Always Keep The Faith! X


Tittle                : Always Keep The Faith!

Author              : NaraYuuki

Genre               : Family/ Romance

Rate                 : -M

Cast                 : All Member DB5K

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut.

.

.

.

.

.

Yang jelek-jelek jangan ditiru ne😉

.

.

AKTF

.

.

“Yun….”

“Hm? Apa uri aegya menginginkan sesuatu?” tanya Yunho yang memasang wajah tersenyumnya. Lelah memang setelah pulang bekerja tetapi kelelahan itu menguap begitu saja ketika melihat wajah damai namja cantiknya yang sedang terlelap. Beberapa hari terakhir ini Yunho tidak akan langsung tidur begitu selesai mandi usai pulang bekerja pada pukul 10 malam. Yunho akan menunggu sebentar sebelum doe eyes indah itu terbuka dan chery lips itu menyuarakan keinginannya.

“Aku haus….”

“Mau ku ambilkan minum? Boo Jae mau minum apa, hm?” Diusapnya wajah lelah namja cantik dihadapannya itu perlahan.

“Jus strawberry dengan sedikit yogurt di atasnya.”

“Akan ku buatkan!” Yunho beranjak dari posisinya yang semula merebahkan dirinya di samping Jaejoong. Namja bermata musang itu berusaha melakukan semuanya semampunya untuk membahagiakan namja cantik itu. Yunho rela kehilangan segalanya tetapi tidak dengan Jaejoong.

Appa….”

Yunho menolehkan kepalanya ketika mendengar panggilan Jaejoong untuknya, “Ne Umma?”

Saranghae….”

Nado….” Yunho tersenyum hangat sebelum memutar handle pintu itu. Jarang sekali Jaejoong mengatakan kata-kata cinta padanya karena bagi namja cantik itu menunjukkan sikap dan perbuatan jauh lebih penting daripada kata-kata kosong yang kadang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

.

.

Brak!

Namja jangkung itu hanya membatu ketika lemparan handphone itu nyaris mengenai kepalanya saat dirinya baru saja keluar dari kamar mandi usai menyelesaikan mandinya. Changmin menatap binggung pada hyungnya yang sedang berusaha meredam kemarahan ‘Umma’nya. Entah apa yang terjadi selama dirinya berada di dalam bilik kamar mandi. Apakah Yunho hyungnya ketahuan selingkuh sehingga Ummanya marah seperti itu? Atau apa?

“Bagaimana bisa dia melakukan ini padaku?!” pekik Jaejoong penuh amarah.

Boo….” Yunho mengusap-usap lengan Jaejoong, mencoba menenagkan namja cantik yang tengah mengandung darah dagingnya itu. Yunho tidak mau orang yang dicintainya sakit.

“Ah… dia sudah menabuh genderang perang denganku, Yun!” sedikit kalap Jaejoong meraih kunci mobilnya yang berada di atas meja makan kemudian melesat pergi begitu saja. Amarah sepertinya tengah melingkupi namja cantik itu.

Umma kenapa?”

Yunho menatap Changmin yang memasang wajah binggungnya, “Haeri ahjumma menelponnya dan menyuruhnya pulang ke rumah. Sepertinya Yoochun memberitahu orang tua mereka kalau selama mereka pergi Boo Jae menginap di sini.”

“Lalu Umma mau kemana?”

“Kemana lagi menurutmu? Tentu saja menghajar Yoochun.” Yunho menghela napas panjang, “Aku kurang suka situasi ini.” Gumamnya.

Hyung….”

“Makanlah! Ummamu memasaknya khusus untukmu. Aku akan berusaha menghentikan tindakan gegabahnya.” Ucap Yunho sebelum pergi meninggalkan Changmin sendirian di dalam apartemen itu.

“Sepertinya banyak hal yang belum ku ketahui tentang mereka….” namja jangkung itu melirik meja makan yang sudah dipenuhi oleh beberapa jenis makanan yang berbeda serta 3 gelas susu hangat, “Umma…. Apa kau bahagia? Jika tidak mari mencari kebahagiaan bersama….”

