Consious a Lofa VII


Tittle                : Consious a Lofa VII

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Mau bantu Yuuki menentukan?

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

Consious a LofaConsious a Lofa

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

.

.

.

Hanya sebuah pesta pernikahan sederhana untuk seorang raja Cassiopeia. Bukan karena Yunho pelit atau enggan menggundang petinggi negara tetangga melainkan karena alasan sang mempelai sendiri. Jaejoong masih sakit dan Yunho sudah diperingatkan oleh dokter yang menangani kesehatan Jaejoong untuk tidak membuat namja cantik itu kelelahan. Selain itu ada alasan lain kenapa Yunho hanya mengundang petinggi dan bangsawan Cassiopeia saja dalam acara pesta pernikahannya, alasan yang hanya Yunho sendirilah yang tahu….

Bukan tanpa alasan Yunho meminta Jaejoong untuk langsung beristirahat usai upacara pernikahan mereka selesai dilakukan. Bukan tanpa sebab sehingga Yunho sendiri yang menerima ucapan selamat dari tamu undangan yang tidak seberapa itu banyaknya. Yunho cenderung menghindari pertanyaan mengenai ratu baru Cassiopeia seolah Yunho tidak ingin membagi kebahagiaannya. Yunho ingin menyimpan sendiri kisahnya tanpa ingin dibagi-bagi pada yang lain.

Menjelang tengah malam Yunho kembali ke kamarnya usai menjamu para undangan. Penat dan lelah menggelayuti tubuhnya. Raja muda berusia 26 tahun itu ingin segera beristirahat mengingat besok pagi dirinya akan melakukan perjalanan menuju Artesis yang jaraknya cukup jauh dari istana Cassiopeia yang berdiri kokoh di ibu kota negara Cassiopeia, sebuah kota indah yang dikelilingi lima bukit hijau indah bernama sama dengan nama negara yang Yunho pimpin, Cassiopeia.

Mata lelahnya menatap sosok yang kini tengah terbaring lelap di atas ranjangnya, sosok yang mulai sekarang benar-benar sudah menjadi miliknya, sosok yang kini akan menemaninya selama sisa hidupnya, semoga….

“Yang Mulia….” seorang dayang yang menyadari kedatangan Yunho membungkuk, memberi hormat.

“Dia mengamuk lagi?” tanya Yunho. Matanya tidak lepas dari sosok yang sudah tertidur dengan damai itu.

“Yang Mulia Ratu menangis karena anda tidak kunjung datang menemuinya.” Jelas sang dayang.

“Kau boleh pergi.” Ucap Yunho.

Sekali lagi dayang itu membungkuk pada Yunho sebelum pergi.

Perlahan Yunho berjalan menuju ranjang, mendudukkan dirinya di bibir ranjang. Jemari tangan kanannya terjulur, mengusap jejak air mata yang tersisa di atas permukaan kulit selembut sutra itu pelan. “Kadang aku merindukan sikap angkuhmu, Jae… Tapi bila sikapmu itu kembali artinya aku harus siap kehilanganmu. Dan karena aku tidak ingin hal itu terjadi, biarlah aku egois seperti ini….” dibelainya rambut hitam panjang yang berkilau indah itu, mencium kening sosok cantik itu sebelum ikut berbaring di sampingnya, memeluknya erat seolah-olah takut kehilangan ratunya.

.

.

Derap kaki kuda yang menarik kereta yang dinaiki oleh raja dan ratu Cassiopeia itu mendekati pintu gerbang kota Artesis menjelang sore hari. Sebenarnya Yunho bisa saja menunggang kuda daripada harus repot-repot menyiapkan kereta, tetapi karena sang ‘istri’ turut serta bersamanya sehingga Yunho tidak ingin mengambil resiko mengingat ratunya masih sakit dan tidak boleh kelelahan.

Boo…. Kita sampai.” Bisik Yunho. Tangan kanannya membelai wajah sang ratu yang terlelap di atas pangkuannya.

Mata segelap mutiara rusa betina itu terbuka, kantuk terlihat jelas pada wajah rupawan itu namun sama sekali tidak mengurangi antusiasnya. Ditatapnya dari balik jendela kereta yang ditundangninya dengan tatapan penuh kekaguman ketika melihat tembok besar yang melingkar mengelilingi kota, ada beberapa pekerja yang sepertinya tengah memperbaiki pintu gerbang yang rusak.

“Karena perang?”

Yunho mengangguk pelan ketika ditatap oleh istrinya. Mata polos itu… andaikan tahu apa yang sebenarnya terjadi, akan bagaimana reaksinya?

