Shadow III


Tittle                : Shadow

Author              : NaraYuuki

Genre               : Adventure? Friendship? Yang jelas horor gagal ==”

Rate                 : T+

Cast                 : Umma, Appa and friends

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut.

.

.

.

.

Horor pertama Yuuki, jadi harap maklumi kalau hasilnya sama sekalu kurang memuaskan.

.

.

.

Shadow

.

.

Tempat tujuan terjauh adalah rumah Victoria Liam. Tidak ada kendala apa-apa saat Jaejoong dan Yunho mengendari mobil ke sana, hanya saja ada sebuah kejadian yang cukup mengejutkan mereka.

Omo! Jalan dialihkan karena kecelakaan? Apa kita harus memutar jalan?”gumam Yunho yang membaca papan pengumuman jalan yang dipasang oleh polisi, pemberitahuan perihal pengalihan jalan karena kecelakaan.

Jaejoong agak gelisah, tangan kirinya memegang erat ujung kemeja Yunho, wajahnya pucat. Ada ketakutan dimata indah namja cantik itu yang coba ia sembunykan.

“Ada apa, Boo?”tanya Yunho,”Kau sakit? Perlu ke apotik untuk membeli obat? Aigoo! Badanmu panas sekali?” Yunho menyentuh kening Jaejoong.

“Kita lurus saja!” pinta Jaejoong.

Mwo? Lurus?” Yunho binggung, “Tapi jalannya dialihkan, Boo….”

“Kalau kita memilih jalan berputar kita akan tersesat di hutan, dan itu yang dia inginkan sejak awal.”ucap Jaejoong,”Aku tahu aku sudah melibatkanmu dan yang lainnya dalam kekonyolan ini tapi…. Aku tidak ingin kau terluka, kita lurus saja!” pintanya.

Yunho kembali menjalankan mobilnya lurus, tidak mengikuti papan petunjuk yang dipasang oleh pihak kepolisian. Memang ada kecelakaan beruntun yang terjadi, Jaejoong memintanya untuk berjalan pelan-pelan agar tidak terjadi kepanikan saat tiba-tiba saja ada orang yang berlarian di jalan. Kecelaan paling depan adalah kecelakaan antara sebuah truk tronton dan sebuah bis penumpang yang juga melbatkan 50 kendaraan lainnya baik itu mobil maupun motor.

“Victoria Liam… nuguya, Boo?” tanya Yunho.

“Orang yang berperan penting terhadap kematian Sunny.” Jawab Jaejoong yang masih belum melepaskan pegangannya pada ujung kemeja Yunho.

.

.

Kejadian tidak terduga juga menimpa Yoochun dan Junsu. Ban mobil yang mereka kendarai tiba-tiba saja meletus, bukan bocor tapi meletus. Benar-benar panik. Di sekitar mereka tidak ada bengkel, sialnya lagi mereka tidak membawa ban pengganti, mereka pergi begitu saja tanpa persiapan.

“Bagaimana?”tanya Yoochun,”Di depan itu ada halte, apa sebaiknya kita naik bus saja? Atau mau naik taksi?”

“Jangan!”ucap Junsu,”Kalau kita naik bus atau taksi kita akan masuk dalam permainannya. Kita jalan kaki saja!”

Mwo? Jalan kaki?”jerit Yoochun tidak percaya,”Untuk sampai ke rumah Stevany Hwang kita masih harus menempuh jarak 5 km. Kau mau aku jalan 5 km? Siro!” tolaknya.

Yah! Jangan manja! Kalau kau tidak mau jalan kaki kenapa tidak bawa ban pengganti untuk mengantisipasi keadaan tidak terduga seperti ini?”omel Junsu.

Mwo? Salahku?”tanya Yoochun,”Bukankah kau sendiri yang suka cari gara-gara seperti ini? Kenapa juga kita harus terlibat masalah konyol seperti ini?”

Dua namja yang biasanya saling berdebat dan menggoda itu kini kembali teribat dalam sebuah adu argument yang sebenarnya cukup sepele. Tapi tidak kali ini. Junsu tidak akan membiarkan mereka berdua menghabiskan waktu terlalu lama hanya untuk berdebat, namja dengan suara unik itu menghela napas panjang untuk meredakan ketegangan.

“Di depan sana sepertinya ada bengkel mobil, aku akan mendorongnya.”ucap Junsu.

“Kita dorong bersama-sama.”Yoochun mengmbil keputusan.

Arra….”

