Always Keep The Faith! VII


Tittle                : Always Keep The Faith!

Author              : NaraYuuki

Genre               : Family/ Romance

Rate                 : -M

Cast                 : All Member DB5K

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut.

.

.

.

.

.

Yang jelek-jelek jangan ditiru ne😉

.

.

AKTF

.

.

Yeoja itu menatap namja di hadapannya dengan tatapan aneh yang sukar diartikan. Matanya benar-benar dibukanya lebar-lebar hanya demi memastikan bahwa yang berada di hadapannya sekarang adalah seorang namja yang sering menjadi bahan pembicaraan itu. Dalam hati yeoja itu merutuk kesal. Bagaimana ada namja yang bahkan lebih cantik dari dirinya? Kulitnya sangat indah dan bersinar, bibir penuhnya itu benar-benar merah merekah alami tanpa polesan lipstik. Sungguh! Jikalau bukan demi asas kesopanan dirinya pasti sudah meninggalkan tempat menyebalkan ini.

“Mau sampai kapan kau akan berhubungan dengan Jung Yunho itu, huh?” kesal Yoochun, “Semalam Appa menelponku dan menanyakan bagaimana berkembanganmu dalam bermain basket. Luar biasa bukan? Dia bahkan tidak pernah menanyakan hal semacam itu padaku. Anaknya itu aku atau kau?”

“Kalian berdua anaknya!” sahut Junsu yang ikut duduk tenang di samping Jaejoong, “Jangan bersikap seolah-olah kau cemburu pada Jaejoongie, Chunie. Lagi pula apa salahnya kalau Joongie dan Yunho berteman? Kau tahu, Yunho adalah orang baik.”

Yah! Kim Junsu! Apa iblis cantik itu sudah mencuci otakmu?”

Dak!

“Argh!!” raung Yoochun saat tulang keringnya ditendang oleh Jaejoong, “Yah!”

“Tidak seorang pun yang boleh memanggilku cantik.” Ucap Jaejoong dingin.

“Kecuali Yunho kan?” bisik Junsu pada Jaejoong, “Yoochunie, siapa yeoja di sampingmu itu? Ku lihat dari tadi dia menatap Joongie seolah-olah hendak mengulitinya.”

“Cara bicaramu mulai sterdengar seperi iblis satu itu.” Sindir Yoochun, “Namanya Jia. Dia dari kelas 3C.”

Junsu menggangguk paham, “Kenapa kau pendiam sekali?”

“Eh?” yeoja itu tersentak kaget dan melempar senyum canggungnya pada Junsu.

“Bagaimana kalian bisa saling kenal?” tanya Junsu.

Sebelum Jia sempat menjawwab, Changmin datang menghampiri meja mereka, “Yunho hyung berkelahi lagi.” Ucapnya pada Jaejoong.

“Anak berandalan seperti itu akan sangat aneh bila tidak berkelahi, bukan?” sahut Yoochun.

Jaejoong menatap Changmin tanpa berniat mendebat Yoochun, “Dimana?”

“Belakang gudang penyimpanan alat olah raga.” Jawab Changmin.

Usai menghela napas panjang, Jaejoong berdiri dari duduknya, berjalan meninggalkan Junsu, Yoochun dan Jia karena Changmin berjalan mengikutinya seperti seekor anak itik yang mengikuti kemana saja induknya berjalan.

“Anak baru itu…. Kenapa dimataku dia sangat mirip dengan Jung Yunho dalam arti yang berbeda tentu saja.” Gumam Yoochun.

“Sebuah kesalahan meninggalkanku di sini sendirian. Aku merasa dianggap lalat pengganggu saja.” Gumam Junsu.

“Dia benar-benar namja?” gumam Jia yang langsung menadapatkan tatapan binggung dari Junsu dan Yoochun.

“Maksudmu?” tanya Yoochun dengan kening berkerut.

“Kim Jaejoong, dia….”

“Jia, namanya Park Jaejoong!” ralat Yoochun. Entah kenapa tetapi Yoochun tidak suka bila ada orang lain yang memanggil Jaejoong dengan sebutan Kim Jaejoong. Bukankah Jaejoong adalah adiknya? Bagian dari keluarga Park?

Ne, Jaejoong. Maksudku…. Lihatlah dia! Wajahnya sangat cantik, kulitnya bersinar dan bibirnya…. apa dia benar-benar namja?” yeoja itu menautkan kedua alisnya.

“Kau meragukan eksitensi Joongie sebagai seorang namja hanya karena wajahnya?” tanya Junsu tidak percaya, “Hei! Mari kita luruskan hal ini! Katakan saja kau iri padanya!”

