Consious a Lofa III


Tittle                : Consious a Lofa III

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Mau bantu Yuuki menentukan?

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

Consious

.

.

 

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

.

.

.

Hyung, apa yang kau lakukan di kuburan seperti ini?” namja jangkung itu merinding sendiri melihat sekitarnya.

Bukannya menjawab, Yunho hanya menatap sekilas adik dan tangan kanannya yang sudah berada di sampingnya. Entah bagaimana mereka bisa menemukannya berada di pekuburan sunyi itu, yang jelas tekadnya untuk membumihanguskan kota Artesis semakin kuat, “Yoochun, bawa seratus ribu pasukkan untuk mengepung kota ini. Aku mau pasukan kita tiba sebelum fajar!” perintahnya.

Mwo? Seratus ribu?” namja berpipi gempal itu sedikit kaget, “Yunho, seratus ribu kurasa terlalu banyak untuk kota kecil ini.”

“Aku ingin ingin kota ini segera jatuh! Lakukan perintahku!” Yunho melirik Yoochun. Mata setajam musangnya itu sama sekali tidak menyiratkan belas kasihan sedikit pun.

Hyung….”

“Pulanglah Changmin! Kau tidak perlu terlibat dalam pertempuran besok.” Ucap Yunho dingin, “Setidaknya salah satu dari kita harus tetap berada di rumah untuk menjaga garis belakang. Walaupun tidak mungkin mereka bisa lolos tetapi sebagai antisipasi kita tetap perlu melakukannya.”

“Kenapa Hyung tidak ikut pulang saja bersamaku?” tanya Changmin.

“Ada sesuatu yang ingin ku pastikan. Kita berpisah di sini. Aku akan menunggu kalian di depan pintu gerbang kota ini besok, sebelum fajar berkibar.” Ucap Yunho sebelum pergi meninggalkan adik dan tangan kanannya bersama nisan-nisan yang sudah usang dimakan usia.

“Memastikan apa maksudnya?” Changmin menatap kepergian kakaknya penuh kebingungan. Kalau ingin menyerang dengan pasukan sebanyak seratus ribu orang, tidak ada yang perlu dipastikan lagi, bukan? Cukup menyerang dan semua akan berakhir. Artesis akan menjadi bagian dari Cassiopeia. Apalagi yang ingin penguasa Cassiopiea itu pastikan?

Changmin tersentak ketika bahu kanannya ditepuk kuat oleh Yoochun, tangan kanan kakaknya.

“Kita lakukan saja apa keinginan Yunho.” Ucap Yoochun yang hanya diangguki singkat oleh Changmin.

“Besok… kota ini akan benar-benar menjadi kuburan.” Gumamnya pelan.

.

.

“Jangan menatapku seperti itu Joongie! Tadi sore kau sudah bersikap ketus padaku, sekarang aku tidak mau membantumu. Nikmati saja….” namja berambut coklat keemasan itu berjalan pergi meninggalkan balairung luas itu, membiarkan kakak beradik itu menyelesaikan permasalahan kecil diantara mereka.

“Meminta seorang prajurit mendatangiku, mengatakan padaku bahwa terompet perang sudah ditiup tapi semua itu hanya bualan Noona belaka?” mata sehitam bola mata rusa betina itu membulat sempurna seolah-olah hendak keluar dari tempatnya.

Ne. Wae? Kau keberatan?” Ahra menatap sengit adiknya yang menurutnya kini menjadi namja menyebalkan.

Noona! Kenapa bermain-main dengan hal seperti itu, eoh? Bagaimana bila… Noona!” pekikan keluar dari bibir semerah darah itu ketika tubuhnya didorong paksa oleh kakaknya.

“Lusa adalah hari ulang tahunmu, Joongie. Jebbal! Sehari saja jangan memikirkan perang ataupun militer! Astaga! Kau bahkan belum genap 19 tahun, nae dongsaeng!” omel Ahra sambil terus menggiring adiknya itu menuju belakang bangunan yang berfungsi sebagai balai kota sekaligus rumah bagi sang pemimpin Artesis. Ahra dan adiknya tinggal di sana karena merekalah yang seharusnya memimpin kota itu sepeninggal ayahnya, “Tunggu! Lepas dulu baju besimu ini dan ganti dengan kimono sebelum kau mandi!”

Noona….”

“Sekali ini saja dengarkanlah omongan kakakmu ini, Joongie! Atau aku akan meminta Hyunjoong Oppa mencopot pangkatmu itu!” ancam Ahra.

Arraso….”

