Fairy Tail I


Tittle                : Fairy Tail I

Author              : NaraYuuki

Genre               :Yang jelas fantasy gagal

Rate                 : M-Preg

Cast                 : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Shim Changmin, Go Ahra, Jung Hyunno (untuk kebutuhan cerita marga disesuaikan)

Disclaimer:       : They are not mine but this story and Jung Hyunno are mine, NaraYuuki

Warning           : Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut.Paragraf/ dialog yang penulisannya menggunakan Blod, Italic ataupun under line berarti itu adalah kejadian dimasa lampau (flash back).

.

.

Baca FF Fantasy Yuuki harus pelan-pelan, biar ga binggung!

FF Fantasy Yuuki tidak terikat dengan kebudayaan manapun jadi silahkan bebaskan imajinasi masing-masing ketika membacanya.

.

.

Fairy Tail

.

.

YUUKI SARANKAN BACA WARNINGNYA DULU!

.

.

.

.

.

 “Tuan jangan! Aku mohon….”

“Jangan takut! Setelah semua kesakitan ini aku akan memberikan surga terindah padamu, Yeopo.”

“Ani. Jebbal, Tuan…. ANDWE!”

Breeeeekkkkk!

.

.

Namja muda itu terus berlari menyusuri lorong ketika asap mulai memenuhi gedung asrama, berlari kesana-kemari untuk mencari jalan keluar dari kepungan asap yang sudah sangat pekat dan mulai membuatnya sesak napas. Sebuah pintu besar di ujung lorong gelap itu menjadi satu-satunya harapan baginya. Semoga…. Semoga itu adalah jalan keluar yang dicarinya beberapa menit terakhir ini.

Berlari secepat yang ia bisa kemudian mendobrak pintu besar itu sekuat daya yang ia punya.

Brak!

Mata musangnya membulat kaget melihat bahwa pintu yang baru saja dibukannya bukanlah jalan keluar melainkan sebuah kamar. Ya, kamar.

Di atas ranjang itu tengah berdiri seorang yeoja cantik berambut hitam legam dan berkulit sangat pucat seolah-olah tidak pernah disentuh oleh mata hari. Kedua kaki yeoja cantik itu terantai oleh rantai panjang yang dikaitkan di kaki ranjangnya. Bibir merekah itu tersenyum padanya membuatnya kehilangan nalarnya untuk beberapa detik lamanya.

Matanya bergerak gelisah, ingin berlari meninggalkan yeoja cantik itu tetapi otaknya tidak mengijinkan.

“Tidak apa-apa, kan? Aku sedang terdesak sekarang!” gumamnya sendiri. Sedikit tergesa namja muda itu berjalan mendekati ranjang dimana yeoja itu tengah terduduk dengan wajah damainnya. Berjongkok di sisi kaki ranjang, mengambil ratai yang menjuntai dari atas itu mengembuskan napas pelan, membuka kedua mata setajam musangnya yang kini berwarna kemerahan kemudian mematahkannya dengan sangat mudah.

Yeoja yang memakai kimono putih gading itu hanya mengawasi dan memperhatikan apa yang sedang namja muda itu lakukan dalam kediamannya .

“Kita tidak punya waktu, kajja!” namja bermata setajam musang itu menarik lengan sang yeoja yang hanya diam mematung itu, menarik dan menyeretnya untuk berlari menyelamatkan diri dari kebakaran yang menimpa gedung akademi Cassiopeia, sekolah khusus bagi para peri yang mendiami daratan Big East, sebuah kerajaan yang terdiri dari beberapa ras peri yang dipimpin oleh seorang raja yang dipilih dari peri terkuat.

Ditengah-tengah gempuran asap yang semakin pekat, namja bermata musang itu berlari kencang, terus menarik sang yeoja mencari jalan keluar.

Tidak!

Mereka tidak boleh mati di sini!

.

.

“Kau menyelamatkan anak kepala sekolah? Itu daebak sekali Hyunno!” puji temannya yang juga sedang diobati di klinik akibat luka bakar yang dideritanya. Sayap trasparannya serupa warna langit itu mengepak pelan, peri angin.

“Aku tidak tahu kalau yeoja itu anak kepala sekolah.” Sahut namja bermata musang itu. Wajahnya menatap salah satu peri air yang memiliki kemampuan penyembuh dan sedang membalut luka bakar di kakinya.

“Dia bukan yeoja, dia namja.” Ucap temannya yang terbaring kelelahan, sebagai peri air tadi namja dengan telinga agak runcing dibagian atasnya itu membantu memadamkan api yang melahap sekolahnya hingga kelelahan seperti itu.

Mwo? Jinjja? Tapi dia sangat cantik.” Mata setajam musang itu membulaat sebelum akhirnya memasang ekspresi biasanya lagi.

