Ancestor II


Tittle                : Ancestor II

Author              : NaraYuuki

Genre               : Yang jelas fantasy gagal

Rate                 : -M

Cast                 : Umma, Appa and others

Disclaimer:       : They are not mine but this story and Jung Hyunno are mine, NaraYuuki

Warning           : Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut.Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back). TANPA EDIT.

.

.

Baca FF Fantasy Yuuki harus pelan-pelan, biar ga binggung!

FF Fantasy Yuuki tidak terikat dengan kebudayaan manapun jadi silahkan bebaskan imajinasi masing-masing ketika membacanya.

.

.

Ancestor Poster

.

.

PASTIKAN BACA WARNINGNYA DULU

.

.

.

.

.

Noona…. Gendong!” anak laki-laki itu menjulurkan tangannya pada sosok cantik yang sedang menatap kelamnya langit malam itu, membuat chery lipsnya melengkung sempurna.

Yah Yunho ya! Siapa yang mengajarimu tidak sopan begitu, huh?” yeoja itu mendelik kesal karena kelakuan putranya yang menurutnya tidak sopan.

Gwaechana Ahra ya….” si cantik itu tersenyum, “Kau ingin aku menggendongmu Yunie?” diusapkannya jemari lentiknya pada kepala anak laki-laki yang sangat tampan dan menggemaskan namun sedikit bandel itu.

Anak laki-laki tampan yang baru berusia lima tahun itu menggangguk pelan, tangannya masih terjulur ke atas.

Arra….” chery lips itu melengkung indah, lengan pucatnya terjulur untuk mengangkat tubuh berisi anak laki-laki kecil itu kemudian digendongnya dengan sangat hati-hati.

Mianhae atas kelancangan Yunho….” ucap yeoja yang sedang mengusap perut buncitnya, “Saya harap anda tidak tersinggung. Dia masih anak-anak.”

Gwaechana Ahra…. Bila sudah besar nanti Yunho akan menjadi pemuda yang hebat. Karena dia seorang Jung….” jemari pucat nan dinginnya mengusap wajah polos anak laki-laki pertama yang lahir sebagai putra keeluarga Jung.

Noona, Yunie mau jalan-jalan ke kota. Naik kereta kuda. Membeli manisan dan gula-gula….” anak laki-laki bermata musang itu memeluk erat leher jenjang berwarna putih pucat itu dengan sangat erat.

Aigoo! Yah Jung Yunho! Kapan Umma mengajari tidak sopan begitu huh?” sang ibu sangat gemas, ingin sekali mencubit atau menepuk pantat putra tampannya sebagai hukuman. Bagaimana bisa Yunho bersikap seperti itu pada orang yang paling dihormati oleh seluruh kaumnya?

“Ahra ya…. Tidak apa-apa. Setidaknya sebelum aku pergi aku harus menyenangkan hati uri Yunie, ne….”

“Tetap saja. Anda terlalu memanjakannya.” Gerutu Ahra. Wanita hamil itu sepertinya lupa bahwa dirinya sedang berbicara dengan orang yang seharusnya paling dihormati olehnya.

“Yunie ya…. Aku akan menemanimu ke kota naik kereta kuda, aku juga akan membelikanmu manisan dan gula-gula. Ottoke?”

Jeongmal?” mata setajam musang itu mengedip polos, bibir berbentuk hatinya melengkung sempurna.

“Tidak sekarang.”

“Lalu kapan? Noona ya….” putra Jung Huan yang dilahirkan oleh Go Ahra itu merengek, hal yang hanya akan diperlihatkannya pada sosok yang dipanggilnya noona itu, sosok yang sangat disayanginya melebihi sayangnya pada sang ibu.

“Nanti ketika fajar sudah berkibar. Sekarang Yunie harus tidur dulu.”

‘Yunie tidur dengan noona?” tanya anak laki-laki bernama Yunho itu seperti sedang mengajukan sebuah penawaran.

Aigoo! Jung Yunho!! Aish! Kajja! Umma akan menghukummu karena sudah tidak sopan seperti itu.” Murka sang ibu melihat kelakuan putranya.

