Feelings


Tittle                : Feelings

Author              : NaraYuuki

Genre               : Romance/ Friendship? (FF ini Yuuki ga ngerti genrenya apa -_- )

Rate                 : T+

Cast                 : All Member DB5K

Disclaimer:       : They are (all Chara) not mine  but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut. TANPA EDIT.

.

.

Feelings

.

.

Yang jelek-jelek jangan ditiru ne😉

FF ini untuk Tante Sora Yagami aka Choco Momo😀

Yuuki terinspirasi dari FF Tante Sora yang judulnya A Doll. Yuuki nyontek juga idenya😀 V

Mian ne kalau hasilnya hancur.

.

.

.

.

.

Dalam mitologi Yunani ada hirarki yang pasti di bawah dewa tertinggi adalah kelas entitas yang dikenal sebagai para dewa, tidak seperti para dewa-dewa fana yang bisa mati atau dibunuh. Para dryad jatuh ke dalam kelas ini. Para dryad adalah nimfa kayu indah atau peri hutan. Mereka adalah roh gadis cantik dan ceria yang tinggal di daerah berhutan dan suka meloncat-loncat tentang saat melindungi pohon dan makhluk-makhluk di wilayah mereka. Dryad sangat damai dan biasanya dikenal sangat pemalu. Para dryad sangat erat terkait dengan pohon-pohon dan peri pohon masing-masing memiliki pohon tertentu. Para dryad tinggal di dekat pohon-pohon ini tetapi mereka tidak tinggal di pohon.

Dalam beberapa literatur dryad yang hanya dikenal sebagai peri pohon dan terutama sebagai peri pohon ek namun deskripsi yang lebih umum dari hutan nimfa lebih pas. Makhluk-makhluk ini sangat panjang hidupnya karena hubungan dekat mereka kepada para dewa dan mereka sangat damai. Sangat menarik untuk dicatat beberapa cerita ini makhluk pemalu dan lembut. Dryad digambarkan sebagai makhluk yang indah dan halus yang hanya bermain-main sukacita di alam dan hidup damai dengan hutan dan semua penduduk.

Semua hewan dan pohon adalah teman dari dryad yang dianggap sebagai pelindung mereka. Artemis adalah teman yang sangat dipercaya untuk semua dryad dan dianggap sekutu mereka. Itu adalah Artemis yang sering akan menjadi yang pertama untuk membalas dendam jika salah satu dryad harus jatuh korban kekejaman manusia. Para dryad sendiri juga bisa membalas dendam pertama pada seorang pria yang berusaha untuk merugikan pohon meskipun mereka mengatakan tidak suka mengambil tindakan seperti itu..

.

.

“Buku itu terlalu menarik hingga kau mengabaikanku, hm? Setelah kau memaksaku datang lalu kau mengabaikanku seperti ini? Betapa hebatnya dirimu Kim Jaejoong?!” namja bermata musang itu meraih jus strawberry milik Jaejoong dan menyeruputnya hingga nyaris tersisa seperempat saja.

Jemari lentik itu menutup buku tebalnya mengenai mitlogi Fairy yang sangat disukainya, bukan berarti dirinya masih bocah. Hanya menyukai dan tertarik mengetahui kedalaman dunia mahhluk-mahluk dongeng itu, “Dia mencampakanku….” chery lips merekahnya melengkung indah namun ada luka dan kesedihan dalam doe eyes kelamnya.

“Hm?”

“Dia yang ku cintai mencampakanku…. Selalu seperti itu. Bukankah aku sangat malang?”

“Setidaknya kau masih punya aku disismu.”

“Ya, benar. Bagaimana jadinya hidupku bila tidak ada Yunie Bear disisiku?” gumamnya lebih kepada dirinya sendiri.

“Mau jalan-jalan?”

Namja berwajah cantik itu menggelengkan kepalanya pelan.

“Belanja?” Jung Yunho, namja bermata musang itu meletakkan sebuah credit card di atas meja, “Berminat?”

Kajja!” namja cantik itu menggandeng tangan Yunho, “Aku ingin merubah penampilan Yunie Bear untuk pesta malam kesenian nanti.”

“Aku memberikan kartu itu padamu bukan bertujuan agar kau bisa berbelanja untukku tetapi untuk membuatmu merasa lebih baik, Boo.”

“Kalau ada Yunie Bear, aku akan menjadi sangat baik….”