.

.

“Sepertimya cara itu cukup ampuh untuk membawamu pulang dengan sendirinya tanpa perlu repot-repot menyeretmu dari sana.”

Doe eyes kelam indah itu menatap tajam namja berpipi chuby yang sedang berdiri dengan angkuhnya di anak tangga terakhir sambil bersedekap (menumpangkan/ menyilangkan/ melipat kedua tangan di atas perut/ dada). Kemarahan yang sudah mencapai titik terendah kesabarannya membuat namja cantik itu berjalan pelan menghampiri namja yang beberapa bulan terakhir ini tinggal di bawah atap yang sama, menjadi saudaranya.

“Mana barang-barangmu?” tanya Yoochun.

Plak!

Bukannya menjawab, Jaejoong justru menghadiahkan sebuah tamparan pada namja berpipi chuby itu, “Aku sudah memperingatkanmu! Aku sudah memintamu untuk tidak mencampuri urusanku dan kau melanggar semua itu seolah-olah kau peduli pada hidupku!” kalimat dingin, tajam dan menusuk itu terlontar dari bibir semerah chery milik Jaejoong. Mata indahnya menatap nyalang pada namja yang masih berdiri dengan angkuhnya di hadapannya.

“Bagaimana bila aku peduli?” tanya Yoochun, “Bagaimana bila aku benar-benar peduli padamu?!” suara Yoochun meninggi, menyerupai sebuah bentakan.

“Cih! Orang sepertimu?”

“Orang sepertiku ini sangat peduli padamu Park Jaejoong!” sekali lagi Yoochun memekik hingga suaranya berubah sedikit serak.

“Namaku Kim Jaejoong!”

“Persetan dengan nama Kim yang kau banggakan itu! Kau dalah seorang Park! Sejak lahir hingga sekarang kau adalah seorang Park! Darah yang mengalir dalam dirimu adalah darah seorang Park!” dengan sedikit brutal Yoochun mencekal lengan Jaejoong, menyeret namja cantik itu menuju ruang kerja ayah mereka yang berada di samping tangga sebelah kanan.

Jaejoong meronta dan terus menghardik Yoochun dengan sumpah serapah. Bila biasanya Jaejoong bisa menghajar orang dengan mudah kali ini namja cantik itu tidak bisa melakukannya, selain karena memikirkan bayi dalam perutnya Jaejoong juga menjadi mudah lelah akhir-akhir ini.

Begitu sampai di dalam ruangan yang mirip dengan kantor seorang direktur itu Yoocchun segera berjalan menuju lemari kaca yang menyimpan beragam buku dan dokumen-dokumen penting. Yoochun mengambil sebuah kertas yang dilaminating kemudian menyodorkan kertas itu pada Jaejoong, “Ini adalah akta lahirmu yang Umma sembunyikan darimu selama ini! Bacalah!” perintah Yoochun.

Jaejoong hanya diam memandang Yoochun dengan mata penuh kemarahan, tanpa berniat menyentuh akta itu. Jaejoong tahu apa itu akta dan apa saja yang tertulis di atas kertas itu jadi untuk apa melihatnya karena semuanya sudah jelas bukan?

“Di sini tertulis Park Jaejoong lahir dari ibu bernama Lee Haeri dan ayah bernama Park Jaeseok.” Ucap Yoochun lantang dan keras.

Doe eyes itu membulat menatap Yoochun dengan ekspresi kagetnya, sedikit kasar dirampasnya kertas itu dari tangan Yoochun.

“Kau adalah adikku. Mau menyangkal sekeras apapun kau tetaplah adikku.” Ucap Yoochun dengan suara sedikit melunak, “Ibu yang melahirkan kita memang berbeda, tetapi ayah kita tetaplah sama.”

Mata Jaejoong nanar. Apa-apaan ini? Bukankah Ayahnya bernama Kim HyunJoong? Walaupun kedua orang tuanya bercerai ketika usianya masih 4 tahun, tetapi Jaejoong tahu pasti namja yang dulu dipanggilnya Appa itu bernama Kim Hyunjoong.