Siroo! Hueeeee…. Noonaa….” lilitan pada leher jenjang itu semakin mengerat ketika sang ibu berjalan semakin mendekatinya.

Gwaechana Ahra ya…. Biarkan malam ini Yunie Bear manja ini tidur bersamaku.”

“Tapi Yunho pasti akan merepotkan anda. Yunho sering terbangun untuk minta minum atau makan bila merasa lapar.”

“Ahra ya…. Aku pernah menjadi ibu.” Sosok cantik itu tersenyum, jemari tangan kanannya mengusap punggung anak laki-laki dalam gendongannya agar sedikit tenang dan mengendurkan lilitan tangan mungil itu pada lehernya, walaupun tidak akan membuatnya mati tetapi hal itu sedikit menyulitkannya, “Bahkan dulu ketika suamimu seusia Yunie, dia selalu merengek ingin menyusu kepadaku karena menganggapku ibunya.”

“Anda yakin?”

“Aku selalu yakin pada apa yang aku lakukan Ahra ya. Tinggalkan Yunie bersamaku, dia akan baik-baik saja.”

“Saya akan meninggalkan anda, tetapi saya mohon jangan ragu untuk membangunkan saya bisa anak bandel ini membuat repot anda.”

“Tidak akan Ahra ya…. Kajja, istirahatlah.”

Yeoja itu menggangguk pelan kemudian pergi meninggalkan kamar besar itu, membiarkan putranya bersama orang yang sangat di istimewakan oleh kaumnya.

“Nah Yunie, kajja kita tidur.” Kaki jenjang itu melangkah menuju arah ranjang, tanggannya menepuk-nepuk punggung anak laki-laki itu pelan, terlihat sekali pewaris nama keluarga Jung itu nyaman diperlakukan sedemikian rupa.

Noona….”

“Hm?”

“Kalau Yunie sudah besar maukah Noona menjadi pengantin Yunie?”

“Eh? Kau melamarku tuan Muda Jung?” dicubitnya hidung anak laki-laki itu dengan gemas, “Biar kita lihat! Sehebat apa Yunie saat besar nanti. Ketika Yunie bisa megalahkan seluruh kaum kita maka aku akan mempertimbangkannya. Ottoke?”

Jinjja?”

Ne. Kajja! Sekarang kita tidur.” Dibaringkannya anak laki-laki bermata musang tampan itu di atas tempat tidur yang dilapisi seprei sutra halus berwana maroon, mengusap kepalanya pelan sebelum ikut berbaring disisinya.

“Aroma Noona….” anak laki-laki itu mengendus-endus bantal yang menjadi alasnya sebelum merengkuh leher itu, memeluknya hingga terlelap.

Ne, tidurlah Yunie….” bisiknya seolah menidurkan anaknya sendiri.

.

.

“Anda yakin akan melakukannya? Banyak yang tidak selamat ketika melakukan perjalanan melintasi dimensi itu. Apakah anda yakin?”

Doe eyes kelam itu menatap anak laki-laki yang sedang terlelap di atas tempat tidurnya, satu-satunya orang yang ia biarkan bermanja memeluk bahkan mencium pipinya. Bibirnya tersungging ketika semalam anak laki-laki itu mengusapkan wajah pada dadanya, mencari sesuatu di sana sebelum menepuk-nepuknya sampai terlelap. Mungkin anak itu mengira dirinya adalah ibunya, “Kalau kematian yang dijanjikan penguasa waktu padaku harus ku lalui dengan cara seperti itu, maka aku akan melakukannya. Hidup terlalu lama itu sedikit membosankan. Kau tahu?”

“Tetapi….”

“Huan, siapkan saja semuanya. Bila aku tidak selamat kau akan mendapatkan kabar kematianku dari burung-burung punai, dan bila aku berhasil menyebrangi jembatan dimensi itu kau pun akan mendapat kabar dari para Dryad. Tidak perlu khawatir. Jalankan tugasmu dengan baik! Lindungi keluarga kita dan besarkan Yunho dengan kebijaksanaan yang kau punya. Aku yakin dia akan menjadi anak yang luar biasa nantinya.”

