Ancestor V


Tittle                : Ancestor IV

Author              : NaraYuuki

Genre               : Yang jelas fantasy gagal

Rate                 : -M

Cast                 : All member DBSK (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan), Go Ahra and others

Disclaimer:       : They are not mine but this story,Jung Hyunno, Cho Eunsa, Park Hyunbin,Park Daejin  are mine, NaraYuuki

Warning           : Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut.Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back) ataupun pada tempat dan dimensi yang berbeda. TANPA EDIT.

.

.

Baca FF Fantasy Yuuki harus pelan-pelan, biar ga binggung!

FF Fantasy Yuuki tidak terikat dengan kebudayaan manapun jadi silahkan bebaskan imajinasi masing-masing ketika membacanya.

.

.

Ancestor Poster

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

.

.

.

“Syal itu cocok untukmu, Noona….” ucap Yunho saat menemani sosok cantik itu di kamarnya usai berkeliling rumah untuk sedikit melakukan nostalgia. Banyak hal yang sebenarnya ingin namja tampan itu sampaikan dan bicarakan pada ‘noona’nya, tetapi Yunho tahu bahwa sosok cantik itu pasti kelelahan setelah melewati pintu dimensi dari tanah kaum peri.

“Benarkah? Ummamu memang pandai dalam merajut.” Jemari pucat itu mengusap syal merah yang melilit leher jenjangnya, “Kau masih memanggilku Noona? Aku namja, Yunho. Tidakkah kau ingin memanggilku Hyung saja?”

“Sangat cocok untukmu walaupun kau namja sekalipun….”

Senyum tidak pudar dari bibir semerah chery itu, “Suamiku juga bernama Jung Yunho. Sama seperti namamu….” mata hitam legam itu menatap sosok namja dewasa yang nyaris tidak dikenalinya pada pertemuan mereka yang pertama setelah 200 tahun tidak bertemu, “Putraku bernama Jung Siwon yang menikah dengan Kim Kibum dan melahirkan seorang putra bernama Jung U-Know yang kemudian menikah dengan Kim Hero. Mereka memiliki putra bernama Micky yang menikah dengan Xiah dan memiliki anak bernama Max dan Hyunbin. Terus lahir keturunan Jung yang tidak bisa ku hitung dengan jari yang ku punya. Tetapi lihatlah sekarang…. Yang tersisa dari keluarga Jung hanyalah kau, ibu dan saudara-saudaramu. Aku tidak ingat lagi kalian keturunan yang keberapa…. Tetapi setidaknya aku tahu bahwa aku masih memiliki keluarga.”

“Kau keberatan aku memiliki nama suamimu, Noona?” tanya Yunho. Mata setajam musang itu mengawasi sosok cantik itu lekat-lekat, “Aku bisa mengubah namaku bila kau menghendakinya.”

“Ah, Ani…. Itu hanyalah sebuah nama….”

“Lalu kenapa kau terlihat murung?”

“Semuanya berubah Yunho… anakku, cucuku dan semua keturunanku yang lain sudah meninggal. Aku menyaksikan mereka menjadi abu dengan mata kepalaku sendiri. Tetapi aku…. lihatlah dirimu! Dulu ketika aku meninggalkanmu kau baru berusia 5 tahun, masih anak kecil polos yang sangat lucu dan selalu meminta digendong. Sekarang… kau sudah menjadi namja dewasa bahkan menjadi pemimpin kaum kita. Ibumu pun mulai menua. Sedangkan aku? Lihatlah diriku! Terjebak dalam tubuh ini selamanya. Tidak bisa menua, tidak bisa mati…. Sejujurnya, aku sangat merindukan kematian….” Chery lips itu kembali tersenyum ketika lawan bicaranya tidak menyahut sama sekali, “Kau pasti lelah. Tidurlah! Kita bisa bicara besok pagi lagi.”

Yunho hanya bergeming (diam/ tidak bergerak sama sekali) menatap sosok cantik itu. Mencoba mempetrahankan kewarasan yang tersisa dalam dirinya.

