Consious a Lofa II


Tittle                : Consious a Lofa II

Writer               : NaraYuuki

Genre               : Mau bantu Yuuki menentukan?

Rate                 : M

Cast                 : All member DBSK (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan) and Others. Seiring bertambahnya Chap castnya pun akan disesuaikan.

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : This is YunJae Fan Fiction (Boys Love), M-Preg. Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut.Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) TANPA EDIT.

.

.

Consious

.

.

 

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

.

.

.

Baju perang emas itu berkilauan tertempa cahaya senja yang menyusup melalui celah jendela. Gorden berwarna putih usang berkibar-kibar tertiup angin senja yang dingin dan membawa kesedihan bagi namja yang masih mengenakan baju kebesarannya sebagai seorang jenderal tertinggi pasukan militer Artesis, kota yang berdiri sendiri tanpa terikat dengan negara mana pun disekelilingnya. Kota yang menjadi incaran negara-negara besar mengingat berlimpahnya sumber daya alam di sana. Emas, tembaga, batu bara, timah, besi, hutan dan tanah yang subur. Siapapun pasti tergiur untuk menjajah kota itu. Namun pertahanannya yang kuat membuat semua pihak yang berniat menancapkan panji kebesaran mereka di kota itu harus siap berperang melawan militer Artesis yang tidak terbilang lemah untuk ukuran kota yang tidak terlalu besar itu (seluas Jawa Tengah). Sampai saat ini hanya satu negara yang berani menyerang kota Artesis, Cassiopeia. Dua tahun lalu Negara dengan panji rasi bintang utara itu menorehkan luka yang dalam pagi seluruh penduduk kota Artesis, luka yang dibubuhi kebencian dan dendam yang mendalam.

“Dua tahun ini aku sudah mencarinya, tetapi tidak kunjung ku temukan juga. Ottoke?” keluh yeoja itu. Selendang sutra berwarna merah muda yang melingkari lengannya kotor dan berdebu akibat pergerakannya yang berjalan kesana-kemari seolah-olah sedang mencari sebuah harta karun.

“Ahra ya… tenanglah sedikit! Hormati para pahlawan yang bersemayam di sini.”

Oppa…. Tanpa benda itu Oppa tidak akan bisa dikukuhkan menjadi pemimpin.” Yoeja itu terlihat hendak menangis.

“Karena memang bukan aku pemimpinnya Ahra ya. Jaejoongielah pemimpinnya….” namja dengan warna rambut coklat keemasan itu menatap sosok yang tengah berjongkok di hadapan sebuah baju perang emas, baju jenderal yang dikenakannya terlihat sangat kuat dan angkuh membuatnya nampak begitu gagah bila dilihat dari punggungnya.

“Joongie masih terlalu muda, Oppa.” Lirih Ahra. “Oppa tidak akan membiarkannya mengambil tanggung jawab itu, kan?”

“Lusa ulang tahunnya yang ke-19, setahun lagi Joongie akan berusia 20 tahun. Tanpa belati simbol kepemimpinan itu pun Joongie tetap akan menjadi pemimpin.”

“Hyunjoong Oppa!” pekik Ahra kesal. Yeoja berusia 22 tahun itu nampak marah pada namja yang 5 tahun lebih tua darinya, namja yang selalu memikirkan adiknya dan membuatnya sedikit cemburu.

Hyunjoong diam dan memilih mengamati sosok yang perlahan-lahan berdiri dari posisi berjongkoknya tadi. Hyunjoong masih ingat jelas apa yang namja itu katakan padanya dua tahun yang lalu di tepi kolam teratai, “Begitu Hyung menikahi Ahra noona selamanya Hyung akan memimpin kota ini. Atau… Hyung harus membunuhku untuk mendapatkannya. Dua pilihan yang sama mudahnya untukmu kan Hyung?”

