Consious a Lofa V


Tittle                : Consious a Lofa V

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Mau bantu Yuuki menentukan?

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

Consious a Lofa V

.

.

 

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

.

.

.

Oppa!”

Jaejoong tersentak kaget mendengar pekikkan kakaknya. Mengabaikan rasa haus yang menyiksanya, jenderal Artesis itu –kalau sebutan itu masih untuk Jaejoong, berjalan menuju sumber suara yang sedikit melenceng ke arah kanan dari arah dapur yang semula dituju olehnya.

Noonnnaaa….” lirih Jaejoong ketika melihat kakaknya sedang bergumul dengan Hyunjoong di atas lantai kamar Hyunjoong. Jaejoong segera menyembunyikan dirinya di balik bayang-bayang tiang penyangga. Hatinya terasa sakit dan nyeri. Jaejoong merasa dihianati.

Bukankah Hyunjoong pernah mengatakan mencintai dirinya?

Bukankah Ahra masih mencintai namja lain yang sudah mati?

Kenapa mereka seperti itu? Kenapa mereka berbuat seperti itu?

Apakah karena ambisi Hyunjoong untuk menjadi pemimpin Artesis lebih besar daripada cintanya pada dirinya? Tetapi bukankah Artesis sekarang dibawah kepemimpinan Cassiopeia.

Ataukah Hyunjoong ingin balas dendam padanya yang sudah menolak namja itu melalui kakaknya?

Cairan bening itu mengalir begitu saja membasahi wajah Jaejoong. Rasa marah tiba-tiba merasukinya. Namja yang sebenarnya masih terluka parah itu berjalan cepat meninggalkan tempat laknat itu, berjalan tergesa hingga tidak memedulikan panggilan para penjaga yang meneriakkan namanya, mengkhawatirkannya.

Jaejoong berjalan menuju samping kiri gedung balai kota tempat kandang kuda berada. Namja berwajah cantik itu memasuki salah satu kandang kuda. Dengan mata nanar penuh kemarahan ditariknya tali kekang kuda putih miliknya yang bernama Janus itu, menariknya keluar bilik kandang.

“Tuan muda.” Panggil seorang penjaga kuda, “Mau anda bawa kemana Janus? Bukankah anda sedang sakit?”

Bukannya menjawab, Jaejoong segera menaikki punggung Janus dan memacu kudanya itu hingga menabrak sang penjaga kuda. Dengan tangan kanannya Jaejoong mencengkeram kuat-kuat rambut pada punggung Janus ketika merasakan lukanya mulai membuka kembali. Tangan kirinya yang memegang tali kekang Janus menyentak-nyentakkan tali itu agar Janus semakin cepat memacu larinya ketika Jaejoong mendengar derap langkah kuda dan suara-suara yang memanggilnya karena khawatir pada keadaannya.

Tidak!

Kemarahan dan benci itu sudah merasuki Jaejoong, membuatnya kehilangan nalar sehatnya karena tertutupi oleh dendam dan prasangka buruk sekarang.

Janus berlari membelah malam, melewati pintu gerbang Artesis yang nyaris roboh karena perang, melewati tanah gersang yang masih menyisakan beberapa baju perang dan senjata patah yang belum sempat dibersihkan. Terus berlari menuju arah timur laut dimana negara Cassiopeia yang kini menjadi ‘majikan’ Artesis berada.

Jaejoong ingin mati dengan terhormat.

Dan mati ditangan pemimpin tertinggi Cassiopeia yang kini menjadi majikkannya tidaklah buruk daripada mati bunuh diri akibat sakit hati dihianati.

.

.

“Venus? Kau ingin melihat Venus sebelum matahari terbit? Mengejutkan….” tanya Yoochun yang keheranan dengan perubahan sikap Yunho setelah mereka berhasil mengambil alih kepemilikkan kota Artesis. Sebenarnya sangat mengejutkan ketika Yunho yang awalnya berniat membumihanguskan dan membantai penduduk kota Artesis memilih menjajah kota itu dan menjadikannya bagian dari Cassiopeia.

“Guru astronomiku pernah bilang, bintang kesepian yang berkelip di langit belahan timur sebelum fajar datang adalah Venus. Venus yang malang. Venus yang kesepian….” gumam Yunho entah apa artinya.

“Sangat konyol.” Sahut Yoochun.

“Yang Mulia! Ada seorang namja yang ingin bertemu dengan anda.” Ucap salah seorang prajurit yang tiba-tiba datang.