Wae?” Jaejoong menatap Yunho yang berdiri dalam diamnya, “Wajahmu mengatakan kau sangat lelah. Istirahatlah, Yunho…. Kita lanjutkan pembicaraan kita esok hari. Aku janji akan menemanimu bicara….”

Yunho lagi-lagi tidak menyahut.

“Yunho?”

“Besok pagi, mungkin semuanya sudah berubah Noona.”

“Berubah?”

“Caraku melihatmu tidak akan lagi sama seperti saat ini. Besok pagi semuanya akan berubah. Kau harus menyiapkan diri, Noona.” Ucap Yunho sebelum melangkah pergi, “Selamat malam….”

Dan pintu itu pun kembali tertutup.

.

.

“Nenek moyang kita. Aku benar, kan? Dia nenek moyang kita? Kim Jaejoong yang legendaris itu. Daebak! Dia benar-benar sangat cantik dan menawan.” Puji Changmin.

Magnae!” panggil Yoochun.

Changmin melirik kakak sulungnya yang sepertinya sedang melamun, “Yunho Hyung. Selama ini kau menolak para yeoja yang mengejarmu dan menolak semua pinangan yang diberikan oleh beberapa keluarga bangsawan yang ingin menjadikanmu menantu mereka. Wae? Apakah karena Kim Jaejoong itu?” tanyanya, “Hyung, usianya jauh lebih tua darimu.”

Mata setajam musang itu menatap Changmin, “Lalu apa masalahnya kalau dia lebih tua dariku?” tanyanya.

“Tapi dia nenek moyang kita.” Gumam Changmin.

“Changmin benar Yun.” Ucap Yoochun, “Kim Jaejoong mungkin masih kelihatan sangat muda tetapi sel tubuhnya pastilah…”

“Percaya atau tidak sel tubuhnya sama seperti sel tubuh vampire berusia 17 tahun. Detak waktunya seolah-olah berhenti. Dia seperti berjalan diruangan yang hampa.” Yunho menatap kedua adiknya dengan wajah serius.

“Diantara semua vampire namja berwajah cantik yang hidup di sini, kenapa kau memilih Kim Jaejoong, hum?” tanya Yoochun, “Kau bahkan selalu bermimpi bercinta dengannya. Mengerikan!”

“Apakah itu salah?” Yunho melirik adiknya tajam.

“Tidak.” Yoochun menggelengkan kepalanya pelan, “Tetapi bagaimanapun juga dia tetaplah orang yang dihormati dan dijaga oleh kaum kita. Mendambanya sama saja mendambakan bulan dalam genggaman, Yun.”

“Kalau begitu akan ku raih bulan yang kau maksud itu, Chun!” ucap Yunho penuh keseriusan.

“Apa kau sudah kehilangan kewarasanmu Jung Yunho?!” Tanya Yoochun yang kesal dengan sikap kakaknya.

“Yunho hyung mamang sangat keras kepala.” Gerutu Changmin, “Suatu saat kau akan menyesali kekeraskepalaanmu ini, Hyung.”

“Mungkin. Dan bila saat itu tiba Kim Jaejoong sudah pasti menjadi milikku.”

“Lupakan dia! Biarkan dia sendiri dengan kewarasannya yang tersisa.” Yoochun menarik lengan Changmin, membawa adiknya itu pergi dari ruang perapian hangat yang sejak tadi menjadi tempat pertemuan mereka.

.

.

Rumah sendiri memang terasa sangat nyaman. Walaupun dua ratus tahun ini dihabiskannya di istana para Dryad. Berada di lingkungan baru yang nyaman tetapi rumah akan tetap terasa lebih nyaman bila dibandingkan dengan kenyamanan jenis apapun di dunia ini. Dan namja cantik itu pun mengalaminya.

Berada di antara para Dryad, peri hutan untuk menyusun sebuah buku mengenai perjalanan bumi selama beberapa ribu tahun terakhir ini sekaligus menemani mendiang Eunsa−sahabatnya benar-benar mendatangkan kerinduan di hati namja cantik itu. Aroma rumahnya, keramahan kaumnya, semuanya begitu berbeda dengan yang ditawarkan oleh para Dryad dan peri manapun yang ada.

Bahkan airnya pun terasa berbeda….