“Kau jatuh cinta padanya?” tanya sang peri air berniat menggoda.

“Apa kau gila?” mata seetajam itu menatap tajam.

“Ehehehhehe….”

“Jung Hyunno, pamanmu sudah menjemputmu!” ucap seorang yeoja yang seluruh kulit tubuhnya menyerupai batang kayu, seorang Dryad yang datang membawakan beberapa obat-obatan ke dalam ruang kesehatan itu, tempat para korban kebaran tadi diselamatkan untuk sementara.

“Hei Jung, kau akan datang ke acara terakhir sekolah kita, kan?” tanya sang peri angin yang sibuk mengibas-ngibaskan angin sejuk pada lengan tangan kirinya yang terkena luka bakar.

“Tentu saja!” ucap namja bermata musang itu sebelum berjalam pergi. Ketika sampai di mulut pintu namja tampan itu menoleh ke arah kanan, di sana terlihat kepala sekolahnya yeng terkenal sangat galak dan tegas itu tengah membelai seseorang yang ia kira sebagai yeoja, “Andai Ummaku masih hidup….” gumamnya sebelum melanjutkan langkah kakinya.

.

.

Peri api, peri air, peri angin dan peri tanah atau peri hutan yang lebih sering disebut dryad. Keempat rumpun peri yang dulu hidup terpisah itu kini hidup dibawah sebuah kerajaan bernama Fairy Kingdom yang dipimpin oleh seorang raja yang berasal dari peri terkuat yang dipilih secara musyawarah oleh masing-masing tetua suku.

Di sana berdiri akademi Casiopeia, sekolah yang mengajarkan etika sopan santun, pengendalian diri dan cara-cara bertahan hidup dalam kondisi paling kritis sekalipun. Akademi yang tidak hanya menerima murid dari ras peri saja melainkan juga menerima murid dari beragam ras, Carvus, Gardenia, Elf, Vampire, dan yang lain bahkan manusia biasa sekalipun.

Sayangnya….

Gedung akademi yang menjadi kebanggaan Fairy itu telah luluh lantah. Penyebab kebakarannya sendiri pun masih diselidiki. Tidak ada korban jiwa, hanya saja ada ratusan murid dan sensei yang mengalami luka bakar karena kejadian tidak terduga itu.

Dengan terpaksa semua murid dikembalikan kepada orang tua masing-masing….

“Kapan acara perpisahan itu dilaksanakan?” namja jangkung itu duduk tenang menatap keponakannya yang baru saja pulang.

“Saat bulan purnama merah terjadi, Ahjushi.” Jawab namja bermata musang tampan yang sedang asik menggelitik naga api kecil miliknya, hadiah dari sang Appa saat ulang tahunnya yang ke-14, tahun lalu.

“Sayang sekali. Padahal Cassiopeia adalah sekolah terbaik di daratan Big East.” Gumam namja jangkung itu pelan. “Kau bilang saat bulan purnama merah? Bukankah biasanya kau dan Appamu….”

Namja tampan itu melengkungkan bibir merah penuhnya, “Kami akan mampir ke tempat Umma sebelum menghadiri acara itu.” Jawabnya.

Bulan purnama merah, adalah titik dimana bulan bersinar lebih terang dari biasanya, terlihat lebih besar dan indah dari biasanya. Sebenarnya warnanya bukan merah, tapi jingga kemerahan namun karena beberapa alasan klise akhirnya disebut dengan bulan purnama merah. Tidak ada yang istimewa dengan itu semua karena bulan purnama merah memang fenomena alam yang terjadi satu tahun sekali di daratan Big east, biasanya akan ada pesta kembang api atau makan bersama sambil menikmati keindahan bulan purnama merah. Tetapi bagi anggota termuda keluarga Jung itu, bulan purnama merah adalah saat dimana dirinya akan menemui Ummanya, orang yang sudah merawat dan mendidiknya sejak kecil.

Ahjushi, dulu ahjushi juga bersekolah di Cassiopeia, kan?” tanya namja tampan berkulit sedikit pucat itu, berbeda dengan keluarganya yang hampir kesemuanya memiliki warna kulit tan.

Waeyo?”

“Anak Kepala Sekolah? Ahjushi tahu? Dia namja tapi sangat cantik, aku bahkan mengira dirinya adalah seorang yeoja.”

“Anak kepala sekolah? Eum…. Waktu aku sekolah di sana Kepala sekolah belum menikah jadi tidak tahu siapa anak kepala sekolah.”

“Ternyata Ahjushi sudah tua….”

Yah! Jung Hyunno Little Bear! Ck…. Kau menyukainya?”

