Shadow IV (END)


Tittle                : Shadow

Author              : NaraYuuki

Genre               : Adventure? Friendship? Yang jelas horor gagal ==”

Rate                 : T+

Cast                 : Umma, Appa and friends

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut.

.

.

.

.

Horor pertama Yuuki, jadi harap maklumi kalau hasilnya sama sekalu kurang memuaskan.

.

.

Shadow

.

.

Menjelang tengah malam semuanya kembali berkumpul di ruang makan keluarga Park, mereka sudah mandi dan makan malam. Mereka sengaja berkumpul di sana untuk mendiskusikan apa yang sudah mereka temukan selama perburuan yang penuh rintangan dan perjuangan itu. Tiga barang sudah terkumpul. Kotak musik, buku harian dan sebuah foto.

Mwo? Ini kan foto mendiang kakaknya kakek dari ibuku?”tanya Changmin ketika melihat foto yang berada di atas meja, diambilnya foto itu kemudian diamati dengan seksama.

Jinja?”tanya Yoochun kaget.

Ne. Kakek Nam Woohyun, meninggal karena kangker paru-paru ketika berusia 22 tahun.”jawab Changmin dengan wajah serius.

“Di balik foto itu ada tulisannya.”ucap Kibum yang melihat coretan dibalik foto usang yang sudah tua itu.

Junsu mengambil foto itu dari tangan Changmin kemudian membaca tulisannya.

“Junsu, apa isi tulisannya?”tanya Heechul penasaran.

“Yang tercinta Woohyun, kenapa kau menghianatiku?”ucap Junsu membaca tulisan yang ada di balik foto.

“Bagaimana kalau kita lanjutkan diskusinya besok pagi saja?”usul Yunho,”Badan Boo Jae sedikit demam, lagi pula kita harus beristirahat juga.” Ucapnya.

Jinja?”Yoochun menyentuh kening Jaejoong,”Yah Joongie, kenapa bisa sakit, huh? Mau Hyung panggilkan dokter?” tanyanya

Hyung aku….”belum selesai Jaejoong bicara tiba-tiba saja lampu padam.

OMO!” Jerit ke-9 remaja itu agak panik.

“Kalian semua tenang! Jangan panik!”perintah Hankyung, namja berdarah Cina itu menyalakan korek api yang selalu dibawanya,”Hei Park Yoochun, tidak adakah ruangan tertutup yang bisa menampung kita ber-9?”

“Kamarku bisa menampung kita semua.” jawab Yoochun.

Setelah mencari lilin di dapur dan lampu batrei listrik, Yoochun mengajak teman-temannya ke kamarnya yang super luas uuntuk melanjutkan diskusi mereka. Tidak lupa Yoochun juga memerintahkan pelayan untuk membawakan beberapa buah kasur lantai untuk digunakan tidur. Lilin diletakkan di atas meja dan ditempat-tempat yang dirasa cukup aman.

Yoochun menutup pintu kamarnya, memastikan semua jendela terkunci rapat,”Joongie, Kibum, Heechul dan Junsu tidur di atas tempat tidur sedangkan aku dan yang lainnya tidur di lantai, cepat bereskan kasur lantainya!” perintahnya layaknya seorang bos.

Petir menyambar-nyambar, angin bertiup keras menghempaskan jendela kamar Yoochun membuat suara bising, hujan turun dengan lebatnya. Jaejoong yang sedang demam dan Kibum yang memang kelelahan sudah tertidur lelap. Yoochun dan Siwon duduk di atas Sofa dekat jendela mengawasi keadaan di luar yang gelap gulita, Changmin tertidur pulas di samping Junsu yang sibuk membolak-balik buku harian yang didapatkannya dari cucu mendiang Stevany Hwang.

“Sudah menemukan sesuatu?”tanya Yunho yang sibuk mengkompres kepala Jaejoong.

“Belum.”sahut Junsu.

“Kotak musik ini sudah rusak ya? Tempat batrenya juga kosong.”ucap Heechul yang sedari tadi sibuk mengutak atik kotak musik yang didapatkan dari keluarga Kwon Yuri tadi.

“Chulie, kau menciumnya?”tanya Hankyung tiba-tiba.

“Apa?”tanya Heechul balik.