“Bagus! Aku lebih suka Jaejoongie yang penurut seperti ini.”

.

.

Yunho mengendap-endap memasuki kompleks perumahan yang paling elit di kota. Matanya langsung berkilat-kilat ketika menemukan bangunan balai kota yang berada di ujung kompleks. Yunho berjalan menyamping lewat jalan melingkar di sana. Dirinya melihat banyak sekali pengawal dan prajurit yang hilir mudik di sana, tetapi tidak satu pun mencurigai Yunho karena dirinya masih mengenakan pakai yang sama dengan tadi sore.

Yunho terus berjalan hingga dirinya tidak lagi menemukan orang lain selain dirinya sendiri. Setelah memastikan benar-benar tidak ada siapapun di sekitarnya, petinggi Cassiopeia itu memanjat pagar tanaman yang diyakininya berada dibagian belakang bangunan balai kota. Tidak terlalu sulit bagi Yunho untuk memanjat pagar hijau setinggi 3 meteran itu. Hup! Yunho berhasil mendarat dengan sempurna tanpa cidera.

“Aku bisa melakukannya sendiri Noona!”

Begitu mendengar suara di dekatnya Yunho segera beringsut menyembunyikan dirinya dibalik rimbunan pohon bambu yang berada di tepian kolam, berharap penyelinapannya ini tidak diketahui oleh siapapun. Mata setajam musangnya mengintai siapa yang mendekat ke tempat itu, siapa yang mengeluarkan suara yang sepertinya pernah didengarnya sebelumnya.

Yah Joongie! Kalau kau tidak menurut, akan aku telanjangi kau! Akan ku mandikan kau seperti saat kau masih kecil!” yeoja berbadan mungil itu mendorong sosok yang lebih tinggi darinya. Yunho tidak bisa melihat wajahnya karena sosok berambut panjang itu membelakangi Yunho.

Noona!”

Kajja!” yeoja itu mengibas-kibaskan tangannya.

Arra! Sekarang pergilah! Tinggalkan aku sendiri!”

Aigoo! Aku suka Joongieku yang manis seperti ini. Pelayan berada di balik pintu bila kau membutuhkan sesuatu.” Yeoja itu segera menghilang di balik pintu geser.

Mata setajam musang milik Yunho membulat ketika melihat sosok yang semula memunggunginya itu kini menghadap ke arahnya. Tidak benar-benar menghadap karena sosok itu belum mengetahui keberadaan Yunho. Dan Yunho berharap sosok itu benar-benar tidak akan pernah menyadari keberadaannya.

Rambut hitam gelapnya berkilauan tertempa sinar obor yang berada di sekitar tempat itu. mata hitamnya serupa mutiara rusa betina itu terlihat redup sekali, berbeda dengan sorot penuh ambisi dan gairah bertempur yang Yunho lihat tadi sore ketika berada di pekuburan. Wajahnya tetap sama seperti terakhir kali Yunho lihat, cantik. Tetapi kali ini sosok yang dianggap yeoja oleh Yunho itu tidak lagi mengenakan pakaian besinya melainkan sebuah kimono berwarna merah pucat yang terlihat sangat indah menempel pada tubuh tinggi semampainya.

“Kau lebih cantik dengan penampilan seperti itu dibandingkan ketika kau memakai baju besi bodohmu.” Gumam Yunho, “Seeandainya kau bukan penduduk kota laknat ini….”

Dapat Yunho lihat wajah sendu yang sosok cantik itu coba sembunyikan dibalik topeng dingin dan kakunya. Mata Yunho membulat ketika sosok itu tiba-tiba saja melepaskan kimono berwarna merah itu.

“Sial! Aku bukan orang mesum yang datang kemari hanya untuk mengintip orang mandi! Aku kemari untuk membunuh orang. Kenapa aku bisa terjebak di tempat laknat ini? Terkutuklah aku!” maki Yunho dalam hatinya.

Tapi….

Yunho merasakan kejanggalan pada sosok cantik itu. Memang kulit bahunya yang mengintip itu terlihat sangat indah dan halus, tetapi ketika Kimono itu benar-benar tanggal Yunho dibuat syock bukan main. Dadanya…. Dada orang itu memang cukup berisi tetapi kurang cukup berisi untuk ukuran dada perempuan, dan di bawah sana….

Yunho membulatkan mata setajam musangnya yang sejak tadi sudah membulat itu, membandingkan miliknya dengan milik orang itu berkali-kali hingga gemuruh ketidakyakinan dalam hatinya bisa ia kendalikan.