Ani. Hanya penasaran saja kenapa kepala sekolah memasung anaknya sendiri.”

“Sudah, temuilah Appamu! Dan jangan campuri urusan yang bukan menjadi bagianmu. Arra?”

.

.

“Biarkan Umma memotong rambutmu, ne…. Rambutmu sudah sangat panjang.” Yeoja itu perlahan-lahan mendekatkan gunting pada helaian panjang indah itu untuk kemudian memotongnya menjadi sangat pendek.

Putranya yang tersayang, putranya yang malang….

Doe eyes gelap itu hanya menatap hampa beberapa peri yang lewat di depannya, mengepakkan sayap-sayap tipis mereka yang berkilauan tertempa cahaya senja. Membuatnya sangat iri dan sakit. Jemari pucatnya terjulur untuk mengusap punggungnya, punggung yang terbalut kimono itu, punggung yang sangat dibencinya.

Yeoja yang masih merapikan rambut anak kesayangannya itu berusaha menampakkan wajah tegarnya walaupun air mata sudah membasahi wajah lelahnya. Terlalu lelah untuk menghadapi semua ini, terlalu menyakitkan untuk melihat anak yang dicintainya mengalami pederitaan ini seorang diri….

Dryad mungkin memang tidak memiliki sayap karena pada dasarnya mereka serupa pohon yang memiliki akal serta nafsu, tetapi bagi peri api, peri air dan peri angin, tanpa sayap mereka bukanlah apa-apa. Ibarat seongkok batang kayu lapuk yang tercampakan, berakhir dengan dibakar atau dibuang. Seperti itu pulalah keadaan putranya kini.

Dengan air yang mengalir dari air terjun Lactura, yeoja itu membasuh wajah menawan putranya, membelainya lembut kemudian memeluk tubuh kurus itu erat, “Mianhae… maafkan Umma. Mianhae….” isaknya pelan.

Doe eyes kelam itu berkedip pelan ketika hembusan angin menerpa wajahnya yang pucat, tidak membalas maupun menolak pelukan sang ibu, “Umma….”

Ne?”

Mianhae….” bisiknya bersamaan dengan munculnya tarian kunang-kunang dari pohon kehidupan di sebrang sungai sana.

.

.

Namja tampan bermata musang muda itu segera melompat dari kuda hitamnya, berlari kecil menuju sebuah batu hitam berbentuk persegi empat dengan panjang 2×3 meter dan setinggi satu meter yang teronggok membisu di tengah-tengah semak yang mengelilinginya. Akar pohon dan tanaman menjalar mulai menaancap di atas permukaannya, gemericik air yang mengalir dari sungai kecil di sisi kiri membuat suasan tempat itu benar-benar terasa sunyi. Matanya merah menyala seiring terbitnya bulan berwarna merah dari arah timur.

“Jung Hyunno, tunjukkan sopan santunmu!” namja yang masih duduk di atas punggung kuda hitamnya dengan angkuh itu menatap remaja tampan yang tengah mengusap permukaan batu berwarna hitam itu, “Walaupun tidak ada orang yang mengenalimu tetapi ingatlah, bahwa kau adalah seorang pangeran vampire yang agung! Suatu saat kau akan menggantikan posisi Appa. Kau mengerti?”

Appa….” panggil Hyunno, “Sebelumnya aku tidak pernah menanyakan hal ini pada Appa, tetapi aku sangat penasaran. Seperti apa wajah Ummaku?” mata setajam musang yang kini berwarna merah akibat pengaruh bulan itu menatap sang ayah yang juga tengah menatapnya dengan mata setajam musang merah itu.

Ummamu?”

Ne….”

“Dia yang paling cantik dari semua kaumnya. Kulitnya indah, matanya segelap malam, senyumnya semanis madu, sentuhannya selembut sutra.”

“Dari mana Umma berasal? Apakah dari vampire seperti kita?” tanya namja muda itu penasaran.

Sebelum sang ayah menjawab pertanyaannya, perhatian Hyunno sudah teralihkan oleh suara kembang api yang melesat membelah langit malam, pesta perpisahan sekaligus pesta perayaan datangnya bulan purnama merah sepertinya sudah dimulai.

“Sebaiknya kita bergegas sebelum teman-temanmu memulai pestanya tanpamu.”

“Mereka akan kaget begitu tahu siapa ayahku sebenarnya.” Gumam Hyunno, “Jung Yunho yang agung….”

.

.

Pesta perpisahan untuk murid-murid Cassiopeia sudah dimulai sejak beberapa menit yang lalu, buah-buahan, minuman yang terbuat dari sari buah-buahan dicampur madu hutan yang menyegarkan sudah dituangkan ke dalam ribuan gelas untuk para tamu undangan. Di depan sana para peri angin sedang melakukan tarian indah mereka usai peri air dan peri api menampilkan atraksi, sedangkan para Dryad bersiap-siap menunggu giliran mereka untuk tampil.