Darah memang lebih kental daripada air, tetapi ada kalanya sebuah hubungan persahabatan bisa lebih erat dibandingkan dengan hubungan saudara sekalipun. Seperti hubungan persahabatan Jung Yunho dan Kim Jaejoong. Kebersamaan mereka yang terjalin sejak kecil membuat keduanya bagaikan magnet yang saling tarik-menarik satu sama lain, menjadi penyeimbang dan pelengkap bagi masing-masing. Yunho tanpa Jaejoong bukanlah apa-apa, begitu pula sebaliknya. Mereka saling membutuhkan tanpa mereka sadari.

.

.

Jaejoong mengulurkan buku mitologi Fairynya pada Yunho ketika doe eyesnya menatap namja yang tengah duduk di sampingnya itu sedang mengalami kebosanan akibat kemacetan yang menyebalkan ini.

Yunho memandang buku bersampul coklat tua kumal itu tanpa minat kemudian mengambilnya dan meletakkannya di atas pangkuannya, “Inilah aalasan kenapa tadi aku menolak menjemputmu menggunakan mobil.” Ucap Yunho, “Coba tadi kau setuju aku menjemputmu menggunakan motor.” Gerutunya.

“Motor sportmu itu sangat mencolok, Yunie Bear.” Ucap Jaejoong yang sibuk mengetuk-ketuk kemudinya.

“Oh Boo…. Motorku tidak ada apa-apanya daripada mobil seharga 6 milyarmu ini.” Balas Yunho. Andaikan tadi Jaejoong tidak merengek untuk dijemput menggunakan mobil mewahnya itu pasti sekarang mereka tidak akan terjebak kemacetan seperti ini. Yunho lebih suka motor sport yang menurutnya cukup bermanfaat ketika sedang macet seperti ini daripada mobil mewah yang membuat mereka tidak bisa kemana-mana.

Jaejoong tersenyum, menarik bahu Yunho dan mendaratkan ciuman di atas permukaan bibir berbentuk hati itu lembut, “Nanti begitu sampai di rumah aku akan membuatkan makanan enak untukmu.”

“Aku akan lebih kenyang setelah memakanmu.” Sahut Yunho.

Jaejoong tertawa kecil. “Tidak boleh. Tunanganmu akan marah, kau tahu. Aku juga baru putus cinta jadi akan sangat klise bila kita terlibat hubungan seperti itu, hm….”

“Aku sama sekali tidak keberatan, kau tahu? Bagaimana bila aku membatalkan pertunanganku?” tanya Yunho, “Aku rela melakukan hal itu asal kau mau berada disisiku.”

“Aku selalu berada di sisimu Tuan Jung.” Ucap Jaejoong. Bukankah memang seperti itu? Dirinya selalu berada disisi Yunho apapun yang terjadi. Bahkan ketika kedua orang tuanya meninggal pun dirinya memilih berada disisi Yunho daripada ikut kakaknya, “Dan jangan lakukan itu. Ahra yeoja yang baik.”

“Tidak ada yang lebih baik darimu, Boo.” Yunho melirik Jaejoong dengan ekor matanya, “Percayalah….”

“Aku ingin percaya pada apa yang kau katakan, tetapi lihatlah kenyataan yang ku alami selama ini!” Jaejoong mengemudikan perlahan mobilnya ketika mobil yang berada di depannya mulai berjalan perlahan. Entah kapan kemacetan ini akan terurai, “Semua yang menawarkan cinta mereka padaku justru memberikan luka yang lebih parah untukku. Ironis, bukan?”

“Mereka sangat pengecut kalau begitu.” Sahut Yunho.

“Hm…. Begitulah. Dan aku paling muak ketika mereka mengatakan alasan tidak masuk akal mereka sebagai pembenaran untuk mencampakanku begitu saja.”

“Biar ku dengar.”

“Tia meninggalkanku karena katanya aku lebih cantik darinya. Cih! Alasan yang sangat bodoh bukan?”

“Kenyataannya kau memang lebih cantik darinya.”

Yah!”

“Hm…. Bagaimana dengan pacar terakhirmu?”

Nugu? Kwanghae?”

“Kau punya pacar lain selain kutu buku itu?”

Jaejoong melirik Yunho dan mendengus kesal ketika tiba-tiba saja mobil di depannya berhenti mendadak, “Dia bilang aku tidak pantas dengan orang sepertinya.”

Alis Yunho bertaut, “Tidak pantas?”

Jaejoong memutar radio, menikmati alunan lagu Taxi yang dilantunkan oleh boy band DBSK yang memiliki kualitas musik luar biasa, boy band yang paling disukai namja cantik berbibir penuh nan ranum itu, “Entah apa maksudnya tapi dia benar-benar menjauhiku. Semua mantan pacarku selalu menjauhiku ketika berpapasan denganku di jalan. Ck…. Bukankah itu sangat aneh?”