“Aku tidak iri padanya!” pekik Jia.

“Park Yoochunie, apa yeoja seperti ini yang kau kencani? Yeoja yang bahkan mempertanyakan eksitensi adikmu sendiri? Entah apa yang akan Jaeseok ahjushi katakan bila mengetahuinya.” Ucap Junsu. Setelah meraup permen loli yang ditinggalkan oleh Jaejoong, Junsu memilih pergi. Lama-lama berada di sana Junsu tidak yakin bisa menahan dirinya untuk tidak mencakar dan menjambak rambut yeoja yang menurutnya sangat menyebalkan itu. Menyebalkan karena yeoja itu berkencan dengan Yoochun.

.

.

Yah Jung Yunho! Apa kau ingin menghabiskan tahun terakhirmu untuk menghajar seluruh siswa huh?” omel penjaga UKS yang sedang menekan-nekan memar di wajah Yunho.

Yah! Daripada anda terus mengomel biarkan aku saja yang mengobatinya.” Ucap Jaejoong yang sudah memegang kapas dan cairan rivanol (cairan pembersih luka).

Yah Kim Jaejoong, sopanlah sedikit pada….”

“Namanya Park Jaejoong.” Ralat Yoochun yang baru memasuki UKS bersama Jia.

Penjaga UKS menghela napas panjang, usai membuang kapas bekas yang digunakan untuk membersihkan luka Yunho, yeoja paruh baya itu pergi begitu saja dari UKS meninggalkan siswa-siswa yang terkenal badung dan sedikit bermasalah itu, mengabaikan kemungkinan UKSnya berantakan karena ulah mereka.

Jaejoong menggantikan posisi penjaga UKS dan segera membersihkan luka yang Yunho dapat, “Berapa orang kali ini?”

“Hanya lima.” Jawab Yunho.

“Hanya?”

Yunho melirik Changmin yang berdiri diam di samping Junsu yang duduk pada salah satu ranjang UKS, “Lain kali jangan laporkan hal ini pada ‘Umma’mu. Aku bisa dihajarnya sampai mati.” Keluh Yunho.

“Kali ini apa alasannya?”

“Seperti katamu, kita memiliki cara sendiri untuk melepaskan stress.” Yunho mengaduh ketika Jaejoong menekan kuat-kuat luka sobek di ujung bibirnya.

“Kita tidak sedang berdiskusi saat ini.”

“Jangan terlalu galak.” Ucap Yunho, “Aku hanya kesal ketika secara tidak sengaja aku mendengar rencana mereka yang berniat melecehkanmu.”

“Aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku bahkan lebih kuat darimu.” Sahut Jaejoong.

“Jaejoongku adalah anak baik yang bersih dari tindakan kriminal.”

“Jaejoongmu itu bahkan sudah membuat kepala anak kelas satu nyaris pecah.” Sindir Yoochun. “Yunho dan Jaeajoong adalah sahabat sejak kecil. Jangan kaget dengan panggilan mereka yang seperti itu.” Yoochun tersenyum ketika Jia menunjukkan raut kaget saat Yunho memanggil Jaejoong dengan panggilan Jaejoongku.

“Jangan menatapnya seperti itu! Karena aku… tidak pernah akan segan pada orang yang berniat mencuri barang milikku.” Jaejoong melirik sekilah Jia sebelum meletakkan botol rivanol ke dalam kotak P3K.

Yoochun berjalan ke arah Jaejoong dan mencengkeram kuat pergelangan pucat itu erat, “Bisakah kau jangan terlalu mencolok? Kau sudah ku ijinkan menginap di rumahnya selama satu bulan penuh. Tidak bisakah kau menjaga jarak darinya ketika berada di sekolah?”

Doe eyes kelam itu menatap tajam mata Yoochun, “Akan ku lakukan apa yang menurutku benar, lagi pula aku tidak perlu ijin darimu untuk melakukan hal yang ingin ku lakukan.” Jaejoong memberikan sanggahan, “Jika kau tidak tahu apa-apa jangan bersikap seolah-olah kau tahu segalanya!” dengan sedikit kasar Jaejoong menghempaskan tangan Yoochun dan berjalan pergi meninggalkan UKS.

Junsu memukul bahu Yoochun kuat-kuat, “Kau bilang kau menyayanginya sebagai adikmu. Kalau kau menyayanginya kau tidak akan bersikap sekasar itu padanya.” Omelnya, “Yah Changmin! Segera kembali ke kelasmu!”

“Kau bukan Ummaku!” ucap Changmin yang berjalan pergi begitu saja.

Aigoo! Yah! Aku lebih tua darimu tahu! Panggil aku Hyung!” Junsu mengejar Changmin, memastikan namja jangkung itu mendapatkan ceramah gratis darinya.