“Yunho?” mata kelam itu menatap namja yang dulu sempat ditimangnya, mengulum senyuman yang tidak pernah berubah sejak dulu.

“Kau terlihat menawan dengan balutan kimono seperti itu.” Puji Yunho ketika melihat tubuh indah itu terbalut selembar kimono mandi berwarna maroon, sama seperti warna gorden dan seprei yang berada di kamar itu.

“Kenapa kau di sini? Bukankah pelayan….”

“Aku menyuruh mereka pergi.” Jawab Yunho yang bisa mengerti pertanyaan yang akan namja cantik itu lontarkan padanya.

“Kenapa? Ada yang ingin kau bicarakan padaku? Katakan….” pintanya. Didudukkannya dirinya di sebuah sofa berwarna hitam yang berada di bawah jendela kaca besar yang membuat cahaya matahari pagi menyinari kamar luas itu.

“Kim Jaejoong, aku menginginkanmu!” ucap Yunho.

“Menginginkanku? Untuk apa? Apa yang bisa ku lakukan untukmu, hm? Kau ingin aku membantumu apa?” tanya namja cantik itu sedikit kebingungan, “Kalau kau ingin bertanya soal sejarah kaum kita, dengan senang hati aku akan menjawabnya. Tetapi bila kau ingin memintaku ikut menjadi pasukan militermu aku akan menolaknya kerana kau tidak bisa bertarung, aku juga tidak bisa menggunakan kekuatan seperti para prajuritmu itu.” Terangnya.

“Aku menginginkanmu. Dirimu. Bukan kemampuanmu yang tahu sejarah bangsa vampire ataupun memintamu ikut menjadi pasukan militerku. Aku hanya menginginkanmu. Dirimu dan semua hal yang ada padamu.”

“Yunho….”

“Sejak kecil aku selalu mendambamu, mengikutimu, mengawasimu dalam kepolosan yang kala itu masih mengikatku. Dan sekarang ketika aku sudah dewasa, aku menginginkanmu dengan seluruh hasrat dan gairah yang ku punya.”

Namja cantik itu tetap tersenyum, “Yunho, mungkin kau hanya sedang bimbang.”

“Tidak ada kebimbangan seperti ini.”

“Kau mungkin hanya mengagnggapku sebagai Noona yang istimewa sama seperti ketika kau masih kecil.” Ucapnya, “Tidak apa-apa Yunho. Aku tetaplah ‘noona’mu yang dulu. Tidak ada yang berubah walaupun 200 tahun telah berlalu.”

“Tidak! Bukan seperti itu. Aku menginginkanmu…. Aku selalu mendambamu dan membayangkanmu dalam gairah yang tidak pernah bisa ku tahan hingga nyaris membuatku mati.”

“Yunho….” lengan pucat itu terjulur menyentuh permukaan wajah Yunho, mengusap bekas luka yang berada di bawah mata kiri namja dewasa itu pelan, kulitnya menjadi lebih kasar dibandingkan ketika Yunho masih kecil dulu. “Kau boleh memanggilku ‘Noona’ semaumu, tetapi jangan pernah lupa siapa dirimu. Kau adalah pemimpin kaum kita sekarang. Kau yang akan memikul semua tanggung jawab dan kelangsungan hidup kaum kita. Jadi sebelum melakukan tindakan yang akan merugikanmu, kau harus memikirkannya masak-masak.”

Yunho mencekal pergelangan tangan pucat itu kuat-kuat. Mendatangkan angin dingin yang tiba-tiba saja menguar dari dalam tubuhnya, membuat suhu hangat ruangan luas itu tiba-tiba turun dan terasa sangat mencekam. Bahkan jendela kaca itu pun ikut retak karenanya.

“Kau bisa membunuhku perlahan-lahan bila menguarkan aura seperti itu, Yun. Bukankah kau tahu kalau aku ini vampire biasa yang tidak memiliki kekuatan apapun selain keabadian yang melingkupiku?”

“Tidak! Tidak akan ku biarkan kau mati dengan mudah.”

“Yunho…. Kau hanya sedang kebingungan sekarang. Tenangkan pikiranmu dan….”

