Shadow II


Tittle                : Shadow

Author              : NaraYuuki

Genre               : Adventure? Friendship? Yang jelas horor gagal ==”

Rate                 : T+

Cast                 : Umma, Appa and friends

Disclaimer:       : They are not mine but this story is mine, NaraYuuki

Warning           : Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran, Penceritaan ngebut.

.

.

.

.

Horor pertama Yuuki, jadi harap maklumi kalau hasilnya sama sekalu kurang memuaskan.

.

.

Shadow

.

.

“Padahal sebentar lagi kita Ujian, tapi kenapa sekolah malah meliburkan kita sampai waktu yang tidak bisa ditentukan dengan alasan yang menggelikan?”gerutu Yoochun yang mengantarkan cemilan dan minuman ke kamar Jaejoong.

“Ada kejadian ganjil yang akhir-akhir ini terjadi di sekolahan, jadi wajar saja kalau pihak sekolah melakukan tindakan antisipasi.”sahut Yunho yang sedang duduk dengan tenang sambil mengusap kepala Jaejoong yang sedang tidur lelap di atas pangkuannya sambil memeluk erat perutnya.

Memang sekolah memutuskan untuk meliburkan siswanya selama beberapa hari kedepan sampai keadaan di sekolah kembali kondusif dan kejadian-kejadian aneh yang belakangan terjadi tidak terulang lagi.

Yah! Hyung, apa yang kau lakukan?”Changmin yang datang bersama Junsu kaget melihat posisi Yunho dan Jaejoong

“Jangan berpikir macam-macam, Changmin!”ucap Yunho.

“Joongie bagaimana? Sudah lebih baik?”tanya Junsu, diletakkannya keranjang berisi buah di atas meja belajar Jaejoong.

“Kalau lihat warna merah dia masih agak takut.”jawab Yooch, “Aish! Kejadian tabrak lari yang menimpa kucingnya dulu ternyata bisa membuatnya trauma. Adikku yang malang.” Gumamnya.

Yah! Park Yoochun!” pekik Junsu kaget karena tiba-tiba Yoochun meremas pantatnya. Reflek Junsu melayangkan pukulan bertubi-tubi pada bahu Yoochun.

.

.

Sudah satu minggu lamanya sekolah diliburkan. Dalam keadaan seperti itu, Junsu mencetuskan ide untuk melakukan penyelidikan perihal siapa sebenarnya yang membuat geger sekolah mereka. Ini dilakukan karena dirinya sudah kelas 3 SMU. Karena itu dibantu oleh Heechul selaku saudara sepupunya, Hankyung selaku namja chingu Heechul dan Yoochun selaku kakak Jaejoong yang diminta tolong oleh Jaejoong untuk ikut dalam misi konyol Junsu itu pergi diam-diam ke sekolah. Suasana sangat lengang di sekolah. Para guru sedang berada di halaman belakang sekolah bersama beberapa orang pendeta dan miko untuk mensucikan gedung sekolahan agar para roh jahat tidak menggangu lagi. Ke-4 orang yang super nekat itu segera menuju ruang arsip siswa untuk mencari data mengenai sosok Sunny sebenarnya.

“Kalau kalian menemukan data mengenai siswi bernama Sunny apapun marganya segera ambil dan kita pergi dari sini!”perintah Junsu,”Aku tidak suka tempat ini.”

Junsu, Yoochun, Hankyung dan Heechul mulai mengobrak-abrik ruang arsip untuk menemukan apa yang mereka cari. Hampir satu jam lamanya ke-4 namja nekat itu mencari hingga tiba-tiba Junsu menjerit histeris…

“Park Yoochun, jaga pintunya jangan sampai tertutup!” pekik Junsu.

Yoochun yang kebinggungan segera berlari ke arah pintu dan berusaha mencegah pintu agar tidak tertutup, tiba-tiba saja angin bertiup sangat kencang, menerbangkan semua berkas-berkas yang ada padahal semua jendela tertutup rapat, aroma mawar tiba-tiba kembali tercium….

Yah! Aku tidak tahu kenapa tapi pintu ini mau menutup sendiri!”teriak Yoochun yang memegangi pegangan pintu dengan susah payah karena entah mengapa pintu itu terasa begitu berat.

“Aku menemukannya!”jerit Heechul sambil mengacungkan sebuah buku arsip siswa setebal kamus lingusitik.

“Aku juga!”ucap Hankyung sambil memegang sebuah amplop coklat berisi arsip data diri siswa.

“CEPAT KELUAR DARI SINI!”jerit Junsu yang langsung menarik tangan Hankyung dan Heechul tiba-tiba,”Yoochunie, kita pergi!”

Yoochun ikut berlari, begitu melepas pegangan pintu tiba-tiba saja pintu itu terbanting dengan dentuman yang sangat keras. Suara gemuruh entah berasal dari apa seolah-olah mengejar ke-4 orang yang sedang berlari terbirit-birit karena ketakutan itu. Aroma mawar semakin mendekat ke arah mereka.