Jaejoong merasa ditipu sekarang, merasa dipermainkan dan dibuat binggung bukan hanya oleh Yoochun tetapi oleh akta sialan yang di atas permukaannya dibubuhi stempel resmi kantor catatan sipil serta rumah sakit tempatnya lahir. Namja cantik itu merasa hidupnya bahkan jauh lebih menyedihkan daripada hidup Changmin.

Appa bilang dulu Appa mempunyai seorang yeoja chingu sebelum dipaksa menikah dengan Ummaku karena sebuah kecelakaan. Yah, Appa meniduri Ummaku dalam keadaan mabuk hingga menghadirkan aku. Appa terpaksa menikahi Ummaku dan meninggalkan Haeri Umma. Walaupun tidak saling mencintai tapi Appa berusaha menjadi suami yang baik hingga beberapa bulan kemudian Appa baru tahu dari teman mereka kalau ternyata Haeri Umma sedang mengandung bayinya saat Appa meninggalkannya dulu.” Cerita Yoochun.

Doe eyes itu sudah memutahkan lavanya.

Appa binggung dan mencari Haeri Umma. Karena suatu hal Haeri Umma menghilang begitu saja. Appa cerita bila saat itu Haeri Umma yang tidak mau menggugurkan kandungnya dipaksa menikah dengan namja pilihan orang tuanya untuk menutupi aib keluarga, namja itu bernama Kim Hyunjoong.”

Air mata itu semakin deras membasahi wajah rupawan Jaejoong, dadanya berdenyut sakit. Jaejoong membutuhkan Yunho sekarang untuk menenangkan dirinya.

“Kau tahu betapa senangnya aku saat Appa bercerita bahwa aku mempunyai seorang dongsaeng? Walaupun saat itu aku sedih karena Ummaku meninggal tetapi harapan bahwa aku mempunyai seorang dongsaeng dari Umma yang lain membuatku sangat bahagia. Aku sudah berjanji akan membahagiakan adikku nantinya bila kami bertemu.” Mata Yoochun nanar melihat wajah Jaejoong yang sudah dibasahi oleh air mata, “Tidak mudah bagi Appa untuk membawa kembali Haeri Umma kesisinya, kau tidak tahu bagaimana senangnya aku ketika pertama kalinya kita bertemu saat itu…. Aku ingin memelukmu, aku ingin bercerita banyak padamu, aku ingin meneriakkan pada seluruh dunia bahwa aku punya adik yang sangat luar biasa. Tapi kau…? Sikapmu padaku justru….”

“Park Yoochun, kita hentikan pembicaraan kita hari ini.” Ucap Yunho yang tiba-tiba saja sudah memeluk Jaejoong dari belakang, “Jaejoongku sepertinya sangat lelah dan ingin beristirahat…..”

“Kau? Yah! Jung Yun….” mata Yoochun membulat ketika menyadari perlahan-lahan tubuh Jaejoong melemah dan lengser. Andaikan Yunho tidak melilit perut Jaejoong dengan kedua lengan kekarnya bisa dipastikan tubuh Jaejoong akan bercumbu dengan kerasnya lantai marmer yang dipijaknya.

“Kau tidak keberatan menunjukkan dimana kamar yang biasa Boo Jae tiduri?”

.

.

Yoochun hanya terdiam, Jaejoong pingsan tadi dan sekarang sedang tertidur. Yoochun hanya bisa menatap tajam Yunho yang sejak kepergian dokter yang memeriksa Jaejoong tadi enggan beranjak dari sisi adiknya. Yoochun ingin menanyakan banyak hal pada Yunho mengenai kondisi mengejutkan Jaejoong sekarang. Susah payah Yoochun menahan keinginannya untuk menghajar namja bermarga Jung itu.

“Hamil? Male pregant?” gumam Yoochun.