“Hmmmm….” sahut Yunho.

“Apakah menurutmu aku akan menemukan pasangan yang sepadan? Dalam artian mau menerimaku apa adanya tanpa melihat status sosialku?” tanya Jaejoong, “Ah…. Memuakkan.”

“Mari kita lihat…. Siapa yang tahan dengan namja yang memiliki paras lebih cantik daripada yeoja?”

Cheri lips merekah itu merengut kesal.

“Siapa yang akan tahan dengan namja yang hobi berbelanja hingga jutaan won dalam sehari dan sangat menyukai mitologi peri, hm? Katakan padaku siapa orang yang akan tahan?”

“Jung Yunho?”

“Ck, coret nama itu dari daftar!”

“Sayang sekali Jung Yunho Bearku berada di daftar nomor satu. Ottoke? Apa yang harus ku lakukan, hm?”

“Aku akan mengalah kalau begitu….”

“Bagus.”

.

.

Suara itu tidaklah buruk, hanya sedikit berisik dan itu cukup mengganggu. Membuat Jaejoong sedikit gusar dan tidak tenang.

“Apa yang merisaukanmu, hm?” namja bermata musang itu mengusap lembut helaian halus yang menguarkan aroma memabukkan namun sangat menyenangkan. “Katakan padaku! Tadi kau sudah memaksaku belanja selama lima jam lamanya, aku menurutimu dan mencoba segala jenis baju yang kau pilihkan untukku, aku pun ikut memilihkan baju serta perhiasan yang kau inginkan, apa itu masih kurang untukmu, hm?”

“Aku seorang Kim, kan?”

“Tidak ada yang meragukan hal itu.”

“Lalu kenapa aku tidak seberuntung Hyung dan Noonaku, huh?” tanya Jaejoong, namja cantik itu mendongakkan kepalanya yang tengah bersandar pada dada bidang Yunho untuk menatap mata setajam musang yang sangat dikaguminya, “Hyunie menjadi artis sukses dan dipuja banyak yeoja. Narsya memiliki suami yang mencintainya dan selalu memanjakannya, sedangkan aku…? Aish! Berkali-kali patah hati dan menelan kekecewaan. Satu-satunya yang benar dalam diriku adalah aku tidak kelaparan dan jatuh miskin begitu saja setelah Appa dan Umma meninggalkanku.” Keluh Jaejoong.

Yunho hanya tersenyum, Hyunie dan Narsya yang dimaksud oleh Jaejoong adalah Kim Hyunjoong dan Kim Narsya, kakak-kakak Jaejoong. Hyunjoong berprofesi sebagai aktor, penyanyi serta model yang sangat sukses dan dipuja oleh para yeoja karena wajah tampannya. Narsya kakak sulung Jaejoong sudah menikah dengan seorang pengusaha sukses, mereka sekarang menetap di Amerika. Walaupun sudah dipisahkan keadaan dan kesibukan masing-masing namun keduanya sama sekali tidak melupakan Jaejoong. Narsya dan Hyungjoong selalu memperhatikan keadaan dongsaeng kesayangan mereka, menelpon dan mentransfer uang untuk Jaejoong, bahkan bulan lalu Hyunjoong memberikan hadiah sebuah mobil seharga 6 milyar pada Jaejoong ketika adiknya itu memintanya.

Jaejoong bukanlah namja yang suka menghambur-hamburkan uang, dari saham yang diwariskan mendiang ayah dan ibunya yang tersebar dibeberapa perusahaan dan investasi lainnya kesemuanya disimpan Jaejoong dengan baik, Jaejoong akan menggunakan uang itu bila dibutuhkan. Uang jajan dari Hyunjoong dan Narsya pun tidak pernah disentuhnya karena selama tinggal bersama Yunho namja tampan bermata musang itulah yang memberikan uang bulanan untuk makan mereka. Jaejoong dan Yunho tinggal bersama di apartemen Yunho begitu keduanya lulus SMP, tepat satu bulan setelah orang tua Jaejoong meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat. Narsya yang menginginkan Jaejoong tinggal bersamanya di Amerika, Hyunjoong yang ingin Jaejoong tinggal bersamanya akhirnya hanya bisa gigit jari saat adik mereka memilih hidup bersama Yunho.

