Consious a Lofa VI


Tittle                : Consious a Lofa VI

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Mau bantu Yuuki menentukan?

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

Consious a Lofa V

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

.

.

.

“Dimana Jaejoong?” tanya Yunho yang baru pulang dari kota Red Ocean, sebuah kota nelayan yang merupakan pusat perikanan terbesar Cassiopeia. Yunho pergi ke sana untuk mengecek keadaan kota itu setelah sebelumnya dihantam badai. Kecuali beberapa pelabuhan yang harus diperbaiki tidak ada korban jiwa dan kerusakan berarti di kota itu sehingga Yunho tidak perlu tinggal terlalu lama di sana.

“Dia marah karena Hyung pergi saat dia masih tidur kemarin. Seharian ini dia mengunci diri di perpustakaan dan keluar hanya ketika perutnya keroncongan.” Jelas Changmin yang sibuk membaca laporan perkembangan kota Artesis, “Ah…. Ada surat dari Yoochun hyung. Ada di atas meja kerja Hyung.”

“Kau sudah membacanya?”

“Ya.” Jawab Changmin.

“Apa katanya?”

Hyung baca saja sendiri….”

“Aku akan menemui Jaejoong dulu.”

“Bagus! Kau memang harus melakukannya, Hyung. Jangan biarkan namja itu meneriaki semua orang hanya gara-gara kekesalannya padamu.” Gerutu Changmin.

“Dia masih harus dijinakkan Changmin. Dan aku tidak cukup memiliki waktu untuk melakukannya dengan cepat.” Sahut Yunho yang sudah menghilang di lorong sebelah kiri.

.

.

Namja cantik dengan kimono berwarna pastel itu tampak merengut kesal. Setelah melempari namja tampan di hadapannya dengan lima buah buku tebal yang baru saja dibacanya –buku dongeng Cassiopeia, namja cantik itu masih saja menatap sengit namja yang justru tengah tersenyum kepadanya. Amarah kembali memenuhi dirinya bila mengingat kejadian kemarin. Padahal namja tampan itu sudah berjanji padanya akan mengajaknya pergi melihat kota Artesis yang katanya merupakan kota industri yang menghasilkan emas dan perak kualitas terbaik, tetapi nyatanya ketika dirinya bangun dirinya mendapati kabar bahwa namja yang menurutnya menyebalkan itu telah pergi ke kota Red Ocean dan meninggalkannya sendirian.

“Oh, Boo…. jangan marah padaku….”

“Kau ingkar janji, Yang Mulia.” Namja cantik itu mengucapkan sapaan ‘Yang Mulia’ penuh penekanan seolah-olah hendak mengejek namja tampan di hadapannya.

“Red Ocean sedang menghadapi bencana dan aku harus melihatnya untuk memutuskan apa tindakan terbaik yang harus dilakukan untuk kota itu, Boo.”

“Setidaknya kau bisa pamit dulu padaku, Beruang menyebalkan!” mata selegam bola mutiara rusa betina itu menatap sengit mata tajam namun meneduhkan itu. Ingin rasanya melempar lumpur pada wajah tampan nan menyebalkan itu tetapi tidak bisa dilakukannya karena ia sangat membutuhkan sosok pelindung untuknya. Dan hal itu bisa didapatkannya dari namja yang memegang tampuk kuasa Cassiopeia itu.

“Apa yang harus ku lakukan untuk menebus kesalahanku, Boo?”

Namja berparas ayu itu menundukkan kepalanya dalam, kedua tangannya mencengkeram kuat kimono yang dikenakannya. Bukan karena luka pada punggung dan bahu kanannya yang kembali terbuka, luka itu sudah sedikit mengering walau sesekali terasa sakit dan nyeri, tetapi bukan karena alasan itu ia menundukkan kepalanya dalam. Ada alasan lain yang menjadi penyebabnya.

“Aku takut kau akan mencampakanku….” lirihnya.

Yunho tersentak mendengar suara lirih itu. Mencampakan? Yunho sama sekali tidak –belum memikirkan hal sampai sejauh itu.

“Kau pergi tanpa berpamitan padaku. Aku marah…. Aku berpikir mungkin kau tidak menginginkanku lagi dan berniat mencampakanku sehingga kau pergi begitu saja tanpa….”