“Ah….  Appa, kecuali para Dryad semua peri memiliki sayap kan?” tanyanya pada sang ayah.

Mata setajam musang yang menurun pada Hyunno itu hanya melirik sekilas kemudian menegak kembali minumannya.

“Ck…. Kepala sekolah adalah peri air dan suaminya adalah peri angin. Anaknya harusnya memiliki sayap, tetapi….” mata setajam musangnya yang malam ini berwarna kemerahan itu menangkap sosok yang berjalan pelan memasuki hutan, pesta memang dilakukan di safana luas sehingga tidak akan mengganggu penghuni hutan yang lain. Secara tidak sadar namja muda itu berdiri dari duduknya dan berlari kecil mengikuti sosok yang memakai kimono berwarna putih gading itu.

.

.

Insting yang akan membawanya, Hyung. Walau kau membelenggunya sekali pun, dia akan tetap mengikuti instingnya untuk menemukan ibunya, karena anakmu adalah seorang Jung.”

.

.

Rambutnya tidak lagi panjang, menjadi sangat pendek. Dari belakang dirinya memang terlihat seperti laki-laki tetapi ketika melihatnya dari samping atau dari depan seperti ini otak yang waras pasti akan mempertanyakan ‘kelelakian’ yang dimilikinya. Wajahnya sangat cantik, bibir merah merekah yang penuh itu, doe eyes kelam yang sangat indah, kulit putih pucat yang terlihat sangat kenyal dan indah itu, rambut hitam legamnya….

Oh, Hyunno berani bersumpah bahwa sosok di hadapannya ini bahkan lebih cantik daripada teman-teman dryadnya yang terkenal sangat seksi itu. Debaran halus dan perasaan asing itu menggelitik Hyunno ketika jemari pucat itu membelai wajahnya pelan.

Gomawo….”

Astaga!

Jantung Hyunno seakan hendak melompat mendengar suara yang bahkan lebih merdu dan lembut dari dawai pengantar tidur yang sering didengarnya ketika masih kecil. Apa ini? Ada apa dengan dirinya?

Apakah Hyunno jatuh cinta pada namja ini?

.

.

TBC

.

.

Hanya 2 shoot saja.

FF ini requestan Andini Chagya. Ck, pabonya Yuuki padalah Dini sudah Yuuki buatkan Sekam untuk hadiah Nyepi kemarin. Yah Andini! Kirim coklat ke rumah Yuuki sekarang! Ish! Dilarang req lagi selama 2 tahun! :p

#abaikan ya😉

Yang kebetulan mampir untuk membaca semoga tidak bosan dan binggung dengan tulisan Yuuki ne.

Selamat akhir pekan.

.

Friday, April 18, 2014

7:03:30 PM

NaraYuuki

15 thoughts on “Fairy Tail I

  1. Ping-balik: Fairy Tail I | Fanfiction YunJae

  2. itu hyunno sm yunppa
    trs kyk na itu jaema kan eon? tp sm siapa?
    anak na jaema kan itu eon?
    tp anak sm siapa?
    masak bukan sm yunppa??
    dan kyk na anak yg sm jaema itu anak kepala sekolah kan eon?
    huuaaa bingung sumpah

  3. yg dipasung itu umma ???
    yg trailer atas itu appa perkosa umma ato gmna
    ya ampun pnasaran
    eon gambarin karakter tiap tkohnya dng jlas
    kya peri air ,dydrad,dll
    jdi ak bsa sambil bayangin

  4. Itu yg dihampiri sama Hyunno siapa? Jae?😮
    Kenapa Jae dipasung (kalau itu Jae)?
    Banyak misteri. Suka FF fantasinya ^^
    Ditunggu deh part selanjutnya😉
    Penasaran sama lelaki yg dihampiri Hyunno sana kisah YunJae masa lalu :’)

  5. wah… aq baca fairy tail. Yang hyunno ikuti itu jae ya?
    aq penasaran sama diawal cerita, jadi ngak sabar nunggu lanjutannya…
    aq suka baca ff yuuki-chan, ceritanya bagus dan selalu ngak sabar nunggu kelanjutannya…^^
    gomawo

  6. sepertinya hyuno menyukai namja cantik itu
    dan bisa ditebak namja cantik itu siapa
    tp sayangnya yg bisa memiliki namja cantik itu hanya ayahmu hyuno hehehehe
    fantasy yang membuat berimajinasi
    yuuki aku suka semua ff fantasymu keren
    lanjutkan!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s