Narsya dan Hyunjoong sudah mengenal Yunho dengan baik karena namja bermarga Jung itu dan Jaejoong memang sudah bersahabat sejak TK. Kedua orang tua Yunho pun sudah sangat mengenal Jaejoong karena tidak sekali atau dua kali namja cantik itu menginap di kediaman keluarga Jung. Bahkan ibu Yunho kerap kali mengajak Jaejoong belanja bersama, Ayah Yunho pun kadang menelpon Jaejoong ketika merindukan masakan namja cantik itu yang terkenal sangat enak. Sepupu dan sahabat Yunho pun sangat menyukai dan akrab dengan Jaejoong, hanya satu orang yang kurang menyukai Jaejoong. Ahra, tunangan Yunho.

Tapi apa yang mereka pedulikan soal yeoja itu?

Tidak ada!

Buktinya sampai sekarang Yunho dan Jaejoong masih tinggal bersama. Ahra toh tidak akan berani melukai Jaejoong karena siapapun yang berani melukai namja cantik itu akan berurusan dengan Jung Yunho. Dan bukan perkara mudah bila harus berurusan dengan satu-satunya penerus keluarga Jung itu.

“Yun….”

“Hm?”

“Kapan hujannya berhenti? Aku lebih suka mendengar rintik hujan yang lembut bukan suara keras dan kasar seperti ini.”

“Bukankah suara hujan selalu sama?”

Ani! Beda.” Jawab Jaejoong, “Kemarin suara hujan sangat lembut dan tenang tidak seperti sekarang. Aku tidak suka.”

“Lalu bagaimana aku harus menghadapi ketidaksukaan Boo Jaeku, hm?”

Jaejoong meraih ponselnya, mengutak-atiknya sebentar kemudian menunjukkannya pada Yunho, “Ada novel tentang fairy, pegasus dan dragon yang baru terbit. Maukah kau membelikannya untukku?” tanyanya, “Aku sudah meminta pada Hyunie hyung dan kau tahu jawabannya apa?”

“Apa?”

“Hyunie hyung bilang, ‘Aku bahkan akan membelikan toko bukunya bila Baby Joongie mau meninggalkan bocah bermata musang itu dan tinggal bersama hyung tampannya’ bukankah hyungku sangat narsis?”

“Akan ku pesankan langsung agar hari ini juga Boo Jae bisa membacanya.” Ucap Yunho yang langsung meraih handphonenya, mendial nomor yang tertera pada bagian bawah laman situs yang ditunjukkan Jaejoong melalui handphonenya.

“Tapi bukankah ini sudah malam?”

Yunho melirik jam dinding ruang keluarga apartement mereka, pukul 09.45 PM. “Apapun akan ku lakukan untukmu, Boo….” ucap Yunho, “Termasuk parasit kotor yang mencoba meracuni hati dan pikiranmu itu.” Batinnya.

Jaejoong mengeratkan pelukannya pada perut Yunho, “Gomawo Yunie Bear. Semoga Ahra tidak membunuhku karena ini.”

“Oh, dia tidak akan pernah berani, Boo. Aku jamin itu.”

.

.

Eoh?” doe eyes kelam Jaejoong membulat ketika seorang yeoja cantik berbalut dress panjang indah yang membuat penampilannya terlihat semakin anggun. Hebatnya yeoja itu menyatakan cintanya pada Jaejoong di depan semua orang yang sedang menghadiri acara malam kesenian yang diselenggarakan oleh pihak kampus tempat mereka belajar.

Jung Suyeon namanya, Jessica panggilannya.

Yeoja itu kini tengah tersenyum manis pada Jaejoong, “Jaejoong Oppa, aku sangat menyukai Oppa. Maukah Oppa mempertimbangkannya? Maukah Oppa menjadi namja chinguku?” tanyanya.

Jaejoong menatap gelisah orang-orang yang tengah memperhatikan mereka tanpa menyadari ada seseorang yang tengah tersenyum mengejek dan meremehkan padanya.

Oppa?” panggil Jessica ketika namja yang berada di hadapannya itu tidak kunjung memberikan jawaban kepadanya.

“Eh? Eh? Ne? Wae?”

“Apa jawaban Oppa?”

“Ah… jawaban? Nene…. Jawaban.” Gumam Jaejoong seperti orang linglung, “Mian. Bisakah kau memberikan waktu untuk memikirkannya? Ini sangat mendadak untukku.” Ucap Jaejoong.

Arraso. Besok pagi aku akan menemui Oppa usai kuliah untuk medapatkan jawabannya.” Ucap Jessica riang kemudian berlalu meninggalkan Jaejoong.