Yunho memeluk tubuh kurus itu erat namun penuh kehati-hatian. Yunho tidak ingin luka yang Jaejoong derita membuka kembali. Yunho mendekapnya erat seolah-olah ingin meleburkan jiwa raga mereka, menciumi puncak kepala namja cantik itu bertubi-tubi walaupun dirinya sendiri tidak mengerti kenapa dirinya melakukan hal itu.

“Jangan mencampakanku, jebbal! Jadikan aku budakmu, tidak apa-apa… asal jangan mencampakanku, Yuniee….” suaranya bergetar, terdengar sangat nelangsa dan menyiksa.

“Aku tidak akan mencampakanmu.” Perlahan Yunho mengusap-usap punggung yang masih dibebat oleh perban itu, meyakinkan sosok cantik dalam dekapannya bahwa dirinya tidak akan pernah meninggalkan Jaejoong. Yunho pun bisa merasakan bahwa baju yang dikenakannya basah pada bagian dada. Namja cantik itu pasti tengah menangis sekarang, “Boo….”

Ani!” Jaejoong memekik ketika Yunho hendak melepas pelukkannya.

“Menikahlah denganku….” ucap Yunho pelan.

Jaejoong yang kaget mendengar penuturan namja tampan itu segera melepaskan pelukkannya, membiarkan air mata itu membasahi wajah cantiknya, membiarkan sepasang bola mata gelap nan indah miliknya mengamati tiap jengkal ekspresi yang penguasa Cassiopeia itu tunjukkan padanya. Ekspresi kesungguhan namun bergurat keraguan itu tergambar jelas pada wajah Yunho.

“Menikahlah denganku….” ulang Yunho lagi.

“Menikah?” Jaejoong tampak tidak sadar dengan apa yang tengah terjadi sekarang.

“Jadilah milikku seutuhnya.” Yunho meraih tubuh Jaejoong, mencium bibir semerah darah yang merekah indah, benda yang sempat ibu jarinya rasakan dulu ketika berada di medan pertempuran, benda yang sempat mengobarkan gairahnya sebagai lelaki.

.

.

Yunho melipat surat dari Yoochun yang baru saja selesai dibacanya. Banyak informasi yang sudah Yoochun dapat mengenai Kim Hyunjoong yang Yunho minta. Yoochun tidak menjelaskannya secara rinci dalam surat yang ditulisnya dan meminta Yunho datang ke Artesis sendiri bersama Jaejoong untuk membicarakan temuan Yoochun secara lebih lanjut.

“Baagaimana cara Hyung menjinakkannya?” tanya Changmin. Matanya tidak bisa berhenti mengawasi Jaejoong yang dengan kekeraskepalaannya ingin membantu pelayan menyiapkan makanan untuk Yunho.

“Aku melamarnya.”

“Uhuk!” Changmin yang sedang meminum tehnya tersedak mendengar jawaban yang kakaknya lontarkan, “Hyung…? Kau yakin?” tanya Changmin sedikit ragu.

“Yakin?”

“Maksudku…. Jaejoong… dia berasal dari Artesis. Dia musuh kita.” Ucap Changmin dengan suara pelan, takut Jaejoong mendengarnya.

“Sekarang dia warga Cassiopeia.”

“Itu karena Junsu hyung mencuci otaknya. Bagaimana bila Jaejoong bisa mengingat kembali siapa dirinya yang sebenarnya, huh?”

“Pada saat itu dia sudah menjadi milikku.”

Hyung?!”

Yunho menatap tajam adiknya, membuat namja jangkung itu sedikit salah tingkah. Harus Changmin akui bahwa kakaknya memiliki mata yang sangat tajam dan kadang terlihat sangat menakutkan. Seperti seekor musang yang siap menerkam mangsanya. “Dia milikku, Changmin. Begitu dia melahirkan pewaris Cassiopeia untukku, dia tidak akan bisa melepaskan diri dariku walaupun dia ingin melakukannya.”

“Tapi Hyung….”

“Yunie!”

Jeritan itu membuat Yunho dan Changmin yang sebenarnya tengah terlibat pembicaraan serius kehilangan konsentrasi mereka. Sekonyong-konyong namja cantik yang sudah menjadi objek pembicaraan mereka pun berjalan menghampiri keduanya yang tengah duduk tenang di meja makan.

“Ada apa Boo?”