.

.

Anak laki-laki itu terusik ketika sinar matahari itu membias pada wajah tampannya, sedikit mengeluh namun anak laki-laki pertama di keluarga Jung itu berhasil membuka mata setajam musangnya, menggeliat pelan dan menolehkan kepalanya mencari sosok yang semalam menemani tidur indahnya. Semalam bahkan Yunho bermimpi menaiki unicorn dan terbang bersama kuda beraksa milik Elf Langit.

“Kau haus Yunie?”

Ah, suara yang selalu dirindukannya. Bibir berbentuk hati itu melengkung indah ketika mendapati orang yang dicarinya tengah duduk di atas kursi panjang yang terbuat dari kayu jadi asli yang berasal dari pulau di daratan tropis bernama Kalimantan, sedang membaca buku tebal berwarna coklat usang yang menurutnya tidak pantas dipegang oleh orang secantik itu.

Anak laki-laki itu merangkak pelan turun dari ranjang, mengucek kedua mata musangnya agar pasir mata yang mengurangi wajah tampannya bisa hilang. Berjalan pelan dengan sepasang kaki pendeknya menuju ke arah sosok cantik yang tengah melempar senyum manis kepadanya.

Noona….” rengeknya manja.

Lengan pucat itu meraih tubuh sedikit berisi Yunho, memangku anak laki-laki pertama keluarga Jung sebelum mengulurkan segelas susu yang dicampur oleh darah dan sayur-sayuran berwarna merah lainnya. Bagaimanapun juga Yunho masih kecil, kebutuhannya akan darah sebagai insting alami seorang vampire masihlah belum bisa dikendalikan. Nanti, mungkin ketika Yunho sudah remaja anak itu akan diajari bagaimana caranya mengendalikan ketergantungannya pada darah, makanan pokok bagi sebagian kaumnya.

Uri Yunie Bear benar-benar haus ne?” senyum itu menghiasi wajah rupawannya begitu melihat bagaimana lahapnya Yunho meneguk minumannya, “Enak?” tanyanya ketika Yunho menyerahkan gelas yang terbuat dari emas murni itu padanya, gelas yang sudah kosong tidak bersisa.

Ne.” Hanya anggukan singkat yang Yunho berikan.

“Sekarang Yunie mandi dulu, ne?” ucapnya ketika melihat dua orang pelayan yang biasa mengurus pangeran muda itu memasuki kamarnya dengan badan yang sedikit dibungkukkan. Sepertinya mereka sedikit sungkan berada satu ruangan bersamanya.

Siro!” Yunho menggelengkan kepalanya, menyandarkan tubuhnya pada dada noona kesayangannya, menikmati suara detak jantung yang terdengar sangat menenangkan itu.

“Bukankah kita akan pergi ke kota? Naik kereta kuda, aku juga akan membeli manisan dan gula-gula?”

“Tapi Yunie tidak mau mandi bersama mereka.”

“Lalu? Yunie mau mandi bersama Umma?”

Ani. Yunie mau mandi bersama Noona.”

“Tuan muda!” kedua pelayan itu tersentak kaget mendengar keinginan tuan muda mereka.

“Aku sudah mandi Yunie.”

Jeongmal? Kenapa tidak menunggku?”

“Yunie terlalu lama tidur.”

“Harusnya Noona membangunkanku!”

“Lain kali, ne. Sekarang Yunie mandi dulu. Aku akan memeriksa kereta kudanya.”

Sedikit tidak rela Yunho kecil turun dari pangkuan noona favoritenya dan berjalan menuju arah para pelayannya berada, “Yunie tidak akan lama. Noona tunggu Yunie ne….” ucapnya sebelum pergi.

“Yun… anak kecil itu juga bernama Jung Yunho, sama sepertimu. Kedua mata musang polos itu selalu mengingatkanku padamu, membuatku tersiksa. Kapan kau akan menjemputku, Yun? Kesendirian ini lebih menyakitkan daripada melihatmu mati dulu….” batin Jaejoong.

.

.