“Dia namja? Namja dengan wajah secantik itu?” tanya Yunho lebih kepada dirinya sendiri.

Yunho mengingat-ingat sesuatu yang janggal menurutnya. Ah…. Sosok itu memanggil yeoja yang mengantarkannya tadi dengan panggilan Noona bukan Eonni seperti kebanyakan perempuan ketika memanggil kakak perempuannya.

“Kau namja berwajah cantik juga seorang jenderal?” Yunho menyeringai, “Mari kita lihat seberapa hebatnya kau ketika berada di medan pertempuran.”

.

.

Choi Jaejoong, namja itu sudah memasuki kolam air panas alami yang memang sudah ada di sana sebelum tempat itu disulap menjadi balai kota. Jaejoong memejamkan kedua matanya, membiarkan air panas itu meluruhkan lelah, sedih, nestapa dan nelangsa yang selalu menggelayutinya selama 2 tahun ini, bahkan ketika dirinya sedang terlelap.

“Ada orang?”

“Apa yang anda butuhkan, Tuan Muda?” sahut seorang pelayan dari balik pintu geser.

Jaejoong diam sesaat sebelum menyahut, “Ambilkan aku minum… dan bawakan pedang serta baju besiku kemari!”

“Segera Tuan Muda.”

Jaejoong bisa mendengar derap kaki menjauhi pintu. Mata bulatnya menatap serbuk bintang di langit yang gelap. Bulan terlihat sangat indah dengan kilau keemasannya. Andai kedamaian ini tidak terusik oleh peperangan yang kapan saja siap bergolak….

“Jika harus kehilangan nyawa untuk memperjuangkan tempat ini, maka akan aku lakukan dengan segenap jiwa ragaku. Tetapi Appa… untuk apa sebenarnya kita berperang?” lirih Jaejoong seolah-olah langit gelap di atasnya itu merefleksikan wajah ayahnya.

.

.

Ayam berkokok pagi-pagi buta seirama derap kaki langkah penghuni kota Artesis yang dirundung kepanikkan. Para yeoja dan anak-anak digiring menutu jalan bawah tanah untuk sampai ke camp pengungsian. Pada namja dan prajurit-prajurit bersiaga menghadapi perang yang bisa pecah kapan saja mengingat penjaga menara pemantau menangkap pergerakan ribuan pasukan yang mulai bergerak dari garis langit menuju arah kota.

Jaejoong yang dibangunkan oleh Ahra, dengan kalap segera mengenakan pakaian besinya, meraih pedang, busur dan anak panahnya untuk ikut bertempur. Jaejoong menganggap ini adalah kado paling tidak terlupakan yang Tuhan kirimkan untuknya. Besok adalah ulang tahunnya yang ke-19 tetapi perang sebentar lagi akan pecah.

“Joongie….” Ahra menarik tangan kiri Jaejoong ketika adiknya itu hendak berlari keluar dari pintu gedung balai kota tempat mereka lahir dan dibesarkan selama ini, “Jebbal….” mata yeoja itu berkaca-kaca.

“Aku harus pergi Noona….” ucap Jaejoong. Sekali hentak cengkeraman tangan Ahra terlepas. Jaejoong siap menyongsong pertempurannya.

“Joongie….” Ahra sudah menangis, entah kenapa perang ini membuatnya takut. Ahra takut kehilangan adiknya….

.

.

Pintu gerbang kota Artesis terbuka. Dengan gagah berani Jaejoong berdiri di muka memimpin pasukkannya. Apapun yang terjadi Jaejoong harus berusaha mempertahankan kota warisan Ayahnya ini.

Diseberang sana, panglima tertinggi militer Cassiopeia, sang raja tengah tersenyum sinis menatap Jaejoong dari kejauhan, “Choi Jaejoong. Mari kita lihat sehebat apa dirimu….” gumamnya.

Bersama panji-panji yang berkibar seruan perang pun terrdengar dari kedua belah pihak yang dibakar oleh hasrat untuk menang.

“SERANG!”

Sebelum fajar terbit, pertempuran darah pun dimulai….

.

.

TBC

.

.

t3jj kim : Sudah ne🙂

yuuqy : Karena Umma yeopo❤

azkhana : Sippo Mak (y)

nina : Ane demen tapi Chagy 3:)

MyBaby WonKyu : Ne😀

Areah Bii : Tanya sama beruang sendiri deh Tan😀

ayumi : Ne, Fighting!

hime yume : Jangan dibayangin takutnya mengecewakan. Yuuki ga bakat buat action soalnya.

echasefry : NC? Ncnya Yuuki tahu kan kayak bagaimana? Jangan ditunggu ne😀

Rani : Fighting!❤

miss cho : Waduh?! Sampai di chap begitu? Kok bisa?