“Huh? Siapa yang ingin bertemu Raja pada waktu seperti ini? Bahkan tirai fajar belum menyibak.” Yoochun merasa curiga.

“Namanya Choi Jaejoong.”

Mwo?” Yoochun memekik kaget dan menatap Yunho dengan tatapan bingungnya.

“Antarkan dia kemari!” perintah Yunho.

“Baik Yang Mulia….” prajurit itu pun segera pergi guna menjemput tamu untuk rajanya.

“Choi Jaejoong? Jenderal Artesis itu?” tanya Yoochun.

Ne.” Jawab Yunho.

“Untuk apa dia mencarimu?”

“Kita akan segera tahu jawabannya begitu dia sampai.”

.

.

Yunho menatap sendu sosok yang berdiri di hadapannya. Kimono tidur berwarna abu-abu yang dikenakannya itu terlihat berantakkan, rambutnya sedikit acak-acakan dan wajahnya sembab. Yunho menatap getir noda darah yang merembes mengotori kimono berwarna abu-abu itu pada bagian bahu kanannya. Luka yang dibuat oleh tangannya sendiri.

“Apa maumu?” tanya Yunho. Sepertinya namja itu melupakan kenyataan bahwa mereka pernah bertemu sebelumnya di pekuburan sebelum perang terjadi.

“Mohon bunuh aku!” namja yang menundukkan dalam kepalanya itu berujar.

Mwo?” Yoochun kembali memekik. Datang menemui raja untuk minta dibunuh? Apa orang ini sudah gila?

“Mohon bunuh aku!” mata segelap mutiara rusa betina itu berkilat tertempa sinar obor ketika perlahan-lahan mengangkat wajahnya untuk menatap pemimpin tertinggi Cassiopeia.

“Kenapa aku harus melakukannya?” tanya Yunho, “Kau malu karena aku sudah mengalahkanmu dan merebut kotamu?”

Namja yang tengah menahan sakitnya itu menggelengkan kepalanya pelan.

“Lalu kenapa kau ingin aku membunuhmu?” tanya Yunho lagi.

“Karena tidak ada lagi tempatku untuk pulang… karena tidak ada lagi yang bisa ku percayai bahkan diriku sendiri.” Lirih Jaejoong.

Yunho masih menatap sendu sosok yang wajahnya sudah memucat itu, Yunho tahu namja di hadapannya ini sedang menahan sakit. Kakinya terlihat gemetar dan beberapa kali nyaris jatuh, “Panggilkan tabib, dokter dan siapa saja yang bisa menyembuhkannya! Panggilkan juga Junsu! Suruh mereka ke kamarku!”

Arra…. Walaupun aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan padanya.” Gumam Yoochun sebelum pergi meninggalkan Yunho bersama tamunya.

“Mohon bunuh aku….”

“Daripada harus membunuhmu… bagaimana bila aku menjadikanmu milikku?” tanya Yunho.

“Huh?” mata hitam legam itu membulat menatap Yunho sebelum tubuhnya melemas dan kegelapan memeluknya lagi.

Yunho mendekap erat tubuh lemas itu, membopongnya dan membawanya menuju istananya seiring sinar jingga redup yang perlahan muncul dari ufuk timur, “Kau yang mendatangiku sendiri… jadi jangan harap aku akan melepaskanmu dengan mudah. Karena sekarang kau milikku.”

.

.

Hilangnya Jaejoong membuat Ahra dan Hyunjoong kebingungan. Mereka ingin mencari keberadaan namja yang beberapa hari lalu genap berusia 19 tahun itu namun tidak bisa mereka lakukan karena sang pemimpin Cassiopeia telah datang untuk menentukan nasib Artesis.

“Jaejoong ada bersamaku. Kalian tidak perlu mencarinya.”

Baik Ahra dan Hyunjoong tersentak kaget mendengar penuturan raja Cassiopeia yang kini menjadi raja mereka juga. Perihal Jaejoong, darimana Yunho tahu? Pertanyaan itu memenuhi otak Hyunjoong dan Ahra.

“Aku yang sekarang akan merawatnya.”

“Tapi Yang Mulia….” Ahra tergagap.

“Aku yang akan merawatnya!” ucap Yunho penuh penekanan, tidak ingin dibantah oleh siapapun, “Adikku akan menjelaskan apa yang harus Artesis lakukan untuk Cassiopeia.”

Changmin berdiri dari duduknya, namja jangkung itu kemudian membacakan peraturan baru yang mulai hari ini berlaku di Artesis.