“Junsu, apa yang Joongie lihat? Kau sama sepertinya, kan?” tanya Yoochun yang mulai mendorong mobil dengan mengerahkan segenap tenaganya.

“Kemampuan Joongie belum terasah dengan baik sepertiku. Bila Joongie mau dia bisa menyegel kemampuannya itu, atau menggunakannya. Tetapi sepertinya Joongie memilih membiarkannya saja tanpa berniat menyegel atau menggunakannya untuk hal lain. Dia punya pemikiran sendiri soal itu dan aku tidak bisa ikut campur terhadapnya.” Sahut Junsu yang juga tengah mengerahkan tenaganya untuk mendorong mobil.

.

.

Tim ke-3 tidak mengalami kejadian yang parah, hanya saja mobil yang mereka tumpangi tidak bisa masuk ke dalam gang karena jalannya terlalu sempit, sehingga meereka terpaksa harus jalan kaki untuk sampai ke atas, karena rumah Kwon Yuri ada di atas, daerah perbukitan yang sangat sumpek dan didjejali oleh ratusan rumah-rumah kecil yang saling berhimpitan.

Aigoo!”keluh Hankyung.

“Jarak untuk sampai ke atas kira-kira 3 km.”ucap Changmin mengemukakan pendapaatnya,”Apa kita harus jalan kaki untuk naik ke sana? Apa tidak ada penyewaan sepeda?”

“Berhentilah mengeluh!”omel Heechul,”Lagi pula ini kita lakukan agar kita bisa segera kembali ke sekolah. Kau tidak ingin selamanya terjebak dibangku kelas tiga kan pohon palm?”

“Kenapa harus kita? Kenapa bukan orang lain saja?” keluh Changmin, “Oh perutku yang malang….” ucapnya sambil mengusap perutnya yang beberapa kali protes minta diisi.

“Kalian dengar?” tanya Siwon.

Ne. Seperti ada yang mendekat.”sahut Hankyung.

Mwo? Mendekat? Apa? Siapa?”tanya Kibum panik yang secara reflek memeluk Heechul yang berada di sampingnya erat.

Aish! Kau seperti anak kecil saja.!” omel Heechul.

Dari arah depan ada sekitar 5 preman berjalan mendekat, wajah mereka kelihatan begitu sangar dan menyeramkan, tubuh mereka di penuhi tato, dari mulut mereka menguar aroma alkohol yang sangat bau.

“5 lawan 5?”tanya Hankyung.

“5 lawan 3.”ralat Siwon,”2 orang yang bersama kita tidak bisa diharapkan.” Diliriknya Changmin yang mengeluh kelaparan sejak tadi dan Kibum yang memasang raut takut di wajahnya.

Yah! Jangan menghinaku maniak kuda! Aku bisa menghabisi mereka sekali pukul.” Ucap Changmin kesal.

“Mari kita buktikan kalau begitu.” Tantang Siwon.

“Siapa takut.” Sahut Changmin.

“Carilah tempat yang aman!”perintah Siwon, diusapnya kepala Kibum pelan,”Aku tidak mau kau terluka jadi bersembunyilah untuk sementara.”

Kibum menggangguk pelan sebelum berlari kecil ke arah gang sempit yang berada di belangnya.

4 anak SMA melawan 5 orang dewasa yang berbadan kekar.  Terdengar sangat tidak baik….

Bruk!

Brak!

Gedebuk!

Prang!

Plak!

Bletak!

Glontang!

Suara-suara berisik itu mengiringi perkelahian Siwon, Changmin, Hankyung dan Heechul melawan 5 preman yang seperinya sedang mabuk itu. Anehnya, kekacauan yang menimbulkan kebisingan tersendiri itu tidak mampu membuat penduduk sekitar tergerak untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya. Rumah-rumah mungil yang berdesakan di sepanjang jalan benar-benar sunyi senyap, tidak ada jendela maupun pintu yang terbuka walau hanya sedetik saja, semuanya tertutup rapat-rapat seperti kota mati.

“Ini tidak akan berakhir dengan mudah! Mereka berlima seperti mayat hidup, dipukul sampai berdarah pun tidak berpengaruh pada mereka.” jerit Changmin yang merasa frustasi.

Ne. Apa yang harus kita lakukan sekarang?”tanya Hankyung yang juga binggung.

“Kita harus lari dari sini!”sahut Siwon yang langsung menyambar lengan Kibum.

Mwo? Lari? Lari kemana?”tanya Heechul binggung .

“Yang penting kita lari dulu!”Hankyung menyambar tangan namja chingunya.