Ade Jung : Appa menyamar hanya untuk mengetahui medan #plak!

Kim Hyewon : Kejemnya Yuuki tahu sendiri pan seperti apa? :3

Buat yang punya nomor 0856xxxx332, 0856xxxx267, 0896xxxxx795 dan merasa sms Yuuki, terima kasih sudah sms tetapi alangkah lebih baik kalau menyertakan nama agar Yuuki tidak berpikiran negative ne🙂 Banyak sms nyasar soalnya.  Gomawo.

Semoga sehat selalu (y)

.

.

Tuesday, June 03, 2014

6:39:10 PM

NaraYuuki

16 thoughts on “Consious a Lofa III

  1. wooooah, perang sdh dimulai. sayangnya yunnie blm jatuh cinta sama jae. klo sdh jatuh cinta kan pastinya penyerangan akan batal.
    moga jae baik2 saja dan tdk terluka di perang nanti.

  2. Ping-balik: Consious a Lofa III | Fanfiction YunJae

  3. akhirnya perang dimulai…
    sbnarnya ad dendam ap ummanya yunho sm appanya jaejoong?,, smpai mau menghancurkan kota artesis dan mmbunuh appanya jae hingga mnimbulkan dendam yg baru..
    nnti yg bakalan mnang sypa ya???

  4. yach yach yuuki aa waeee emak aja belum panas bokongnya n bru aja jantung emak bunyi dag ech dah tbc
    ckckck makanya yun jangan liat rupanya aja liat juga apa yg menggantung disana #plak hahaha sama kan kayak punyamu #plakagain
    omoooo chap depan seru bangt ayoo joongie kalahkan yunyun buat yunyun tersepona ech salah terpesona dengan kharismamu yeeee akhirnya ditunggu ne chap depannya go go go fighting

  5. uhh uhh kukira pas yunppa ngintip, yunppa bakalan terpesona (mgkn terpesona juga) dan ada mksd lain waktu nyerang kerajaan jaema
    gg cuma mau membumi hanguskan
    tp kyk nya pendiriannya teguh iia
    perangnya udh mulai😦
    menang manakah?
    yunppa jaema bersatu msh lama iia eon?

    eonnie sukanya jaema yg galak2 iia
    hahahaha

  6. yunhooooooooo.. rasanya ingin ku tendang kau.. >_<"
    ckckck
    Aduhhhh ini mah benar-benar kalah yah, pasukan yunho banyak bangat atuh -__-"
    awas aja kau yun kalau sampai jatuh cinta sama jae *plak
    Jae gak mungkin mati kan yuki?
    Jadi penasaran tragedi saat perang dan setelah perangnya.. next next..

  7. kapan yunho jatuh cinta ma jj..?? trs nanti yg menangin perangnya siapa..?? kyaknya jaejoong bakal kalah..trus dia jd tawanan perang..trs yunjae nc’an deh..
    #sotoy hahahaa

  8. Udah mulai ya, perangnya??? Sepertinya memang kado ultah yg tak akan terlupakan.. yuuki chan, joongie tidak boleh kalah oke, minimal seri lah (hehe, wth…) biar jung yunnie babo itu tau kalo joongie jg kuat.

  9. beneran nih mau dibuat kejam? kekekek…
    yuuki.. aku agak kurang ngerti arti dari judulnya apa bener artinya itu emm…kesadaran cinta? sotoy ye? trus arti sebenarnya apa sie? penasaran eke heheheheh…
    ceritanya jgn lua diupdate ye, ditunggu soalnya…

  10. omo… appa udah liat umma naked.. omo..::>_<::
    perang udah deket nh.. ga sabar liat pertemuan umpa dimedan tempur.

    semoga perasaan keduanya bisa berubah…
    fighting yuuki…

  11. Appa cepat “hajar” umma diranjang!!!! #eh
    ..Ahra, firasatmu tidak diragukan kali ini…krna uri joongie mau di terkam beruang >w<
    Penasaran gimana selanjutnya *penasaran next chapter ada NC ato nggak #dilemparmenyan

  12. ck, daddy kau itu bener2 dech, setelah ngintip mommy mandi kau tetap bakal lanjutin penyerangan??
    kau mau membuat mommy kecapekan??
    awas ya ntar ga dikasih jatah ma mommy lho.. *pikiran makin ngaco tengah malem gini*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s