“Akankah kali ini berakhir sama seperti yang sebelum-sebelumnya?” gumam Jaejoong. Entahlah, namja cantik itu hanya merasa tidak terlalu yakin. Kegagalannya selama ini seperti mendatangkan trauma tersendiri bagi dirinya.

.

.

“Yunho!” Jaejoong mendorong tubuh namja tampan itu ketika Yunho terus saja mengecup bibirnya, “Apa kau minum banyak diacara tadi?” tanyanya. Entah apa yang membuat sikap Yunho berubah seperti ini.

“Dia yeoja brengsek! Aku ingin membunuhnya!” Rancau Yunho.

Nugu?” tanya Jaejoong, “Kau bertengkar lagi dengan Ahra? Karena apa?” tanya Jaejoong. Di acara kesenian kampusnya tadi Jaejoong sempat melihat Yunho yang berdebat sengit dengan tunangannya, karena tidak ingin ikut campur namja cantik itu memilih menjauh dan menunggu Yunho sendiri yang akan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi padanya.

Yunho menghela napas panjang, berbaring terlentang di samping Jaejoong, mata setajam musang yang sedang memburu mangsanya itu menatap langit-langit kamar yang terbiasa mereka tiduri sejak usia mereka 15 tahun, terhitung sudah 7 tahun lamanya.

“Yun?”

“Tidak bisakah kau diam sebentar dan menciumku saja, Boo?” tanya Yunho.

“Oh, aku akan merasa sebagai simpananmu kalau terus melakukan hal seperti itu setiap kali Ahra bertengkar denganmu.” Sahut Jaejoong.

“Kau bahkan terlalu berharga untuk sekedar menjadi simpananku, Boo.”

“Lalu?”

“Aku berpikir kalau aku melenyapkannya, mungkin aku tidak harus terikat padanya. Bagaimana menurutmu, hm?”

Jaejoong menolehkan kepalanya, menatap wajah tampan namja yang sudah 7 tahun hidup satu atap dengannya itu lekat, “Leluconmu tidak lucu.” Jaejoong menepuk-nepuk pelan wajah Yunho, “Lebih baik aku ganti baju dan cucu muka lalu tidur daripada mendengarkan omonganmu yang sedikit tidak masuk akal itu Bear.”

Mata musang Yunho terus mengawasi namja cantiknya yang tengah mengambil piayama dari dalam lemari dan membawanya menuju arah kamar mandi.

“Jangan mengintip….” ucap Jaejoong sebelum memasuki pintu kamar mandi dan mendatangkan tawa lepas dari Yunho.

“Oh, Boo…. Aku bisa gila bila tidak menyingkirkan yeoja itu!” sedikit kasar Yunho meraih handphonenya dari atas meja kemudian mendial nomor yang sudah sangat dihafalnya. Menunggu sesaat sebelum akhirnya tersambung, “Yongseo? Ne, ini aku. Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku….”

.

.

“Mencari siapa, Boo?” tanya Yunho ketika namja cantik di hadapannya itu sejak tadi selalu menengok ke kanan dan kiri dengan pandangan yang kurang fokus seperti mencari-cari sesuatu.

“Em, Yun…. Kau tahu Jessica?”

Yeoja yang menyatakan cinta padamu saat malah kesenian dulu?”

Ne.” Jaejoong menggangguk pelan.

Yunho tersenyum sembari menikmati roti baka keju miliknya, “Waeyo?”

“Kenapa aku tidak melihatnya lagi ya?” gumam Jaejoong, “Padahal dia bilang mau menemuiku.” Jaejoong meraih tangan Yunho yang sedang memegang sepotong roti bakar keju kemudian mengarahkan tangan itu ke mulutnya dan mengigit sedikit roti bakar milik Yunho yang mendatangkan gelak tawa dari namja bermata musang itu.

“Oh, ku dengar dia sudah di Drop Out (DO).” Jawab Yunho yang mengigit roti bakarnya, tepat di tempat yang tadi dicuri oleh Jaejoong.

Mwo? Kenapa bisa?” doe eyes kelam itu membulat.

“Aku tidak mengurusi urusan orang lain, Boo. Lagi pula kenapa aku harus peduli pada apa yang terjadi padanya, hum?” tanya Yunho.

“Kau kan Jung Yunho, Bear. Biasanya kau tahu apa yang tidak ku ketahui…. Aigoo! Sekali lagi, kenapa setiap orang yang mendekatiku berakhir seperti ini? Menghilang tanpa jejak. Sedikit mencurigakan, bukan?”