Mudah memang kedengaranya, tetapi Hyunjoong tidak bisa melakukannya. Hyunjoong tidak bisa menikahi Ahra yang tidak dicintainya, Hyunjoong juga tidak bisa membunuh sosok yang tengah memakai baju jenderalnya itu, orang yang sangat Hyunjoong cintai.

“Suara kalian sangat berisik!” mata segelap mutiara rusa betina itu menatap tajam Ahra dan Hyunjoong yang kini sudah terdiam, “Tinggalkan aku! Jangan selalu mengikuti karena aku bukan anak kecil lagi. Aku seorang jenderal sekarang!”

“Kau mendapatkannya karena memaksa Hyunjoong Oppa untuk memberikan posisi itu padamu, Joongie.”

Noona!”

Ahra terdiam. Adiknya yang manis, adiknya yang polos… entah sejak kapan mata adiknya yang selalu membuatnya iri itu diliputi oleh kemarahan, kebencian dan dendam. Ahra mencengkeram kuat dadanya, menghela napas panjang sebelum pergi meninggalkan tanah pekuburan itu dengan air mata berlinang. Sangat menyakitkan ketika adik yang teramat disayanginya justru membentaknya seperti itu.

“Ahra hanya mengkhawatirkanmu, Joongie.”

“Jangan pura-pura mengasihaniku, Hyung.” Bibir semerah darah itu mengukir senyum sinisnya, “Kita semua tahu apa yang tengah terjadi sekarang.”

Hyunjoong menatap namja indah itu dalam-dalam.

“Mencari belati kepemimpinan setelah 2 tahun menghilang hanya untuk mengukuhkanmu? Cih!” namja yang mengenakan baju jenderalnya itu menatap Hyunjoong sinis, “Bukankah aku sudah memberitahumu cara termudah, Hyung? Nikahi Ahra noona atau membunuhku? Kenapa kau repot-repot mencari belati itu, huh?”

“Aku mencintaimu, Joongie. Harus berapa kali aku mengatakannya agar kau percaya?” tanya Hyunjoong.

“Cinta? Bila kata itu keluar dari mulutmu, Hyung… maka itu adalah sebuah kebohongan. Bahkan aku tidak berani mempercayai diriku sendiri sekarang.” Doe eyes gelap itu menatap Hyunjoong nyalang, “Tinggalkan aku!” usirnya.

“Aku tulus padamu, Joongie.”

“Ketulusan itu bisa dihianati dengan mudah. Jadi jangan mengatakan hal seperti itu padaku!”

“Jaejoongie….”

Srak!

Namja yang mengenakan baju jenderalnya itu mengeluarkan pedang perak panjangnya dari sarung pedangnya kemudian dihunuskan ke arah Hyunjoong, “Tinggalkan aku atau kau memilih menjadi salah satu penghuni kuburan ini?!”

Hyunjoong tersentak kaget, tidak menyangka sosok yang sangat dicintainya itu kini berubah menjadi dingin seperti ini. Dengan perasaan terluka Hyunjoong melangkah pergi meninggalkan pekuburan itu dalam sunyi.

Mata gelapnya terpejam sesaat, menyamankan dirinya dari sesak yang menghimpit dadanya. Disarungkannya kembali pedang miliknya kemudian berbalik dan menatap baju perang emas yang hampa itu dengan tatapan nanar.

Appa… lihat? Kedua orang itu bersikap seolah-olah peduli kepadaku.” Dengan tangan gemetar dikeluarkannya belati peninggalan ayahnya, belati kepemimpinan yang dicari-cari oleh sang kakak tadi, “Benda ini akan sangat berbahaya bila tetap berada di kota ini, Appa. Karena itu ijinkanlah aku untuk membuangnya sebelum mereka merampas dan membunuhku dengan keji.”

.

.

Bruk!