“Wangi mawar.”jawab Hankyung,”Yoochun, apa kau menanam mawar? Wanginya menyengat sekali….” ucapnya, tiba-tiba saja bulu kuduknya meremang.

“Tidak.”jawab Yoochun. ”Joongie pernah mau menanamnya tapi karena Umma alergi jadi tidak ada satu bunga pun di pekarangan rumah ini. Tapi…. Ini memang bau mawar.” Sahut Yoochun.

Sedikit panik Junsu beranjak dan berjalan mendekati jendela,”Tidak….!”dilihatnya seorang gadis berambut pendek yang masih menggunakan seragam sekolah menatap ke arahnya dengan mata penuh kemarahan. Junsu mundur dengan napas memburu cepat. Sekujur tubuhnya bergetar hebat.

Boo Jae?”Yunho kaget ketika namja cantiknya tiba-tiba saja terbangun.

”Dia datang?”tanya Jaejoong dengan suara terdengar seperti gumaman.

“Ya.”jawab Junsu datar.

Jaejoong segera berlari ke luar kamar Yoochun dengan terburu-buru. Yunho dan Yoochun yang kaget atas tindakan Jaejoong segera mengejarnya, begitu juga Junsu.

“Kalian tetap di sini!”perintah Junsu sebelum pergi menyusul Jaejoong.

Lampu yang semula padam akhirnya menyala, membuat ketegangan sedikit mereda, namun…. kotak musik yang sedari tadi diutak atik oleh Heechul tiba-tiba saja berbunyi, walaupun tidak tahu apa lagu yang dihasilkan oleh kotak musik usang itu namun siapa pun yang mendengarnya pasti tahu kalau itu adalah lagu yang sangat sedih. Entah dari mana datangnya angin kencang yang tiba-tiba berhembus dan menerbangkan selembar foto yang akhirnya berhasil ditangkap oleh Changmin yang entah sejak kapan sudah bangun, yang jelas angin itu mampu membuka selembar demi selembar buku harian yang sedari tadi dibaca oleh Junsu.

.

.

“JANGAN!”Yunho memeluk Jaejoong dan menjadikan dirinya sendiri sebagai tameng untuk melindungi Jaejoong. Walaupun tidak bisa melihat sosok yang hanya mampu dilihat oleh Junsu dan Jaejoong saja namun Yunho bisa melihat duri-duri mawar tajam yang melayang ke arah Jaejoong.

”Tolong hentikan! Salah apa kami padamu? Kenapa kau meneror kami? Kami hanya ingin membantumu.”ucap Junsu yang sedang berbicara pada udara hampa di hadapannya.

“Joongie? Yunho, Joongie tidak apa-apa?”tanya Yoochun panik.

“Kami hanya ingin membantumu agar kau bisa pergi ke ahirat dengan tenang.” ucap Junsu lagi.

Jaejoong yang memang sedang tidak enak badan akhirnya jatuh terduduk di atas rumut yang basah akibat hujan tadi,”Pulanglah! Kami akan berusaha membersihkan namamu.”ucap Jaejoong sambil memegangi tangan Yunho erat.

Wangi mawar tercium lagi, dekat sekali namun perlahan-lahan menjauh dan memudar.

.

.

24 April 1964

Lagi-lagi Victoria menindas Sunny. Sebagai teman aku dan Yuri hanya bisa menyaksikan semua itu dengan hati perih. Victoria bisa melakukan apa pun karena ayahnya berkuasa, tapi tidak harus seperti itu, Sunny tidak salah apa-apa. Lagi pula Nam Woohyun membatalkan pertunangannya dengan Victoria bukan karena Sunny tetapi karena sikap Victoria sendiri, walaupun Woohyun dan Sunny saling mencintai tapi mereka tidak bisa bersama karena mereka tahu batasannya.

Hari ini karena berusaha menghentikan tindakan anarki Victoria, Yuri masuk rumah sakit karena jatuh dari tangga lantai 2, kaki dan tangannya patah. Andai aku bisa, akan ku singkirkan Victoria agar teman-temanku tidak terluka lebih parah lagi, Sunny hampir gila karena perlakuan yang diterimanya dari Victoria.

Akan ku lakukan apa pun agar Sunny tidak menggantung dirinya seperti itu, andai aku bisa….