Yunho tidak menyahut. Kadang-kadang Jaejoong memang terlalu bicara banyak dan bila namja cantik itu mulai berceloteh ria, Yunho memilih mendengarkan hingga saatnya dirinya harus menyahut. Jaejoong akan marah bila obrolannya disela.

Bear….”

“Hm….”

“Ada pameran buku, maukah hari ini menemaniku jalan-jalan?”

“Kemarin kita sudah memborong buku mitologi apalah itu yang menjadi kesukaanmu, Boo. Apakah masih kurang?” tanya Yunho.

“Aku tahu Yunie Bearku tidak akan mengecewakanku dengan memberikan kata-kata tolakkan padaku bukan?”

“Kau tahu aku tidak bisa menolakmu, Boo.” Sahut Yunho.

Arra. Aku akan menunggumu di parkiran. Kau masih ada kuliah statistik, bukan?”

“Ya, dan ku harap otakku tidak meledak karenanya.”

“Oh, Yunie Bearku sangat cerdas bukan?”

“Dan Yunie Bearmu ini juga manusia biasa, Boo….”

Arraso….”

.

.

Kimi no koemo sono hosoi katamo

Sono hitomi mo boku no mono jyanai

Donna ni subanii demo

Kimi no mirai kawa sanai kakiri

Kono omoi wo kanaeru koto wa dekinaiyo

Hitotoki no yume itai hodo suki nano

Yoru ga omotteku….

Sambil membaca buku tebalnya yang bercerita tentang mahluk-mahluk mitologi yang belum bisa dibuktikan keberadaannya, di temani lantunan melodi indah yang terdengar dari dalam mobil yang terparkir rapi di halapan universitas elit Seoul, membuat namja cantik itu merasa nyaman. Jaejoong mamang lebih suka menghabiskan waktunya seperti ini ketika sedang menunggu Yunho.

Tok tok tok….

Jaejoong menolehkan kepalanya ketika jendela kaca mobilnya diketuk oleh seseorang. Seorang yeoja yang sangat dikenalnya, yeoja itu sudah berdiri dengan angkuhnya di samping mobilnya sambil melipat kedua tangannya di dada. Usai menyematkan penanda di halaman yang baru saja di bacanya, Jaejoong meletakkan buku bersampul hijau pucat itu ke dalam tasnya kemudian keluar dari mobil untuk menemui sang yeoja, Ahra.

“Ahra? Mencari Yunho?” tanya Jaejoong, “Dia masih ada kuliah.”

Ya Kim Jaejoong! Berapa kali aku bilang padamu, huh? Jauhi Yunho Oppa!” ucap Ahra kesal.

Mwo? Kenapa aku harus menjauhinya? Apakah aku melakukan kesalahan pada Yunho?” tanya Jaejoong binggung. Seingatnya dirinya sama sekali tidak melakukan kesalahan pada Yunho kecuali semalam ketika dirinya mendorong Yunho saat namja bermata musang itu menciumnya kasar.

Yah! Yunho oppa adalah tunanganku.”

“Lalu apa masalahnya, huh?”

“Kau tinggal serumah dengan tunanganku, brengsek!”

“Ada yang salah dengan itu? Kami bersahabat, kan? Bukankah hal itu wajar?”

Yeoja itu mengangkat tangannya, hendak menampar wajah Jaejoong yang menurutnya sangat memuakkan itu, wajah polos yang baginya tidak ada bedanya dengan topeng iblis yang menyebalkan itu harus segera disingkirkan, “Ahhh….” Ahra merintih saat pergelangan tangannya terasa sangat nyeri akibat dicengkeram kuat dan sedikit dipelintir.

Bear?”

Boo, bisa kita tunda sebentar pergi ke pameran bukunya?” tanya Yunho.

“Tapi pamerannya hanya diadakan hari ini saja, Bear. Sampai pukul 5 sore. Ottoke?” gumam Jaejoong. Sejujurnya Jaejoong malas pergi sendiri ke tempat-tempat umum tanpa Yunho karena bisa membuatnya tidak nyaman. Tapi apa boleh buat bila Yunho ingin berdua dengan Ahra. Bukankah yeoja itu tunangannya, calon istri Yunho? Akan sangat masuk akal bila Yunho lebih mementingkan Ahra daripada dirinya, “Sepertinya aku tidak lagi berminat.” Ucap Jaejoong yang langsung masuk mobil begitu saja, menyalakan mesin mobil dan mengemudikannya menjauhi lahan parkir kampus.