Untuk terakhir kalinya namja jangkung itu menebas punggung prajurit terakhir yang sempat bernyawa. Ditatapnya beberapa kereta yang berisi bahan makanan yang akan dibawa entah kemana oleh para prajurit kota Artesis yang kini sudah tidak bernyawa lagi itu. Sedikit penyesalan meremas hati nuraninya saat dengan tega dirinya membantai orang-orang yang tidak berdosa, tetapi apa boleh buat? Dirinya harus tetap menjalankan tugas. Tugas sebagai seorang panglima.

“Dimana Yunho hyung?” tanya Changmin saat tidak mendapati kakaknya berada bersama mereka.

“Ku lihat tadi dia berlari ke arah tenggara menuju kota.” Jawab namja tampan berpipi sedikit gempal yang menduduki pangkat sebagai tangan kanan petinggi Cassiopeia itu sambil memerintahkan pasukannya menggunakan bahasa isyarat untuk berkumpul.

“Membunuh pemimpin Artesis dengan cara sesederhana ini dengan pasukan yang hanya terdiri dari 20 orang saja. Apa kau pikir akan berhasil, Hyung?” namja jangkung itu melirik namja di sebelahnya.

“Entahlah Changmin. Yunho yang sekarang berbeda dengan Yunho yang dulu. Bahkan kita sendiri belum tahu siapa pemimpin kota itu setelah meninggalnya Choi Siwon.”

“Siapa lagi? Tentu saja anaknya.”

“Changmin…. Anak sulung Choi Siwon adalah seorang perempuan, tidak mungkin diangkat menjadi pemimpin dalam kondisi siaga seperti sekarang. Sedangkan anak bungsu masih berada dibawah umur, seumuran denganmu mungkin.”

“Yoochun Hyung, kau lupa bahwa aku kini menjadi seorang panglima perang, huh?”

“Tidak lupa. Hanya adat istiadat di dalam kota itu yang tidak bisa membaur dengan dunia luar. Mereka membuat batasan untuk kalangan mereka sendiri.” Jawab Yoochun.

“Kota yang mengerikan! Aku ingin menduduki kota itu untuk mencuci otak para penghuninya!”

“Sayangnya begitu kota itu berhasil kita duduki, maka Yunho akan langsung membantai penduduknya.”

.

.

Baju perang emas yang teronggok di dalam sebuah gardu kecil di kawasan pekuburan itu menarik perhatian Yunho. Kilau emas itu mengingatkannya pada kejadian dua tahun yang lalu dimana dirinyalah yang membuat pemilik baju emas itu meregang nyawa. Kejadian dimana dirinya kehilangan ibu yang sangat disayanginya.

Srak!

Mata Yunho membulat ketika tiba-tiba saja sebuah pedang tajam sudah menghunus kepadanya. Kewaspadaannya kendur ketika kilau baju emas itu menggoda kenangan pahit yang disimpannya dalam palung hatinya.

“Kau siapa? Apa yang kau lakukan di sini?”

Yunho menatap sosok yang tengah menghunuskan pedang kepadanya. Beruntunglah sebelum memasuki kota laknat ini tadi Yunho sudah menukar pakaiannya dengan pakaian salah satu dari pakaian prajurit yang sudah dibunuhnya. “Tu…. Tuan….” Yunho mulai bersikap layaknya seorang prajurit rendahan yang takut pada atasannya, namun tidak mengurangi kewaspadaannya sebagai seorang pemimpin tertinggi negara Cassiopeia.

“Siapa namamu dan dari batalion mana kau berasal?”

Yunho memutar otaknya. Sial! Siapa sebenarnya yeoja berpakaian perang yang terihat garang ini?

“Jawab!”

“Jung Hyunno dari batalion 5.”

“Eoh? Batalion 5? Bukankah sedang ditugaskan untuk mengirim pasokan makanan ke camp pengungsian?”

Yunho mengangguk pelan, “Kami diserang oleh orang tidak dikenal. Aku melarikan diri sebelum mereka menangkapku.” Dengan sangat terpaksa Yunho menyusun kebohongan yang sebenarnya memang terjadi pada batalion 5, semoga perkiraannya tidak meleset.