Andai waktu bisa ku ulang, aku tidak akan menjadi teman yang pengecut seperti ini. Andai aku bisa….

Stevany Hwang

.

.

Junsu menyimpulkan harus menemui Nam Woohyung, kakak dari kakek ibu Changmin, tetapi hal itu tidak mungkin dilakukan karena orang yang bersangkutan sudah meninggal karena itu Junsu meminta Changmin mencari barang-barang tentang Nam Woohyung di rumah kakek dari pihak ibunya. Changmin mencari ke sana bersama Junsu, Heechul dan Hankyung sebelum pergi menuju ke sekolah.

Jaejoong, Yunho, Siwon, Kibum dan Yoochun sendiri langsung datang ke sekolah. Tanpa menunggu waktu yang lama Jaejoong segera berjalan menuju ke toilet ke-4 di lantai 4, meletakkan kotak musik, buku harian dan foto usang di sana secara perlahan dan hati-hati. Gemericik air dan wangi mawar yang menyengat memang membuat bulu kuduknya merinding, namun Jaejoong berusaha memberanikan dirinya sendiri agar semua hal buruk yang menimpa sekolahnya bisa segera berakhir sehingga dirinya dan teman-temannya bisa segera kembali belajar dengan tenang.

“Kalau kau ingin menemuiku dengan wujud aslimu lebih baik jangan! Karena aku pobia darah.” Ucap Jaejoong entah pada siapa.

Seorang gadis menggenggam tangan kiri Jaejoong erat, gadis berwajah pucat yang pernah Jaejoong lihat di UKS dulu itu menyandarkan kepalanya di bahu Jaejoong.

“Joongie! Mana yang lainnya?”Changmin berlari dikuti Junsu, Hankyung dan Heechul.

Junsu tertegun menatap Jaejoong.

Gwaenchana….”Jaejoong tersenyum pada Junsu, sepertinya namja bersuara khas itu sedikit terkejut dengan apa yang dilihatnya,”Aku meminta mereka membuat artikel soal gosip yang beredar soal Sunny agar penyebab kematiannya bisa jelas. Artikel itu akan langsung ditempel di mading begitu selesa.” Ucapnya tenang.

Junsu membuka amplop dan mengeluarkan isinya untuk diperlihatkan pada Sunny, gadis yang saat ini berada di samping Jaejoong dan hanya bisa mereka berdua lihat,”Ini yang selama ini kau inginkan? Nam Woohyun tidak meninggalkanmu, Dia meninggal karena sakit. Kalian bisa bertemu di surga setelah ini.”ucap Junsu.

Ada seorang gadis berambut pendek yang dilihat oleh Heecchul dan Hankyung sedang berada di samping Jaejoong tengah mengambil surat yang dipegang oleh Junsu dengan senyuman yang ceria. Dialah Sunny…. Yeoja itu berjalan menuju toilet yang masih dalam proses renofasi kemudian semuanya kembali sunyi. Kotak musik, foto, buku diary dan surat yang tadinya dibawa oleh Junsu menghilang bersama dengan menghilangnya gemercik air dan wangi mawar.

.

.

Semuanya kembali normal. Yunho, Changmin dan Junsu kembali menjadi 3 orang yang seolah-olah menarik diri dari pergaulan dan lebih memilih bergelut dengan kegemaran mereka masing-masing. Sedangkan Yoochun, Siwon, Hankyung dan Heechul sibuk melatih anak kelas dua yang akan menggantikan posisi mereka di tim basket mengingat mereka sudah kelas 3. Jaejoong dan Kibum juga kembali ke rutinitas awal mereka sama seperti sebelum kejadian teror itu terjadi. Nama Sunny yang sempat tercoret pun akhirnya berhasil dipulihkan. Tetapi satu hal yang masih menjadi pertanyaan adalah….

“Apa isi surat dari kakek WooHyun untuk Sunny?”tanya Changmin.

Tidak ada yang tahu pasti apa isi surat yang mampu membuat Sunny pergi dengan kemauannya sendiri, yang jelas suasana benar-benar normal kembali dan tidak ada korban lagi. Renovasi berjalan dengan lancar tanpa gangguan berarti kecuali bahan bangunan yang terlambat dikirm.

.

.