Bukannya menjawab pertanyaan Yunho, Jaejoong justru menatap sengit Changmin, “Changmin Hyung, kau tidak boleh merebut perhatian Yunie dariku. Arraso?!”

Changmin merasakan kepalanya berdenyut-denyut menghadapi sikap namja satu ini yang menurutnya sedikit –terlalu kekanakan, “Kami hanya bicara soal masalah negara. Lagi pula aku sama sekali tidak berniat merebut perhatian Beruang besarmu itu, Jae.” Sahut Changmin.

Jaejoong masih menatap tajam Changmin namun bibirnya sudah menyunggingkan sebuah senyuman, “Bagus! Sebentar lagi pelayan akan menyiapkan makan malam untuk kita.” Namja cantik itu segera mendudukkan dirinya di samping kanan kursi yang Yunho duduki.

“Kau masak apa hari ini, Boo?” tanya Yunho.

“Sup ikan dan beberapa makanan lainnya…..” jawab Jaejoong.

Changmin menatap namja cantik itu dalam diam, “Bisakah aku mempercayaimu, Choi Jaejoong?” batinnya. Entah kenapa ada sisi dalam diri Changmin yang masih tidak bisa menerima Jaejoong.

.

.

Yunho menatap langit sebelah timur yang berwarna kemerahan. Mata tajamnya menatap kaki langit yang perlahan-lahan memperlihatkan sebuah cahaya kecil menyerupai warna telur mata sapi setengah matang, menatapnya dalam diam sambil berpikir.

“Lusa pesta pernikahanmu tetapi kenapa ku lihat kau sering melamun, Hyung?” tanya Changmin yang menemani Yunho. Biasanya Yoochun yang akan menemani kakaknya itu tetapi karena Yoochun sedang bertugas di Artesis kini dirinyalah yang menggantikan tugas Yoochun, “Kalau kau tidak yakin, jangan dilakukan, Hyung.”

“Aku tidak melakukan kesalahan, bukan?” tanya Yunho ambigu.

“Entahlah….” jawab Changmin, “Kau terlihat sangat bahagia bila berada didekatnya. Jaejoong sendiri akan mengamuk bila kau menghilang darinya. Tetapi Hyung… pernikahan tanpa cinta tidak akan bisa berakhir bahagia. Seperti pernikahan Umma dan Appa kita.”

“Tetapi kita bisa lahir, bukan?” tanya Yunho, “Ada hal-hal yang tidak bisa diabaikan dalam sebuah pernikahan walaupun tidak ada cinta sebagai dasar pondasinya, Changmin.”

“Aku hanya akan menikah dengan orang yang ku cintai, Hyung. Aku tidak mau mengambil resiko.”

Yunho memilih diam, tidak menyahut kata-kata Changmin.

Hyung, setidaknya… walaupun kau tidak –belum mencintainya, kau harus membahagiakan Jaejoong.” Pinta Changmin, “Kau sudah merampasnya dari keluarga dan rakyatnya. Sudah sepantasnya dia mendapat kebahagiaan di sini. Karena ku rasa alasanmu untuk mengurungkan niatanmu membumihanguskan kota Artesis adalah Jaejoong sendiri.”

Yunho melirik Changmin.

“Kau tidak membiarkan Yoochun membunuhnya, agar dia bisa tetap hidup dan kau bisa memilikkinya. Kau mempertahankan Artesis pun ku rasa karena keinginanmu untuk memberikan sedikit penghargaan pada Jaejoong, bukan? Aku sangsi (ragu), aku salah.”

“Kau benar….” jawab Yunho.

“Kau sudah jatuh cinta padanya, Hyung?” tanya Changmin, “Sejak kapan?”

“Mungkin….” Yunho menghentikan ucapannya, “Mungkin ketika aku melihat wajah sendunya saat dia sedang mandi dulu.” Batinnya.

“Mungkin?” Changmin menatap kakaknya bingung, “Mandi? Kau mengintipnya mandi? Omo! Hyung?!”

“Tidak sengaja, Changmin.” Jawab Yunho, “Mungkin setelah pesta pernikahan aku akan segera mengajaknya ke Artesis.” Ucapnya pelan.

“Aku yakin kau tidak berniat mengatakan hal itu bukan, Hyung? Aku menunggu jawabanmu, Hyung! Jawaban pasti.”