“Diserang? Siapa? Pasukan Cassiopeia? Apa mereka sudah menyerang?” mata sebening mata rusa betina itu bergerak gelisah.

Yunho yang mengamati orang aneh di hadapannya itu dengan tidak sabar. Kota ini pasti sudah gila karena mengijinkan yeoja ikut bertempur. Itulah yang Yunho pikirkan.

“Jenderal! Jenderal Choi Jaejoong! Jenderal!” seorang prajurit berlari menuju arah Yunho dan yeoja aneh itu dengan tergesa.

“Ada apa?”

“Terompet perang sudah ditiup. Anda diminta untuk segera kembali.” Ucap prajurit itu sedikit tergesa.

“Perang? Terompet? Kenapa aku tidak mendengarnya?”

“Karena kau bodoh!” batin Yunho, “Tunggu, Jenderal? Seorang perempuan?” Yunho mengamati sosok itu dengan mata terbelalak kaget.

“Baiklah! Pergilah dulu!”

Prajurit itu membungkuk dalam sebelum kembali berlari pergi, memperingatkan siapa saja yang bisa ditemuinya.

Yunho sedikit tersentak kaget ketika mata bulat hitam legam itu menatapnya tajam, “Kau mungkin kelelahan setelah penyerangan yang kau alami. Tetapi ku harap kau bisa membantu rakyatmu sekarang. Pulang dan siapkan senjatamu. Kita akan membalas kepedihan dua tahun yang lalu yang sudah ditorehkan oleh Cassiopeia pada kita.”

“Kalianlah yang akan aku binasakan!” batin Yunho. Mata setajam musangnya menatap sosok aneh yang sudah berlari meninggalkan pekuburan itu. “Choi Jaejoong…. Mari kita bertemu dimedan pertempuran.”

.

.

TBC

.

.

Gomawo ne yang sudah memberikan vote, yang like & share ke FB juga. Jeongmal gomawo.

Balasan Feedback Chap kemarin, mian ga bisa balas langsung jadi Yuuki cantumkan di sini saja ne🙂

MyBaby WonKyu : Ini FF iseng karena ane kagak bisa tidur kemarin Tante😀

T3Jj kim : Jangan ditunggu #jitak Tria

echasefry : Belum tentu Chagy😀 Bagaimana ya? Biarkan mereka yang menjawabnya ottoke?

nina : Chagyaa, Yuuki jawabnya pelan-pelan saja ne :3

dewifebrianayasmin : Apanya yang lanjut?

Karin Cassiopeia : Belum tentu Chagya :p Ayo semangat Ujian kenaikan kelasnya (y) Fighting!

diennha : Ini sudah 2 tahun kemudian pan? Ne, Umma yeoppo. Kyaaaaaaaaaaaaaaaa >_<

azkhana : Okay Mak😀 Hadiah buat ane mana?

tennobestari Kalau jadi koin aja bagaimana? Kasihan bumerangnya #ganyambung #abaikan😀

hime yume : Kalau kagak TBC otak ane meledak #capek😦

yuuqy : Sudah ne (y) Hohohoho….😀

Kim Hyewon : Hallo Hyewonie❤ Gomawo ne🙂

Rani : Yuuki juga kagak tahu tuh. Bagaimana?

ayumi : Menarik? Yuuki stress mikirnya #epepisengkurangajar -_-

r.metya : Kasihan Hyunjoong ahjushi #pukpuk

Buat yang kemarin sms Yuuki pakai nomor produk Indosat, nomor akhirnya 332 Yuuki ucapkan terima kasih banyak atas smsnya. Tapi maaf tidak Yuuki balas karena nama Yuuki bukan Author. Sekali lagi Gomawo.

.

.