Namja tampan itu menghambur memeluk sosok cantik yang sedikit terkejut akibat pelukan Yunho, “Kali ini jangan menganggapku anak kecil lagi, Jaejoongie….”

Doe eyes itu membulat ketika merasakan taring tajam namja yang semasa kecil dulu selalu ditimangnya itu kini menancap di lehernya dan mulai menghisap darahnya, “Yunho! Jung Yunho! Tidak! Hentikan!” Jaejoong merasakan jiwanya tercabut.

Menghisap darah seorang vampire itu adalah salah satu dari ritual perkawinan mereka. Darah yang membaur merupakan tanda bahwa sang vampire sudah terikat –setidaknya begitulah yang terjadi. Secara tidak langsung –entah sadar atau tidak− Yunho sedang melakukannya pada Jaejoong.

.

.

Yeoja itu menangis mendapati sosok yang sangat dijaganya dengan segenap hatinya itu terlihat bagaikan mayat hidup seperti ini. Bukankah ini lebih menyedihkan daripada kematian sekalipun?

Doe eyes indah itu terus mengalirkan air mata, tubuh pucatnya yang dipenuhi oleh jejak keunguan itu bergetar hebat setiap kali Ahra membasuhnya –memandikannya dengan sangat perlahan.

Tidak ada isakan yang terdengar, tetapi yeoja itu tahu bahwa sosok cantik yang kini tengah berendam di dalam bath up itu berada pada titik terendah kewarasannya untuk menerima apa yang baru saja terjadi pada dirinya.

Tidak tahan dengan pemandangan di hadapannya, yeoja yang sudah dipenuhi gurat-gurat waktu itu mendekap tubuh bergetar itu dari belakang, menumpahkan tangisannya, meratapi apa yang putra kebanggaannya itu sudah lakukan pada sosok yang begitu dijaganya.

“Ahra ya…. Bila kau melihat malaikat kematian, tolong minta dia untuk mencabut nyawaku! Aku merasa sangat hina sekarang.” Lirihnya.

Disetubuhi oleh namja yang dulu ditimangnya, yang dulu dimanja dan dimandikannya, yang dulu dininabobokan olehnya adalah jauh lebih buruk daripada merampok atau pun membunuh para manusia untuk diambil darahnya. Lebih ironis lagi, mereka adalah keluarga, mereka bahkan belum menikah dan baru bertemu selama beberapa jam setelah kepulangannya. Andai ia tahu hal seperti ini akan menimpanya sepulangnya dirinya dari tanah para peri, akan lebih bijaksana bila ia tinggal di sana selamanya dalam kesepian dan kehampaan daripada pulang untuk menjemput kehinaannya.

Bukankah begitu?

.

.

TBC

.

.

Mian kalau hasilnya jelek.

Gomawo yang sudah baca.

.

.

Monday, April 28, 2014

7:09:12 PM

NaraYuuki

21 thoughts on “Ancestor V

  1. Ping-balik: Ancestor V | Fanfiction YunJae

  2. Wah, Yunho sudah melakukan ritual perkawinannya!
    Itu Yunho meninggalkan Jae begitu saja setelah ritual penyatuan mereka?
    Aaah, aku sempat baca draft-nya. Nah, apa setelah penyatuan ini akhirnya Jae bisa menua? Aku menunggu kelanjutannya ^^

  3. aaaa akhirnya jaema milik yunppa juga
    hehehehe
    yaahh walaupun harus mengorbankan kewarasan jaema
    kyk nya jaema shock berat iia

  4. kasian jae sabar yunho memang orang yg bener2 gak waras
    itu juga karena kemenawanan seorang jaejoong

    makin seru!!!!
    menunggu menunggu!!!!!!!!!

  5. appa bear lari??
    knapa bukan dia ajja yg mandiin umma?

    uuhh..bisakah setelah ini jaemma memiliki waktu yg sama dg kaumnya? menua…mengandung dan melahirkan kmbali?

  6. yun kmna hbs ‘anu’ in jae..kasian jae sndrian. apa jae tetap abadi stelah itu atau ke abadian ny bkalan hilang? di tunggu next chap ny chingu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s