Jaejoong tersenyum dan duduk dengan tenang di samping suaminya ketika kereta kuda yang ditumpanginya mulai memasuki kota. Banyak kios penjual kue-kue kecil, sayur, buah-buahan dan stan-stan penjahit serta warung makan kecil menyambutnya. Doe eyes Jaejoong berbinar kegirangan melihatnya.

“Yunie….” Jaejoong menarik-narik ujung baju yang dikenakan oleh suaminya, “Bolehkah aku mendapatkan kembang gula itu? Sepertinya sangat enak dan manis….” ditunjuknya sebuah kios kecil penjual kembang gula yang dikerumuni oleh anak-anak.

“Aku akan meminta Yoochun membelikannya untukmu, Boo. Sekarang kita harus segera sampai ke balai kota agar kau bisa beristirahat.” Yunho menjelaskan, “Wajahmu kelihatan pucat.”

“Karena kulitku memang seperti ini!” sahut Jaejoong.

Ketika kereta berjalan menjauh dari pasar kecil dekat pintu gerbang kota, kalau bisa disebut seperti itu. Menuju kompleks perumahan sederhana yang berjejer dengan rapi disepanjang jalan yang kereta lalui. Nun jauh di sisi sebelah kanan terlihat sebuah kompleks pemakaman yang terlihat sangat sunyi dan tenang.

Appa….” gumam Jaejoong.

Yunho menggenggam erat tangan Jaejoong, “Besok pagi kita akan mengunjunginya.” Ucapnya yang hanya mendapat anggukan singkat dari Jaejoong.

Yang Jaejoong tahu, ayahnya adalah salah satu prajurit yang gugur dalam perang dan dimakamkan di kota Artesis beserta prajurit-prajurit yang lain. Setidaknya begitulah yang didengarnya dari Junsu dan Yunho.

.

.

Lampion-lampion indah tergantung sepanjang halaman bangunan balai kota itu untuk menyambut kedatangan Yunho dan Jaejoong. Di mulut pintu gedung balai kota berdiri Junsu, Yoochun, Ahra, Hyunjoong dan beberapa prajurit yang memang bertugas berjaga di sana.

“Joongie….” Ahra berniat berlari menyongsong adiknya namun Junsu terlebih dahulu mencekalnya, “Junsu sshi?”

“Harap etikamu, Ahra sshi….” ucap Junsu pelan.

Ahra mengurungkan niatnya walaupun kerinduannya pada adik yang sudah sebulan ini tidak ditemuinya sangat menyiksanya, tetapi kini semuanya sudah berubah… adik kesayangannya sudah berada disisi orang paling berkuasa, orang yang membuat mereka menderita. Mengingat kenyataan itu membuat kebencian dalam diri Ahra kembali menguar.

Noona….”

Ahra menatap sosok yang sangat dikenalnya, sosok yang ketika masih bayi dulu sering ditimang dan dimandikannya, sosok yang sangat disayanginya, adiknya, Choi Jaejoong. “Joongie ya… benarkah kau Joongieku?” mata Ahra berkaca-kaca melihat sosok dengan kimono berwarna biru gelap bermotif bunya lili api itu. Sungguh Ahra sangat merindukan adiknya. Tetapi… ada yang berbeda pada diri adiknya. Tatapan tajam penuh amarah, benci dan dendam kini tidak lagi terlihat di dalam mata seindah mutiara rusa betina itu, hanya tatapan polos penuh keceriaan yang ada di sana. Benarkah yang berdiri itu adalah adiknya, Choi Jaejoong?

Noonaabogoshipo….”

Ketika tubuhnya dipeluk seerat itu Ahra hanya bisa menangis haru. Benar, sosok yang kini tengah memeluknya adalah adiknya yang satu bulan lalu kabur dari rumah entah karena alasan apa hingga bisa berada disisi sang penguasa Cassiopeia, sosok yang sebelumnya sangat dibenci oleh Jaejoongnya.

“Bisakah kita masuk dulu?” tanya Yunho, “Dan Hyunjoong sshi, bisakah kau meminta seseorang untuk membelikan kembang gula? Istriku ingin memakannya.”

“Istri?” namja berambut coklat keemasan itu bergumam pelan. Seingatnya orang yang sudah menjajah kotanya itu belum menikah.

“Jung Jaejoong, ratu Cassiopeia sekarang.”

Mwo?” bukan hanya Hyunjoong yang memekik kaget, Ahra pun melakukan hal yang sama.

Noona dan Hyunjoong Hyung tidak mau memberiku selamat?” tanya Jaejoong. Namja cantik itu tersenyum melihat raut keterkejutan dari orang yang sangat dikenalnya itu, sedikit lucu melihat reaksi yang Ahra dan Hyunjoong perlihatkan.