“Apa pun yang terjadi jangan menengok ke belakang! Kalian mengerti?!”perintah Junsu dengan suara sedikit berteriak.

Semuanya baik-baik saja, hingga secara tiba-tiba Heechul menoleh ke belakang karena penasaran. Heechul jatuh pingsan begitu tahu apa yang tengah mengejar dirinya beserta teman-temannya, seorang berpakaian seragam sekolah, dengan sekujur luka dan wajah yang rusak membuat Heechul syock dan pingsan.

Omo! Sudah dibilang jangan melihat ke belakang! Dasar!”gerutu Yoochun.

Hankyung segera menggendong Heechul dan berlari menuju mobil yang tadi mereka gunakan untuk datang ke sekolah yang terparkir di luar gerbang sekolah.

“Yoochun cepat!”jerit Junsu,”Dia tepat di belakangmu!”

Walaupun Yoochun dan Hankyung tidak tahu apa yang mengejar mereka karena tidak bisa melihat, keduanya tampak ketakutan terlihat dari seluruh bulu kuduk mereka yang meremang.

Semuanya hilang begitu saja, suara dentuman keras, angin dingin dan aroma mawar ketika mereka ber-4 sudah berada di luar gerbang sekolah. Hankyung segera memasukkan Heechul yang masih pingsan ke dalam mobil.

Junsu tertegun menatap sekolahnya.

Wae yo? Ada apa?”tanya Yoochun.

“Jauhkan tanganmu dari pantatku Park Yoochun!” omel Junsu karena Yoochun masih saja mencuri-curi kesempatan disaat seperti ini.

“Ehehehehehe…..” Yoochun hanya melempar tawa bodohnya.

“Dia berhenti tepat di depan pintu gerbang.”gumam Junsu,”Mungkin dia terikat dengan gedung sekolah ini sehingga tidak mengejar kita sampai di luar. Tapi….”

“Tapi apa?”tanya Yoochun yang masih berusaha mengatur napasnya. Punggung tangannya mengusap peluh yang membasahi wajahnya.

“Sekolah kita ini terlihat seperi reruntuhan.”ucap Junsu.

“Aku tidak peduli karena yang ku lihat sekolah ini masih sama seperti pertama kali ku datangi dulu.” Sahut Yoochun, “Cepat masuk mobil, kita pulang! Aku tidak mau lama-lama berada di sini.”Perintahnya

.

.

Tempat yang paling strategis untuk berkumpul dan merencanakan apa yang akan dilakukan selanjutnya adalah rumah keluarga Park. Kenapa begitu? Karena rumah keluarga Park sangat luas dan mampu menampung banyak orang, itulah sebabnya Junsu, Changmi, Kibum, Hankyung, Heechul dan Siwon berkumpul untuk mendengarkan rencana yang sudah disusun oleh Junsu.

“Lee Sunny meninggal karena bunuh diri 50 tahun yang lalu. Dia adalah seorang murid yang cerdas dan pintar.”terang Junsu usai membaca hasil arsip siswa yang mereka curi dari sekolah.

“Kalau dia anak yang pintar, kenapa dia bunuh diri?”tanya Changmin, “Berarti dia sangat bodoh!” cibiirnya.

“Aku mana tahu soal itu Shim Changmin?”Junsu melempar keripik ke arah Changmin.

“Mungkin dia ditindas.” Jaejoong mengutarakan pendapatnya, ”Wajahnya memar-memar, ada raut ketakutan yang aku lihat, jadi mungkin saja dia ditindas karena suatu alasan.”

“Apa mungkin dia meneror sekolahan karena alasan ditindas?”tanya Kibum binggung mengingat dirinya yang tidak mengerti apa-apa tiba-tiba dilibatkan dalam tim pemburu misteri dadakan ini.

Yah! Aku hanya bisa melihatnya saja, aku tidak bisa membaca masa lalunya!”ucap Junsu kesal.

“Alsannya dia bunuh diri yang harus diungkapkan. Biasanya dalam film-film horor yang sering ku lihat seperti itu. Jadi kenapa kita tidak mencari tahu penyebab dia bunuh diri saja?” usul Siwon.

“Dia meninggal sudah lebih dari 50 tahun lalu, bagaimana kita bisa tahu penyebab kematiannya?”tanya Hankyung.

“Ada!” celetuk Heechul, ”Kita tanya saja pada teman-temannya!”

“Kejadian itu sudah 50 tahun yang lalu, kalaupun teman-temannya masih hidup usia mereka pasti sudah 70 tahunan, orang pada usia segitu sudah pikun!” ucap Changmin menatap jengah pada para anggota tim basket yang kadang tidak setangkas kemampuan mereka menggiring si kulit bundar.

“Aku menemukannya!” teriak Yoochun penuh semangat yang datang dari arah luar rumah, “Aku sudah memeriksanya. Ada 3 orang yang sempat diperiksa oleh polisi terkait peristiwa kematian Lee Sunny lima puluh tahun lalu.” Ucapnya begitu memasuki rumahnya sendiri, memperlitkan amplop yang dibawanya pada teman-temannya.