Yoochun hanya menatap Yunho penuh kekesalan dan kemarahan, “Tidak cukupkah kau saja yang dicap sebagai anak berandalan? Pembuat onar? Siswa paling badung seantero Cassiopeia High School? Jangan menyeret adikku dalam masalahmu!”

Yunho tersenyum simpul, “Maaf, tapi aku tidak bisa melakukannya.”

“Kalau begitu akan ku buat kau menyesal telah berhubungan dengan keluarga Park!” dengan kesal Yoochun menarik paksa Jia, meninggalkan Yunho sendirian di dalam UKS yang dipenuhi aroma obat-obatan itu.

“Oh, Boo…. Sepertinya kakakmu itu benar-benar namja keras kepala yang memiliki hati batu.” Gumam Yunho.

.

.

“Aku tidak keberatan andaikan dia bersikap sedikit lebih manis.”

“Kau tahu? Ku dengar anak kelas satu yang dihajarnya sampai sekarang tidak berani berangkat ke sekolah.”

“Eh? Buknkah anak itu sudah dikeluarkan?”

“Dikeluarkan? Jeongmal?”

“Kalian tahu? Keluarga Park adalah penyumbang dana terbesar sekaligus salah satu pendiri sekolah kita ini. Wajar saja bila anak itu dikeluarkan karena mencari gara-gara dengan Park Jaejoong.”

“Berbeda dengan kakaknya, kenapa dia bisa sediingin dan segarang itu? Yoochun lebih ramah dibandingkan Jaejoong.”

“Ck…. Padahal wajah cantiknya itu mengatakan bahwa dia adalah namja baik yang sangat polos, tapi kelakuannya….”

Brak!

Suara daun pintu yang ditendang keras membuat gerombolan siswa yang tengah mendiskusikan tema yang sepertinya sangat menarik itu menoleh dan menatap sengit pada namja jangkung yang menjadi biang kerok kegaduhan mendadak itu.

“Hei Changmin apa masalahmu, huh?”

“Jangan membicarakan Ummaku seperti itu! Telingaku panas mendengarnya!”

.

.

Chery lips merekah itu sedari tadi menghembuskan helaan napas panjang begitu melihat kedua namja yang berada di hadapannya, namja yang memasang wajah yang berbeda. Satu namja yang memiliki mata setajam musang itu memperlihatkan wajah datar sedangkan namja jangkung yang hanya bisa menundukkan kepalanya dalam itu terus meremas celana seragamnya yang tampak begitu kusut dan kotor.

“Changmin, angkat ajahmu!” perintah Jaejoong.

Namja jangkung itu hanya menggelengkan kepalanya pelan.

“Kau mau jatah makanmu ku potong?”

Seketika Changmin mengangkat wajahnya, menunjukkan memar dan lebam yang memenuhi wajahnya.

Yah! Kalian berdua…. Aku tidak peduli kalau kalian adalah kakak beradik, tapi setidaknya bisakah hari ini kalian tidak melakukan kebodohan yang sama?”

“Aku…. Tidak suka mereka membicarakan Umma seperti itu.” Ucap Changmin yang kembali menundukkan kepalanya dalam.

Yunho menepuk-nepuk punggung Changmin pelan, “Masuklah! Biar aku bicara pada Ummamu dulu.”

Tanpa menyahut namja jangkung itu segera melesat ke dalam mobil. Changmin merasa lelah, usai dikeroyok teman-teman sekelasnya tadi, Changmin dipaksa membersihkan semua toilet di lantai 3. Yah walaupun Changmin bisa berbangga hati karena yang mengeroyoknya jauh lebih babak belur dibandingkan dirinya. Kecuali Yunho, tidak ada yang tahu bahwa Changmin pemegang sabuk hitam karate.

“Untuk pertama kalinya seumur hidupnya dia berkelahi demi membela orang lain, jangan terlalu keras padanya.”

“Lihat siapa yang sekarang bicara?!”

Yunho membuka pintu kemudi mobil Jaejoong yang hari ini mengantar mereka ke sekolah, “Aku harus bekerja. Pulanglah dulu!”

“Ini masih jam 5!”

“Sebagai ganti aku sering bolos.” Yunho mencoba memberikan pengertian pada namja cantik yang kadang-kadang sangat keras kepala itu, “Masaklah yang banyak, begitu pulang aku akan memakannya. Jangan menungguku dan istirahat saja. Akhir-akhir ini kau terlihat pucat. Jangan banyak pikiran dan berhenti minum bir!”

