yulkorita : Ne, silahkan panggil Yuuki dengan sebutan Eonnie. Asal jangan Thor atau Author ne🙂

t3jj kim : Tunggu sampai Chap 10 ye #jitak

Ratnaezleeem : Sudah terjawab pan?

Rani : Ncnya mengecewakan kan? Semangat!

diennha : Yah mecum #jitak

MyBaby WonKyu : Tebakan Tante nanti terjawab chap 10😀 Lhah? Udah gol noh Appa. Ottoke?

nina : Selain sebagai tunangannya Appa, ga ditambah apa-apa ingatannya Umma, cuma dikacaukan saja. Chap 10, tunggu aja ye.

Ade Jung : Wae? Chap 10. Tungguin aje ye😀

Areah Bii : Tunggu Chap 10 Tanteeeeeeeeeeeeeeeeeeee🙂

miss cho : Ne:D

ayumi : Hyunjoong ahjushi, ahjusi jahat kagak #ditimpuk Tuh jawabannya Yuuki malah ditimpuk😀 Fighting!

hime yume : Jangan terpatok apa yang terlihat, ntar kaget lho😀

dewifebrianayasmin : Tunggu Chap 10.

miss cho : Chap 10 jawabannya.

Kim Hyewon : Annyeong >_< ane juga bingung tuh sama Appa #dihajar. Email ane ada di halaman home deh kayaknye, narayuuki@yahoo.com #ngakakgulingguling

echasefry : Chap 10 ne dibuktikan fellingnya bener kagak😀

Meybi : Molla…. Tunggu Chap 10 ne😉

Yuuki udah ngasih clue pada setiap Chap padahal lho😀

.

.

Thursday, June 12, 2014

9:26:35 PM

NaraYuuki

16 thoughts on “Consious a Lofa VIII

  1. Ping-balik: Consious a Lofa VIII | Fanfiction YunJae

  2. waa~ udah update lg nihh..asikk😀
    iya eonni, gomawo~
    ku kira ahra bklan marah..eh ternyta gk demi kbhagiaan jaema, misteriny blm terungkap krn tbc..
    lanjut eonni ^_^

  3. yayyyh akhirnya appa brhsil bbol umma
    gk sbar nunggu umma hamil
    nunggu chap 10 buat jwb rsa penasaran q
    apa isi bku sjrh artesis

  4. chap 10 ya? ok deh gpp.
    jiah, yunnie gak bisa mengendalikan diri. ok lah klo begitu, moga urusan jebol menjebol ini bisa menghasilkan aegya ya.

  5. selagi menunggu ini publish aku baca you’re not a bad girl, dan gg tau klo pas baca itu ini ff udah publish tadi siang hahahaa

    aku juga agak curiga sm siwon yg sdr an sm jung eomma
    kyk tebakannya mybaby wonkyu eonnie
    tp cuma nebak sih eon haha
    eh yunppa tadi ngobrol apa sm hyunjoong soal jaema?
    semoga jaema gg benci2 bgt ahh sm yunppa klo ingatannya kembali ‘3’
    aaa yunppa mulai baca buku itu

  6. ahh akhirnya umma jd milik appa seuntuhnya..
    seneng plus sedih di waktu bersamaan liat umma yg sekarang.
    semoga ingatan umma ga pulih, lebih seneng liat umma yg kaya gitu..

  7. gak mengecawakan kok NCnya aku lebih suka seperti ini gak terlalu vulgar yuuki klo buat NC itu manis dan terkesan seksi halah abaikan hehehe
    menunggu kunci dari masalahnya

  8. kyaaaa..aq jd penasaran nih gegara yuuki ngomongin chapter 10 mulu..emang bkal ad apaan ?? ap ingatn jaejoong bkal pulih..?? trs kpn jaejoong hamil.??

  9. Bener… gimana kalo Jaejoong tau masa lalunya? apa dia vakal berontak dari Yunho atau tetep jadi ratu Cassiopeia?
    Huwaa, apa isi buku itu? ini incest?

  10. ok, ini mulai menyulut rasa penasaranku juga akan isi ketiga buku itu..
    btw mommy ga baca buku itu kan??
    kenapa aq juga ikut2an curiga kek daddy gini sih..
    ahra kek’a ga jahat, tp kl hyunjoong aq blm bisa nyimpulin..
    yah, apapun jadi’a aq tetap berharap mommy ma daddy slalu bersama..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s