“Kau sudah membuatku mengecewakannya, orang yang sangat penting bagiku.” Yunho semakin meremas kasar tangan Ahra.

“Yunho Oppa!” pekik Ahra kesakitan.

Yunho menghempaskan tangan Ahra kasar, “Hei Go! Aku tidak pernah setuju untuk bertunangan denganmu. Appa dan Ummaku pun belum memberikan restu padamu, kenapa kau bisa percaya diri sekali dan mengumbar pada semua orang kalau aku ini tunanganmu, huh? Apa karena Appamu yang seorang perdana mentri itu? Baiklah, kalau begitu aku akan mengurus semuanya sampai beres mulai sekrang. Dan kau… nikmati saja hadiah yang akan ku berikan padamu.” Setelah mengucapkan kalimat itu Yunho pergi berlalu begitu saja. Cukup sudah urusan dengan yeoja merepotkan satu itu.

.

.

“Hei, wae? Katakan padaku?” Yunho mendekap kepala Jaejoong erat ketika namja cantik itu terus menangis sejak tadi. Yunho tahu Jaejoong tidak pernah suka bila keinginannya ditolak, “Mianhae….” sesalnya.

“Aku baru menyadarinya.” Ucap Jaejoong dengan suara paraunya, “Tidak selamanya kau akan berada disisiku, Bear. Kau akan menikah dengan Ahra dan bila hari itu tiba aku akan sendirian, sebatang kara…. haruskah aku ikut Narsya noona atau Hyunie hyung?” gumamnya. Tanpa disadarinya wajahnya sudah basah oleh air matanya sendiri.

Yunho mencium puncak kepala Jaejoong, mendekapnya semakin erat, “Tidak. Bila harus meninggalkanmu aku tidak akan menikahi siapapun.”

“Kalau Ahra tidak ada, apakah Yunie Bear selamanya menjadi milikku?”

“Bila itu yang Boo Jae harapkan maka aku akan memberikannya.”

“Aku menginginkannya. Boleh?” doe eyes itu mendongak menatap wajah tampan Yunho yang tengah tersenyum kepadanya.

Yunho mengecup chery lips merekah itu lembut, mengusap jejak air mata menyebalkan dari wajah cantik itu perlahan, “Tentu saja. Boo Jae akan mendapatkan apa yang Boo Jae inginkan.”

Gomawo Yunie….”

Tidak!

Yunho tidaklah gila, hanya saja sebuah kebahagiaan dan kebanggan tersendiri bila dirinyalah yang menjadi alasan chery lips merah merekah itu tersenyum. Yunho akan memberikan dan menyingkirkan apapun bahkan siapapun demi kebahagiaan Boo Jaenya. Walaupun dengan cara ekstrim dan keji sekalipun.

.

.

“Putri bungsu Perdana Mentri, Go Ahra dilarikan ke rumah sakit jiwa akibat depresi yang dideritanya setelah kasus pemerkosaan yang dialaminya beberapa waktu lalu. Yeoja yang masih duduk dibangku semester 7 salah satu universitas swasta terbaik Seoul itu terus berteriak histeris dan melukai dirinya sendiri. Karena hal ini pertunangannya dengan satu-satunya putra konglomerat keluarga Jung akhirnya dibatalkan. Untuk lebih…”

Pip!

Layar televisi itu kembali menghitam setelah dimatikan oleh pemiliknya.

“Kau luar biasa Jung. Memanipulasi semuanya dengan sangat rapi dan sempurna.” Park Yoochun, kakak sepupu Yunho dari pihak ibu itu tengah meneguk kopinya.

Yunho yang sedang melempar anak panah mini ke papan sasaran itu hanya bisa melengkungkang senyumannya, atau seringai?

“Bukan salah Jaejoong yang dicintai dan disukai banyak orang.” Yoochun menatap ke luar jendela rumahnya, menatap Jaejoong yang tengah bermain bersama Changmin putra angkatnya. Tersenyum kecil ketika keduanya mengganggu Junsu istrinya yang sedang menjemur selimut, “Tapi salahnya juga yang membuat seekor Beruang buas cinta mati padanya.”

“Hm…. Sungguh menyenangkan.” Sekali lagi Yunho melempar anak panah itu ke papan sasaran yang sudah ditempeli oleh puluhan foto ‘mangsa’nya. Bibir berbentuk hatinya melengkung sempurna ketika anak panah mininya mengenai salah satu mata yeoja yang sudah dimangsanya beberapa waktu yang lalu.