Boo, dua minggu yang lalu mereka pun baru menikah. Seharusnya kau pun mengucapkan selamat pada mereka.” Ucap Yunho.

Wajah sumpringah Jaejoong mengendur, namja cantik itu terlihat sedikit kaget dengan apa yang suaminya itu katakan. “Menikah?” tanyanya, “Kenapa tidak memberitahuku sejak awal?” Jaejoong terlihat sangat marah.

Boo?” Yunho menautkan kedua alisnya.

“Yuniee…. Aku tidak menyiapkan kado untuk mereka.” Pekik Jaejoong panik, “Ottoke?”

“Besok pagi kau bisa mencari barang di pasar untuk kau hadiahkan pada Ahra sshi, Joongie.” Ucap Junsu.

“Tapi Yunie bilang besok pagi kami akan mengunjungi Appa.” Sahut Jaejoong.

“Kita bisa pergi seusai kunjungan itu. Aku akan membujuk Yunho.” Junsu menarik Jaejoong dari pelukkan Ahra dan membawanya masuk, “Akan ku tunjukkan kamarmu.”

“Menikah?” tanya Ahra seperti orang ling-lung. Adiknya menikah tetapi dirinya tidak diberitahu?

“Kemarin. Upacara pernikahan sederrhana tanpa pesta, hanya jamuan kecil di istana.” Jelas Yunho, “Jaejoong masih sakit.”

“Dan kita tahu siapa yang melukainya.” Ucap Hyunjoong marah.

“Jaga bicaramu!” Yoochun mengingatkan. Tangan kanannya sudah menggenggam gagang pedangnya yang masih tersarung di dalam sarung pedangnya.

“Yunho sshi….” Ahra menatap nanar sosok tampan rajanya itu, menghendaki penjelasan dan jawaban dari pertanyaan yang merisaukan hatinya.

“Usai makan malam aku akan menjelaskan semuanya padamu. Kau kakaknya dan kau berhak tahu semua yang terjadi padanya.” Janji Yunho, “Sekarang bolehkah aku istirahat sejenak untuk sekedar mandi sebelum makan malam?”

“Silahkan….” sahut Ahra.

.

.

“Dimana dia?” tanya Yunho ketika tidak menemukan istrinya di kamar yang seharusnya mereka tempati, kamar lama Jaejoong di kota Artesis.

“Dia ingin berendam dengan air panas jadi dia pergi ke belakang.” Jawab Junsu, “Ku rasa kau tahu tempatnya.”

“Temani dia, Junsu.” Perintah Yunho. Namja penguasa Cassiopeia itu tidak bisa mempercayai penduduk kota Artesis.

Arra….” Junsu bergegas pergi.

Yunho berjalan menuju baju besi yang diletakkan di atas meja di sudut ruangan sebelah kiri. Mengusap baju besi itu perlahan, merasakan dinginnya baju yang dulu pernah dikenakan Jaejoong saat mereka pertama kali bertemu di pekuburan dan medan pertempuran. Yunho pun bisa melihat beberapa noda darah kering yang belum dibersihkan dari permukaan baju besi itu, dan bekas sayatan yang menggores baju itu, sayatan yang diberikan oleh Yoochun ketika perang sedang berlangsung dulu.

“Singkirkan baju besi ini!” perintah Yunho pada sepasang dayang yang mengantarkan baju ganti untuk Yunho dan Jaejoong, “Aku muak melihatnya….”

“Baik Yang Mulia.” Sahut kedua dayang yang nampak ketakutan melihat wajah keras dan marah yang raja baru mereka tunjukkan. Dengan tangan gemetar kedua dayang itu mengambil baju besi itu dari atas meja dan membawanya keluar.

“Mau dibawa kemana baju besi itu?” tanya Yoochun heran, ketika dirinya berniat masuk kedua dayang itu keluar membawa baju begi itu turut serta bersama mereka.

“Aku muak melihatnya!” jawab Yunho, “Benda rongsokkan itu harus dibuang!”

“Kau hanya takut Jaejoong akan mengingat semuanya, bukan?”

“Hidup dalam ketakutan bukan hal yang menyenangkan dan aku tidak mau mengalaminya karena aku adalah Raja Cassiopeia.”

Yoochun mendudukkan dirinya pada salah satu kursi, membuka bungkusan baju ganti yang tadi diantarkan oleh para dayang untuk memastikan keamanan sahabat sekaligus rajanya.

“Jadi?” Yunho menatap Yoochun.