Derit roda kereta yang ditarik oleh kuda-kuda gagah itu melaju membelah jalanan hutang siang itu. Udara musim semi yang sedikit dingin tidak menyurutkan celotehan dan keceriaan yang terpancar pada wajah tampan tuan muda Jung yang hari ini dijanjikan akan dibelikan manisan dan gula-gula oleh Noona favoritenya.

“Apa yang ibumu pesan tadi, Yunie ya?”

“Yunie tidak boleh merepotkan Noona.” Jawabnya singkat, “Noona, kenapa ahjushiahjushi itu menangkap rusa dan menjangan? Untuk apa?” tanyanya ketika melihat segerombolan namja dewasa yang tengah berjalan di pinggir jalan sambil memanggul rusa dan menjangan mati.

“Untuk diambil darahnya, bukankah itu makanan yang sangat Yunie suka juga?”

“Bagaimana kalau rusa dan menjangannya punah akibat terlalu sering diburu?”

“Tidak, tidak akan punah.”

Wae?”

“Karena para manusia bertugas mengebangbiakkannya sesuai perjanjian dengan kaum kita.”

“Perjanjian apa Noona?”

“Perjanjian yang mengikat kaum vampire untuk tidak menyerang manusia asal para manusia menjaga stabilitas hewan-hewan itu agar keberlangsungan hidup mereka tidak punah dan kita tidak kekurangan makanan.”

“Yunie ingin ke tempat para manusia, Noona. Yunie ingin melihat rusa dan menjangan!”

Jemari pucat itu mengusap lembut kepala sang tuan muda, “Tidak boleh Yunie. Kita tidak boleh ke tanah manusia atau kita akan mendapatkan ramal matahari yang sangat mengerikan itu.” Ucapnya, “Sayangnya ramal matahari itu pun tidak mampu membunuhku.” Gumamnya pelan.

“Tapi Yunie mau meilihat rusa yang masih hidup….” mata setajam musang itu berkaca-kaca.

“Yunie bisa melihatnya di hutan.”

“Mari kita ke sana.”

Ani. Hari ini kita akan pergi ke kota membeli manisan.”

Arra…. Tapi besok kita harus ke hutan ne….”

“Mungkin lain kali ne….”

.

.

Sepanjang jalan hampir semua orang yang berpapasan dengannya menunduk hormat padanya, tidap peduli apa jabatan dan apa kastanya. Seperti inilah yang setiap kali terjadi ketika dirinya pergi ke kota, agak mengganggu tetapi ia coba menerimanya karena ini adalah konsekuensi yang harus ia jalani sebagi seseorang yang tidak bisa mati, ah…. belum bisa. Setidaknya sampai sekarang.

Noona, kenapa semua orang memandangi kita?” anak laki-laki yang sedang membawa sekantung penuh manisan pada tangan kirinya dan sebuah gula-gula berwarna merah muda di tangan kanannya itu menatap binggung orang-orang yang sejak tadi menatapnya ─atau noonanya─ sambil sedikit berbisik-bisik.

“Mereka hanya mengagumi Yunie karena Yunie adalah anak laki-laki tampan yang sangat menggemaskan.”

Noona, mari pulang….”

“Eh? Bukankah kita baru sebentar di sini? Yunie juga katanya mau membeli mainan, hm?”

Ani. Yunie tidak suka mereka menatap Noona seperti itu! Noona milik Yunie!”

Chery lips merekah itu tersenyum. Seingatnya ketika hamil dulu Ahra tidak melakukan hal-hal yang aneh, kenapa jagoan kecil ini bisa bersikap seperti ini sekarang? Apakah karena darah yang mengalir dalam tubuhnya adalah darah keluarga Jung?

Arra. Dimana kereta kuda kita berada, hm? Apa Yunie ingat?”

Ahjushi kusir tadi memarkir kereta kudanya di dekat toko milik ahjushi penjual gula-gula.”

Ne. Mari pulang.” Diusapnya kepala bocah tampan yang sejak sampai di kota itu enggah turun dari gendongannya, “Hari ini cukup ne?”

Ne….”

.

.