“Apakah itu aneh?” tanya Yunho. Tangannya enggan melepaskan genggamannya pada jemari namja cantik yang tengah terbaring dalam tidurnya.

“Kau tahu? Appaku sangat menyayangi Jaejoong lebih daripada sayangnya padaku. Entah seperti apa reaksinya bila mengetahui hal ini.” Lirihnya.

“Maafkan aku kalau begitu.”

“Kau tidak pantas dimaafkan!”

Yunho menggangguk paham, “Memang…. Tetapi aku tidak akan pernah meninggalkan Boo Jae walaupun kalian memaksaku sekalipun.”

“Bagaimana bisa kau menghamilinya, Brengsek?” maki Yoochun dengan suara melengking. Kedua tangannya terkepal erat, ingin sekali melayangkan tinju pada Yunho untuk menambah koleksi luka lebam pada wajah namja bermata musang itu. Tetapi bila Yoochun melakukannya, itu akan mengganggu Jaejoong yang sedang beristirahat.

“Aku memang bukan orang suci. Tetapi aku berusaha semampuku untuk membahagiakan Boo Jae.”

“Kenapa kau menyeret adikku dalam kesialanmu, Bastrad?!” pekik Yoochun lagi.

“Maafkan aku soal kesialan yang menimpaku, tetapi aku tidak pernah menyeret Boo Jae dalam kesialan yang menimpaku.”

“Lalu kau mau bilang Jaejoong yang mendatangimu, huh?”

“Bukankah selama ini terlihat seperti itu?”

Yoochun mengeram kesal, menahan amarahnya yang sudah membuncah, “Apa yang akan kau lakukan bila Appamu tahu soal ini?”

“Entahlah…. Aku sudah diusir dari rumah dan diancam dicoret dari kartu keluarga. Kau pikir dia bisa melakukan apa lagi padaku? Membunuhku?”

Yoochun berjalan menghampiri Yunho, mencengkeram kuat-kuat kerah baju namja bermata musang itu, mengangkat tangannya hendak menghajar wajah menyebalkan yang membuatnya sangat muak, “Bila kau melukai adikku, kau akan mati ditanganku!”

“Akan ku ingat kalau Boo Jaeku ternyata memiliki seorang kakak yang luar biasa.”

Yoochun mendengus kesal, memilih pergi untuk menenangkan pikirannya yang kalut. Hari ini terlalu pagi untuk dihabiskan untuk marah-marah.

“Hei, Boo…. Satu penghalang sudah berhasil kita tumbangkan…. Ah, tinggal para bukit tinggi itu yang harus kita taklukkan.” Gumam Yunho yang dengan lembut mengusap wajah pucat namja cantik itu, “Semoga ketika uri aegya lahir nanti dia tidak akan merasakan kepedihan sama seperti yang kita rasakan….”

.

.

TBC

.

.

.

.

Sunday, April 06, 2014

8:08:01 PM

NaraYuuki

10 thoughts on “Always Keep The Faith! X

  1. Ping-balik: Always Keep The Faith! X | Fanfiction YunJae

  2. aaiisshhh jinjja rumit bgt hidup mereka
    krn keegoisan orang tua jadi gitu
    aku suka kata2 minnie eon :3
    ‘Umma …. Apa kau bahagia? Jika tidak mari mencari kebahagiaan bersama….’
    suka bgt kata2 itu
    yaahh setidak na chunnie udah mulai ngedukung jaema
    dan gg nyangka klo beneran sdr, walau sdr tiri

    yg ini aja rumit bgt, gmn yg versi straight na
    ckckck

  3. woaaaa gk nyangka trnyta umma adek seayah sma chunnie
    chunnie udh tau klo jae hamil
    apa ntr chun bkalan ngadu sma ayahnya
    umma gpp kn ???

  4. aigo >.< jadi jae ma yoochun bener-bener kakak adik meskipun beda ibu.

    pasti jae kecewa banget karena cuman dia yang gak tau apa-apa. semoga yoochun bisa terima hubungan yunjae dan calon keponakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s