Suny, salahku yang tidak bisa menjagamu dengan baik. Jangan salahkan Victoria, karena dia juga terluka. Maaf telah meyeretmu ke dalam pusaran kesengsaraan ini. Kita akan bertemu lagi suatu saat nanti karena sekarang aku harus pergi ke Surga, tempat dimana tidak ada kesedihan dan air mata. Aku akan dengan sabar menunggumu di surga. Bahagialah untukku. Yang mencintaimu Nam Woo Hyun.

.

.

“Kenapa melihat langit seperti itu, Boo?”tanya Yunho yang menemani Jaejoong menatap matahari tenggelam dari atap gedung sekolah mereka.

“Victoria dan Woohyun bertunangan, tapi Woohyun mencintai Sunny yang merupakan sahabat Victoria. Bukankah ini ironis?”tanya Jaejoong,”Kalau Yunie menyukai gadis lain, katakanlah padaku! Agar kelak aku tidak menjadi seperti victoria, agar tidak ada Sunny-Sunny lagi yang bermunculan karena salah paham dan cinta bertepuk sebelah tangan.”

Yunho menarik Jaejoong ke dalam pelukannya,”Tidak akan ada…. Aku janji padamu, Boo.”

Jeongmal?”

Ne, karena aku akan membuat diriku jatuh cinta pada Boo Jae setiap hari.” Diciumnya kening Jaejoong mesra.

Yah Jung Yunho! Kau belum menikahi adikku jadi jangan melakukan hal lebih selama aku tidak mengawasi kalian!” ucap yoochun yang sudah berdiri dengan angkuhnya di mulut pintu yang menghubungkan atap dengan lantai di bawahnya.

“Kau bahkan sudah meraba-raba pantatku walaupun kita bukan sepasang kekasih.” Gerutu Junsu yang berada di sebalahnya.

“Kalau begitu jadilah namja chinguku!”

Mwo?”

.

.

Kehidupan SMA yang penuh keceriaan masih berlangsung walaupun Yunho, Jaejoong, Yoochun, Junsu, Changmin, Siwon, Kibum, Heechul dan Hankyung harus rela hidup di neraka, karena menjelang Ujian akhir anak-anak kelas 3 harus pulang tengah malam untuk mendapatkan pelajaran tambahan.

Yah setidaknya tidak ada yang menghantui dan menteror mereka lagi.

.

.

END

.

.

Coba-coba buat horor malah jadinya ‘Nggilani’ begini ya? Mian deh kalau hasilnya sangat mengecewakan. Gomawo yang sudah membaca.

Ah, beberapa plot dalam FF ini terinspirasi kejadian nyata yang pernah Yuuki alami ketika SMP & SMA dulu. Walaupun tidak masuk akal kadang hal-hal tabu seperti itu memang sering ada di sekitar kita.

Well, sampai jumpa di FF selanjutnya.

.

.

Wednesday, March 26, 2014

8:26:34 PM

NaraYuuki

11 thoughts on “Shadow IV (END)

  1. ehhh nam nam nam pcr sunny ??? gak relaaaaaaa
    nae jjik jjik boy nam woohyun
    umma khawatir ne klo appa jtuh cnta sma yeoja lain
    appa cma mlik umma kok
    sunny udh tenang yahg

  2. enggak kokk unn.. ini udh lumayan buat pmula ff horor. yahh walopun kurng horor. tp ini udh lumayan buat eonnie yg biasanya bikin romance and fantasy.
    keren kokk
    aku tunggu next ff eonnie ne #bow

  3. yuki… sukses bikin yuu merinding.
    feel horornya dapet, walau ga terlalu serem, cukup bikin merinding…
    di tunggu ff horor lainnya.. ^^

  4. sebener’a ga bisa dibilang gagal juga sih beb, cuma mungkin alasan sunny meneror dan menghantui sekolah mommy daddy dkk juga alasan dy bunuh diri aja yg menurutku kurang jelas,,
    tp selebih’a udh keren koq,,
    aq juga sempet merinding pas bagian junsu dkk ke sekolah cuma bwt nyari arsip sunny,,
    juga waktu mati lampu tiba2 tu aq sempet mikir bakal ada yg celaka..
    tp aq bersyukur ga terjadi apa2.. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s