Tanpa tedeng alin-aling mereka ber-4 segera berlari secepat mereka bisa untuk menghindari kejaran para preman menyebalkan itu. Jalan menanjak, berundak-undak dan sempit, tapi ke-5 siswa SMA itu tetap berusaha menaiki jalanan berliku itu dengan cepat dan gesit. Napas mereka memburu cepat, peluh mebasahi wajah dan sekujur tubuh mereka hingga akhirnya….

Yah! Aku sudah tidak kuat lagi.”teriak Changmin yang terjatuh dan terduduk di tengah jalan.

Kibum yang juga ditarik Siwon hanya bisa mengatur napasnya dengan susah payah akibat kelelahan setelah berlarian.

“Tidak adakah mesin penjual otomatis? Aku haus sekali….” gerutu Heechul.

“500 meter lagi kita sampai, ayolah!”bujuk Hankyung.

Siro!” rajuk Heechul. “Aku sangat haus Gege!”

Bressss!

Tiba-tiba saja hujan turun dengan lebatnya, Changmin, Siwon, Kibum, Hankyung dan Heechul belum sempat berteduh. Sekujur tubuh mereka basah kuyup.

“Ini air yang kau minta.”Siwon melirik Heechul,”Sekarang minumlah sepuasmu sampai perutmu kembung dan kita jalan lagi! Aku tidak mau mati konyol di sini.”

“Dasar pawang kuda menyebalkan.” Gerutu Heechul yang nyaris memukul kepala Siwon jikalau tidak dicegah oleh Hankyung.

500 meter terakhir dilalui dengan perasaan campur aduk. Rasa lelah, letih, lemas, dingin namun haus dan perut yang terasa sangat lapar menggelayuti ke-5 remaja yang punya keberanian luar biasa itu. Mereka tetap waspada walaupun di hadapan mereka sudah berdiri dengan kokoh rumah keluarga Kwon. Beberapa kali mereka menengok ke belakang, takutnya ke-5 preman tadi masih mengejar mereka.

Dengan ragu-ragu Hankyung menekan bel pintu satu-satunya rumah yang berada di atas bukit itu. Beberapa kali mencoba tapi tidak ada sahutan sama sekali.

“Apa penghuninya sudah mati?”celetuk Changmin asal.

“Maaf, kalian mencari siapa?”seorang wanita yang sedang mengendong bayi datang dari arah pintu gerbang ditemani oleh seorang pria yang menggendong anak balita yang sedang tertidur lelap.

Hankyung dan Siwon menjelaskan kedatangan mereka untuk bertemu dengan Kwon Yuri. Mereka ber-5 dipersilahkan masuk, diberi minum dan camilan untuk mengisi perut mereka yang keroncongan dan juga diberi handuk kering untuk mengeringkan sekujur tubuh mereka yang basah kuyup.

“Sayang sekali, 10 tahun yang lalu ayah dan ibuku sudah pindah ke Australia.”ucap wanita bernama Kwon Hana itu ramah,”Kalau ada yang bisa aku bantu katakanlah!”dia adalah satu-satunya putri Kwon Yuri.

“Kami ke sini untuk menanyakan soal Lee Sunny, pada nenek Yuri.”ucap Kibum mewakili teman-temannya yang sedang sibuk mengeringkan badan dengan handuk kering yang disiapkan oleh sang tuan rumah.

“Lee Sunny?”tanya Hana,”Sahabat Ummaku waktu SMA yang meninggal bunuh diri itu?”

Ne.”Hankyung, Siwon, Heechul dan Changmin kompak menggangguk.

Aigoo! Beberapa hari yang lalu Umma menelpon, katanya dia didatangai Sunny dalam mimpinya.” ucap Hana,”Maaf aku tidak bisa membantu apa-apa, hanya saja….”Hana melangkah mendekati sebuah almari kaca yang berada di ruang tamu rumahnya, menggambil sebuah barang kemudian diberikan kepada Kibum yang kelihatan tenang dibandingkan teman-temannya yang lainnya.

“Kotak musik?”tanya Kibum binggung.

Umma bilang ini adalah barang yang mengghubungkannya dengan Sunny, sejak kematian Sunny, setiap tahun tepat pada tanggal kematiannya kotak musik ini akan berbunyi sendiri walaupun tidak ada batreinya, setelah musiknya berhenti akan terdengar suara tangisan. Kami sudah mencoba membuangnya tapi selalu saja kembali ke sini.”ucap Hana,”Ambillah kalau kalian mau.”