Sunday, June 01, 2014

12:06:49 PM

NarYuuki

16 thoughts on “Consious a Lofa II

  1. Ping-balik: Consious a Lofa II | Fanfiction YunJae

  2. sdh bertemu … knp yunpa melihat jaema langsung seorang yeoja? ckck yunpa matanya masih kotokan jendral tampan itu dikira yeoja :p
    apa yunpa akan menyamar msh jd pasukan artesis dan menyerang cassiopeia?
    deg2an apa ia yunpa tega menghunus pedangnya ke jaema ?
    ini sulit diterima … knp umpa saling membenci?
    umma sebelum ditusuk pedang appa buruang tusuk appa, enggak tega kalau umma yg terluka. yuuki eonni … please umma harus lebih tangguh dr appa meskipun umma msh remaja. ya eonni ya … umma harus kuat jgn dibuat lemah :3

  3. yeiyy chap 2 keluar jg..
    akhirnya umpa ketemu juga..tapi kenapa appa bisa beranggapan umma itu yeoja.. hmmm… pertemuan selanjutnya pasti di medan tempur. aigo..ga sabar liat pertempuran umpa..
    next chap yuuki.🙂

  4. omoo yunjae dah ketemu tapi kasian yunyun ne masak namja tampan seperti joongie dikira yeoja yunyun harus pakek kaca Mata kuda ne #plak
    hahahah awas jatuh cintrong ma joongie ne
    hoho ditunggu waktu luangnya untuh update chap depaan fingting met tipitas
    poppo yuuki emmuuaach

  5. waaaa padahal eomma appa ketemu lhoo~~~
    hahaha yunppa ngira klo jaema yeoja
    sikap jaema berubahnya kok agak nakutin iia
    gg percaya siapa2, malah nyakitin diri sendiri

  6. pngn sih bntuin eon tentuin genrenya
    tpi ak gk ngrtiiii
    #plakkk
    encehhh msih lma ya eon hhihihihi
    appa lcik bngtt
    umma kn gk slah

  7. haduh yunho bilang klo jae itu bodoh padahal dia juga sama kan si jaejoong juga cowok dikira cewek dasar appa kacamata dipakai gih hehehe

    wah nggak nyangka kl pertemuan pertamanya yunjae bakal kaya gini
    makin penasaran gimana reaksi jaejoong klo tau klo yunho itu ternyata penguasa cassiopea hemzz penasaran
    yuuki Semangat
    aku menunggu mueh menunggu ff mu hehehe

  8. ggyyaaa….yuuki emng spesialis ff fantasi ne, smuanya bagus trmasuk yng ini…
    jdi pnasaran klnjutannya lagi n lagi…
    dtunggu ya klanjutannya…
    yuuki jjang!^^

  9. chap 2 datang. horeeee..
    haha yun pabo menyangka jae yeoja kakaka
    gak kebayang kalau si jae tau, itu reaksinya gimana kekeke
    itu si yun bakal terus nyamar gak?
    ah penasaran, di tunggu chap selanjutnya..

  10. yuukiiiii…
    ini cerita bikin gemes dah, dah punya masing2 dendam pas ketemu situasi nya medukung udah ini mah pecah perang batin pembaca#gigit jari
    yuuki jgn kejamkejam ye ama umpa merekakan ga tau ap2, cuma korban keadaan aje saeenggg..

    bagaimanapun ceritanya tetep semangat lanjut yah ^0^

  11. Umma dikira yeoja? Huahahaha…
    Di kedua belah pihak saling menyalahkan… sebenernya kenapa ibunya Yunho mau bunuh Siwon? ah, ini menjadi misteri kkk.
    Hyunjoong bener bener suka sama JJ? andwae!

  12. daddy, masa ga bisa liat kl mommy tu namja?? -_-
    kebiasaan dech, udh terpengaruh sama kecantikan mommy jd rada2 gitu dech..
    aigo, bener2 bikin greget nie,,
    awas lho dad, jgn sampe kelepasan..
    kl mommy kenapa2 nnti dirimu juga yg repot..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s