Pengangkatan Kim Hyunjoong sebagai wali kota baru Artesis salah satunya, 20% hasil industri dan pertanian diberikan pada negara. Artesis kini menjadi bagian dari Provinsi Orion yang beribu kota di kota di Red Ocean, sebuah daerah perairan di sebelah utara Artesis yang sangat indah karena memiliki semenanjung berkarang merah. Peraturan pajak perdagangan dan ekspor impor dengan negara lain pun Changmin sebutkan serta perintah untuk segera memperbaiki tembok pintu gerbang Artesis yang rusak akibat perang beberapa waktu yang lalu.

“… untuk urusan lain yang belum tersebut akan diberitahukan menyusul.” Ucap Changmin sebelum mendudukkan dirinya kembali di kursi samping kakaknya.

“Maaf….” Ahra menatap Yunho takut-takut, “Soal Ja….”

“Jangan khawatir! Kau bisa menemuinya kapan saja, tentu saja atas seijinku.” Ucap Yunho sambil meminum air putih yang berada dalam bejana emas di hadapannya, “Minggu depan bila keadaannya sudah lebih baik aku akan mempertimbangkan kemungkinan untuk mengajaknya kemari.”

.

.

Jemari besarnya mengusap wajah pucat yang sedang terlelap itu pelan, merasakan kulitnya yang sangat kenyal dan lembut, mengingatkannya pada kulit ibunya. Rambut hitam legamnya yang terasa sangat halus itu membuatnya betah membelainya berlama-lama.

“Tadi pagi dia mengamuk karena tidak menemukanmu ketika dia bangun.” Junsu, namja bersiuara unik yang  juga sepupu Yunho itu berucap.

“Lalu apa yang kau lakukan untuk membuatnya kembali tenang?” tanya Yunho, ibu jarinya mengusap-usap benda semerah darah yang agak pucat itu perlahan, benda yang terasa sangat kenyal dan sedikit basah, benda yang sedikit banyak mampu membangkitkan hasrat kelelakiannya.

“Ku katakan padanya kau akan segera pulang.” Jawab Junsu, “Aku juga sedikit memaksanya untuk tertidur agar dia tidak terus mengamuk.”

“Yoochun….” panggil Yunho.

“Hm?” sahut Yoochun yang sedang main catur dengan Changmin.

“Kim Hyunjoong, selidiki orang itu!” perintah Yunho.

“Sekarang? Kita bahkan baru pulang dari Artesis sore tadi.” Ucap Yoochun.

“Besok, pergilah dengan Junsu ke sana untuk mencari tahu siapa sebenarnya Kim Hyunjoong. Walau aku sudah mengangkatnya menjadi wali kota tapi aku tidak bisa mempercayainya. Dia tetaplah musuh!”

Arraso….” sahut Yoochun yang tetap fokus pada bidak caturnya.

“Kenapa aku harus ikut?” tanya Junsu, “Aku lebih suka di sini mengurus Jaejoongie….”

“Carilah mainan baru di Artesis sebanyak yang kau inginkan, Junsu.” Ucap Yunho.

“Kalau kau sudah berkata seperti itu maka aku tidak akan sungkan lagi, Yunho.” Sahut Junsu.

.

.

Jaejoongie…. Bangunlah! Bangunlah…. Kenapa tidurmu lama sekali, eoh? Yah Jung Jaejoong! Cepat bangun sebelum aku memukul bokong ratamu itu!”

Aroma yang dirindukannyalah yang pertama dibauinya ketika kesadaran mulai menjemputnya, wajah tampan dan mata setajam musang itulah yang pertama dilihatnya ketika mutiara hitam rusa betinanya terbuka lebar, memamerkan kerling kehidupan didalamnya.

“Hai, Boo…. Tidurrmu lama sekali, eoh?”

“Yunie Bear….” lengan putih itu segera melingkari leher jenjang namja yang sangat dirindukannya, mengabaikan sedikit nyeri pada bahu kanan dan punggungnya.

“Yunie Bear? Ingatkan aku untuk membunuh Junsu karena sudah mengajarkan panggilan konyol itu untukku!” serapah Yunho dalam hati.

Jung Jaejoong….

Jaejoong hanya ingat dirinya sebagai seorang Jung Jaejoong. Tugasnya bukan lagi sebagai seorang jenderal Artesis tetapi sebagai pendamping raja Cassiopeia. Jaejoong hanya mengingat dirinya sebagai pelayan Yunho karena Jung Jaejoong adalah calon ratu Cassiopeia yang kelak akan melahirkan keturunan raja.