Yeoja yang di DO karena kuasanya, karena Yunho tidak suka yeoja itu menyatakan cinta pada Jaejoongnya didepan umum seperti itu. Jaejoong adalah miliknya! Tidak seorang pun boleh mendekati Jaejoongnya. Bahkan untuk berbicara pada Jaejoong pun harus mendapatkan ijin terlebih dahulu darinya, Jung Yunho.

Setidaknya Jessica masih beruntung daripada mangsa Yunho yang lainnya.

Ada seorang namja dari keluarga Lee yang dibuatnya kehilangan nyawa dan seluruh anggota keluarganya karena berani mencium kening Jaejoongnya. Ada pula beberapa keluarga yang dibuatnya bangkrut karena anak mereka berani memeluk Jaejoongnya. Ada yang dibuatnya koma sampai saat ini, ada yang dibuatnya cacat permanen dan kekejian lainnya yang dilakukan oleh seorang Jung Yunho hanya demi menyingkirkan para parasit itu dari Jaejoongnya.

Hanya Jung Yunholah yang pantas berada di sisi Jaejoong, bukan orang lain.

Egois memang….

Tapi bukankah kadang cinta memang egois?

.

.

“Yunie tidak akan meninggalkanku seperti Umma dan Appa, kan? Yunie akan selalu bersamaku, kan? Berjanjilah pada Joongie!”

“Aku berjanji, Boo! Bahkan bila ada lalat yang mencoba mengusikmu akan ku singkirkan mereka dengan insektisida paling mematikan karena Boo Jae adalah milikku. Dan berjanjilah Boo…. Boo Jae hanya boleh bersandar padaku, mengandalkanku dan menjadi milikku selamanya! Milik Jung Yunho.”

“Joongie berjanji….”

Janji kanak-kanak yang kadang menjadi hutang dikemudian hari… hutang yang harus dibayar….

.

.

END

.

.

Tante Sora, mian hasilnya hancur #bow

.

.

Wednesday, April 23, 2014

7:51:55 PM

NaraYuuki

17 thoughts on “Feelings

  1. Wow!! Sepertinya bisa ditebak kalau Yunho yg buat semua kekasih Jae perlahan menjauh -_-
    Suka karakter Yunho yg kayak gini ^^
    Posesif dan protektif ke Jae🙂
    Ada beberapa bagian yg aku sempat ngira karena aku baca via hp jadinya agak aneh kak ._.
    Tapi aku suka ceritanya🙂

  2. Waah … yun appa bener2 menyeramkan. Hanya lembut dan manis didepan jae umma. Aslinya bener2 malaikat pencabut nyawa … pantes aja enggak ada yg berani jd pacarnya umma. Kalau di sampingnya ada malaikat yg siap kapanpun mencabut nyawa org yg berni mendekati umma. Semoga cepet2 menikah dech biar ga makin banyak korban yunpa lagi :3

  3. Ping-balik: Feelings | Fanfiction YunJae

  4. author sora yagami itu author di ffn bukan eon?
    klo iia berarti aku udh pernah baca karya na mgkn, soal na aku udah pernah baca yg satu tipe seperti ini🙂

    yunppa posesif bgt :3
    joha haha
    udah tau klo itu semua pasti kerjaan na yunppa

  5. . weehhh yunppa… o.O
    . mimpi apa jaemma nyang puolos tu dapet mate nyang buasnya minta ampun… :3
    . pi dy mang beruang sejati… kkk :v

  6. new OS …
    aku slalu suka sm karakter Yun appa yg posesif sm Jae umma.
    nd aku suka sm laralter umma yg polos nd manja. hahh
    aku slalu suka ff buatan Yuuki eonnie. mudah bgt d imajinasikan. seakan nyata.#curhatTime
    yaudh. cuma ini yg isa aku ungkapin

  7. ak suka karakter appa disini
    umma polos bngtttt
    masa gk sdar knpa mntannya suka mutusin dia tiba2
    ak blm ngrti disni umma jga cnta sma appa apa cm anggp appa shabat

  8. ternyata… semua orang yang deket sama umma di singkirkan sama appa. bahkan ahra sendiri disingkirkan… serem jg appa, tp umma memang cuma buat appa..

  9. umma..umma, bener kata appa, mana yoeja yg bisa tahan sama umma, dari segi kecantikan aja mereka udah kalah apalagi yang lainnya.. yah emang cuma jung appa aja yg sepadan sama uri umma.. ya walaupun appa pake cara licik, tp ya mau gimana lg namanya juga udah cinta mati..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s