Mwo? Jeongmal?”tanya Junsu.

“Joongie yang memintaku mengeceknya.”jawab Yoochun.

“Kau ini preman yang tunduk pada adik sendiri ya?”sindir Hankyung yang sama sekali tidak dipedulikan oleh Yoochun.

“Darimana kau mendapatkan informasi rahasia yang sudah disimpan selama lebih dari 50 tahun itu?” tanya Siwon.

Yoochun tertawa lebar, “Aku bilang Jung Yunho yang meminta data itu.” Jawabnya, “Mengingat ayah Yunho yang sekarang menjadi mentri pertahanan Korea, hal seperti itu sangatlah mudah.”

“Cih!” gerutu Changmin.

“Ada 3 orang? Siapa saja mereka?”tanya Yunho yang duduk tenang di samping Jaejoong sambil membaca buku, membiarkan namja cantik itu bergelajut manja di lengannya..

“Victoria Liam, Stefany Hwang, dan Kwon Yuri.”jawab Yoochun dengan wajah serius,”Ini alamat rumah mereka.” Yoochun memberikan selembar kertas pada Junsu yang berada di dekatnya.

“Jadi bagaimana sekarang?”tanya Heechul.

“Kita harus mendatangi 3 orang ini. Tidak ada cara lain selain itu….”ucap Changmin lebih terdengar seperti sebuah gumaman pelan.

Ne.”Junsu menggangguk.

“Bagaimana kalau kita dibagi saja agar lebih cepat? 3 orang untuk mendatangi 1 orang aku rasa cukup.”Kibum mengeluarkan idenya.

“Joongie, bagaimana menurutmu?”tanya Junsu.

Namja cantik itu tersentak, menatap raut wajah ke-8 orang lainnya, kemudian menuliskan sesuatu di selembar kertas. ‘Yoochun hyung dan Junsu ke rumah Stevany Hwang. Hankyung, Heechul, Siwon, dan Kibum ke rumah Kwon Yuri. Jaejoong dan Yunho ke rumah Victoria Liam.’

“Joongie!” protes Junsu.

Yah! Kenapa seperti ini?”tanya Changmin,”Joongie, bukankah setiap tim harus….”

“Junsu, kau pasti mengerti kalau ini bukan permainan dedektif seperti yang anak-anak SD lakukan.”ucap Jaejoong,”Aku membaginya sesuai kemampuan kita. Kalau kita membaginya 3 orang tiap tim, akan ada 1 tim yang lemah.”

“Joongie, aku tidak mengerti maksudmu?”ucap Yoochun sambil mengerutkan keningnya,”Maksudmu apa? Jelaskan pada Hyung!”

“Apa kau melihat sesuatu yang aneh? Atau merasakannya? Firasat?”tanya Junsu,”Kenapa kau memilih mendatangi Victoria Liam? Apa ada alasannya?”

“Jaejoongie….?”Kibum menatap Jaejoong.

Ani. Aku tidak melihat apa-apa.”Jaejoong beranjak dari duduknya kemudian menarik tangan Yunho,”Rumahnya agak jauh, kita harus berangkat dulu.” Ucapnya sambil mengambil alamat rumah Victoria dari tangan Junsu.

Yunho menyambar kunci mobil dan melangkah bersama Jaejoong.

“Yunho, jaga adikku baik-baik!”teriak Yoochun.

“Tolong katakan padaku, kenapa dengan Joongie?”tanya Kibum yang khawatir dengan keadaan sahabatnya.

“Junsu hyung?”Changmin menatap Junsu.

“Kita berangkat sekarang!”Junsu bergegas keluar rumah Park tanpa memperdulikan pertanyaan yang Changmin dan Kibum ajukan.

.

.

TBC

.

.

Romancenya jadi samar ya? Mian kalau hasilnya semakin amburadul. Gomawo sudah mau baca :3

.

.

Tuesday, March 25, 2014

8:27:46 PM

NaraYuuki

10 thoughts on “Shadow II

  1. gpp eon
    jarang kuat friendship na klo soal yunjae hehehe

    knp iia jaema langsung mutusin kelompok itu?
    jangan2 ada sesuatu yg disembunyiin jaema?

  2. gwenchana eonn. romance ny sedikit juga wajar. kan ini ff horor … jd romance dikit gg masalah istilahny jd bumbu penyempurna aja.
    lanjutt eonn

  3. eh jongie bsa melihat msa lalu kah
    kyaknya umma pnya firasat lain ttg sunny n victoria
    chunnie syang bngttt sma jaee
    jdi pngn pnya kkak cwok kya chunnie

  4. huwaaa kereeeen yarpun rada merinding mna ujan lagi hikz…… bayangin chulie pingsan malah ngekek ndiri
    yuuki Chan apakah joongie juja punya indra keenam kayak su-ie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s