“Tolong pikirkan lagi….” namja tua yang tergolek di atas ranjang itu menggenggam kuat jemari lentik pucat yang terasa sangat dingin itu, matanya sayu seolah-olah menatap malaikat kematian yang akan membawanya pergi ke dunia keabadian.

“Ryuhei, kau sudah mempimpin keluarga ini dengan baik. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku, aku tidak apa-apa.” Diusapnya wajah pucat ayah dari Jung Huan, kakek dari Jung Yunho itu pelan, “Aku akan baik-baik saja. Lagi pula mereka sudah menjemputku di perbatasan, aku harus segera pergi.”

“Anda akan meninggalkan saya?” yeoja itu terisak sambil memeluk suaminya.

“Aku akan kembali Ahra ya. Pasti. Kau harus menjaga Yunie dengan baik ne.” Ucapnya, “Kemarilah! Biarkan aku memelukmu Ahra ya…. 50 tahun ini kau sudah menemaniku dan merawatku dengan baik.”

“Hiks…. Anda harus makan dengan teratur.” Yeoja itu menghambur dan mendekap sosok cantik itu erat.

“Aku tahu Ahra ya…. Aku tahu….”

.

.

Ketika senja menunjukkan kuasanya dan malam mulai menjemput ratunya, sebuah kuda berwarna putih terang itu berlari kencang menyusuri jalanan hutan, melewati mata air rahasia, perumahan vampire hunter, melompati semak belukar dengan sangat cepat dan gesit hingga sampailah di sebuah air terjun yang menghasilkan suara gemericik air indah namun sangat keras.

Chery lips itu tersenyum ketika sepasang Dryad sudah menunggunya di sisi air terjun, menyibakkan airnya dan membuka pintu perlintasan dimensi yang akan membawa mereka ke tanah para peri tinggal.

Sepasang kaki jenjangnya menapak pada tanah berbatu di sisi air terjun, meninggalkan kudanya dan berjalan pelan untuk menghampiri para Dryad, “Kalian menungguku terlalu lama?”

“Anda tepat waktu, kamilah yang datang terlalu awal.”

“Mari….”

Ketiganya memasuki pintu dimensi itu bersama-sama, untuk terakhir kalinya doe eyes sekelam malam itu menatap kuda kesayangannya sebelum pintu itu kembali tertutup, air terjun yang semula terbelah pun kembali menyatu, sang kuda putih pun berbalik arah untuk kembali ke rumah.

Semuanya berakhir di sini….

Atau…

… bermula di sini?

.

.

TBC

.

.

Yuuki tahu Chap ini hancur dan terkesan dipaksakan. Tapi tidak apa-apalah…. Yuuki mampunya seperti ini.

Yang binggung FF ini silahkan baca Draff Ancestor dulu ya.

Selamat berakhir pekan🙂

.

.

Sunday, April 27, 2014

7:21:32 AM

NaraYuuki

23 thoughts on “Ancestor II

  1. Ping-balik: Ancestor II | Fanfiction YunJae

  2. huweeeee emak hampir mewek hukz
    yuuki Chan jaejoongie peri kaah
    n yunyun baby reinkarnasi dri yunyun dewasa mga aja amiiiin ditunggu chap depan

  3. Kya jj pergi..k tmpt para peri….yunho msh kecil sie….tar gmna mreka ktemu lg y…kya g sbar nunggu chap dpan..moga chap dpn mreka ktemu..dah pada ge..well jj kn abadi jd moga cpt gede

  4. jaema kemana iia itu eon?
    waktu baca draff na kukira jaema kyk perjalanan bisnis krn dia nenek moyang kaum vampir, tp kyk na ini beda iia eon perjalanan na
    yunppa kecil2 udh nunjukin sifat posesif na iia haha

  5. Yunho kecil itu sepertinya benar-benar titisan Jung Yunho yg agung🙂
    Aku suka kalau Yunho manja sama Jae *eh
    Itu Jae yg mau melintasi dimensi kah? Dia lakuin itu biar dia gak abadi lagi??
    Aku penasaran. Kalau Jae lintas dimensi, apa kabar Yunho kecil nanti? :’)