Itulah yang diingat oleh Jaejoong sekarang.

.

.

“Kau berhasil mencuci otaknya dengan baik, Suie….” puji Yoochun.

“Sejujurnya aku mengalami kesulitan saat mencoba melakukannya, Chun.” Ucap Junsu, “Ingatannya tentang ayahnya sangat kuat. Dendam dan kebenciannya pada Cassiopeia sangat dalam. Dia juga mengalami kepedihan dan nestapa berat yang membuatnya putus asa dan berniat mengakhiri hidupnya.”

Eoh? Kenapa dia seperti itu?” tanya Yoochun.

“Aku tidak tahu alasannya. Aku tidak bisa menyentuh ingatannya tentang hal itu.” jawab Junsu.

“Dan aku yakin sebentar lagi Yunho hyung akan menjadikan bocah itu sebagai kakak iparku.” Gerutu Changmin yang sibuk mengasah pedangnya.

“Dia seusia denganmu, Jung Changmin!” ucap Junsu, “Aku mencoba menekan dan membuarmkan ingatannya akan hasrat bertempur dan balas dendamnya untuk ku memasukkan ingatan akan kecintaannya pada memasak dan melukis.”

Yoochun dan Changmin menatap heran Junsu.

“Jangan menatapku seperti itu! Choi Jaejoong memang memiliki bakat dalam melukis dan memasak. Sampai sebelum dua tahun yang lalu dia masih menjalani hobinya itu. Aku mengetahuinya ketika aku tengah menghipnotisnya.” Jelas Junsu.

“Namanya sekarang Jung Jaejoong.” Ucap Yoochun mengingatkkan.

“Ya, aku tahu…. Sedikit menyedihkan ketika aku harus mengacaukan ingatan tentang keluarganya sendiri. Semoga dia mau memaafkanku….” gumam Junsu.

.

.

“Ini adalah belati kepemimpinan milik Jenderal Artesis….” Yunho menyerahkan belati itu pada Jaejoong yang terlihat sangat senang menerimanya.

“Jenderal itu dimana sekarang?”

“Tidak mungkin ku katakan bahwa jenderal itu sekarang berada dalam pelukkanku bukan?” batin Yunho, “Dia sudah meninggal.” Jawabnya akhirnya.

“Yunie membunuhnya?” mata bulat itu menatap Yunho lekat-lekat, menuntut jawaban.

“Tidak! Dia masih hidup saat aku merampas belati itu.” ucap Yunho.

“Lalu?”

“Dia meninggal karena terkena serangan jantung saat mendengar putranya terbunuh dalam perang itu.” jawab Yunho.

“Kasihan sekali….”

“Akan lebih kasihan bila aku membiarkanmu menyentuh lukamu lagi. Jadi biarkan seperti ini! Biarkan aku memilikkimu, biarkan aku menjagamu….” batin Yunho sambil mengusap perban yang masih melilit tubuh yang kini berada di atas pangkuannya, duduk dengan nyaman selayaknya remaja seusianya, 19 tahun….

.

.

TBC

.

.

Pemikiran pada “Consious a Lofa IV”

Ade Jung : Yuuki tega bagaimana? #bingung. Kurang panjang? Mian, Yuuki ngetiknya disela-sela kesibukan sebagai manusia sosial soalnya. Pertanyaannya sudah terjawab, kan?

nina : Udah terjawab belum, Chagy?

lucifer84 : 3:) Appa pasti dijajah Umma kok, tunggu saja ne😉 #epilkumat

MyBaby WonKyu : Tante mecum #jitak

dewifebrianayasmin : Neeeeeeeeee🙂

echasefry : Yah! Ane pan selalu tamatin FF ane, Chagy… walaupun lama sich :3

Rani : Sudah kan?😉

Kim Hyewon : Mian ne, Yuuki juga harus ngurus kehidupan sosial Yuuki soalnya. Yuuki jelaskan pakai bahasa Yuuki ya biar ga njilmet ne. Consccious a Lofa = kejujuran batin tentang cinta (y) #ngubek-ngubek buku ane ==”

ayumi : Yuuki juga demen, tapi mulai chap ini karakter Umma akan sedikit kabur sebelum kembali kesosok aslinya 3:)

.

.