Yoochun mengeluarkan 3 buah buku dari balik jubah kimononya, meletakkan ketiga buku bersampul abu-abu gelap yang jilidannya agak rusak dibeberapa bagian itu di atas meja, di samping bungkusan baju yang tadi dibawakan oleh para dayang.

“Buku catatan yang ditinggalkan oleh Choi Siwon, buku sil-silah keluarga yang pasti sangat menarik untukmu. Aku menemukan sesuatu yang mengejutkan di dalamnya. Bacalah!” Yoochun menepuk buku yang letaknya paling kanan, “Yang terakhir adalah sejarah kota Artesis sebelum kekuasaan jatuh ke tangan Choi Siwon.”

“Apa hubungan semua buku itu dengan Kim Hyunjoong?” tanya Yunho.

“Kau akan mengerti ketika kau membacanya sendiri.” Jawab Yoochun.

“Darimana kau mendapatkan buku-buku itu?”

Yoochun mencondongkan tubuhnya ke arah Yunho, “Ruang rahasia di bawah kamar Choi Siwon.” Ucapnya sedikit berbisik, “Aku dan Junsu tidak sengaja menemukannya ketika memeriksa kamar itu. Di dalam ruang rahasia itu terdapat beberapa buku lain mengenai struktur pertahanan kota Artesis dan kekayaan apa saja yang kota ini milikki, sebuah rahasia umum ku kira. Juga… lukisan ibumu dan beberapa benda yang berasal dari istana Cassiopeia.”

“Benda? Apa saja?”

“Seperti sapu tangan berlambang negara kita, bros lambang negara kita yang hanya dimiliki oleh bangsawan Cassiopeia dan beberapa pakaian yang sudah terkoyak, kesemuanya dihiasi oleh lambang negara kita.” Ucap Yoochun.

Yunho mengangguk paham, “Aku akan membaca ketiga buku itu.”

“Makin cepat makin baik.” Sahut Yoochun, “Dan Yunho… jangan terkejut dengan apa yang akan kau baca nanti.”

“Tidak akan!”

.

.

Yunho menggeser pintu geser itu setelah sebelumnya mengusir para dayang beserta Junsu yang berada di sana. Mata setajam musangnya itu menatap luka sayatan yang mengotori kulit punggung yang sangat indah itu. Ingin Yunho merobek luka brengsek itu agar kulit indah itu tidak terkotori oleh bekas luka yang selalu membuat Yunho marah ketika melihatnya, juga luka tusukkan pada bahu kanannya yang sampai sekarang belum kering sepenuhnya.

“Masih sakit, Boo?”

Sosok yang sedang kepayahan mengenakan kimono mandinya itu menoleh, melupakan keadaannya yang nyaris telanjang, “Yunie… mau mandi?”

“Aku sudah mandii di tempat lain, Boo….” Yunho berjalan menghampiri Jaejoong, membantu namja cantik yang kini berstatus sebagai istrinya itu mengenakan kimononya. Yunho tersenyum ketika Jaejoong meringis menahan sakit pada bahu kanannya, “Harusnya kau jangan berendam terlalu lama, Boo. Setidaknya tunggu sampai lukamu benar-benar kering dulu.”

Jaejoong mengangguk patuh, membiarkan Yunho mengikat tali kimono mandinya. Mata indah serupa mutiara rusa betina itu menatap lekat wajah tampan penguasa Cassiopeia. Tangan kiri Jaejoong terjulur dan mengusap wajah tampan suaminya.

Boo?”

Jaejoong melingkarkan tangan kirinya pada leher jenjang Yunho, mendekatkan wajahnya pada wajah tampan suaminya kemudian mencium bibir berbentuk hati milik suaminya lembut, “Aku ingin Yunie malam ini….” lirih Jaejoong saat tautan bibir mereka terlepas.

.

.

TBC

.

.

Pemikiran pada “Consious a Lofa VI”

Ratnaezleeem: Hyunjoong ahjushi pan sekarang wali kota Artesis😀

Meybi: Hohohoho😀

eliscassiopeia: #rebusanakdurhakabuatmakananJanus😀

MyBaby WonKyu : Ane kagak tahu Tante🙂

nina: #jitaksampaibenjol :p Ntar terjawab sendiri Neng -_-

echasefry: Molla-molla….

azkhana: Kalau buat itu kagak boleh, Mak #sandra Suie Jumma :p

T3Jj kim : Nich udah lanjut jadi jangan berondong ane ye😀

ayumi: NC? Jangan ditunggu karena ane kagak bisa buat NC -_-

hime yume : Ga permanen kok😀 Kelarnya kalau sudah END :p #kabur

Ade Jung : Arra, pelan-pelan terjawab kok. Ga ada kadaluarsanya cuma ingatan Umma bisa balik lagi kalau dipicu sesuatu.