  6. eonnnnn ak bngung apa hbungam jung yunho suami jae sma ahra
    klo yunho kcil teralir darah jung brarti ahra ato suaminya msih ada ikatan kluarga sma appa yunnie bear ne
    ini umma mau kmna ??? bayanginnya umna pergi pke pintu doraemon hhi
    naru msuk lngsung nyampe tujuan

  7. . aigoo jinjja bayangin yunppa kecil, meski g seimut minnie oppa, te2p ja gemes… >_<
    . chap depan mulai seriusnya ni coz yunppa dah dewasa…🙂

  8. hahaha yunie kecil or besar sana aja posesifnya klo mengenai jae hihihi…omo apa jae melewati dimensi trus bakalan ketemu yun yg dewasa
    lanjut ne yuuki

  9. Ah eh salah duga=__=;hah
    Wah musti baca draff ancestor dulu kah..?tapi tanggung udh ditengah jalan..harusnya dikasi tau di chap awal…susa banget ngubek blogmu,yuuki! Mumpung inget, apa sblmnya ada yg bilang?(apa jgn2 ane aja reader yg byk maunya-_-) kalo bisa tampilan(?)nya diubah…gimana ya njelasinnya LOL
    Soalnya,misal nyari ff ancestor,trus kebuka semua chapternya kan. Nah tapi itu kebuka sama isi-isinya (kan satu chap lumayan panjang,apalagi kalo satu page ada 3chap),trus ff kamu urutannya dari chap terbaru ke chap terlama, jadi kita mesti nyari yang chap pertamanya mulai dari “older” dan tombol older itu adanya dipaling bawah postingan…. itu sangat makan waktu buat nge-scroll sampe bawah (apalagi yg baca dari hp T-T) dududuudu #digamparyuuki

    Buat simplenya aku kasih contoh yg aku maksud ky gini : http://ww2.sinaimg.cn/large/8991e691jw1egnzpsy9p1j20hs0scwfp.jpg
    Kalo bisa buat ky begitu😀
    Ato kalo bisa urutin aja ffnya, older to newest. Jadi ga perlu ngorek kepage sebelumnya..gtu yuuki. Aku gatau bisa ato ga ya..=_= ini cuma saran lho.

  10. (Masih belum puas komen hahaha)
    Oh jd si umma itu ratu vampir alias nenek moyangnya vampir..okeh
    Aku tadinya rada bingung sama yang part ini:

    “Ryuhei, kau sudah mempimpin keluarga ini dengan baik. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku, aku tidak apa-apa.” Diusapnya wajah pucat ayah dari Jung Huan, kakek dari Jung Yunho itu pelan, “Aku akan baik-baik saja. Lagi pula mereka sudah menjemputku di perbatasan, aku harus segera pergi.”
    (Awalnya aku kira ini adegan ahra dgn ayah mertuanya?? Tapi ternyata jae dgn ayahnya jung huan/kakek yunho..)

    “Anda akan meninggalkan saya?” yeoja itu terisak sambil memeluk suaminya.
    (Aku masih ngira ini ahra ngomong sama ayah mertuanya…’anda’ yg dimaksud ahra itu padahal jae kan?lol)

    “Aku akan kembali Ahra ya. Pasti. Kau harus menjaga Yunie dengan baik ne.” Ucapnya, “Kemarilah! Biarkan aku memelukmu Ahra ya…. 50 tahun ini kau sudah menemaniku dan merawatku dengan baik.”
    (Disini aku ngira yg ngomong iki si ryuhei, ayahnya jung huan alias kakek yunho…#plak)

    “Hiks…. Anda harus makan dengan teratur.” Yeoja itu menghambur dan mendekap sosok cantik itu erat.
    (Tapi tiba2 aku terbingung2 kenapa ada kata2 “sosok cantik” yg harusnya kepunyaan umma xD)

    Dan sempet ngira jung huan itu anaknya jae..ato si siwon ganti nama #wk sinetron kalee
    Trus mana ini siwonnya ya? Tp kayaknya ikutan bapake ke surga..

    Ah maaf aku suka ngerusuh. Biasanya ga kok, tp sekalinya ngekomen suka bablas hehe. :v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s