Friday, June 06, 2014

6:07:09 AM

NaraYuuki

19 thoughts on “Consious a Lofa V

  1. waduh, jae otaknya dicuci! oh my, keren banget keahlian su-ie. aku juga pengen punya keahlian kyk gitu, hehehe.
    dan horeeee yunnie bear yg posesif sdh muncul. jae yg manja, imut dan unyu2 lebih pas drpd jae yg jendral perang.

  2. wah… yuu kelewatan satu chap nh..
    hmm.. jadi sekarang umma udah jadi milik appa.. hmm sedih jg sh liat umma kaya gitu, mencintai appa karena ingatan palsu tp dr pada umma tersiksa ya itu gpp dh… ga sabar pengen liat reaksi ahra sama hyunjoong nanti..

  3. Knapa aku gag tau chap 4 tetiba dah nungul chap 5 lhaah aku yg ketinggalan ato mang aku gag tau yaaa
    Huwaaa junchan hebat dech bisa nyuci otaknya jaejoongie
    Heeem aku lbih suka jaejoongie yang seperti ini lembuut tpi keras kepala seharusnya
    N Mari kita bulli yunyun ech
    Yooo ditunggu chap depannya

  4. waduhh…mian yuuki chan kalo permintaan diriku kemarin merepotkan mu yah..mian #pukpuk yuuki
    selama yuuki mau nulis aku tunggu ko jadi jgn ngerasa dikejar2 yah, q sudah terbiasa menunggu ^.^
    fighting….yuuuki chan

  5. Ping-balik: Consious a Lofa V | Fanfiction YunJae

  6. Iya hehe
    Astaga gila bener yah itu di cuci otaknya -_-
    Junsuku hebat *hohoho
    Yunho bener-bener jatuh cinta sama jae, asik dah..
    Aku juga penasaran sama hyunjoong masa, ada sesuatu yang aneh sejak aku baca karakter dia >_<

    Next next

  7. . suie-jumma bisa hipnotis…??? o.O
    . penasaran peran hyun joong tu sbnernya antagonis pa protagonis…??? #mikir_keras :3

    . yah moga2 jaemma bisa jalanin hidup ddgn damai…🙂

  8. syudaaahhhh eon hehe🙂
    wooaahhh suie daebak
    pertamanya aku bingung kenapa tiba2 waktu bangun jaema lgsg panggil yunppa dgn sebutan ‘yunnie bear’
    ehh ternyata udah dicuci otaknya
    hyunjoong beneran ada mksd lain kah?
    kok yunppa juga curiga
    eon ingatan jaema beneran udah dicuci gg bisa kembali lagi iia?
    ntr klo tiba2 kembali, trs bakalan semalin benci appa gmn?😦
    andwaeyoo

  9. Langsung komen chapt ini ya eonni cz ane ketinggalan hiks:'(
    Jd akhirnya umma kalah dan dijajah cassiopeia?
    Skrg umma dirancuh ingatannya akan dirinya sendiri?
    Penasaran juga tntang hyunjong? Bener yunpa nyelidikin hyunjong apa maksudnya bilang mencintai umma trus berbuat yg iya2 ama noonanya umma -_-
    Kira2 umma bakal ingat lagi ga ya kalau dia jendral perang artesis?
    Semoga cepetan dilanjut, makin penasaran ama ceritanya.

  10. ne eon, eon slalu bkin crta yg kerennn
    ak bacanya smbi byangin suasana aslinya
    hmmm hyunjoong gtu ama ahra
    knpa umma mrah kn umma gk ska sma hyunjoong

  11. haduh ternyata dicuci otaknya biar lupa tetep si yunho licik hemzz
    jadi ingat lagu geisha “Lumpuhkalah ingatanku” hehehehe
    hah gak nyangka klo ceritanya jadi kaya gini
    hyun joong??? bertanya2 kenapa jadi itu sam ahra haduh
    ini jauh bgt dari pikiran aku
    yuuki dirimu hebat ceritanya gak bisa ditebak jadi makin penasaran
    tapi tetep gak sabar nunggu chap selanjutnya

  12. hmmm..yunho nyuruh junsu bwt cuci otak jaejoong..??wae?? apa pedulinya dia kalopun jaejoong hidup dgn masalalu menyedihkan.??ato jgn2 dia diam2 udah jatuh cinta ma jj..ini cerita mpreg ya yuuki.??
    wah aq g sabar nunggu moment2 jaejoong mendapatkan ingatanya kmbli..pasti seru bgt

  13. harusnya q bahagia karena jaema berada di pelukan yunpa
    tp terus terang q nyesekk ma lika liku hidupnya jaema
    semoga dpt berakhir dg indah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s