“Ada hal tertentu yang akan lebih baik bila ku simpan sendiri, Dongsaeng.” Gumam Yunho bersamaan dengan cahaya terang yang kini menerangi seluruh tanah Cassiopeia.

.

.

TBC

.

.

Pemikiran pada “Consious a Lofa V”

MyBaby WonKyu : Ane lebih demen Umma yang garang, Tan🙂

yuuqy :Gwaechana :3 Reaksinya di Chap berikutnya, sepertinya😀

azkhana : #pasangpagarberuanghidupbiarMakgabisamenganiayaAppaane :p

Kim Hyewon : Gwaechana, kasih dark coklat aja gih :3

Ade Jung : >_< Muahahahahahahhaha…. Chap kemarin artisnya Junsuie jumma ne :3

yuuruuki : Itu mah urusan belakangan 3:)

hime yume : Ikutan mikir #dijitak

nina : #poposampaipingsanbiargaditanyaterus #kabur

T3Jj kim : Hyunjoong ahjushi, karakter dia yang paling ane demen sebenarnya >_<

Ratnaezleeem : Thunder tersaingi Janus rupanya #ganyambung

echasefry : Gomawo Chagya❤

Rani : Woah, Gomawo ne :3

ayumi : Monggo warningnya dibaca ne😉

aihara irie : Amin #dijitakUmma

dewifebrianayasmin : Udah ne?

miss cho : Amin #anakbaik

.

.

Monday, June 09, 2014

5:05:48 PM

NaraYuuki

 

18 thoughts on “Consious a Lofa VI

  1. Ping-balik: Consious a Lofa VI | Fanfiction YunJae

  2. #walaupingsantetepnanyamulu hahaha :p

    kyk nya jaema takut sm kesendirian iia
    sm penghianatan
    makanya bilang gg mau dicampakan sm yunppa
    uuhh kasihan juga jaema😦
    mau nikah?? klo waktu tiba2 jaema ingatannya kembali gmn? otte????
    kenapa chunnie gg bilang lgsg disuratnya siihh
    penasaran tau sm hyunjoong
    hehehe

  3. umma jdi lengket ma umma gni
    chap dpan mreka nikah ne
    gmn klo ntr ingtan umma ttg artesis timbul lagi
    ada apa sma hyunjoong???

  4. lho dah nongol again
    yuuki aa junchan buat emak yaa coz aku ingin junchan nyuci otak jj ma uchun yar yg diinget nama emak doang #plak
    hoohoo joongie manjaa ne n Minnie kok tumben gag melukin kulkas apa dah ada kekasih lain selain kulkas ne #plak
    ada apa dibalik kegalauan yunyun n ada ap deng hyunjoong Mau tau tunggu chap depannya ne😀

  5. Knp dengan hyunjoong? Apa yg dilaporkan ahjussi chunnie ya eonni?
    Sikap appa ky masih ragu ya? Apa yg diragukan sih eonni?
    Kalau boleh berharap umma lupa siapa dirinya selamanya tp ga melupakan keahlian bela dirinya.
    Nunggu lanjutannya aja dech … penasaran apa yg terjadi sebenarnya.

  6. . ni epep misterinye g kelar2 ye… -_- #jadi_penasaran :3
    . hipnotisnye suie-jumma permanen pa sementara…???
    . nah low sadar nanti kyk pa expresinye jaemma tw low dy jadi ratu cassie…???😡 #mikir_lagi

  7. yuukiiiiiiiii ah semoga besok terjawab siapa sebenarnya hyunjoong, maunya apa, anak siapa, berasal dari mana *loh hahaha
    junsu pacaran ama yoochun gak? *aku lupa hehe
    itu ada tingkat kadaluarsanya gak yuuki pencucian otak yang di lakuin junsu ke jae? jadi khawatir jae inget lagi apalagi kalau ketemu ahra dan hyunjoong gimana yah >_<
    next

  8. yuuki berhasil meningkatkan rasa penasaran yuu.. aigo, bener2 bikin gemes ni ff.. gimana nanti reaksi umma gitu sampe di kota asalnya.. apa memorynya bakal balik?? trus siapa hyunjoong sebenernya??

    ditunggu selalu next chap nya.

  9. annyeong..mian bru bsa coment di chap ini (__)
    tp aku selalu bca crta ny kok hhe..kasian jae di cuci otakny tp gk pp lah asal umpa brsma hha..trus apa nanti ingatan jae kmbali?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s