Mewakili teman-temannya Hankyung pun meminta diri untuk pulang. Mereka kembali waspada ketika menyusuri jalan, takutnya ada preman yang mencegat mereka lagi. Namun dugaan mereka salah. Jalanan yang mereka lalui kali ini sangat ramai dengan pejalan kaki dan penjual makanan kaki lima, benar-benar berbeda dengan suasana tadi ketika mereka datang. Toko berjejer dan rumah makan sangat ramai pengunjung.

“Cubit aku! Ini seperti mimpi.”gumam Changmin.

Kibum mencubit pipi Changmin,”Kalau ini mimpi artinya kita memimpikan hal yang sama.” Ucapnya.

“Aku tidak peduli, aku mau pulang dan segera mandi.”ucap Siwon sambil membuka pintu mobil,”Cukup sudah keanehan yang aku alami hari ini.”

.

.

“Victoria meninggal setahun setelah lulus SMA pertengahan musim semi. Kami sekeluarga tidak tahu apa penyebabnya.”ucap Daniel Liam, adik Victoria Liam ketika Jaejoong dan Yunho mendatangi rumah keluarga Liam usai melakukan perjalanan yang sangat panjang.

“Maaf Kek, tapi tidak adakah barang peninggalan nenek Victoria?”tanya Jaejoong.

Daniel tersenyum,”Semua barang Victoria sudah disumbangkan ke panti asuhan, tapi ada satu foto yang masih aku simpan sampai sekarang.”

“Bisa kami melihatnya, Kek?”tanya Yunho.

“Tunggu sebentar.”Daniel, namja paruh baya itu berjalan tertatih menggunakan tongkatnya menuju ke dalam kamarnya, setelah beberapa lama berada di dalam sana, Daniel kembali membawa sebuah foto beserta bingkainya untuk diperlihatkan pada Jaejoong dan Yunho.

“Mirip siapa ya? Sepertinya pernah lihat….”gumam Yunho.

“Kakek, boleh kami pinjam foto ini?”tanya Jaejoong.

“Ambillah kalau kalian mau. Aku juga tidak tahu siapa yang ada di dalam foto ini.”jawab Daniel.

Kamshahamnida, Kek.”ucap Jaejoong.

.

.

Nasib kurang beruntung menghampiri Yoochun dan Junsu. Setelah ban mobil mereka yang meledak dan harus mendorong mobil sampai ke bengkel, mereka juga harus menerima kenyatan kalau keluarga Stevany Hwang hari ini baru saja pindah dari rumah mereka, sehingga Yoochun dan Junsu harus bertanya pada tetangga keluarga Hwang dimana sekarang keluarga itu tingga; berjalan kesana-kemari membuang urat malu mereka dengan bertanya hampir pada seemua orang yang mereka temui akhirnya kedua namja itu menemukan alamat baru keluarga Stevany Hwang.

Sayangnya…

“Nenek baru meninggal satu minggu yang lalu.”ucap seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun bernama Hwang Haejoo.

Aigoo!” keluh Junsu sambil mengacak kasar rambutnya yang lepek akibat peluh.

“Tapi aku punya ini.” Haejoo menunjukkan sebuah buku usang pada Yoochun dan Junsu.

Mwo? Apa itu?” tanya Yoochun, “Mirip buku harian….”

Haejoo menggangguk semangat,”Barang yang nenek serahkan padaku sebelum pergi. Kata nenek, ada kakak yang akan membutukan buku ini.”Haejoo memberikannya pada Yoochun,”Tolong jaga baik-baik ne! Appa dan Umma tidak tahu soal buku ini karena ini rahasiaku dan nenek.”

Junsu dan Yoochun saling pandang. Buku harian usang itu… dapatkah membantu mereka menyelesaikan permasalahan ini?

.

.

TBC

.

.

Wednesday, March 26, 2014

7:44:02 PM

NaraYuuki

6 thoughts on “Shadow III

  1. wow woow perjalanan yg penuh misteri Dan cukup menegangkn jangan2 ulah hantu sunny huwaaa gag sabar nunggu chap depan yuuki Chan ditunggu kelanjutannya ne emmuaach

  2. yahh.. emng kalo mw berbuat baik ato cari kebenaran slalu ada rintangan nya.
    chp ini ngajarin byk hal nd fakta.
    mksh buat chp ini Yuuki eonnie

  3. pada ngalamin hal aneh ya??
    trnyata changmin emg ga kesebut ya kemarin..
    dan walau di kelompok changmin ga ada org dg kemampuan khusus kek junsu ma mommy, tp mreka keren karna udh bisa ngatasin rintangan yg aneh bin ajaib..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s