Dewifebrianayasmin: Nyok rame-rame tanya jadti diri Hyunjoong ahjushi #samperinrumahahjushi.

.

.

Tuesday, June 10, 2014

8:31:06 AM

NaraYuuki

20 thoughts on “Consious a Lofa VII

  1. Ping-balik: Consious a Lofa VII | Fanfiction YunJae

  2. uwahh~ kira2 apa isi buku rahasia(?) itu..makin penasaran. takut jga sih klo smpe ingatan jaema kmbali
    oh iya apaboleh aku manggil yuuki eonni?

  3. ya tuhan rahasia apa tuh?
    jgn2 siwon bangsa cassiopeia juga ya eonni?
    apa umma yunpa dulu suka ama siwon? huee … penasaran sangat #gigitinjussi
    cie … ehem … moment yunjae manis sekali hihihi … aku suka pake sangat. “yunpa,gigit umma hahahaha …”
    hyunjoong semoga rahasiamu segera diketahui pan aku penasaran kamu siapa?
    lanjut eonni …😉

  4. kenapa sudah sampai sini aja
    baru gak nengok sehari langsung kelewat 1 chap ahh tapi aku senang

    si manja jaejoong kembali aku suka
    gak mau menerka2 cerita takut kejauhan hehehe
    penasaran2 ria saja
    ehemz ehemz sepertinya chap depan NC muhehemuhehe
    ditunggu yuuki
    semangat!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  5. Huah…ternyata ada ruang rahasia y…jdi pengen bca tih buku…rahasia apa aka…apa tentang awal permusuhan cassie ma arte…akh….rahsia ….kya tbcy bkin yadong mode on dah…kekeke ketiduran sie semlam …hahahaha

  6. ibunya yunho dan umpa-nya jae, kakak beradik bukan? trus siwon menikahi kibum yg adiknya sendiri, makanya ibunya yunho marah bingits ke mereka berdua. well, itu sih kesimpulan yg aku ambil sendiri ya.
    klo begitu, yunjae masih sepupu dong.
    hmmm, ribet bet bet.
    yuuki, yunjae jgn dulu ber-first nite dong. gak adil ke jae yg telah dicuci otak.
    maunya mereka ber-nc setelah jae ingat semua.
    tapi ini kan ceritanya yuuki, terserah yuuki dong yah, hahaha.

  7. #mengangbenjolsambilmringis hahaha

    yeee yunjae menikah
    jadi otomatis jaema udh terikat sm yunppa
    eon sebenernya yunppa sm suie ngasih info baru ke jaema apa aja sih sesudah dihipnotis? kok kyk nya jaema tau noona nya, trs juga appa nya
    kukira jaema ngelupain siapa appa sm noona nya, ternyata yunppa msh ngasih tau iia
    eoh? jangan2 hyunjoong itu ada hubungan sm siwon iia? ada hubungan keluarga mgkn
    trs rahasia apa tuh?
    ayoo yunppa bikin jaema hamil, biar gg bisa lari lagi hohohoho :p

  8. Whoaa, kerennnn.
    Sepertinya hyunjoong sudah merencanakan kudeta ya ato dia biang kerok/penyebab artesis perang sm cassiopeia?
    Buku apa itu kira2, jeng jeng jeng..
    Mari kita tunggu dichap selanjutnya..

  9. demi apa…..ini nanggung skaleeee.
    heheee..aq jg penasaran isi bukunya apa..eh nanti hyunjoong jd jahat g sih..??
    yuuki yg semangat ya..!!

  10. eh lupa tanya, knp slama jeje lupa akan msa lalu n peperangan gk prnah tanya skalipun mngenai lukanya? luka dibahunya, sama yunho? apa jeje gk ngrasa janggal gtu~~
    sepolosnya org psti agak curiga kan, knp ada luka dtubuhnya tpi dy nda ingat….

  11. yuuki chan…annyeong~~~
    yunpanya galau ye, kemaren bilang blm conta sekarang ngak mau bg2 umma ama yg laen ckckckck… bikin ane bingung dah tuh yunpa hemememem…
    gak sabar sebenarnya ada apa dibalik smua misteri ini, apa jgn2 mereka masih ada hub sebelumnya? ahhh~~ngak sabar mau lanjut #tarik2bajuyuuki

    yuukichan.. q blh minta email dirimu tak? #ngakmaksako
    udah ahh segini dulu ye, ane capcus dulu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s