“Kita belum menikah tapi kau sudah sangat cerewet!” gerutu Jaejoong yang walaupun kesal tetapi tetap menuruti peerkataan Yunho juga, namja cantik itu mendudukkan dirinya di  kursi kemudi, membiarkan Yunho memasang save belt untuknya, “Aku bukan supirmu, Changmin. Pindah ke depan!” perintahnya.

Changmin yang semula duduk di kursi penumpang belakang segera berpindah tempat, tidak mau melihat namja cantik itu mengamuk lagi. Dengan tenang Changmin mendudukkan dirinya di kursi samping Jaejoong, memasang save beltnya dan duduk diam.

Jaejoong sendiri meraih tengkuk Yunho, mencium bibir berbentuk hati itu sebentar sebelum menyalakan mesin mobil, “Kau tahu aku bisa menyingkirkan kerikil di hadapanku dengan sangat mudah? Jangan bermain api denganku Jung Yunho!”

“Aku tidak akan pernah berani.”

“Bagus.” Jaejoong melirik sekilas sesuatu yang berada di belakang tubuh Yunho sebelum menutup pintu mobil dan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan area parkir sekolah.

“Ah…. Aku sangat menyukai ketika dia sedang cemburu seperti itu.” Gumam Yunho.

“Yunho sshi….”

Yunho tersenyum sesaat sebelum menolehkan kepalanya, melihat siapa yang sudah memanggil namanya, “Jia sshi? Apa yang kau lakukan? Kau belum pulang? Bukankah Yoochun sudah pulang?”

.

.

“Ah…. Semoga Junsu bisa mengatasi ‘parasit’ itu tanpa aku harus turun tangan sendiri menanganinya.” Gumam Jaejoong.

“Kalau Umma mau aku bisa mengurusnya untuk Umma.”

Jaejoong menahan jengkel di hatinya sesaat akibat belum terbiasa dipanggil Umma oleh namja jangkung di sebelahnya itu, tetapi mengingat Yunho memintanya untuk memaklumi sikap Changmin ituakhirnya Jaejoong hanya bisa menjulurkan sebelah tangannya untuk mengusap kepala Changmin pelan, “Bagianmu akan ada nanti ketika Junsu gagal menjalankan tugasnya.” Jawab Jaejoong sambil melempar senyum sinisnya, “Aku tidak suka milikku diusik…. Dia mencari lawan yang salah….”

.

.

TBC

.

.

Thursday, April 03, 2014

7:11:27 PM

NaraYuuki

18 thoughts on “Always Keep The Faith! VII

  1. jia suka sma appa ??? apa dari awal umma udah tau klo jia ska sma apppa
    yoochun sbnrnya syang gk sma umma
    kpan yunjaeee nikahhh hhehe

  2. Sukaaaaa …. bikin terharu sikap imin yg belain ummanya. Yoochun yg masih bikin gregetan sikap protecnya sama jaema. Berharap yoochun bisa menerima hubungan yunjae dan kembali ke jalan yg bener. Kembali menjadi milik duck butt su-ie :3

  3. Yuuki udh bayar NPWP?? chap VII udh bs dpost.. 3:)

    Marci suka ff ini.. tapi knp Marci SELALU KETINGGALAN ff buatan yuuki??¿¿¿😥

  4. jia kyk na suka sm yunppa iia eon?
    mau menggoda kah?
    trs nnt suie bilang sm chunnie kah?
    kyk na ini rencana jaema sm suie biar chunnie tau klo jia yeoja jelek kelakuan na iia eon?
    semoga berhasil

  5. chap ini manis bgt walopun disini pada garang2 dan nyeremin tapi ada sisi manis yg bikin ketawa tiap baca setiap kalimat2nya
    meski jae keras orangnya tapi punya kelembutan sendiri
    aku bener2 suka bgt sama karakter2nya
    yuuki kamu yang terbaik bisa bikin cerita yang keliatanya berat jadi ringan dan gampang dipahami!!! salut
    semangat aku menunggu semua karyamu!

  6. -Aigooo Chwang, bahkan kamu sekarang gak ragu belain Ummamu, itu baru Chwang anaknya YunJae /plaak/
    -Eh jia mau ngapain tuh =_= , awas ajah naksir sama Yun /siapin bom/ , apa mau ketemu Su, eh tapi kok d apartm Yun =_=

    Nice Story
    Keepwriting ^_^

  7. Ping-balik: Always Keep The Faith! VII | Fanfiction YunJae

  8. hallo kak yuuki~ baru sempet mampir siniiiii u.u soalnya waktu itu sempet di kunci/? ya?~ AKU SUKAAAAAAAA… nunggu juga yg versi gs nya😄 baru sempet baca terus langsung ku review QAQ semangattt!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s